CHAPTER 13
Calm and Warm
Beberapa minggu kemudian, kondisi sang gadis pirang sudah membaik dan ia sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit.
Lucy dijaga dan dilayani beberapa pelayan suruhan Igneel bersama Erza & Levy untuk bersiap pulang dari rumah sakit.
"Lu-chaannn... akhirnya kita bisa main lagi yeayy" teriak Levy girang sambil memeluk Lucy.
"haha.. kau benar Levy-chan" sahut Lucy.
"Nona, apa anda butuh kursi roda untuk pergi ke depan lobi?" tanya seorang pelayan ramah pada Lucy.
"tidak apa, aku sudah bisa berjalan dengan baik. Oh ya ngomong-ngomong dimana Natsu?"
"tadi dia menelponku dan bilang dia sedang sibuk sekarang, karna itu dia tidak bisa menjemputmu" ucap Erza menjelaskan.
"aku mengerti, ayo kita pergi"
Di dalam perjalanan, Lucy memandang keluar melihat pemandangan-pemandangan yang indah yang sudah lama tidak ia lihat, ia merasa bersyukur masih bisa melihat dunia. Melihat orang-orang yang ia cintai di depan matanya, melihat pemuda berambut sakura yang selalu tersenyum khusus untuknya. Sedangkan Erza dan Levy asik mengobrol dan bercerita sambil sesekali tertawa.
..Sesampai di rumah Natsu..
*PRAKK.. (bunyi petasan kertas) OKAERI LUCY..."
Semua teman-teman Lucy yang menjenguknya, Igneel, Poluchka dan pelayannya menyambut senang atas kepulangan sang pirang dengan pesta kejutan kecil yang mereka buat.
Lucy terkejut bercampur senang saat mendapat sambutan hangat oleh mereka. Tidak ia sangka mereka sampai membuat pesta khusus untuknya dan pasti mereka sedang absen dari bisnis mereka mengingat mereka adalah orang-orang yang sering sibuk.
"heii.. Lucy aku senang kau kembali" ucap Makarov.
"Selamat datang, cucu gadisku" sambut Poluchka memeluknya hangat.
"hoho.. selamat datang Lucy"' sambut Igneel.
"kau kelihatan lebih cantik ya" rayu Gray.
"gihi.." ucap Gajeel.
"ah maaf, aku belum memperkenalkan diriku sebelumnya, aku Jellal teman Erza sekaligus tunangannya" Jellal tersenyum menyalami Lucy.
Hatinya sangat bahagia melihat semuanya ada di satu ruangan, tetapi disisi lain ia kesepian mengingat Natsu tidak disana. Ia ingat bahwa Erza berkata kalau Natsu sedang sibuk.
"apa kau mencari Natsu, Lucy?" tanya Gray iseng mendekatinya.
"t-tidak kok"
"begini Lucy, Natsu sedang mengurusi urusan bisnis dan sepertinya ia tidak bisa kembali sampai beberapa bulan kedepan. Maafkan aku" ucap Igneel memotong dan memandangnya khawatir.
Hatinya terasa teremas ketika mendengar bahwa Natsu tidak dirumah selama berbulan-bulan. Orang yang paling ingin ia temui pertama kali di rumah justru tidak ada. Orang yang membuatnya selalu nyaman akan pergi untuk waktu yang lumayan lama.
"a-ahh.. begitu, aku mengerti. Aku harap dia bisa menjaga kesehatannya"
"Lucy, maaf aku tidak bisa membantumu.." sahut Makarov menyesal.
Lucy memandang teman-temannya dengan heran "kenapa kalian memasang wajah sedih seperti itu? aku baik-baik saja kok" ucap Lucy menghibur.
"iya Lu-chan, maafkan kami.."
"hoho.. baiklah, pelayan tolong bawakan tas Lucy ke kamarnya" ucap Igneel memanggil pelayannya.
"lebih baik kau beristirahat sekarang, kau pasti lelah kan? Jadi pergilah istirahat ke kamarmu" kata Poluchka.
Lucy hanya menuruti perkataan mereka dan segera naik ke kamarnya, sesampai di kamar ia melihat sekeliling ruangan dan . Air mata yang ia tahan sedari tadi akhirnya berhasil keluar dengan tidak sengaja "Natsu bodoh, kenapa tiba-tiba kau pergi? bahkan selama itu! Aku pikir kau disini, padahal kaulah orang yang ingin pertama kali aku temui"
"hoo, benarkah?"
LUCY P.O.V
Aku mendengar suara di belakangku! Sungguh suara yang sangat aku kenal.
"Na-Natsu!"
Aku melihatnya menyeringai kearahku, seringaian yang sudah sangat kurindukan. Tapi, tunggu! Bukannya paman bilang kalau ia sedang sibuk sampai tidak pulang berbulan-bulan?
Aku langsung berlari keluar kamar dan ingin meminta penjelasan yang pasti kepada mereka yang pasti masih ada di bawah.
Dan ternyata dugaanku benar, mereka melihatku yang sedang terengah-engah menunggu penjelasan yang pasti dengan tersenyum jahil.
"KEJUTANN..."
Baik paman, nyonya Poluchka, kakek Makarov dan seluruh temanku berteriak senang.
Mereka mengerjaiku!
"maaf Lucy, ini semua rencana Natsu" ucap Erza.
Ke-Keterlaluan kau ini! di-dia juga mendengar perkataanku di kamar tadi kan?!
"maaf semuanya aku permisi, ada yang harus aku lakukan pada Natsu!"
Saat kembali ke kamar, aku melihatnya sedang menungguku untuk kembali menjahiliku. Itu memang hanya pikiranku, tapi cepat atau lambat ia pasti akan begitu.
"kenapa wajahmu begitu? Kau bilang aku orang yang pertama kali ingin kau temui?"
Aku diam tanpa berkata-kata, malu, marah, dan rasa rindu bercampur di otakku. Aku tidak tau harus memukulnya atau memeluknya sekarang. Yang pasti aku jengkel padanya sekarang.
"hmm.. apa kau malu?"
*dug!
Tanganku melayang sendiri saat mendengar itu. Aku memukul lengannya dengan lumayan keras.
"keterlaluan! Kenapa kau mengerjaiku sampai bilang kau pergi berbulan-bulan segala? Kau kira aku tidak khawatir padamu?! Kau ini jahat!"
Emosiku meluap dan aku memberanikan diri untuk menatapnya. Tapi yang aku lihat ia malah tersenyum lagi padaku.
"jangan hanya tersenyum! Aku bicara seri-"
Ha-Hangat, itu yang kurasakan sekarang. Dada Natsu benar-benar hangat ketika ia memelukku dengan penuh kasih yang sangat bisa aku rasakan.
"aku merindukanmu di kamar ini, senang melihatmu kembali Luce. Tidak akan kulepaskan mataku lagi darimu, jadi jangan coba kabur dariku"
Mendengar itu membuatku merasa kalau aku juga sangat ingin tetap terus berada disisinya, aku juga tidak ingin melepasnya begitu saja.
"tadaima Natsu"
Natsu melepas pelukannya dan menatapku "hanya tadaima? Kau tidak mau memberiku ciuman untuk kepulanganmu?"
"a-apaan kau ini? seharusnya kau kan yang memberikan ciuman selamat datang untu-"
Eh? a-apa yang aku bicarakan?! Melihat wajahnya yang sekarang tersenyum jahil, aku tau bahwa wajahnya seakan mengatakan 'kena kau'
"hmm.. jadi kau meminta ciuman selamat datang dariku? Dengan senang hati akan aku berikan"
"t-t-t-tidak!"
"kenapa kau mundur?"
Dadaku berdegup kencang melihat Natsu yang seperti ini. Natsu yang sudah lama tidak menjahiliku dengan cara seperti ini sejak aku kabur dari rumah ini. Meski sangat sering ia melakukan hal konyol ini padaku, tetap saja aku tidak biasa dan masih merasa gugup bahkan sekedar untuk memandangnya.
"a-apa yang kau lakukan?!"
"jangan bilang kau masih gugup di dekatku?"
"me-menjauh dariku!"
"hah? Yang benar saja, melihatmu begini membuatku darahku memanas tau"
"a-apa maksudmu?!"
"mau tidur denganku?"
Pandangannya semakin menjadi, entah ini hanya perasaanku atau memang sikapnya agak sedikit lebih agresif dari sebelumnya. Selain itu apa yang ia katakan? Tidur dengannya? Apa otaknya sudah tersumbat bau rumah sakit karna sering menjengukku?
"jangan bercanda Natsu!"
*grep
"hya!" dia menggendongku! Mau apa lagi dia? Apa yang harus kulakukan?!
"kenapa? Kau tidak mau tidur denganku?"
"kau ini kenapa sih?! Apa yang kau pelajari selama di amerika? Jangan-jangan kau hanya mempelajari hal yang mesum-mesum ya! lagipula kita ini belum menikah!"
Aku merasa gerakkannya terhenti, aku memberanikan diriku untuk membuka mata dan melihatnya yang sekarang berada di atasku.
Eh dia hanya diam? Tumben sekali.
"ah ya kau benar juga"
"e-eh?"
Lagi-lagi aku dibuat bingung olehnya. "haahh.. baiklah, aku akan mundur untuk alasan itu, kau tidur sana"
.
.
.
..paginya di ruang makan..
"Luce, selesai makan, temani aku ke suatu tempat"
"hahh.. baik, aku ganti baju dulu"
LUCY P.O.V
Natsu mengajakku ke suatu tempat, entah kemana aku tidak tau. Natsu hanya memakai T-shirt abu-abu dan celana Jeans serta Syalnya ditambah kacamata hitam jika ia sedang mengendarai mobilnya.
Tapi menurutku apapun yang ia pakai, dia selalu keren dimataku. Jika gadis-gadis di sekolah melihatku bersamannya mungkin mereka akan iri.
"Luce kita mau kemana?"
"MANA AKU TAU, KAU YANG MENGAJAK!"
Kami pergi ke sebuah tempat dingin dengan lantai ber-es, ternyata dia mengajakku ke ice skating. Gawat, aku kan tidak bisa main itu.
"Natsu"
"hm?"
"ma-maaf aku tidak bisa main ice skating, lebih baik aku duduk saja melihatmu"
"mana asik aku main sendiri"
"tapi kan aku tidak bisa!"
Ia menyeringai tulus padaku "Tenang saja, aku akan melatihmu" melatihku? Yang benar saja. Jadi aku akan bergandengan dengannya?
"hmm.. baiklah, tapi tolong jangan lepaskan aku ya, aku tidak mau tergelincir di es"
"tidak akan pernah"
Natsu memegang tanganku dan menarikku di atas lantai es yang licin dan dingin itu. Sangat menakjubkan dan benar-benar indah sekali melihat pemandangan sekitar yang dihiasi banyak lampu di pohon sambil bermain ice skating di tempat luas ini.
Tapi di tengah-tengah semua itu, aku merasa diperhatikan semua cewek yang ada sekitarku dengan tatapan kesal dan iri. Kenapa mereka memandangku begitu?
"berhenti melihat sekitarmu, lihat saja kearahku"
Natsu benar-benar membuatku merasa melayang dan kehabisan kata-kata. Jantungku berdegup kencang saat ia mengatakan itu. Oh Kamisama apa inilah yang dirasakan semua pasangan ketika bersama orang yang dicintainya?
"Lihat, kau bisa kan?" dia kembali tersenyum padaku.
"em.." jawabku tersenyum balik padanya.
Aku tidak pernah menduga akan bisa bersamanya seperti ini, tangannya sangat hangat saat memegang tanganku.
"Keren" wajahku memerah saat melihatnya dari belakang, tubuhnya yang tegap dan tinggi dengan memakai jaket bulu berwarna hitam membuatnya terlihat seperti aktor di tv.
Setelah selesai bermain ice skating, Natsu mengajakku untuk istirahat dan membawaku ke sebuah apartemen. Sepertinya itu apartemen miliknya karna berlambang Dragneel.
Apartemen?
"Na-Natsu.. mau apa kau mengajakku kesini?"
"hmm.."
"kenapa kau tertawa? Kau mau macam-macam denganku ya!"
"pikiranmu itu isinya hal kotor semua ya? sudah ikut saja"
Natsu menarik tanganku menuju salah satu kamar di apartemen itu. Seluruh pelayan yang kami temui, semuanya menunduk dengan sopan saat kami lewat. Jantungku berdegup kencang saat Natsu berhenti di salah satu kamar yang bertuliskan VVIP Suite. Sudah VVIP ditambah Suite lagi, seberapa kaya sih keluarganya?
Aku memang sudah biasa sekamar dengan Natsu, namun ini berbeda dari rumah, disini tidak ada paman atau pelayan.
"Hm? Kenapa tanganmu bergetar?"
Aku benar-benar bungkam dan gugup. "Haha tenang saja , aku tidak akan memakanmu dengan cepat kok"
"APA MAKSUDMU DENGAN CEPAT?"
"hahaha aku bercanda, Luce kau siap?" Natsu memberikan sebuah Key Card padaku.
"Kenapa aku yang harus membukanya?"
"sudah buka saja"
Aku membuka pintu kamar dengan pelan dan pasti.
"Woahhhh..." mataku tidak berkedip saat melihat betapa anggunnya kamar itu. Kamar yang begitu rapi, indah dan megah ditambah banyak bunga dan lampu-lampu kecil yang indah. Tapi kenapa juga ada bunga dan lampu segala? Pasti salah kamar!
"Natsu kita pasti salah kamar! Receptionnya pasti salah kasih kunci.. ayo kita protes"
"Bodoh.."
"KYAAA.." Natsu menjewer kupingku dan menarikku ke dalam kamar.
"Tentu saja ini kamar pribadiku di apartemen ini"
"kamarmu? Tapi kenapa kau menghiasi kamarmu dengan bunga seperti ini?"
"kau suka?" Natsu tiba-tiba menatapku dengan hangat.
"ke-kenapa kau menatapku seperti itu? i-iya aku suka"
Natsu tersenyum lembut padaku. "sebenarnya aku ingin membuatnya seperti taman indah yang pernah kita lihat bersama waktu kecil dulu, tapi mengingat ini adalah sebuah kamar aku belum bisa mewujudkan itu"
"tidak apa, ini sudah sangat indah menurutku"
Aku berdebar-debar saat pandangan Natsu berubah menjadi lebih lembut padaku sambil mendekatiku.
"Luce, aku ingin menyampaikan sesuatu padamu"
"a-apa?" aku menatap mata onyxnya balik dengan wajah yang mulai setengah matang.
"aku sudah sangat sabar untuk mengatakan hal ini padamu"
Oke, oke masih penasaran? Natsu mau ngapain sih? Pasti kalian udah nebak-nebak kan..
Yosh, langsung baca aja chap 14
