Hoseok dan Yoongi tiba di tempat Jin.

Jin yang semakin hari semakin terlihat pucat, sedang berbaring lemah di tempat tidur. Namjoon memegang tangannya.

"Namjoon!" Hoseok berseru dengan riang.

Namjoon kaget.

Hoseok duduk di tempat tidur Jin dan ia menatap Namjoon dengan tatapan bahagia.

"Aku punya berita bagus!"

"Kau bisa menyembuhkannya?"

Hoseok menggeleng, "ramuan ini bisa!"

Namjoon menatapnya bingung.

"Aku dapat penglihatan tadi. Dan... umm.. ini pemberian dari peri-peri bunga."

Hoseok memberi botol kecil itu ke tangan Namjoon.

Namjoon memperhatikan botl kecil itu. Warna cairannya pink. Ia membuka tutupnya dan wangi bunga memenuhi ruangan.

Namjoon membuka sedikit mulut Jin dan ia menuang semua cairan itu ke mulut Jin.

Awalnya tidak terjadi apa-apa. Namjoon, Hoseok, dan Yoongi menahan nafas. Namjoon hampir putus asa ketika tidak ada perubahan pada diri Jin.

Hingga tiba-tiba tubuh Jin bercahaya. Ia terangkat dari tempat tidur dengan mata yang masih tertutup. Perlahan terlihat ada gundukan di bagian punggungnya.

Namjoon mencoba untuk meraih Jin tapi Hoseok menghentikannya.

Tiba-tiba beberapa kupu-kupu masuk ke rumah dan mengelilingi tubuh Jin.

Hoseok bisa mengerti apa yang dibicarakan oleh kupu-kupu itu.

"Dia... Jin adalah peri bunga sekarang" kata Hoseok pelan.

"Apa?!" Yoongi shock. Ia tidak percaya dengan semua ini. Pertama, Hoseok seorang penyihir. Jimin, Namjoon dan Taehyung manusia bersayap. Lalu mereka semua sudah hidup sejak ratusan tahun. Dan sekarang Jin, ia seorang peri bunga. Semua ini terasa aneh baginya.

Yoongi menggeleng kepalanya.

Namjoon menatap Jin dengan takjub. Ia berdiri dan tangannya meraih Jin.

Jin membuka matanya dengan pelan. Sayapnya seperti kupu-kupu hanya saja tidak berwarna. Di pinggiran sayapnya ada cahaya yang indah.

Jin terlihat... indah.

Namjoon tersenyum lebar dan wajahnya takjub melihat Jin.

Jin menatap Namjoon dan lainnya dengan bingung. Ia tersadar kalau ia sedang di udara.

"Apa? Apa yang terjadi padaku?" Tanyanya dengan panik.

Ia berputar dan ia melihat sekilas sayapnya.

Kupu-kupu itu berbisik padanya.

Jin kaget.

"OhmyGod!"

"Woww" Yoongi menatap kagum.

"Kenapa aku bisa mengerti apa yang dikatakan kupu-kupu ini?" Ia menatap Hoseok untuk memberinya penjelasan.

"Mereka memilihmu Jin, kau peri bunga sekarang."

"A..apa?" Jin melongo tak percaya. Ia tertawa frustasi.

"Kau bercanda!" Tapi Jin berputar lagi lalu ia terbang kesana kemari.

Jin panik. Ia tidak bisa berhenti. Hingga Namjoon menarik tangannya lembut.

"Jin.."

Jin terbang ke pelukan Namjoon, dan namjoon hampir terjatuh ke belakang.

"Ummhh.. aku pasti bermimpi"

Namjoon menyentuh sayap Jin dengan lembut. Sayap Jin berkedip pelan akibat sentuhan Namjoon. Jin merintih pelan dan ia memejam matanya.

"Ini kenyataan Jin... kau adalah peri bunga..."

Jin berdiri tegak dan menatap kekasihnya itu dengan bingung.

"Tidak!" Tapi Jin merasakan kalau sayapnya berkedip cepat.

Namjoon tertawa pelan.

"Sudahlah, tidak masalah kalau kau jadi peri bunga. Aku menyukainya"

Namjoon menyentuh sayap Jin lagi. Dan lagi-lagi Jin merintih.

"Ummh.. tapi.. kenapa aku?"

Namjoon mengangkat bahunya.

"Aku juga tidak tau, aku hanya mendapat penglihatan tentangmu dan Namjoon. Kau sedang berada di taman bunga yang luas dan kau terbang bersama Namjoon ke pohon. Aku yakin, mereka memang menginginkanmu menjadi peri bunga." Kata Hoseok dan ia masih takjub dengan sayap indah Jin.

"Lalu? Kenapa aku dan Namjoon.. pergi ke pohon?"

"Kau peri hutan. Rumahmu bisa di dalam pohon ataupun bunga. Dan yaaa... kau mengundang Namjoon ke rumahmu dan aku tidak ingin tau apa yang akan kalian lakukan kalau berdua." Kata Hoseok dengan cepat.

Jin menggigit bibirnya dan ia merona, Namjoon tertawa pelan dan Yoongi berdehem.

"Uh okay... aku senang kau akhirnya sembuh Jin" kata Yoongi singkat.

"Thanks... and Hoseok.. thank you"

Hosoek tersenyum lalu ia cemberut kembali.

"Umm.. lalu.. apa aku harus tinggal di dalam pohon sekarang?" Tanya Jin pelan.

Namjoon tertawa.

"Kau tinggal di istana kami saja."

Jin dan Yoongi shock.

"Istana?!" Kata dua orang itu dengan mata terbelalak.

"Uuh.. yeaah.. sebenarnya... kami juga tinggal dekat sini" kata Namjoon sambil menggaruk belakang lehernya.

"Loh? Jadi rumah yang aku singgahi dengan Hoseok tadi?" Tanya Yoongi

"Aah.. itu rumahku." Kata Hoseok santai.

Jin dan Yoongi saling berpandangan.

"Umm, well.. kami jarang pulang ke istana. itu wilayah yang tersembunyi. Hanya kami bertiga yang bisa masuk kesana. Kami lebih suka tinggal di rumah Hoseok karena... karena Taehyung sedikit trauma dengan hal yang berbau istana" kata Namjoon.

"Ooh" jawab Jin singkat dan ia dan Yoongi mengangguk.

"Aku akan menjelaskan lebih detail nanti" kata Namjoon.

Jin mengangguk. Ia kembali menatap Hoseok.

"So... ada kabar mengenai adikku?"

Hoseok menghela nafas dan ia menggeleng pelan.

"Aku... aku tidak bisa berkomunikasi ke pikirannya. Aku tidak tau, apakah kekuatanku semakin lemah atau kekuatan Jimin yang semakin kuat." Katanya dengan putus asa.

Jin menunduk sedih. Namjoon memeluknya.

Sementara itu di istana Taehyung..

Ini pertama kalinya ia pulang ke istana sendirian. Ia berjalan pelan. Istana ini dibangun oleh Hoseok menggunakan sihirnya. Walau sebenarnya ia dan Namjoon bersikeras menolak pemberian Hoseok ini.

Ia berjalan menuju kamarnya lalu ia tiduran di balkonnya.

Ia menatap langit yang cerah. Matanya sedikit silau tapi ia tidak peduli. Sudah seminggu belum ada kabar mengenai Jungkook. Ia menyesal dengan perbuatannya terakhir pada Jungkook.

Kalau saja waktu itu dia tidak membuat Jungkook cemburu. Ide bodoh itu adalah miliknya.

Hoseok dan Taehyung memang pernah pacaran. Tapi Hoseok sadar, kalau Taehyung hanya sedang bosan dan Taehyung hanya mencintai Jungkook. Jadi Hoseok memutuskan kalau mereka hanya teman.

Waktu itu Taehyung memaksa Hoseok untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Taehyung ingin membuat Jungkook cemburu, ia juga tidak tau kenapa ia ingin membuat Jungkook cemburu. Hoseok menolak permintaannya tapi Taehyung merengek seperti anak kecil. Dengan berat hati, Hoseok menerima tawaran itu.

Taehyung tidak menduga kalau Jimin akan mengikuti mereka. Jiminlah yang menghancurkan semuanya.

Taehyung mengusap wajahnya dengan frustasi.

'Tidak! Ini semua salahku. Aku yang terlambat! Kalau saja aku langsung mengatakan pada Jungkook kalau aku mencintainya... arghhh kau bodoh sekali Taehyung!'

Taehyung duduk sambil menggeram. Tangannya mengepal kuat.

Ia berlari menuju rumah Hoseok.

"Hoseok! Hoseok!" Ia memanggil Hoseok tapi tidak ada jawaban. Ia mencari ke segala ruangan tapi Hosoek tidak ada.

Taehyung duduk di ruangan kerja Hoseok. Ia menghela nafas dan ia mengamati cermin Hoseok.

'Kenapa dia susah sekali sih membuat portal?' Gusarnya dalam hati.

Ia mendekati cermin itu. Dan tiba-tiba, portal itu terbuka.

Taehyung terkejut. Jantungnya berdegup kencang.

Ia tau bagaimana cara kerja portal itu. Ia hanya tinggal fokus memikirkan kemana ia akan pergi dan portal itu akan membawamu kesana.

Taehyung memejam matanya,

'Bawa aku ke Jungkook...' ia pun melangkah masuk ke portal.