SUNFLOWER
Naruto by Masashi Kishimoto
Chapter 13 : Sebuah kebersamaan
"Jadi belum ada perkembangan, ya, dalam hubungan mereka?"
"Begitulah. Bahkan Shizune bilang, mereka berdua jauh dari kata akrab."
"Si bodoh itu, benar-banar memalukan. Sebagai penggemar berat buku novelku dia benar-banar payah."
Sannin legendaris itu bersandar pada jendela besar yang ada di ruang Hokage. Sedang godaime hokage, yang juga mantan rekannya, tetap duduk dengan nyaman di kursinya. Dua orang shinobi hebat itu tengah membahas tentang suatu hal yang sangat tidak penting, tetapi sangat menarik untuk dibahas. Apalagi kalau bukan hubungan Kakashi dan Aylee.
Entah mengapa, perjodohan ini sangat menarik untuk diikuti perkembangannya. Jiraiya baru saja kembali ke desa. Ia selalu berpergian tak tentu arah untuk sekedar mencari inspirasi dalam menulis. Dan ia baru saja kembali sekarang.
"Hampir dua bulan mereka tinggal bersama. Ku kira Kakashi sudah membuat gadis itu hamil."
Tsunade tersenyum seram kepada pria hentai di depannya. membuat sang pemilik kuchiyose katak itu ketakutan. Ia tak pernah mengira, bahwa pikiran partnernya itu sudah sejauh itu. Benar-benar raja hentai.
"Ahhh … iya, Tsunade! Aku ada ide untuk membuat mereka berdua jadi dekat."
"Hmm … apa itu?"
Jiraiya berbisik pada Tsunade, yang entah mengapa membuatnya tersenyum penuh arti. Ia tak menyangka bahwa otak hentai Jiraiya, bisa berpikir dan mendapatkan ide sebagus itu.
"Baiklah. Kita jalankan sesuai rencanamu. Akan segera kupanggil Kakashi kemari."
…
…..
….
Pria tinggi gagah berambut perak itu, baru saja keluar dari ruangan Godaime hokage. Otak jeniusnya mencoba untuk terus memahami apa yang baru saja terjadi. Instinknya yang tajam dan terlatih, mengendus ada sesuatu di balik semua ini. Tapi ia tak tahu sesuatu yang tersembunyi itu apa.
Matanya masih tertuju pada selembar kertas yang sedari tadi dipegangnya. Selembar voucher yang diberikan Tsunade kepadanya, beberapa saat yang lalu. Ia mendesah pelan, masih mempelajari sesuatu yang dirasanya ada yang salah, dan tidak pada tempatnya.
Tsunade yang juga menjabat sebagai hokage, baru saja memberinya libur selama tiga hari. Tidak hanya itu. Satu-satunya sannin perempuan itu, memberinya selembar voucher, untuk menginap di penginapan super mewah dan dengan fasilitas wisata yang lengkap. Mata pekat copy ninja itu tertuju pada tulisan tebal yang tercetak di voucher yang dipegangnya, vvip.
Dan terlebih lagi, voucher itu berlaku untuk dua orang. Dimana Tsunade memintanya untuk mengajak tunangannya berlibur. Ini sangat janggal. Sangat aneh. Mengapa tiba-tiba saja Godaime begitu baik padanya. memberinya voucher gratis Vvip, untuk berlibur ke kota Tanzaku yang terkenal indah dan cantik.
'Yahh …. Memang sayang, jika voucher ini tak terpakai. Lagipula jarang-jarang aku mendapatkan liburan special seperti ini. Dan lagi Aylee, pasti dia senang bisa berlibur di kota Tanzaku yang terkenal itu. Dan juga siapa tahu sikapnya akan berubah jika aku mengajaknya berlibur.'
Pria itu kembali ingat. Seminggu ini, setelah festival Mochitsuki. Aylee bersikap sangat acuh kepadanya. Sangat judes. Ia tak tahu mengapa tunangannya, yang setahunya sudah melembut terhadapnya jadi tiba-tiba berubah drastis. Bahkan sikap Aylee lebih menyeramkan dari biasanya. Dan satu lagi, selama seminggu ini, tunangannya itu selalu memasak makanan yang dibencinya. Padahal biasanya, gadis manis itu akan memasak apa saja yang disukainya.
Tak ada lagi buah-buahan segar di dalam kulkas besarnya. Yang ada kini hanyalah setumpuk coklat dan banyak sekali permen. Juga makanan manis lainnya. Andai saja Kakashi tahu apa yang membuat Aylee berubah jadi seperti itu. Ia lebih senang dan bahagia jika gadis manis itu bersikap lembut padanya, jauh dalam hatinya ia lebih senang jika Aylee bersikap baik padanya.
Copy ninja memusatkan sejumlah besar chakra di kakinya, sedetik kemudian ia sudah melompat dari atap ke atap untuk pulang menuju apartementnya. Sesampainya disana, ia segera masuk ke dalam tempat tinggalnya.
"Tadaima …."
Tak ada sautan yang didengarnya. Jounin jenius itu menghela nafas dalam-dalam. Menarik sejumlah besar oksigen untuk memenuhi rongga paru-parunya, kemudian mengeluarkannya. Yang ada dipikirannya saat ini, hanyalah tunangannya saja. Aylee.
Selama seminggu ini, gadis itu jadi sangat pendiam. Tak ada tawa dan cerita jenaka darinya. Yang ada hanya tatapan menerawang dari mata indahnya. Aylee lebih sering melamun, wajahnya terlihat sendu, dan hal itu hampir membuat Kakashi serasa pecah kepalanya, karena memikirkan penyebab tunangannya itu jadi pemurung. Ia berpikir keras, dan sama sekali tak menemukan kesalahan apapun dari dirinya. Perlahan tetapi pasti, ia merindukan keceriaan dari seorang gadis yang telah hampir dua bulan ini, mengisi hari-harinya.
Kakashi melepaskan kaus biru tua berlengan panjang, yang sedari tadi dipakainya. Hingga kini ia hanya mengenakan kaus tanpa lengan, yang tentu saja menyatu dengan maskernya. Ia menyampirkan kausnya di sofa yang berada di ruang tamu. Kemudian berjalan menuju balkon.
Perkiraannya benar. Aylee berada disana, matanya menerawang jauh menatap pemandangan Konoha yang terpampang indah dari balkon apartementnya. Gadis itu melamun, wajah manis berlesung pipitnya terlihat sendu. Aylee, gadis itu masih merasakan cinta yang menggebu. Tetapi di saat yang bersamaan, ia merasa hatinya sakit yang teramat sangat.
Selama seminggu ini, ia terus mencoba. Mencoba memahami dan mengerti apa yang sebenarnya tengah ia rasakan. Hingga ia mendapatkan satu kesimpulan, bahwa Kakashi mempunyai hubungan dan perasaan kepada Yugao. Sakit memang. Sangat menusuk.
Dan karena itu, gadis bungsu Fubuki itu memutuskan untuk menjaga jarak, dan menjauh dari tunangannya sendiri. Ia tahu, atau lebih tepatnya ia yakin. Jika ia tak memberi batas jarak antara dirinya dan Kakashi, maka cintanya akan semakin berkembang dan mendalam. Tapi semua itu percuma. Sia-sia. Tiap detik yang terlewati dalam ruang hidupnya, semakin membuatnya jatuh cinta pada Kakashi.
Cintanya semakin dalam dan berat. Perasaannya semakin berkembang. Perasaannya kepada Kakashi seperti air sungai yang mengalir begitu saja ke laut, tanpa bisa ia mencegah untuk membendungnya.
Saat ini, baginya Hatake kakashi seperti matahari. Ia merasakan hangatnya, tapi tak dapat menjangkaunya. Kakashi ibarat udara baginya, sangat dibutuhkannya tapi tak berwujud. Dan seorang Hatake kakashi hanyalah, kata-kata yang diucapkannya di setiap malam di doanya.
"Aylee …."
Gadis manis itu tersentak ringan, saat dirasakannya sebuah tangan yang besar berlabuh di pundaknya. Ia berbalik untuk melihat siapa pemilik tangan yang terasa hangat itu. Dan disaat ia tahu siapa gerangan pemilik tangan itu, kembali lagi hatinya bergejolak dan bergemuruh. Jantungnya menari lebih cepat dari tempo yang biasanya.
Dilihatnya Kakashi yang tengah lekat-lekat melihatnya tanpa berkedip. Dapat juga dilihatnya bahu dan pundak tunangannya yang besar dan kokoh juga kekar. Membuatnya menelan ludah sendiri. Ia tercekat, terhipnotis dan terjebak dalam pesona tubuh indah seorang copy ninja.
'kalau … kalau saja, aku bisa berada dalam pelukannya. Bersandar di bidang dadanya, aku … aku rela memberikan seluruh hidup dan kebahagiannku, hanya untuknya. Hanya untuk Hatake kakashi. akan kulindungi dia dengan segala daya yang kumiliki. Hingga tak akan ada sesuatupun yang mengambilnya dariku, dan akan kupastikan bahwa hanya akan ada kebahagiaan di setiap detik kehidupannya.'
"Aylee …."
"Ahh … ada apa, Kakashi?"
Suara itu tak seperti biasanya, tak riang dan gembira seperti biasanya. Setidaknya itu yang dapat dirasakan oleh jounin elit jenius kebanggaan Konoha tersebut. Yang memang memiliki instink dan intuisi yang tajam.
"Kau baik-baik saja kan, Aylee?"
Jemari besar dan panjang milik Hatake muda itu, kini perlahan beranjak menuju pipi Aylee. Mengusap lembut pipi ranum kemerahan itu dengan ibu jarinya. Lembut dan sangat halus, hanya itu yang dirasakan oleh copy ninja. Pikirannya hilang untuk sesaat, saat ia menyentuh wajah sang tunangan.
Di pihak lain, Aylee nyaris mati mendadak. Jantungnya nyaris berhenti di detik saat jemari pria perak itu menyentuh lembut pipi dan wajahnya. Darahnya berdesir hebat, seakan-akan terjadi badai yang hebat di dalam tubuhnya.
Ia terlena, sejenak detik berjalan ia terlena. Terbius oleh pesona sensasi sentuhan Kakashi padanya. sentuhan dan belaian itu sangat lembut terasa, teduh, sangat menenangkan. Mata mereka beradu. Mencoba untuk melihat satu titik terdalam, di hati masing-masing. Dalam hati keduanya terasa hangat, terasa nyaman dan tentram.
"Sudahlah …."
Tiba-tiba tangan kanan Aylee menepis jemari Kakashi. menjauhkan tangan Kakashi dari wajahnya. Ia sendiri tak tahu mengapa ia melakukan hal itu. Padahal dirinya sangat menyukai sentuhan itu, tatapan itu. Dan tanpa ia ketahui, Kakashi tengah terperanjat kaget dan sedih melihat reaksi darinya.
Aylee bergegas masuk ke dalam, ia sudah tak sanggup lagi. Tak sanggup lagi jika harus berada di dekat tunangannya. Karena cinta yang menggelegak memenuhi ruang hati dan jiwanya. Terlebih lagi, ingatan akan kebersamaan Kakashi dan seorang anbu cantik berambut violet, selalu menghantuinya.
Gadis itu mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Mencoba mengatur kembali ritme nafasnya, yang tadi agak terganggu. Ia mendesah pelan. Kesedihan dan sesal kini terasa jelas baginya. Ia tak tahu mengapa semua jadi kacau seperti ini. Tak pernah sekalipun ia mengira, kalau ia akan jatuh cinta pada orang yang dijodohkan dengannya itu.
Segera ia membuka kulkas besar yang ada di dapur. Mengeluarkan sekotak besar coklat dengan aneka rasa dan isi. Seminggu ini, hanya coklat-coklat itu saja yang mengisi perutnya. Gadis manis itu berharap, bahwa coklat-coklat itu akan membuatnya sedikit melupakan kesedihannya. Melupakan rasa cemburu yang membakar asanya. Seperti kata buku yang pernah dibacanya, bahwa coklat bisa membuatmu merasa bahagia dan membantumu menghilangkan kesedihanmu.
Tetapi, teori tetaplah teori. Karena ia masih saja merasa patah hati yang tak terjelaskan dengan kata-kata. Sebanyak apapun coklat yang telah mengisi perutnya, ia masih merasa sedih jika mengingat kebersamaan Kakashi dan Yugao. Apalagi seminggu belakangan kedekatan mereka makin menjadi, terbukti dari seringnya Yugao datang ke apartement Kakashi, dengan berbagai alasan pula. Mulai dari membicarakan misi, desa, shinobi, dan hal-hal lain yang tak dimengerti oleh Aylee.
"Aylee … sungguh, tolong katakan padaku apa yang terjadi?"
"…."
Gadis itu diam. Seolah-olah ia bisu. Yang dilakukannya hanyalah menyuapkan sebentuk coklat ke dalam mulutnya. Kakashi mendekatinya, kemudian duduk di kursi yang berada tepat di sebelahnya. Ruang makan yang menjadi satu dengan dapur itu, kini menjadi saksi bisu akan apa yang tengah terjadi pada dua orang anak manusia itu. Kakashi memberikan secarik kertas pada Aylee.
"Tsunade-sama, memberikanku ini. Voucher untuk berlibur selama dua hari di kota Tanzaku. Ia ingin kita berdua pergi berlibur. Bagaimana menurutmu?"
"Kenapa mengajakku?"
"Sudah kubilang, kan. Tsunade-sama memintaku untuk mengajakmu."
'jadi kalau Tsunade-sama tak menyuruhmu mengajakku, kau tak akan mau pergi bersamaku kan? Kau pasti akan mengajak Yugao yang cantik dan sempurna itu kan?'
"Aku tak ingin pergi kemanapun … kau ajak saja gadis lain."
Sebuah keputus-asaan menggeliat di relung hati Aylee, ia merasa sakit tentu saja. Tapi yang tidak akan diketahuinya, Kakashi merasa jauh lebih sakit darinya. Sikapnya juga kata-katanya yang menusuk, baru saja melukai hati Kakashi. tunangannya sendiri, menyuruhnya pergi bersama gadis lain. Pria perak itu benar-benar merasa sakit, nyeri menjalar di jiwanya.
"Aku mengerti. Kalau begitu akan kukembalikan saja, voucher ini pada Tsunade-sama."
Dan secepat yang ia bisa, Kakashi segera pergi dari duduknya. Meninggalkan seorang gadis yang kini tak akan bisa lagi menahan, jatuhnya butiran Kristal bening di matanya. Tangisnya pecah, sesaat setelah kepergian Kakashi. hanya sedu sedan dari Aylee, yang terdengar memenuhi ruangan tersebut.
Ia menangis, menumpahkan segala rasa yang melandanya melalui tangisan. Kesedihan yang serasa telah menggunung itu, tertumpahkan melalui tiap tetes air mata yang menitik deras. Ia sangat ingin memiliki Kakashi. cintanya, dirinya,hatinya, kasih sayangnya, juga jiwanya. Ia ingin Kakashi tahu seberapa besar cintanya. Ia ingin Kakashi hanya miliknya seorang, ia tak ingin melihat Kakashi bersama gadis lain, karena ia merasa sangat tersakiti dan terluka jika itu terjadi.
Pilu itu yang ku rasa
Sedih itu yang ku kecap
Saat kau tepis angan indahku bersamamu
…
…..
….
Aylee memercikkan air yang mengalir dari kran di wastafel ke wajahnya. Rasa sejuk menyapanya saat butiran air itu menyapu wajah sembabnya. Ia tak tahu telah berapa lama menangis sendirian. Wajahnya terlihat pias, lelah dan pucat. Tak ada semangat yang terpancar di wajah manis itu. Hanya keputus-asaan dan rasa sakit yang terbaca jelas dari wajah manisnya.
Hari telah menjelma menjadi sore. Di ufuk barat, semburat merah mentari membias cakrawala. Sepasang elang menukik tajam hendak pulang ke peraduannya. Seruling anak gembala, telah terganti olehnyanyian burung hantu. Hari telah berganti senja. Dan desau angin membisikkan kerinduan dari tangkai ke tangkai.
Dengan tubuh lunglai yang seolah tanpa daya, gadis berlesung pipit itu keluar dari kamar mandi. Diraihnya jaket hoodie berwarna hijau muda, yang sedari tadi tergeletak di sofa. Kemudian dipakainya untuk membalut tubuhnya, menutupi tank top hitam bergambar bunga mawar yang dipakainya.
Ia berjalan tak tentu arah. Ada kekecewaan yang perlahan merambat dalam batinnya. Yang ia sendiri tak tahu mengapa dan darimana datangnya, rasa kecewa yang serasa mencekiknya.
Langkah kakinya terus membawanya menjauh, hingga ia sampai di dekat gerbang Konoha. Sepi. Sangat sunyi, karana pada saat ini, banyak orang telah pulang ke rumah masing-masing. Saatnya melepas lelah setelah sehari penuh bekerja. Aylee, pada akhirnya terduduk di sebuah bangku yang ada di pinggir jalan.
Matanya menatap bias dari sang surya, menatap keindahan semesta. Baginya keindahan semesta yang kini dirasakannya, bukanlah semburat merah dari matahari itu. Keindahan dan keajaiban semesta, yang kini tengah dirasakannya adalah Hatake kakashi.
"Aylee … apa yang kau lakukan disini eehhh?"
"A … Tsunade-sama."
Godaime hokage tersenyum ramah kepada gadis manis yang baru saja ditemuinya. Tanpa diminta, iapun segera mengambil posisi untuk duduk di samping Aylee. Sannin legendaries itu, melihat lekat-lekat seraut wajah yang ada di sampingnya. Hanya dengan melihatnya sekilas, ia tahu gadis manis itu baru saja menangis. Terbaca dari matanya yang bengkak, dan juga pias di wajahnya.
"Ada masalah eh? Kakashi baru saja mengembalikan voucher liburan yang kuberikan. Sepertinya ada masalah diantara kalian. Kalau tak keberatan kau bisa bercerita padaku."
Fubuki bungsu itu terdiam, tak tahu harus berkata apa pada sang Godaime. Hanya helaan nafas panjang dan penuh beban yang terdengar darinya. Ia tak menyangka akan bertemu dengan sannin legendaries itu, disaat seperti sekarang ini.
"Nnggg … Tsunade-sama … maukah … maukah anda menceritakan, apa saja yang anda ketahui tentang Kakashi?"
Akhirnya dengan sebuah keberanian yang tak lebih besar dari bintang di malam hari, ia memberanikan diri untuk bertanya. Ia yakin, Tsunade-sama pasti tahu banyak hal tentang tunangannya. Hal-hal yang tidak pernah diketahuinya selama ini. Karena walau sudah hampir dua bulan tinggal bersama, Kakashi masih berupa sebuah misteri baginya.
"Hhmmm … baiklah. Kau tahu …."
Aylee mendengarkan tiap kata yang diucapkan oleh Godaime. Mencerna setiap kalimat yang didengarnya. Dari sang sannin pemilik kuchiyose siput tersebut, ia tahu banyak hal tentang Kakashi. sisi lain dari copy ninja. Cerita tentang Hatake sakumo, yang memilih bunuh diri. Dan meninggalkan putra tunggalnya untuk menjalani masa kecilnya dengan keras.
Kisah tentang Uchiha obito, teman masa kecilnya. Yang merubah semua sikap dan pandangan hidupnya. Yang memberikan sharingan kepadanya. Yang memberinya kesempatan untuk hidup, dan menjadi hebat seperti sekarang. juga tentang Namikaze minato dan Rin. Semua itu membuat Aylee kebas dan mati rasa. Seolah-olah, ia sendiri yang mengalami rangkaian kisah tragedy itu.
Hidup sang copy ninja, yang terkenal dan sangat disegani itu. Ternyata sangatlah pahit dan kelam. Lebih kelam dari jelaga malam tak berbintang.
"Itu sebabnya ia selalu menghabiskan waktunya di monument pahlawan. Yahh … ia tak sendiri di tempat itu, karena Yugao juga sering ada disana bersamanya."
"Yu … Yugao … "
Ia tercekat begitu mendengar nama gadis yang membuatnya hampir gila karena cemburu. Dan tanpa Tsunade ketahui, ceritanya tentang Yugao dan Kakashi, semakin membuat hati seorang gadis yang kini tengah duduk bersamanya itu, sangat tersakiti dan terluka.
" Iya … Yugao. Ia kehilangan kekasihnya beberapa waktu lalu. Dan itu membuatnya dekat dengan Kakashi, karena selalu bersama-sama menghabiskan waktu di monument pahlawan."
Senyum penuh luka mengembang di wajah Aylee. Kini ia tahu kenapa Kakashi dan Yugao begitu dekat. Mereka sama-sama kehilangan orang yang mereka sayangi dan dicintai. Sekali lagi, ia mencoba untuk menahan tumpahan lelehan bening di matanya.
'Mereka memang cocok dan serasi. Saling melengkapi satu sama lain. Sama-sama seorang shinobi yang hebat. Sedangkan aku? Aku ini apa? Sepertinya aku telah salah meletakkan cintaku pada Kakashi.'
"Kau kenapa Aylee? Apa ada masalah? Kau terlihat tidak begitu baik."
"Aku baik-baik saja Tsunade-sama."
"Aku tahu kau bohong."
"Su … sumimasen. Aku hanya sedang banyak pikiran. Dan … kalau bisa ingin sedetik saja melupakan masalah ini … kalau bisa…"
Godaime-hokage dapat membaca betapa sedih dan putus asanya seraut wajah itu. Ia ingin bertanya lebih jauh. Tapi mata yang cantik itu, kini tengah berkaca-kaca, mencoba menahan tangis yang mungkin tak akan tertahankan lagi.
"Kau benar-benar ingin melupakan masalahmu ya?"
"…."
"Kalau begitu ikut aku. Akan ku ajak kau ke tempat yang bisa membuatmu melupakan semua beban dan masalahmu."
Walau ku tahu ku tak mungkin bisa milikimu
Tapi setidaknya biarkan aku mencoba tuk mendekatimu
Sedekat yang ku inginkan
Hingga aku dapat merasakan detak jantungmu
Yang berdegup merdu
Dan ijinkan aku walau sekali saja
Untuk menghapus luka dan laramu
Lalu memberimu damaiku serta kebahagiaanku
TBC
Hhaa….akirnya selese juga….hehehehehe
Baiklah chapter depan ….wkwkwkkkkkk….kita akan tahu gimana sebenernya si kakashi itu…
Terima kasih…terima kasih banyak pada readers yang sudah sudi meluangkan waktu untuk membaca fic jelek ini.
Terima kasih sebanyak-banyaknya pada semua yang sudah meriview fic jelek ini….arigatou….
Dan untuk penyemangat review yang banyak yaaaa…arigatou ^^v
