[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]

.

.

[]-The Black Blossom Shine-[]

.

By

.

Penulis

[]-Lightning Shun-[] ((Ellie Noclight))


Apa ini Akhir...

semua terlihat berputar...

Apa ini membawaku untuk mati

atau untuk hidup...kenapa takdirku seperti ini


.

Note 13 -[Victim


[KIRIE POV]

Aku merentangkan tanganku lelah tak aku habis pikir aku harus bertarung melawan Fenghuang sekarang, memang ini hanya sesi latihan dan dimana kebijakan seseorang bertarung atau latihan dengan kondisi cedera lengan begini. Teiyang malah menyetujui ini dan tak memberitahu kondisi aku dan dirinya pada Fenghuang terkecuali pada Li-Yingqi. "Open address Billy,"Desisku dalam hati.

▪《Yes, mam?》▪

"Matikan semua akses-ku, aku tak mau tubuhku beregen dengan bantuanmu,"

▪《Itu opsi yang menurut saya menyulitkan anda, mam?》▪

"Percayalah padaku, Billy,"Desisku lalu menarik pedang-kayu ditangan kiriku dan memainkanya sebentar, lalu menatap sekitarku dimana penonton semakin berdatangan, kuharap tak ada masalah.

▪《Yes, mam? Perintah diaktifkan》▪

[OPEND ARMOR TO BODY]

[ACDSS]

"Kau sudah siap?,"Panggil Fenghuang. "Kalau kau mau bilang menyerah sekarang aku tak akan mengizinkanmu, aku akan melawan-mu sampai aku puas, dan ini juga adalah karna kau berani menyentuh kakak-ku,"Ucapnya memainkan Hammer yang terbuat dari kayu.

"Oke,"


[NORMAL POV]

"Aku tidak akan meminta menyerah,"Ucap Kirie lalu bergerak menuju Li-Yingqi yang ada ditengah lapang dan menjadi wasit. "Jika aku menyelesaikan pertandingan ini, kuharap kau paham jika hubunganku dan He-,"

"MULAII!,"

BRAAANG..THAANG!

Kirie melompat cepat saat sebuah serangan hammer datang dengan dasyat, menghantam ubin, hawa yang hammer Fenghuang keluarkan seolah dapat mementalkan apa-saja selepas meskipun dia hanya mengunakan hammer biasa. Kirie melompat dan bersalto kesamping hammer. "Mau bermain Pemangsa-dan berang-berang?,"Tanyanya.

"Ini baru dimulai?,"Ucap Kirie lalu kembali menghindari serangan demi serangan menuntun Fenghuang yang terbilang cepat. Ia tak terlihat lelah atau kesulitan mengunakan Hammer sebesar itu hanya untuk beberapa gerakan, tubuhnya terlalu kecil, mungil inossen bertimbang terbalik dengan senjata yang dia pakai.

DUARK!

Namun sejak tadi Kirie hanya menghindar dan terus menghindari senjata tampa berniat menyerang balik membuat komentar-komentar yang berdatangan yang terdengar, menganggap Kirie seperti samsak hidup.

DHAST!

Kirie memanfaatkan ayunan senjata Hammer Fenghuang, dan mencoba menyerang balik membuat Fenghuang memberikan jarak pada mereka. "Kau hebat,"Ucap Kirie menguma. "Tapi aku akan mencoba melawan balik tampa bantuan dari siapa-pun,"Ucap Kirie lalu menganti posisi-kuda-kuda dan gaya pegang pedang-nya.

Mata Fenghuang melotot saat menatap gaya sikap kuda-kuda Kirie, dan dengan sedikit mengeram saat Kirie memberikan senyuman-tipis lalu tangan cederanya nampak mengibaskan rambut yang dikepang Li-yingqi kebelakang punggung, (setidaknya Kirie tak menghancurkan tatanan rambut yang membuat akan sang Wasit akan marah-marah).
"Beraninya kau memakai kuda-kuda itu,"Ucap Fenghuang mulai mencebik kesal, sementara Li-Yingqi hanya terdiam dengan muka datar, seolah memaklumi. "Itu kuda-kuda milik kakak!,"Ucap Fenghuang kesal.

"Rasanya kau harus tahu hubungan kami? Sebelum menciptakan kehebohan duel seperti ini,"Ucap Kirie datar.

"Kau?,"

"Benar kami punya hubungan sepesial secara pribadi, jujur aku malas mengatakan ini,"Ucap Kirie memandang sosok yang tengah dibicarakan nampak tersenyum. "Lihat orang yang panggil Kau kakak nampak tersenyum-senyum begitu, ketimbang melawanmu justru aku ingin memukulnya dengan senjataku sekarang ini,"Ucap Kirie.

DARP!

"DIAM KAU!," Desis Fenghuang nampak memasang raut-emosi, sementara Kirie nampak bersalto kebelakang, menghindari serangan dadakan. Kirie sebenarnya bisa menghentikan Fenghuang namun dia, merasa ini bukan jalan yang tepat, dia malah berpikir jika dia bersikap brutal bisa jadi ia mencoba melempar pedang kayu ini dan menancapkan pedang ini disamping kepala kaka- (ah lupakan).

PRANG! THAANGGG!

Kirie nampak bergerak pelan lalu siap menghujan serangan namun tak satu-pun serangan itu mengenai tubuh dari lawanya namun serangan itu justru mengenai Hammernya, Toh tak ada yang berharap Kirie mengunakan hawa pembunuh miliknya-kan ini latihan, LATIHAN!.

"Shantori no Sakura!,"Kirie mengeluarkan sebuah serangan memutar, bersamaan sebuah desiran angin langsu ng diarahkan pada Hammer dan membuat Hammer siap terpental.

"Kau pikir hanya ini!,"Ucap Fenghuang lalu menonjok bahu kiri Kirie membuat Kirie sedikit terpental kebelakang dan Kirie masih bisa bersalto memperbaiki sikap tubuhnya. "Kau tau aku akan sungguh-sungguh,"Desis Fenghuang.

"Aku juga aku akan melakukan lebih dari ini?,"Ucap Kirie memperbaiki kemeja dan obi ditubuhnya. "Mari kita selesaikan saja,"Desisnya.


[CAO-TUN POV]

Aku tidak bisa menahani senyumanku terhadap dua adik kesayanganku, satu adik manis manjaku yang seorang tuan putri anak cao-cao dan satu lagi gadis manis yang tingkahnya selalu datar membuatku ingin selalu mengodanya, aku hanya bisa mencengir-ria saat Kirie beberapa kali melirik-ku dengan pandangan tidak suka, yah dia tak berubah sama sekali saat masih kecil, beberapa ciri khas sejak kecil yang masih kuingat, makanya aku membiarkanya bertarung aku percaya Kirie tak akan melukainya berlebihan.

[TAE JANGAN LUPA MESKI KAU SUDAH BERTEMU DENGAN ADIKMU KAU HARUS TAHU SOAL TINDAKANMU]

[SEMUA HARUS SESUAI DENGAN APA YANG TERJADI DALAM LINGKARAN TAKDIR]

[INGATLAH ITU]

"Aku tahu, Kizu tak akan menjadi penghalangku dia akan kupastikan ia aman tragedi ini,"Desisku. "Sebuah kejadian akan merubah dunia ini, dan peradabanya akan berubah, semua akan hilang namun ambisi Akan abdiku pada Ayahanda tetap aku whujudkan,"Desisku kembali menatap realita.

Aku terdiam lalu pandangan menatap kembali pada Kirie. "Aku tak akan membuatmu terlibat,"Aku lalu menatap sekitar, entah kenapa beberapa rakyat-sipil ikut menonton dan aku melirik seseorang yang nampak familiar bergerak menenteng sebuah tempat-alat musik dan menatap pertandingan, dengan santai dan sesekali memberi senyuman-aneh.

"Tuan Cao-Tun anda baik-baik saja?,"Ucap Jendral Lu-Bu menatapku datar, aku sampai lupa kalau dia duduk disampingku, dan menonton secara dekat, mengingat dia juga ditugaskan memimpin pengamankan penduduk dari musuh.

"Anda tak perlu khawatir saya baik-baik saja?,"Ucapku sedikit tersenyum-ramah sebagai formalitas, sekarang mungkin kami masih bisa seperti tapi nanti mungkin dia salah satu halangan yang sulit dimasa depan.

"Saya melihat dari tadi Kirie? Nampak memandang anda dengan raut tidak menyenangkan? Apa terjadi sesuatu yang salah jika ada saya meminta maaf mengantikanya?,"Ucap Sang Jendral. Membuatku menyengit tak nyaman ungkapanya justru membuat adiku dan Ayahanda nampak menyengit, beberapa orang disana turut menatapku tajam.

"Ah! Tentu saja tidak,"Jawabku cepat. Lalu melirik Ayahanda-ku mengelus kumisnya dengan gestur tenang, aku yakin dia merencanakan sesuatu. "Tuan Jendral jika boleh saya bertanya, Latar-belakang dari Pelayan bernama Kirie, dia nampak begitu mengesankan, dan ilmu bela-dirinya bukan sebuah asal tempaan? Saya merasa sesuatu potensi padanya!,"Ucap Ayahanda.

"Soal itu!,"Jendral mengetuk-ngetuk jemarinya dipenyangga kursi dan seolah tengah mencari jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini. Dan aku yakin diapun tak bisa menjelaskan secara gamblang perihal Kirie.

"Kudengar Shinzu adalah pelayan yatim-piatu, dari dataran Emei, dia nampaknya berkelana hingga mencari pekerjaan kekota dan akhirnya memilih menjadi pelayan istana,"Ucap Shun yang muncul memotong pembicaraan dengan santai, seolah keterangan ini bisa membuat Ayahanda merasa puas, dan benar saja sepertinya Ayahanda nampak menyetujuinya. "Aku mendengar dari Pelayan jika Selain ulet Kirie adalah penyanyi dan pemain musik yang baik," Dan tampa disadari semua orang dia melakukanya dengan sengaja.

"Dari etitutnya dia bukan seorang dayang tapi lebih dari itu,"Ungkap Cao-pi dengan nada serius, sekecil ini dia biasa menilai dengan cara dewasa dari usianya, sungguh pemahaman ayahanda dan putra-kandungnya luar biasa.

"..."Aku kembali terdiam menatap dingin Shun yang membalasku dengan senyuman dingin, membuatku menyengit siapa dia sebenarnya.

"Kuda-Kuda gaya bermain pedang itu mirip dengan-mu putraku!?,"Mataku membulat penuh kembali menatap lapangan memperhatikan gerakan itu, membuat reaksi Fenghuang nampak sangat kesal, namun melihat itu aku justru sangat senang meski aku tengah dikeliling orang-orang yang nampak kebingungan.

"Nampaknya ini akan selesai dalam beberapa waktu?,"Jelas Cao-Pi nampak menatap Kirie dan Fenghuang bergantian.

"Mereka terlihat serius,"Ucapku memantau kedua adik-kecilku.

"Kau benar Putra-ku,"Ucap Ayahanda pada Adiku serta aku. Kami kembali menonton pertandingan tampa mengalihkan pandangan, sementara Shun yang tadi datang akhirnya duduk dan ikut bergabung bersama kami.


[NORMAL POV]
Siang itu suasana semakin ramai, entah kenapa kondisi lapangan latihan semakin tegang. Dari Kirie dan Fenghuang terlihat tidak begitu nyaman, mereka berdua saling menyerang satu-sama lain dengan metode yang berbeda Kirie dengan Defense dan Fenghuang dengan Fight.

Beberapa Hammer nyaris menyabet tubuh Kirie, namun sang prajurit wanita itu tetap menghindarinya dan sesekali mengunakan pedangnya menahan serangan pedangnya. "Aku tak akan menghancurkanmu Kirie,"Ucap Fenghuang.

"Aku tahu!,"Ucap Kirie menebaskan senjatanya ketangan Fenghuang, dengan cepat. Itu memang berhasil membuat Fenghuang termundur kebelakang namun mata Kirie membulat saat merasakan sebuah lesatan paku yg datang dari samping Fenghuang dan menyabet lenganya.

"Ahk!?," Mata Kirie menatap sekitar dengan cepat. Lalu menjatukan pedang dengan spontan lalu menarik leganya, ia terluka dengan sebuah jarum panjang dengan Poison dilenganya, ini bukan dari Fenghuang tapi dari siapa. Tiba-tiba suara Virtual-billyku menyala sendiri dan bicara salam otaku.

[PENTEKSI RACUN JENIS FAPOLO DARI SERANGGA/ SEBANYAK 39% KADAR PERTETES 45%, APAKAH ANDA SIAP SAYA MENGAKTIFKAN ANTI-BODY]

"Jangan jika mengaktifkanya sekarang tubuhku akan beregenerasi, dan pertarunganku dengan Fenghuang akan tidak seimbang,"

▪|[Mohon anda paham, kondisi badan anda saat ini seperti manusia tampa armor mam]

"Tapi+!,"Mata-nya kembali membulat saat melihat lesatan jarum kembali muncul dari arah penonton, dan aku menatap sosok wanita berkimono-biasa nampak diam-diam mengeluarkan, alat pembidik. Sementara aku yang nampak masih terpaku melihat sasaran jarum yang mengarah ke-leherku.

STAAAARSS!

Namun jarum yang sebelumnya akan melesat itu, nampak gagal diarahkan padanya berkat sebuah lesatan benang muncul mementalkan jarum, dan membuat jarum itu kembali berbalik arah pada pembidiknya

STTEET!

Setelah itu sebuah teriakan dari beberapa warga wanita yang nampak gempar melihat sosok wanita berkimono-itu langsung muntah darah dan tewas, sementara seorang lagi nampak melarikan diri. Semua nampak ricuh, para penjaga nampak mengamankan beberapa petinggi, dan memeriksa wanita yang sudah jadi mayat. Kirie merasakan tubuhnya terasa dingin serta begitu ringan, nafasku seolah sesak.


"PERTANDINGAN DIHENTIKAAN!,"Jerit Li-Yingqi.

Matanya menangkap sosok lelaki yang berdiri tenang berada dikrumunan nampak memandangnya dengan teduh, mata yang sulit diartikan pada Kirie. Sementara dilain sisi lapangan Fenghuang nampak mengeram kesal saat Li-Yingqi langsung menghentikan pertandingan tampa tahu apa yang terjadi.

Namun kemarahan Fenghuang berhenti Saat.

Detik-detik Kirie nampak rubuh ditanah, namun sang Jendral lalu menangkap tubuh Gadis yang matanya mulai meredup dengan mengeluarkan darah pada mulutnya. "PANGGILKAN TABBIB!,"Teriak memeluk gadis itu dengan erat didadanya.

Sementara Cao Tu nampak mengeram lalu mengambil senjata, dan mengeluarkan aura kematian yang membuat semua orang bahkan Ayah angkatnya sendiri langsung waspada padanya.

"Akan kubunuh, Bedebah beraninya menyentuh Kizu...Aku akan mengejarnya sampai neraka sekali-pun,"


Bersambung

[Kamis-23-agustus-2018]


Hai all adakah yang masih kenal dengan saya...(hahahah) maaf muncul-muncul saya malah memberikan kualitas tulisan yang tidak baik mmmm,,,,jadi sayamau berencana mengirim cerita ini ke wattpad ada rencana mau saya rubah alurnya disana, dan ini akan saya revisi jadi sampai jumpa dipart depan jika disuka...silahkan baca! ini bakal Saya Revisi nanti.

by Lightning Shun