Main Cast : Hunhan
Other Cast : bermunculan sesuai dengan cerita
Pagi harinya Sehun lebih duluan bangun dan langsung memperhatikan anaknya yang masih tertidur dengan nyenyak.
"Seandainya Appa tidak dibutakan dengan rasa cemburu maka hidup kita tidak serumit ini. Maafkan Appa karena sudah menyakitimu nak" Sehun berbicara dalam hati kemudian mencium kening anaknya
"Pagi Appa" Sehan terbangun karena seseorang mencium keningnya dan langsung senang karena dipagi hari ketika membuka mata, sang appa yang pertama kali dilihatnya
"Pagi sayang" Sehun membalas sapaan anaknya yang sungguh imut sambil menggosok matanya dengan punggung tangan kecilnya
"Appa mau kemana" Sehan heran melihat appanya beranjak dari kasur karena dirinya masih ingin berlama - lama dengan sang appa
"Appa mau mandi dan kerja sedangkan Sehan harus sekolah" Sehun berbalik belakang untuk menjawab pertanyaan ambigu sang anak
"Appa, masalahnya sekarang hari minggu dan sekolah Sehan tutup Appa" Sehan terkejut mendengar Appanya mengatakan dirinya harus sekolah namun Sehan sungguh ingat jika hari ini adalah hari minggu
CLECK
"Sehan, ayo ba..." Luhan masuk dan terkejut karena anaknya sudah bangun lebih awal dari biasanya
"Lu, hari ini hari apa?" Sehun bertanya pada istrinya agar dirinya tidak salah datang ke kantor dihari minggu
"Hari minggu" Luhan memeriksa handphone dan menyesuaikan dengan yang ada dibenaknya
"Bukan sabtu?" Sehun terkejut karena nyatanya dia yang salah mengenai hari kerja dengan hari minggu
"Sehan, lihat Appamu dia rajin sekali kerja" Luhan menyindir Sehun yang workaholic bahkan hari minggu pun dia tidak tahu
"Appa dirumah saja temani Sehan" Sehan kesal karena appanya lebih suka bekerja dibandingkan dengan dirumah
"Apa Appa sudah memiliki anak lain dikantor Appa? Hiks..." Sehan menangis karena dia merasa Appanya memiliki anak lain selain dirinya dikantor
"Bukan sayang, Sehan anak Appa satu - satunya" Sehun mendekati anaknya dengan terburu - buru lalu mencium bibir Sehan untuk memberikan ketenangan namun Sehan masih membrontak
"Kalau begitu buat apa Appa pergi ke kantor dihari minggu" Sehan masih merajuk dan menghentakkan kakinya dengan kesal namun kakinya yang nakal justru menendang selangkangan Appanya
"ARGH..." Sehun kesakitan karena selangkangannya kena tendang
"Appa kenapa?" Sehan khawatir dengan Appanya yang berteriak seperti kesakitan
"Sehan dengan halmeoni dulu ya, biar Eomma yang mengurus Appa" Luhan tidak mungkin memberitahu kepada anak polos seperti Sehan tentang apa yang baru saja terjadi
"Baiklah" Sehan menurut dan pergi menemui halmeoni di dapur
Luhan mendekati pintu setelah Sehan keluar dan menguncinya dari dalam setelah itu dirinya kembali keatas kasur dan mengambil salap yang disimpannya.
"Bisa kau buka celanamu, aku ingin memberikan ini" Luhan menyuruh Sehun untuk membuka celana kemudian menggoyang - goyangkan salep yang dipegangnya
"Baiklah" Sehun entah kenapa merasa malu, padahal biasanya dirinya sebagai dominan tidak pernah seperti ini
Setelah membuka celananya, Luhan dengan telaten memberikan salep pada testis Sehun yang kena tendang dari anaknya. "Tahan sebentar Sehun"
Sehun merasakan kulit halus Luhan sungguh lembut ditestinya, namun dirinya masih malu dan ragu untuk meminta Luhan memainkan barang beharganya tersebut.
"Sehun, aku juga minta maaf padamu selama ini karena sudah menyakiti aset berhargamu" Luhan teringat pernah berbuat kasar pada penis kesayangannya juga
"Hm.. Iya Lu" Sehun kesulitan bicara karena tangan Luhan sungguh menggoda imannya untuk menyerang Luhan
"Sebagai permintaan maaf dariku, aku akan memberikan service padamu nanti malam" Luhan tahu bahwa suaminya terangsang namun tersiksa dengan kondisi dimana mereka baru saling berbaikan
"Jangan dipaksa Lu" Sehun tidak mau dirinya menjadi egois didalam kehidupan baru mereka
"Bukan paksaan, namun tuntutan seorang istri membantu suaminya ketika sedang ereksi" Luhan tidak berniat menjahili Sehun karena bisa - bisa Sehun menengang sekarang dan menerkamnya
"Baiklah, sudah selesai dan aku menunggumu di dapur" Luhan beranjak duluan karena takut jika Sehun benaran menyerangnya dipagi hari
..
..
..
"Appa kenapa lama sekali" Sehan bertanya pada Appanya yang lama sekali keluar dari kamar sedangkan dirinya sudah selesai sarapan bersama halmeoni
"Maaf sayang, tadi Appa sedang tidak enak badan" Sehun meminta maaf pada anaknya melalui ciuman singkat
"Hm" Sehan tidak bisa merajuk lebih lanjut karena kondisi appanya sedang tidak baik
"Appa, hari ini kita mau kemana?" Sehan bertanya dengan mata berbinar, dia cemburu dengan teman - temannya yang selalu menghabiskan waktu bersama kedua orang tuanya dihari minggu
"Kita mau ke..." Sehun binggung menjawab sehingga meminta bantuan pada Luhan melalui ekor matanya
"Kita akan kerumah haraboeji dan halmeoni sayang" Luhan membantu Sehun untuk memberitahu tempat yang akan mereka tuju hari ini
"Yeah" Sehan senang karena dia akan pergi bersama kedua orang tuanya sedangkan Sehun terkejut dengan apa yang dikatakan istrinya
"Sehun, ikuti perintah istrimu" Heechul tahu dan menyadari wajah keterjutan menantu tampannya namun dia rasa ini adalah waktu yang tepat untuk meminta maaf sekalian berjamu dirumah orang tuanya
"Iya eomma" Sehun mengangguk pasrah dan menurutnya jika dirinya masih menunda maka masalah akan semakin banyak datang kepadanya
"Jam berapa Eomma kita kerumah halmeoni dan haraboeji" Sehan tidak bisa menunggu lama lagi untuk bertemu dengan kedua orang yang dicintainya selain kedua orang tuanya dan Heechul halmeoni
"Mungkin jam 12 siang sekalian makan siang" Luhan memeberitahu jadwalnya kepada sang anak
..
..
..
"Yeobo, kenapa banyak sekali belanjaan yang dibeli" Appa Sehun yang diketahui bernama Wuzun cukup terkejut karena istrinya Ono Erena membeli banyak sekali bahan kebutuhan untuk masak sedangkan mereka cuma berdua dirumah besar tersebut
"Semalam Luhan memberitahuku bahwa dia akan membawa tamu special kehadapan kita" Erena sebenarnya juga bingung namun karena Luhan mengatakannya dengan bijak maka tidak ada keraguan untuk tidak mempercayai menantu cantiknya itu
"Apakah dia akan membawa calon suami barunya kehadapan kita" Wuzun menebak hal tersebut, pasalnya jarang sekali menantunya mau makan bersama mereka dengan alasan takut merepotkan
"Aku juga tidak tahu yeobo, kuharap dia membawa calon suami lebih baik dari anak kita" Erena tidak merelakan Luhan dengan pria lain namun jika dipaksakan Luhan dengan Sehun maka tidak akan pernah bisa sedangkan Wuzun setuju jika wanita secantik Luhan layak mendapatkan suami lebih baik dari Sehun
"Ya, dan kuharap kita masih bisa menjadi orang tua angkatnya" Wuzun sungguh sayang pada Luhan karena Luhan adalah wanita sempurna
"Ya" Erena bergegas kedapur dan membantu beberapa bagian dari kepala koki untuk memasak dan mencoba rasa makanan yang sudah selesai
TING TONG - TING TONG
CLECK
"Luhan" Erena langsung memeluk menantunya karena dia sudah lama tidak bertemu dengan Luhan semenjak kejadian terakhir tersebut
"Eomma" Luhan membalas pelukan eomma mertuanya tidak kalah erat
"Kau semakin cantik saja nak" Erena tidak menyangka jika Luhan semakin cantik setelah menjadi manager
"Eomma juga" Luhan juga tidak menyangka jika eomma Sehun sudah memasuki umur 49 namun wajahnya masih cantik dan kawaii
"HALMEONI" Sehan berlari dengan kencang dan memeluk kaki halemoni, sedangkan Erena terpaksa melepas pelukannya karena cucunya datang
"Sehannie tampan" Erena tidak menyangka jika Sehan tumbuh dengan cepat dan menjadi tampan seperti anaknya Sehun
"Halmeoni, Haraboeji mana?" Sehan heran karena tidak melihat haraboeji kesayangannya
Saat ingin menjawab pertanyaan cucunya, seseorang sudah memanggil cucunya dengan lantang "Sehan"
"Haraboeji" Sehan berlari dan memeluk kakek kesayangannya setelah melihat sang kakek baru keluar dari dalam
"Lu, ayo masuk" Wuzun menyuruh keluarga untuk langsung masuk kedalam rumah namun sebuah suara menghentikan langkah mereka
"Appa" Sehun memanggil Appanya sambil berlutut didepan semua keluarganya dan membuat Erena sebagai seorang ibu langsung berlari mendekati anaknya
"Sehun, ayo berdiri nak" Erena tidak tega melihat anaknya berlutut seperti itu
"Tidak Eomma, aku sudah membuat kesalahan besar dan kali ini aku ingin meminta maaf kepada Eomma dan Appa karena selama ini kesalahanku tentang Luhan dan Sehan"
"Iya nak, tetapi tidak perlu sampai berlutut segala" Erena khwatir kaki dan lutut anaknya akan sakit dan juga sedih melihat anaknya yang memohon kepada mereka
"Biarkan saja dia disitu, ayo masuk" Wuzun masih tidak peduli pada anaknya yang sudah memohon maaf
"Appa, kumohon maafkan dia. Dia sudah berubah" Luhan menangis dan ikutan berlutut didepan Appa mertuanya
"Eomma" Sehan menangis dan ikutan berlutut karena dia juga tidak ingin Appanya menjadi orang yang dibenci
"Kalian semua berdiri lahh" Wuzun tidak tega melihat cucu dan menantu kesayangannya berlutut juga
"Tidak, kami tidak akan berdiri sebelum haraboeji memaafkan Appa Hiks~" Sehan mennangis hebat dan menolak dirinya akan berdiri jika Appanya tidak dimaafkan
"Appa memaafkanmu" Wuzun memaafkan anaknya, mungkin dirinya juga sudah kelewatan terhadap anaknya sendiri sedangkan Sehan yang disakiti Sehun bisa memaafkan perbuatan bejat appanya dan hal itulah yang membuat hati Wuzun menjadi merasa bersalah pada semua keluarganya
"Terima kasih Appa" Sehun senang karena pada akhirnya dirinya mendapatkan maaf, namun disatu sisi dirinya merasa bahwa dirinya adalah lucifer yang tidak bisa diampuni Tuhan karena Sehan sebagai anak yang disakitinya masih bisa melindungi dirinya namun apa yang diperuatnya kepada anak kandungnya dari hasil benih spermanya. Sehun merasa bahwa Sehan adalah malaikatnya yang selama ini tidak pernah disadarinya
"Terima kasih Haraboeji" Sehan berdiri kemudian berlari kearah haraboejinya dan memeluknya dengan erat
"Ayo masuk" Erena senang karena pada akhirnya semua keluarganya akan kumpul bersama dan kembali bahagia
Semuanya masuk kedalam rumah megah milik Oh Wuzun dan Sehan digendong oleh Haraboejinya karena dia tidak menyangka bahwa cucunya tumbuh dengan cepat dan memiliki hati yang mulia.
"Eomma, Sehan mau duduk disamping Appa" Sehan merengut karena dia duduk disamping eommanya
"Biarkan saja Lu" Erena menyuruh Luhan untuk mengabulkan permintaan cucunya daripada Sehan menangis karena masalah kecil
"Sehan duduk samping Appa" Luhan menyuruh anaknya untuk pindah duduk sedangkan Sehan turun dari bangku dengan semangat kemudian duduk dikursi kosong disamping appanya
"Terima kasih nak" Sehun sungguh bangga memiliki anak seperti Sehan yang menjadi tameng untuk melindunginya
"Sehun, terima kasih sudah bisa menjadi Appa yang baik untuk mereka" Wuzun mengucapkan rasa terima kasih pada anaknya karena berkat anaknya dan Luhan sehingga Sehan tumbuh menjadi orang yang berhati mulia
"Semuanya berkat Luhan, aku baru selama dua hari menjadi Appa yang baik baginya. Aku merasa diriku adalah Lucifer yang paling jahat karena sudah menyakiti anak sebaik Sehan" Sehun tidak tahan untuk meneteskan air mata karena dirinya merasa benar - benar kecewa dengan semua perbuatannya
"Appa~ Appa jangan menangis Hiks..." Sehan ikutan menangis ketika appanya menangis, sedangkan yang lainnya menatap terharu kepada Ayah dan anak tersebut
"Sehan juga jangan menangis" Sehun menghapus air mata Sehan dan juga Sehan menggapai wajah appanya untuk menghapus air matanya
"Baiklah, mari kita mulai makannya" Erena terharu namun rasa sedih dimasa lalu ahrus dihapus dan dimulai dari awal untuk masa - masa bahagia
"Selamat makan" Sehan paling semangat karena dia menyukai masakan buatan eommanya dan halmeoninya
Mereka makan dengan tenang dan tidak ada yang berbicara selagi makan. Setelah selesai makan Sehan membantu eommanya untuk mengangkat piring kedapur.
"Lu, tidak usah diangkat nanti juga dibersihkan bibi" Erena sudah entah keberapa kali melarang menantunya untuk mengangkat piring kotor
"Aku sudah biasa Eomma" Luhan tidak terbiasa jika dirinya hanya duduk diam sedangkan Sehan yang memang dasarnya anak baik dan penurut selalu membantu Luhan dalam hal sekecil apapun
"Eomma terkejut karena tamu special yang kau bicarakan adalah Sehun" Erena menceritakan tentang rasa penasarannya terhadap tamu special yang dikatakan Luhan
"Dia special bagiku karena Sehan sangat menyayangi Appanya" Luhan tersenyum lembut melihat Sehun yang berada diruang tamu bersama Sehan dan Wuzun Appa
"Eomma kira kau ingin memperkenalkan suami barumu Lu" Erena sengaja memperbesar volume suaranya agar Sehun mendengarnya
"EOMMA JANGAN SELINGKUH YA" bukan Sehun yang marah namun anaknya yang menjadi emosi mendengar apa yang dikatakan halmeoni
"Sudahlah, Eomma dan Halmeoni cuma bercanda sayang" Sehun menenangkan anaknya karena dia takut Sehan akan menangis seperti sebelumnya
"Tapi Appa, masa Eomma mau memperkenalkan suami barunya. Sehan tidak mau memiliki Appa baru" Sehan ngambek karena tiba - tiba mendengar eommanya akan memperkenalkan suami barunya
"Mereka cuma bercanda sayang, lagian tidak ada yang bisa mengalahkan Appa untuk mendapatkan Eommamu" Sehun tidak yakin jika istrinya bisa menggeser posisinya sebagai orang yang dicintainya
"Kenapa kau begitu yakin?" Luhan menantang Sehun karena tidak suka dengan cara bicara suaminya
"Karena kau akan jatuh kedalam pesonaku untuk kesekian kalinya" Sehun mengatakannya sambil menatap Sehan
"Appa betul" Sehan percaya apa yang dikatakan appanya, karena dia jatuh untuk pertama kalinya kedalam pesona appanya yang tidak bisa digantikan oleh siapapun
"Ya" Luhan menjawab sekedar karena memang bukan cuma dirinya yang selalu jatuh kedalam pesona Sehun namun anak mereka yang bernama Sehan juga jatuh kedalam pesona Appanya
"Bagaimana kalau kita bersantai dikolam renang belakang rumah?" Wuzun mengusulkan agar mereka terasa lebih bersantai dibandingkan mengingat masa lalu
"Eh? Appa memiliki kolam renang dirumah ini?" Sehan bertanya pada Appanya karena dirinya cukup terkejut mendengar perkataan haraboejinya
"Iya nak, ayo berenang" Sehun mengajak anaknya untuk berenang namun sang anak paham jika dirinya menceburkan diri dengan baju yang digunakan maka dirinya akan kesulitan pulang jika basah - basah
"Appa, Sehan tidak membawa baju ganti" Sehan sedih karena dirinya ingin sekali berenang namun baju adalah permasalahan utamanya
"Tidak usah khawatir, Appa memiliki baju renang ketika Appa seusia Sehan. Jadi ayo ke kamar Appa untuk ganti baju" Sehun membawa anaknya kekamar miliknya untuk berganti baju dengan baju renang
"Appa terbaik" Sehan mengacungkan jempolnya ketika dirinya sudah siap memakai pakaian renang dan diikuti Sehun yang memakai baju renang yang sama coraknya dengan sang anak
"Ayo berenang Appa" Sehan meloncat - loncat karena semangat untuk berenang dan Sehun membawanya hingga menuju kolam renang tepat dibelakang rumahnya
"Sehan" Luhan bagaikan fans Sehan berteriak - teriak dengan kencang sedangkan Sehan hanya tersenyum aja
Sehun masuk duluan kedalam kolam kemudian menyuruh anaknya untuk ikutan masuk kedalam kolam yang airnya tidak terlalu dingin.
"Sehan takut Appa" Sehan berubah seratus delapan puluh derajat karena sekarang dirinya takut meloncat kedalam kolam sedangkan Appanya sudah memberikan kata penenang
"Ayo, Appa disini dan akan menjaga Sehan" Sehun membujuk anaknya namun sang anak dengan langkah setengah berani meloncat kedalam kolam
BYUR
"Appa" Sehan ketakutan namun dengan cepat Sehun menangkap anaknya agar tidak tenggelam dalam kolam
"Wah, enaknya" Sehan senang karena appanya sudah memegang dirinya sehingga tidak takut tenggelam kemudian appanya membawa dirinya untuk berkeliling kolam
"Sehan belajar berenang ya" Sehun mencoba untuk mengajarkan anaknya beberapa cara berenang karena dirinya juga sudah mahir berenang sejak kecil
"Hm, tapi Appa jangan lepas tangan Sehan ya" Sehan mau - mau saja belajar namun sedikit perasaan takut masih menyelimuti dirinya
Sehan belajar renang dengan Appanya sedangkan Sehun dengan telaten mengajarkan sang anak untuk berenang, mungkin dirinya tidak bisa memberikan banyak ajaran pada sang anak namun dengan berenang maka semuanya akan bersatu dan itu membuat Sehun salut. Sehan walaupun masih kecil namun cepat belajar, Sehun dalam hatinya menyesal tidak melihat pertumbuhan anaknya yang tergolong cepat.
~TBC~
