Kibum berlari dengan langkah besarnya disepanjang koridor, tak dihiraukan tatapan tajam maupun heran dari orang-orang yang kerap berpapasan dengannya. Ia tak berniat untuk menanggapi, namun lebih tepatnya tak ia perdulikan. Yang ada difikirannya hanya Yesung..Yesung.. dan Yesung selaku hyungnya, seseorang yang paling beharga dihidupnya. Beberapa langkah lagi, beberapa langkah lagi ia akan mencapai ruang UGD disudut rumah sakit ini, dan Kibum semakin mempercepat langkahnya.

"KUBILANG TIDAK YA TIDAK! APA KALIAN TAK MENGERTI APA YANG KUKATAKAN" Kibum paham suara itu, simfoni hitam Kyuhyun yang mengalun.

Dengan tergesa, didobraknya keras pintu ruang tersebut … mendapati Kyuhyun dengan wajah murkanya. Yeoja manis itu berdiri memblokade ranjang Yesung yang dimana namja tersebut telah tertutupi sepenuhnya oleh sepotong kain. Pekikan nyaring dari elektrokardiograf sungguh memekakkan telinga siapa saja yang mendengarnya, namun berbeda dengan mereka..Kyuhyun dan juga tim medis rumah sakit.

Beberapa tim medis berusaha mendekati Kyuhyun, menenangkan yeoja manis itu. Tapi Kyuhyun? Ia tak membiarkan siapapun menyentuh tubuh Yesung. "Tapi noona, tuan ini~" seorang suster berusaha menjelaskan dengan sabar.

"DIAM!" walau beribu bujukan yang mereka lontarkan, ingat! Kyuhyun itu keras kepala. Sama seperti ayahnya..

Kibum menerobos begitu saja kerumunan tim medis, lalu menyentak tubuh Kyuhyun sedikit kasar.. dan untuk kali ini, biarkan dia bekerja.

Kibum membuka kain yang menutupi Yesung sepenuhnya. Ia terseyum kecut menatap teduhnya raut Yesung yang terpejam. Digenggamnya erat telapak tangan Yesung, membiarkan suhu dingin Yesung tersentuh dan bercampur dengan hangat dirinya. Kibum menggigit bibir bawahnya pelan, ia tak menangis.. ia hanya terpukul dengan apa yang dilihatnya. Benarkah ini?

Kibum sedikit menunduk. Mendekatkan kepalanya disisi kanan namja tersebut, "Hyung..aku tau kau bisa mendengarku. Dengarkan aku hyung.. kaulah yang menyatukan aku bersama anakku secara tak lansung. Dan sekarang kau mau pergi begitu saja? Menelantarkan kami lalu bersenang-senang disurga? Apa kau ingin melihatku mati secara perlahan hyung? Membiarkan aku menyelesaikan masalah ini sendiri tanpamu disisiku~"

Semua terenyuh mendengar keputusasaan Kibum. Mereka hanya diam, tak melakukan apapun dan hanya melihat percakapan satu arah tersebut.

"Kau tak boleh egois hyung..Kembalilah dan kita lalui masalah ini bersama termasuk mengurusi kedua keponakanmu itu, jadi KEMBALILAH SEKARANG!" Kibum terengah ketika emosi menguasainya. "Kumohon hyung..Kembalilah..Kumohon.." ucapnya pelan. Ia tak tau lagi apa yang harus ia katakan. Kibum tergugu. Tubuhnya bergetar hebat saat dipasrahkannya kepalanya ke kepala Yesung, masih berusaha tegar dan berharap namja tampan itu masih hidup.

Lalu, suara memekakkan itu berhenti berbunyi. Ya, sesaat nada nyaring itu tergantikan oleh irama lembut diseperkian detiknya. Semua tertegun, termasuk Kibum. Apa namja berkepala besar itu kembali?

Terbangun dari lamunannya, uisa lansung mendekati Yesung lalu memeriksanya dengan gerak yang tergesa. Hingga sebuah senyum simpul mengarah kepada mereka semuanya, "Tampaknya Tuhan belum menginginkannya pergi. Selamat.. dia telah kembali.." ucap uisa haru. Kibum tersenyum samar menatap uisa tersebut. Ia tak mampu lagi menyembunyikan kebahagaiannya dan berkata, "Aku tau..aku tau ia akan kembali. Hyungku adalah namja yang kuat..aku tau itu"

Kyuhyun masih dengan ketercengangannya tersadar dan lansung berhambur memeluk Kibum dari belakang. "Hiks..Hiks.. dia kembali appa.. samchon benar-benar telah kembali..hiks..hiks.." dan mulai tersenyum lega. Kibum mengangguk. Ia sangat tau siapa sebenarnya Yesung. Yesung tak akan pernah tega meninggalkannya seorang didunia ini. Karena Yesung dan Kibum adalah satu..!

.

®KIBUM'S SCANDAL®

.

Main cast : Kim Kibum,

Kyuhyun – Ryewook,

Yesung,

Others

.

Disclaimer : Super junior adalah milik keluarga mereka, ELF. Dan masih berharap bila Cho Kyuhyun akan menjadi suami saya nanti. #Plakkkk

Warning : Gaje, Abal-abal, GS, OOC, TYPO, dll… Don't Read if You bash

.

.

Mereka terduduk didepan kamar Yesung dengan raut yang berbeda-beda. Haru, sedih, sakit, marah, semua jadi satu berkecamuk disanubari mereka. Terlebih lagi Sungmin. Ia merasa sesal dengan apa yang terjadi pada Yesung. Sungmin terduduk didepan ruang rawat Yesung dan tertunduk dalam. Yesung telah kembali, namun apa yang membuat mereka masih terlihat sedih?

'Tuan Kim masih berada dimasa kritisnya. Dia memang telah berhasil lolos dari maut, tapi tak semudah itu. Kami menemukan beberapa tulang rusuknya patah yang kami duga beliau mendapat pukulan dari benda tumpul. Jadi, yang bisa kita lakukan hanya berdoa kepada Tuhan agar Tuan Kim mampu melewati masa kritisnya ini, selagi kami melakukan yang terbaik terhadapnya..'

"DAMN!" umpat Kibum pelan. Semua pandang mengarah padanya, merasa heran dengan ungkapan kotor yang tak pernah Kibum katakan. Kyuhyun merapatkan duduknya pada Kibum hingga membuat namja tampan itu sedikit tersentak. "Kita hanya bisa berdoa appa, selalu disampingnya dan memberinya semangat dimasa sulitnya." Imbuh Kyuhyun. Kibum mengangguk pelan, "Samchon pernah bilang begini, 'Mata dibalas mata dan gigi dibalas gigi. Bila kita hidup seperti itu, tak ada kedamaian dimuka bumi ini…' Awalnya aku tak begitu mengerti maksud dari perkataannya, tapi melihatnya begini… kurasa samchon tau dengan apa yang bakal terjadi padanya dan memberi kata bijak kepada kami.."

Degh!

Kibum menoleh cepat kearah Kyuhyun. Begitu dalam tatapan yang ia tuju. Begitukah?

"Aku ingin ke toilet sebentar.." ucapnya dan berlalu ringkih dalam langkahnya.

.

.

Kibum lansung mencengkram ujung watafel erat. Nyawanya seolah hilang, lepas dari tubuhnya. Ditatapnya lekat raut wajahnya yang kusam, tak bercahaya seperti biasa. Kibum memutar kran air diwastafelnya, membasuh wajahnya kasar dan kembali menatap wajahnya dengan gundah. Lagi, ia membasuh wajahnya kasar untuk kedua kalinya.. dan lagi-lagi ia kembali menatap wajahnya.

'Mata dibalas mata dan gigi dibalas gigi. Bila kita hidup seperti itu, tak ada kedamaian dimuka bumi ini…' kalimat itu terus mengusik hati dan bergentayang memenuhi otaknya. Kenapa?

Kibum terduduk lemah, masih dengan keran air yang menyala. Ia menangis lirih. Sakit! rasa sakit dihatinya tak dapat ia tahan lagi, dan runtuhlah sudah sikap sok tenangnya itu. Kibum menangis sejadinya, memegang dada kirinya yang berhubungan lansung dengan letak jantungnya. Ia menunduk dalam, merapatkan kedua kakinya lalu membenamkan kepalanya diantara kedua kakinya. Tangisannya masih terdengar walau ia berupaya untuk meredamnya.

"Hyung~"lirih Kibum

"Hyung..Hyung..Hyung..hiks..hiks" lirihnya kembali.

"Hyung..aku harus bagaimana? Apa yang harus kulakukan? Aku tidak tau…hiks!"monolognya.

'Hanya berjanji padaku..Kau tidak akan membenci seseorang yang menghancurkan hidupmu… Walau kalian akan dilahirkan lagi didunia ini, bila kau hidup dalam kebencian..kedamaian tak akan tercipta, bukan?~'

'Benar. Benar! Itulah nae dongsaeng…!' Kata-kata Yesung terakhir kali di line telepon terus bermain dalam hatinya. Kibum menangis sejadinya mengingat kalimat demi kalimat yang Yesung titipkan untuknya.

"Hyung… Aku tidak tau! Hiks~"

"Aku tidak tau kalau itu akan jadi yang terakhir! Hyung..kau sangat menyedihkan hiks! Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan hyung..hiks hiks.." tangisnya pecah. Kibum lagi-lagi memegang dadanya yang masih terasa sakit. Ia menangis sejadinya didalam toilet. Ryeowook yang mendengar isak tangis Kibum, hanya bisa bungkam didepan pintu toilet. Tangis Kibum yang tak pernah ia dengar sama sekali, membuat hatinya ikut merasa sakit sama halnya seperti Kibum. Ryeowook menangis dalam diam, mengiringi tangisan Kibum. Ia sungguh tak tega hati mendengar lirihan Kibum yang menandakan bila ia tengah lemah diatas kata tegarnya. Kibum..bukan selamanya namja yang kuat!

.

®KIBUM'S SCANDAL®

.

"Pasti ada yang salah! Ini jelas bukan murni kecelakaan!" bentak Hyukkie. Maniknya menyalang murka menatap dua orang namja yang dapat dipastikan dari pihak kepolisian. Kyuhyun yang berdiri dibelakang Hyukkie, segera menarik lengan yeoja cantik itu agar terhindar dari sikap anarkis yang mungkin akan diperbuatnya.

"Ada apa ini?" tanya Kibum menghampiri mereka. Rautnya sudah kembali seperti semula, dingin dan juga santai. " Pihak kepolisian sudah menetapkan bila kasus ini murni kecelakaan dan kecerobohan dari Sungie.." jawab Sungmin.

"Benarkah?" tanya Kibum, menatap dua pihak kepolisian itu lekat.

"Ne. dilokasi kejadian kami hanya mendapati selang dari tabung gas yang bocor. Jadi, hanya itu yang dapat kami simpulkan sekarang.." jawab detektif Yoon, yang tertera di name tagnya.

Srekk!

Kibum berhambur, menarik kerah baju detektif tersebut dengan sangar. Manik kelamnya memandang marah padanya dengan gemertak bunyi dari gigi-giginya."Begitukah? Bagaimana bisa hyungku melakukan kecerobohan yang terlihat tolol demikian? Apakah masuk akal, karena kecerobohannya itu hyungku mendapat beberapa tulang rusuknya yang patah? Dan itu disebabkan karena benda tumpul? Bisakah? JAWAB AKU!" Bentaknya.

Sungmin lansung menarik Kibum, mengunci pergerakannya agar Kibum tak berbuat kalut pada dua detektif tersebut dan menambah masalah. "Tenanglah Bummie..!" kali ini Sungmin yang membentak.

"KALIAN TAK BISA MENYIMPULKANNYA SEBAGAI KESALAHAN DIA! ADA YANG SALAH DISINI! BEGINIKAH SEORANG DETEKTIF YANG HANYA BISA MENYIMPULKAN MASALAH DAN BUKAN MEMECAHKAN MASALAH TERSEBUT!" Erang Kibum.

PLAKK!

Kibum tergugu akan tamparan yang diterimanya. Hyukkie. Ya, yeoja itu yang mendaratkan tangannya pada pipi putih Kibum. Maniknya terluka, terbukti dengan bulir bening yang telah membasahi pipinya. "Sudah… hentikan. Yesung sekarang tengah berjuang Bummie, ingat itu. Tolong.. kendalikan amarahmu sejenak saja.."tuturnya. Kibum menghela nafasnya berat, seolah ia tengah melepaskan semua beban yang tengah dibawanya. Namja dingin itu menunduk, masih mengatur nafasnya yang memburu. "Aku mohon.. tolong pecahkan kasus ini. Periksa kembali lokasi kejadian dengan teliti, dan jangan lupakan cctv.. aku hanya ingin tau kebenarannya. Aku harap kalian dapat mengerti." Pintanya lembut pada dua detektif tersebut.

"Ne.. kami mengerti" jawab mereka dan segera mengundurkan diri.

Setelah dua detektif tersebut pergi, Kibum beranjak duduk dibangku ruang tunggu. Ia lagi-lagi menghela nafasnya panjang. Hyukkie ikut beranjak pula untuk duduk disamping Kibum. Dielusnya bahu Kibum dengan lembut. Kibum menatap Hyukkie sejenak dan membalas sentuhan lembut tersebut dengan mengelus balik tangannya.

"Kau tak pernah sendiri Bummie. Ada aku, Sungminnie dan juga anak-anakmu.. kami selalu ada untukmu.."ucap Hyukkie. Kibum mengangguk pelan, berusaha tersenyum diatas lukanya. Kyuhyun pun ikut duduk disamping kiri Kibum. Yeoja itu tersenyum lembut, namun tak dapat dipungkiri bila kesedihannya masih menggantung dipelupuk matanya.

.

®KIBUM'S SCANDAL®

.

Yesung masih dalam perawatan intensif. Walau operasi besar-besaran yang dilakukan pihak rumah sakit telah berhasil membenari letak tulang rusuknya, Yesung masih terlalu asyik dalam dunianya hingga namja tampan itu enggan tuk bangun dari tidur cantiknya. Kyuhyun duduk disisi ranjang Yesung, sesekali menatap elektrokardiograf yang berdiri kokoh disampingnya. Kyuhyun menggenggam tangan yang terkulai itu erat, masih menatap sedih alat tersebut. Ia masih terlalu takut, kejadian beberapa waktu silam akan terulang kembali. Bunyi nyaring itu akan berkumandang lagi, mengiringi namja tampan tersebut untuk pergi…itu yang sangat ditakutkannya.

Kyuhyun menunduk, masih menggenggam jemari Yesung erat..enggan untuk melepaskannya.

Brakk…

Sungmin menggeser pintu kamar inap dengan sedikit kasar. Ia terdiam dengan apa yang dilihatnya. Sungmin bukan cemburu terhadap Yesung, namun ia sangat..sangat mengkhawatirkan Kyuhyunnya. Namja manis itu berusaha tersenyum lembut bersama langkah yang membawanya. Ia menepuk pundak Kyuhyun pelan hingga yeoja tersebut mendongak dan menatapnya dengan kusam.

"Aku membawa jjangmyun.. makanlah." Ujar Sungmin. "Aku tak lapar" jawab Kyuhyun singkat.

Sungmin tersenyum maklum, ia mengambil satu kursi lagi dan meletakkannya disamping Kyuhyun. Namja manis itu beralih pada plastic putih yang dibawanya tadi lalu mengeluarkan kotak putih didalamnya. Sungmin beralih pada sumpit kayu yang terbungkus plastic lalu membukanya dan membelah sumpit tersebut menjadi dua. Dibukanya kotak tadi, hawa panas dengan aroma gurih kedelai dapat tercium dari sana.

Kyuhyun tak menggubris dengan apa yang Sungmin lakukan. Ia benar-benar tak berselera untuk memakan sesuatu. "Kyu.." panggil Sungmin. Kyuhyun menoleh. Dan apa yang didapatnya? Sungmin yang tengah menyodorkan sesuap jjangmyun padanya. Kyuhyun menggeleng, petanda ia menolak.

"Kau harus makan. Setidaknya, kau dapat bertahan untuk menjaga Sungie. Kalau kau tak makan dan kita berdua sama-sama drop? Lalu siapa yang akan menjaganya? Mereka? Mereka kini tengah sibuk mengurus kasus ini" omel Sungmin. Kyuhyun tersenyum simpul dan mulai membuka mulutnya kecil. Sungmin tersenyum, saat bidadarinya mau mendengar apa yang dikatanya.

"oppa.." panggil Kyuhyun.

"Ne?"

"Samchon baik-baik saja kan? Dia takkan matikan?"

Pletak!

"Apa kau bodoh? Dia akan baik-baik saja.. jangan khawatir akan itu!" tutur Sungmin sok galak.

Brakk..

Pintu rawat itu kembali tergeser, Hyukkie dan Ryeowook tiba dengan senyum mengembangnya. "Dimana appa?" tanya Kyuhyun saat didapati sosok Kibum tak ada diantara mereka.

"Dia masih dikantor kepolisian. Dan kami mendapat beberapa bukti tentang kejadian ini bila ini bukan kesalahannya." Imbuh Ryeowook.

"Pertama..beberapa menit sebelum kebakaran, kami menemukan sosok namja pesuruh eomma di cctv. Lalu, lelehan dari lilin yang disengaja juga tampak membekas didekat selang gas. Lalu, beberapa jejak kaki yang membekas dilantai juga ada. Polisi bilang, jejak kaki itu ada karena si pelaku tanpa sengaja menginjak darah samchon hingga meninggalkan jejak. Jadi, kasus ini sudah dikatakan sebagai kasus pembunuhan dan namja itu dalam pencarian kepolisian." Jelas Ryeowook.

"Dan untuk keamanan Sungie, aku meminta beberapa polisi untuk berjaga disini hingga Sungie sadar dan sehat. Aku takut, bila nanti ia akan muncul dan mencoba membunuhnya kem~" tambah Hyukkie namun ucapannya terpotong akan panggilan yang diterimanya.

'Bummie' nama itu yang tertera manis dalam panggilannya. Ia beranjak keluar dari kamar rawat Yesung dan mengangkat panggilan tersebut. "Ne Bummie..ada apa kau memanggilku?"

'Apa kau ingat suaraku? Apa kau sedang mencari Kim Kibum?'

"Siapa ini? Kenapa handphonenya ada padamu?" tanya Hyukkie panic saat didapatinya bukan suara Kibum yang berbicara.

'Kau tak kenal suaraku? Namja yang sangat kau takuti! Menurutmu kenapa handphonenya bersamaku?'

Hyukkie panic. Matanya memerah menahan tangis, benarkah? Benarkah Kibumnya dalam bahaya? "Apa Kibumku baik-baik saja?" tanyanya lirih.

'Untuk sekarang ia baik-baik saja bersamaku. Tetapi situasinya akan berubah, tergantung bagaimana kau akan bersikap'

"Apa yang kau inginkan?" tanya Hyukkie berusaha dingin, namun hatinya sudah kalut mendengar keadaan Kibum. 'Jangan khawatir. Aku tak terlalu berminat dengannya.. walau orang yang ku dendami adalah ayahmu dan juga dia.'

"Eodiseo?"

'Kau harus datang ke atap gedung kompleks Gi Jeong sekarang.. kalau kau membawa orang-orang, namja ini akan mati ditanganku.. Jangan beritahu siapapun dan datang sendiri. Kau mengerti apa yang kukatakan, bukan?'

Klik..

"Halo? Ha~" Hyukkie terdiam. Badannya bergetar hebat setelah panggilan itu berakhir. "Apa yang harus kulakukan? Bummie.." lirihnya pelan. Gusar menghampirinya seketika. Hyukkie tak mampu untuk berfikir jernih sekarang. Ia memasukkan handphonenya kasar kedalam saku blazernya, dan berlari dengan tergesa meninggalkan rumah sakit. Namun siapa sangka, handphone yang dikantonginya tadi..tergeletak indah dilantai.

.

®KIBUM'S SCANDAL®

.

Kibum duduk diruang tunggu kepolisian, memakan ramyun yang diberi petugas kepolisian kepadanya. Ia tak segusar seperti sebelumnya, yang dimana emosinya selalu menguap tak jelas. Tentu ia berubah, sejak kasus Yesung dinyatakan sebagai pembunuhan, Kibum sedikit merasa lega bila kasus ini tak akan ditutup dan terus dilanjutkan. Tapi ada apa ini? Bukankah ia diculik?

"Tuan Kim Kibum!" panggil seorang petugas yang sedikit berlari padanya.

"Ini handphone anda. Saya temukan didepan toilet." Jelasnya. Kibum meletakkan cup ramyun disampingnya dan beralih mengambil handphonenya. "Kamsahamnida.. wah, tampaknya ini terjatuh saat aku kesana tadi. Aku benar-benar teledor" sesalnya dengan senyum lebarnya. Petugas tersebut mengangguk dengan senyum ramahnya. Beliau menepuk pundak Kibum pelan dan berlalu masuk kedalam ruang kerjanya.

"Oh iya Kim Kibum~" panggilnya kembali.

"Ne?" sahut Kibum bingung.

"Aku lupa mengatakannya padamu..tadi sesaat kutemukan handphonemu, ada beberapa panggilan tak terjawab disana. Dan aku rasa itu panggilan penting untukmu.." tambahnya lagi.

"Ne.. kamsahamnida detektif Park." Tuturnya seraya membungkuk hormat dan dibalas senyum ramah beliau.

Kibum duduk dibangkunya tadi. Dilihatnya bingung layar handphonenya yang tertera nama 'Hyukkie Noona' didalamnya. Kibum mendial kembali nomor Hyukkie. Cukup lama panggilan itu terhubung. Lama ia menunggu, bahkan seringkali ia mengulang panggilan ke nomor Hyukkie dan hasilnya tetap…nol.

Kibum mencari kontak lain, 'Sungmin' menjadi pilihannya. "Hyung~" seru Kibum.

'Ne? ada apa?' tanya Sungmin disebrang

"Anni, apa Yesung hyung baik-baik saja?" tanya Kibum.

'Ne.. tak ada hal buruk yang terjadi. Kau tak usah khawatir Bummie.. ada kami disini'

"Oh syukurlah.. Aku kira hal buruk terjadi. Soalnya Hyukkie noona berkali-kali memanggilku"

'Oh?' bingung Sungmin.

"Ada apa hyung?" tanya Kibum. Cukup lama tak ada jawaban dari Sungmin, hingga ' Ini.. handphone Hyukkie ada didepan kamar Sungie' jawab Sungmin bingung.

"Kurasa handphonenya terjatuh." Tutur Kibum. 'Kurasa begitu..' jawab Sungmin.

.

.

Malam semakin larut, dan udara malampun sudah menampakkan belangnya untuk berkuasa. Semua berkumpul diruang rawat Yesung, saling bercengkrama ringan mengisi kecanggungan diantara mereka.

"Kenapa Hyukkie eonnie tak kembali? Apa ada sesuatu hal penting yang harus dilakukannya?" tanya Ryeowook bingung. " Kurasa begitu. Handphonennya saja sampai lupa untuk dibawanya.." sambung Kyuhyun.

"Bummie.. apa kau tak khawatir?" tanya Sungmin. Kibum menyahut,"Wae? Dia bukan istriku.."

"Aishh…" decak Kyuhyun kesal. "Wae?Wae?" jawab Kibum asal.

Drrtt…drrttt..

Semua pandang mengarah pada nakas kecil disamping ranjang Yesung dan beralih untuk saling memandang. "Kurasa kekasihmu.."ledek Kyuhyun.

"Kalian…Aishh.." ucapnya dan beralih mengambil handphonennya. Kibum sejenak heran dengan nomor yang berusaha menghubunginya. Namun Kibum menepis fikiran negatifnya dan tanpa lansung menyambut panggilan tersebut.

"Ne..Yeoboeseyo.."

'Kau tak berniat mencari kekasihmu, Kim Kibum?'

Kibum tercekat dengan pertanyaan yang lansung tertuju padanya. Namja tampan itu melirik semua insan yang mengarah padanya. Kibum berusaha menenangkan mereka, memberi isyarat agar mereka diam dengan menutup bibirnya sendiri menggunakan telunjuk. Mereka mengangguk seolah mengerti, walau mereka juga bingung dengan apa yang terjadi.

'Lee Hyukjae sedang bersamaku sekarang..'

"Eo..Eodiya? Aku tanya dimana kau sekarang Kim Heechul?" tanyanya dengan nada yang begitu dingin. Mereka yang semula diam ditempat, beranjak untuk mendekati Kibum namun namja tampan tersebut menggeleng keras.

'Kau jangan takut, dan dengarkan aku baik-baik. Nyawa Lee Hyukjae tergantung bagaimana kau akan bersikap' jawab Heechul. Kibum diam. Hatinya sudah mulai panas akan ancaman yang Heechul berikan. Ia menggenggam jemari-jemari putihnya yang mulai mengeras dan tergantikan warnanya. Kemarahannya sudah mulai menemui titik puncaknya. Ia tak bisa lagi untuk berbaik hati menghadapi mereka.

"Seincipun jangan berani kau menyentuhnya! Atau aku akan membunuh kalian!" tutur Kibum dengan nadanya yang penuh penekanan. KyuWook dan juga Sungmin menatap Kibum horror. Bunuh? Apa yang terjadi? Dan lagi-lagi Kibum tak menjawab arti dari tatapan mereka.

'Itulah yang ku mau Kim Kibum. Jadi, jangan melakukan hal gegabah yang akan membuat nyawanya melayang ditanganku~' jawab Heechul lansung. Nafas Kibum semakin memburu. Manik kelamnya pun ikut tercekat bersama genggaman jemarinya yang semakin mengeras.

'Jangan hubungi siapapun! Selamatkan ia seorang dalam waktu satu jam' titah Heechul.

"Kau dimana?" tanya Kibum.

'Saat ini, aku berada diatap gedung kompleks Gi Jeong. Jika aku merasa ada orang lain bersamamu, aku akan membunuh Lee Hyukjae. Kau mengerti?'

Kibum semakin panas, "Biarkan aku mendengar suaranya…Biarkan aku mendengar suaranya, untuk melihat jika dia hidup" ujar Kibum dengan suaranya yang meninggi. Semua tercekat akan auman Kibum, namun mereka masih berusaha untuk diam.

'Bicara! Dia ingin dengar suaramu. Aku bilang bicara' terdengar Heechul yang tampak membujuk Hyukkie. Cukup lama komunikasi satu arah itu berlansung, meninggalkan Kibum seorang yang semakin memanas.

'Kibum! yang pasti kau jangan kemari dan hubungi polisi…Jangan datang sendirian dan jangan khawatirkan aku' Hyukkie menjawab dengan nada mengguruinya. Kibum semakin kalut dibuatnya. Benarkah ini Hyukkienya?

Tutt…..

Panggilan terputus! Kibum semakin panic. Tangannya terkulai lemas kebawah dengan handphone yang masih digenggamnya. "Wae appa?" tanya Ryeowook. Kibum masih terlalu shock untuk menjawab dan cukup waktu yang lama mengembalikan jiwanya lagi pada raganya.

"Dia diculik dan mereka ingin aku menemuinya sekarang." Jawab Kibum.

"Aku ikut!" seru Kyuhyun. Kibum menggeleng lemah," Aku tak ingin mengambil resiko. Ia memperingatiku untuk datang seorang.."

"Tapi appa~" tambah Ryeowook dan lansung dipotong oleh Kibum,"Aku tak sebodoh itu! Setelah aku pergi, kalian telfon pihak kepolisian dan kirim mereka kesana."

"Tapi Bummie, itu terlalu bahaya untukmu bila kau seorang kesana" seru Sungmin.

"Mereka mengancamku untuk datang sendirian. Jika tidak, dia akan membunuh Hyukkie noona bila mereka tau aku tak sendiri. Dia memintaku untuk datang ke atap gedung di kompleks Gi Jeong" jelas Kibum.

"Andwe! Kau tidak boleh kesana seorang. Jangan pernah!" pinta Ryeowook. Kibum diam sejenak, menunduk dalam hendak menahan tangis, "Tak ada jalan lain. Jadi~" jawabnya dan lansung dipotong Sungmin

"Jika kau pergi kesana kau akan dijebak oleh mereka!"

"Tapi jika aku tak pergi dia akan matii!" bentak Kibum. Dan kini mereka yang terdiam. Hening, hanya nada merdu dari elektrokardiograf Yesung dan juga tabung oksigen yang mengisi kesunyian disana.

"Tapi appa..ini hanya jebakan mereka, sejujurnya kau nantinya yang akan mati ditangan mereka…jadi tolong, jangan pergi sendiri hiks.." isak Ryeowook.

Manik Kibum berkaca-kaca. Deru nafasnya terdengar semakin tak teratur, dan runtuhlah sudah benteng pertahanannya untuk tegar. "Maka..kalian selamatkan aku. Aku.. aku tak ingin mati.."

Tes…

Bulir bening itu akhirnya jatuh dihadapan mereka. Tak mampu lagi Kibum untuk membangun lebih tinggi benteng yang susah payah ia bangun seorang. Bukan hanya satu nyawa orang lain yang bertaruh untuknya, satu nyawa lagi akan dipertaruhkan untuknya. Hati siapa yang tak sakit! hidupnya miliknya dan hidup mereka milik mereka. Takdir sudah mempermainkan mereka, dan sudah sepantasnya bukan bila ia juga turut hadir untuk membenarkan jalan kehidupan mereka semua walau harus sakit terlebih dahulu?

"Sebelumnya aku berfikir aku akan mati untuk mengakhiri ini semua. Tapi sekarang tidak demikian" tutur Kibum, masih dengan bulirnya yang kerap mengalir. Mereka terkesiap dengan apa yang mereka dengar. "Jadi tolong selamatkan kami berdua.. dapatkan bantuan dari pihak kepolisian dan selamatkan kami. Aku akan menahannya sampai polisi akan tiba.. jadi, aku mohon pada kalian~"

"Appa.."lirih Kyuhyun.

"Aku bisa seorang, dan kalian bertiga hanya cukup disini menjaganya. Nyawa Yesung hyung masih belum aman, aku takut suruhan mereka akan tiba dan mencoba membunuhnya kembali bila kalian tak ada menjaganya. Kumohon, cukup jaga ia yang tak bisa apa-apa kini…" pinta Kibum. ia mengusap air matanya kasar dan berlalu meninggalkan mereka dengan langkah seribunya.

"Appa.." panggil Kyuhyun berusaha mengejar langkah Kibum, namun dicegah lansung oleh Sungmin. "Kita hanya bisa mempercayainya Kyu.. tolong jangan berbuat gegabah"

"Tapi dia ayahku. Nyawanya terancam kini." Bela Kyuhyun.

"Kau tak dengar apa yang ia bilang tadi. Tolong.. sekali ini saja, percayakan padanya! Kibum bukan namja selemah yang kita kira" jawab Sungmin tegas. Kyuhyun melembut, menatap hampa pintu rawat Yesung.

Satu jam, ujung tombak itu akan menerkam mangsanya yang tak berdaya. Mereka harus bersikap dengan cepat sebelum perperangan berdarah akan menambah satu korban lagi!

TBC

Bakal amoree tuntasin kalo sempat chap depan, dan selelet-leletnya 2 cahap lagi.
Konfliknya udah gag karuan. Ehhe.. ada yang nanya, kok alurnya gini sih eon? Berat banget masalahnya.
Amoree: -kagag tau dech kenapa.. soalnya pengen gitu, ya lanjutin aja ampe tuntas ehhe-

Oh ya, buat kematiannya Yesung.. awalnya amore kagag minat buat ngidupin lagi, tapi karna banyak yang ngedemoin amoree ya terpaksa dech diidupin lagi dengan alur reader yang perhatiaan banget ama amoree. Amoree kan baik hati dan tidak sombong #Plakk

Oh ya satu lagi, kenapa Cuma Hyukjae aja yang amoree panggil 'Hyukkie'? soalnya lebih manis aja dan kesannya pula feminism banget dibandingkan Hyukjae yang kasar dan gag ada sisi kefeminimannya ihihihi..

Review ne