Balasan review :
uzumaki hunterchapter 12 .Apr 14
mau nanya lagi boleh ?itu itachi tau dari mana tentang belt rider ?apa ?
(keluarga uciha sebenar nya adalah moster sama seperti madara & obito tetapi ingin hidup damai dan menetap di bumi)atau ?
(sebenarnya uciha madara & obito adalah astronot yang pergi ke luar angkasa dan tidak pernah kembali)
(dan tiba - tiba kembali sudah menjadi raja moster)
(dan moster sesungguhnya masih belum diketahui)
itu yang ada di pikiran saya numpangdituangkan di sini buat ngisi review.
Itachi tau belt rider karena dia sendiri tergabung dlm proyek belt rider.
Tentang sejarah madara masih rahasia :D.
Thank udah review
uzumaki hunterchapter 12 .Apr 14
Toneri munculin dong dan jadi tiger settingnya terjadi permusuhan dulu sama narusasu seperti rebutin hinata
( naruto vs toneri ) mungkin.
soal nya saya suka karakter baru inieagle ,silver, tiger naruto ,sasuke, toneri
kayak nya bagus
Ma'af sekali gan toneri g ada di fict ini. .mungkin nanti di fic ane yg lain. .soal tiger ane punya rencana sendiri. .
Thanks udah review :D
11 .Apr 12
gua_msh_ngebayangin...madara_versi_monster_bentuknya_ky_apa_yak.?
Hehehe masih rahasia gan :D .
Thanks udah review. .
10 .Apr 11
hai tor... setelah membaca fic ini ternyata bagus juga, jarang lo yang buat fic seperti ini, tapi menurut saya fic ini alurnya agak kecepetan.
dan apakah nanti teman-temannya naruto termasuk hinata akan mengetahui identitas asli dari kamen rider eagle aka naruto? lalu dimana tiger? kan di cap 1 ada tiger...
Hai juga senpai. .makasih pujian'a. ..dan masalah teman2 naruto tau ap kga itu masih tanda tanya biar seru :D hehehe. .thank udah review. .
Oke thanks yg udh luangin waktu'a buat review fict gaje ane ini. .ma'af klo ada yg belum tercantum. .dan yg g tercantum sya jawab'a via pm :D biar ga repot soal'a ngetik via hp jaduulll :D . .thanks sekali lagi
NARUTO : KAMEN RIDER EAGLE
Disc : Masashi kishimoto untuk Naruto dkk .
Pair : Naruhina
Genre : Friend Ship , Humor , Action
Author : Muslim Kudou
Sumarry :
Namikaze Naruto seorang pemuda biasa yang bersekolah di salah satu sekolah terbaik di Jepang , 'KSHS(Konoha Senior High School)' itu adalah nama sekolahnya.
Pemuda yang tadinya hidup biasa layaknya anak SMA pada umumnya kini hidupnya berubah jadi luar biasa setelah dia menemukan sebuah 'BELT' yang ternyata itu adalah 'BELT RIDER'.
Bagaimanakah kehidupannya setelah menjadi seorang RIDER ?
Mampu kah dia melindungi bumi dari serangan Monster luar angkasa yang berniat menguasai bumi?
Dan bagaimanakah kisah asmaranya bersama gadis bermarga 'Hyuga'?
Warning: Jelek,abal2 typo bertebaran dll..
®Sebelumnya di Kamen Rider Eagle :
Naruto dan Sasuke di hukum karena terlalu sering membolos sekolah.
Acara festival sekolah tahunan di adakan dengan tema pentas seni.
Naruto dan Hinata ikut menyumbangkan penampilannya di acara tersebut.
®Chapter 13 : Munculnya Monster baru yang lebih kuat.
Seminggu setelah acara festival sekolah di adakan semua murid dari kelas satu sampai kelas tiga masih saja membicara kan tentang keromantisan Naruto dan Hinata di atas panggung.
Banyak murid Siswa maupun Siswi yang merasa iri atas keromantisan mereka.
Bagaimana tidak, Naruto memeluk Hinata dari belakang sambil bernyanyi.
Jangan di tanya lagi bagaimana keada'an Hinata sa'at itu.
Tentu saja muka Hinata sudah sangat merah karena malu.
Untung saja Hinata menguatkan diri untuk tidak pingsan sa'at itu.
Karena kejadian itulah kini mereka berdua sangat terkenal di lingkungan KSHS bagaikam seorang artis terkenal yang sedang naik daun.
Tiap kali mereka lewat pasti semua menjadi hiateris.
'Kyaa Naruto-senpai dan Hinata-senpai sungguh romantis'
'Kyaa Hinata-senpai beruntung'
'Kyaa Naruto-kun dan Hinata-chan memang cocok'
Seperti itulah teriakan-teriakan histeris dari setiap orang yang di lewatinya.
Sebenarnya Naruto sih asik-asik saja, tapi yang pasti muka Hinata sudah sangat merah karena malu.
Seperti sekarang ini Naruto dan Hinata berjalan berdua di koridor sekolah, mereka memang biasa berangkat maupun pulang bersama.
Terikan-teriakan histeris semua murid yang mereka lewati senantiasa mengiringi perjalanan mereka menuju ke kelas.
"Hinata-chan makin banyak saja penggemar mu."
Goda Sakura sa'at Hinata sudah duduk di kursinya.
Tentu saja yang di goda hanya menundukan kepalanya karena malu.
"T-tidak ko Sakura-chan."
Ucap Hinata dengan suara lirih sambil memainkan kedua jari telunjuknya.
"Hahaha...kau manis sekali Hinata-chan sa'at sedang malu."
"Pantas saja si bodoh Naruto tergila-gila padamu."
Sakura terus saja menggoda Hinata tanpa peduli yang di goda mukanya sudah sangat merah.
"J-jangan terus menggoda ku Sakura-chan."
"A-aku malu."
"Hahaha...ma'af Hinata-chan habis kamu lucu sekali."
Di sebuah markas atau yang lebih tepatnya di sebut sebuah gua terlihat se'ekor Monster berbentuk seperti ikan hiu sedang berlutut di hadapan tuannya.
"Ada apa tuan memanggil hamba kesinih?"
Tanya sang Monster kepada tuannya masih dalam keada'an berlutut.
"Kisame kau pergi dan rebut 'Belt Eagle' dari tangan bocah kuning yang selalu merepotkan rencana ku."
Perintah sang tuan pada Monster yang kita ketahui bernama Kisame itu.
"Gunakan segala cara dan bunuh siapa saja yang menghalangi mu."
"Baik Madara-sama akan hamba laksanakan perintah anda."
Ucap Kisame sambil berdiri dan berlalu meninggalkan Madara.
"Obito."
Panggil Madara pada pengawal setianya.
"Ada apa Madara-sama?"
Tanya Obito pada tuannya.
"Apa sudah kau temukan tentang keberada'an 'Tiger Power' yang sempat turun ke Bumi bersama 'Eagle' waktu itu?"
Tanya Madara pada Obito.
"Belum ada kabar tuan, tapi secepatnya akan saya temukan."
"Bagus, segera cari dan temukan sampai ketemu."
"Baik Madara-sama."
Waktu istirahat di kantin KSHS seperti biasa sangat ramai dan berisik oleh para murid yang hendak memanjakan perutnya setelah cukup melelahkan berkutat dengan buku dan pelajaran yang cukup membuat kepala mereka mengeluarkan asap.
Barisan panjang tercipta sa'at mereka mengantri untuk membeli makanan yang mereka inginkan.
Lain halnya dengan mereka yang membawa bekal dari rumah, mereka hanya perlu mencari bangku kosong untuk segera melahap bekal yang mereka bawa.
Hanya segelintir anak saja yang mau membawa bekal dari rumah.
Karena bagi mereka itu sangat memalukan mengingat mereka sudah SMA 'seperti anak TK saja' itu yang mereka fikirkan hingga mereka enggan untuk membawa bekal dari rumah.
Hari ini Naruto tidak ikut bersama teman-teman yang lainnya ke kantin.
Dia lebih memilih pergi ke atap sekolah.
Atap sekolah memang merupakan tempat pavoritnya untuk menyendiri dikala suasana hatinya sedang tidak baik seperti sekarang ini.
"Oka-san, Otou-san aku rindu sama kalian."
Gumam Naruto pelan.
Tanpa terasa air mata meleleh dari iris saphirenya.
"Apa kalian tau setiap aku melihat teman-teman yang lain di jemput orang tua mereka, sa'at melihat mereka tertawa bahagia bersama orang tua mereka rasanya sakit sekali di sinih, rasanya sakit sekali di dada ku setiap kali aku melihatnya."
Tanpa Naruto sadari dari tadi Hinata berdiri di balik pintu masuk ke atap sekolah.
Air mata ikut mengalir membasahi pipi putihnya di sa'at mendengar keluh kesah Naruto.
"Naruto-kun..."
Gumam Hinata pelan.
Hatinya tidak sanggup melihat puja'an hatinya sedang bersedih.
Hinata melangkahkan kakinya pelan ke arah Naruto.
"Oka-san, Otou-san...hiks... kenapa kalian pergi secepat itu...hiks...?"
Naruto terus saja bergumam tanpa menyadari bahwa ada seseorang yang sedang berdiri di belakangnya.
Sampai ahirnya ada seseorang yang memeluknya.
"Naruto-kun...hiks...tidak boleh sedih...aku akan selalu menemani Naruto-kun sampai kapan pun."
Ucap Hinata sambil menangis memeluk Naruto dari belakang.
"Aku tidak mau Naruto-kun sedih."
"Hinata-chan...makasih..."
"Aku tidak akan sedih lagi karena aku sudah memiliki malaikat cantik sepertimu yang selalu bisa membuat hatiku merasa nyaman sa'at bersama mu."
Ucap Naruto sambil menghapus air matanya dan berbalik menghadap Hinata.
Di hapusnya air mata yang mengalir di pipi Hinata.
Dia merasa sangat beruntung memiliki kekasih yang cantik, baik, dan perhatian seperti Hinata.
"Janji Naruto-kun tidak akan sedih lagi?"
Ucap Hinata sa'at di lihatnya Naruto sedang tersenyum tulus ke arahnya.
"Ya aku janji Hinata-chan."
Ucap Naruto sambil tersenyum tulus pada Hinata.
"Um...apa itu yang kau bawa Hinata-chan?"
Tanya Naruto pada Hinata sambil melihat ke arah tangan Hinata.
"Ah a-anu...i-ini...aku mau kita makan bersama."
Jawab Hinata yang sudah mulai lagi dengan gaya bicaranya yang gugup sa'at bersama Naruto.
"Aku lihat tadi Naruto-kun langsung kesinih dan belum makan."
Ucapnya lagi.
Naruto benar-benar sangat beruntung mempunyai kekasih yang sangat perhatian kepadanya.
Tadi waktu bel istirahat berbunyi dia memang tidak sempat ke kantin dan langsung menuju ke atap sekolah.
Naruto sa'at ini sedang duduk di meja makan rumahnya.
Setelah tadi pulang sekolah dia sempat mengantar Hinata pulang dia langsung pulang kerumahnya dan sudah di sambut oleh Stunade nenek satu-satunya di ruang makan, jadilah sa'at ini dia sedang menikmati makan siangnya bersama neneknya.
Hari ini sekolahnya memang di pulangkan lebih cepat karena guru ada rapat tentang ujian kenaikan kelas yang akan di laksanakan tiga bulan lagi.
"Naru-chan apa nanti kamu ada acara?"
Tanya Stunade mulai buka suara setelah sejak tadi acara mereka hanya di iringi dengan kesunyian.
"Ah...um tidak ada Obaa-chan."
"Memang kenapa?"
Jawab Naruto sekaligus bertanya akan maksud sang nenek yang menanyakan apakah dirinya ada acara apa tidak setelah ini.
"Ah tidak aku hanya ingin kau menemani Baa-chan ke supermarket untuk belanja."
"Persedia'an bahan makanan kita sudah habis Naru-chan."
Jawab Stunade memberitahukan akan maksudnya.
"Ohh...baiklah aku mau Baa-chan, lagi pula hari ini aku merasa bosan jika di rumah terus."
"Jadi kapan kita akan pergi?"
Tanya Naruto pada sang nenek.
"Sebaiknya setelah kita selesai makan, dan setelah itu kamu mandi dulu badan mu bau sekali, nanti yang ada bukannya kita belanja malah di usir karena bau mu itu."
Jawab Stunade seraya menggoda cucu satu-satunya itu.
"Oh ayolah Baa-chan biarpun bau cucu mu ini cukup populer di sekolah, lagi pula siapa bilang aku bau? aku tidak bau tau."
Ucap Naruto sambil menggembungkan kedua pipinya tanda dia merajuk.
"Sudah-sudah tidak usah memperlihatkan tampang konyol mu itu Naru-chan, kau tau tampang mu itu membuat ku ingin tertawa."
Stunade masih saja terus menggoda Naruto yang menurutnya lucu sa'at dia sedang merajuk.
"Baa-chan..."
Umpat Naruto kesal karena terus di goda oleh sang nenek.
"Baik baik...lebih baik sekarang kau cepat selesaikan makan mu dan segera mandi."
Setelah selesai dengan acara makan siangnya Naruto langsung pergi ke kamarnya dan segera mandi.
Hanya lima belas menit waktu yang di butuhkan Naruto untuk acara mandinya, dan sa'at ini Naruto keluar dari kamarnya dengan menggunakan kaos putih polos dan memakai jaket tanpa penutup kepala berwarna oren yang dia biarkan teebuka, serta mengenakan celana jeans panjang berwarna hitam.
Tidak lupa di bawanya 'Belt Rider' yang sa'at ini sudah dia kenakan di pinggangnya tertutupi kaos berwarna putihnya.
"Baa-chan!"
Teriak Naruto mencari keberada'a sang nenek.
"Oh kau sudah siap Naru-chan?"
Tanya Stunade yang baru keluar dari arah dapur setelah mencatat apa saja yang akan di belinya.
"Baiklah ayo kita pergi."
Jarak rumah mereka dan super market memang tidak terlalu jauh, tapi juga tidak bisa di bilang dekat.
Kira-kira membutuhkan waktu sekitar lima belas menit jika mereka jalan kaki.
Naruto tidak berniat ikut masuk kedalam super market, kini dia sedang berdiri di depan super market dengan bersender ke tembok di belakangnya.
Tiba-tiba saja matanya menangkap seorang yang di kenalinya.
"Oy teme."
Ucap Naruto sambil berjalan mendekati Sasuke.
Sasuke yang merasa mendengar panggilan khas seseorang terhadapnya menolehkan kepalanya ke arah suara.
"Hn sedang apa kau di sinih dobe?"
Tanya Sasuke pada Naruto setelah mendapati Sahabatnya berdiri di belakangnya.
"Mengantar Baa-chan belanja."
"Merepotkan memang, tapi akan lebih merepotkan jika Baa-chan sudah mengamuk."
Ucap Naruto sambil bergidik ngeri membayangkan neneknya jika sedang marah.
"Hn."
Hanya trend mark khasnya yang keluar dari mulut Sasuke.
"Kau sendiri sedang apa di sinih teme?"
Tanya Naruto pada Sasuke.
"Hanya menghilangkan bo-"
"KYYAA"
"TOOLOONGG"
"ADA MONSTER"
Belum saja Sasuke menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba terdengar suara teriakan-teriakan dan terlihat orang-orang berlarian ketakutan.
"Cih kita dapat tugas dobe."
Umpat Sasuke kesal karena acara mencari anginnya terganggu.
"Hn"
Kali ini Naruto yang mengeluarkan trend mark khas Sasuke.
Naruto dan Sasuke segera berlari ke arah Monster pengganggu berada.
Sambil berlari Naruto mengambil sebuah kartu dari 'Slot Card' nya dan di masukan ke dalam 'Belt' nya.
Begitu pula dengan Sasuke yang memasukan sebuah kunci kedalam lubang yang ada di 'Belt' nya.
'SCAND CARD'
'LOCK ON'
Terdengar suara mesin dari kedua 'Belt' setelah kartu dan kunci masuk ke 'Belt' mereka masing-masing.
'FLAME ON'
Naruto menekan tombol merah yang ada di samping kanan dari 'Belt' nya.
Sedangkan Sasuke sudah lebih dulu menekan ketiga tombol yang ada di 'Belt' nya sebelum memasukan kunci itu.
"HENSHIN"
Ucap keudanya sambil masih terus berlari.
Seketika Naruto dan Sasuke sudah berubah menjadi sosok Kamen Rider Eagle dan Kamen Rider Silver.
Di lain tempat kini terlihat Monster berbentuk seperti ikan hiu sedang mengamuk.
Wajah Monster itu benar-benar seperti se'ekor hiu, dia memiliki sebuah ekor dan memiliki kedua kaki serta kedua tangan dengan kuku-kuku tajamnya.
Di lemparkannya apa saja yang ada di depannya dan di hancurkannya apa saja yang ada di sekelilingnya.
Di sela-sela semua orang yang berlarian ketakukan, ada seorang anak kira-kira berumur lima tahun yang terduduk sambil menangis ketakutan.
Sepertinya dia terpisah dengan kedua orang tuanya.
Monster itu mendekati bocah yang sedang menangis dengan perlahan.
Di ayunkannya tangan penuh kuku tajam milik sang Monster ke arah anak kecil yang sedang menangis itu.
'BUGH'
'BRAKK'
Sebelum tangan sang Monster menyentuh anak kecil itu, tiba-tiba sebuah tendangan dengan telak mengenai kepala sang Monster yang mengakibatkannya terpental ke samping dan menabrak tembok toko yang ada di situ.
"Adik kecil jangan takut lagi, sekarang kamu aman."
Ucap Naruto seraya membangunkan anak kecil itu.
Ya ternyata yang tadi menendang sang Monster adalah Naruto yang sedang dalam wujud Kamen Rider Eagle.
"Hikss aku takut Nii-san...aku takut hikss."
Ucap anak itu sambil menangis.
"Sudah kamu sudah aman, lebih baik sekarang kamu lari dari sinih."
Ucap Naruto menenangkan anak itu sekali gus menyuruhnya pergi dari situ.
"Ha'i...arigatou Nii-san."
Ucap anak itu sambil berlari pergi dari situ.
"Oyy dobe sampai kapan kau di situh, cepat bantu aku bodoh."
Teriak Sasuke yang ternyata dari tadi sedang melawan Monster itu.
"Cerewet kau teme."
Ucap Naruto sambil berlari ke arah Sasuke dan Monster itu.
Naruto coba memukul kepala sang Monster tapi dengan mudah dapat di hindari dengan cara menangkis tangan Naruto.
Sasuke tidak tinggal diam dia coba menendang kepala sang Monster dari arah kiri tapi sayang tendangan Sasuke pun dapat di mentahkan dengan mudah dengan cara melompat ke belakang.
Tidak cukup sampai di situh, Naruto kembali mencoba menendang perut sang Monster dari arah depan tapi lagi-lagi tendangannya dengan mudah dapat di tangkis bahkan Naruto yang harus terlempar ke belakang dan meringis kesakitan karena di pukul sang Monster tepat di dadanya.
Kali ini Sasuke yang mencoba menyerang sang Monster dari depan.
Pukulan dan tendangan di lancarkan Sasuke, tapi tidak ada satupun yang bisa mengenai sang Monster.
'BUGH'
Sebuah tendangan dengan telak mengenai kepala Sasuke membuatnya terlempar ke arah Naruto.
"Urgh"
"Kau tidak apa-apa teme?"
Tanya Naruto pada Sasuke sambil mengulurkan tangannya membantu Sasuke bangun.
"Jangan meremehkan ku dobe."
Dengus Sasuke yang tidak terima dirinya tidak bisa menyentuh sama sekali badan sang Monster.
"Cih sial dia kuat sekali, bahkan kita tidak bisa menyentuhnya."
Umpat Sasuke kesal karena semua serangannya dapat dengan mudah di mentahkan oleh sang Monster.
"Kau benar teme, dia kuat sekali...kita harus berfikir untuk mengalahkannya."
Ucap Naruto meng'iyakan perkata'an Sasuke.
Sial bagi Naruto dan Sasuke karena mereka lengah tanpa mereka ketahui sebuah peluru air mengarah ke arah mereka.
"CELAKA"
Ucap Naruto dan Sasuke bersama'an.
'BOMM'
Sebuah ledakan kecil terjadi akibat serangan sng Monster yang mengenai tanah.
"Fyuuhhh...hampir saja."
Ucap Naruto menghela nafas.
Untung saja mereka masih sempat melompat ke arah samping kanan dan kiri untuk menghindari peluru air dari Monster itu.
"Jangan lengah dobe."
Sasuke memperingatkan Naruto agar tidak lengah.
"Aku mengerti teme."
Ucap Naruto singkat tanpa melihat ke arah Sasuke.
"Arghhhh...sial apa yang harus kita lakukan teme?"
Teriak Naruto frustasi.
"Hn...kita harus lebih tenang dan jangan lengah dobe."
Ucap Sasuke sambil berjalan menghampiri Naruto.
"Ayo kita selesaikan ini teme, Baa-chan pasti sudah mencari ku."
"Hn"
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Mampukah Naruto dan Sasuke mengalahkan Monster hiu itu?
Kita saksikan nanti di chapter selanjutnya.
TBC
Yosh itu dia chapter 13, semoga kalian puas dengan chapter kali ini.
Mf kalo ceritanya mengecewakan dan banyak typo bertebaran.
Silakan review untuk sekedar masukan buat saya.
Ok ahir kata ... see you next latter.
