Liburan yang gagal

Pair : NaruHina Side:SasuSaku

DC : Masashi kishimoto

Note: Maaf apa bila karangannya seperti anak sd , atau masih banyak salah kata.

Warning: Story dewasa, tidak cocok di bawah umur.

Rate: M

Sore ini kami berjalan ke taman Konoha, pemerintah Konoha membuat taman cherry blossom yang super duper indah. Janji Naruto ketika dia sembuh, dia akan berlibur bersama aku dan Boruto. Tapi di saat kami sedang istorahat di pohon, telepon berbunyi menandakan bahwa ada misi penting yang segera kami kerjakan.

I have your massanger

Bel berbunyi di handphone Naruto

"Naru-Kun, handphone mu berbunyi." Tandas Hinata, yang sedang menyupi Boruto bubur.

"Okasan, apakah kita akan liburan lagi bulan depan?" tiba-tiba Boruto menanyakan, apakah taun berikutnya Kami akan berlibur lagi seperti hari ini.

"Tunggu sebentar, Ya Boruto." Seru Hinata, seraya menandakan bahwa ada misi yang ia harus jalankan.

Bunga Sakura bermekaran, suasana romantis dan tentram mengelilingi suasana hati kami. Tapi apa boleh buat, namanya misi harus dijalankan, kalau kami bolos kerja atau cutty lama akan kena sanksi. Yah beginilah nasip detektive ternama dan polisi kota Konoha. Selalu siaga, setiap saat selalu menjalankan tugas sebagai polisi.

"Naru-to, tidak apa-apa kok. Kita tunda liburan musim semi ini." Tandas Hinata, ekspresi hinata menandakan bahwa dia ikhlas liburannya didelay dulu atau ditunda.

"Tidak usah sayang, aku sudah izin tadi dengan atasan. Kalau aku tidak bisa bertugas untuk bulan ini, aku minta izin untuk program hamilmu."

Hinata langsung , mukanya bahagia dan berbunga. Dia tidak sadar kalau Boruto sedang memperhatikan ekspresi Hinata yang lagi malu-malu.

"Ssssstt, jangan nyaring-nyaring. Aku malu naruto." Tandas Hinata, berbisik ke arah Naruto.

"Otou-san, Okasan kenapa wajahnya menjadi memerah?" Boruto bertanya kepada Naruto kenapa Ibunya tiba-tiba memerah wajahnya, yah namanya juga boruto kan tidak tahu menahu mengenai program hamil. Boruto berusia balita, dia tidak tau apa yang ayah dan ibunya bicarakan.

"Boruto-kun, nanti kalau kamu berusia 17 tahun pasti kamu akan tahu kenapa ibumu tersenyum malu-malu." Tandas Naruto, dengan senyuman manisnya kepada Boruto.

"Sayang, jangan bicara itu kepada Boruto."

Tiba-tiba Hinata tidak sengaja tangannya memukul ke arah naruto, Naruto pun tersungkur ke tanah dan pingsan. Yah namanya juga Hinata, kalau lagi malu dan ada orang yang berbicara hal tidak sopan di hadapannya langsung di hajar.

"Naru-kun, gomenasai. Aku minta maaf, Naru-kun. Ah, aku malah memukulnya hingga pigsan."

Hinata, memberi kan minyak wangi ke hidung suaminya.

"Naru-kun, apakah kamu sudah bangun?" Tanya Hinata.

"Ada apa Hinata, kenapa aku terjatuh?"

"Kamu terkena pukulan karate ku, maaf ya."

"Oh, tidak apa-apa. Aku mau menanyakan saja kenapa kamu bisa reflek begitu."

"Et-ett-etto, tadi kamu berbicara pembahasan dewasa ke anak kecil. Jadi aku reflek, tidak sengaja mengenai kamu yang baru saja pulih dari sakit." Tegas Hinata dengan ekspresi bersalah dan malu.

"Sayangku Hinata, jangan begitu dong. Aku maafkan kok, sudah jangan memasang wajah kusut. Liat Boruto, dari tadi hanya terdiam melihat kita berbicara yang tidak jelas."

Naruto memeluk hinata, dia mencium bibir hinata dan mengelus rambut hinata.

"Otousan tidak adil, kenapa hanya ibu yang di cium. Aku mau juga." Boruto memukul badan ayahnya, karena dia cemburu kenapa ciuman hangat hanya untuk ibunya saja bukan untuk dirinya.

"Kamu masih kecil, otousan cium keningmu saja ya."

Naruto memberi tanda kecupan di keningnya Boruto, lalu mengelus kepala Boruto.

"Gimana, lebih enakkan dari pada yang ayah berikan ke ibumu." Tandas Naruto, dan tersenyum ke arah Hinata.

Ah, sayang jangan genit. Nanti Boruto makin penasaran, makin membuat kita sulit jelaskan pembahasan yang kita bicarakan.

Kami duduk di pohon sakura, sambil meliat gunung di dekat kota Konoha. Tak terasa waktu sudah hampir malam, jam menandakan kami harus pulang.

"Naru-kun, Boruto tertidur pulas. Lucukan, dia mengingatkan aku padamu naruto, ketika kamu masih kecil tidur di TK gakuen Konoha." Hinata tertawa ceria melihat Boruto yang tertidur pulas.

"Hinata tetaplah tertawa begitu, aku ingin melihat senyummu sampai aku mati." Tegas Naruto di dalam hati.

"Naru-kun, tutup matamu sebentar."

Cup

Hinata mencium bibir Naruto dan Naruto terkejut seakan Hinata sudah mulai nakal dan dewasa.

"Kamu tidak sabar ya, ingin mempunyai anak lagi." Tegas Naruto sambil mengelus rambut Hinata.

"Nah, kita sudah di rumah." Tandas Naruto.

"Tadaima Oka-sama, tadaim neji-niisama, tadaima Otou-sama."

Tada...

Tiba-tiba Hinata dan Naruto di kejutkan dengan teman-temannya yang membuat pesta di rumah Hinata.

"Ssssst, jangan ribut ayoo pulang. Berisik aja, malam-malam malah berpesta." Tegas Naruto yang penuh emosi, karena di kejutkan dengan kedatangan teman-temannya tanpa sepengatahuan Narut dan Hinata.

"Naru-kun jangan begitu, biar aku yang menidurkan Boruto di kamar kamu berpesta saja dengan teman-temanmu." Hinata mengedipkan matanya, dia tahu kalau teman-teman Naruto datang karena ajakan dari Hinata dan Sakura ketika di rumah sakit.

Flash back Hinata:

"Hum, Sakura-chan. Aku ingin membuat Naruto Senang, pesta apa yang membuat dia senang." Tegas Hinata dengan raut kusut.

"Bagaimana, kalau kita menyiapkan pesta ketika Naruto pulang dari rumah sakit. Kamu bilang saja Sakura di pohon sudah mekar dan bersamaan dengan ulang tahunku. Lalu kamu bilang, aku ingin sekali berlibur." Tegas Sakura dengan ajakan yang tepat.

"Apakah dia mau, kalau aku mengajaknya ke taman sakura di konoha?" Hinata ragu, jika rencana Sakura tidak berhasil.

"Tentu saja dia mau Hinata-chan, melihatmu cemas dan sedih di rumah sakit. Lelaki mana yang tega melihatmu sedih dan membiarkanmu pucat karena menjaga dia." Sakura meyakinkan, kalau Naruto pasti mau menerima ajakan Hinata untuk berlibur.

Flash Back end:

"Ah, iya aku sms Sakura. Aku akan sms ke sakura dan terima kasih atas tipsnya dan misi kencan juga." Tegas Hinata, yang sedang memegang handphone.

Klik..

To: Sakura-chan

Terima kasih, sakura. Rencanamu berjalan lancar, apakah kamu masih di bawah dengan teman-teman. Maaf aku tidak bisa ke bawah, Boruto sedang tidur. Oh iya, besok aku mau mengajakmu belanja ke super marker, itu adalah ucapan terima kasih buatku karena kamu sudah menolongku untuk merancang pesta kedatangan Naruto dari rumah sakit.

Trip...trip ...trip

Handphone Sakura bergetar, ketika Sakura sedang berbicara dengan Temari.

"Sebentar, aku mau menjawab pesan yang masuk." Tandas Sakura, yang memegang handphone dan membalas sms dari Hinata.

To: Hinata Hyuga

Oh, jangan report-report. Aku khsus memberikanmu tips itu supaya kamu tidak murung, aku cemas ketika kamu pucat dan murung di rumah sakit. Sesama wanita aku memberikan Tips itu gratis.

Side sakura of:

Side Hinata:

To: Sakura-chan

Aku juga memberikan balas budi untukmu gratis, aku mengajakmu berbelanja supaya kamu tidak capek dengan tugas sebagai dokter forensik Sakura-chan. Jadi please, terima ajakkanku ya?, besok kita ketemu di Taman Sakura jam 8 pagi.

Side Hinata Off:

Side Sakura:

To: Hinata Hyuga

Terima kasih, oke aku akan ke taman jam 8.10. aku pakai busana warna pink dan merah. See you.

Side Sakura off:

"Akhirnya, sakura mau menerima ajakanku. Terima kasih Boruto, ibu ke bawah dulu ya." Hinata mencium Boruto yang sedang tertidur pulas dan segera ke lantai bawah.

Tap...tap...tap...

"Minna, gomene. Aku membuatmu menunggu lama." Hinata pun langsung memeluk ke arah Naruto.

"Maaf Naruto-kun, semua ini aku yang rencanakan dan yang mendesain pesta dan ruangannya Sakura-chan. Aku membuat ini untuk pesta ucapan terima kasih telah sembuh pasca bekas tembakan di lapangan bulu tangkis." Hinata mencium Naruto dan meminum Wine.

"Hinata, kamu lagi menyusui dan lagi program hamil. Jangan minum wine dulu." Tegas Naruto, dan menghentikan Hinata yang akan meminum Wine.

"Oh, gomen Naru-kun. Aku kebawa suasana jadi mau minum Wine." Tandas Hinata, yang bergegas menyingkirkan wine dari tangannya.

"Cium, cium, cium."

Teman-teman Hinata dan Naruto menyuruh mereka berciuman. Seakan Ini adalah pesta anniversary Naruto dan Hinata yang ke 2.

"Apa-apaan kalian, bikin malu saja." Tegas Naruto yang memerah pipinya.

"Naruto, aku cinta kamu sampai akhir hayat. Terima kasih sudah sembuh dan kembali ke rumah kita."

Hinata mencium naruto di bagian mulut Naruto, dan memeluk erat Naruto.

"Hi..Hinata... kamu nakal ya, haduh berarti program hamilnya bakal minta di percepat." Tegas Naruto, lalu membalas ciuman Hinata.

"Okey, aku akan menurutimu. Malam ini, aku tidak akan mengijinkan mu tidur pulas atau nyenyak. Ingat ya Hinata, ini hukuman kamu telah mencium kepala Detektive ternama." Tegas Naruto, dengan kata-kata nakalnya. Seakan Naruto memberi kode bahwa dia akan memproses cepat program hamil Hinata.

#Note: anak-anak di bawah umur dilarang membaca ya. Ini khusus umur 18+ ke atas, maaf juga bila masih kacau dalam penulisan author akan berusaha keras membuat cerita ini semakin di senangi dan semakin banyak followersnya.

TBC