Chapter 13#
Gosuto Hanta © Aisya-chan
SasuSaku © Masashi Kishimoto
Genre : Horor/Romance/Fantasy/Mysteri
Rate : T
OC : Yokai
Warning : Typo bertebaran , OOC, Gaje dll.
DLDR .
√ Gosuto Hanta © Aisya-chan √
.
.
Kantor Kepolisian Tokyo , 22.45
"Ketua, kepala kepolisian pusat ada disini. beliau ingin bertemu dengan anda" ucap pemuda bernama Kotetsu bawahan Gaara.
Gaara sang ketua kepolisian mengerutkan dahinya ,mata jadenya nampak terkejut mendengar ucapan Kotetsu "Kepala kepolisian ada disini?" tanya Gaara tak percaya.
"Iya Ketua, beliau menunggu anda diruang sebelah, saya permisi" Kotetsu pun berlalu pergi.
Setelahnya Gaara pun keluar dari ruang kantor kerjanya dan berjalan menemui Kepala Kepolisian yang kini menunggunya di ruang sebelah kerjanya.
TOK TOK TOK
Gaara mengetuk pintu dan ia segera masuk saat orang yang ada di dalam ruangan menyuruhnya masuk.
"Aa..Gaara lama tidak bertemu ,kau semakin tampan saja" ujar Kepala Kepolisian tersebut "Duduklah" pria separuh baya itu pun menyuruh Gaara duduk.
"Kepala, kenapa anda datang larut malam kesini? apa ada kasus penting? atau-..."
"Tenanglah Gaara aku datang kesini untuk mengucapkan selamat untuk mu karna kasus tentang kematian gadis bernama Shion di pulau Oshima bisa kau selesaikan" potong Kepala polisi tersebut.
"I-itu... sebenarnya bukan aku yang menemukannya" cicit Gaara.
Pria paruh baya yang masih terlihat gagah dengan seragam kepolisiannya itu pun nampak bingung "Apa maksudmu?"
"Itu berkat dokter Haruno yang telah membantuku" ujar Gaara.
"Haruno? maksudmu dokter Haruno Sakura yang bekerja di Uchiha's Hospital? Putri ku?" tanya Kepala kepolisian tersebut tak percaya.
"Iya ,dokter Haruno Sakura yang bekerja di...APA PUTRI ANDA?" Gaara terkejut bukan main.
Ia benar benar tak menyangka gadis yang membantu membereskan kasus itu adalah putri atasannya. ia memang sempat berpikir tentang marga gadis itu yang sama dengan marga atasannya tapi di jepangkan banyak marga seperti itu jadi Gaara tidak berpikir sejauh itu.
Apalagi setahu Gaara putri atasannya ada diluar negeri untuk kuliah.
"Iya ,Dia putri ku kenapa putri ku bisa membantumu? dan kenapa anak nakal itu tidak memberitahuku" ujar Kizashi Kepala Polisi Tokyo.
"Err...ano gomen Kizashi-sama saya benar benar tidak tau kalau dokter Haruno-san itu putri anda. karna setahuku bukankah putri anda sedang kuliah diluar negeri?"
"Eh? itu kan sudah 3 tahun yang lalu Gaara" jelas Kizashi dan Gaara hanya ber'Oh'ria.
"Aa aku kesini juga untuk memberitahumu ada kasus di Osaka aku tidak bisa turun tangan langsung jadi aku memintamu menggantikanku apa kau bersedia?" tanya Kizashi.
Gaara mengangguk "Tentu" jawabnya.
"Arigatou Gaara, maaf merepotkan mu karna aku benar benar tidak bisa karna aku dipanggil ketua FBI di Amerika untuk membantu kasus mereka" tukas Kizashi.
"Saya mengerti Kepala"
.
.Disisi lain...
Sebuah mobil sport mewah warna hitam berhenti di depan sebuah apartemen mewah.
"Sudah sampai" ucap pemuda bersurai raven. Sasuke Uchiha.
"Hn, Arigatou Sasuke-san" ujar gadis bersurai soft pink. Sakura Haruno.
Saat tangan Sakura hendak membuka pintu mobil tangan kekar Sasuke menahan lengannya. Sakura pun menoleh "Ada apa?" tanyanya.
"Ingat, hari minggu besok aku akan menjemputmu" kata Sasuke seraya melepas genggamannya.
"Hn, sampai jumpa" Sakura pun berlalu pergi.
Sasuke pun langsung melajukan mobilnya saat Sakura sudah masuk ke gedung apartemen mewahnya.
.
.
Sakura merebahkan tubuhnya di kasur king sizenya yang empuk itu setelah tiba di apartemennya. rasa lelah dan menggantuk membuatnya malas untuk membersihkan diri sebelum tidur.
Mata emeraldnya perlahan terpejam dan saat ia hampir tertidur tiba tiba terdengar bunyi Ponselnya berdering.
Sakura mendecih dan segera mengambil ponsel yang ia letakan di nakas dekat ranjangnya dengan mata yang masih tertutup.
"Hn, dokter Sakura Haruno disini. bicaralah" ujarnya dengan nada malas karna efek lelah dan mengantuk.
"Saki ini ayah"
DEG
Mata emerald Sakura terbuka seketika dan ia langsung bangkit dari posisi tidurnya.
"Ya Ayah" respon Sakura. Sakura nampak heran tumben Ayahnya menghubunginya, larut malam pula.
"Saki, apa benar kau membantu Gaara memecahkan kasus kematian Shion?" tanya Kizashi.
"Hn, Aku hanya membantu menemukan jasadnya saja Ayah" jawab Sakura ditelephone.
"Apa saat itu kematian dan hilangnya Shion ada hubungannya dengan Yokai?"
"Iya"
"Ayah bangga padamu Saki, tidak ku sangka putri Ayah mau mambantu sesama, Ayah tidak salah memperkenalkanmu dulu dengan Kakashi. dia kan yang mengubahmu?"
"Iya Ayah, Kakashi-sensei berjasa banyak terhadapku"
"Baiklah Saki, ini sudah larut malam tidurlah dan mainlah kerumah. ibumu merindukanmu Ayah juga karna besok sore Ayah akan pergi tugas lagi di luar negri" ujar Kizashi.
"Baiklah ayah besok pagi sebelum kerja aku akan kesana"
"Baiklah sampai jumpa besok Saki" Kizashi pun menutup sambungan telephonenya.
Sakura pun meletakan ponselnya kembali ke nakas dan sakura pun merebahkan kembali tubuhnya di kasur.
menatap kosong langit langit kamarnya.
Pikiranya melayang memikirkan Ayahnya yang tiba tiba menghubunginya karna Sakura tau persis Ayahnya itu super sibuk dan jarang meluangkan waktu untuknya.
Sedangkan Ibunya yang berprofesi sama dengannya sebagai seorang dokter psikolog di rumah sakit umum juga jarang meluangkan waktu untuknya. tapi setidaknya ibunya selalu menghubunginya dan mendukungnya.
Dan Sakura ingat waktu kecil Ayah dan Ibunya sangat menyayanginya meski ia seorang anak indigo.
Ibunya selalu mendampinginya dan selalu mendukungnya saat ia menginjak remaja. itu sebabnya sekarang Sakura bisa menerima kemampuannya dan menjadi gadis yang kuat.
Ayahnya juga, bahkan Ayahnya memberinya seorang guru yang mempunyai kemampuan sepertinya supaya dirinya bisa menggunakan kemampuannya untuk hal yang berguna bagi orang lain.
dan Sakura sangat berterima kasih pada Ayahnya dan juga gurunya, Hatake Kakashi.
Dan kini pikiran gadis dingin bersurai soft pink beralih memikirkan kembali kejadian saat Sasuke yang tersangkut dan terjatuh menimpa tubuhnya hingga tanpa sengaja membuat bibir mereka saling menyatu.
Tangan Sakura bergerak menyentuh bibirnya "Sasuke" sebut Sakura lirih.
Ia pun menutup kedua matanya "Shit!." decaknya kesal karna tanpa sadar tadi ia menyebut nama Sasuke.
.
.
Sedangkan di tempat lain...
Disebuah gedung tua tak berpenghuni yang nampak gelap gulita tanpa adanya cahaya lampu terdengar suara benda yang seperti diseret.
SREEEK... SREEEK...
Suara itu terdengar semakin keras dan nampak terlihat sesosok mahluk misterius muncul dengan menyeret sebuah tubuh manusia yang berlumuran darah dan terlihat sudah tak bernyawa lagi.
Mahluk itu menyeringai seram membuat orang bergidik ngeri jika melihatnya "Khukhukhu...Malam ini aku pasti kenyang" ujarnya masih menyeret tubuh tak bernyawa tersebut.
Bersambung...
