CEO AND ME
HUNHAN
GENDERSWITCH
ROMANCE/HURT/FLUFFY/DRAMA?
HAPPY READING
Luhan tengah membereskan gaun pengantin yang kemarin dikenakannya saat di pesta sambil menunggu sehun yang tengah membersihkan diri, saking asiknya membereskan barang-barangnya sampai luhan tidak menyadari keberadaan sehun yang berdiri di belakangnya dengan pakaian yang sudah rapi
Grep
"yak!" luhan terpekik kaget saat mendadak sebuah tangan melingkar diperutnya
"pagi"
"yak hunnie"
"weee, kenapa masih memanggilku itu?" ucap sehun dengan nada manja
"oh, memangnya kau ingin di panggil apa oh?" tanya luhan sok polos sambil melanjutkan pekerjaannya
"aish kau ini panggil aku yeobo"
"MWO?"
"nde yeobo" ucap sehun sambil mengecup pipi luhan
"aishh nde nde yaeobo sekarang kau menyingkir aku susah bergerak" ucap luhan sambil menggoyangkan badannya
"aracci tuan putri" ucap sehun sambil melepaskan pelukannya lalu duduk di pinggir ranjang.
.
.
Sehun dan luhan memang tidak berencana akan berlama-lama di hotel mereka menginap karena nenek dan mama luhan tidak bisa berlama-lama di korea jadi luhan memanfaatkan waktunya untuk bersama sang mama. Saat ini luhan dan sehun tengah dalam perjalanan menuju mansion Oh dimana mama dan nenek luhan menginap, setelah sampai luhan langsung membuka pintu dan berlari menuju ke dalam mension meninggalkan sehun dibelakangnya yang hanya menggeleng sambil membawa tas yang luhan bereskan tadi pagi
"mama" ucap luhan saat melihat sang mama tengah duduk di ruang keluarga bersama ibu mertuanyanya
"oh luhanie sudah datang?" tanya sang mama
"nde, anyyeong omma" ucap luhan menghampiri nyonya oh lalu mencium pipinya setelahnya luhan mendudukan dirinya di samping sang mama
"aigoo manjanya pengantin baru kita" ucap sang mama menggoda luhan
"aishh mama"
"hahha kau lucu sekali hannie" ucap omma sehun
"anynyeong omma omonim" ucap sehun yang baru saja sampai lalu mendudukan dirinya di samping sang omma
"oh kau sudah datang"
"omma appa eodiga?" tanya sehun
"appa mu mendadak dapat telpon dan langsung pergi bertemu dengan kliennya" jawab omma
"kajja kita sarapan dulu" kata omma sehun yang langsung di angguki oleh semuanya
.
.
Kelimanya nampak menikmati sarapan dengan hikmat dimana sehun duduk bersebelahan dengan luhan dan di depannya duduk mama luhan omma sehun dan halmoeni
"lu mama dan halmoni besok akan kembali ke cina" ucap mama luhan
"eh?kenapa cepat sekali mah?" tanya luhan nampak cemberut
"toko tidak ada yang menunggu lulu" ucap mama luhan lagi
"aishh" ucap luhan mencibirkan bibirnya
"jangan cemberut princess nanti kita bisa sering-sering mengunjungi mama" ucap sehun sambil mengelus rambut luhan
"yaksok?kita akan sering-sering menengok mama?" tanya luhan sambil memiringkan kepalanya kea rah sehun yang membuat semua orang yang melihatnya nampak gemas dan terkikik
"nde" ucap sehun
.
.
Baekhyun nampak tengah menunggu chanyeol di taman deket kantornya sudah tiga puluh menit baekhyun menunggu di kursi taman, sesekali baekhyun melihat ponselnya namun tetap sama hanya menampilkan wajahnya dan chanyeol dengan v sign keduanya
"aishh kemana park dobi itu, bilangnya jam sebelas sekarang sudah hampir jam makan siang" gerutu baekhyun sambil kembali membuka lock screen ponselnya
"aishhh akan aku cincang dia"
"siapa yang akan kau cincang?" tanya suara dibelakang baekhyun membuatnya sedikit terperanjak namun saat mengenali suara dibelakangnya baekhyun tetap menatap ke depan dengan wajah yang sudah di tekuk
"YAK!" teriak baekhyun saat merasakan sesuatu yang dingin mengenai pipinya dengan segera dia menengok ke sampingnya dimana chanyeol duduk disebelahnya sambil memegang es krim berwarna merah jambu
"aishhh" ucap baekhyun sambil mengusap pipinya
"mian chagi" ucap chanyeol mendekati baekhyun yang masih menekuk wajahnya
"jangan dekat-dekat" ucap baekhyun ketus
"baiklah aku minta maaf karena aku telat sungguh tadi mendadak ada klien yang mengajak kera sama jadi aku telat hmmm" ucap chanyeol sambil menyodorkan eskris rasa strawberry di depan baekhyun
"hmmm baiklah" ucap baekhyun langsung mengambil eskrim di tangan chanyeol dan langsung memakannya, chanyeol yang ada disampingnya terkekh dan langsung merangkul pundak baekhyun
"saranghae" ucap chanyeol sambil mencium pucuk kepala baekhyun
"nado" balas baekhyun lalu kembali menikmati eskrimnya
.
.
.
Hari ini luhan dan sehun tengah mengantarkan mama dan nenek luhan untuk pulang ke cina
"mama" rajuk luhan sambil menggelayut di tangan mamanya
"sudah lah lu kau kan sudah menikah masa masih seperti itu" ucap nenek luhan yang duduk di samping mama luhan
"nenek aku kan masih kangen" ucap luhan
"kamu tidak malu sama suamimu eoh?" goda mama luhan yang membuat luhan semakin cemberut sampai akhirnya terdengar pemberitahuan untuk pesawat yang akan membawa mama luhan ke cina akan segera berangkat
"hati-hati mama" ucap luhan lalu memeluknya
"nde kau juga jadilah istri yang baik hmm?"
"nde" lalu luhan melepaskan pelukannya dan memeluk sang nenek
Mama luhan menghampiri sehun yang berdiri di samping luhan lalu sehun menundukan tubuhnya dan memeluk mama mertuanya
"hati-hati mama" ucap sehun yang di balas tepukan pada punggungnya, lalu keduanya melepaskan pelukannya
"jaga luhanie nde sehun, mama titipkan padamu" ucap mama luhan
"nde mama sehun akan menjaganya dan selalu membahagiakannya dan kami akan sering mengunjungi mama dan nenek" ucap sehun
"terima kasih" ucap mama luhan lalu kembali menatap luhan
"mama pergi ya lu"
"nde mah" ucap luhan lalu mama dan nenek luhan berjalan menuju pesawat meninggalkan luhan yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca sehun yang menyadari istrinya hanya diam lantan melihat kea rah luhan lalu sedikit tersenyum saat melihat luhan tengah menahan air matanya
Grep
Sehun merangkul luhan dan mengelus pundak luhan untuk menenangkan rusa mungilnya
"hiks hiks mama" tangis luhan akhirnya pecah saat merasakan elusan di bahunya luhan menyandarkan kepalanya di dada bidang sehun
"ssst sudah lu nanti kita akan berkunjung arra" ucap sehun yang diangguki oleh luhan.
Setelah pesawat mama luhan berangkat sehun dan luhan pun meninggalkan bandara dan kembali menuju rumah mereka.
.
.
Saat ini luhan tengah berbaring di atas ranjangnya dengan punggung menyandar pada kepala ranjang dengan buku di tangannya menunggu sehun yang tengah membersihkan diri di kamar mandi
Cklek
Pintu kamar mandi terbuka menampilkan sehun dengan piyama berwarna biru yang senada dengan luhan. Sehun menyampirkan handuknya di samping pintu lalu menghampiri luhan yang nampak asik membaca
"apa buku itu lebih menarik dari pada aku?" tanya sehun sambil merebahkan tubuhnya di samping luhan
"oh kau sudah selesai" tanya luhan yang nampak kaget mendengar suara sehun lalu meletakan buku yang dipegangnya di atas nakas di sampingnya
"hmmm kau bahkan tidak menyadari aku dari tadi" ucap sehun sambil merebahkan kepalanya di paha luhan
"mian aku terlalu asik" ucap luhan sambil mengusap kepala sehun membuat sehun menutup mata nampak menikmati remasan tangan luhan di rambutnya, keheningan nampak terjadi di antara sehun dan luhan sampai akhirnya sehun kembali buka suara
"lu"
"hmmm"
"lusa kita akan ke new York" ucap sehun
"oh untuk apa?kau ada bisnis disana?" tanya luhan bingung lalu menghentikan pijatannya di kepala sehun
"ani, kita akan berbulan madu" ucap sehun santai lalu menarik tangan luhan untuk melanjutkan kegiatannya
"MWOOOO?" tanya luhan
"aishh jangan berteriak"
"weoo kenapa mendadak dan kenapa kau memutuskannya sendiri" ucap luhan membuat sehun bangkit dari posisinya dan duduk di samping luhan
"weo kau tidak suka?aku sengaja ingin memberikanmu surprise" ucap sehun
"bu bukan begitu hanya saja apa kita ke New York? Nampaknya aku bermimpi" ucap luhan dengan wajah mong nya membuat sehun terkekeh geli
"aishh aku kira kau tidak suka" ucap sehun sambil menyentil hidung luhan
"anio aku hanya kaget gomawo hunnie" ucap luhan malu-malu
"saranghae" ucap sehun membuat luhan mendongakan kepalanya
"nado" balasnya dengan senyuman di wajahnya dan entah siapa yang memulai kini wajah keduanya semakin mendekat sampai akhirnya luhan memejamkan matanya saat dirasakan nafas sehun menerpa permukaan wajahnya dan tanpa menunggu lama luhan merasakan benda kenyal yang menekan bibirnya sampai akhirnya lumatan-lumatan dan hisapan halus dirasakan luhan
"saranghae" ucap sehun di depan bibir luhan dan belum sempat luhan memblasanya sehun kembali menyantap bibir luhan yang dib alas oleh luhan dan tanpa luhan sadari sehun mendorong tubuhnya sampai akhirnya luhan terbaring dengan sehun berada di atasnya
"bolehkan mala mini lu?" tanya sehun saat melepaskan tautan bibirnya
Luhan tersennyum lalu tangannya mengelus rahang sehun
"aku milikmu" ucap luhan yang membuat sehun mengembangkan senyumnya dan tanpa menunggu lama langsung melakukan serangan pada tubuh luhan dan mala mini kembali terdengar desahan dan erangan nikmat dari kamar pengantin baru ini.
.
.
.
Sehun tengah menuju ruangan suho yang berada di satu lantai di atas ruangannya, setelah pintu lift terbuka sehun langsung menuju ruangannya
"sehun sajangnim" ucap sekertaris suho yang ada di depan ruangan suho
"oh suho sajangnim ada?" tanya sehun
"nde di-" belum sempat sang sekertaris menyelesaikan ucapannya sehun sudah lebih dulu menuju pintu dan membukanya tanpa mengetuk terlebih dahulu
"ya ampun hyung"
.
.
Sementara itu di dalam ruangan suho nampak tengah menahan yixing yang saat ini berada di atas pangkuannya
"aishh ho-ya lepaskan ini di kantor" ucap yixing sambil menggerakan badannya tidak nyaman
"biarkan saja tidak aka nada yang masuk" ucap suho
"yak aku kesini untuk meminta tanda tanganmu bukan untuk berduaan denganmu" ucap yixing marah
"tapi aku merindukanmu xing xing" ucap suho manja yang membuat yixing memutar matanya jengah
"lepaskan atau-"
"ya ampun hyung"
Belum sempat yixing mengancam suho pintu ruangan suho terbuka dan terdengar gelegar suara sehun dari luar membuat yixing langsung mendorong suho dan bangkit dari pangkuannya
"aishh aku bilang juga apa" desis yixing membuat suho melirik sehun tajam
"yak apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu" ucap suho
"yak kenapa hyung tidak mengunci pintu untung aku yang masuk bukan orang lain" ucap sehun santai sambil berjalan kea rah suho dan yixing yang berdiri di sebelahnya sambil menundukan kepalanya menutupi wajahnya yang memerah
"eiyy noona tidak usah malu aku tahu ko hyungku memang mesum" ucap sehun semakin membuat yixing makin menudnukan kepalanya
"aishh kalian ini, aku pergi" ucap yixing langsung berlari menuju pintu tanpa melihat sehun dan suho
"yah xing-ah aku akan menghubungimu" ucap suho sebelum yixing menghilang di balik pintu
Sehun terkikik geli melihat kelakuan calon kakak iparnya tersebut
"yak berhenti tertawa dan kenapa kau datang di saat yang tidak tepat" ucap suho
"aishh dasar hyung mesum di kantor saja kau masih mencari kesempatan" cibir sehun
"yak itu karena kau menempatkan yixing sebagai manajer artis jadi membuat aku susah bertemu dengannya"
"ahh mianhae hyung" ucap sehun sambil terkekik kembali
"sudahlah ada apa kau kemari" ucap suho
"ini" sehun menyodorkan kertas membuat suho mengernyitkan keningnya
"apa ini?" tanyanya sambil membuka kertas tersebut lalu tidak lama suho kembali berteriak di depan sehun
"he?yak oh sehun jangan seenaknya kau ini" ucap suho
"aishh ayolah hyung semua pekerjaanku sudah selesai dan aku kan pengantin baru jadi aku butuh honeymooan hanya satu minggu aku meminta cuti" ucap sehun memelas
"yak seharusnya kau mengajukan ini jauh-jauh hari kenapa kau mengajukan di saat kau besok akan berangkat"
"mian hyung" kekeh sehun membuat suho memijit keningnya
"dasar adik durhaka" ucap suho
"ahhh gomawo hyung" ucap sehun tidak memperdulikan gerutuan hyungnya
.
.
.
Sehun dan luhan tengah berada di dalam pesawat yang akan membawa mereka ke New York luhan nampak tertidur dengan meletakan kepalanya di dada sehun dan sehun meletakan kepalanya di atas pucuk kepala luhan dengan tangan yang merangkul luhan, setelah mendengar pengumuman bahwa pesawat akan segera sampai sehun bangun terlebih dahulu sehun melirik luhan yang masih betah memejamkan matanya sampai seorang pramugari tersenyum ke arahnya saat dia tengah melewatinya
"lu baby bangun chagi" ucap sehun pelan sambil mengelus pipi luhan membuatnya ngerasa terganggu dan menggerakan badannya
"euung sudah sampai hunnie" tanya luhan sambil menggerakan badannya dan mengucek matanya
Cup
Sehun mengecup bibir luhan yang membuat sang empunya langsung melotot
"yak hunnie" ucap luhan sambil memukul lengan sehun lalu memalingkan wajahnya menatap gumpalan awan disampingnya
.
.
Setelah menghabiskan waktu berjam-jam saat ini sehun dan luhan sudah sampai di salah satu penginapan yang berada di pinggir pantai, sehun sengaja menyewa tempat ini karena memang ini adalah tempat khusus untuk honeymoon
"ahhhh akhirnya" ucap luhan sambil menjatuhkan tubuhnya di atas kasur king size di ruangan tersebut sedangkan sehun hanya tersenyum melihat kelakuan absurd istrinya tersebut. Sehun meletakan barang bawaan mereka di samping kasur lalu dengan jahilnya sehun menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh luhan yang tengah terlentang dengan mata tertutup
"owww, yak berat" ucap luhan sambil memukul punggung sehun, namun bukannya bangun sehun malah menggulingkan tubuhnya sekaligus merangkuh tubuh luhan sehingga kini luhan berada di atasnya
"aku seperti bermimpi" ucap sehun sambil memandang luhan yang berada di diatasnya dengan rambut yang ikut turun menghalangi wajah sehun dan luhan.
Sehun menyelipkan rambut luhan kebelakang telinganya membuat luhan merona di perlakukan seperti itu
"sehunie aku berat" ucap luhan mencoba berdiri namun kembali sehun merangkuh pinggang luhan dan membuat luhan kembali terjatuh di atasnya
"biarkan seperti ini lu, aku sungguh tidak membayangkan akan seperti ini" ucap sehun sambil memandang luhan begitupun dengan luhan
"nado" keduanya nampak tersenyum bahagia dan luhan langsung menidurkan kepalanya di atas dada sehun menikmati dentuman jantung sehun di telinganya.
.
.
"apa yang akan kita lakukan?" tanya luhan setelah selesai merapikan barang bawaanya dan duduk di samping sehun yang tengah menonton televise
"kita akan makan malam diluar dan kita akan jalan-jalan menikmati pantai pada malam hari"
"eummm sepertinya menyenangkan" ucap luhan antusias
"ah kajja" kata sehun sambil berdiri dan menyodorkan tangannya di depan luhan yang langsung di sambut dengan senang hati
Mereka berdua menikmati indahnya pulau ini dengan sangat romantic dari makan malam special sampai saat ini dimana sehun tengah menggandeng tangan luhan dan keduanya nampak menikmati suasana pantai pada malam hari
"hunnie dingin" ucap luhan saat angin menerpa kulitnya, sehun menengokan kepalanya lalu merangkuh luhan ke dalam pelukannya
"kajja kita kembali ke kamar nampaknya angin semakin kencang" ucap sehun yang diangguki oleh luhan
Sehun tengah duduk di sofa setelah membersihkan dirinya menunggu luhan yang masih berada di dalam kamar mandi
Cklek
Pintu kamar mandi terbuka menampilkan luhan yang hanya mengenakan handuk yang menutupi dada sampai sebatas pahanya saja yang memperlihatkan kulit mulus luhan
Sehun yang melihatnya nampak menelan ludahnya susah payah walaupun ini bukan pertama kalinya sehun melihat tubuh luhan namun tetap saja sehun nampak tergoda. Lain halnya dengan sehun yang tengah memikirkan hal aneh luhan dengan tampang polosnya melenggang menghampiri koper yang ada di dekat lemari lalu berjongkok mengambil baju tidurnya. Setelah mendapatkannya luhan berdiri dan hendak kembali ke kamar mandi namun saat itu pula sehun sudah berdiri di belakangnya dan langsung memeluknya
"yak"
"mau kemana baby" ucap sehun seduktif di telinga luhan
"eunggg, hunnie"
"tidak perlu ganti baju karena itu semua percuma" ucap sehun langsung membalikan tubuh luhan dan dengan secepat kilat menyambar bibir luhan lumat hisap dan tarik sehun mencium luhan dengan penuh sensual dan nafsu yang nampak sudah membuatnya gila dengan keahlian sehun luhan akhirnya terbuai dan tanpa disadarinya baju yang tengah di genggamnya terjatuh dan luhan langsung melingkarkan tangannya di leher sehun
Keduanya berjalan menuju ranjang tanpa melepaskan tautan bibir mereka sampai akhirnya hanya erangan dan desahan yang terdengar di kamar tersebut, nampaknya bulan madu mereka nampak berjalan dengan lancar.
.
.
Yixing tengah libur dari pekerjaannya dan tengah digantikan oleh manajer lainnya saat ini yixing tengah menunggu suho yang mengajaknya makan malam di salah satu kafe favorit mereka, sudah hampir tiga puluh menit yixing menunggu namun belum ada tanda-tanda akan adanya suhu
"aishhh kemana sih dia" gerutu yixing sambil menempelkan ponselnya di telinganya namun sama seperti tadi suho tidak mengangkat panggilannya
"aishh menye-"
Ctik
Belum sempat yixing menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja lampu kafe padam dan tak berapa lama terlihat satu lampu yang nampak menyoroti seseorang yang berada di tengah-tengah kafe tersebut. Yixing nampak memperhatikan sosok yang membelakanginya namun sesaat kemudian matanya membulat saat tahu siapa orang tersebut bebarengan dengan suho yang membalikan tubuhnya dan berjalan pelan kea rah yixing dengan memegang sebuket bunga mawar merah.
Yixing menatap suho tanpa berkedip sampai akhirnya suho berdiri di hadapannya dengan menampilkan senyuman angelicnya, suho mensejajarkan tubuhnya dengan yixing lalu menyerahkan bunga tersebut ke depan yixing
"xing-ah, aku tahu aku bukanlah lelaki sempurna untukmu, aku juga tahu aku mungkin terlalu sering menyakitimu namun kau harus selalu tahu dan percaya bahwa aku selalu mencintaimu dan saat ini ingin mengatakan WILL YOU MARRY ME?" ucap suho penuh keyakinan menatap mata yixing yang membuat Susana kafe nampak sedikit riuh saat melihat moment romantic di depannya
Yixing nampak terdiam di tempatnya pandangan matanya tidak pernah lepas dari suho sampai akhirnya tanpa disadari yixing menangis dan langsung memeluk suho yang posisinya sejajar dnegannya
"hiks hiks yes I do suho-ya" ucap yixing di tengah isakannya membuat suho menyunggingkan senyumnya dan memeluk erat yixing dan saat itu juga lampu kafe menyala dan riuh tepuk tangan dari para pengunjung kafe lainnya menyadarkan yixing dan langsung melepaskan pelukannya
"gomawo" ucap suho setelah berdiri dan duduk di samping yixing lalu menghapus air mata yixing
"wo ai ni" ucap suho kembali yang langsung di balas pelukan hangat oleh yixing.
.
.
.
Sudah sekitar satu minggu luhan dan sehun kembali dari acara bulan madu mereka dan kepulangan mereka di kagetkan dengan kabar akan pernikahan suho dan yixing yang akan diadakan sekitar satu minggu lagi, chanyeol dan baekhyun yang semakin menunjukan kasih sayang mereka kai yang masih berusaha mendekati kyungsoo dan kris yang nampak semakin dekat dengan model cantik berbiri kucing huang zitao.
Saat ini luhan tengah membantu yixing menyiapkan acara pernikahannya bagaimanapun yixing adalah sahabatnya yang sangat dekat bersama baekhyun dan saat ini luhan tengah membatu yixing melihat gereja yang akan menjadi tempat pengucapan janji yixing dan suho
"lu kau nampak pucat" ucap yixing
"ah mungkin aku hanya kelelahan, sudah beberapa hari ini aku memang tidak enak badan" ucap luhan sambil berjalan melihat gereja
"apa kau sudah ke dokter?aku tidak mau kalau sampai kau sakit di acara pernikahanku"ucap yixing
"aigoo tidak akan aku jamin" ucap luhan namun wajah luhan menyiratkan perbedaan dengan ucapannya luhan nampak semakin pucat dan keringat nampak mulai membanjiri wajahnya sampai akhirnya luhan tidak mampu menopang tubuhnya dan pandangannya mulai mengabur
Bruk
Luhan terjatuh mmebuat yixing yang berada di sebelahnya nampak kaget dan histeris
.
.
Tap tap tap
Sehun nampak berlari di koridor rumah sakit diikuti oleh chanyeol dan suho dibelakangnya, setelah mendapat telpon dari yixing kalau luhan pingsan dan berada di rumah sakit sehun yang memang saat itu tengah berdiskusi dengan chanyeol dan suho langsung bangkit dan pergi meninggalkan kedua hyungnya namun belum sempat sehun keluar ruangannya suho sudah mencegahnya dan menanyakan apa yang terjadi dan saat tahu apa yang terjadi suho dan chanyeol langsung mengikuti sehun menuju rumah sakit
"noona bagaimana luhan?" tanya sehun saat sudah tiba di depan yixing
"oh hunnie luhan masih di dalam" ucap yixing nampak bersalah membuat suho yang berada di depannya lansung merangkuh yixing ke dalam pelukanya
"Aku takut lulu kenapa-napa hiks" ucap yixing di dalam pelukan suho
"sssttt gwenchana mungkin luhan hanya kelelahan" ucap suho menenangkan
Clek
"bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya sehun saat pintu ruangan luhan terbuka
"oh anda suaminya?"
"nde"
"selamat istri anda tengah hamil sekitar dua minggu, janinnya sehat namun sepertinya istri anda terlalu kelelahan makanya dia pingsan" jelas sang dokter dan sehun hanya diam tidak menanggapi ucapan sang dokter. Melihat keadaan sehun yang hanya diam chanyeol berniat menyadarkannya namun belum sempat chanyeol mengeluarkan suaranya sehun sudah lebih dulu melesat ke dalam ruangan luhan menyebabkan orang yang melihatnya hanya tertawa geli
"hiks hiks hannie akan menjadi ibu" ucap yixing
"nde dan kaupun akan segera menyusul"ucap suho lalu mengeratkan rangkulannya
.
.
"lu"sehun berjalan menghampiri luhan yang tengah berbaring sambil menatap ke luar jendeladan saat mendengar sehun memanggilnya luhan pun menengokan kepalanya
"hunnie" lirih luhan dan dengan segera sehun merangkuh tubuh luhan sambil menhujani luhan dengan ciuman di kepalanya sambil mengucapkan kata terima kasih
"hunnie weo?" tanya luhan heran
"lu gomawo kau kau akan segera menjadi ibu" ucap sehun membuat luhan terdiam dan tanpa disadari airmata mengalir di matanya dan sebelah tangannya mengelus perutnya yang masih rata
"hikss jinja?"
"nde disini ada buah hati kita dan kita akan menjadi appa dan omma" ucap sehun sambil meletakan tangannya di atas tangan luhan yang tengah memegang perutnya.
Pemandangan penuh haru ini membuat semua orang yang melihatnya nampak menampilkan senyum bahagianya begitu pula dengan suho yixing dan chanyeol yang tengah melihat mereka di depan pintu.
.
.
.
Satu minggu telah berlalu dan kali ini di sebuah gereja nampak ramai dengan hiasan bunga mawar putih yang cukup indah. Di depan sana terlihat pasangan pengantin yang tengah mengucapkan janji suci mereka. suho dan yixing keduanya nampak bahagia saat ini karena bagaimanapun mereka akhirnya menikah dan menghilangkan ego dan salah paham yang telah mereka lalui beberapa tahun silam.
"aku bahagia hiks hiks" ucap baekhyun yang tengah duduk di samping chanyeol melihat sahabatnya akhirnya menikah
"jangan menangis baekki kau akan segera menyusul kedua sahabatmu" ucap chanyeol lalu merangkul baekhyun dan dib alas oleh baekhyun dengan melingkarkan tangannya di pinggang chanyeol
"eonni chukae" ucap kyungsoo menahan air mata yang saat ini tengah menganak sungai di matanya
"uljima" ucap kai yang tiba-tiba saja sudah ada di samping kyungsoo membuat kyungsoo menolehkan kepalanya dan mendengus sebal saat melihat kai di sampingnya
"kau nampak cantik" ucap kai
"jangan menggombal" ucap kyungsoo namun siapa sangka semburat merah nampak muncul di pipi gembul kyungsoo dan itu membuat kai tersenyum lalu tangannya meraih tangan kyungsoo dan menggenggamnya di belakang mereka, karena bagaimanapun kai tahu kyungsoo artis yang tengah naik daun dan kai sangat menjaga kyungsoo dari skandal apapun.
Lain halnya dengan dua pasangan tersebut luhan dan sehun berada di belakang chanbaek dan kaisoo luhan nampak tersenyum saat melihat kedua sahabatnya dengan pasangan masing-masing yang nampak menyayangi mereka dan luhan juga nampak bahagia melihat adik kesayangannya tengah merona hebat oleh seorang pria yang berada di sampingnya
Grep
Sehun melingkarkan tangannya di pundak luhan membuat luhan menengokan kepalanya
"kau bahagia?" tanya sehun
"hmmm sangat semuanya nampak bahagia, gomawo hunnie" ucap luhan
"hmmm aku juga sangat bahagia dan aku beruntung memiliki wanita secantik dan sebaik dirimu saranghae" ucap sehun menatap mata rusa luhan yang nampak berbinar
"nado" balas luhan dan dengan cepat sehun meletakan bibirnya di atas bibir luhan keduanya nampak menikmati ciuman penuh cinta dan perasaan yang menyiratkan betapa mereka saling mencintai dan sangat bahagia
Prok prok prok
Tepuk tangan meriah membuat luhan dan sehun melepaskan ciuman keduanya dan pandangannya mengarah ke depan altar dimana suho tengah mencium yixing
"aku bahagia, gomawo saranghae" ucap luhan memandang sehun
"saranghae" ucap sehun lalu mencium kening luhan dan setelahnya mereka kembali menatap ke depan dengan sehun yang semakin mengeratkan rangkulannya dan luhan yang menyelipkan kedua tangannya di pinggang sehun
"aku tidak pernah menyangka bahwa orang yang selama ini aku anggap menyebalkan akan menjadi seseorang yang penting dan berharga dalam hidupku. Gomawo nan saranghae oh sehun"- Oh Luhan
END
Anyyeong saya kembali dan membawa ending dari FF ini, mian kalau endingnya ga sesuai harapan dan nampak geje dengan alur yang berantakan dan isi yang kesana-kesini.
Tapi bagaimanapun saya sudah melunasi hutang FF saya dan terima kasih buat semua reader yang udah FAV FOLL dan terutama REVIEWWWW
Jangan lupa buat reviewnya anyyeong
Selamat menjalankan ibadah puasa
See you next project
HunHan Story
