Matsuri tidak perlu lagi bekerja di rumah Gaara tapi ia bekerja paruh waktu di restoran kecil dekat rumahnya meski Gaara tidak setuju. Matsuri mengatakan bahwa ia tidak mau bergantung pada keluarga Gaara lagi. Meski begitu, ia tidak menolak jika harus memasak untuk keluarga itu dan hal itu berlanjut saat Gaara kuliah di fakultas Kedokteran Suna University 7 bulan setelahnya. Pertunangan mereka berlangsung saat Gaara lulus menjadi dokter dan Matsuri dalam tahap tugas akhir.
Matsuri tengah merancang gaun pengantin dari seseorang yang misterius. Ia ingin agar gaun pengantinnya itu tampak cantik dengan pengantin wanitanya. Masalahnya adalah pasangan pengantin itu tidak pernah menampakkan dirinya. Pesan itu hanya mengatakan jika seandainya ia yang menikah. Matsuri memberikan hasil terbaiknya dan gaun itu jadi dalam waktu beberapa bulan. Gaun itu tampak cantik dengan bordir yang tidak terlalu ramai. Ia lalu diminta untuk mengantarkan gaun itu ke sebuah gedung gereja jam 7 pagi tepat. Saat ia mengantar, Temari yang sudah berpakaian cantik dengan gaun hitamnya segera menyeret Matsuri masuk tanpa berkata apa-apa. Matsuri berontak tapi Temari malah mengatakan ini semua demi Gaara. Apa maksudnya? Yang lebih kaget ia harus memakai gaun tersebut lengkap dengan tiara cantik warisan keluarga Sabaku.
Yang lebih mengagetkan, saat ia keluar. Ayah Gaara menunggunya dan mengapit tangannya dan membawanya berjalan di altar untuk bertemu Gaara. Matsuri tidak menyangka, ini adalah hari pernikahannya. Gaara tersenyum tipis melihat mempelainya terharu. Mereka mengucap janji dan Gaara menyapu air mata Matsuri sebelum mencium kening Matsuri. "Daisuki yo" dan melanjutkan mencium pipi Matsuri. Matsuri terbelalak, tapi suaminya malah berkata, "Jika dulu kau melakukan ini dan meminta maaf padaku, sekarang aku tidak meminta maaf tapi bersiaplah malam nanti istriku"sambil mengedipkan matanya. Matsuri tersipu malu.
Hinata dan Naruto menikah setelah Naruto bekerja untuk membantu sang ayah membangun kantor cabang perusahaan yang hampir bangkrut. Tentu saja, hal itu dilakukan karena Hiashi masih tidak percaya dengan usaha Naruto, hingga ia melihat sendiri anak Minato itu bekerja di lapangan. Hinata menjadi pengacara kantor Naruto dan dengan setia membantu suaminya bekerja. Ah, makin lama Naruto makin sayang padanya.
"Hime kau makin cantik kalo hamil begini"sahut Naruto genit. Muka Hinata merah, "Naruto-kun". Naruto langsung cepat-cepat berkata, "Hime, jangan pingsan dong….aku sayang sama Hinata"sahutnya sambil memeluk Hinata. "Terima kasih sudah mau bertahan bersamaku…."sahutnya sambil mengelus perut Hinata yang membesar. Ugh. Hinata merasa sakit. "Naruto-kun sakit." Naruto melirik ke bawah, "HImeee…ketubanmu pecah….Tolong fuh…fuhh tarik napas, aku akan mengantarmu Hime". Sesampai di ruang persalinan, Naruto pingsan duluan setelah melihat kepala anaknya mulai keluar dari bagian bawah Hinata. Hinata tersenyum geli, ia mencium anak laki-laki yang diberi nama Bolt itu. "Papamu pasti senang melihatmu sayang, tapi papamu pingsan saat melihat kau keluar tadi…hihihi, padahal biasanya aku yang pingsan saat dekat papamu sekarang malah terbalik. hihihi"
TAMAT
[omake Neji-Tenten]
Neji dan Tenten menikah lebih dahulu dari mereka dan tetap saja bertengkar dan karena itu mereka belum punya anak. Hingga lagi-lagi metode janji Hyuuga dilakukan dan wolla, Tenten melahirkan anak kembar dan kesal pada Neji. Liat saja kini Neji tengah mengecup leher Tenten yang tengah memasak, "Neji hentikan! Aku sedang memasak..". Pria itu hanya berdehem, "Hn, lanjutkan saja"tapi Neji terus memeluk Tenten. Tenten lalu berbalik dan memandang kesal padanya, "Ih, kau ini posesif sekali sih? Liat tuh gara-gara kau, kita punya anak kembar". Neji mengerutkan keningnya, "Kenapa? Padahal aku ingin kesebelasan". Tenten melotot, "Apa?!". Neji Tertawa, "Bercanda…salah sendiri kau menantangku berkelahi dulu, coba kalo gak. Aku gak bakal jatuh cinta padamu tahu". Tenten tersenyum, "Ai shiteru, Neji.". Neji berbisik, "Kalo begitu ayo ke kamar…"sahutnya sambil menggendong Tenten yang berontak.
