Unforgiven Hero

Remake

gyumingracle present

Cast; Kyuhyun, Sungmin, Victoria, etc.

Pair; Kyumin.

Rate; M

Genre; Romance, Drama.

Disclaimer; Semua alur milik cerita ini adalah milik Shanty Agatha. Saya hanya mengubah nama tokoh.

Summary; Awalnya rasa ini adalah rasa tanggung jawab, namun semakin lama rasa ini malah menjadi rasa obsesi.

Warning; Genderswitch. Typo(s). D l l.

...

...

...

DLDR. RNR.

...

Sungmin melangkahkan kakinya menuju asrama tempat dia tinggal dulu. Dia tidak tahu harus kemana. Asrama inilah satu-satunya rumahnya selama ini. Mungkin dia akan meminta tolong kepada Leeteuk Ahjumma untuk menampungnya selama beberapa saat. Sebelum dia bisa mengatur kehidupannya dan pergi ke tempat sejauh mungkin, yang tidak bisa ditemukan oleh Kyuhyun. Dengan hati-hati dia mengetuk pintunya, berharap Leeteuk Ahjumma ada di rumah dan tidak sedang keluar.

Pintu itu terbuka, Leeteuk Ahjumma sendiri yang membukanya.

"Sungmin? Pagi sekali kau datang. Ayo masuk." Perempuan itu menoleh ke belakang Sungmin. "Di mana suamimu? Katanya kalian akan datang berdua?"

Air mata langsung mengalir deras dari sudut mata Sungmin ketika mendengar Leeteuk Ahjumma menyebut Kyuhyun sebagai 'suaminya', dia menangis terisak-isak membuat Leeteuk Ahjumma menatapnya bingung.

"Oh, Astaga, Sungmin. Kau kenapa? Kau sakit, sayang? Kenapa kau menangis? Apa yang terjadi kepadamu?"

Sungmin mengusap air matanya, menatap Leeteuk Ahjumma dengan sedih.

"Aku dibohongi Kyuhyun, Eomma. Semua yang dia lakukan, semuanya palsu. Hiks. Dia... Dia adalah lelaki yang membunuh ayah saya." Tangis Sungmin makin keras, membuat tubuhnya limbung dan Leeteuk Ahjumma langsung memeluknya, mengusap punggungnya menghibur.

"Astaga. Sudah, jangan menangis. Jangan pikirkan semua hal dengan emosi, kau tidak akan menemukan jalan keluar." Hibur Leeteuk Ahjumma dengan lembut, menunggu sampai isakan histeris Sungmin berubah menjadi isakan pelan.

Setelah isakan Sungmin mereda dan sedikit tenang, Leeteuk Ahjumma menghela Sungmin ke kamar yang selama ini ditempatinya.

"Istirahatlah dulu. Tenangkan pikiranmu. Kamarmu masih sama seperti saat kau tinggalkan dulu. Tenangkan pikiranmu dulu, ya. Pikirkan semuanya baik-baik." Leeteuk Ahjumma mengantarkan Sungmin masuk kamar dan membantunya berbaring. "Nanti Eomma akan mengantarkan segelas teh panas ke kamarmu." gumamnya sebelum menyelimuti Sungmin dan melangkah pergi keluar kamar.

-oOo-

Kyuhyun sedang menyetir tanpa arah, mencari Sungmin yang tidak bisa ditemukannya. Dia teringat pada asrama itu, dan menyadari bahwa Sungmin belum mengetahui hubungan Kyuhyun dengan Leeteuk Ahjumma. Kemungkinan besar Sungmin pulang ke asramanya dulu. Kyuhyun memutar balik arah mobilnya hendak menuju asrama ketika ponselnya berdering.

"Sungmin ada di sini." Suara Leeteuk Ahjumma yang lembut terdengar di seberang sana. Dan mata Kyuhyun terpejam sejenak, merasakan kelegaan mengaliri tubuhnya mendengar informasi yang diterimanya. Tadi dia sudah cemas luar biasa. Pikirannya dipenuhi dengan pemikiran-pemikiran negatif, takut kalau Sungmin nekad dan melakukan sesuatu di luar akal sehatnya. Mengetahui kalau Sungmin sudah aman di asrama sungguh melegakannya.

"Apakah dia baik-baik saja, Ahjumma?"

"Dia datang dan menangis, Ahjumma sudah menenangkannya dan sekarang dia beristirahat di kamarnya. Dia sudah tahu semuanya."

"Sebuah insiden membuatnya mengetahui semuanya, dan Sungmin salah paham, mengira saya menipunya, karena dia mengetahui semuanya bukan dari saya." Kyuhyun menjelaskan dengan singkat kepada Leeteuk Ahjumma, lalu makin mempercepat laju mobilnya. "Saya akan segera datang untuk menjemputnya."

"Menurut Ahjumma jangan dulu." Leeteuk Ahjumma berucap dengan hati-hati. "Dia masih sangat kalut dan emosional, Ahjumma takut kalau Tuan datang menjemputnya sekarang, itu akan mendorong Sungmin untuk kabur lagi. Lebih baik kita biarkan dia tenang dulu. Setelah dia tenang ibu akan mencoba mengajaknya berbicara. Baru setelah itu Tuan bisa datang kemari untuk menjemputnya."

Benak Kyuhyun menolak saran itu. Dia sudah tidak tahan ingin menemui Sungmin, menjelaskan kepadanya, kalau perlu mengguncang-guncangnya agar perempuan itu mau menerima penjelasannya. Dia tidak apa-apa dibenci Sungmin, dia tidak apa-apa kalau Sungmin tidak mau memaafkannya. Tetapi Kyuhyun tidak mau kalau Sungmin tidak mempercayai bahwa Kyuhyun sungguh-sungguh mencintainya. Untuk yang satu itu, Kyuhyun harus menjelaskannya kepada Sungmin, membuat perempuan itu percaya kepadanya.

Tetapi logikanya tahu bahwa saran Leeteuk Ahjumma ada benarnya juga. Sungmin tidak akan mau menerima penjelasannya kalau dia sedang kalut dan emosi. Percuma saja, Kyuhyun menjelaskan dengan cara apapun, Sungmin tidak akan mau mendengarnya. Dia harus menunggu Sungmin berkepala dingin, sehingga mereka bisa berdiskusi dan tidak saling melemparkan kemarahan dan perdebatan satu sama lain.

Kyuhyun berharap dia masih punya kesempatan. Kesempatan menjelaskan kepada Sungmin, kesempatan untuk didengarkan. Dan untuk yang satu itu, Kyuhyun rela menunggu.

"Baik, Ahjumma. Saya akan menunggu. Tolong kabari saya kalau Sungmin sudah siap untuk saya jemput." Lelaki itu menghela napas panjang, lalu menegarkan hatinya, dan memutar balik kembali mobilnya. Pulang ke arah rumahnya. Dia akan menunggu. Dan semoga penantiannya ini berujung bahagia.

-oOo-

Sungmin duduk di dalam kamarnya dan menghitung-hitung. Tabungannya lebih daripada cukup untuk memulai hidup baru. Selama ini dia selalu menabung, sejak mahasiswa dan bekerja sambilan dia selalu menyimpan uangnya dengan hati-hati sedikit demi sedikit. Beruntung dia bisa mendapatkan beasiswa untuk sekolahnya, dan beberapa keberuntungan lainnya, sehingga pada akhirnya Sungmin bisa menabung sampai mencapai jumlah uang yang cukup.

Sudah mantapkah dia? Sungmin membatin dalam hatinya, menanyakan pertanyaan itu kepada dirinya sendiri. Sudah mantapkah dia melangkah menjauh dan tidak menoleh lagi? Meninggalkan semuanya?

Kenangan itu masih terpatri jelas di benaknya, silih berganti muncul meskipun Sungmin berusaha mengusirnya. Kenangan tentang Kyuhyun. Senyumannya, kata-kata menggodanya, bisikan penuh gairahnya. Semua tentang Cho Kyuhyun yang dicintainya. Bisakah dia hidup dengan pengetahuan bahwa dia telah membuang semua itu? Mampukah dia?

Tetapi Cho Kyuhyun bagaimanapun juga, adalah pembunuh ayahnya. Lelaki itu adalah lelaki yang pernah membuat Sungmin berjanji tidak akan pernah memaafkannya.

Kepalanya terasa pening dan dia memijat pelipisnya kebingungan. Ah. Ya Tuhan, kenapa cinta bisa menjadi begini rumit? Kenapa dia tidak bisa seperti orang-orang biasa, yang berpacaran, menikah lalu hidup bahagia?

Pintu kamarnya tiba-tiba diketuk pelan, suara Leeteuk Ahjumma memanggil di sana.

"Sungmin, kau sudah bangun?"

Sungmin sudah bangun sejak lama karena tidurnya dipenuhi mimpi buruk, dan dia sudah mandi.

"Sudah, Eomma." Sungmin membuka pintunya untuk Leeteuk Ahjumma dan tersenyum. "Maaf untuk kelakuanku tadi, Eomma."

Ibu Leeteuk tersenyum pengertian. "Tidak apa-apa nak. Eomma mengerti perasaanmu. Mungkin nanti setelah kau lebih tenang, kita bisa berbicara. Tapi sekarang ada tamu untukmu."

Sungmin langsung menegang. Kyuhyun? Bodohnya dia. Kyuhyun pasti tahu kalau dia kabur ke asrama ini, memangnya Sungmin mau kemana lagi? Tetapi Sungmin tidak siap bertemu Kyuhyun. Dia masih marah, dia benci. Lagipula Sungmin sudah menyiapkan hati untuk meninggalkan Kyuhyun dan tidak akan bertemu dengannya lagi.

"Kalau tamunya Kyuhyun, aku tidak mau menemuinya." Sungmin berbisik lirik, panik. "Tolong ibu, aku tidak mau..."

Ibu Leeteuk menggeleng, tersenyum lembut kepada Sungmin, "Bukan Sungmin, tamunya perempuan."

-oOo-

Begitu melihatnya Sungmin langsung tahu siapa perempuan itu. Perempuan Spanyol dengan tubuh yang indah dan kecantikan eksotis yang luar biasa, tetap cantik meskipun usianya sudah separuh baya. Bentuk bibirnya yang seksi berpadu dengan hidung mancung khasnya, dan mata lebar seperti kijang yang luar biasa cantik.

Perempuan ini adalah Eomma Kyuhyun.

"Kita belum berkenalan." Heechul berdiri dari kursi ruang tamu asrama. "Aku Eomma Kyuhyun, kau bisa memanggilku Eomma, atau apapun yang membuatmu nyaman." Dia menatap wajah Sungmin dengan lembut. "Sangat disayangkan kita tidak bisa bertemu sebelum pernikahan kalian. Tetapi aku memberikan restu untuk kalian berdua."

Apa yang dilakukan Eomma Kyuhyun di sini? Apakah Kyuhyun mengirimkan mamanya untuk membujuknya?

Sungmin masih terpaku di ambang pintu ruang tamu sehingga Heechul mempersilahkannya duduk. "Maukah kau duduk, Sungmin? Aku harap kita bisa sedikit bercakap-cakap."

Bagai terhipnotis, Sungmin melangkah duduk di depan Heechul.

"Kalau kau bertanya-tanya, Kyuhyun tidak tahu kalau aku datang kemari, dia bahkan mungkin tidak tahu kalau aku sudah pulang dari China. Victoria meneleponku dan aku langsung mengambil penerbangan pertama untuk menemuimu."

Senyum Heechul mengingatkannya akan sebuah kenangan yang jauh di masa lalunya. Kenangan menyedihkan itu, sepuluh tahun yang lalu..

"Anda waktu itu datang ke pemakaman."

"Ya. Aku datang ke pemakaman, bersama suamiku. Kau mungkin membenci Kyuhyun karena dia tidak datang dan baru datang setelah beberapa lama. Aku minta maaf untuknya, Sungmin. Kyuhyun waktu itu terluka parah dan harus menjalani operasi Limfa."

Kyuhyun menjalani operasi? Itu informasi baru yang tidak pernah diketahuinya sebelumnya. Sungmin mengalihkan pandangan dan mencuri pandang ke arah wajah Heechul, dia masih ingat wajah itu, meskipun sekarang sudah ada tambahan guratan usia selama sepuluh tahun. Wajah itu masih tetap sama, dengan kecantikan eksotis yang tak mudah dilupakan.

Heechul datang bersama suaminya setelah pemakaman, menawarkan kepada Sungmin dan ibunya, apa yang mereka sebut sebagai uang permintaan maaf. Waktu itu ibunya menolaknya mentah-mentah dan melemparkan uang itu – dalam arti sebenarnya – kepada pasangan suami-istri itu. Pasangan itu akhirnya pergi dengan rasa malu.

"Kenangan kita di masa lalu tidak cukup menyenangkan, ya, Sungmin?" Heechul tersenyum, memahami apa yang ada di benak Sungmin. "Dan bahkan sekarangpun ketika diingat, hal itu masih terasa menyesakkan dada." Heechul menghela napas panjang. "Semua yang terjadi sebenarnya berawal dari kesalahan kami. Semua salahku dan Appa Kyuhyun yang membesarkan Kyuhyun tanpa kasih sayang. Kami berdua terlalu sibuk dengan urusan bisnis masing-masing, hingga kami melupakan bahwa kami memiliki anak yang membutuhkan perhatian." Mata Heechul berkaca-kaca. "Kami berusaha menggantikan perhatian dan kasih sayang itu dengan uang. Merasa bahwa itu semua sudah cukup. Tetapi Kyuhyun tumbuh menjadi seorang pemberontak, selalu membuat ulah, membuat masalah, yang pada akhirnya kami tahu, itu semua hanya untuk memancing perhatian kami."

Sungmin bisa membayangkan itu semua. Anak-anak keluarga kaya yang tidak pernah menerima kasih sayang orang tuanya, melarikan diri pada kenakalan-kenakalan yang merusak. Dia tumbuh di keluarga miskin harta, tetapi penuh kasih sayang. Dan dia mensyukurinya. Tanpa sadar dia merasa kasihan kepada Kyuhyun. Tumbuh dikelilingi harta tapi harus bebuat onar untuk mencari perhatian orang tuanya.

"Puncaknya malam itu, ketika polisi datang dan mengabari bahwa Kyuhyun mengalami kecelakaan, kondisinya kritis dan kami hampir kehilangannya. Pada saat kalut itulah kami menyadari bahwa kecelakaan itu telah menelan korban, seorang lelaki yang mungkin juga mempunyai keluarga." Heechul menatap Sungmin dengan sedih. "Kami semua menanggung rasa bersalah itu, Sungmin. Tetapi Kyuhyun yang paling berat menanggungnya."

Ketika Sungmin tidak berkata apa-apa, Heechul melanjutkan. "Ketika hari itu kau mengusirnya, mengatakan membencinya, mengatakan bahwa dia manusia yang tidak ada harganya. Kau sudah mengetuk nuraninya yang paling dalam. Sejak itu Kyuhyun berubah, dia menjadi pribadi yang bertanggungjawab, dia menjadi seseorang yang hidup dengan satu tujuan. Meskipun dia menjalani semuanya dengan penuh kepedihan." Mata Heechul mengerjap, menahan air matanya yang akan tumpah. "Kyuhyun telah menghukum dirinya sendiri setelah kejadian itu, Sungmin. Dia telah menerima hukumannya."

Sungmin memalingkan mukanya, tiba-tiba matanya terasa panas. Benarkah itu semua? Benarkah kejadian kecelakaan itu telah menggugah rasa bersalah Kyuhyun?

"Aku pikir sebenarnya yang diinginkan Kyuhyun adalah menjadi pahlawan untukmu. Menebus semua kesalahannya. Aku tidak bisa menjelaskan apapun kepadamu. Tetapi kau harus yakin, Sungmin. Bahwa semua yang dilakukan Kyuhyun kepadamu, itu karena dia mencintaimu." Heechul menyusut air matanya, kemudian beranjak berdiri. Sungmin mengikutinya berdiri.

"Aku harap kau mau mempertimbangkan semua kata-kataku tadi."

Sungmin mengernyit, mencoba bersuara meskipun tertahan. "Saya... Saya akan memikirkannya."

"Terima kasih, Sungmin." Dengan gerakan spontan, Heechul merengkuh Sungmin ke dalam pelukannya. "Aku sangat senang menerimamu sebagai menantuku."

Kemudian perempuan itu pergi. Meninggalkan aroma wangi vanilla yang sangat elegan di ruang tamu itu.

-oOo-

"Kau harus makan, Sungmin." Leeteuk Ahjumma meletakkan sepiring makanan yang masih panas di depan Sungmin. "Ayo, cobalah meskipun cuma beberapa suap saja."

Sungmin melirik makanan di piring itu. Makanan itu enak, dan kalau dia tidak sedang pusing. Aromanya yang wangi pasti akan bisa menerbitkan air liurnya. Tetapi saat itu Sungmin merasa pusing, dan tidak ingin makan. Tetapi dilihatnya Leeteuk Ahjumma menatapnya penuh harap, wanita yang sudah seperti ibunya ini tentunya sudah repot-repot memasakkan makanan ini untuknya. Sungmin tidak mau mengecewakannya.

Hanya demi menyenangkan Leeteuk Ahjumma, dia mengambil piring itu dan menyuap makanannya. Perutnya yang sudah seharian tidak diisi menyambutnya dengan rasa mual yang luar biasa. Tetapi Sungmin menahannya. Dia tetap menyantap makanan itu hingga empat suap, kemudian menyerah, menatap Leeteuk Ahjumma dengan tatapan menyesal.

"Maafkan aku, Eomma."

Leeteuk Ahjumma tersenyum dan mengangguk penuh pengertian. "Tidak apa-apa, yang penting perutmu terisi." Leeteuk Ahjumma menatap Sungmin dan menarik kesimpulan, menilik dari sikap Sungmin dan pada kenyataannya Sungmin melarikan diri ke asrama ini, sepertinya Sungmin masih tidak tahu bahwa Leeteuk Ahjumma ada hubungannya dengan Kyuhyun. Bahwa semuanya sudah diatur oleh Kyuhyun. Leeteuk Ahjumma sebenarnya sudah menimbang-nimbang untuk berterus terang kepada Sungmin, tetapi kemudian mengurungkan niatnya. Sekarang ini permasalahan antara Kyuhyun dan Sungmin sudah rumit, dia tidak mau menambahkan permasalahan baru di antara mereka. Lagipula mengenai hal ini, mungkin nanti Kyuhyun sendiri yang akan menjelaskannya kepada Sungmin. "Bagaimana perasaanmu?"

Sungmin menghela napas panjang. "Aku baik-baik saja, Eomma."

"Tamumu tadi, dia Eomma Kyuhyun, kan?"

Sungmin menganggukkan kepalanya. Ekspresinya tetap datar hingga Ibu Leeteuk harus bertanya lagi.

"Apakah dia berhasil mengubah pandanganmu?"

Sungmin merenung. Apakah Eomma Kyuhyun berhasil merubah pandangannya? Mungkin. Eomma Kyuhyun memberitahukan hal baru, bahwa Kyuhyun hidup dengan rasa bersalah. Perempuan itu juga berusaha meyakinkan bahwa Kyuhyun benar-benar mencintai Sungmin. Tetapi benarkah itu semua? Jauh di dalam hatinya, Sungmin menyadari masih ada perasaan hangat itu ketika mengingat Kyuhyun. Tetapi ada juga kebencian yang muncul ketika mengingat bahwa laki-laki itulah yang telah menyebabkan kematian ayahnya. Hal itu membuat Sungmin bingung dan tak tahu harus bagaimana.

-oOo-

Dini hari Sungmin terbangun dengan rasa mual yang amat sangat. Dia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. Perutnya terasa sakit dan kepalanya pening.

Dengan napas terengah dia mencuci mukanya dan melangkah gontai ke kamar, lalu membaringkan dirinya di ranjang. Tamu bulanannya belum datang, entah sudah berapa lama. Sungmin menghitung dalam hati. Dan kemudian merasa cemas ketika menemukan bahwa dia sudah terlambat hampir satu minggu. Pusing dan mual-mual itu... Apakah dia hamil?

Oh, Astaga. Sungmin mengusap perutnya dengan gugup. Bagaimana kalau dia benar-benar hamil? Mengandung anak Kyuhyun? Apa yang harus dia lakukan? Kalau dia memang benar-benar ingin kabur dan pergi menjauh, dia harus mengubah semua rencananya. Kehamilan ini merupakan pertimbangan yang sangat penting. Sungmin akan susah mencari pekerjaan kalau perutnya membesar. Dan siapa yang akan menjaganya ketika kandungannya sudah terlalu besar?

Matanya nyalang menatap ke arah langit-langit kamar. Dia harus membeli testpack besok pagi, dan memastikannya dulu. Baru setelah itu dia akan memikirkan langkah selanjutnya.

-oOo-

Kyuhyun bersedekap dan menatap Eommanya yang masih terlihat cantik.

"Eomma menemui Sungmin?"

"Ya." Sang Eomma menatapnya meminta maaf. "Maaf kalau Eomma tidak minta izin sebelumnya padamu. Eomma memang impulsif. Tetapi setidaknya dia mau mendengarkan penjelasan dari sisi Eomma."

"Bagaimana keadaannya?" Kyuhyun berbisik lirih, membayangkan Sungmin membuat jantungnya berdenyut. Dia merindukan perempuan itu, merindukan istrinya. Setiap malam dia terbangun, berusaha mencari tubuh hangat Sungmin untuk dia peluk, tetapi perempuan itu tidak ada. Kemudian dia merasakan kekosongan yang sangat dalam di dalam jiwanya, dan terjaga sepanjang malam.

"Dia baik-baik saja, matanya sembab karena banyak menangis." Sang Eomma menatap anaknya yang tampak menderita. "Kau sendiri, bagaimana keadaanmu?"

"Aku bisa bertahan." Kyuhyun mencoba tersenyum. "Nanti kalau sudah waktunya, aku akan menjemput Sungmin."

"Semoga kau bisa melunakkan hatinya." Eomma Kyuhyun berucap setulus hatinya. Demi Kyuhyun. Anaknya itu sudah hidup dengan menanggung perasaan bersalah yang semakin lama semakin berat dipikulnya. Dia, sebagai seorang ibu, tidak akan sanggup kalau harus melihat beban itu ditambahi lagi dengan 'patah hati'.

-oOo-

Pagi-pagi sekali Sungmin sudah berjalan menuju apotek yang terletak beberapa meter dari kompleks asrama, untunglah apotek itu buka dua puluh empat jam. Jadi Sungmin tidak sia-sia berjalan. Sepulangnya, dengan hati-hati dia membuka alat itu dan mengikuti instruksinya.

Dia harus menunggu selama tiga menit untuk memperoleh hasilnya. Dengan jantung berdebar dipandanginya alat itu sambil menghitung angka satu sampai seratus delapan puluh. Ketika sudah selesai, Sungmin mengintip alat itu.

Jantungnya berdenyut kencang. Oh Astaga. Dia benar-benar positif hamil. Mengandung anak Cho Kyuhyun.

-oOo-

"Eomma... Aku... Sepertinya aku hamil." Wajah Sungmin pucat pasi, dia mendatangi satu-satunya wanita yang bisa membantunya saat ini.

Leeteuk Ahjumma tampak terperanjat, dia lalu melihat hasil testpack yang ditunjukkan oleh Sungmin. Matanya bersinar lembut.

"Oh, Sungmin. Selamat sayang, kau akan menjadi ibu."

Sungmin meringis mendengar ucapan selamat dari Ibu Leeteuk, dipeluknya tubuhnya dengan bingung.

"Eomma... Aku bingung. Aku harus bagaimana?"

"Kenapa kau bingung? Bayi itu mungkin suatu pertanda bahwa kau harus mempertimbangkan kembali hubunganmu dengan Kyuhyun. Kalian akan mempunyai seorang anak, bukankah itu bisa menjadi pertimbangan penting?"

Sungmin mendesah, menatap ke sekeliling dengan gelisah. "Tapi aku... Aku berencana untuk pergi dan memulai hidup baru."

"Pergi?" Leeteuk Ahjumma membelalakkan matanya. "Apa maksudmu, Sungmin?"

"Aku berencana untuk pergi meninggalkan semua ini. Memutuskan hubungan dengan seluruh masa laluku."

"Astaga, Sungmin. Pikirkan dulu baik-baik sebelum memutuskan seperti itu. Kau sudah menikah dan bersuami. Bagaimana mungkin kau meninggalkan semuanya?"

"Aku takut, Eomma... Kyuhyun telah memulai semua dengan kebohongan. Bagaimana mungkin aku melanjutkan pernikahan yang didasari dengan kebohongan?"

Leeteuk Ahjumma menghela napas panjang. "Sungmin. Entah itu didasari kebohongan atau tidak. Saat ini ada seorang anak yang akan hadir di antara kalian yang harus kau pikirkan. Kau akan menjadi seorang ibu, itu adalah tanggung jawab yang besar. Dan aku yakin, kalau kau mau memberi Kyuhyun kesempatan, kalian bisa menyelesaikan permasalahan ini."

Tanpa sadar Sungmin mengelus perutnya, merasa bingung. Apakah dia seharusnya memberi Kyuhyun kesempatan lagi untuk menjelaskan?

-oOo-

Sungmin bangun dari tidur siangnya dan mencari Leeteuk Ahjumma, dia hendak meminta Leeteuk Ahjumma mengantarkannya memeriksakan diri ke dokter kandungan. Dengan langkah pelan dia melangkah menuju kamar Leeteuk Ahjumma.

Asrama ini memang sedang sepi, karena menginjak liburan semester. Banyak penghuni asrama yang memanfaatkan liburan ini untuk pulang kampung ke rumah orang tua masing-masing. Jadi tidak banyak kegiatan di dalam asrama untuk beberapa waktu ke depannya.

Sungmin hendak mengetuk pintu kamar Leeteuk Ahjumma yang setengah terbuka itu ketika dia mendengar suara Leeteuk Ahjumma yang cukup jelas, sedang bercakap-cakap ditelepon. Sebenarnya Sungmin ingin melangkah pergi dan akan kembali nanti kalau Leeteuk Ahjumma sudah selesai. Tetapi suara percakapan Leeteuk Ahjumma itu menahan langkahnya, membuatnya tertegun.

"Hasil testpacknya positif, Tuan Cho." Leeteuk Ahjumma bergumam kepada orang yang diajaknya bicara. "Sungmin menunjukkan kepada saya. Dia sudah hampir pasti hamil."

Leeteuk Ahjumma berbicara dengan siapa? Tuan Cho? Kyuhyun?

Hening sejenak, tampak Leeteuk Ahjumma mendengarkan suara Kyuhyun di seberang, lalu dia menjawab.

"Saya rasa anda harus menjemput Sungmin sekarang, menemuinya dan mencoba meluluhkan hatinya, ini waktu yang tepat, anak itu bisa menjadi pertimbangan penting bagi anda untuk meminta Sungmin kembali kepada anda." Leeteuk Ahjumma terdiam, mendengarkan, lalu ada senyum pada suaranya ketika berbicara. "Ya.. Ya.. Saya mengerti, Tuan. Tidak apa-apa. Tuan tidak pernah merepotkan saya. Sejak awal ketika saya menyetujui untuk membantu Tuan menyediakan tempat tinggal bagi Sungmin, saya sudah berniat melakukannya dengan sepenuh hati. Salam untuk Nyonya Heechul, saya akan mampir akhir minggu ini untuk memberikan laporan keuangan tentang asrama ini dan beberapa asrama lainnya kepadanya."

Sungmin sudah tidak tahan lagi, dia melangkah pergi dengan gemetar. Ketika sampai di kamar, dia menutupnya dan bersandar bingung di pintu. Apa yang didengarnya tadi itu?

Jadi selama ini Leeteuk Ahjumma merupakan kenalan Kyuhyun? Kaki tangannya? Jadi asrama ini tidak didapatkannya karena keberuntungan? Menilik kata-kata Leeteuk Ahjumma di telepon tadi, asrama ini adalah milik Eomma Kyuhyun. Apakah semua yang ada di hidupnya adalah hasil campur tangan Kyuhyun?

Lelaki itu bertindak seolah-olah Tuhan, mengatur kehidupan Sungmin, mengarahkan Sungmin harus bagaimana dan ke mana sesuai dengan skenarionya. Sebuah kebohongan lagi, entah berapa kebohongan lagi yang dilakukan Kyuhyun kepadanya?

Well, kali ini Kyuhyun tidak akan mendapatkan mendapatkan apa yang dia mau. Sungmin akan menunjukkan bahwa dia bukan boneka yang bisa diarahkan semau Kyuhyun, sesuai skenario dan keinginan laki laki itu.

Dengan cepat Sungmin berkemas. Dia akan meninggalkan semuanya. Kyuhyun tidak akan pernah bisa menemukannya lagi, ataupun mencoba mengatur kehidupannya lagi.

...

...

...

TBC

oke, update.

sorry for typo(s) dan tulisan berantakan karna gak diedit. gak sempet-_-

fic ini sampai chapter 16 bagi kemarin yg bertanya.

langsung review saja, ya. gabisa banyak cincang. maklum setiap hari ada tugas. tugas satu blm selesai udh dikasih tugas aja. kadang 1 mapel tugasnya 2 atau 3. kampret kan ya kurikulum 2013-_- #curcoldikit

oh, ya. perlu di garis bawahi. mulai besok, kayaknya updatean fict ini agak di tunda. yah u know apa penyebabnya hehe-_,-

untuk yg review jangan bikin hurt terlalu lama... Gak lama, kok. Cuma beberapa chapter aja(?)

oke, review, please.