Samurai Maid
Tokoh: Sasaki Naruko,. Sasuke Uchiha, {Assassin, Arthuria Pendragon}
Skill Konsep: [Assassin(Fate Stay Night UBW)]
Chapter 12
Tema: Maid, Super Power, Full Power, Matrial Arts, Samurai, ninja
#Flash_Back
"Dengarkan aku, Sakura bocah ninja ingusan, aku ini seorang Samurai, aku selalu melakukan apa saja untuk melindungi tuanku, aku bahkan siap berkorban nyawa untuk kehidupan Sasuke dan keluarganya, bahkan aku rela hampir mati waktu itu hanya untuk menyelamatkan Sasuke, jadi kau yang sejak awal memiliki hidup bahagia tidak akan tau bagaimana penderitaanku" ucap Naruko dan hal itu terdengar jelas ditelinga mereka. lalu Naruko menyarungkan kembali pedangnya.
{Glek} Sakura hanya bisa menelan air liurnya dengan sulit.
"Jika kau mengatakan sesuatu yang membuat hatiku dan Sasuke-sama menjadi tidak nyaman, bersiaplah untuk kehilangan kepala Sakura-dono" ucap Naruko.
pada saat itu suana menjadi sangat tegang Kakashi tidak tau bagaimana cara menenangkan suasana yang sangat runyam ini.
Start Story
Namun dengan santai Naruko tersenyum dan mengatakan sebuah kata yang tidak disangka sangka.
"Maaf aku terlalu terbawa suasana, lain kali tolong jangan bahas masalah itu lagi, Sakura, aku tidak merasa memiliki masalah ataupun dendam denganmu, ataupun mencari permusuhan, jadi aku mohon jangan kau buat aku marah, aku tidak ingin pedang ini memakan darah orang yang tak bersalah" ungkap Naruko lalu ia menatap ke arah lain lalu mengucek sedikit matanya dan berjalan ke arah Sasuke.
"Sasuke-sama-maaf hamba tidak bisa menahan diri, dan maaf karena hampir membunuh anggota team anda Kakashi-sensei" ucap Naruko, yang tanpa sadar air matanya mengalir.
Sakura sedikit merasa bersalah akibat perkataannya ia melihat Naruko sedikit mengeluarkan air mata.
Mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan, namun Kakashi masih menanyakan hal itu pada Tazuna.
"Seperti yang dikatakan Maid-san tadi, aku ini adalah orang miskin yang butuh bantuan ninja, kami membutuhkan kalian untuk mengawalku untuk membuat jempatan, aku selalu dihalang halangi oleh Gotou pengusaha kaya disana untuk membuat jempatan, agar semua usaha atau pekerjaan kami terhalang, untuk masuk jasa pelayaran menggunakan kapal harganya sangat mahal, itu juga ulah Gotou, ia takut kalau jempatan itu jadi maka"
"Oke cukup aku mengerti, sekarang pertannyaan kedua" ucap Kakashi menjeda ucapannya. "Kenapa kau memilih desa kami, sementara desamu itu berdekatan dengan desa kiri?" tanya Kakashi pada Tazuna.
"Itu terlalu mustahil jika aku menyewa ninja Kiri, karena kami takut Gatou telah menyewa ninja dari desa kiri jadi dari pada cari mati ih baik kami meminta bantuan pada desa yang lebih baik, dan aku mengerti jika kalian ingin menghentika misi ini, kalian boleh pergi, lagi pula ini bukan salah kalian, saat aku pulang tinggal nama,anak perempuanku pasti sangat sedih dan cucuku pasti akan menangis sepanjang malam, tappi itu juga bukan salah kalian, lalu aku yakin dengan begitu anakku pasti akan membenci seluruh ninja konoha dan itu juga bukan salah kalian" jawab Tazuna.
Kakashi jadi gelabakan ia tidak ingin nama baik ninja Konoha hilang hanya karena gagal dalam misi ini.
"Baiklah baiklah kami mengerti" ucap Kakashi ia tidak tahan mendengar ucapan Tazuna yang seolah menyinggung mereka dan mengatakan mereka sebagai ninja yang tidak bertanggung jawab.
'Yes aku yang menang' Batin Tazuna.
Sementara itu diperjalanan Kakashi memperhatikan Naruko yang terus saja murung tidak seperti tadi selalu berwajah ceria, Kakashi pun memanggil Sasuke.
"Sasuke"
"Hn"
"Aku melihat sesuatu yang membuat hatiku tidak nyaman, maukah kau membantuku, untuk menghilangkan suasana suram ini" jawab Kakashi pada Sasuke.
Sasuke bingung akan maksud Kakashi dan mendekat ke arah Kakashi dan bertanya.
"Maksud sensei?"
"Haaah, Lihat dia" ucap Kakashi sambil menunjuk Naruko yang nampak murung dan memikirkan sesuatu. "Karena kaulah yang paling dekat dengannya, maka aku minta padamu agar kau menghiburnya, aku benar benar tidak tahan melihat wajah suramnya itu" jawab Kakashi melalui bisikan.
"Haaah, tanpa kau suruhpun aku pasti melakukannya kalau aku bisa, tapi aku belum pernah menghibur orang jadi mana mungkin aku melakukannya" jawab Sasuke, pada Kakashi.
Kalau begitu biar aku saja yang melakukannya" ucap Menma yang tiba tiba berada di dekat mereka, Sasuke menatap Menma dengan santai dan kalau diingat ingat Menma itu sudah memiliki seseorang yang mencintainya, jadi harusnya ia tidak khawatir kalau Menma akan merebut Naruko darinya dan akhirnya ia pun mengijinkan.
"Silahkan" jawab Sasuke.
Menma pun mendekati Naruko dan langsung menyapanya untuk mengajak bicara, "Hey, Naruko" sapa Menma dengan lembut.
Naruko menatap ke arah Menma dan tersenyum "Hei, ada apa Menma-kun?" tanya Naruko pada Menma.
"Kenapa wajahmu murung apa ada masalah?" tanya Menma pada Naruko.
"Tidak ada, aku hanya sedikit kepikiran tentang sesuatu" jawab Naruko.
"Kalau begitu lebih baik kau tak usah terlalu memikirkannya karena jika kau memikirkannya terus, ekspresimu yang suram itu membuat Kakashi-sensei dan Sasuke menjadi tidak nyaman" sahut Menma pada Naruko.
Naruko pun mencoba untuk tersenyum dan saat ia tersenyum Menma ikut tersenyum, karena ia bisa mengembalikan senyum seseorang yang telah ia anggap sebagai saudara alias kakak baginya.
"Naruko-chan kau itu sudah seperti kakakku sendiri jadi jangan sedih apalagi sampai menangis dihadapanku, karena itu akan membuatku sedih" ucap Menma sambil tersenyum.
"Em terimakasih Menma" ucap Naruko dengan senyum manisnya.
Akhirnya perjalanan mereka berjalan dengan tenang tanpa adanya rasa Khawatir. Sampai akhirnya mereka menemukan sebuah perahu dengan seseorang yang diatasnya.
"Tazuna-san, akhirnya kau mendapatkan ninja, kami harap kalian mau bekerja sama meski bayarannya tidak sesuai" ucap sang nelayan.
"Ah kami harap kami bisa membantu kalian" ucap Kakashi, karena ia merasa kalau dirinya kurang persiapan untuk menghadapi musuh yang mungkin adalah seorang nukenin tingkat atas.
Diperjalanan kemudian.
Naruko tersenyum melihat pemandangan sungai yang diselimuti kabut, Sasuke ikut tersenyum melihat Naruko, tersenyum sambil memainkan air sungai.
"Sasuke sama seandainya, aku bisa menjadi lebih berguna, seandainya aku memiliki chakra dan menjadi lebih kuat, aku yakin aku pasti bisa menghentikan Itachi" gumam kesedihan Naruko yang terdengar Oleh Sasuke dan yang lain. Sasuke hanya termenung mengingat kembali kejadian dimana perut Naruko ditusuk dengan pedang oleh kakaknya Itachi dan kenyataan pahit yang harus Naruko terima adalah ia tidak akan bisa mempunyai anak lagi, *Wajar Sasuke berpikir begitu karena ia tidak tau rahimnya telah diperbaiki oleh Gray*
"Sudahlah Naruko, kau tidak perlu mengingat hal hal menyedihkan itu" ucap Sasuke pada Naruko.
"Maaf Sasuke-sama aku hanya merasa tidak berguna saja saat terjadi keadaan genting waktu itu, jujur saya sempat berfikir untuk membunuh Itachi pada saat itu, aku bersyukur kau datang menghalangiku, kalau tidak entah bagaimana jadinya kalau Itachi, mati walau bagaimanapun ia adalah kakakmu" ucap Naruko.
"Naruko, hentikan, ingatlah gara gara itu pula kau hampir tewas hanya karena menyelamatkanku!" ucap Sasuke ia tidak menyangka akan baper saat Naruko membawa kenangan masa lalu yang pahit itu, Sakura, Menma dan Kakashi langsung kaget bukan main ketika mendengar penuturan Sasuke soal gadis itu sempat hampir mati hanya untuk menyelamatkan Sasuke, bahkan Tazuna juga tidak menyangka akan hal itu.
Wajah Naruko mengalir sebuah air mata, "Sasuke-sama, aku menjadi selalu baik padamu itu karena aku memiliki alasan, entah kenapa pirasatku mengatakan kalau kita tidak akan bisa bersama dalam waktu yang lama" ucap Naruto yang tak peduli dimana ia dan ada berapa orang yang mendengar ucapannya.
"Jujur hatiku sangat sesak saat berpisah denganmu dan juga hilangnya Itachi dari keluargamu, walau bagaimanapun, aku ingin Itachi-sama kembali, dan kita bisa meraasakan kembali indahnya kenangan bersama, namun itu hanya sekedar harapan, harapan sang pelayan agar keluarga majikannya bisa seidah dulu, sedamai dulu" jawab Naruko, air matanya terus menetes.
"Aku tidak menyangka pada saat itu Itachi tega ingin membunuh ayah dan ibumu, aku yang melihat itu langsung menendang wajahnya dan menantangnya bertarung, pada saat itu pertarungan hidup dan mati pertamaku, aku tidak bisa melupakannya, bagaimana Itachi ingin membunuhku, sementara aku ingin menyadarkannya dari kendali seseorang yang entahlah siapa" ucap Naruto.
'Jadi kakak dikendalikan oleh orang lain' batin Sasuke.
"Jika tidak dikendalikan, mustahil untuk orang sebaik Itachi ingin membunuh keluarganya sendiri" ucap Naruko seolah menjawab pertanyaan hati Sasuke. "AKu benar benar pelayan yang tak berguna, apa sebaiknya aku mati saja, hanya gara gara di singgung sedikit sudah ingin membunuh, mungkin aku sudah mulai gila hingga tidak bisa mengendalikan amarah" tambah Naruko air matanya terus terusan mengalir tanda ia tidak ingin akhir yang begini, Aku aku aku" tangan Naruko bergetar hebat, tanda ia benar benar terbawa suasana akan perkataannya sendiri.
Sasuke yang terus mendengarkan curhatan hati Naruko langsung bergetar, tubuhnya mengisaratkan perasaan bersalahnya dan juga perasaan sedihnya, bukan hanya Sasuke, Sakura, Menma, Kakashi, Tazuna dan juga orang yang membawa mereka hanya bisa tercengang, tanpa sadar air mata mereka menetes seolah mereka melihat gambaran kehidupan Maid yang bekerja dirumah Sasuke, Menma menjadi mengerti soal ucapan terakhir Sasuke dalam perkenalan, yang dimana ia akan menendang bokong seseorang dan membawanya untuk bersujud meminta maaf pada seseorang, ternyata adalah kakaknya.
Sakura jadi mengetahui kenapa Sasuke menjadi lebih murung dari pada sebelumnya, yah sebelumnya Sasuke itu sangat periang apa lagi saat bersama dengan Menma, yah Sasuke dan Menma menjadi teman baik, ketika Sasuke berbicara dengan Menma mengenai seseorang, dan Menma menjawab, *aku hanya menganggapnya sebagai seorang kakak tidak lebih, meskipun ia cantik dan baik hati, entah mengapa, gadis yang sudah masuk dalam karakter impianku tidak bisa kucintai, mungin karena aura seorang kakak yang baik menguar ditubuhnya, sehingga aku hanya bisa menganggapnya kakak yang baik* yah dan gadis yang Menma maksud adalah Naruko, Naruko adalah gadis yang di cintai dan disayangi oleh Sasuke, namun dalam sebuah kejadian, Sasuke salah paham dan membuat ia mengatakan kebalikan dari perasaannya pada Naruko, yang menyebabkan perut Naruko harus ditembus Tantou beracun Itachi.
Air mata Naruko pada saat itu mengalir membasahi wajahnya, matanya memerah, "Aku benar benar bisa mengacau misi ini, maaf telah mengganggu Sasuke-sama dan yang lain" ucap Naruko, Naruto memang tidak pernah membayangkan apa yang harus ia lakukan dan bagaimana cara ia berkelakuan, apa yang harus ia lakukan dan memasang sifat seperti apa saat menjadi wanita, namun, Naruto menatap maju kedepan, melihat statusnya yang tinggi dalam pekerjaan rumah tangga, ia pun langsung memilkirkan ingin memiliki istri yang bagaimana saat masih lelaki, tentunya baik hati, suka menolong pandai masak, dan itulah yang ia lakukan, ia melakukan semua yang di inginkannya dalam mencari tipe wanita idamannya, namun ia tidak menyangka dapat memainkan peran itu terlalu jauh, ia juga tidak menyangka peran itu dapat ia mainkan dengan sempurna, bahkan ia sampai lupa seperti apa dirinya yang dulu.
Sasuke langsung maju dan memeluk pelan Naruko, Sakura cukup kaget melihat hal itu, tubuh Naruko yang bergetar mulai tenang, Sasuke membisikan sebuah kalimat penenang yang ia rancang sejak tadi, ia ingin membuat Naruko, tenang, ia tidak tau apakah dengan cara ini ia mampu membuat gadis berpakaian maid dengan gaya rambut pony tail berwarna biru ini menjadi tenang atau tidak.
"Naruko, diamlah biarlah yang lalu berlalu, jangan terlalu kau pikirkan" ucap Sasuke dengan mata yang meneteskan air mata "Soal Kakak, biar aku yang membawanya pulan, aku yakin aku bisa membawanya pulang dan kita akan bersama seperti dulu, jangan pernah berpikir untuk bunuh diri disini dengan Harakiri atau semacamnya, aku ingin au tetap berada disampingku, selalu menghiburku, jangan kau pergi dariku, karena kau adalah cahayaku dalam gelap, hanya kau yang mengerti diriku" ucap Sasuke.
Naruko menggelengkan kepalanya "Sasuke-sama aku tidak bisa terus bersamamu meskipun aku mau, karena kita adalah dua orang yang berbeda, kau adalah menjikanku dan aku hanyalah pelayanmu" ucap Naruko.
"Sudahlah neesan jangan kau biarkan kami terus terusan merasa sedih dengan mendengar kisahmu itu" ucap Menma yang air matanya juga mengalir namun ia tutupi dengan membasuh mukanya dengan air.
Naruko sedikit tersenyum namun pandangannya masih sendu ia menatap bayangan dirinya di air sungai.
"Naruko, kau adalah pelayan terbaikku, aku sayang padamu, aku tidak ingin kau pergi, kau begitu setia, kau selalu ada disaat aku, membutuhkanmu, kau selalu ada dihatiku, hanya kau yang mengerti diriku selain ayah dan ibuku, jika kau tiada maka keluarga kami tidak akan hidup lagi, semuanya akan kembali seperti dulu, begitu serius, begitu menegangkan, tidak ada canda tawa, tanpamu, keluargaku jadi sangat berbeda" ucap Sasuke.
Naruko mencoba untuk tersenyum dan menatap ke arah Sasuke lalu menyentilkan telunjuknya ke dahi Sasuke.
"Maaf Sasuke-sama, rasa rasanya, kadang kita tidak akan bisa menolak garisan takdir yang terjadi, seperti waktu itu dimana aku ingin merubah kejadian yang ada didepanku menjadi lebih baik, ujung ujungnya tetap sama yaitu Itachi meninggalkan desa, ini hanya masalah waktu, aku tidak tau penyebab yang membuat kita berpisah, namun jika waktunya sudah sampai, kau pun tidak akan bisa merubahnya" ucap Naruko, kata kata bijak yang Naruko keluarkan itu membuat semua orang bingung, mereka berfikir Naruko mampu melihat gambaran masa depannya.
"Kakakmu identik dengan burung gagak, waktu sebelum kejadian malam itu, disaat aku mencuci aku mendapatkan pertanda dan pirasat buruk, berupa burung gagak yang hampir menyerangku, wadah cucian jatuh dan pakaian Fugaku-sama dan Mikoto-sama lah yang kotor, karena aku terus kepikiran soal pirasat dan pertanda buruk itu, aku pun meminta ijin untuk mengambil katanaku, dan akhirnya, malam itu Itachi datang dan hampir mengotori pakaian ayah dan ibumu dengan darah, aku berhasil mencegahnya namun sebagai gantinya aku hampir kehilangan nyawa, setelah itu taklama saat aku siuman, aku mendapat pirasat dan pertanda buruk lagi, dimana aku melihat se ekor ular menggigit dirimu dalam mimpiku" jawab Naruko pada saat itu ia tidak ingin merahasiakan pirasatnya.
"Itu artinya seorang Shinobi dengan kekuatan yang berhubungan dengan ular akan membahayakanku" tebak Sasuke.
Naruko menggeleng. "Aku tidak tau semuanya menjadi tidak jelas, aku tidak bisa memprediksikan apapun dari pertanda pertnda yang ada, memang selalu akan ada hubungannya, namun sangatlah sulit untuk mengetahui, apakah itu cuma mimpi buruk biasa atau memang pertanda dari tuhan" gumam Naruko.
Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah pelabuhan kecil, Tazuna dan yang lain di turunkan disana, Mereka melanjutkan perjalanan.
Sementara itu di desa konoha.
"Hoy Kojiro menurutmu, bagaimana kalau kita besan, yah dengan menjodohkan anak kita berdua hubungan kita akan semakin dekat iyakan ucap Fugaku pada saat itu sambil minum teh menatap istrinya, istri Kojiro dan istri Minato sedang membicarakan sesuatu alias bergosip.
"Fugaku-san yang kau ucapkan kelihatannya boleh juga, karena dari yang kulihat Sasuke dan Naruko-chan begitu saling akrab dan menyayangi satu sama lain" tambah Kojiro.
"Tapi jangan lupa mengundang sahabat lamamu ini lo" tiba tiba Minato muncul di tengah tengah mereka.
"Hokage-sama" ucap Kojiro menunduk hormat pada Minato.
"Sudahlah sudahlah, tak usah menunduk aku datang bukan sebagai Hokage tapi sebagai teman, jadi tidak usah ada penyambutan formal" ucap Minato yang melihat istrinya begitu akrab dengan warga baru.
"Jujur aku juga sangat senang, atas kedatangan anakmu kedesa kami, soalnya, berkat anakmu, anak ku, memiliki semangat hidup yang tinggi, selalu berlatih dan tidak mau kalah dengan yang lain, anakmu seperti sudah menjadi sosok kakak untuk anakku" ucap Minato sambil meminum secangkir teh.
"Ah, anak kami adalah orang yang begitu periang dan pengertian, ia juga orang yang murah senyum, kalau ia mewek semua orang yang berada disekitarnya pasti ikutan, karena ia hanya akan menangis jika hal yang ia alami benar benar menyedihkan" jawab Kojiro.
"Ah anakmu sungguh kuat, pasti karena ayah dan ibunya seorang kesatria pedang yang hebat" sahut Fugaku.
"Mungkin"
"Hoy kalau anak kalian menikah jangan lupa mengundang aku dan keluargaku" ucap Minato.
"Iya iya cerewet, lagi pula ini baru rencana" ucap kesal Fugaku.
"Hehehehehe"
Kembali ke tempat Naruko dan yang lain.
"Kakashi, apa anda tau tentang seorang boronan hebat Kirigakure?" tanya Naruko.
"Hn ada banyak, siapa yang kau maksud?" tanya Kakashi.
"Zabuza" jawab Naruko.
Semua orang menatap ke arah Naruko, karena Naruko bisa mengenal seorang boronan dari Kiri ini benar benar mengejutkan.
"Iya aku sedikit mengenalnya, dia adalah seorang ninja Kiri yang menjadi pemegang salah satu 7 pedang Kiri, yang diberinama Kubikiri Bochou, apa ada sesuatu darinya?" tanya Kakashi.
"Kita tidak mengenal siapa saja yang disewa Gato tapi, mengingat ini dekat dengan desa Kirigakure, maka ada kemungkinan ia menyewa Zabuza, satu hal yang sensei harus perhatikan, ketika Sensei melawannya" jawab Naruko sambil berjalan lurus, perasaannya sudah cukup tenang, meskipun itu masih dibalut dengan rasa was was.
"Apa itu?" tanya Kakashi.
"Apapun yang terjadi jangan bersembunyi di dalam air karena air adalah kekuasaan para ninja Kiri, mereka menguasai banyak ninjutsu air" ucap Naruko.
"Baiklah aku mengerti" ucap Kakashi, ia tau kalau saran Naruko itu ada benarnya juga.
Bersambung
Daftar isi
. ?story_fbid=432339583883655&id=100013228516484&ref=bookmarks
