James Buchanan Barnes & Wanda Maximoff adalah karakter milik Marvel, tidak ada keuntungan komersil yang didapat dari pembuatan karya ini.
Wanda melompat keluar dari pesawatnya sesaat setelah Bucky. Mereka bertemu di tengah-tengah kapal induk itu, Bucky melepaskan kacamata hitamnya dan Wanda melepaskan gelung rambutnya. Helai-helai itu begitu berdebu dan berpasir, masih beraroma matahari. Menjaga profesionalisme, mereka hanya berjabat tangan.
"Misimu?" Bucky bertanya setelah langkah mereka selaras. "Lancar?"
Wanda mengangkat bahu. "Tidak bisa dijelaskan sesederhana itu." Ia kemudian melepaskan pula kacamata hitamnya. "Aku sudah merindukan anak-anak yang tidak percaya bahwa aku adalah pilot dan bukan guru sementara mereka."
Kening Bucky mengerut dan matanya menyipit. Bicara soal anak-anak, ada banyak hal tak mengenakkan yang ia saksikan, tetapi sekarang, di bawah matahari yang menyengat dan angin laut yang berisik, tidak mungkin ia menceritakan semuanya pada Wanda. Nanti mungkin setelah debriefing, setelah mereka berganti ke pakaian biasa dan kembali menjadi warga dan bukan prajurit.
"James?" Wanda sedikit terusik, sadar bahwa Bucky tidak mungkin begini tanpa ada hal yang dipikirnya dalam-dalam. "Kau baik-baik saja?"
"Yeah." Namun Bucky kedengaran sangat tidak yakin. "Desa terakhirku adalah yang kerusakannya paling parah. Ketahuan belakangan, desa itu adalah akar kehidupan pemimpinnya. Tempat dia memulai hidupnya, memikirkan visinya. Tempat yang sangat dicintainya sejak dulu."
"Dan dia menghancurkannya untuk memulainya dari awal?"
Bucky cukup puas karena meski terpisah setengah tahun lamanya, insting Wanda masih sama. Caranya menebak setiap perkataan dan pikiran Bucky masih sama tajamnya seperti dulu. Lelaki itu lantas mengangguk. "Meskipun pada akhirnya gagal. Kalau begitu, apa bedanya cinta dan benci, kalau sama-sama berujung pada kehancuran?"
Wanda punya seribu argumen untuk itu, tetapi, sama seperti pemikiran Bucky sebelumnya, ini bukan waktunya. Alih-alih perempuan itu hanya tersenyum. Ia begitu ingin segera mengganti seragam ini dan bercerita lebih banyak pada Bucky tentang kehidupan, tentang kematian, tentang ketakutan dan keramahan.
Dia ingin melihat mata Bucky dalam-dalam saat cerita-cerita itu dituturkan.
#
