Chapter 13 (Ending) : I love...
Sekarang author akan sedikit menyudutkan jokes-nya dan memfokuskan ke romance nya... Haha... Mungkin jokes-nya Cuma sedikit... Tapi never be boring please :)
DISCLAIMER: The storyboard is really mine, but the Vocaloids isn't mine, if that mine, the song will be Indonesian for sure (Len: ...)
Warned: Typo. Please don't read this if you have a broken heart, I don't take any business if you suiciding youself (Len: Sadis...)
Ok ke main story
LEN POV
11 Des. 13 06:17
Pagi hari ini, gua berniat kerumah Rin karena hari minggu, ya silaturahim gitu, masa udah lama kenal tapi nggak pernah berkunjung ke rumah satu sama lain?
Rin masih agak gugup untuk kerumah gua, jadi demi menyenangkan hatinya, gua yang akan kerumahnya, sesuai perjanjian, gua akan kerumahnya jam setengah tujuh, masih ada waktu, gua mempersiapkan diri
At 06:34 (Kalau tepat jamnya ga seru lah...)
Oke, udah kelewat 4 menit, gua langsung pergi, tetapi karena gua anak alim, gua ijin dulu ama my beloved Onee-chan
Sesudah mengijinkan diri sendiri, gua langsung gowes pakai sepeda pemberian kakek sebelum beliau meninggal
Berbekal denah yang menunjukkan letak rumahnya dan kompas butut, gua mengayuh sepeda gua perlahan
Oh, masalah Kaito dkk? Tentu gua merahasiakan ini dengan mereka, karena gua ingin serius tentang ini, gua ga mau ada sejenis candaan, bukan karena gua jahat, tetapi karena gua ingin ini menjadi momen paling menyenangkan di hidup gua, gua juga bertekad untuk menyampaikan perasaan gua dengan Rin, gak enak lah jika ada sejenis jokes... Contohnya aja
Gua: Rin... A... Aku suka kamu...
Kaito: Ah jangan dipercaya, Len suka bercanda!
Rin: Len! Kau mencoba menipuku? Oke, jangan pernah bertemu diriku lagi!
Nah kan, kalau memang sehancur itu gimana? Jangankan ditolak, gua aja bakal ga bisa ngeliat jepit rambutnya lagi, serem bukan? (Author: Pikiran lu lebih serem)
Tanpa sadar, gua sudah berada di depan rumahnya, rumah bercat oranye dan berlantai satu, rumah yang amat sederhana, tetapi gua menjadi takut untuk mengetuk pintu rumahnya, masa mau gua E-mail gini?:
'Rin, gua udah ada di rumah lu, bukain dong, takut gua bukanya...'
Nanti dikira gua pikir rumahnya horor lagi... Hm...
Akhirnya setelah beberapa menit terpaku, gua memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah yang bergaris dan berwarna sedikit kecoklatan itu
'Tok, tok... tok'
Pintu terbuka, muncul lelaki berambut kekuningan acak-acakan (Author: Sori, ga tau gimana mau deskripsikan rambutnya), berbadan tinggi, dan mukanya sedikit sayu, dia berkata
"Siapa?"
"...Kagamine Len..."
"Oh, mau mengunjungi Rin-chan?, silahkan masuk", lelaki itu mempersilahkan gua masuk
"T... Terimakasih", gua sedikit gugup melangkahkan kaki gua untuk masuk
"Namaku Kagami Rinto, kakak Rin-chan... Salam kenal"
"Sa... Salam kenal..."
Akhirnya gua masuk, serasa diintrogasi tadi... Fuh...
"Mau minum apa?", tanya Rinto-san, gua langsung memandang mukanya dan berkata hal yang mainstream dikatakan oleh tamu
"Gak usah repot-repot nii-san... Aku kesini hanya untuk bertemu Rin-chan... Bukan menjadi tamu istimewa seperti ini"
"Nggak apa, sekalian manggil Rin-chan... Nii-san juga bosan dirumah nggak melakukan aktifitas apapun"
"...Em... Yaudah... Jus aja...", seru gua, gua ga berani bilang 'Jus pisang', karena takut disini gak ada pisang, setahu gua Rin-chan menyukai jeruk, yasudah...
"Gak mau jus pisang?", tanya Rinto-san lagi...
'Eh kampret, rupanya ada...', batin gua dalam hati, lalu berkata
"Mmm... Bolehlah..."
"Oke, tunggu bentar ya, entar Nii-san panggilkan Rin-chan sekalian"
Rinto-san langsung pergi, gua bengong sebentar
'Drrrt... Drrrt...'
Ponsel gua mendadak berbunyi, buru-buru gua cek, ternyata isinya adalah
FROM: Kaito_IceCream_Justice
TO: Len_Kagamine
SUBJECT: (none)
Leeen... Lu kemanaa? Gua dkk cek rumah lu kok lunya nggak ada? Malah dateng bidadari berambut panjang bilang Len lagi pergi! Leen... Tumben lu pergi ga ngabar, kemana aja?
Hufh... Udah gua duga, salah satu dari mereka pasti akan E-mail! Daripada gua dikira ngacang, gua jawab aja semampu otak gua, tetapi tetap merahasiakan fakta yang ada
FROM: Len_Kagamine
TO: Kaito_IceCream_Justice
SUBJECT: Re(none)
Gua lagi ada urusan penting, jadi jangan kontak gua untuk beberapa saat ya, dan jangan pikir gua ngacangin kalian, gua juga punya waktu untuk menyendiri, thanks
-Len
-E-mail Send-
Gua merasa sedikit bersalah dengan teman gua yang satu itu, tetapi apa daya, gua benar-benar ingin memfokuskan diri pada pernyataan perasaan gua ke Rin
"Hai Len, nunggu lama?", seru seseorang tiba-tiba, gua dengan reflek memasukkan hape kedalam saku celana dan menoleh, dan rupanya dia adalah Rin dan kakaknya, Rinto-san
"Enggak sih... Hehe"
Rinto-san datang membawa jus pisang dan jeruk, lalu menaruhnya keatas meja
"Okay, Nii-san undur diri dulu ya! Silahkan menikmati waktu kalian bersama", setelah itu Rinto-san pergi
"Kakakmu baik juga, umurnya berapa tahun?", tanya gua tanpa basa-basi ke Rin
"Em... Eh... D... Dia 16 tahun..."
"Tak kusangka rupanya kakakmu mukanya lumayan... Hahaha... Cocok deh dengan adiknya yang mukanya cantik..."
Tanpa sadar gua berucap sesuatu yang membuat gua salting seketika
'Watdepak? Gua ngomong apa barusan? Gawat!'
Rin terdiam dan blushing
Dengan gugup, gua memegang gelas berisi jus pisang itu, tetapi badan gua bergetar tinggi, dan tak sengaja gelas itu terjatuh, untungnya Rin berhasil menangkap gelas itu
"Ma... Maaf", gua berniat mengambil kembali gelas yang berada ditangan Rin itu, tetapi tak sengaja Rin terpeleset
Gua menangkap tangan kanan yang memegang gelasnya (Untuk menghentikan gelas itu terjatuh) dan memegang pinggang Rin, muka kami langsung berhadapan, layaknya adegan romance di anime-anime roman...
Karena gugup + syok, gua merampas gelas itu dan langsung membalikkan badan, jantung gua terasa berdebar kencang
Setelah merasa tenang, gua meminum habis jus itu lalu melanjutkan percakapan
"Eh... Mmm... Gini... Kita kan udah lama berteman dan mengetahui satu sama lain... Bahkan kita udah saling menunjukkan sikap kita masing-masing dan telah melewati berbagai momen menyenangkan... Jadi..."
Tenggorokan gua langsung berhenti berucap, duh, kenapa ini? Sial... Gua ga bisa ngomong sama sekali... Duh! Kami, tolong jangan buat unforgetable moments ini hancur... Onegaii o...
"Len, kenapa?", tanya Rin yang merasa heran dengan ekspresi gua, duh, jangan-jangan Rin menganggap gua aneh... Kami... Onegaii... Onegaii...
"S...u...a...r...a...k..u", akhirnya gua memaksakan tenggorokan sialan ini untuk berkata, meski dengan suara yang serak
"Suaramu hilang?... Se... Sebentar kuambil air dingin...", Rin langsung bergegas mengambilkan air, setengah mati gua berusaha untuk berkata sesuatu
Tiba-tiba pandangan gua melemah, tidak, apa yang terjadi dengan diri gua?... Tetapi gua berusaha menguatkan diri
"Len! Ini minumanmu...!", Rin yang buru-buru datang membawa air
"...R...i...n...", kesadaran gua hampir menghilang
Tapi...
Sesuatu yang licin dan basah mengenai bibir gua, gua pikir air dingin itu langsung diminumkan Rin karena kuatir dengan keadaan gua... Kenyataannya...
Rin... men... cium... ku... WHAT?
Gua langsung sadar, melihat Rin menciumi gua dengan kedua tangannya menahan kepala gua yang hampir jatuh, selang beberapa detik Rin langsung melepaskan ciumannya
"Rin...?", seru gua yang masih syok, tangan Rin masih menahan kepala gua
"Ma... maaf mendadak, tetapi aku takut melihat kamu yang hampir pingsan... ja... jadi... ku... cium saja...", seru Rin yang masih malu
"Rin... Sebenarnya aku.../Len... Sebenarnya aku...", gua dan Rin mengucapkan kata-kata yang sama sambil tangan memegang kepala satu sama lain
"Suki desu...", gua dan Rin berciuman sambil mengucapkan perasaan masing-masing
Tak gua sangka, Rin rupanya memiliki perasaan yang sama! Setelah saling berpelukan dan berciuman, gua langsung bertanya kepada Rin
"Kamu mau kan jadi... pacarku?", tanya gua sedikit deg-degan
"...Tentu saja, Len...", Rin menjawab sambil tersenyum, senyuman bidadari yang takkan pernah kulupakan...
Lalu kami pun berpelukan dengan hangat
Esok harinya...
"Ah, lu jahat! Gak ngajak-ngajak kemarin, kemana aja sih?", seru Miku ketus
"Ma... maaf... Urusan gua penting banget kemarin, haha", ujar gua sambil sedikit sweatdrop
"Eh, btw kok kalian kerasa deket yak dari kemaren-maren? Ja... jangan-jangan?", Miku sedikit melirik gua dengan tatapan curiga, melihat gua dan Rin sekarang sudah berani memegang tangan satu sama lain
"Eh... Ng... nggak kok!", gua sedikit gugup
"Ah jangan bohong, kalau kalian udah jadian ga papa kok, selamat yaaa! Kalo mau nembak kemaren ga usah bilang urusan penting segala doong..! Haha... Selamat yaa!", seru Piko, Gakupo, Kaito, Yuuma, dan Miku berbarengan
Gua dan Rin cuma bisa tertawa, gua sedikit mengucap terimakasih dengan 'penyakit' yang datang tiba-tiba kemarin, berkat itu, gua jadi kaga usah ribet ngucap perasaan gua... Haha
-END-
Okay, dengan diutarakannya perasaan Len ini, fanfic ini tamat sudah... Yah, pertemuan kita pun berhenti sampai disini... Eh, jangan sedih dulu!, nanti author usahain buat sequelnya... Mungkin kehidupan Rin dan Len di SMA... Haha, bisa jadi... Good bye... Yang nge-reviews bisa dibales kok... Byee at the sequel later!
Len x Rin: Doain ya readers, semoga hubungan kami langgeng sampai maut menghadang! Hahaha!
Miku dkk: Cieeee
Len: Miku, cepet jadian dong ama Kaito, hahaha!
Miku: Eh?... N... Nanti kupikirkan deh...
*Note: Len itu emang udah tahu siapa itu Rinto, tetapi dia belum mengetahui mukanya, makanya dia sedikit gugup
dan Rin itu ga punya orang tua, tepatnya orang tuanya meninggal saat dia berumur 4 tahun dan Rinto berumur 6 tahun
Any missing inform/anything in this FF just PM, maybe I have forget that :)
