Setelah pertengkaran kecil Akashi dan Kuroko, Seiichi yang habis sakit tubuhnya kembali lemah.
"Seiichi tenanglah semua akan baik-baik saja" Ucap Seiji mendekat dan memeluk si bungsu.
"Emp, Seiji-nii" Ucap Seiichi mulai sedikit tenang.
"Tapi baru kali ini aku melihat ayah sepucat itu. Apa ayah akan baik-baik saja?" Ucap Seiya justru bergumam sendiri.
"Sebaiknya kita menunggu saja" Ucap Seiji mulai duduk di atas kasur menemani sang bungsu sedang Seiichi yang membaringkan kepalanya di pangkuan si sulung.
.
.
.
Sedang di tempat lain tampak pria berambut navy dan merah gradasi hitam tengah kerepotan dengan pria baby blue yang tengah mabuk di rumah mereka.
"Tetsu, sudah jangan minum lagi, aho!" Ucap Aomine Daiki mengambil kaleng bir dari tangan Kuroko.
"Aomine-kun! Jangan di ambil~" Mencoba mengambil kembali kaleng menuman miliknya.
"Baka! Bila kau mabuk seperti ini bagaimana kau bisa pulang!" Ucap Kagami menyerahkan segelas air putih.
"Kan ada Aomine-kun ngggg~ kan ada Kaga-miii-kun~" Ucap Kuroko sambil mendinginkan wajahnya pada meja.
#Asa aneh kali Aomine di panggil Daiki, Kagami di panggil Taiga sama Kuroko jadi panggil sama kayak di anime ajah ^^.
"Tetsu coba katakan apa yang terjadi? Tumben kamu minum banyak seperti ini?" Ucap Aomine mengusap kepala Kuroko sama seperti dulu mereka pada masa sekolah dahulu.
Kuroko yang meminum soda saja bisa mabuk apa lagi sekarang minum bir yang kadar alkoholnya jauh lebih tinggi.
"Emp-" Dan dengan keadaan mabuk ia menceritakan dengan nada khas orang mabuk kepada dua cahanyanya.
.
.
.
Waktu telah berlalu dan tanpa terasa malam sudah larut menunjukan pukul 9 malam.
Bip Bip Bip
"Ini dengan Akashi Seijuuro" Ucap Akashi mengangkat telponnya, dirinya tengah berada di kantor Akashi Corp.
"Ini aku, Seiji" Ucap Seiji.
"Hmp, ada apa?" Ucap Akashi singkat tak mau ambil pusing untuk mencari tahu mengapa Seiji tiba-tiba meneleponnya.
"Ayah belum pulang, ayah bilang jam 8an sudah pulang tapi ini sudah pukul 9 pulang, handphonenya tidak bisa di hubungi" Ucap Seiji.
"Apa? Tetsuya bilang mau kemana?!" Ucap Akashi langsung mengambil mantelnya hendak keluar kantor.
"Emp dia bilang mau ke rumah Aomine-jisan. Aku ingin menjemputnya namun jam malam sudah lewat-" Belum selesai Seiji berkata, telepon sudah di putus sepihak.
#Di negara jepang memiliki jam malam, bila masih di bawah umur tidak boleh keluar lebih dari jam 9 malam.
...
Di dalam mobil Akashi mencoba menghubungi Aomine.
Bip Bip Bip
"Halo-"
"Daiki. Apa Tetsuya masih di sana!?"
"A-Akashi? Benar tenyata kau sudah kembali?" Ucap Aomine di seberang tak kalah kaget.
"Daiki cukup jawab apa yang ku tanya!?" Ucap Akashi masih berada di dalam mobil dengan kecepatan lebih dari 100 km/j membelah jalan raya malam yang dingin.
"Te-Tetsu sudah pulang sejak 15 menit yang lal-" Ucap Aomine tiba-tiba di putus sepihak oleh Akashi.
"SIAL!" Ucap Akashi kesal karena jejak Kuroko sudah tak ada lagi di tempat pertama di mana dia pikir akan menemukan si pemilik gelar phantom teiko itu.
.
.
.
Mencari ke seluruh kota,
Menelepon kembali ke mansion,
Menelpon para kisedai sampai pada.
Waktu sudah menunjukan pukul 10 lebih dan Akashi mencoba untuk tenang, sampai pada-
"Tetsuya!"
"A-kashi-kun?" Ucap Kuroko yang tengah duduk di bangku taman dekat kolam yang sudah membeku pertanda musim dingin sudah datang.
Taman ini adalah taman yang menjadi saksi kebersamaan Akashi dan Kuroko di masa lalu.
"Bagaimana bisa kau mabuk seperti ini?" Ucap Akashi melepas mantelnya dan melingkarkannya pada tubuh Kuroko yang sangat dingin namun di pemilik mata aquamarine itu seolah bukan masalah besar.
"Akashi-kun, jangan pergi lagi!" Ucap Kuroko tiba-tiba memeluk Akashi hingga keduanya jatuh di atas tanah yang di selimuti salju musim dingin.
"Hmp jadi Tetsuya tak ingin aku pergi?" Kuroko pun menganggukan kepalanya pelan dengan wajah yang amat manis.
"Apa Tetsuya tidak senang bila aku tidak ada?" Lagi lagi Kuroko mengangguk pelan.
"Aku senang kalau begitu, sebaiknya kita pulang sekarang sebelum anak-anak semakin khawatir" Ucap Akashi menyentuh lembut wajah Kuroko yang semakin dingin.
15 menit kemudian. . .
.
.
.
Pintu di buka oleh Seiji yang masih tebangun, sedang Seiya menemani Seiichi di kamar si bungsu yang tengah tertidur pulas.
"A-yah?" Ucap Seiji tampak terkejut dengan Kuroko yang tertidur dengan nyaman di gendong ala pengantin oleh Akashi.
"Hmp bukankah sudah terlalu larut untuk anak kecil masih terbangun?" Ucap Akashi melewati Seiji.
"Tapi terima kasih sudah menunggu kami, kau pasti sangat khawatir" Ucap Akashi berkata dengan lembut sama seperti ia berkata pada bagian dari Kuroko sendiri.
"Emp" Ucap Seiji menutup pintu dengan pelan lalu menguncinyanya.
.
.
.
Pagi harinya sinar mata hari masuk melewati jendela jendela kecil kamar, memberi kehanyata bagi si empunya.
"Tetsuya bangun, ingat Oto-sama akan berkunjung hari ini. Jadi bangunlah" Bisik Akashi lembut seperti lagu penghantar tidur bukanya bangun Kuroko malah serasa tidur semakin lelap.
"Kalau Tetsuya gak bangun maka tidak ada susu vanilla di menu sarapan hari ini" Ucap Akashi berbisik dengan tersenyum lembut.
"A-Aku bangun Akashi-kun" Ucap Kuroko mulai membuka matanya perlahan menyambut dunia dengan mata aquamarine nya yang memikat.
Cup
"Ohayo" Ucap Akashi setelah mengecup singkat bibir Kuroko dan membuat Kuroko benar benar bangun kali ini namun dengan wajah yang teramat merah.
"O-hayo, Akashi-kun" Ucap Kroko juga.
"Mandilah, aku akan melihat anak-anak apakah sudah siap sarapan atau belum" Ucap Akashi mulai turun dari kasur dan keluar kamar.
"Hmp, Akashi-kun dari dulu sampai sekarang suka sekali marah? Apa Akashi-kun punya darah tinggi ya? Pasti cepat tua" Ucap Kuroko mulai bangun teringat adegan adegan dimana Akashi selalu marah karena tak biasanya Kuroko di perlakukan begitu manis seperti ini.
"Aku bisa dengar itu Tetsuya" Ucap Akashi dari kejauhan.
"Eh?" Kuroko yang membatu seketika.
.
.
.
Setelah itu semua sarapan dengan formasi keluarga yang lengkap (^3^) Seiji tampak sudah tidak menentang Seijuuro seperti makan malam pertama mereka kemarin. Begitu selesai anak anak pergi ke sekolah, sedang Akashi dan Kuroko menunggu kedatangan Akashi Masaomi di mansion.
.
Pukul 10
Tamu yang di tunggu pada akhirnya datang, dengan kimono hitam merah bermotif pohon musim gugur.
"Akhirnya datang juga, Oto-sama" Ucap Akashi menyambut kedatangan sang ayah.
Akashi dan Kuroko duduk bersampingan sedang Masaomi duduk berhadapan dengan mereka berdua.
"Masaomi-san ini, adalah ATM dan buku tabungan. Saya dengar dari Akashi-kun bahwa selama ini Masaomi-san lah yang mengirimi saya uang untuk kehidupan saya dan ke3 anak saya. Karena itu saya kembalikan, saya hanya menggunakan untuk sekolah dan sisanya masih ada di ATM dan ini jumlahnya Masaomi-san bisa mengeceknya sendiri" Ucap Kuroko menyerahkan buku tabungan dan ATM membuat Masaomi tampak sangat terkejut.
"Tetsuya?"
"Selama ini karena telah membiayai saya dan ke 3 anak saya, saya sangat berterima kasih" Ucap Kuroko membungkuk.
"Tidak kumohon jangan seperti itu, apa sekarang kau membenciku Tetsuya?" Ucap Masomi begitu lirih.
"Bu-bukan begitu Masaomi-san" Ucap Kuroko menjadi tidak enak.
"Lalu?"
"Uang itu saya kembalikan, sebagai gantinya. Tolong berikan Akashi Seijuuro pada saya" Ucap Kuroko kembali membungkuk lebih dalam lagi.
"Te-Tetsuya?" Ucap Akashi Seijuuro tak percaya.
"HAHAHAH Tentu saja! Alasan sebenarnya kedatanganku kesini, adalah ingin minta maaf atas apa yang kulakukan padamu, Tetsuya. Memisahkanmu dengan Seijuuro, mengganggu hubungan kalian dan lainnya, untuk itu aku minta maaf yang sebesar-besarnya" Ucap Pria paruh baya itu membungkuk dalam membuat Kuroko tak enak hati.
"Ma-Masaomi-san tolong bangun" Ucap Kuroko tak enak hati.
"Jadi kau memaaf kan aku, Tetsuya?"
"Ya-ya tentu saja Masaomi-san"
"Kalau begitu Seijuuro apa kau sudah mempersiapkan pernikahanmu?"
"Tentu saja, dan kuharap Oto-sama juga ikut serta membantuku" Ucap Seijuuro.
"Eh? Pernikahan?" Ucap Kuroko memandang Seijuuro.
'Tapi kita sudah terlalu tua untuk mengadakan pernikahan Akashi-kun!' Ucap Kuroko dalam hati sambil memandang Akashi dengan tanda tanya besar.
"Tidak ada yang namanya terlalu tua untuk sebuah ikatan pernikahan, Tetsuya. Atau memang kau tak ingin menikah-" Ucap Seijuuro
"Aku mau! Akashi-kun berhentilah marah marah terus!" Ucap Kuroko mengembungkan wajahnya sangat menggemaskan bahkan untuk usianya yang terbilang dewasa.
"Baiklah sebaiknya Oto-sama segera kembali karena acaranya akan ku beritahu nanti malam aku akan ke kediaman utama Akashi"
"Jadi kapan rencana pernikahannya?"
"Sudah ku tentukan, semakin cepat semakin baik. jadi akhir bulan ini kurasa" Tanpa meminta saran apapun pada Kuroko, Akashi sudah menyiapkan semuanya di belakang Kuroko walau senang namun ada sedikit kekesalan di sana.
Pada akhirnya ada pertemuan pasti ada permisahan
setiap ada perpisahan pasti ada pertemuan yang baru
perpisahan Kuroko dan Akashi kini menjadi pertemuan
mereka yang baru lagi walau ada saatnya mereka berpisah pada akhirnya bertemu lagi, semua butuh proses untuk kembali bersama dan semuanya kembali indah pada waktunya.
END
.
.
OMAKE
Di tempat lain
Waktu sekolah sudah selesai namun Seiji dan Seiya masih ada kegiatan OSIS, karena itu sang bungsu kini berjalan menuju ke mansion seorang diri, hanya butuh waktu _+20 menit sampai ke mansion.
Sebenarnya bisa saja Seiichi menelpon supir untuk menjemputnya tapi ia lebih memilih untuk berjalan kaki sampai ke mansion, namun tiba tiba-
"Kenapa? Tubuhku tiba-tiba panas? Egh" Seiichi terduduk di trotoar jalan, sedang di sana tampak sepi.
"Tetsuya, ini aku Kaia?" Ucap Seorang pemuda tinggi berumur 20an menghampiri Seiichi yang mengira itu adalah Kuroko Tetsuya.
"Eghhh hahh hahhh~" Ini adalah kali pertama Seiichi mengeluarkan feromon wangi manis mulai menyebar menarik perhatian alpha, namun sialnya-
"Ka-Egh Kau bukan Te-Tetsuya!?" Ucap Kaia mulai mencengkram keras tangan Seiichi feromon omega milik Seiichi begitu mengikat jiwa alpa Kaia.
"Egh hahah To-hh Tolong lepas eghh -kan hah hah hah" Ucap Seiichi dengan wajah yang merah padam Seiichi sadar bahwa tubuhnya terasa sangat aneh.
"Kau!?" Ucap Kaia seolah ingat dengan sosok Seiichi. Namun Kaia yang merupakan alpha entah mengapa mulai kehilangan kendali karena feromon yang di keluarkan Seiichi. Namun belum sempat Seiichi berkata apapun ia sudah pingsan dan wangi manis feromon yang di keluarkan pun mulai menghilang, Kaiapun bisa menguasai dirinya kembali.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA ADIKKU!" Ucap seiya yang turun dari motor kesayangannya. Seiya di suruh oleh Seiji untuk mengantar pulang Seiichi namun saat pulang Seiya tidak menemukan batang hidung Seiichi akhirnya ia mencari sepanjang jalan menuju ke mansion dan akhirnya menemukannya.
"Ah, jangan jangan kalian? Anak Tetsuya. Seiya dan Seiichi?" Ucap Kaia mulai mengingat kembali bayi kecil yang dulu masih ada dalam memori miliknya.
"Ya, bagaimana kau bisa tahu kami?" Ucap ketus Seiya mulai menggendong Seiichi.
"Aku anak dari teman ayah kalian Kaia. Kebetulan aku ingin ke rumah kalian untuk memberi salam, sebaiknya Seiichi ikut denganku, aku ke sini menggunakan mobil" Karena sangat berbahaya bila Seiya membawa Seiichi yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri menggunakan motor.
Pada akhirnya Kaia lah yang mengantar Seiichi pulang sedang Seiya mengikuti dari belakang, karena Seiya tidak mengingat apapun tentang Kaia, bagaimana bisa ia mempercayakan adik kesayangannya pada orang asing karena itulah Seiya mengikutinya dari belakang hingga sampai ke mansion.
Sampai di depan Mansion Seiya turun dan mengetuk pintu, dan yang membuka adalah Kuroko Tetsuya.
"Ayah kalau begitu aku kembali lagi ke sekolah, ada urusan OSIS yang belum selesai" Ucap Seiya setelah melihat Seiichi sudah berada di tangan sang ayah, namun Kaia belum mengucapkan sepatah katapun sampai Seiya benar benar sudah menghilang bersama dengan motornya.
"Kaia, kau sudah pulang? Apa nilai kuliahmu di luar bagus?"
"Tetsuya sebaiknya kau pasang kalung pengaman pada Seiich-i"
"Bocah, panggil Tetsuya, pakai Tetsuya-jisan!" Suara Akashi dari belakang Kuroko seolah mengetahui siapa yang datang.
BRUK
Seketika Kaia jatuh di depan mata Kuroko menampakkan ke terkejutan di pemilik rambut babyblue dan crimson di depannya itu.
"KAIA!?"
TBC
a/n
gak tahu kenapa waktu author up filenya error jadi tulisannya rada berantakan (T^T)\
