Bla… bla… bla… sasuke dan sakura masih ribut dengan sengitnya. Hinata yang melihat itu hanya tertawa senang melihat kelakuan dua muridnya yang bertengkar kecil, tapi tidak dengan gadis surai coklat yang masih fokus menyetir mobil.

"Aku akan segera menolongmu naruto-san" batin hanabi.

MINNA-SAN, GIMANA KABAR PASTI BAIK DONG #PLAK.

ANE MAU MELANJUTKAN CHAPTER BERIKUTNYA NIH MAAF JIKA BARU …

*SELAMAT BINGUNG EH, SELAMAT BACA MAKSUDNYA"

DISCLAMER : CERITA PUNYA SAYA, TAPI PEMILIK KOMIK PUNYA MASASHI KISHIMOTO DAN SAYA MINJAM DULU CERITANYA …

(AUTHOR DIBACOK SAMA TAKUMI-SAN)

PAIRING : HINANARU X HANANARU

RATED : T+

GENRE : ACTION, SCI-FI, SUPER POWER, ROMANCE.

WARNING : OOC, EJAAN KADANG ADA YANG SALAH DAN TIDAK SESUAI, BANYAK KATA-KATA KASAR DAN MEMBINGUNGNYA SERTA TYPO.

CHAPTER 13 : FREND OR ENEMY.

SHINJUKU. 08.00AM

Dimarkas musuh.

"Benar dugaanku, ini benar-benar penemuan yang mengagumkan. Aku baru pertama kali melihatnya!" ujar hiashi senang.

"Memangnya ini benda apa?" tanya ku penasaran sambil memakai bajuku kembali.

"Bisa dikatakan ini sebagai peningkat kekuatan dan pertumbuhan ulang, tetapi aku masih belum tahu efek samping dari benda ini, pernahkah kau terluka parah sebelumnya atau kejadian-kejadian yang janggal bagimu naruto sehingga benda ini bisa terpasang ditubuh mu?" tanyanya penasaran.

"Uhm… itu..." gumam ku sambil mencoba mengingat sesuatu.

Bruuk… tubuhku pun tersungkur ditanah secara tiba-tiba… menahan sakit dikepala ku.

"Arrgh hentikan, aku mohon…!"teriak ku kesakitan, dan ingatanku dimasa lalu yang sedikit samar karena melihat seorang wanita berambut indigo dewasa sedang memasang sebuah benda aneh kepadaku dengan ekspresi yang sangat ketakutan.

"K-kau tidak apa-apa naruto, naruto?" tanya hiashi khawatir mengoyah-goyahkan tubuh ku.

"Naruto...oi...oi!?" tanya hiashi kembali yang masih berusaha menyadarkan aku sedangkan aku hanya menahan sakit yang luar biasa.

Plak... sebuah tamparan meyadarkan ku.

"Kau tidak apa-apa.?" Tanya hiashi kawatir.

"A-aku baik-baik saja" jawab ku sedikit kesakitan, sambil memegang kepala ku yang sakit luar biasa.

"Yokatta, maaf jika aku memaksa mu naruto. Jadi kau tak bisa mengingat apapun ya!" ucap hiashi merasa bersalah.

"U-uhm... gomenasai hiashi-san, a-aku tak bisa mengingat semua itu. Tapi a-aku sudah lebih baik sekarang!" jawab ku agar tidak membuat pria dewasa itu bersedih.

"Apa itu tadi, ekspresi itu siapa wanita itu- ...?"

Ceesh... sebuah asap muncul didalam penjara yang mengurung kami.

"I-ini gas tidur, bagaimana bisa. kalau seperti ini terus!" batin hiashi dengan segera menutupi hidungnya, tapi diriku terkena jebakan lebih dulu karena tidak waspada membuat tubuhku mati rasa dan tak berdaya hingga akhirnya pingsan tak sadarkan diri.

"Uhuk... uhuk... a-apa ini, huh... p-penglihatan ku mulai kabur?!" gumam ku mulai pasrah dan akhirnya pingsan.

"Naruto... oi... oi-..." panggil hiashi yang mencoba membangunkan ku, tapi akhirnya pria bermata sayu itu pun tertidur juga.

DITEMPAT HINATA DAN YANG LAINNYA.

Breem... bunyi dari suara mobil yang melaju ditengah salju yang cukup lebat. Dua orang sedang tertidur didalam mobil pria berambut hitam dan gadis berambut kapas pink. Tidak dengan kedua saudara kakak beradik yang masih tetap terjaga. Sang kakak sedang mengendarai mobil sedangkan si adik sedang mengasah pisau untuk berjaga-jaga. Mereka pun terdiam dalam pikiran mereka masing-masing hanabi pun mencoba membuka suara.

"Onee-sama" panggil sang adik.

"Ada apa?" Tanya hinata masih memacu mobil dengan cepatnya.

"Apakah, Onee-sama tidak merasa khawatir melawan musuh yang kita hadapi kali ini maksudku a-aku jadi ragu jika sudah berjalan sejauh ini?!" ujar hanabi risih.

"Hanabi, aku pun sama seperti mu. Ragu dan khawatir dengan lawan yang kita hadapi sekarang, kaguya bukanlah orang biasa, dialah orang yang menyebabkan insiden ini selama bertahun-tahun, aku pun tidak mengerti kenapa dia bisa hidup sampai saat ini, tapi yang pasti dia adalah orang yang tak berperikemanusiaan membunuh orang lain tanpa penyesalan dan aku akan membalaskan semua dendam semua orang termasuk dendam Tenten-san serta Minato-san dan Kushina-san" ujar hinata sedikit kesal.

"Jadi ini yang menyebabkan onee-sama sangat ingin menolong naruto-san kah?" Tanya hanabi kembali.

"Soal itu... a-aku. dia sudah kuanggap orang yang sangat berarti dalam hidupku!" jawab hinata tersenyum tipis, sang adik yang melihat itu rasanya benar-benar sakit hatinya.

"Memangnya ada apa hanabi.?" Tanya hinata.

"B-bukan ..." jawab hanabi tertawa garing.

"Rasanya sakit sekali" batin hanabi merasa sesak hatinya mendengar jawaban dari sang kakaknya sendiri.

SKIP TIME.

Perjalanan masih tetap berlanjut dengan menggunakan mobil. Dua junior pria bermata hitam itu dan wanita bermata emerald itu sudah bangun dari tidurnya, Mereka berempat pun mulai waspada ketika sampai disebuah kota tak berpenghuni melalui jalan layang. Gedung-gedung runtuh, akar-akar pohon besar melilit setiap bangunan yang dibuat manusia, tapi...

Suiing… sebuah roket mengarah ke mobil yang dikendarai hinata.

"Onee-sama!" ucap hanabi memberi informasi.

"Aku tahu, pegangan yang erat!" ujar sang gadis berambut biru.

"Hai" jawab mereka bertiga.

Breeem... Duaar...Duaar ledakan itu membuat keseimbangan mobil tak teratur ketika berjalan dikarenakan mencoba menghindari serangan musuh, lalu.

Ckiit... Braak... Ledakan terakhir yang diarahkan pasukan musuh membuat mobil yang dikendaraan empat orang itu menyangkut ketepi jalan layang yang tanpa pembatas jalan. Musuh-musuh pun mulai mendekati mereka berempat.

"Master, bagaimana sekarang?" Tanya sasuke yang khawatir.

"Kalau sudah seperti ini. Mau tidak mau kita harus melawan mereka" jawab hinata keluar mobil diikuti mereka bertiga dibelakang.

"K-kamu serius senpai, b-banyak sekali yang mengepung kita" ujar gadis berambut pink ragu, karena melihat pasukan musuh sangat banyak sekali mengepung mereka berempat.

"Hadapi saja mereka semua, terlalu banyak berpikir tidak akan menyelesaikan apapun sakura-chan!" jawab hinata angkuh sedangkan sakura dan sasuke hanya menurut pasrah saja.

"Blaze..." teriak mereka berempat bersama mengambil senjata mereka masing-masing.

Fussh... sebuah asap putih menutupi mereka sesaat dan menampilkan senjata mereka masing-masing.

"Ayo kita selesaikan ini dengan cepat!" ujar hinata ke mereka bertiga.

"HAI" jawab mereka bertiga serius tanpa keraguan.

DITEMPAT LAIN.

Beberapa mobil hitam yang berjumlah enam. Sedang memeriksa sesuatu yang mereka temukan. Salah satu kapten penyelidik sedang mencari informasi.

"Mereka lewat sini rupanya" gumam seseorang berambut silver jabrik.

"Bagaimana, kakashi?" Tanya tsunade dengan muka penasaran.

"Mereka sepertinya pernah datang kesini. Dari jejak yang mereka tinggalkan sepertinya mereka pergi kearah sana" ujar kakashi menerangkan apa yang diamati nya sambil menunjuk kan arah yang benar.

"Begitu ya, baiklah. Minna, kita pergi menyusul mereka kearah barat "ujar sang pimpinan.

"Hai"jawab semua orang lalu masuk kedalam mobil untuk mengejar ketinggalan mereka berempat.

HINATA AND FREND POV.

Hah...hah...hah…, helaan nafas tak berarutan dari empat orang yang sedang bertahan untuk hidup. Musuh pun terus berdatangan tanpa henti. Membuat keempat orang ini hampir menyerah.

"Cih, mereka tak ada habisnya, disamping itu kami semua mulai kelelahan,bagaimana ini"batin sang senior memikirkan nasib tiga orang yang bersama dengan dirinya.

Ckck... Drrrt… sebuah peluru kaliber dengan kecepatan tinggi menyerang ke arah empat orang itu.

"Ini sudah batas kemampuan ku" batin sasuke dan sakura bersama menutup kedua matanya dengan pasrah.

"Naruto-san" batin hanabi mendekap kedua tangannya seperti berdoa lalu menutup matanya.

"Naruto-kun, gomen!" gumam hinata pelan menutup matanya.

Braak… Duaar… Duaar… Duaar, sebuah ledakan besar telah terjadi membuat hinata dan yang lainnya membuka matanya, lalu empat orang datang mengangkat tubuh mereka semua untuk menghindari ledakan.

"A-apa yang terjadi. k-kalian siapa?"hinata terkejut melihat empat orang misterius menyelamatkan kami.

"Tenanglah kami bukan musuh kalian, lebih baik kita sembunyi dahulu!" jawab seseorang berjubah hitam yang masih memakai penutup kepala.

SKIP TIME.

Disebuah ruangan bawa tanah sebuah lorong yang sangat panjang dilalui oleh hinata bersama rekan-rekannya untuk mengikuti empat orang misterius yang sebelumnya menyelamatkan mereka, Hinata dan ketiga rekannya hanya duduk diam diatas mobil yang melaju entah kemana tujuannya, Berjalan selama tiga puluh menit sampailah disebuah pintu, mereka pun memasuki pintu itu.

Braaak... Kreiiit... sebuah cahaya putih muncul dengan sangat menyilaukan. Membuat mata sang gadis bersurai ungu itupun menutup matanya karena terlalu terang.

Terlihatlah sebuah pemandangan yang bisa dikatakan, sama seperti aktivitas orang-orang biasa, seperti berdagang, makan dan sebagainya.

"I-ini?" gumam hanabi.

"Ayo!"ajak seseorang yang memakai penutup kepala agar mengikuti mereka.

"U-uhm" jawab hinata.

Saat akan pergi beberapa orang berseragam militer menghampiri kami.

"Oii,... tunggu, sepertinya kalian bukan orang asli sini?" tanya seseorang memanggil nama kami, kami berempat pun lalu melihat ke orang tersebut membuat suasana aktivitas orang-orang yang sebelumnya lancar harus terhenti karena melihat kami dengan tatapan bertanya-tanya.

"Master bagaimana ini?" Tanya sasuke ragu.

"Aku tidak tahu, kita tunggu saja!" jawab hinata.

"Kami ingin bertemu dengan hiruzen-sama, ada beberapa hal yang harus kami sampaikan kepada beliau!"jawab seseorang yang memakai penutup kepala tersebut akhirnya membuka kain yang menutup kepalanya sehingga menampilkan muka mereka dan di ikuti tiga orang lainnya.

Pasukan militer yang melihat itupun benar-benar terkejut dengan siapa orang yang sebenarnya dibalik penutup kepala itu.

"A-anda, m-maafkan atas kelancangan kami. Ketua yahiko" jawab sang pimpinan pasukan militer merasa menyesal karena tidak mengetahui orang dibalik tudung tersebut.

"Tidak apa-apa kyusuke, aku punya tugas untuk mu. sekarang aku memerintahkan mu untuk menangkap mereka berempat!" ucap yahiko menunjuk ke hinata dan ketiga temannya.

Hinata dan yang lainnya mendengar itu benar-benar terkejut atas penuturan yahiko yang sebelumnya menolong kami sekarang mencoba menangkap kami.

"Sudah kuduga" batin hanabi.

Mereka berempat pun mencoba untuk kabur tapi... mereka telah dikepung oleh pasukan militer yahiko.

"Cih, kalau sudah seperti ini?" decih hinata kesal.

"Blaze-... u-ugh" ucap hanabi bersama sasusaku yang siap mengeluarkan blaze mereka terhenti, karena tengkuk leher mereka telah dipukul dengan kuat menyebabkan tiga orang tersebut pingsan.

"Hanabi, sakura-chan, sasuke-kun. Sial apa yang kau inginkan dari kami?"tanya hinata geram tak mengerti.

Pria surai orange itupun mendekati hinata dan berbisik ditelinga hinata.

"Percayalah sama kami, karena ada pasukan militer lain yang akan menangkap kalian. jika itu terjadi, maka aku tidak bisa menolong kalian lagi, kau lebih percaya padaku atau mereka!?" ujar yahiko memberikan kode dengan gerak bola mata, hinata yang mengerti kode itu pun mencoba melihat arah yang diberitahu yahiko. Ternyata benar ada pasukan militer lain yang mengawasi pergerakan mereka berempat.

Beberapa saat menunggu, akhirnya gadis bermata sayu itu pun memberikan jawabannya.

"Baiklah, aku akan ikut dengan kalian!" jawab hinata dingin.

Yahiko yang mendengar jawaban hinata pun hanya tersenyum kecil.

"Tangkap mereka berempat!" ujar yahiko menyuruh pasukan militer yahiko menangkap hinata dan ketiga rekan nya.

"Hai" jawab semua pasukan yahiko.

Kraaak... Kraaak... sebuah belenggu borgol dipasang ditangan hinata dan ketiga rekannya. borgol pun terpasang dibelakang punggung mereka sebagai bentuk antisipasi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Bawa mereka ketempat hiruzen-sama!" ujar yahiko.

"Hai" jawab semua pasukan militer yahiko mulai pergi meninggalkan tempat itu yang sebelumnya sangat ricuh akibat pasukan yahiko, beberapa pasukan lain mengawasi pergerakan pasukan militer yahiko dan mulai pergi.

HINATA DAN KETIGA TEMANNYA TELAH TERTANGKAP, SIAPAKAH PRIA BERNAMA YAHIKO TERSEBUT DAN SIAPAKAH PASUKAN MILITER YANG DIKATAKAN PRIA TERSEBUT.

Sampai jumpa dichapter berikutnya, jaa…