Cartas de Amor

Length Chaptered

Lai Guanlin x Park Jihoon asmaincast

Rating T

.

.

Berawal dari Guanlin, si siswa penyendiri, yang iseng meninggalkan coretannya di atas meja kantin dan ditemukan oleh Park Jihoon. Berakhir dengan saling jatuh cinta dengan tulisan masing-masing.

.

.

.

.

.

"Aku tidak tau kau sudah seakrab itu dengan Jihoon hyung," Jinyoung memulai percakapan begitu ia dan Guanlin keluar dari cafe. Guanlin yang tengah membaca pesan di ponselnya menghentikan kegiatannya.

"Jihoon siapa?" Jinyoung meminum tegakan terakhir dari mocca yang dibelinya tadi sebelum menjawab pertanyaan Guanlin.

"Park Jihoon maksudku," Guanlin menatap bingung pada Jinyoung yang membuat pemuda yang lebih pendek merotasikan bola matanya malas. "Sunbae yang kau ajak bicara tadi di cafe. Jangan bilang kau bahkan tidak tau namanya,"

Guanlin menghentikan langkahnya. Membuat Jinyoung juga menghentikan langkahnya. Pikiran Guanlin berputar pada kejadian tadi dan pertama kalinya mereka bertemu kemudian menunggu di pos satpam bersama. Bayangan Jihoon yang tersenyum lima jari padanya ketika menyapanya hari itu memenuhi pikirannya. Sekarang dia ingat tentang mengapa nama Park Jihoon tidak asing untuknya. Guanlin yakin ia pernah mendapatkan senyuman semanis itu dari seseorang ketika ia di Taiwan.

"Jadi, dia Park Jihoon?"

"Kau kira ada berapa Park Jihoon di sekolah kita, bodoh?" Jinyoung menghela napasnya kesal dengan tingkah bodoh Guanlin. "Aku pergi sekarang. Daehwi sudah meungguku," Jinyoung menepuk pundak Guanlin sebelum memasukkan ponselnya ke dalam tas kemudian pergi meninggalkan Guanlin yang masih bingung dengan pikirannya sendiri.

"Park Jihoon," Guanlin bergumam sebelum akhirnya berbalik berlari menuju cafe. Berharap Jihoon masih berada di sana. Dan Guanlin tidak akan membuang kesempatan ini untuk mengatakan seluruhnya pada Jihoon. Seluruhnya, bahkan tentang masa lalu mereka dulu dan tentang pertemuan pertama mereka yang sebenarnya tidak terjadi di kantin.

Guanlin membuka pintu cafe begitu ia sampai dan membuat beberapa pengunjung mendelik menatapnya. Tapi, tetap saja Guanlin tidak memedulikan hal seperti itu. Pandangannya mengedar mencari sosok manis yang memenuhi pikirannya. Namun, nihil. Jihoon tidak ada di cafe lagi.

Guanlin berbalik keluar dari cafe. Menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan berharap Jihoon masih ada di sekitar cafe ataupun sekolah. Dan netranya berhasil menangkap Jihoon yang tengah duduk di halte di depan sekolah dengan bibir mengerucut.

"Jihoon sunbae!" Guanlin berteriak cukup kencang dan mampu membuat Jihoon mengalihkan pandangannya dari ponsel dan balas menatap Guanlin di seberang halte. Guanlin melambaikan tangannya dengan senyuman lebar yang terpatri manis di wajah tampannya. Jihoon balas melambaikan tangannya dan tersenyum pada Guanlin.

Baru saja Guanlin akan menyebrang menghampiri Jihoon, sebuah motor berhenti di depan Jihoon. Guanlin menghentikan langkahnya begitu melihat Jihoon tersenyum cerah kepada pemuda lain di hadapannya. Guanlin melupakan satu fakta kecil, Jihoon sudah memiliki kekasih.

.

.

.

.

.

.

aku niat mau nyelesein ff ini dalam 3/4 chapter lg, atau malah 2 chapter lg.

hehehe, aku cinta kalian yg udah baca foll fav apalagi review. biar aku gabales review kalian, aku bacain kok heheh:")