Balas Review! :D

Sakazaki-Rikou: Saya turut berduka atas hilangnya kucing anda! Baiklah, terima kasih Review-nya! :D

Honey Sho: Begitu ya, ngalahin BOT segampang itu! Oke, Thanks for Review! :D

Dissa-CHAlovers: Saya juga kangen Chalkzone, terutama lagu-lagu pas tuh kartun mau habis! I NEED THE SONG! *plak!* Ini dia kelanjutannya! :D

Catatan buat Reader: Saya Hiatus-nya mulai Januari, lho!

Happy Reading! :D


Sebelumnya di 'The Crazy Summer Camping'...

"Kagak! Aku disuruh nyari kucing tetangga yang hilang! Ini fotonya!"

"Maaf! Kamu kan dari fandom Chalk Zone, bukan Sengoku Basara! Kalian salah tempat!"

"WHAT THE FUCK?! WHAT THE HELL?! WHAT THE DENMARK?! Sendal jepit dikasih nama Roynard van Orlienda?! Keren amat namanya! Terus, kenapa sendal jepit pake difoto-foto segala?!"

"Akhirnya selesai juga tugas gaje ini! Saatnya ke Natasha-dono!"

"Sia-sia gue nyarinya sampai se-map!"


Chapter 12: Licocake?


Lance berniat membuat sebuah cemilan yang akan diberikan kepada teman-temannya. Dia memang tidak berulang tahun, tapi pemuda berambut merah itu memang suka sekali berbagi sesuatu kepada siapa saja. Sekarang dia sedang berada di dapur untuk memasak dan Gerrard berbaik hati membiarkannya memasak, asal tidak ada gangguan dari luar (dengan kata lain, acara penghancuran massal yang sering dilakukan Andre dan Mathias).

"Ingat, ya! Jangan sampai kau membiarkan ada orang yang memasuki dapur, apalagi si Andre sama Mathias! Kau masih ingat kan kapan terakhir kali mereka ngancurin dapur? Aku tidak ingin itu terulang lagi, oke?"

Lance selalu mengingat kata-kata Gerrard setiap kali memasuki dapur, apalagi mengingat kedua makhluk itu memang sering banget berantem akhir-akhir ini.

Kemudian, dia memikirkan apa yang harus dimasak untuk teman-temannya dan mulai membayangkan betapa harumnya gula dari sebuah arum manis (atau apapun namanya), renyahnya sebuah waffel, rasa manis dari sebatang cokelat, serta pikirannya mulai melayang ke arah sebuah kenikmatan yang menakjubkan dari sepotong kue.

Lance memang menyukai kue. Dia sering membayangkan berbagai macam rasa yang bisa diciptakan dengan kudapan yang satu ini. Mulai dari sebuah pancake yang praktis sampai velvet cake yang berkelas. Tapi kue yang paling disukai pemuda American berambut merah itu adalah cupcake yang sederhana, tapi menggiurkan. Apalagi kalau dibuat dengan choco chips atau krim cokelat.

Dia pun terpikir untuk membuat kue kesukaannya. Lance pun mulai mencari bahan-bahan dan mengeluarkannya.

Bahannya ada, cetakannya ada, alat-alatnya ada, tapi...

'Lha, kenapa cokelatnya kagak ada?' batin Lance heran.

Lance langsung facepalm di tempat karena dia baru nyadar kalau cokelatnya dipake sama Yukimura dan Mathias buat perang di ruang makan kemaren. Yah, maklumlah! Orang mereka perangnya pake bahan makanan yang bisa ditemukan di dapur, jadi beberapa makanan pun menjadi korban perang mereka. Salah satunya, cokelat yang diperlukan Lance sekarang ini.

'Kalau cokelatnya dipake buat perang sama mereka, gimana sama gue yang mau bikin kuenya coba?' batin pemuda berambut merah itu bingung.

Lance pun mulai mencari bahan alternatif sambil membuka pintu kulkas. Strawberry udah biasa! Vanila juga! Blueberry? Itu mah cuma Mathias yang doyan! Negi? Wah, lebih parahan Kojuro doyannya! Dango? Ah, paling yang mau cuma Yukimura sama Keiji! Niat mau bikin tiramitsu, entar malah Cowboy yang ngabisin! Memusingkan banget, sumpah!

Lance pun menutup pintu kulkas dan melihat sebungkus snack besar berwarna coklat yang merupakan pemberian dari seorang personifikasi Islandia, Emil Steilsson. Dia pun memegang bungkus snack tersebut dan melihat isinya. Licorice!

Dia mulai berpikir, sepertinya membuat kue dengan licorice tidak biasa! Apalagi di tempat para Nordic juga belum pernah ada yang membuat kue dengan salmiakki atau sejenisnya.

'Sepertinya ini menarik!' batin Lance sambil tersenyum kecil.

Dia pun semakin percaya diri untuk membuat kue yang dijamin akan membuat teman-temannya ingin memakannya lagi dan lagi karena isinya yang tidak biasa.

Dengan semangat, dia pun mulai memasak. Dia sangat yakin sekali kalau teman-temannya akan menyukainya.


Keesokan harinya, Lance pun berjalan menuju ke lapangan. Ternyata di sana ada seorang pemuda berambut coklat dengan jaket hoddie berwarna kuning dan seorang pria berambut pirang jabrik dengan iris berwarna biru langit. Mereka sekarang sedang ngobrol tentang sesuatu.

"Hoi, Ransu-kun! Apa yang kau bawa itu?" tanya Tokugawa Ieyasu -si pemuda berambut coklat- saat melihat Lance menghampiri mereka berdua sambil membawa beberapa kotak berisi kue yang terlihat menggoda selera, tapi terdapat kejutan di dalamnya.

"Ya, aku juga ingin melihatnya!" kata Mathias Køhler -sang pria jabrik dari Denmark- yang sedang bersama Ieyasu sambil memainkan sebuah Mini Uzi yang entah dapat darimana.

"Kalian pasti akan menyukainya!" kata Lance sambil menyodorkan kotak berisi kue tersebut agar kedua teman dekatnya itu bisa memilihnya.

Mathias menganggukan kepalanya dan mengambil sepotong kue dan memakannya. Ieyasu mengamati reaksi pria jabrik yang mulai memakan kue tersebut. Tapi...

"HUWAAAAAAAAAAH~ LANCE! KUENYA MANIS BANGET! LU MASUKIN APAAN, SIH?!" teriak Mathias sedikit shock setelah dia merasakan rasa manis dari kue buatan Lance sambil berdecak.

Tapi, dia mulai mengetahui apa yang Lance masukan ke dalam kue buatannya.

"Oh, sekarang gue tau apa ini!" sambung Mathias sambil tersenyum curiga, sementara Lance hanya memasang wajah bingung.

Ieyasu malah ikut memandangi temannya tersebut.

"Memang apaan, Makkun?" tanya pria berambut coklat itu penasaran sambil mengambil salah satu potongan kue buatan Lance dan mulai menikmatinya setelah kue itu masuk ke dalam mulutnya.

"Cobain aja sendiri! Pasti lu bakalan tau!" jawab Mathias sambil mengambil sepotong kue lagi dan memakannya karena mulai ketagihan.

Pemuda bermarga Tokugawa itu pun mulai tersenyum setelah merasakan rasa licorice dari dalam kue tersebut.

"Gue tau sekarang, Makkun! Ini kan rikorisu (licorice) yang dikasih Steilsson-san kemaren, kan?" tanya Ieyasu kepada Mathias yang dibalas dengan anggukan kepala dari personifikasi Denmark itu.

"Lance! Lu udah sukses bikin gue jatuh cinta sama kue rasa licorice yang satu ini!" kata Mathias bersemangat.

"Yah, gue juga menyukainya! Mungkin gue harus bawain beberapa potong buat Hanbei-sama, Bondevik-san, sama Mitsu-kun! Kali aja mereka menyukainya!" balas Ieyasu tidak kalah bersemangatnya.

Kemudian, Cowboy -salah satu OC milik Girl-chan- pun datang dan menghampiri mereka bertiga.

"Hoi! Kok kalian punya makanan enak kagak dibagi-bagi, sih? Jahat amat!" kata Cowboy sambil mengambil sepotong kue dari wadah tersebut. "Hei, Lance! Bagi kuenya, ya!"

Lance hanya menganggukkan kepala dan melihat wajah-wajah yang mulai menikmati sebuah kue rasa licorice yang muncul hanya karena kebetulan. Semakin banyak teman-temannya yang mulai mencicipi kue tersebut. Walaupun awalnya mereka kaget, tapi akhirnya mereka menikmatinya bahkan menyukainya.

Lance hanya tersenyum. Mungkin suatu saat nanti, kue itu harus berada di berbagai toko kue di dunia.


To Be Continue...


Preview for Chapter 13:

"Bagaimana kalau yang kalah menjalankan Dare dari yang menang saja? Biar seru!"

"WHAT THE FUCK?! WHAT THE HELL?! WHAT THE DENMARK?! APA MAKSUDNYA ITU?!"

'Serius? Salibnya Bondevik-san/Lukas-san bisa jadi senjata?'

"Lha? Kok gue? Orang yang nyuruh gue Andre, masa gue sama Gerrard yang disalahin?"

"Gue bersumpah bakalan bunuh siapapun yang ngusulin ide laknat ini!"


Review! :D