Title : Song For Unbroken Soul

Main Cast : Kim Jongin, Do Kyungsoo, Other cast...

Author : Oh Hani

Rate : M

Warning : Genderswitch, DLDR, NO BASH ! REVIEW juseyooo !

Disclaimer : REMAKE Novel karya Nureesh Vhalega yang judulnya 'Song For Unbroken Soul'. Hanya mengganti cast sesuai couple favorit. Dan ini bukan FFN milik saya pribadi. Hanya numpang dan ngehidupin FFN ini karena pemilik aslinya sedang HIATUS.

.

.

.

*Happy Reading*

.

.

.

BE FANS GOOD


Seoul, April, 2015

Kyungsoo tersenyum memandang Jongin yang bermain piano. Ia tidak akan pernah bosan, apalagi lelah melakukannya. Kyungsoo yakin ia bisa menghabiskan sisa hidupnya untuk berada di samping Jongin dan hanya mendengarkan lantunan nada dari jemari ajaibnya itu. Jongin membalas senyum Kyungsoo, masih tetap melarikan jemarinya di atas tuts-tuts piano.

Perlahan, nada yang dimainkan Jongin bermetamorfosa menjadi nada yang dikenal Kyungsoo. Nada penyusun sebuah lagu berjudul sama dengan daftar putar di iPod Jongin; Song for Unbroken Soul. Kyungsoo tidak bisa mengungkapkan betapa ia bersyukur karena memiliki Kim Jongin dalam hidupnya. Karena mencintai juga dicintai oleh Kim Jongin. Kyungsoo tidak tahu apa yang bisa dilakukannya untuk menghapus seluruh luka, namun Kyungsoo tetap mencoba. Kyungsoo tidak akan pergi dari Jongin.

Sudah dua bulan berlalu sejak kejadian itu. Kyungsoo memutuskan untuk tetap berusaha menyembuhkan dirinya. Secara mental. Kyungsoo menemui dokter Jung secara rutin demi membasmi rasa takut yang setiap malam masih saja membayanginya. Kini Kyungsoo mendapat banyak kemajuan. Meski tentu saja, penentu utama dalam proses penyembuhannya adalah Kim Jongin. Pria itu yang begitu gigih untuk membawanya menuju hidup yang lebih baik. Hidup yang pantas untuk diperjuangkan.

"Tidakkah kau ingin memberiku tepuk tangan?" tanya Jongin. Kyungsoo tertawa, lalu mendongak untuk mengecup bibir Jongin. Kyungsoo membuka matanya dengan tatapan bingung ketika Jongin tidak membalas ciumannya. Jongin justru bangkit berdiri dan mengulurkan tangan padanya. Kyungsoo menerima uluran tangan itu, mengikuti langkah Jongin ke kamarnya.

Betapa terkejutnya Kyungsoo ketika melihat balkon kamar Jongin yang telah disulap menjadi taman bunga penuh lilin-lilin kecil. Kyungsoo menyentuh kelopak mawar putih yang begitu indah dan napasnya tercekat ketika Jongin berlutut dengan satu kaki di hadapannya, dengan tangan memegang sebuah kotak beludru hitam. Jongin membuka kotak itu, memperlihatkan cincin dengan permata berwarna hijau di dalamnya.

"Menikahlah denganku, Do Kyungsoo." pinta Jongin bersungguh-sungguh. Kyungsoo terpeluk oleh ketersimaan. Matanya mulai terlapisi oleh kilau bening, sementara bibirnya membentuk sebuah senyum. Dalam mimpi indahnya sekalipun, Kyungsoo tidak pernah berani memimpikan saat seperti ini. Saat ketika Jongin memintanya untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan pria sempurna itu. Kyungsoo tidak pernah meragukan Jongin, Kyungsoo tahu Jongin adalah yang terbaik baginya.

Kini Kyungsoo tahu maksud dari tulisan Profesor Kim Kangin di kertas ujiannya yang bernilai F itu. Jika kita berhenti, maka kita tidak akan pernah menemukannya. Tentu saja, karena jika saat itu Kyungsoo berhenti, maka Kyungsoo tidak akan pernah bertemu dengan Kim Jongin. Seorang pria dengan mata sesejuk daun di pagi buta yang mampu membawanya menuju cahaya. Kyungsoo menatap Jongin.

Diam-diam tertawa dalam hati melihat sirat kecemasan dalam mata coklat gelap itu. Bagaimana mungkin Jongin berpikir Kyungsoo akan menolaknya? Demi Tuhan, Kyungsoo mencintai pria itu sepenuh jiwanya. Jiwa yang pernah hancur lalu tersembuhkan dengan tempaan cinta dan ketulusan dari Jongin. Tepat saat Kyungsoo akan menjawab, sebuah suara mengejutkannya. Merusak momen khidmat yang tercipta di sekelilingnya.

"Oh astaga, Kyungsoo eonni! Cepat terima kakakku! Kau tahu ia sempurna. Kau tidak akan pernah menemukan pria lain yang lebih baik dari Jongin oppa!" seru Yeri dari depan pintu kamar mandi dengan berkacak pinggang. Kyungsoo mengerjap, belum sempat ia pulih, sahabatnya juga ikut bergabung. Minseok mengomeli Yeri yang seenaknya muncul di tengah prosesi lamaran itu. Ternyata mereka berdualah yang menyalakan lilin, lalu besembunyi di dalam kamar mandi ketika Jongin dan Kyungsoo masuk ke kamar. Kyungsoo tertawa.

Sementara Jongin mendesah pasrah, mengatakan seharusnya ia tahu keadaannya akan menjadi seperti ini. Yeri dan Minseok ikut tertawa, menambah semarak suasana mendebarkan itu menjadi ceria. "Kyungie, jangan tinggalkan seorang pria menggantung." Ucap Jongin.

Kyungsoo mengubah tawanya menjadi senyum, lalu membalas, "Ya, Jonginnie. Jawabanku adalah ya. Aku tidak memiliki jawaban lain untukmu selain ya." Jongin menghela napas lega, lalu memasangkan cincin di jari manis Kyungsoo dan bangkit untuk menciumnya. Membisikkan kata cinta berulang kali dalam prosesnya.

.

.

.

.

.

.

.

Jongin tidak tahu gaun pengantin bisa terlihat amat seksi atau mungkin itu hanya berlaku karena gadis yang memakai gaun pengantin itu adalah Kyungsoo. Istrinya. Rasanya Jongin ingin segera mengakhiri pesta pernikahannya ini. Ia tidak sabar untuk memiliki Kyungsoo, hanya untuk dirinya sendiri. Namun melihat wajah Kyungsoo yang begitu bahagia, penuh dengan tawa, Jongin merasa ia tidak keberatan bersabar sedikit lebih lama.

Kyungsoo menoleh untuk memandang Jongin. Senyum manisnya mengembang, menyadari bahwa Jongin kini miliknya seutuhnya. Suaminya. Perlahan senyum Kyungsoo memudar demi melihat sesosok pria yang ia pikir tidak akan pernah dilihatnya lagi; Wu Joonmyeon. Kyungsoo menunggu dengan jantung berdebar, hingga akhirnya Joonmyeon berdiri di hadapannya. Kyungsoo dapat merasakan bisik-bisik penasaran dari tamu undangan, namun ia tetap hanya memerhatikan ayahnya.

Ketika ayahnya mengulurkan tangan dan membawanya dalam pelukan, Kyungsoo membeku. Lalu Kyungsoo mendengarnya, ia mendengar bisikan ayahnya. "Maafkan aku. Maafkan aku, Kyungie. " Kyungsoo memejamkan matanya, membiarkan air mata kebahagiaan mengalir di wajahnya. Tangannya bergerak membalas pelukan ayahnya dan Kyungsoo merasa kembali menemukan bagian dari dirinya yang hilang.

Akhirnya, di penghujung malam, Kyungsoo dan Jongin pergi dengan sorakan ceria pada tamu undangan. Jongin membawa Kyungsoo menuju mobilnya yang telah menunggu dan Jongin tertawa ketika melihat wajah Kyungsoo yang terpana. Tentu saja, karena mobil yang menunggu mereka adalah Porche putih milik Jongin.

Bukan karena kemewahannya yang membuat Kyungsoo terpana, melainkan kepanikannya untuk bisa masuk ke dalam mobil itu tanpa merusak gaun pengantinnya. "Apa kau benar-benar berusaha merusak gaunku?" tanya Kyungsoo lirih.

"Aku hanya ingin mempermudah pekerjaanku nanti." jawab Jongin polos. Dengan sedikit pengaturan, akhirnya Kyungsoo bisa duduk tenang di dalam mobil. Kyungsoo tidak tahu ke mana Jongin akan membawanya, karena itu dua jam kemudian ketika Jongin menghentikan mobilnya di sebuah rumah yang berada dekat dengan kaki gunung, Kyungsoo membelalakkan mata. Udaranya benar-benar dingin menggigit.

Jongin membantu Kyungsoo turun, lalu membawanya memasuki rumah sederhana yang sangat luas dengan dinding yang tersusun dari kayu itu. Jongin mengambil alih tubuh Kyungsoo dengan mudahnya hingga kini Kyungsoo berada dalam gendongannya. "Ini adalah rumah kita." ucap Jongin seraya melewati pintu utama. Kyungsoo memerhatikan rumah itu sesaat, lalu kembali menatap Jongin dan memberikan ciuman lembut di bibirnya. Mereka berciuman dengan sentuhan seringan kapas, hingga napas mereka semakin cepat dan Jongin memutuskan bahwa tur keliling rumah harus ditunda hingga besok.

Jongin membawa Kyungsoo menuju kamar mereka, lalu Jongin membaringkan Kyungsoo di atas tempat tidur. Jongin melepas jas juga kemejanya, lalu menjalankan jemarinya untuk mengurai kepangan di rambut Kyungsoo. Mereka saling menatap dengan dalam, membiarkan waktu membingkai mereka dalam satu momen panjang.

Jongin tidak ingin terburu-buru, karena itu ia mencium Kyungsoo juga membelainya perlahan. Jongin ingin menunjukkan cintanya. Bibirnya menggigit bibir Kyungsoo lembut, sementara tubuhnya melingkupi tubuh mungil Kyungsoo dengan kehangatan. Tangan Jongin beralih pada ritsleting di sisi tubuh Kyungsoo, lalu menyingkap gaun itu hingga berkumpul di pinggang Kyungsoo. "Kau sungguh cantik, Kim Kyungsoo." bisik Jongin seraya menyentuh tubuh Kyungsoo. Mengagumi betapa sentuhannya memberi pengaruh pada tubuh Kyungsoo yang kini bergetar penuh hasrat.

Jongin menarik turun gaun Kyungsoo, memperlihatkan diri Kyungsoo seutuhnya. Bra dan celana dalamnya menyusul tak lama kemudian. Menyisakan Kyungsoo yang berbaring dengan rambut tergerai juga tubuh telanjang sempurna. Jongin kembali mencium Kyungsoo, sementara tangannya menangkup payudara gadis itu. Erangan yang dipuja Jongin terdengar, membuatnya semakin mengeras. Pun ketika dijentikkannya puting yang menegang itu, erangan Kyungsoo semakin jelas. Kyungsoo meremas rambut Jongin, menahannya di tempat sementara ciuman mereka semakin dalam. Satu tangan Kyungsoo yang lain melepas kancing celana Jongin, lalu kakinya yang melingkari pinggang Jongin menarik turun celana itu. Jongin membantu Kyungsoo dengan menendang celananya, hingga kini mereka berdua lekat tanpa sekat.

Kyungsoo menempelkan setiap lekuk tubuhnya dengan Jongin, mendesah puas ketika menemukan tekanan di bagian yang paling diinginkannya. Malam itu, semua berjalan dengan begitu lembut dan perlahan. Penyatuan tubuh mereka terasa sakral. Jongin menautkan tangan mereka, lalu meletakkannya di sisi kepala Kyungsoo. Pelan, dengan penuh kehati-hatian, Jongin menyatukan tubuh mereka. Perasaan tersengat itu kembali terasa, hingga menahan napas mereka di tenggorokan.

Jongin mengecup dahi, mata, hidung, pipi, lalu bibir Kyungsoo. Merasakan cengkraman kuat di tubuhnya dengan satu desisan nikmat. Kyungsoo membuka mata, menatap mata coklat gelap berkabut di atasnya dan kembali menemukan ketulusan juga cinta. Kyungsoo memasrahkan tubuhnya, membiarkan Jongin membawanya menuju puncak yang ia tahu sudah begitu dekat. Kyungsoo merasakan gerakan Jongin yang semakin cepat, lalu tenggelam dalam bisikan suaminya itu. "Aku mencintaimu"

Kalimat itu terus berulang, hingga akhirnya milik Kyungsoo mengetat dan desahan puasnya terdengar. Tak lama kehangatan membasuh milik Kyungsoo, membuat desahannya kembali. Kyungsoo menerima Jongin ke dalam pelukannya ketika pria itu mengatur napas di lekuk bahunya. "Aku juga mencintaimu." bisik Kyungsoo serak. Jongin berguling ke sisi kanan, masih dengan tubuh yang terhubung. Jika saja bisa, Jongin tidak ingin memisahkan diri. Ia suka berada begitu dekat dengan Kyungsoo.

Kyungsoo menyentuh wajah Jongin dengan ujung jemarinya, lalu bergumam, "Aku memimpikan seorang anak laki-laki bermata coklat kemarin malam. Kulitnya putih, namun tidak pucat. Rambutnya berwarna cokelat dan hidungnya mancung sempurna. Aku menginginkannya." Jongin tersenyum. Matanya terbuka, menatap wajah Kyungsoo yang terlihat begitu cantik di pelukannya. Tangannya menangkap tangan Kyungsoo, lalu mengecupnya.

"Itu bisa diatur. Kau tahu, aku sedang mengusahakannya di sini. Tujuan hidupku saat ini adalah membahagiakanmu. Maka aku akan mewujudkan mimpimu." sahut Jongin seraya menggerakkan pinggulnya menggoda. Miliknya sudah kembali mengeras. Kyungsoo tertawa. Ia membawa tubuhnya untuk menaiki tubuh Jongin, lalu menunduk dan mencium Jongin.

"Kalau begitu, mari kita lakukan. Persiapkan staminamu, Kim Jongin." balas Kyungsoo.

Jongin membelai pipi Kyungsoo lembut, lalu bertanya, "Bisakah kita memiliki lima anak?"

"Jongin!"

"Aku anggap itu sebagai jawaban ya." Jongin membalik posisi mereka dan Kyungsoo harus menelan kembali balasannya. Kyungsoo tahu, Jongin adalah seseorang yang harus ditemukannya. Kyungsoo tidak akan pernah menyesal karena sudah memilih Jongin. Dan kalimat hidup bahagia selamanya tak lagi terdengar mustahil.

Karena Kyungsoo akan memilikinya. Bersama Kim Jongin.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

END


.

.

.

.

.

Hahaha...ini baru END beneran loh $_$

#Oh Hani#

.

.

Big Thanks For :

gspghea | flowerdyo | | TaeOhnya | Kim YeHyun | piepaiz | sushimakipark | jeje | MissPark92 | Pororo | Lee SooKyung | gustop | asjklhyft | Fadhillah | hea | tarry24792 | yixingcom | dodyoleu | overdyosoo | VENUSXIU6199 | NopwillineKaiSoo | hkehfjegfjg | bjjhfkre | Lenatan | veronicayosiputri9 | foreverkaisoo | kaisoo | dwifit | Lovesoo | daneswr | sehunsdeer | kyung1225 | ohkiki94 | erlytt | MissJongin | Kim Jong Soo | LuhanLove | njjuhfujehi | guset alfi | SooBabyBoy

Review juseyooo ^^

.

.

Terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk baca dan review ff REMAKE ini. Maaf tidak bisa balas satu-satu review oenni, saeng, oppa, chingu, ahjumma, ahjussi sekalian. Tapi Hani baca semua kok review kalian. Ffnya udah selesai. Ada yang mau Hani update'in epilognya? Atau tidak usah?

OK! Untuk para SIDERS tolong tunjukan diri kalian juga dengan —jangan jadi SIDERS lagi. Udah end nih masa masih aja jadi SIDERS

Review juseyooo ne ^^