One Way Love
WARNING! GS for uke! Alur kecepetan TYPOS everywhere, gak sesuai EYD.
Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Kim Jongin, Oh Sehun, Xi Luhan, Kim Junmyeon, Zhang Yixing,Wu Yifan, Huang Zitao, Kim Jongdae, Kim Minseok.
Sebagai manusia saya tidak luput dari kesalahan. Jadi mohon maaf yii kalo ada salah-salah penulisan yang bikin kalian bingung.
.
.
Lets check this out!
.
.
.
Happy Reading~
PRANGG
Ponsel Baekhyun terjatuh begitu saja. Pikirannya kalut. Tubuhnya tiba-tiba tidak bisa digerakkan. Apa ia sedang di kerjai? Ia harus memastikannya sendiri. Ketika Baekhyun hendak pergi, tangan Luhan menahannya. Luhan menatapnya dengan pandangan bingung. Baekhyun lupa jika ia tadi sedang bersama Luhan. Baekhyun menarik nafasnya dalam, lalu ia menatap Luhan dengan pandangan panik.
"Lu aku harus pergi."
"ada apa?" tanya Luhan dengan tenang meski dia bingung dengan perubahan wajah Baekhyun setelah menerima telpon dari Kris.
"Chanyeol Lu, Chanyeol.." Baekhyun tidak sanggup meneruskan kata-katanya. Ia terlalu kalap.
"katakan dengan tenang Baek." Luhan berdiri dari duduknya lalu mengusap lembut punggung Baekhyun yang bergetar.
Baekhyun memejamkan matanya sesaat. Saat ia membuka matanya setetes airmata lolos begitu saja dari mata indahnya. "hiks.. barusan Kris memberitau kalau Chanyeol.. hiks.. Chanyeol kecelakaan Lu.. hiks ottokke?"
Luhan langsung memeluk tubuh Baekhyun. Ia mengerti perasaan Baekhyun saat ini. Tapi ia bingung saat ini, kelas hampir masuk tapi Baekhyun berniat ke rumah sakit sekarang. Ingat ujian tinggal tiga minggu lagi! Sehari tidak ikut pelajaran akan merugikan masa depan.
Baekhyun melepas pelukannya lalu menatap Luhan. "aku harus pergi Lu."
"tapi Baek—"
"aku tau aku akan tertinggal beberapa materi. Tapi bisakah kau mengerti keadaanku Lu? Percuma jika aku berada di kelas tapi pikiranku melayang memikirkan Chanyeol. Kalau nanti pulang sekolah kau ingin menyusulku datanglah bersama Sehun. Baiklah aku pergi." Setelah mengatakan itu Baekhyun langsung melesat pergi tanpa memberi Luhan kesempatan bicara. Luhan hanya menghela nafasnya pasrah. Jika sudah begini dia bisa apa?
.
.
"Lu, mana Baekhyun noona?" Saat ini Sehun sedang berdiri di depan kelas Baekhyun dan Luhan. Tapi yang menghampirinya hanya Luhan, tidak ada Baekhyun.
"Baekhyun ke rumah sakit. Chanyeol kecelakaan." Luhan berucap lirih tapi masih bisa terdengar oleh Sehun.
"ap—kau tidak bercanda kan?"
"untuk apa aku bercanda Sehun-ah. Sudahlah lebih baik sekarang kita ke kantin dan nanti pulang sekolah kita harus menyusul Baekhyun dan melihat keadaan Chanyeol." Luhan berjalan mendahului Sehun. Sehun hanya mengangguk dan mengikuti Luhan dari belakang.
Sesampainya di kantin mereka langsung menempati tempat duduk yang tersisa. Kepala Luhan celingukkan entah mencari apa. sehun yang melihatnya hanya mengerutkan keningnya bingung. "cari apa?" tanyanya.
"yang lain mana?" tanya Luhan balik. Sehun tau siapa yang dimaksud Luhan. Pasti pasangan kaisoo dan sulay.
Sehun mengangkat bahunya acuh. "mana aku tau. Tumben sekali kau mencari mereka?"
"aku ingin memberi tau kalau Chanyeol kecelakaan. Setidaknya mereka harus tau karena mereka juga teman Chanyeol.
Sehun hanya mengangguk. "baiklah. Aku ingin pesan makanan. Kau mau sekalian atau membeli sendiri?"
"aku sekalian saja, kalau aku ikut pasti tempat kita diambil siswa lain."
"kalau begitu kau besan apa?"
"samakan saja denganmu." Setelah Sehun meninggalkan Luhan, Luhan segera mengeluarkan ponselnya untuk menanyakan keberadaan Lay. Luhan mengirim pesan singkat untuk Lay.
To: Lay-ie
Lay-ie, kau dimana? Tidak ke kantin?"
From: LuDeer
Aku sedang di ruang osis membantu Suho oppa untuk mengurus beberapa data siswa. Ada apa mencariku? Tumben sekali.
To: Lay-ie
Aku hanya ingin memberi tau jika Chanyeol kecelakaan dan sekarang Baekhyun tidak sekolah karena langsung pergi ke rumah sakit ketika kris menghubunginya.
From: LuDeer
APA?! kau serius Lu? O.O
To: Lay-ie
Ishh berlebihan-_-
Aku tidak tau pasti karena sampai saat ini Baekhyun belum mengabariku. Jika pulang sekolah kau ada waktu sebaiknya kau ikut aku menyusul Baekhyun sekalian melihat keadaan Chanyeol.
From: LuDeer
Hehehe maaf aku hanya terlalu shock._.v
Baiklah nanti akan aku tanyakan ke Suho oppa Lu. Sudah dulu ya aku harus membantu Suho oppa dulu. Ppaii
Luhan menghela nafas lagi. Ia memasukkan ponselnya ke dalam saku blazer nya. Tepat saat itu juga sehun datang dengan membawa dua porsi bulgoggi. Sehun duduk di hadapan Luhan.
"tadi aku sudah menghubungi Lay." Luhan memulai percakapan sambil menyendokkan bulgoggi nya ke dalam mulutnya. Sehun menatap Luhan dan menganggukkan kepalanya.
"lalu Lay noona bilang apa?"
"katanya dia sedang membantu Suho diruang osis."
"apa dia nanti ikut ke rumah sakit?"
"aku tidak tau, Lay bilang dia harus tanya ke Suho dulu. Haahh mereka benar-benar. Kemana-mana harus berdua. Tidak bisa dipisahkan barang seharipun. " Luhan mencibir jengkel. Memang benar, semenjak Lay menjadi kekasih Suho Lay selalu menghabiskan waktunya untuk Suho. Pergi kemanapun harus bersama Suho. Cih sekalian saja mandi juga bareng Suho. Rutuk Luhan dalam hati.
Sehun terkekeh mendengar cibiran Luhan. Wajah Luhan yang terlihat kesal malah terlihat imut dimata Sehun. Ahh, kalau begini Sehun bisa makin menyukai Luhan. Eh anni, mencintai Luhan lebih tepatnya. Sehun sangat mencintai Luhan bahkan melebihi perasaan cintanya terhadap Baekhyun dulu. Ia berjanji tak akan lama lagi Luhan akan menjadi miliknya.
Tanpa sadar Sehun sedari tadi tidak melepas pandangannya dari Luhan. Luhan yang menyadari sedang ditatap oleh Sehun menatapnya balik. Luhan menjadi sedikit gugup ketika Sehun memandangnya dengan pandangan yang intens. "a-ada apa Sehun?" tanyanya sedikit tergagap karena gugup.
"kau.. lucu jika sedang menggerutu seperti itu." Ucap Sehun tanpa sadar. Pipi Luhan sedikit merona mendengarnnya. Ughh, sial. Kenapa Sehun harus berkata blak-blakan sih?
Sehun yang menyadari perkataannya barusan segera mengalihkan topik, "engg anu.. se-sebaiknya kita habiskan makannya sebelum masuk kelas." Luhan hanya mengangguk dan menunduk, tidak berani melihat wajah tampan Sehun.
.
.
Seoul International Hospital
Baekhyun sedang berlarian di lorong. Diperjalanan menuju rumah sakit ia menanyakan alamat Kris. Langsung saja Kris mengirim alamat rumah sakit beserta lantai dan Ruang UGD. Yah sebelum pergi tadi Baekhyun memungut kembali ponselnya untuk menanyakan alamat rumah sakit kepada Kris. Kini Baekhyun sedang berdiri di depan pintu kamar Chanyeol. Ia mengecek sekali lagi nomor kamar dari ponselnya. Benar, ini kamar nomor 265. Ia memegang knop pintu dengan perasaan gugup, perlahan ia membuka pintu tersebut, terlihat tubuh Chanyeol yang terbaring lemah dengan perban dikepalanya, tangannya yang di infus dan kaki kirinya yang di gips. Baekhyun sedikit meringis melihatnya.
Kris yang mendengar suara pintu terbuka segera mengalihkan pandangannya. Dilihatnya Baekhyun yang sedang memandang Chanyeol dengan wajah meringis. "kemarilah Baek." Panggil Kris. Baekhyun menatap Kris lalu mengagguk. Ia berjalan kearah Kris yang sedang duduk di kursi yang berada disamping ranjang Chanyeol.
"bagaimana keadaannya? Apa.. Chanyeol masih belum sadar?" tanya Baekhyun lirih. Matanya mulai berkaca-kaca, ia benar-benar sedih melihat orang yang dicintainya sedang terbaring lemah tak berdaya seperti ini.
"haah seperti yang kau lihat Baek." Kris memandang Chanyeol dengan sendu. "dokter bilang—"
CKLEK
Terdengar suara pintu terbuka dari arah kamar mandi. Terlihat sosok yeoja cantik yang terkejut melihat kehadiran Baekhyun.
"Baekhyun-ah?" panggil yeoja tersebut pelan, ia berjalan menghampiri Baekhyun.
"eonni-ya." Setetes airmata lolos begitu saja dari mata Baekhyun. Yeoja tersebut –Yoora, noona Chanyeol- segera memeluk tubuh rapuh Baekhyun. Mereka dulu memang lumayan dekat saat Baekhyun masih menjadi kekasih Chanyeol. Yoora sangat baik kepada Baekhyun, begitupun sebaliknya. Dulu setiap Baekhyun berkunjung kerumah Chanyeol Yoora selalu mengajak Baekhyun berbincang atau memasak makanan bersama. Tentu saja Yoora tau perihal putusnya hubungan Chanyeol dan Baekhyun, awalnya ia merasa tidak rela. Namun setelah mendengar penjelasan Chanyeol –Chnayeol akan selalu menceritakan masalah pribadinya dengan Yoora begitupun sebaliknya- Yoora mengerti. Wajar jika Baekhyun meminta putus dan menjauhi Chanyeol. Ia kecewa dengan Chanyeol, tapi mau bagaimana lagi toh akhirnya Chanyeol menyesal bukan?
Yoora mengelus pelan punggung Baekhyun, "tenanglah Chanyeol pasti baik-baik saja. dia namja yang kuat kau tau itu kan?"
"ya aku tau, tapi tetap saja.. hiks bahkan aku belum mengatakan jika aku sudah memaafkannya eonni.."
"kita berdoa saja semoga Chanyeol segera sadar."
Baekhyun mengangguk lalu melepaskan pelukannya dan menatap Yoora dan Kris secara bergantian. "jadi.. apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Chanyeol bisa kecelakaan seperti ini?" tanya Baekhyun penasaran.
Kris menghela nafas, "aku juga tidak tau pasti. Tapi yang jelas saksi bilang kalau mobil yang di kendarai Chanyeol melanggar lampu lalu lintas, lalu sebuah truk menabrak mobil Chanyeol hingga terseret beberapa meter dan menabrak pohon di pinggir jalan. Untung saja mobil Chanyeol tidak terbalik, jika ya bisa dipastikan bocah idiot ini langsung mati ditempat."
"Kris!" Yoora memberikan tatapan tajam kepada namja yang menjabat sebagai sahabat adiknya.
"apa? itu memang benar noona."
"hahh aku heran kenapa kalian bisa bersahabat."
"aku saja bingung."
Hening sejenak. Baekhyun sudah duduk di samping Chanyeol sambil menggenggam tangannya yang tidak di infus. "apa kata dokter Kris? Kau tadi belum mengatakannya padaku." Baekhyun bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah damai Chanyeol. Kris dan Yoora saling bertatapan. "dokter bilang Chanyeol.. ada kemungkinan Chanyeol mengalami—amnesia ringan."
"ap—" Baekhyun mengalihkan pandangannya dan memandang Kris tidak percaya. Ia ingin mengeluarkan suaranya tapi tidak bisa. Nafasnya tercekat, matanya kembali meneteskan airmata. "tidak mungkin.." ujarnya lirih, sangat lirih seperti sebuah bisikan.
"dokter bilang Chanyeol hanya bisa mengingat orang-orang yang ia sayang, karena hanya orang-orang itulah yang sering muncul di pikiran Chanyeol. Kau tenang saja Baekhyun-ah, Chanyeol sangat menyayangimu aku yakin Chanyeol pasti tidak akan melupakanmu." Sambung Yoora sambil tersenyum.
Baekhyun balas tersenyum, "yah semoga saja.." lalu ia mengusap kasar airmatanya.
CKLEK
Terdengar suara pintu dari arah pintu masuk. "aigoo chagi-ah, bagaimana keadaan Chanyeol?" ternyata itu eomma dan appa Chanyeol. Eomma Chanyeol langsung memeluk Yoora sambil menangis. Appanya juga terlihat sangat terpukul melihat keadaan Chanyeol.
"Chanyeol masih belum sadar eomma." Yoora melepaskan pelukannya dan menatap eommanya sedih. Mendengar itu eommanya lemas seketika, untung saja appa dan Yoora langsung memegangi tubuh eommanya kalau tidak pasti eommanya sudah terjatuh.
Eomma Chanyeol menghampiri Chanyeol yang masih setia memejamkan matanya. "Yatuhan ini salahku.. ini salahku karena aku tidak pernah ada di samping kalian. Ini salahku karena aku terlalu sibuk dengan bisnisku. Ini semua salahku hiks." Eomma Chanyeol terus terisak sambil memegangi tangan anaknya. Baekhyun sangat prihatin melihat bagaimana orangtua Chanyeol yang sangat terpukul.
"bangunlah nak.. eomma janji akan meluangkan waktu eomma untuk kalian. Eomma dan appa akan pulang dan tinggal dirumah. Kita akan menjadi keluarga yang utuh lagi. Tapi eomma mohon bangunlah sayang.." appa Chanyeol berdiri dibelakang istrinya dan mengusap lembut bahu istrinya. Dalam hati dia berjanji akan melakukan apapun untuk keluarganya, termasuk hal yang barusan dikatakan oleh istrinya.
"sudahlah eomma, jangan seperti ini terus. Lebih baik kita berdoa untuk kesembuhannya."
"Yoora benar yeobo. Lebih baik kita berdoa untuk anak kita. Kau harus yakin kalau tak lama lagi Chanyeol akan sadar." Appa Chanyeol menghapus airmata istrinya. Kemudian Hyukjae mengalihkan pandangannya dan menatap Baekhyun. "eoh kau teman Chanyeol?"
Baekhyun mengangguk, "n-ne ahjumma. A-aku teman sekolah Chanyeol." Ucap Baekhyun sambil membungkukkan tubuhnya memberi hormat.
"ahh ahjumma kira kau kekasih Chanyeol. Kau sangat cantik, siapa namamu?" Hyukjae tersenyum menggoda, sepertinya moodnya sudah membaik.
"Baekhyun imnida. A-ah anni ahjumma, aku hanya teman sekolah Chanyeol kok." Baekhyun tersenyum canggung. Eomma Chanyeol begitu baik, pikirnya.
"ah ya eomma, appa. Ada yang ingin aku sampaikan, ini mengenai kondisi Chanyeol. Bisa kita bicara diluar sebentar?" tanya Yoora yang mendapat tatapan heran dari kedua orangtuanya.
"kenapa tidak bicara disini saja?" tanya Hyukjae balik. Ia kan baru sampai kenapa sudah disuruh keluar lagi?
"tidak bisa eomma, ini agak serius. Aku tidak mau jika nanti Chanyeol tiba-tiba tersadar lalu mendengar pembicaraan kita."
"hm baiklah." Hyukjae mengalihkan pandangannya kearah Baekhyun dan Kris. "Kris, Baekhyun kami keluar sebentar ya, jika terjadi sesuatu dengan Chanyeol segera hubungi ahjumma, arra?"
"arrachi ahjumma." Ucap Kris dan Baekhyun kompak. Setelah mengatakn itu Hyukjae langsung keluar disusul Donghae yang tersenyum kearah KrisBaek sebelum keluar. Lalu Yoora menatap KrisBaek, "aku tinggal sebentar ya. Tolong jaga Chanyeol." KrisBaek hanya menganggu sambil tersenyum. Setelah peninggalan Yoora Baekhyun kembali menggenggam tangan Chanyeol dan menatapnya dalam diam.
Kris yang melihat itu hanya menghela nafas, "sebaiknya kau pulang dulu Baek, setelah kau pulang dan membersihkan diri kau boleh kesini lagi."
"Kris bisa kau kerumah ku dan mengambil pakaianku?" bukannya menanggapi ucapan Kris, Baekhyun malah menyuruhnya mengambil pakaiannya.
"apa? kau akan menginap disini? jangan gila Baek kau masih punya keluarga dan lagipula besok kita masih sekolah."
"lalu kalau bukan aku siapa yang akan menjaganya? Kau pasti sekolah, Yoora eonni juga bekerja, lalu orangtua Chanyeol pasti akan mengurus pekerjaannya. Aku tidak bisa meninggalkan Chanyeol dalam kondisi seperti ini. "
"kau tidak usah berlebihan Baek, kau pikir di rumah sakit ini tidak ada dokter? Tidak ada perawat? Mereka pasti akan menjaga Chnayeol, lagi pula tidak ada yang ingin mencelakainya bukan jadi dia aman disisni walau sendiri."
"tidak. Kris kumohon kali ini saja jebal.." Baekhyun menatap Kris sambil mengeluarkan jurus puppy eyes nya. Huh kalau sudah begini siapa yang bisa menolak?
"haaahh baiklah." Kris akhirnya mengalah juga. Baehyun yang melihatnya memekik senang. "akan aku hubungi Tao dulu untuk menyiapkan barang-barangku. Jadi nanti kau tinggal memintanya di Tao."
Kris tiba-tiba menjadi kaku setelah mendengar kata 'Tao'. Oh apakah ini keberuntungannya? Baekhyun menyuruhnya untuk bertemu Tao? Wah sepertinya tidak sia-sia ia tadi mengalah kepada gadis ini.
Kris sibuk dengan pikirannya tentang bagaimana nanti jika ia bertemu Tao. Apa nanti ia harus meminta nomor ponselnya? Atau mengajaknya kencan di hari minggu? Ah tidak-tidak, itu terlalu cepat untuk sebuah pendekatan diri. Lalu nanti ia harus bersikap bagaimana?
Baekhyun telah selesai menghubungi Tao, lalu ia menatap Kris yang sedang melamun. 'tumben sekali dia melamun?' batinnya.
"—ris? KRIS?" Kris terlonjak dari duduknya. Ia mengelus dadanya dan menatap Baekhyun tajam. "tak bisakah kau memanggilku dengan lebih lembut? Aku tau moodmu sedang buruk tapi—"
"yayaya. Aku sudah memanggilmu berkali-kali tapi kau malah asik melamun bodoh. sudah sana lebih baik kau kerumah ku sekarang karena aku sudah menghubungi Tao tadi."
Kris menggrutu tidak jelas sambil berjalan keluar. Baekhyun yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya. Ia mengecek ponselnya, dan ada beberapa pesan dari Luhan, Sehun dan Lay. Oh ia lupa mengabari sahabat-sahabatnya itu. Mereka pasti khawatir. Ia mengecek jam diponselnya yang menunjukkan pukul 2.10, itu artinya 50 menit lagi mereka pulang. Akhirnya ia memutuskan menghubungi ketiga sahabatnya melalui pesan singkat itu walau sudah terlambat agar mereka tidak khawatir dan mengingatkan kalau nanti sepulang sekolah mereka juga harus ke rumah sakit.
Saat Baekhyun selesai berkutat dengan ponselnya, ia kembali menggenggam tangan Chanyeol. Ia terus memandangi wajah damai Chanyeol selama beberapa menit. Ia mengelus dengan lembut punggung tangan Chanyeol.
"hey Chanyeol-ah.. kapan kau sadar? Aku merindukanmu.. aku merindukan wajah idiot dan wajah bodohmu, aku merindukan senyum lebarmu, aku merindukan wajah memelasmu, aku merindukan tatapanmu, aku merindukanmu Chanyeol-ah, tolong sadar.. hiks aku mencintaimu bodoh.." Baekhyun terisak dan menelengkupkan wajahnya di atas tangannya dan tangan Chanyeol. Ia terus menangis sampai sesaat ia merasakan tangan di bawahnya bergerak pelan. Baekhyun menegakkan tubuhnya, ia memandang tangan Chanyeol dengan pandangan shock.
"Chan? Kau sudah sadar?!" pekik Baekhyun pelan.
Tak lama mata Chanyeol terbuka perlahan. Ia mengerjap menyesuaikan sinar cahaya yanga ada diruangan itu. Setelah ia sudah membiasakan matanya dari cahaya, ia mengalihkan pandangannya ke arah Baekhyun dan mengernyit bingung, "kau...siapa?"
Dua kata pertama yang keluar dari bibir Chanyeol setelah ia sadar membuat hati Baekhyun serasa dihujani ribuan anak panah. Sakit. Sakit sekali rasanya sampai Baekhyun tidak tai harus mengekspresikannya seperti apa. ia hanya memandang Chanyeol dengan tatapan kosong dan tatapan putus asa. Chanyeol...tidak mengingatnya. Dua kata itu terus terngiang-ngiang dikepala Baekhyun. Jadi selama ini Chanyeol tidak benar-benar mencintainya? Lalu perlakuannya selama ini harus Baekhyun anggap sebagai apa?
"hey kenapa melamun nona? Kau siapa? Apa kau teman sekolah ku? Kau memakai seragam sekolah yang sama seperti ku." Chanyeol terus menatap Baekhyun dengan lekat. Ia menunggu jawaban dari Baekhyun. Chanyeol mengibaskan tangannya kewajah Baekhyun. Baekhyun pun segera tersadar dan memandang Chanyeol dengan tatapan sedih.
"aku... ya aku teman sekolah mu. Aku disini karena aku disuruh Kris untuk menjagamu sebentar karena Kris sedang ada urusan diluar. Yahh begitu." Baekhyun berkata sambil mengangguk anggukkan kepalanya sambil tersenyum dengan senyuman yang dipaksakan. Ia sengaja berbohong agar keadaan Chanyeol lebih cepat pulih. Walaupun hatinya sangat sakit tapi demi kesembuhan Chanyeol Baekhyun rela melakukan apa saja asal ia masih bisa melihat senyum Chanyeol.
"ah jadi kau kekasih baru Kris?"
"mwo? Bu-bukan. Aku bukan kekasih Kris, aku hanya temannya." Baekhyun menggelengkan kepalanya cepat. Apa-apaan Chanyeol ini. Sudah tidak mengingatnya, sekarang malah menuduh Baekhyun kekasih Kris. Dasar tidak tau diri.
Chanyeol mengangguk mengerti, "ah baiklah nona eum..."
"Byun Baekhyun, panggil saja Baekhyun."
"baiklah nona Baekhyun. Jadi apa yang harus kita lakukan berdua disini?"
"ah! Aku harus memanggil dokter untuk memeriksa keadaanmu. Tunggu sebentar."
"tidak perlu! Hey!" terlambat. Baekhyun sudah keluar untuk memanggil dokter. Chanyeol hanya menghela nafasnya kemudian tersenyum kecil –lebih tepatnya menyeringai kecil-
Beberapa menit kemudian Baekhyun datang dengan seorang dokter dan seorang perawat. Ketika Baekhyun ingin ikut masuk namun dokter melarangnya masuk, "demi kelancaran pasien, sebaiknya anda tunggu diluar saja nona." Begitulah kira-kira kata yang diucapkan oleh dokter yang menangani Chanyeol. Akhirnya dengan setengah hati Baekhyun menunggu diluar sambil sesekali menggerutu pelan.
Sudah hampir setengah jam dokter yang memeriksa Chanyeol tidak keluar-keluar. Baekhyun sedikit panik dengan keadaan Chanyeol, 'apa terjadi sesuatu dengan ingatannya?' batinnya. Ia terus mondar mandir di depan kamar inap Chanyeol dengan perasaan campur aduk.
'CKLEK'
Pintu terbuka, Baekhyun segera menghampiri dokter yang baru saja selesai menangani Chanyeol. "bagaimana keadaan Chanyeol dok? Apa dia baik-baik saja? tidak ada sesuatu yang buruk kan dok?" Baekhyun memberondong pertanyaan dalam satu kali tarikan nafas.
"tenang dulu nona, kalau boleh tau anda siapanya Chanyeol? Karena hal ini terlalu privasi sehingga tidak bisa diberitahukan kepada orang sembarangan." Ucap dokter Kim.
"A-aku... aku calon istri Chanyeol. Yahh calon istri Chanyeol." Jawab Baekhyun cepat tanpa memikirkan kata-katanya. 'sial, kenapa kau ceroboh sekali Byun! Bodoh, bodoh, bodoh." rutuk Baekhyun dalam hati.
"Ahh jadi anda calon istri Chanyeol? Baiklah kalau begitu silahkan ikut keruangan saya nona." Dokter Jung berjalan lebih dulu menuju ruangannya diikuti Baekhyun.
.
.
Kris memarkirkan mobilnya halaman rumah Baekhyun. Ia disambut oleh beberapa maid dirumah besar itu. Setelah menjelaskan bahwa ia teman Baekhyun dan ingin mengambil barang-barang Baekhyun yang berada di Tao Bibi Shim –kepala maid- mempersilahkan Kris masuk dan menunggu Tao di ruang tamu.
Sambil menunggu Tao, Kris sedang memikirkan cara agar ia tidak terlihat gugup. 'sebaiknya apa yang harus aku katakan saat Tao berada di depanku? 'hai Tao, aku Kris teman sekolah Baekhyun dan Chanyeol. Kau pasti sudah mengenalku bukan?' ahh tidak, tidak terlalu basa-basi. Bagaimana kalau 'hai Tao, lama tidak bertemu.' Ahh tidak juga. Terkesan sok akrab. Lalu apa yang harus aku katakan? Aaarrrggghhhh someone call the doctor please.' Batin Kris frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.
"ge? Kris gege?" panggil Tao sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah kusut Kris. Kris yang sadar langsung memasang wajah stay cool andalannya yang bisa membuat semua yeoja memuja wajah tampan Kris, termasuk adik Baekhyun yang satu ini, Tao.
"ahh ya, maafkan aku Tao." Ucap Kris sambil tersenyum kecil kepada Tao membuat yeoja itu tersipu. Memang ini bukan pertemuan pertama atau kedua mereka. Bahkan mereka sudah pernah kencan sekali (re:chap 12) tapi tetap saja, siapa yang tidak tersipu jika diberikan senyuman maut oleh makhluk seperti Kris?
"memang apa yang sedang kau pikirkan ge?"
"sesuatu yang penting."
"sekolahmu?"
"lebih dari itu."
Tao mengernyit bingung. Kris tersenyum setelah mengatakan kalimat terakhirnya. Ia ingin bertanya tapi takut menyangkut hal privasi Kris, takutnya Kris terganggu dengan itu lalu Kris menjadi ilfeel dengannya. Oh jangan sampai itu terjadi Tuhan!
"ngg.. baiklah. Jadi, apa kau disuruh Baekhyun jiejie untuk mengambilkan pakaiannya?" tanya Tao yang berusaha mengalihkan topik.
"ya.. seperti yang kau lihat." Tao hanya mengangguk kikuk. Posisi mereka dalam keadaan duduk di salah satu sofa dengan jarak yang tidak terlalu jauh.
"kalau boleh tau kenapa Baekhyun jiejie meminta mengemasi baju-bajunya? Apa dia akan menginap?"
"itu... karena dia ingin menjaga Chanyeol dirumah sakit."
"apa yang terjadi dengannya?"
"Chanyeol mengalami kecelakaan dan kondisinya... lumayan parah."
Tao menutup mulutnya tidak percaya. Kenapa eonninya mendapatkan cobaan bertubi-tubi seperti ini? "lalu bagaimana keadaan Chanyeol oppa sekarang?" tanya Tao lirih.
"aku belum tau, terakhir aku meninggalkan Chanyeol untuk mengambil barang-barang Baekhyun dia belum sadarkan diri." Kris menghela nafas sejenak. "kalaupun dia sadar nanti, ada kemungkinan Chanyeol mengalami amnesia ringan yang disebabkan oleh benturan di kepalanya."
"kenapa Baek jie harus mengalami cobaan sebesar ini?" ucap Tao sambil menundukkan kepalanya. Kris mengusap lembut bahu Tao yang sedikit gemetar.
"sudahla Tao, mungkin Tuhan merencanakan hal indah untuk Baekhyun setelah ini.."
Tao tidak menjawab. Kris bingung dengan reaksi Tao. Beberapa menit Kris menunggu Tao bicara namun yang terdengar adalah suara isakan Tao.
"hiksss..."
Kris membulatkan matanya. Bagaimana ini? Ia tidak tau cara menenangkan orang menangis karena ia belum pernah mengalami hal seperti ini. Ya Tuhan apa yang harus Kris lakukan saat ini?
"u-uljimayo Tao-ah.. semua akan baik-baik saja.." ucap Kris sambil teus mengusap bahu Tao.
Bukannya tenang, isakkan Tao malah semakin menjadi. Kris semakin bingung. Apa ia salah memperlakukan Tao? Kris memutar otaknya dan... bingo! Ia menemukan cara yang tepat untuk menenangkan Tao. Dengan perlahan ia menggeser posisi duduknya menjadi lebih dekat dengan Tao, bahkan sampai berdempetan. Perlahan ia menarik dan memeluk pinggang Tao, lalu menyandarkan kepala Tao ke dada bidangnya. Ia mengusap sayang kepala Tao. Beberapa saat setelahnya Tao memang berhenti menangis. Kris merasa lega akan hal itu.
Padahal sebenarnya penyebab Tao berhenti menangis adalah ia kaget mendapatkan perlakuan manis seperti ini. Apalagi Kris yang melakukannya, namja yang diam-diam ia kagumi, atau lebih tepatnya ia sukai. Jantungnya berdetak dengan kencang, ia sebenarnya takut Kris mendengar suara detak jantungnya, tapi ia tidak memperdulikan itu. Ia senang diperlakukan seperti ini, dan Tao berharap seseorang mengirimkan time control saat ini juga agar waktu berhenti dan ia bisa merasakan hal ini lebih lama lagi.
Sudah hampir 10menit mereka masih tetap pada posisi berpelukan. Mereka menikmati saat-saat manis seperti ini. Andai mereka sudah mengenal dari dulu, mereka sekarang pasti sudah menjadi sepasang kekasih yang romantis. Pikir mereka berdua.
Saat mereka masih menikmati suasana seperti ini, tiba-tiba ponsel Kris bergetar menandakan pesan masuk. Ia melepaskan pelukannya, menatap Tao sekilas yang juga menatapnya malu-malu. Kemudian ia mengalihkan pandangannya ke layar ponselnya.
From : Baekhyunee
Kris, Chanyeol sudah sadar dan aku membutuhkanmu. Kau dimana? Jika sudah mengambil barang-barangku tolong cepat kesini.
Begitulah kira-kira isi pesan dari Baekhyun. cih sudah menyuruh tidak tau diri pula. Pikirnya. Ia menghela nafas sejenak dan memejamkan matanya lelah.
"dari siapa?" tanya Tao hati-hati.
Kris membuka matanya dan menatap Tao, "Baekhyun. dia bilang Chanyeol sudah sadar dan dia menyuruhku agar cepat kesana."
"benarkah?"
Kris hanya mengangguk. "ahh kalau begitu boleh aku ikut denganmu ge?"
"eh?"
"bolehkah? Aku ingin bertemu Baek jie sekalian aku ingin menjenguk Chanyeol oppa."
Kris berfikir sejenak, "baiklah. Sebaiknya kau bersiap. Karena kalau kita lama Baekhyun bisa memanggangku hidup-hidup." Racau Kris.
Tao terkekeh. "ya, tunngulah sebentar ge aku tidak akan lama." Setelahnya Tao langsung melesat ke kamarnya yang berada di lantai atas.
Kris terus memperhatikan gerak-gerik Tao sampai tidak terlihat lagi. Ia tersenyum kecil. Sepertinya aku...jatuh cinta. Batinnya.
.
.
.
One Way Love
Baekhyun sedang berdiri di depan kamar rawat Chanyeol. Ia menyandarkan tubuhnya pada dinding, airmatanya menetes perlahan. Baekhyun menangis dalam diam. Perkataan dokter Jung masih terngiang-ngiang dipikirannya. Baekhyun menghela nafasnya sejenak, ia menutup memejamkan matanya lelah.
Flashback
Baekhyun baru tiba di ruangan dokter Jung. Ia duduk bersebrangan dengan dokter Jung.
"jadi... bagaimana kondisi Chanyeol?" tanya Baekhyun langsung to the point.
Dokter Jung berdeham sebentar, "begini nona.. keadaan Chanyeol baik-baik saja, mungkin cedera di kakinya membutuhkan proses penyembuhan selama kurang lebih satu sampai dua bulan. Selebih dari itu keadaan Chanyeol sudah tidak apa-apa." jelas dokter Jung.
Baekhyun yang mendenga itu tersenyum lega. Ia senang tidak ada luka serius. Tetapi belum sampai lima menit Baekhyun mengembangkan senyum bahagia, perkataan dokter Jung membuatnya seperti orang bodoh yang tidak berguna di muka bumi ini.
"tapi... Chanyeol mengalami amnesia ringan. Saat ia sadar ia tidak mengenaliku, tetapi ia masih mengingan dirinya sendiri, orang tuanya ataupun keluarganya. Teman yang ia ingat hanya Kris. Selebih itu tidak ada yang ia ingat lagi. Ia juga tidak mengingat kecelakaan pagi ini. Ia hanya ingat jika tadi ia sedang mengantar eomma dan appanya ke bandara untuk pertama kalinya. Jelas-jelas itu kejadian 7 tahun yang lalu. Jangan tanya kenapa saya tau, karena saya dokter pribadi keluarga Park." Ucapnya lagi.
Bakhyun hanya diam memandang kosong kearah dokter Jung. "jadi... apa Chanyeol melupakanku?"
"ada kemungkinan ya. Karena sejak saya tanya siapa saja yang ia kenal ia hanya menyebutkan orang-orang yang sebelumnya saya katakan barusan, tidak ada nama anda nona Byun."
Baekhyun menarik nafasnya. Sesak sekali rasanya sampai rasanya ia kehilangan oksigen untuk saat ini. Mungkin Tuhan sedang mengujinya. Atau mungkin Tuhan memberinya karma karena ia mengabaikan Chanyeol selama ini.
"anda tenang saja nona, amnesia Chanyeol tidak permanent. Ia bisa mengingat kembali seperti semula namun waktunya tidak sebentar. Kira-kira satu sampai tiga tahun. Tapi mungkin jika anda terus berada di dekat Chanyeol ia bisa perlahan-lahan mengingat anda, karena hubungan berinteraksi yang sering bisa lebih memudahkan penderita amnesia ringan mengingat kembali."
"benarkah?" apa aku masih boleh berharap? Batin Baekhyun.
Dokter Jung mengangguk mantap, "ya, tapi kau harus sering berada di dekatnya dan memberi beberapa clue untuk mencoba membantu Chanyeol dalam mengingat. Tapi ingat, jangan sampai Chanyeol memaksa untuk mengingat, karena itu sangat bahaya. Jika kepala Chanyeol sudah mulai sakit karena terlalu banyak berusaha mengingat, maka hentikan. Tenangkan Chanyeol sebisa mungkin. Kalau sampai Chanyeol pingsan, kemungkinan besar ia akan mengalami amnesia permanent atau yang lebih parahnya lagi..."
Baekhyun menahan nafas saat dokter Jung menggantungkan kalimatnya.
"—lebih parahnya lagi ia bisa pendarahan otak."
Baekhyun meahan nafas ketika mendengar kata akhir dokter Jung. Sekarang ia hanya pasrah dan mengikuti jalannya takdir.
Flashback end
Baekhyun masih tetap memejamkan matanya sampai suara derap kaki terdengar di koridor. Ketika ia membuka matanya perlahan ia melihat Tao dan Kris berdiri di hadapannya dengan raut prihatin.
"jadi... bagaimana dengan Chanyeol?" tanya Kris hati-hati. Ia tau ada yang tidak beres disini karena Baekhyun menangis.
"Chanyeol amnesia. Dan dia melupakanku hikss.." tangis Baekhyunpun semakin pecah. Tao yang ada di hadapannya langsung memeluk jiejienya.
"sudahlah jie.. kita cari jalan keluarnya, masih ada aku dan yang lain disini. kami tidak akan meninggalkanmu.." kata-kata Tao sedikit membuat Baekhyun tenang. Tapi tetap saja siapa yang tidak stress jika orang yang kau sayang melupakanmu sekalipun itu karena kecelakaan?
"aku akan masuk dan berbicara pada Chanyeol. Apa kalian ingin ikut?"
"baekhyun menggeleng lemah, "tidak, aku butuh waktu Kris." Jawab Baekhyun lemah. Kris mengangguk paham lalu ia beralih menatap Tao. "kau Tao?"
Taopun menggeleng juga. "tidak. Aku akan menemani Baek jie sampai dia tenang. Nanti kalau sempat aku akan menjenguk Chanyeol."
Kris mengangguk lagi. Akhirnya ia masuk sendiri kedalam kamar rawat Chanyeol.
'benar-benar keterlaluan.'
TBC
HAI, HALO, HALOHAAA. LONG TIME NO SEE YAA-_-
Aduh maafkan saya, saya benar benar minta maaf sudah menelantarkan ff ini selama kurang lebih 3bulan. Hiks ampuni future wife kai ini ya(( /slapped.
Gimana chap ini? Ini sebenernya chap terakhir Cuma sengaja saya bagi dua karna pasti kepanjangan kalo dijadiin satu. Ada niatan saya mau berhenti nulis ini karena sudah terlalu stress untuk menjalani hidup sebagai anak kelas 12 T^T ditambah skandal exo/Sment yg lagi ancur2nya. Sempet gak dapet feel, padahal chap ini sudah saya ketik dari pas bulan september walaupun hanya setengahnya. Aduh jadi curhat gini kan-_- maafin saya oke? Wkwkwk
Balasan Review:
ByunVBaek: haaiiii maaf yaa udah membuatmu menunggu /plak. Ini sudah lanjut yaa. Thanks for review
Karwurmonica: ini sudah lanjut. Thanks for review
Kris'sWife: masih penasaran gak? Ehehe, ini sudah lanjut yaa. Thanks for review
Amiiiishiners: wahh ini sudah lanjut wkwk. Maaf nunggu lama yaa. Thanks for review
Kaisoo shipper: ini sudah lanjut. Thanks for review
Indahrahma: aku sudah ngasih beberapa clue di chap ini, masih penasarankah? Tunggu next chap yaa hoho. Ini sudah lanjutt. Thanks for review
Fuji jump910: sudah saya selipkan. Masih kurangkah? Thanks for review
90Rahmayani: aku udah ngasih beberapa clue, masih penasarankah? Tunngu next chapnya yaa hoho. Terimakasih mwahh. Thanks for review
SyiSehun: chanyeol kena karma/? Ini sudah lanjutt:D Thanks for review
Byunyeolliexo: ho'oh wkwk-_- Thanks for review
Baekkiee: uwaaa biarkan saja, chan kan udah jahat, saatnya dia dpt karma/? Thanks for review
Love exo: iya chap depan sudah tamat. Kalau itu aku gabisa ngasih tau hehe. Thanks for review
Ezeypark: halooo:D wahh terimakasihh wkwk, siapdehh mereka pasti bakalan menjadi pasangan yang harminis kok/? Maksutnya romantis. Wihh saya belom handal bikin yg rated M-_- Thanks for review
Shinici uchiha: gwenchana:D chan tidak koma kok, kita doakan saja semoga itu benar terjadi/? Wkwk. Thanks for review
Guest: iya beneran hehe. Aku sudah punya satu ff pair hunhan, judulnya marrying mr arrogant hehe. Ini sudah lanjutt. Thanks for review
Byun92: gapapa chan ceritanya kena karma/? Ini sudah lanjut yaa. Thanks for review
AmbarAmbarwaty: wihhh makasih lohh:D Thanks for review
Miu: oke maaf ya kalo ff ini bikin kamu ilfeel atau apalah. Tapi ini Cuma fict khayalan saya ajakok hehe. Thanks for review
Xoxorienakimmyun: beneran kok hehe. Budak?-_- Thanks for review
Baekkie: hehehe. Tenang aja saya buatnya happy ending kok, karna saya juga gak terlalu suka sad ending/? Thanks for review
AegyaCho: udah terlanjur amnesia/?:( ini sudah lanjutt. Thanks for review
Ruixi: okee saya usahakan hehe. Thanks for review
Angela . g mangole: wkwk bayangin aja anak mereka mirip chen mukanya kotak/? Siap saya memang berniat menyiksa chan hoho. Chap ini hunhan sedikit ya? Chap depan saya usahakan yaa. Thanks for review
Lativa . akatsuki: halo juga wkwk. Oiya dong, chanbaek sudah ditakdirkan untuk bersama/? Okedeh terimakasih sarannya:D ini sudah lanjut yaa. Thanks for review
Septhaca: iyaa tapi saya bagi dua jadi end nya di chap depan ehehe. Nggak kok chan beneran kecelakaan-_- Thanks for review
Valensia1630: wkwkw memang, tebakanmu benar!ini aku sudah selipin taorisnya hehe. Masih kurangkah? Chap depan aku usahain kok yaa. Thanks for review
Fxjnriw: chan kena karma ceritanya/? Ini sudah update, maaf kalo super late update yaa T^T Thanks for review
Park suchy: wkwkw iyaa. Ini sudah lanjut yaa. Thanks for review
ByunBina: terimakasih udah mau baca hehe. Nggak kok chan bener bener kecelakaan, kan ceritanya dia kena karma/? Wkwk. Tenang aja mereka bakal happy ending kok hoho. Belom kok, chap depan bener2 end karena ini saya bagi dua biar gak terlalu panjang.. Thanks for review
: cinta mereka memang penuh dgn rintangan/? Ini sudah lanut, maaf super late update yaa T^T Thanks for review
Byun nova: oke kalau yg ini apa sdh panjang? Wkwk. Dirimu jahat/? Ini sudah lanjuttt. Sip makasih sarannya:D Thanks for review
Neli amelia: chan kena karma ceritanya/? Ini sudah lanjutt. Thanks for review
YJYSCKBShipper: wkwkwk. Iyaa kris harus cepet sebelom keduluan/? Iya chan kecelakaan hixx. Ini sudah lanjut yaa. Thanks for review
Anggi32897: hehehe samasama:D maafkan tbc ya, dia tidak bersalah kok oke makasihh sarannya:D ini sudah lanjutt. Thanks for review
Nenehcabill: wahh jahatnya dirimu/? Tenang aja chanbaek bakal bersatu kok hoho. Thanks for review
Lee Ah Ra: end yang sesungguhnya di chap depan, karena ini saya bagi dua takut kepanjangan hehe. Ini sudah lanjutt. Thanks for review
Adnanmizura: chan ceritanya sedang mengalami yg namanya karma/? Yah udah terlanjur amnesia wkwk. Thanks for review
Exindira: wahh terimakasih:D oke sarannya diterima:D Thanks for review
Younlaycious88: wihh saya setuju wkwkw. Thanks for review
Followbaek: okee terimakasih sarannya:D wkwk mereka sedang diuji/? Nggak kok chan beneran kecelakaan hoho. Ini sudah lanjutt, maaf yaa super late update T^T Thanks for review
: pasti dongg. Ini sudah lanjutt. Thanks for review
Keun Yoon: oke terimakasih kritikannya Thanks for review
Anyways maaf kalo ini cerita makin ngawur. Saya mentok banget, mana tugas ulangan hapalan sana sini. Belom lagi bimbel. Aduh mau meledak otak ini rasanya bapak T^T
Maaf beudh kalo saya banyakan curhat, intinya saya Cuma mau ngasih tau aja kalo saya gak bisa janji untuk fast update. Saya bakal usahain selagi kalian memberi saya semangat/? Review dari kalian itu yg bikin saya tetep ngelanjutin ff ini, saya seneng bgt liat kalian ngedumel wkwk. BIG THANKS FOR ALL MY READERS! LUV YA GUYS:*
Oiyak kalo ada yg mau komplen/? Karena kelamaan nunggu updatenya, kalian bisa omelin saya sekaligus kalo ada yg mau temenan/? Kalian bisa invite saya di bbm atau line.
756D2978/line:alyaasiregar
Muup lagi gak bermaksud promosi kok-_- kali aja kan ada yg mau temenan gitu ama saya wkwk-_-
Last
Review please?
XOXOVERDOSE
