Sorry Joonmyeon, but I love you
Warning: Yaoi, failed ANGST, typos, EYD berantakan
Main Pairing: Krisho ^^
Rated: M (sesuai dgn yg dijanjikan, nanti ada warningnya kok)
Disclaimer: cerita dan ide hasil sendiri, dilarang plagiat.
.
.
~^^Happy Reading^^~
CHAPTER 13 (a/n: anggap saja suho sekarang ngomongnya pelan, halus, etc, kan susah nulis dengan "…" terus setiap kalimat)
Sabtu pagi itu terdengar hembusan nafas pelan namun teratur dari sebuah kamar pasien yang bertuliskan tag Kim Joonmyeon. Pasien berjubah hijau yang terkulai lemah di atas ranjang rumah sakit tersebut masih menutup kedua matanya meski matahari sudah terbit sejak beberapa jam yang lalu.
Tok tok
" Selamat pagi Joonmyeon-ssi"
Seorang perawat memasuki ruangan yang berbau khas tersebut kemudian ia berjalan menuju ke pemuda yang belum sadar akan kehadiran wanita tersebut. Perlahan dibukanya kembali alat medis yang awalnya terpasang di pernafasannya lalu perlahan digoyangkanlah tubuh pemuda ringkih yang masih terlelap itu. Selama beberapa menit kemudian, Joonmyeon yang merasa tidurnya terganggu pun membuka kedua mata sayunya, seperti biasa warna abu-abu menghiasi pandangannya, agak buram namun perlahan pandangannya sudah jelas. Namja imut itu tersenyum tipis melihat perawat tersebut kemudian berusaha menegakkan tubuhnya yang dibantu oleh perawat itu, dinaikkan ujung tempat tidur tersebut sehingga Joonmyeon dapat duduk di atasnya.
" Bagaimana perasaanmu Joonmyeon?"
" Sudah lebih baik dari semalam, pernafasanku juga sudah teratur suster" jawab Joonmyeon seadanya dengan perlahan, ia membiarkan suster itu menaruh alat medis pada telinganya untuk mengukur suhu tubuhnya.
" suhumu sudah normal kembali, tapi kau tetap harus menjaga fisikmu karena masih belum stabil" ujar suster tersebut sambil membantu Joonmyeon menanggalkan atasannya, dibasuhnya kain hangat pada punggung pemuda tersebut lalu ke seluruh bagian tubuhnya.
Tidak lama kemudian dokter Lay memasuki ruangan tersebut, dibalas dengan senyuman dan anggukan sopan dari Joonmyeon.
" bagaimana keadaannya Sohye ssi?" Pria berdimple itu berjalan mendekati ranjang Joonmyeon, yang memperhatikan perawat yang bertugas mengurusinya itu bertukar informasi dan sesekali berbincang dengan dokter Lay, yang dapat ditangkap oleh Joonmyeon seulas senyum tipis berdimple Lay yang seperti menyatakan redanya kekhawatiran atas Joonmyeon. Well, Joonmyeon sendiri juga merasa senang, sepertinya ia dapat menemui Kris hari ini dengan keadaan tubuhnya yang agak membaik, ia tentu tahu keadaan tubuhnya dengan jelas. Well, tidak sebaik dulu tentu saja.. ia benar-benar harus menjaga kondisi tubuhnya agar tidak letih, bermental stabil dan tidak terlalu memakai otaknya. Ah~ Kris.. dia merindukanku gak yah?
Tok tok
Joonmyeon melirik kearah pintu, disana terdapat Kyuhyun ssi dan Marselyna yang sepertinya membawa sebuah tas besar berwarna hitam " tuan muda, selamat pagi, saya membawakan beberapa baju ganti untuk tuan muda" diletakkannya tas besar itu di atas lantai di pojok ruangan, sedangkan kyuhyun kembali keluar untuk mengurus parkir. Tidak lama kemudian, Lay mengajak Marselyna keluar dari kamar seperti biasanya, untuk mendiskusikan perihal kesehatan tuan mudanya tentu saja.
Setelah meyakini ruangan tersebut tersisa hanya dirinya saja, Joonmyeon segera menarik infus yang tertancap di tangan kanannya dengan cekatan (sakit sih memang), mupung ruangan sedang kosong dan beruntung sekali bagi Joonmyeon karena pelayannya membawa baju ganti yang sangat diperlukannya, ia mengganti pakaian rumah sakitnya dengan baju casual berbalutkan jas musim dingin di toilet umum yang tidak jauh dari kamarnya, tidak lupa menggunakan beanie untuk menutupi rambutnya yang semakin sedikit itu serta kacamata—menyamar untuk mengelabui perawat dan cctv—karena bila pihak rumah sakit tahu bahwa ada pasiennya yang lari ia pasti akan ditangkap. Dalam hatinya, ia meminta maaf kepada Marselyna dan dokter Lay, mereka berdua pasti yang paling panik bila mendapatinya hilang.
Tidak apa-apa kan…
Sekali ini saja..
Izinkan aku bertemu lagi dengan Kris
########KRISHO########
Pada pagi hari untuk yang kesekian kalinya, lelaki berdarah chinese itu perlahan keluar dari mobilnya yang baru saja ia parkir di samping sebuah rumah yang megah, rumah kekasihnya tentu saja. Mata tajam yang menunjukkan kebingungan serta kekhawatiran itu menengadah, menatap dalam diam sebuah kamar yang berada di tingkat 2, keadaan kamar tersebut masih sama seperti hari-hari sebelumnya, terlihat gelap dan tidak ada tanda-tanda kehidupan akan pemuda manis yang ia rindukan itu didalamnya.
" Joon…"
Kris tenggelam dalam lautan pikirannya lama dengan wajah mengeruh, memikirkan apa yang terjadi kepada Joonmyeon belakangan ini membuat kepalanya pecah—apa aku berbuat salah kepada Joonmyeon? Makanya sekarang dia mengabaikanku? Ataukah dia sekarang sudah kembali ke New York tanpa memberitahuku? Kalau tidak salah dia penerus dari perusahaan ternama Kim Corporation, bisa jadi juga ia dipanggil untuk mengurus cabang perusahannya? Tapi kenapa dia tidak mengontekku sama sekali, kalau mendadak juga setidaknya dia bisa mengirim chat untukku—terlalu banyak hal yang tidak bisa ia prediksi, Kris menghela nafasnya kasar, setelah menunggu selama hampir 3 jam ia pun menyerah, ia baru akan berjalan kembali ke mobilnya dan akan dibukakannya pintu mobilnya ketika ia menangkap sebuah taxi berhenti di tak jauh dari hadapannya.
Wajah Kris yang kusut (datar bitchface yang minta dibacok) itu seketika berubah menjadi cerah, kedua mata elangnya membesar saat ia menangkap bayangkan pemuda bertubuh kecil yang perlahan keluar dari kursi penumpang. Bayangan yang akhir-akhir ini menganggu pikirannya itu membuat Kris harus berfikir apakah yang dilihatnya sekarang ini hanyalah ilusi.
Joonmyeon tidak kalah memberikan senyum terbaiknya, membuat Kris terpana akan kecantikan eyesmile—manik hazel yang berkilauan indah—mungkinkah ini efek samping karena terlalu merindukan Joonmyeonnya, kekasihnya itu terlihat seperti malaikat mungil yang berlari pelan mendekatinya dengan senyumnya yang secerah matahari. Percayalah, Kris bahkan dapat samar-samar melihat sayap putih di belakang kekasihnya itu.
Kris bahkan masih mematung ketika sepasang tangan kurus nan lembut itu memeluknya erat, dengan Joonmyeon membenamkan wajahnya sendiri pada dada Kris—hangat dan lebar seperti biasanya, wangi yang selama ini ia rindukan—betapa Joonmyeon merasa sangat familiar dengan perasaan nyaman tersebut.
" hyung.. kenapa diam saja? Kau tidak merindukanku?" tanya Joonmyeon dengan suara yang lembut dan kecil, ia merajuk ketika merasakan Kris tidak bergerak menyapa pelukannya. Perlahan Joonmyeon menengadah menatap Kris dengan mata polos nan beningnya, membuat wajah Kris semakin memerah sehingga matanya memanas—suaranya yang semakin lembut dan tatapan memelas itu—Kris hampir khilaf rasanya.
Dibalikannya tubuh kecil Joonmyeon dan mendorongnya pelan hingga Joonmyeon terduduk di atas moncong mobil miliknya, pemuda semanis kelinci itu sedikit terpekik kaget ketika Kris membalas memeluk tubuh mungilnya erat kemudian wajah tampan Kris seketika mendekat, memangut bibir tipis Joonmyeon penuh nafsu. Digigitnya bibir atas dan bawah Joonmyeon berulang-ulang sesekali menyedotnya hingga membengkak, membuat bibir yang dihisapnya berkilat menggoda untuk lebih dianiaya. Pemuda manis yang berada dalam kukungan pelukannya hanya bisa pasrah sesekali mendesah lembut menerima hujanan ciuman yang memabukkan tersebut, tidak biasanya lelaki yang mendominasti tersebut tidak dapat mengontrol hawa nafsu seperti sekarang ini. Lumatan yang makin intens itu ditambah dengan Kris mengerayang paha kanan Joonmyeon, mengelus paha dalamnya kemudian memperdalam tekanan tubuhnya diantara kedua paha Joonmyeon—such a beast—Kris akhirnya membuka matanya sadar ketika Joonmyeon menggeram rendah, yang menutup mulutnya dengan kedua tangannya reflek untuk meredam suaranya setelah Kris sesekali menggerakan pinggulnya, merasakan sesuatu yang agak keras menstimulasi organ vital diantara kedua pahanya.
Keduanya akhirnya melepas satu sama lain, dengan Kris yang masih mengukung namja mungil itu dengan kedua tangannya yang ditaruh di atas mancung mobil disisi kiri kanan Joonmyeon. Mereka berlomba-lomba menghirup udara dingin sebanyak-banyaknya, terutama Joonmyeon wajahnya kian memerah sewarna dengan bibirnya yang membengkak, dimana bibir tersebut mengeluarkan gumpalan uapan putih hingga nafas pemiliknya tidak lagi tersengal.
Perlahan, Joonmyeon yang tidak dapat menahan senyumnya itu mengakhirinya dengan ketawa khasnya yang berirama, dengan Kris yang tertawa bebas bersamanya. Untung saja sekitar tempat tinggal Joonmyeon lumayan sepi, jadi tiada orang yang melihat aksi making out mereka yang dapat dibilang.. ehem.. lumayan intens.
" hhh..hhhh.. hampir saja… maaf ya Joon.. tadi kamu terlalu manis, hyung jadi lupa diri" aku Kris menutup wajahnya dengan sebelah tangan menyadari apa yang telah ia perbuat, malu tidak dapat menguasai hawa nafsunya. Kris melirik ke bawah, untunglah sesuatu yang menonjol diantara kedua kakinya tadi sudah mulai tidak begitu ketara. Sedangkan warna merah bermekaran indah di pipi pucat Joonmyeon, namja manis itu melirik wajah tampan di hadapannya kemudian selang beberapa detik, ia menurunkan pandangannya ke bawah—awkward to the max.
Pemuda manis itu memainkan ujung jasnya, pertanda malu-malu kucing " a.. aku.. aku siap h..hyung" balasnya dengan gigi bergelemetuk, kedua pahanya bergesekan satu sama lain pertanda gugup.
" hah?"
" k..kalau Kris hyung menginginkannya.. a..aku bersedia kok… memberikannya" ulang Joonmyeon dengan lebih jelas, berharap Kris mengerti maksud terselubungnya.
Tentu saja Kris kan kekasihnya, bila Kris ingin melakukan hal lebih dengannya, mana mungkin Joonmyeon menolak, terlebih namja manis itu juga ingin merasakan Kris, menikmati kehadirannya di dalam tubuhnya, merasakan punggung Kris yang lebar dan hangat memeluknya, melakukan sebagaimana yang biasanya dilakukan oleh sepasang kekasih.
Kris serasa tidak dapat mempercayai pendengarannya—demi apa sekarang his lovely boyfriend yang berinisiatif mengajaknya, apalagi dengan wajah penuh godaan ala Joonmyeon yang membuat hatinya berlari kencang— " ka..kamu yakin.. Joon?"
Joonmyeon mengangguk malu, wajah yang persis dengan kelinci itu meram-meram imut ditambah meronanya yang merah hingga ke telinga. Jinjja kyeoptaaa~ T.T
Kris benar-benar mengalami gejolak batin yang dahsyat pagi itu.
(Tunggu sampai malam Kris, lum saatnya kamu ena ena #authornyempil xD)
######KRISHO#######
Kris yang mengendarai mobilnya itu sesekali melirik ke samping dengan ujung matanya, tersenyum tipis melihat kekasihnya yang sedang duduk di sebelahnya itu berdengungkan lagu, senyum lebar terus tercetak pada paras imutnya, namja manis itu jelas tampak begitu cerah dan bahagia, membuat hati Kris ikut berbunga-bunga. Kris membiarkannya saja ketika Joonmyeonnya yang entah kenapa sangat manja kepadanya ( yang Kris artikan kemanjaan itu sebagai bentuk kerinduan Joonmyeon kepadanya) itu meraih tangan kirinya yang bebas terus dimain-mainkannya seolah tangan kirinya merupakan benda yang paling menarik sedunia. Ketika mereka berhenti pada lampu merah, Kris mengambil kesempatan ini dengan menautkan kedua tangan mereka lalu menarik tangan mungil itu dan mencium punggung tangannya sekilas—oh lihatlah, sekarang wajah imut itu kembali salah tingkah—membuat Kris gemas melihat kekasihnya sok-sok cuek seakan tidak terjadi apa-apa, namun ujung kedua bibirnya memaksa untuk melengkung ke atas.
" Joon na.. kamu menghilang kemana semingguan ini? Hyung mencarimu tahu.." tanya Kris santai, sekarang Kris mengelus-elus sayang punggung tangan kanan Joonmyeon yang berada di atas pahanya. Tentu saja Kris agak menyadari tangan kanan yang terdapat lubang kecil kemerahan bekas jarum infus yang dipaksa cabut tersebut, namun ia diam saja karena ia berfikir itu hanya bekas gigitan serangga saja.
" ah.. ada urusan mendadak di Jepang.. biasalah.. kerja.. jadinya aku melupakan ponselku di rumah" jawab Joonmyeon dengan lancar, ia tentu sudah menyiapkan alasan yang matang.
Kris memanut-manut mendengar jawaban tersebut tanpa adanya rasa curiga, apalagi tubuh Joonmyeon yang berbalut jas dingin berwarna putih yang agak tebal itu menutupi kekurangan pada tubuhnya, apalagi tubuhnya pada awalnya memang sudah kurus, sehingga susah mendeteksi bila ada kejatuhan dalam berat badannya. Joonmyeon juga berterima kasih atas obat penahan sakit serta beberapa obat lainnya yang terus ia konsumsi atas anjuran dokter Lay, ia terlihat seperti orang pada umumnya, kecuali wajah yang pucat, kantung matanya yang sedikit membengkak, mata yang agak merah serta rambutnya yang agak menipis. " anyway hyung.. kita mau kemana sih?" tanya Joonmyeon mengalihkan pembicaraan.
" tempat yang paling ingin kamu kunjungi.. sebenarnya hyung ingin mengajakmu saat musim panas saja, tapi pasti banyak orang.. a..aku ingin.. menghabiskan waktu berdua saja sama kamu Joon" jawab Kris jujur, jawaban polos itu malah menghasilkan ribuan kupu-kupu menggelitik perut Joonmyeon, terdengar posesif dan manis sekali~ tanda kalau Kris begitu menyayanginya…
dan itu membuat mata Joonmyeon sedikit berkaca-kaca menahan haru, namja bertubuh putih itu segera memalingkan tatapannya pada jalanan dan hamparan gedung tinggi di luar sana, ia tidak ingin menitikkan sebarang air mata pada hari ini, ia ingin menjalani hari ini sebagai hari bahagianya yang patut ia kenang.
Joonmyeon membulatkan tekadnya, ia akan mengakhiri rahasianya pada lelaki chinese itu. Kekasihnya harus tahu perihal kesehatannya meskipun ia tidak yakin apakah Kris masih akan menerimanya kembali atau tidak. Kalaupun tidak.. mungkin itu akan lebih baik.. ia tidak menginginkan kekasihnya mendapat goresan-goresan kecewa dan sakit hati kalau ia tidak bisa melewati tahun ini.
Musim panas ya…
Tentu akan sangat menyenangkan bila bisa menghabiskan empat musim bersamamu…
Merayakan tahun baru bersama…
Melihat kembang api bersama…
Memasang pohon natal dan bermain ski bersama..
Akan Tetapi, hidup tidak akan semulus itu bukan?
.
.
.
.
" wooooohooooo!" jerit Kris sekencang-kencangnya saat mereka sampai pada lokasi yang dituju. Angin sore yang super dingin itu menerpa kedua wajah mereka saat mereka turun dari mobil.
Joonmyeon yang mendengar deburan ombak dari dekat itu pun ikut berputar ria, rupanya kekasihnya masih mengingat dengan jelas beberapa lokasi yang benar-benar ia ingin kunjungi.
" WINTER BEACHHH~" Joonmyeon merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, merasakan angin dingin nan menyejukkan memeluk erat tubuhnya yang berbalut coat tebal tersebut.
Joonmyeon tidak kalah excited, jauh-jauh dari pusat kota untuk melihat pantai, mencium aroma amis khas pantai adalah salah satu hal yang disukainya, ia mendapat kedamaian dari mendengar deburan ombak-ombak mencapai tepi pantai serta suara burung-burung yang berkicau riang.
Pemuda manis itu dengan hati-hati mengikuti Kris menuruni berbatuan sebelum sampai pada mulut pantai, dengan Joonmyeon yang mengekori di atasnya.
Namja iseng itu tidak segan-segan melompat ke atas punggung lebar Kris yang berada di bawahnya dengan mendadak, dikalungkannya kedua lengannya pada leher kekasihnya " Kenaa~ hehehehe".
" manjaa" ledek Kris gemas, ia menaruh kedua tangannya pada paha Joonmyeon dengan sigap membungkuk dan menyamankan Joonmyeon yang berada di atasnya, yang belum berhenti mengalunkan tawanya yang berderai halus tepat di telinga kanan Kris.
Kemudian Kris pun berlari kearah bibir pantai, membasahi celana dan sepatunya dengan deburan ombak-ombak yang dengan kencang menyerbu kearah mereka.
" yaa… kenapa aku juga ikut basah" ujar Joonmyeon sewot, tidak dapat dihindari bahwa deburan ombak tersebut membawa percikan air dingin membasahi kedua kakinya yang bergelantung tersebut. Ia tahu kekasihnya sengaja mengerjainya pun merentangkan tangannya melewati leher Kris lalu memercikkan air pada muka tampan Kris dengan ibu jarinya.
" hey..heyy! hentikann.. joon-aahhh…ya! kau ini"
Menjadi pemandangan yang indah berlatarkan pantai dengan langit yang mulai berubah menjadi senja bagi dua insan yang saling mencintai itu bermain dengan bahagia, dengan Joonmyeon yang masih berada pada gendongan Kris, lelaki tampan itu berputar beberapa kali kemudian berhenti, kemudian mengulanginya lagi, hingga Joonmyeon yang penakut itu menjambak surai pirang Kris dengan kesal sebab lelaki itu tidak ingin berhenti menakutinya. Suara yang merengek halus itu diiringi dengan tawa bass tersebut menciptakan melodi-melodi kebahagiaan yang memenuhi hati keduanya.
Joonmyeon menemukan setitik kebahagiaannya yang ia rindukan…
Ia tidak menyesal…
.
.
.
Keduanya yang akhirnya lelah bermain itu pun duduk di atas hamparan pasir putih tersebut dengan Kris yang memeluk kelinci kecil itu dari belakang, Joonmyeon yang bersandar pada dada hangat Kris dengan nyaman—ia juga dapat mendengar detak irama jantung Kris yang berpacu agak cepat di belakangnya, tangan yang saling bertaut satu sama lain, senyum lebar tidak pernah hilang dan tawa yang tidak pernah pudar. Keduanya sungguh menikmati kebersamaan mereka.
Kris yang teringat hal-hal romantis seperti yang pernah dinontonnya di drama (picisan sih sebenarnya) pun iseng menggambarkan gambar hati di atas pasir berwarna putih tersebut., di dalamnya tertulis namanya sendiri dan Joonmyeon—kuno sih emang.
Joonmyeon merengut " kenapa kau menggambarku dengan telinga kelinci, memangnya aku seperti kelinci?" ujarnya tidak terima ketika melihat kris menggambar wajahnya ala kriscasso di samping namanya sendiri.
" wae? Kelinci itu kan imut, kayak kamu… gigi kelincimu itu selalu nongol, mata kamu juga sayu-sayu polos kayak kelinci, kamu juga putih, mungil, gemesin, suka lompat-lompat…" puji Kris yang sebenarnya tidak mengandung makna ledekan, tapi sepertinya Joonmyeon makin ngambek mendengar penuturan Kris yang menurutnya tidak ada benarnya, sejak kapan wajahnya yang ganteng kayak gini disandingkan sama kelinci… huh!
Cup!
Disambarnya cepat bibir tipis itu dengan gesit, membuat kekesalan kelinci yang dicium itu seketika mereda, mata sayunya membulat kaget. Ahh.. wajahnya merah lagi~
" kalau masih suka pout imut kayak gini aku cium lagi loh.. Joonie~" bisik Kris menatap intens kedua manik hazel Joonmyeon dengan memamerkan smirk ganteng, iseng seperti biasanya.
Apaa itu? Joonie katanya?
Blushh….
Kelinci mungil yang berusaha menguatkan imannya itu pun dengan pasrah melancarkan pukulan-pukulan lemah pada dada Kris dengan kesal,hatinya luluh mendengar suara bass yang sengaja dibuat serak-serak sexy itu menyuarakan panggilan sayangnya. Mendadak merasa seluruh tubuhnya lemah seperti jelly, Joonmyeon hanya mampu menyembunyikan wajahnya yang memerah seperti buah persik itu pada leher Kris, sesekali mengeluarkan bunyi rengekan karena ia tahu Kris pasti sedang menahan tawa—terlihat dari kedua bahu kekasihnya yang bergetar-getar tidak jelas.
" Joonieee~" ulang Kris sekali lagi dengan halus, tepat di sebelah telinga Joonmyeon sehingga membuat tubuh sang empunya menegang di dalam pelukan kekasihnya, diperlakukan semanis itu tentu saja membuat Joonmyeon reflek meremas coat Kris dan menutup kedua hazelnya dengan gugup, belum lagi ketika tangan kanan kris yang awalnya berada di atas pundak kecilnya itu berangsur membelai surai-surai berwarna kecoklatannya yang tidak sepenuhnya tertutupi oleh beanie yang dipakainya.
Jantung Joonmyeon sudah tidak dapat dikendalikan, begitu pula dengan punya Kris, namja berdarah korea itu dapat mendengar dentuman-dentuman jantung Kris yang tidak kalah cepatnya. Ia dapat merasakan hembusan nafas Kris yang hangat perlahan menyelimuti paras cantiknya, tidak lama kemudian sebuah benda yang kenyal dan basah menempel pada dahinya lama, ia tidak perlu membuka matanya untuk mengetahui kalau kekasihnya kini sedang mencium keningnya—Joonmyeon terlalu hafal bentuk bibir yang sering mencumbunya tersebut, membuat namja manis itu mengingat kembali ciuman pertamanya—penuh perasaan dan kelemah lembutan—ciuman yang polos namun dapat mentransfer semua perasaan Kris yang tumpah ruah dalam diri Joonmyeon.
Perlahan kris membuka matanya dengan sayu, memperhatikan setiap liku kelinci kecil yang ada di pelukannya tersebut, wajah yang mungil itu terlihat mulus, dengan kedua pipinya yang bak sayap putih itu sedikit berlatarkan merah muda, bulu matanya yang panjang, matanya yang terpejam menikmati sentuhan Kris pada daun telinga kanannya hingga kedua bibirnya yang terlihat bergetar—ahh.. dia gugup.. lucunyaa…
Dadanya kini terasa sesak..
Deru nafas Joonmyeon dan pheromone tubuhnya kian memabukkannya…
" h..hyung…"
lenguhan manja khas Joonmyeon ketika kedua hidung mancung tersebut bersentuhan… bergesekan… menemukan satu dengan yang lain..
Rengekan halus itu…
Bau vanilla yang manis menyatu dengan bau pantai yang menenangkan…
Sepertinya… ia sudah mulai kurang waras…
Ia seperti gila karena Joonmyeon…
Lelaki mungil itu memenuhi seluruh relung otaknya hingga ia tidak mampu berpikir jernih.
Terlebih ketika mata indah kelinci yang perlahan terbuka dan menatapnya dengan pandangan berkabut.
" hyung…a..aku…"
.
.
.
" hey kris!"
Pasangan sejoli itu lantas menjauhkan wajah mereka secara reflek, kesadaran memenuhi pikiran keduanya yang sedaritadi buntu.
" loh Kris kamu ada di sini juga? Dan siapa itu? Pacarmu? Tega kali kau tidak mengenalkannya kepadaku" satu suara lain akhirnya membuat Kris membalikkan tubuhnya menghadap arah suara tersebut.
Empat pasang kaki yang berdiri tegak di belakangnya itu adalah milik Chanyeol, rupanya… dan tiga teman minum barengnya, Yixing, Luhan beserta kekasihnya, Sehun. Kris menatap mereka bingung, tentu saja karena siapa yang menduga bakal ada yang datang ke pantai di cuaca dingin seperti ini.
" ahhh! Kau.. kau pasti Joonmyeon kan? Kamu kecil yaa.. putih.. kayak malaikat.. Kris sering bercerita tentangmu loh!" yang ini pasti perkataan Chanyeol karena cuma dia teman Kris satu-satunya yang mengenal makhluk bernama Joonmyeon. Dicubitnya gemas pipi snowwhite itu hingga memerah sedangkan sang empunya pipi yang teraniaya tersebut masih bengong atas kelakuan SKSD Chanyeol, dia jelas tidak mengenal keempat lelaki tampan (yang satunya lagi cantik, imut, tapi sok manly) yang sepertinya adalah teman-teman Kris.
" hey dude! Baru datang langsung main cubit-cubit.. dasar tenaga badak" sang naga bermuka angry bird itu ia terlebih dahulu menyingkirkan tangan lebar yang memberikan capitan menyakitkannya itu kemudian memeluk Joonmyeon dengan erat. Uh~ so sweet… Joonmyeon jelas senang diperlakukan bak benda berharga oleh kekasihnya.
" cih.. posesif… :p oh iya.. kita mau bermalam disini, kata Sehun dia mau memanggang hanwoo, jadi sepertinya kita akan meminjam peralatan barbeque sama pemilik disini.. mau ikutan?"
".. eh… aku ti.."
" ayolah hyung.. Bareng aja biar tambah rame.. buing-buing"
Kris speechless, kalau sudah disuguhi aegyo mematikan dari magnae Sehun, tidak kuasa ia menolaknya. Karena kalau Kris menolak ia akan merasa guilty maksimal, magnae itu dapat meneteskan air mata buayanya sewaktu-waktu.
"Hhhh~ baiklah nanti aku nyusul" jawab angry bird itu dengan pasrah. Padahal rencana awalnya kan dia cuma ingin menghabiskan waktunya dengan Joonmyeon tersayangnya, kenapa jadi begini? Tahu begini harusnya dia tidak datang kemari.
" yeyy! Kajja! Kita ngurus peralatannya dulu" ajak Sehun kesenangan lalu menyampirkan lengannya ke pundak Luhan, menarik kekasihnya menuju ke rumah kecil bergaya tradisional berlapiskan kayu yang terdapat pada pojok kanan dari bibir pantai tersebut, sedangkan dua makhluk lainnya mengikuti di belakang.
Setelah mereka berjalan menjauh, Kris perlahan melonggarkan pelukannya, kelinci mungil itu perlahan menyembulkan kepalanya diantara pelukan longgar itu " gwenchana hyung.. aku tidak marah.. jangan cemberut.. kalau cemberut seperti itu hyung tidak ganteng lagi loh"
Kris perlahan tersenyum tipis, kekasihnya memang pintar berbicara agar ia tidak merasa bersalah, dielusnya bekas cubitan dari paras manis kesayangannya. " tadi.. Joon ingin bilang apa?"
" hyung tidak memanggilku Joonie lagi?" rengek manja yang lembut itu lagi.. Kris yakin lama-lama ia akan diabetes bila berpacaran dengan kelinci super unyu ini. Kedua tangannya turun dan melingkar pada pinggang mungil itu, begitu juga sebaliknya.
" hmm..baiklah.. tadi mau bilang apa, joonie~"
Debaran jantung yang kencang masih dapat dirasakan Kris, Joonmyeonnya masih belum imun akan panggilan sayang itu pun kembali membenamkan dirinya pada dada bidang di hadapannya. " a..aniyo.. aku hanya.. sepertinya.. aku terlalu.. sayang sama hyung…"—tidak mengapa, aku akan cerita nanti saja. " hyung… janji ya.. jangan berhenti mencintai Joonie".
" nee.. bukannya hyung pernah berjanji akan terus bersama Joonie.. lupa ya? Hyung akan selalu berada di sisimu, hyung akan tetap menyayangi Joonie.. jadi tidak usah khawatir" tangan kokoh itu mengelus pinggang rapuh kekasihnya. Joonmyeon masih ingat dengan samar, Kris memang pernah berjanji tentang kebersamaannya pada saat mereka pergi naik puncak bersama.
Joonmyeon ingin percaya bahwa Kris tidak akan menjauhinya meskipun setelah ia mengetahui kondisinya. " hyung yakin?"
" yakin" jawab Kris mantap.
Tiba-tiba pemuda mungil itu melepas dekapannya, menatap wajah tampan yang agak bingung itu lumayan lama " kalau begitu hyung mau kan masuk ke winter beach? aku akan percaya sama hyung kalau hyung menerima tantanganku"
" hah? Tapi airnya kan dingin banget Joonie" Kris sih ogah melakukan hal ekstrim itu, masuk ke air dingin di musim dingin bisa-bisa ia gemetaran hingga malam hari. Namun melihat mata sayu kelincinya yang seakan redup sinarnya itu membuatnya hatinya dihantui perasaan bersalah, namja manis itu sedang krisis kepercayaan, dan Kris tidak ingin membuat namja itu semakin tidak mempercayainya dan hanya menggombal semata.
" ahh baiklah.. baiklah, hyung akan masuk.. jadi lihat hyung baik-baik" ujar Kris pada akhirnya—ayolah hanya menceburkan tubuh apa susahnya?—Namja jangkung itu memberanikah diri membuka coatnya dan sepatunya kemudian berlari ke arah ombak yang bergemuruh.
Splash
"brrr… gila! Ini benar-benar dingin…"
Splash
Splash
" Joonie kau lihat?" jerit Kris dari kejauhan setelah setengah tubuhnya terbalut oleh air dingin tersebut, lelaki tampan itu mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi kemudian mengayunkannya berulang-ulang " Joonie ahhh~ ding de hao.. wo yong yuan yong yuan ai niiii! Ce dao le ma?!" (dengarkanlah baik2, aku akan selalu mencintaimu selamanya, sudah tahu belum?)
Paras muka yang pucat dengan bulir-bulir air asin mulai berlomba membasahi wajah mungil Joonmyeon, ia merasa kesal dengan dirinya yang cengeng padahal ia sudah berjanji dalam hatinya untuk tidak menangis hari ini, tetapi kebaikkan Kris membuat tembok dam tidak kasat mata itu runtuh. Segera diusapnya butiran krystal itu dengan cekatan tanpa Kris sadari kemudian dipaksakannya sebuah ulas senyum tulus, namja mungil itu merentangkan kedua tangannya lebar-lebar ketika kekasihnya berlari kembali ke arahnya, tidak lama bagi Joonmyeon untuk merasakan tubuh penuh kehangatan itu membalas memeluknya lama.
" Bagaimana? Sudah tidak meragukanku lagi kan Joonie?" tanya lelaki menggigil itu tepat di telinganya, kemudian dibalasnya dengan sebuah anggukan pasti, tubuh Kris yang basah dan dingin menempel erat pada tubuhnya, namun Joonmyeon tidak memperdulikan hal itu, yang terpenting baginya adalah kesetiaan Kris, Kris yang sekarang berada dalam dekapannya, dan ia tidak akan meragukannya lagi.
.
.
.
.
Joonmyeon mengeluarkan seluruh makan malamnya di dalam toilet penginapannya, tepatnya ia hanya mengigit beberapa kali makanan kesukaannya yang sudah tidak mampu ia telan itu, kemudian menyembunyikan dalam sisi mulutnya layaknya seekor hamster. Sudah cukup baginya untuk merasakan hawa kecurigaan yang akhir-akhir ini Kris pancarkan saat makan bersama, jelas karena Joonmyeon sendiri yang tidak nafsu makan dan seringkali tidak menyentuh makanannya hampir seharian penuh itu menimbulkan tanda tanya besar di benak Kris.
" joon kamu tidak makan lagi? Kamu lagi diet?"
Joonmyeon yang hanya memasukkan beberapa suap kecil spaghetti bolognaisenya segera menggeleng keras " a..ani.. a..aku hanya .. tidak bisa makan banyak.. hehee.. apalagi aku sudah sarapan tadi pagi jadi sekarang aku masih kenyang"
Ditepisnya keraguan dalam benak Kris, meski namja tampan itu masih menatapnya dengan alis mata yang agak berkerut ragu, namun Joonmyeon pura-pura tidak memperdulikannya, ia hanya memasang senyum polos sambil menadang sekeliling restoran bergaya Western itu, " ahh! Pelayan.. eskrim choco wafer parfait satu!"
" kamu tidak bisa makan siang tapi bisa makan eskrim?" Kris melotot tidak percaya, yah seengaknya Kris tidak menatap Joonmyeon dengan tatapan ala pembunuh. Joonmyeon cengegesan.
" kalau masalah eskrim sih.. ia punya lambung yang berbeda sama yang lain" ia memang sengaja memesannya agar tidak terkesan sama sekali tidak mengkonsumsi makanan di hadapan Kris, apalagi eskrim yang cair itu tentu dapat dengan mudah ditelannya, jadi Kris dapat beranggapan bahwa dia memang lebih suka memilih dessert daripada main course.
" dasar! Nanti kalau pipimu jadi tembem gara-gara makan kebanyakan eskrim gimana?"
.
.
Joonmyeon tersenyum pelan mengingat masa lalu, lucu sekali, padahal ia susah mengingat sesuatu, wajah kedua orang tuanya saja dia sudah tidak begitu ingat, yang diingatnya hanya sebersit perkataan dan perlakuan orang tuanya kepadanya, tapi apapun yang berhubungan dengan Kris ia bisa ingat meski itu adalah hal yang tidak penting sekalipun.
Segera dibasuhnya muka dan mulutnya dari bekas makanan barbeque tadi. Setelah selesai mandi serta menggosok gigi, dan juga berbagai persiapan lainnya untuk membersihkan seluruh tubuhnya secara total. Lalu diminumnya satu-satunya buah pil yang dibawanya dari rumah sakit untuk jaga-jaga kalau kondisi tubuhnya tiba-tiba melemah karena keletihan. Joonmyeon menghembuskan nafasnya pelan, deg-degan tentu saja karena seperti yang kalian ketahui, Joonmyeon sekarang akan tidur sekamar dengan Kris. Itu artinya, malam ini akan dipastikan mereka melakukan hal yang dilakukan pasangan lainnya. Apalagi tadi pagi, entah gerangan apa, Joonmyeonlah yang berinistatif mengajak bahkan mempersilahkan tubuhnya, kalau mengingat lagi kejadian itu sumpah Joonmyeon malu.
Dasar mulut, kalau otak sudah tidak bisa berjalan, asal nyablak saja.. bagaimana kalau Kris hyung berfikir aku itu murahan hah?!
Namun segeranya ditepis pikiran itu jauh-jauh, ia perlahan membuka pintu toiletnya, mengintip sejenak Kris yang berada di dalam ruangan mereka tersebut, lelaki tampan itu kelihatannya sama paniknya dengan dirinya, dapat dilihat karena namja itu berjalan bolak balik tak menentu sesekali mendeham tidak jelas, entah pikiran kotor apa yang dipikirkannya. Joonmyeon menelan ludah, pelan-pelan ia berjinjit ke dalam namun pintu yang berdecit itu tetap menimbulkan suara hingga Kris sadar akan kehadiran Joonmyeon. Namja tampan itu lantas menatap ke arah Joonmyeon dengan kaku dan mulut terbuka lebar ketika mata elang itu menangkap sosok berkulit putih ramping dengan bathrope pendek, belahan bathrope itu agak tersingkap sehingga Kris dengan mudah menemukan paha putih Joonmyeon, dada kekasihnya yang putih serta leher putih yang jenjang dan terdapat bulir-bulir air disana. Jangan lupakan muka yang memerah seperti tomat itu—oke untuk kasus ini muka Kris juga tidak kalah merahnya.
" umh…."
Awkward…..
Butuh beberapa detik bagi Kris untuk dapat mengontrol hawa nafsunya, meski dia sudah sangat sadar kalau selangkangannya sudah berdiri dengan tegak, siap tempur. " ahh Joon..kau sudah siap mandi, kalau begitu hyung gentian ya" ucap Kris mencairkan suasana, sangkin gugupnya kris sampai lupa memanggilnya Joonie. Namja itu segera menyampirkan handuk ke pundaknya dan segera masuk ke kamar mandi yang masih mengepulkan uap panas tersebut. Setelah Joonmyeon mendengar suara shower yang menyala barulah dia perlahan berjalan menuju ke tempat tidur queen size mereka dan duduk tegap disana
" sepertinya kita memang akan melakukannya malam ini… akh…ottokaeeeee" rengek joonmyeon kepada dirinya sendiri sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya. Lebih panic lagi karena sebenarnya dia tidak pede dengan tubuhnya yang menurutnya terlalu kurus itu, jangan-jangan nanti Kris ilfill lagi.
Kelinci panic itu berguling-guling tidak jelas di springbed itu.
.
.
.
# 5 menit kemudian (warning: rated M smut)
" Joon…"
Namja mungil yang berguling di atas kasur itu langsung berdiri tegap mendengar suara bass yang sudah berada di dekatnya. Ditatapnya namja jangkung yang juga mengenakan bathrope dengan rambut dan leher yang basah telah berdiri di sampingnya menatapnya dengan wajah datar, dingin… apa karena gugup ya?
" h..hyung!" seru Joonmyeon panic, sejak kapan Kris sudah disini pikirnya, oh.. sepertinya karena dia terlalu mengeluti pikiran sendiri sampai-sampai dia tidak mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Jadi dari tadi Kris melihatnya berkelakuan tak jelas di atas kasur.. OMG! Joonmyeon rasanya ingin menguburkan dirinya sendiri saja T_T.
Joonmyeon perlahan menatap seksama wajah tampan kekasihnya, yang entah kenapa jadi sangatttt sangatttttt ganteng sekali, dengan rambut pirangnya yang basah, dada terbuka yang terlihat lebar dengan belahan dada yang menunjukkan absnya. Namja mungil itu perlu mengerjap-ngerjapkan matanya sebelum melihat ke bawah sambil memainkan tali bathropenya—aduh malunya, Kris hyung pasti sadar aku menatap dadanya, tapi tubuh hyung bagus sekali, urghhhh… Joonmyeon sadar! Malui-maluin saja!
" Joon.. kamu takut?" tanya Kris dengan perhatian, dilarikannya tangan hangat itu pada dagu kecil Joonmyeon, mengelus dagu tajam itu sebelum menengadahkan wajah manis nan kemerahan itu untuk menatapnya. Kris dengan mudah menangkap bola mata bening yang agak kaget membalas tatapannya namun sepersekian detik bola obsidian itu bergerak-gerak tidak menentu sebelum akhirnya namja mungil itu memilih untuk menutup matanya. – Kissable banget sih—batin Kris dalam hati.
Lelaki chinese itu perlahan mendorong tubuh mungil itu dengan hati-hati di atas kasur kemudian berlutut diantara kedua kaki Joonmyeon, mau tidak mau Joonmyeon membuka kedua matanya karena penasaran.. hanya untuk melihat pemandangan indah nan sexy di depannya. Kris dengan sigap melepaskan tali bathropenya dan meninggalkan jubah mandinya dengan sangat..manly. Hingga hanya sebuah boxer hitam terlihat sempit dan sesak karena benda keras yang memaksa keluar yang tersisa pada tubuh bak pahatan seniman itu. Joonmyeon tidak berhenti mengagumi pundak dan dada lebar Kris ditambah dengan abs yang lumayan ketara pada perut Kris, dengan nipple kecoklatan yang menambah kesan sexynya, belum lagi sedikit otot pada lengan dan paha Kris serta bentuk V yang keluar dari selangkangannya yang menambah keindahan postur tubuh tersebut.
Sepertinya pesonanya begitu mematikan hingga Joonmyeon hanya sanggup mangap, menatap Kris tanpa berkedip, membuat Kris tidak menyiakan kesempatannya untuk mencicipi bibir yang setengah terbuka itu, melarikan lidahnya mengeksplorasi madu manis yang selalu sukses membuatnya ketagihan, membelit lidah si mungil dan beradu di dalam gua hangat tersebut. Kris menahan tubuh Joonmyeon yang semakin limbung, tubuh mungil itu bergetar sesekali terlonjak ketika Kris memainkan mulutnya dengan intens.
Joonmyeon akui kekasihnya benar-benar lihai dalam bermain lidah, semua rongga mulutnya dilewatinya tanpa bersisa, termasuk saliva mulai bercucuran dari ujung bibirnya pun tidak ia lewatkan. Kris menjilat bekas saliva tersebut dari mulut hingga berakhir pada leher Joonmyeon, diturunannya jubah mandi Joonmyeon untuk melebarkan akses bagi lidahnya untuk bergerilya di atas leher putih nan mulus tersebut, salah satu titik sensitive bagi Joonmyeon, namja mungil itu hanya dapat pasrah mendesahkan " kris hyung" " ahh" " saranghae" berulang-ulang ketika lelaki tampan itu mewarnai lehernya dengan beberapa kissmark, lalu semakin menurunkan jubah itu hingga Kris menemukan biji mungil berwarna pink yang dicarinya, disedotnya salah satunya hingga membengkak lalu digigit-gigit kecil sekitaran bagian yang membengkak pada bagian dadanya tersebut hingga kekasih mungilnya mengerang nikmat. Kedua tangan Joonmyeon tidak henti mengelus dan terkadang menjambak pelan rambut Kris ketika sang empunya mengemut kuat nipple imutnya.
Desahan demi desahan lembut Joonmyeon yang memenuhi otak Kris menghantarkan impulse pada sesuatu yang semakin keras dan sesak di dalam boxer pemuda chinese tersebut, sepertinya kalau tidak hati-hati Kris dapat keluar tanpa disentuh. " Joon.. hyung buka yah?"
Joonmyeon mengangguk pelan—masih fly—ia membiarkan Kris menarik ikatan bathropenya, melucutinya hingga yang berada di dalam kukungan Kris hanyalah malaikat yang polos tanpa busana, Joonmyeon yang merasa ditelanjangi oleh mata kekasihnya berusaha menutupi organ vitalnya dengan kedua tangannya namun segera ditahan oleh Kris, kedua tangan kurusnya dikurung di atas kepalanya hanya dengan satu tangan. Dengan beginilah Kris dapat menikmati pemandangan indah di bawahnya tanpa ada gangguan, meskipun tubuh Joonmyeon terlihat kurus namun tidak dapat memungkiri tubuh dengan S line itu meningkatkan libido Kris dengan cepat, terutama kedua nipple Joonmyeon yang berwarna merah muda mencuat indah serta paha mulus Joonmyeon yang mengapit berusaha menyembunyikan titik vitalnya yang paling sensitif, kejantanan Joonmyeon yang perlahan melunjak pelan kemudian semakin mengeras—menyadari sepasang mata elang yang menatapnya intens—terbaring kaku di atas perut mulus pemiliknya, ujung kejantanannya yang berwarna merah muda yang terlihat jarang dipermainkan itu menantang Kris untuk membelainya,merangsangnya, ataupun menyelimutinya dengan mulut maupun tangan besar Kris yang hangat.
Tanpa sadar Joonmyeon melirik ke bawah, tepatnya pada selangkangan Kris yang terlihat begitu menonjol, sudah agak basah oleh pre cum pada ujungnya, membuat Joonmyeon kembali pada alam sadarnya menyadari nafsu Kris yang menggebu-gebu. Tidak… keduanya memiliki nafsu yang sama besarnya, nafsu untuk saling memiliki, nafsu untuk merasakan keberadaan satu sama lain, nafsu untuk menghubungkan hati yang sebenarnya sudah lama terikat namun tidak sepenuhnya menyatu.
" h..hyung.. joonmyeon mau membuka celana hyung.. boleh?"
Kris membesarkan kedua mata sipitnya, tidak menyangka kelinci yang selama ini disangkanya polos itu memiliki keberanian untuk menelanjangi dirinya—dasar kelinci liar.
Lelaki yang didominasi itu tanpa rasa malu—atau mungkin sedikit—dengan tangan bergetar menarik karet boxer kekasihnya, meneguk ludahnya sekali kemudian perlahan menariknya ke bawah, namun berhenti dan ragu ketika Joonmyeon mulai melihat pubic hair berwarna agak hitam pekat. Rupanya keberanian itu tidak cukup, ia masih belum menguatkan niatnya untuk melihat asset Kris yang sepertinya sangat besar dipenuhi hutan liar tersebut.
" kenapa cuma lihat? Kau tidak mau memegangnya Joonie~?" bisik Kris mendayu di telinga kirinya lalu dijilatnya cuping sensitive yang membuat sang empunya mengerang kaget.
Kris yang tahu keraguan Joonmyeon pun menuntun tangan kurusnya ke arah gundukan yang keras seperti mau meledak tersebut. Libido kelinci itu menjadi susah terkontrol ketika tangannya mengirim tekstur penis kris ke dalam otaknya, dengan pikiran yang semakin mengawang Joonmyeon menggunakan kedua tangannya mengelus dan meremas pelan kejantanan keras itu dari luar boxernya, mengelitik scrotum yang terasa penuh di permukaan tangan kirinya. Sedangkan Kris melanjutkan ministrasinya melarikan lidahnya dengan cekatan dari telinganya menuju ke dagu hingga leher jenjang berwarna pucat tersebut, mengigit jakun Joonmyeon yang bergetar menekan desahan berkepanjangan.
" hnnnh!" rintihan nikmat pertama keluar dari mulut pemuda berdarah chinese tersebut saat Joonmyeon menyelipkan tangannya ke cela-cela boxer berukuran XL kekasihnya, membelai kejantanan Kris secara langsung, merasakan panasnya dan urat-urat yang menonjol yang diselimuti precum lengket yang mulai perlahan menetes keluar dari uretranya, berlangsung hingga ke kedua bola Kris yang rupanya merupakan titik lemah Kris, memerasnya dan memainkannya dengan tekanan yang pas dengan jari tengah menekan tombol vital yang berada diantara anus dan scrotumnya.
" Tidak.. berhenti Joonmyeon, biarkan hyung yang bekerja" ditahannya tangan mulus Joonmyeon yang daritadi gencar memainkan alat kelaminnya, menekan-nekan titik kelemahannya serta mulai menaikturunkan tangannya pada batang basah yang Kris banggakan itu, Kris tidak yakin ia bisa menahan air maninya yang sudah diujung tanduk itu bila kelinci aktif itu senantiasa memeras kejantanannya.
" tapi hyung… Joonie tidak mau cuma Joonie yang merasakan nikmatnya.." tolak Joonmyeon dengan muka memelasnya, andalan mematikan Joonmyeon yang ia tahu kris tidak akan dapat menolaknya. Ia sendiri kan mempunyai kebanggaan tersendiri kalau berhasil membuat kekasih tampannya itu orgasme, apalagi ekspresi Kris saat ia mengerang nikmat tadi, suara rendahnya yang menggeram membuatnya semakin horny. Okay.. Joonmyeon tidak percaya dirinya seporno ini, siapa lagi kalau bukan karena Kris, hyungnya itu membuatnya membangkitkan nafsu binalnya yang tersembunyi sekian lama.
" urgh! Andwae! Joonie tidak boleh sentuh hyung.. soalnya nanti hyung harus masuk ke dalam sini.. kalau hyung keluar duluan gimana?" nego Kris tidak kalah melasnya, sambil berkata Kris mengarahkan ibu jarinya dan menggerakannya memutar pada luar lubang anus Joonmyeon, tubuh mungil itu menggelinjang kaget mendapat sentuhan yang begitu tiba-tiba. Sentuhan itu entah kenapa membara pada lingkaran anusnya. Tidak mampu menahan nafsu, Joonmyeon segera mendorong namja yang mendominasi di atasnya itu hingga dialah yang berada di bawah. Kris mengerjap sebentar berusaha menalar apa yang sedang terjadi sambil menikmati keindahan tubuh Joonmyeon dari bawah—yang begitu sexy—karena sekarang ia dapat melihat keseluruhan tubuh Joonmyeon, selangkangannya yang begitu dekat dengan wajahnya, penis putih itu berdiri mengacung tidak jauh dari bibirnya. Tidak menyiakan kesempatan, tangan lebar itu segera menarik pinggul dan paha Joonmyeon mendekati wajahnya.
" a.. apa..hyunghhh! yahh!" entah protes atau desahan yang keluar dari mulut Joonmyeon saat ia merasakan sesuatu yang hangat dan basah menyelimuti ujung kejantanannya, dihisap pelan kemudian seluruh batang kejantannya pun merasakan hal yang sama, hangat, basah, dan lidah tak bertulang itu bergelirya sepanjang urat-urat kejantannya.
Joonmyeon kini benar-benar terbang ke awang-awang seperti lelaki umum pada awalnya yang belum pernah mengenal yang dinamakan blowjob, mudah menemukan titik kelemahan lain karena tubuh Joonmyeon selalu bergetar dan mendesah kuat ketika Kris menekan dasar batang kelamin Joonmyeon dengan bibirnya kemudian menghisapnya dengan kekuatan yang pas seiring mulutnya mengeluarkan batang yang mulai memerah tersebut hingga ke ujung yang sangat sensitive dan memerah seperti permen apel. Kedua jari tengah Kris menerobos masuk ke dalam liang ketat Joonmyeon dan berusaha merenggangkannya, sesekali jari panjang itu menekan daging mungil yang berada di dalam tanpa berhenti menghisap ujung kelamin Joonmyeon yang mengeluarkan pre cum ke dalam mulutnya.
" h..hyunghh.. aku dekattth! Jangan berhentihh~" mohon Joonmyeon yang menyadari kebutuhannya di depan mata, hilang sudah akal sehatnya kini ia bahkan tidak menyadari pinggangnya sendiri yang bergerak liar menyodok gua yang dengan senang hati menerima hasrat terpendam yang akan keluar dari ujungnya. Kris yang menyadari batang mungil itu mulai melonjak di dalam mulutnya seiring dengan desahan Joonmyeon yang semakin keras dan tubuh indah meliuk-liuk, semakin bergetar tidak jelas dan membusung menampakkan nipple mencuat bekas kissmark miliknya membuat Kris semakin gencar menekan, menggesek, mengstimulasi prostate sensitive Joonmyeon hingga satu jeritan parau terakhir Joonmyeon sempat menarik keluar penisnya dari dalam mulut Kris namun sayang ia terlambat menahan gejolak pasca orgasmenya sehingga ia menyemaikan semua benih hasil orgasmenya beberapa kali di atas wajah tampan Kris.
" ahh.. hahh.. hahh" seluruh tulang joonmyeon seakan luluh rasanya, begini yang dirasakan orang-orang kalau menemukan orgasmenya. Joonmyeon yang turun dari surga hawa nafsunya perlahan membuka matanya yang sayu, ketika ia menatap ke bawah alangkah kagetnya ia akan hasil perbuatannya sendiri. " k..kris hyunggg.. miann! Aku tidak sengajaaa.. aku benar-benar tidak sengaja.. akan aku bersihkan sekarang" Joonmyeon menarik beberapa buah tissue yang sudah mereka sediakan dan menghapus bekas benih di wajah Kris, namun yang disekitar bibir malah kris menahannya dan menjilatnya tanpa tersisa, Joonmyeon merasa mukanya memanas melihat kekasihnya menikmati cumnya yang menurutnya sangat tidak layak untuk dimakan tersebut " makasih susunya" balas Kris usil " tapi.. sepertinya joonie junior masih bisa mengeluarkan susu lebih banyak untuk hyung kan?" pertanyaan retorik kepada penis mungil yang belum melemah pasca post orgasme yang sekarang dielus Kris, tangan hangat itu memijat-mijat penis panas yang melonjak dalam tangannya.
" h..hyung.. jangan disentuh lagihh.. geli" penisnya sudah sangat sensitive sekarang setelah cum, Joonmyeon tidak kuat menerima pijatan ringan sekalipun pada penisnya.
" Berbaliklah… hyung mau membasahi lubangmu dulu" ditepuk-tepuknya pantat sintal kekasihnya. Awalnya Joonmyeon enggan, tetapi karena ia sudah merasa bersalah karena telah mengotori wajah hyungnya tadi pun menuruti keinginannya, Joonmyeon sekarang jongkok di atas wajah Kris dengan lidah Kris yang mulai beraksi menemukan apa yang ia cari. Joonmyeon mendesis pelan merasakan sesuatu yang kenyal tidak berbentuk memaksa melalui jalur pembuangan yang tidak pernah dijamahnya. Rasa aneh itu perlahan mulai berubah nikmat ketika lidah kekasihnya keluar masuk melincinkan dinding anusnya, ditambah tangan Kris bekerja merata pada bagian depannya, dengan satu tangan memilin nipplenya dan tangan yang lain mengelus scrotumnya maju mundur, memainkan bola kembar yang perlahan kembali berat berisikan sperma itu dengan penuh kehati-hatian. " lebih nikmat mana Joonie, lubangmu atau penismu di dalam mulutku?"
Yang benar saja kekasihnya menanyakan perihal ini dalam kondisi seperti ini, Joonmyeon mau saja tidak membalas pertanyaannya tapi Kris sedikit meremas bolanya membuatnya berjengit nikmat, tidak cukup keras untuk membuatnya sakit tentu saja " a..ah… joonie lebih suka.. pe..penis joonie diemut.. tapii apapun yang hyung lakukan.. ngh.. semuanya.. terasa nikmat kok" jawab joonmyeon malu-malu dengan suara yang mencicit. Kris tersenyum mendengar penuturan kelinci polos itu, diusapnya beberapa kali penis mungil itu sebagai tanda puas.
" sudah selesai persiapannya…Joonie mau masukan sendiri? Tadi katanya kamu mau melakukan semuanya kan" ujar Kris dengan smirk tampannya, uke on top tidak buruk juga, ia ingin melihat seberapa liar kelincinya menunggangi penis miliknya.
Joonmyeon speechless.. dari tadi Kris memang melakukan semuanya untuknya, hanya untuk menunggangi kekasihnya bukan hal yang susah kan. Itulah yang dipercaya Joonmyeon namun ketika ia perlahan memasukkan ujung kejantanan Kris yang sepertinya semakin besar dari sebelumnya itu menembus keperawanannya, Joonmyeon hampir menitikkan air matanya… sakit sekali rasanya, ia tidak menyangka kepunyaan Kris begitu besar dan sepertinya tidak mungkin akan muat di dalam tubuhnya. Kelinci kecil itu berusaha mendorong lebih dalam kejantanan Kris ke dalam tubuhnya namun tetaplah itu tidak mudah dilakukan.
Melihat keadaan Joonmyeon yang sangat berusaha untuk menyenangkannya, Kris pun tersenyum, ia memeluk tubuh mungil yang berada di atasnya itu dan membaringkannya ke bawah. Tangan kanannya melebarkan selangkangan Joonmyeon dan menaruh betis kiri Joonmyeon ke atas pundaknya, tidak lupa juga untuk menambah handuk beserta bantal di bawah pinggul Joonmyeon agar kekasihnya tidak begitu kesakitan saat penetrasi nanti. " tidak apa-apa Joonie.. biar hyung yang memuaskanmu.. hyung akan berusaha supaya kamu tidak sakit"
" m..mian hyung"
" stop with the mian… sekarang cukup rasakan kenikmatan yang akan hyung berikan arraseo?" Kris membantu menyampirkan kedua lengan Joonmyeon pada pundaknya kemudian menghapus bulir-bulir keringat di dahi Joonmyeon. Kris menghisap bibir yang masih agak membengkak tersebut dengan pelan, atas dan bawah dengan agak lama sehingga ketika ia yakin Joonmyeon sudah terbuai dengan ciumannya, Kris menaikkan kedua kaki Joonmyeon sebelum memasukkan kejantanannya dengan perlahan.
Bukan hanya Joonmyeon saja yang merasakan pedihnya, namun pemuda pucat itu dapat melihat ekspresi kesakitan Kris yang berusaha dengan sekuat tenaga menahan hawa nafsunya mempenetrasi Joonmyeon perlahan untuk mengurangi kesakitan yang dirasakan kekasihnya, ia benar-benar menggenapi janjinya meski dirinya sendiri pun merasakan ngilu pada penisnya yang diremas dan digesek oleh dinding-dinding anus Joonmyeon yang berkontraksi membalas penetrasi asing tersebut. " hah.. hah… Joonie kamu tidak apa-apa?" lihatlah Kris masih bisa khawatir ketika ia telah memasukkan keseluruhan batang assetnya di dalam tubuh kekasihnya. Alangkah kagetnya ia melihat Joonmyeon mengeluarkan bulir-bulir air mata, pasti sakit sekali " apa benar-benar sakit?"
Joonmyeon menggeleng pelan sambil tersenyum kepada Kris ketika kekasihnya menghapus air matanya dengan ibu jarinya, kemudian pemuda mungil itu memeluk Kris dengan erat " ti..tidak sakit kok.. hanya.. joonie merasa senang.. akhirnya bisa bersatu dengan Kris hyung.. merasakan hyung membuat joonie bersyukur bisa hidup.. heheh.. Joonie sayang banget sama hyung"
" ju..jujur banget sih kamu joon.. hyung kan jadi gemasss…" mendengar penuturan langsung dari Joonmyeon jelas membuat Kris junior semakin membesar dalam tubuh Joonmyeon, anak kelinci itu tahu saja tombol yang bisa membangkitkan jiwa liar dalam seorang Kris. You know I love you too right?
" hyung sudah boleh gerak kok" lampu hijau sudah diberikan. Lelaki yang mendominasi itu masih bergerak dengan hati-hati, ia masih harus membuat kekasihnya terbiasa dengan size penisnya terlebih dahulu.
" Joon ahh.. jangan terlalu ketat!" susah memang untuk mengatur hawa nafsu sedangkan kekasih malah semakin mengetat di tiap sodokan. Tidak lucu kalau Kris ejakulasi dini sebelum sempat memuaskan kekasihnya. Perlahan dalam tiap sodokan, pre cum dari penis Kris semakin membasahi jalur sodokan penisnya sehingga semakin menstimulasi dan memudahkan keluar masuknya penis tersebut kepada prostate Joonmyeon. Namja mungil itu mengenjang tiap prostatenya digaruk, tidak sampai dua puluh kali Joonmyeon merangkulkan kedua kakinya pada pinggang Kris, mendorong pinggang Kris untuk memasukinya lebih dalam. " hyunngghh cummm ahh!" jerit Joonmyeon dalam orgasme nya yang kedua, air maninya yang tidak begitu kental dari yang pertama muncrat deras membasahi perut dan dadanya sendiri, kali ini ia cum tanpa penisnya distilmulasi sama sekali, sedihnya.. ia meninggalkan Kris yang masih belum mendapat orgasmenya.
" lelah? Mau istirahat?" diasak sayang rambut lembap yang dipotong pendek milik Joonmyeon.
" tidak apa-apa hyung… hyung masih belum keluar…" tidak membiarkan Kris menarik penisnya, Joonmyeon menahan pinggul Kris dengan kedua kakinya yang masih berada di pinggang Kris. Dengan penis yang siap meledak bersarang pada gua hangat nan ketat tentu membuat Kris agak lupa diri, ia menggeram sekaligus melancarkan ministrasinya, ia mendorong sedalam-dalamnya batang kejantanan itu hingga benar-benar menekan prostate Joonmyeon, jelas itu membuat namja dibawahnya itu hampir gila.
" ahh hyungg! Ahhh! Ahhh! Janganhhhh sanahh! Nghhh~" Joonmyeon benar-benar kesusahan mengambil nafas sekarang, prostate bengkaknya yang sudah teramat sensitive sehabis orgasme diserang tanpa ampun, suaranya naik beberapa oktaf hingga ia merasakan Kris membanjiri dalamnya dengan air manis yang tidak kalah derasnya, kental dan beberapa kali semprotan menganiaya prostatenya " hyungg sesuatu mau keluarrrhh!" Kris menyadari kekasihnya yang sudah diujung tanduk pun mengocok penis mungil yang sempat terbengkalai itu dengan cepat, tiga kali kocokan dan tangan Kris sudah basah dengan squirting yang keluar dari uretra Joonmyeon, sperma bening nan encer itu menyembur layaknya urin, untunglah tadi Kris sempat menyediakan handuk di basah tubuh Joonmyeon sehingga sperma itu tidak mengenai seprei penginapan.
.
.
.
###### NCnya selesai yaaa#####
" hyung.. aku bisa sendiri kok"
"Kamu pasti sangat lelah, lihatlah mukamu sangat pucat Joonie~ jangan protes, sekarang buka kakimu.. sudah jangan malu hyung kan sudah lihat semua tadi.." Joonmyeon menendang pelan perut Kris dengan kesal, meski Kris sudah melihat semuanya tadi tetap saja sekarang dia merasa malu, bahkan sepertinyalebih malu dari sebelumnya, bagaimana mungkin dia bisa membiarkan Kris memblowjobnya, mengotori wajahnya, keluar sampai tiga kali dan terakhir kalinya malah squirting sampai mengotori lantai penginapan, urgh! Aib banget!
Kris sekarang membasuh tubuh Joonmyeon dari hasil making outnya tadi, bekas sperma dan squirting di tubuh Joonmyeon dengan handuk bersih lainnya yang sudah direndam air hangat. Oh lihatlah bekas sperma Kris yang terlalu banyak itu bahkan merembes keluar dari anus kemerahan Joonmyeon, lelaki tampan itu menyerngit perih ketika ia melihat sperma itu keluar beserta dengan sedikit darah. It looks hurt! Sehingga Kris semakin berhati-hati memasukkan jarinya untuk membersihkan sisa spermanya dalam tubuh Joonmyeon.
" hyung baik sekali… apa dulu hyung juga baik seperti ini sama mantan hyung yang lain?" tanya Joonmyeon out of the blue.
Kris berhenti dengan aktifitasnya sejenak kemudian menatap Joonmyeon dengan polos seolah apa yang ditanya itu sungguh sangat aneh " apakah aku kelihatan seperti orang yang punya mantan? You are the only one that I ever dated" aku Kris dengan jujur, namun sepertinya tatapan Joonmyeon terlihat seolah tidak mempercayainya, tentu saja.. namja setampan setinggi sekeren Kris tidak pernah punya pacar, itu terlihat sangat tidak mungkin.
" itu benar kok Joonie.. aku sudah tidak punya orang tua jadi aku harus bekerja keras untuk diriku dan adikku.. aku tidak punya waktu untuk berpacaran" Setelah Kris menceritakan perihal dirinya, ia baru sadar dirinya keceplosan. Dengan panic ia melihat kea rah Joonmyeon yang dibalasnya dengan tatapan sendu, namja mungil itu terlihat sedih… atau lebih tepatnya terlihat mengasihinya
" a.. ahh geurae… aku tidak tahu hyung mempunyai masa lalu yang menyedihkan… mian hyung.. hyung sudah memberikan banyak kebahagiaan untukku tapi aku tidak pernah tahu tentang kesedihan yang hyung alami.. aku bahkan dulu memaksa hyung untuk bercerita padahal mungkin hyung tidak mau cerita supaya hyung tidak sakit hati… miann.. kalau saja aku bertemu hyung lebih cepat..aku.." tubuh Joonmyeon yang masih letih itu semakin tersendat pernafasaannya seiring dengan tenggorokkannya yang tercekat menahan tangis. Ia tidak bisa membayangkan Kris berada dalam posisi seperti itu, kesepian dan menderita seorang diri.
" aku apa? Hmm?"
" a.. aku.. setidaknya., aku ingin berada di sisi hyung.. se..setidaknya aku ingin.. membuat hyung selalu tersenyum meski dalam kondisi yang pahit" jawab Joonmyeon yang tanpa disadarinya sebenarnya dia adalah salah satu unsur kepahitan dalam hidup seorang Kris.
Terkesima dengan penuturan penuh kasih sayang dari Joonmyeon, Lelaki tampan itu memeluk tubuh mungil itu dan menyandarkan dagunya pada kepala yang lebih pendek serta menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri " bodoh… kamu berfikir terlalu keras… kamu ada disini Joonie… sekarang… untukku… dan itu semua lebih dari cukup"
Setelah merasa kekasihnya sudah lebih tenang Kris melepaskan pelukkan pada tubuh yang masih bugil tersebut, ia mengusak rambut pendek itu dengan pelan " kenapa kamu menggunting rambutmu?"
" jelek?"
" tidak sih… cuma belum terbiasa saja. Bagaimanapun Joonie tetap yang paling cantik kok"
" kamu pinter menggombal yaa hyung.." Joonmyeon meninju dada Kris, upaya meredakan semburat yang sempat keluar pada kedua pipi mulusnya itu.
" hehehe.. anw kamu mau minum apa joonie? Akan hyung belikan di kombini bawah.. kamu disini saja dan istirahat" Kris melepaskan usakannya pada rambut Joonmyeon sebelum memakai kembali bajunya yang tergantung rapi di kamar mandi.
" aku mau air mineral yang biasa saja"
Joonmyeon kembali bergulung-gulung di atas kasur mereka setelah Kris keluar dari kamar, namja imut itu senyum-senyum sendiri merasakan kehangatan Kris dari kasur tersebut sembari menghirup kasur mereka yang masih berbau Kris. Baru saja ia akan tertidur karena kehangatan tersebut matanya menemukan dompet Kris yang sepertinya tertinggal di atas meja kecil di pojok. Joonmyeon berdiri dengan malas dan mengambil dompet tersebut " dasar bodoh.. mau beli minuman kok lupa bawa dompet sih?" Joonmyeon tanpa merasa bersalah membuka dompet kekasihnya tersebut dan menemukan ID card Kris dengan mudahnya. " hihihi.. orang ganteng kTPnya bisa jelek juga ya" ngakak Joonmyeon dalam hati namun ia terdiam melihat nama lengkap Kris yang menuliskan " Huang Yi Fan", Joonmyeon tahu kalau Yi Fan itu nama asli Kris yang memang keturunan China, tapi Huang.. sepertinya dia ingat marga ini.. tapi dimana…
" entahlah" dengan cuek Joonmyeon memasukkan kembali KTP Kris ke dalam dompetnya kemudian memakai kembali bajunya untuk mengejar Kris yang ketinggalan dompetnya. Mungkin saja orang itu stuck di kasir karena tidak punya uang untuk membayar.
.
.
.
" hyung dengarkan aku dulu!"
" tidak mau! Dasar hunnie jahat! Kalau kamu tega menyelingkuhiku aku juga bisa!" jerit Luhan tidak mau kalah, ia menutup kedua telinganya supaya tidak mendengar penjelasan sehun yang menurutnya cuma alasan untuk menutupi perselingkuhannya dengan noona lain yang sexy dan cantik. Dibuktikan bahwa tadi seusai persetubuhan mereka, sehun yang sudah lelah tertidur duluan sehingga Luhanlah yang mengangkat telepon Sehun dari seorang nugu, yang ternyata seorang noona yang menggoda Sehun dengan suaranya yang sok dibuat serak dan menggoda. INTINYA LUHAN KESAL. Sehun cuma miliknya fix! Dan Sehun yang tidak memblokir nomor telepon tersebut membuat Luhan bertambah kesal dan berasumsi Sehun memang berniat untuk menyelingkuhinya.
" ahhh.. luhan! Kebetulan sekali! Aku butuh uang bisa tolong pinjamkan?" itu suara Kris. Luhan berlari ke arah pemuda jangkung yang berdiri di depan kios 711 itu dan tanpa berfikir panjang, Luhan menarik leher Kris dengan keras dan mendorong bibir tebal itu untuk menyatu dengan bibirnya.
Kris mendadak bego
Sehun shock
Namun Luhan tidak peduli…
Rusa jantan itu seusai mencium Kris dia dengan kuat memeluk badan jenjang itu seolah tidak mau terpisah dengannya.
" Lu! Apa-apaan sih?" jerit Sehun murka, dia sampai lupa memanggilnya hyung. Ditariknya kerah baju Luhan supaya kekasihnya itu lepas dari tubuh Kris namun Luhan malah semakin mempererat dekapannya pada Kris " pergi Sehun! Pergi! Aku tidak butuh kamu… mending aku selingkuh saja sama Kris.. seengaknya dia lebih setia dari kamu" racau Luhan sembarangan.
Entah kenapa Kris membaui alcohol dari mulut keduanya, mereka pasti sempat mabuk-mabukan sebelum melakukan sex, pantas saja kelakuan Luhannya seperti ini. Kris yang sudah tidak bisa dilepaskan luhan itu pasrah " sudahlah Hun.. sepertinya dia sedang mabuk, kalau sudah sadar akan kukembalikan, untuk sementara aku akan mengurusinya dulu" ujar Kris kepada sehun yang cemberut, namun Sehun pun menyerah dan kembali ke kamarnya dengan tertunduk lesu.
" Kris kisseeuuu! Jadi pacarku sajaa yaaaa~" manusia mabuk itu kembali mencium bibir yang berada di atasnya dengan sembrono, terkesan gesa-gesa dan berantakan, membuat Kris kesusahan melepaskan tenaga rusa itu dari padanya.
" gyaaa… dasar pemabuk! Lepaskan akuu woii! Aku butuh uang bukan bibirmu"
Sayangnya Kris sama sekali tidak menyadari ada satu tatapan lagi yang menatap mereka sedih dari kejauhan. Ya itu Joonmyeon. Karena dari jauh dia tidak tahu apa yang mereka bicarakan, namun Kris sepertinya tidak begitu mempermasalahkan bibirnya yang dicium lelaki itu, dan.. mereka juga terlihat dekat. Joonmyeon tahu harusnya dia tidak meragukan Kris, dia seharusnya berjalan ke arah mereka berdua dan Kris pasti akan meyakininya bahwa ini semua salah paham dan segalanya akan baik-baik saja. Itulah yang ada di pikiran Joonmyeon namun hatinya jelas tidak dapat dibohongi, yang sudah terlanjur terluka atas keakraban mereka berdua.
Ia berlari secepat mungkin ke dalam kamarnya tanpa memperdulikan pernafasannya yang terlalu sesak. Namun sebelum ia sampai di ruangannya, ia tidak sengaja bertemu dengan Chanyeol, namja yang Joonmyeon ingat merupakan teman Kris. Melihat wajah muram yang seperti akan menangis itu membuat Chanyeol mau tidak mau menanyakan keadaannya. Namun melihat Joonmyeon enggan berbicara, hanya kedua matanya yang semakin meredup sinarnya itu akhirnya Chanyeol pun mengajaknya masuk ke kamarnya dengan alasan supaya Joonmyeon dapat bercerita dengan tenang. Di dalamnya juga ada Yixing yang bersedia memberikan telinga, mungkin karena wajah dan suara Yixing yang menenangkan, Joonmyeon perlahan menceritakan apa yang ia lihat tadi serta keresahannya selama ini yang susah mempercayai Kris meski beberapa kali namja itu mengatakan cinta padanya, namun entah kenapa di dalam lubuk hatinya, terdapat sesuatu yang mengganjal, mungkin insting Joonmyeon yang mengatakan begitu.
" hmmm.. jadi kamu berfikir Kris hanya main saja denganmu?" tanya Yixing dengan serius, setau Yixing sih Kris bukan tipe orang yang playboy sih, buktinya saja sampai sekarang Yixing tidak pernah mendengar berita ataupun gossip mengenai Kris yang punya pacar. Bukannya itu berarti Kris akan setia pada satu orang saja setelah ia menemukan pilihan yang tepat?
Joonmyeon perlahan mengangguk, aneh… kepalanya terasa agak berat. Apakah efek dari obat yang diminumnya sudah habis. Joonmyeon mencoba berdiri dari tempat duduknya hanya untuk menemukan dirinya jatuh, kakinya melemas. Dengan samar-samar ia dapat melihat senyum smirk milik Chanyeol, seketika ia merasakan adanya firasat buruk.
" wah.. obatnya benar-benar efektif ya? Kamu bisa bergerak? Atau perlu kuangkat ke tempat tidur?" Chanyeol mengangkat tubuh ringan yang melemas itu dengan mudah dan menjatuhkannya ke atas kasur dengan keras. Joonmyeon is so busted right now.
"…. K..kris…." Joonmyeon mencoba menjerit namun hanya suara paraunya yang keluar.
" Kris tidak akan tahu kamu disini Joonmyeon… apalagi.. kamu meragukannya bukan? Dia tidak mungkin menolongmu karena dia memang mendekatimu untuk balas dendam saja…" Joonmyeon membatu mendengar penuturan terakhir itu. Chanyeol… dia bercanda bukan? Balas dendam apa? Apa yang telah ia lakukan sampai membuat kris hyung mendendaminya? Jadi.. selama ini.. apa yang dikatakan dan dilakukan Kris hyung kepadanya itu bohong? Perkataan demi perkataan susah dinalar oleh otak Joonmyeon, ia tidak ingin mempercayai semua perkataan Chanyeol, dia hanya ingin meminta kebenaran dari mulut Kris hyungnya.
" a.. andwaeeee! Tolong… jang..an laku..kan" minta Joonmyeon ketika Yixing menahan kedua tangannya supaya mempermudah Chanyeol menanggalkan celana lelaki bertubuh paling mungil itu.
Chanyeol bersiul melihat tubuh setengah bugil tersebut, penisnya memang sangat imut, dengan paha putih yang sangat merangsang. Chanyeol membuka belahan pantat Joonmyeon, membuka resletingnya dan segera menghujam miliknya pada lubang anus Joonmyeon yang masih terluka tersebut. Joonmyeon menjerit parau karena sakit yang dialaminya, terus menerus ia memohon agar dilepaskan namun Chanyeol malah membekap mulutnya dengan kain dan menghujamkan penisnya dengan lebih kasar. Darah segar agak merembes ke kain seprei begitu juga dengan bulir-bulir air mata yang tidak berhenti turun dari wajah berparas malaikat itu, entah menangisi rasa sakit di bagian bawahnya, atau rasa sakit yang menusuk pada dadanya.
" Joonie? Kamu kemana?"
Joonmyeon yang hampir kehilangan kesadaran itu menjerit sekuat tenaganya ketika ia mendengar suara Kris yang mencarinya. Kris hyung aku disini!
" umfff! Kgiss ungggg! Hunggg!"
Kris yang samar-samar mendengar suara jeritan Joonmyeon dari kamar yang ia ketahui merupakan kamar Chanyeol pun segera mencari keberadaan suara itu " chanyeol? Joonmyeon di dalam kan? Buka! Kau apakan Joonmyeon hah?!"
Kris langsung menerjang masuk ke dalam ketika Yixing membukakan pintu untuknya. " ge.. tui bu qi… aku tidak tahu mengenai siasat Chanyeol.. tahu-tahu sudah begini"
"Chanyeol kau apakan Joomyeon bajingan!" tidak memperdulikan permintaan maaf dari Yixing, namja tampan itu langsung menyerang Chanyeol, ia menarik kerah namja bertelinga lebar itu dengan kasar dan hampir melayangkan pukulannya sebelum Chanyeol mengatakan sesuatu yang menyadarkannya akan sesuatu.
" woahh! Sabar broh… bukannya dulu kamu bilang kamu ingin balas dendam, jadi aku yang membalaskan dendan untukmu" ujar Chanyeol cepat sambil menahan pukulan Kris yang berada di udara. Tangan Kris yang gemetaran menunjukkan kemarahan yang sudah di ubun-ubun. Siapa yang tidak akan marah melihat kekasihnya diperkosa oleh lelaki lain, dengan darah mengalir di selangkangannya, wajah yang acak-acakan penuh lelehan air mata dengan mulut yang tersumpal dan tangan yang diikat.
" a.. aku tidak menyuruh kamu untuk melakukan itu! A.. akuuu.." pukulan Kris mendadak melemah, ia menurunkan cengkramannya pada kerah Chanyeol sebelum menatap Joonmyeon dengan ekspresi kesakitan. Meskipun sekarang Joonmyeon yang berada di hadapannya, namun terbersit kenangan Tao di pikirannya begitu ia melihat Joonmyeon. Ia akui, ia telah mencintai Joonmyeon, namun Tao adalah kenangan masa lalunya, dia bagaimanapun adalah bagian dari keluarganya yang paling penting. Kalau saja Joonmyeon tidak ada, Tao tetap akan hidup bersamanya, disisinya. Bukan Joonmyeon.
"…. Hung…"
" ahhh ributt! Hyung apanya.. kamu sudah dengar dari Chanyeol kalau aku memang mendekatimu untuk balas dendam bukan? Itu memang benar… aku tidak pernah sedikit pun mencintaimu Joon, aku hanya mendekatimu untuk membalaskan dendam Tao yang sudah mati, asal kamu tahu dia mati itu semua karena salahmu… dan kamu.. tadi dengan gampangnya mengatakan akan berada untukku untuk membahagiakanku… you are… the worst" Kris membeberkan semua rahasia yang selama ini ditahannya, dengan wajah keruh dan mata elang yang memerah setiap ia mengatakan nama Tao, Joonmyeon jadi tahu seberapa Kris rupanya membencinya.
Lelaki tampan itu berjalan lesu hingga ke depan pintu, tidak memperdulikan seseorang yang kini menatapnya dengan tatapan kosong, air mata itu tidak mengalir lagi, terlalu sakit untuk disakiti, rasa perih itu serasa tidak ada lagi di hati Joonmyeon, ia seperti rusak " Terserah kalian mau melakukan apa kepadanya aku tidak peduli"
BLAM
" wahh kasihan kamu ditinggalkan" ujar Chanyeol seolah tidak merasa bersalah, dia kembali melanjutkan aktifitasnya pada tubuh yang jiwanya telah hancur tersebut.
Joonmyeon setelah itu, tidak lagi menjerit ataupun menangis meski tubuhnya diperlakukan betapa sakit pun, karena betapa banyak luka di tubuhnya juga tidak akan menggantikan betapa hancur hati yang berusaha untuk mempercayai orang yang paling dicintainya.
Namun..
Joonmyeon masih tidak menyesal…
Ia tidak akan menyesal..
Pernah mengecap setitik kebahagiaan semunya bersama Kris.
"….H…yung…."
.
.
.
Di sisi yang lain, pemuda tampan itu tidak kalah hancurnya, ia menghiasi foto Tao yang selalu ia bawa kemana-mana itu dengan remasan tangannya yang bergetar serta bulir-bulit air mata yang senantiasa tumpah tak kuasa menahan perih di hatinya " tao.. hyung sudah membalaskan dendam untukmu… hehehe…." Dipaksakannya tawa seolah ia telah mendapatkan apa yang selama ini menjadi tujuannya, namun meski ia telah mendapatkannya… ia tidak merasa puas, malah penderitaan dan kekecewaan terhadap dirinya sendiri yang ia dapatkan. " hiks.. dui bu qi Tao Tao… hiks.. sepertinya aku malah terlanjur.. mencintai Joonmyeon… gege minta maaf… hyung minta maaf….Joonie… hiks"
.
.
.
Esok paginya Kris perlahan berjalan menuju ke kamar Chanyeol, dimana orangnya sudah check out lebih awal, meninggalkan satu badan yang sangat kotor, dipenuhi bercak, bau amis darah serta luka-luka pada pergelangan dan selangkangannya di atas tempat tidur. Kris awalnya berniat untuk cuek saja namun memang kehendak hatinya tidak kuat untuk mengacuhkanya. Namja bermuka datar itu duduk di samping tempat tidur yang sudah sangat berantakan dan terdapat bau sperma yang kental itu kemudian menggoyangkan tubuh (mantan) kekasihnya dengan keras.
" yaa bangun! Mau tidur sampai jam berapa kamu? Anak ini.. kalau dibangunin susah sekali" beberapa kali tubuh itu digoyangkan namun sang empunya tetap tidak terbangun, terlelap seperti snow white dengan wajah yang sangat pucat dan tubuh dingin yang seolah tidak bernafas.
" Joon! Joonmyeon?! Gwenchana?!" Kris dengan sigap mengecek nadi pada tangan dan leher Joonmyeon, pupilnya membesar ketika ia mendapatkan denyut nadi yang sangat lemah.
" Joon! Bertahanlahhh! Kau dengar akuu?! Kita akan ke rumah sakit sekarang"
Dibalutnya tubuh tak berbusana itu dengan seprei lalu diangkatnya tubuh kecil itu dari tempat tidur untuk dilarikan ke rumah sakit. Joonmyeon tidak bisa membuka matanya ataupun menggerakan tubuhnya yang kaku, namun ia dapat mendengar samar-samar suara Kris yang ketakutan memanggil namanya berulang-ulang, Kris hyung yang perhatian…. Kehangatannya… deru nafasnya…. Detak jantungnya yang berdetak cepat…
.
.
Ah… aku pasti sedang bermimpi indah….
TBC (CHAP DEPAN SELESAI)
SORRY FOR THE LATE UPDATE
T.T
Woahh masih ada reviewers yang masih berbaik hati ngeriview ini gomawo! T^T mian, a lot of things happening, dan skrg semua telah terselesaikan, aku kembali kuliah secara normal tapi sekarang.. seperti biasa dilanda peer :')
NEXT CHAP TERAKHIR! INI UDA FIX XD
Thanks to: Aaronwu39, hwang, v3, dianawu, dylia, krishohunhan,byul, dhantie, rireronnina yu, vouxmeexo,guest, iona, yaoiforeever, nadd veron, miya oh, emmasuho, tidak perlu tahu, im reader, hunlu04, yunjae q,narsih hamdan,junmily, littlemyeon,assyifa, Zahra, pikachuu, kihae forever,poriansweet, riyong17,jimae, chiminchim.
Saya minta reviewnya lagi yaaa reader smuaa :D arigatou.. saya uda posting panjang banget loh xD hargai perjuangan author xixixi
Submit to me slave akan update setelah saya selesai buatinnya xD dukung saya ya!
