Chapt 15.
Kyungsoo benar-benar khawatir tentang dokumen yang ia tinggalkan di kediaman rumah Kim. Hari itu, ketika Kai membawa ia ke apartemennya untuk mengambil beberapa barang sebagai alasan, Kyungsoo hanya mengambil ID miliknya dan menyimpannya di saku belakang celana jins miliknya. Dia tidak membawa dompet. Di dompetnya ada kartu debit, kartu kredit, kartu bank, surat nikah dan uang sekitar 100.000 won yang baru saja ditariknya dari tabungan. Dia benar-benar merasa putus asa memikirkan bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kembali dompet dan barang miliknya yang lain. Sudah hampir 9 bulan ia tidak kembali ke kediaman Kim dan ia takut untuk pergi kesana.
Akhirnya, Kyungsoo memutuskan untuk datang ke kediaman Kim. Dia benar-benar membutuhkan surat nikahnya, karena bisa saja dia melahirkan setiap saat. Anaknya harus terdaftar sebagai salah satu warga negara Korea Selatan dan lahir dengan akte kelahirannya juga.
Salah satu dokumen yang paling penting untuk mendaftarkan kelahiran seorang bayi adalah salinan sertifikat pernikahannya dengan Kai. Demi anaknya, dia harus kuat. Dia hanya membutuhkan dokumen bukan perhatian dan rasa simpati dari keluarga Kim. Kyungsoo sudah mengabaikan perasaan miliknya untuk suaminya sendiri bahkan ia mencoba untuk menghapus rasa sukanya pada suaminya. Baginya, hubungan antara dia dan Kai telah berakhir sejak suaminya sendiri memperkosa dirinya dan Kai bahkan melempar dirinya di pinggir jalan seperti kucing tunawisma.
Kyungsoo tiba di kediaman Kim pukul 16:00 menggunakan taksi. cuaca benar-benar berawan dan hujan bisa saja turun kapanpun. Entah bagaimana, dia merasa lega, karena ia tidak melihat mobil lamborghini milik Kai berada di garasi. Kyungsoo dengan cepat menekan bel pintu. Sekali, dua kali, tiga kali dan saat dia akan menekan untuk keempat kalinya, dia melihat Seo jibsa bergegas datang menuju ke arahnya.
"Kyungsoo ssi? OMO! Kyungsoo ssi? Bagaimana kabarmu Kyungsoo ssi? Aku hampir tidak mengenalimu setelah kau mewarnai rambutmu Kyungsoo ssi. Apa yang bisa saya bantu untukmu, Kyungsoo ssi?" Seo jibsa memperlakukan Kyungsoo dengan baik.
Karena Kyungsoo mewarnai rambutnya, Seo jibsa hampir tidak mengenali dirinya. Wajah Seo jibsa berubah terlihat kagum melihat Kyungsoo datang dengan perut besarnya, menunjukkan bahwa ia sedang hamil.
"Seo jibsa, siapa yang datang?" Suara nyonya Kim terdengar.
Kyungsoo melihat nyonya Kim dengan wajah masamnya berjalan keluar dari rumah melalui pintu utama seraya memiringkan kepalanya ke kiri dan kanan untuk melihat tamunya lebih baik.
"Ah…. Kyungsoo ssi. Nyonya Kim ..." Seo jibsa merasa bersalah memberitahu majikannya.
"Kenapa kau datang? Setelah kau hilang untuk waktu yang lama lalu kau datang tiba-tiba? Apa yang kau inginkan dari kami?" Tanya nyonya Kim sambil melipat tangannya, dekat dengan dadanya. Matanya masih memperhatikan Kyungsoo mulai dari warna rambut barunya sampai keperutnya yang besar.
"Jadi, kau telah berubah menjadi orang yang lebih baik, huh? Lalu sejak kapan kau mulai hamil? Ah, kau pasti ingin Kai untuk bertanggung jawab, bukan?" Kyungsoo mencoba mengendalikan dirinya sendiri karena kata-kata nyonya Kim yang sudah keterlaluan.
"Dengar, jalang! Selama aku masih hidup, aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan masa depan anakku. Anakku akan menikah bulan depan dan dia akan menikah dengan seseorang dari level yang setara dengan kami yang sangat cocok dengannya dan dia akan menceraikanmu nanti, mengerti?" Teriak nyonya Kim dengan tatapan tajamnya langsung kearah menantu yang dibencinya.
Kyungsoo mendesah sebelum ia mengambil napas dalam-dalam saat dirinya mencoba untuk mengumpulkan semua kekuatannya untuk menghadapi keadaan semacam ini. Dia sudah memperkirakan bahwa Kai akhirnya akan menikah dengan seseorang yang dia pilih dan yang sudah lama disepakati. Tapi kehadiran nyonya Kim adalah sesuatu yang tidak pernah ingin dia temui.
Hujan mulai jatuh perlahan dan disekitarnya mulai menggelap. Sesekali, petir datang yang diikuti dengan guntur dan langit tampak terlihat seperti tengah berpesta.
"Nyonya Kim, Aku datang bukan untuk mengganggu keluarga ini tetapi untuk dokumen milikku yang aku tinggalkan di rumah ini, aku berjanji setelah aku mendapatkan barang-barang milikku kembali, aku akan pergi dari rumah ini dan aku bahkan berjanji untuk tidak mengganggu nyonya Kim dan keluarga kalian," Kyungsoo berkata dengan tenang.
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu?" Tanya nyonya Kim, serius.
"Jika tidak, kau bisa bertanya pada pelayan untuk mengambilkannya untukku. Aku akan menunggu di sini." Kyungsoo mencoba yang terbaik untuk membuat nyonya Kim mempercayai niatnya.
"Aku memberikan 5 menit dan kau harus mengambil semua barang-barangmu di dalam kamar. Aku telah mengunci kamarmu untuk waktu yang lama. Siapa yang tahu suatu hari nanti mungkin kau akan menuduh kami mencuri barang-barang milikmu. Orang biasa sepertimu hanya tahu bagaimana meraih kesempatan untuk membawa kami jatuh," sinis nyonya Kim menghinanya.
Kyungsoo menunduk rendah kepalanya saat dia mendengarkan umpatan ibu mertuanya. Dia terluka didalam hatinya tapi dirinya tahu dia tidak bisa melakukan apapun untuk memprotesnya.
"Cepatlah! Kenapa kau masih berdiri di sini? Aku ingin kau pergi dari sini sebelum Kai pulang. Aku tidak ingin dia bertemu denganmu, jika tidak sesuatu yang tak terduga bisa terjadi di sini."
Kyungsoo tersentak ketika nyonya Kim berteriak di depan wajahnya. Tanpa menunggu lama lagi, ia segera masuk ke rumah dan langsung menuju ruangan yang dulu ia tinggali sebelumnya.
Begitu ia mendorong pintu, ruangan itu penuh dengan jaring laba-laba. tasnya ditutupi oleh debu begitupun pakaian yang ia gantung digantungan. Dia membuka laci di samping tempat tidurnya dan dengan perasaan senang ia menemukan buku hariannya dengan bukti bahwa tidak ada seseorang yang menyentuhnya. Dia benar-benar menyayangi buku hariannya. Dia mengatakan semua perasaannya didalam buku harian. kebahagiaannya, kesedihannya, kemarahannya, dan semuanya tertulis di dalamnya. Kyungsoo dengan cepat mengemas barang miliknya dan menempatkannya di dalam koper miliknya.
Dia membuka dompetnya dan segala sesuatu masih sama seperti sebelumnya. Semuanya berada di dompet. Hujan mulai turun dengan deras. Dia menyeret kopernya sementara tangan kanannya membawa tas dan kemudian dia dengan cepat keluar dari kamar. Kyungsoo bersemangat meninggalkan rumah ini, karena ini adalah tempat di mana semua penderitaannya dimulai. Kyungsoo dengan cepat berlari keluar dari rumah melalui pintu utama tanpa peduli hujan yang turun sangat deras diluar. Dia rela berjalan kehujanan daripada bertemu dengan Kai.
Terburu-buru, ia berlari tetapi dirinya menabrak seseorang dan membuat dia hampir jatuh tapi Seo jibsa cukup cepat menahannya dari belakang.
"Apa kau buta atau apa?"
Kyungsoo merasa pusing ketika mendengar suara yang paling akrab ditelinganya dan dia nyaris pingsan. Dia mulai berkeringat, cemas.
Kai terkejut bertemu dengan Kyungsoo lagi. Ia berharap tidak melihat Kyungsoo sampai ia meninggal. Entah bagaimana, dia mencuri pandang melihat penampilan baru Kyungsoo. Rambut hitamnya benar-benar tampak cantik pada dirinya. Kai memiliki titik lemah dalam hatinya yaitu melihat kecantikan Kyungsoo dan argumen antara dia dan Chanyeol 8 bulan yang lalu teringat lagi tiba-tiba. Chanyeol mengatakan kepadanya bahwa Kyungsoo tengah hamil. Kai melirik kearah perut Kyungsoo dan Chanyeol berkata jujur padanya. Dia terpesona saat dirinya menatap Kyungsoo dengan pakaian longgar putih. Dia tampak seperti malaikat.
Kai merasa mulai tumbuh perasaan aneh didalam dirinya, perasaan bahwa ia tidak akan pernah bisa merasakan perasaan semacam ini didalam hidupnya sebelum dia melihat perut besar milik Kyungsoo. Kai tahu sulit untuk menyangkal bahwa bayi dalam perut Kyungsoo adalah bayinya sendiri. Dia hidup dalam kekhawatiran selama hampir sembilan bulan dan setelah ia melihat Kyungsoo, hatinya berubah normal dan tenang kembali.
"Sayang, kenapa kau berdiri di sini?" Suara manis telah menyentakkan Kai kekenyataan.
Kai bergeser sedikit untuk membiarkan wanita muda itu masuk kedalam rumah. Begitu ia sampai dikusen pintu rumah, ia terkejut melihat Kyungsoo dibalik pintu dengan kopernya.
"Siapa ini?"
Kyungsoo bergeser jauh dari tempat ia berdiri membiarkan wanita muda itu memasuki rumah.
"Krystal, mari masuk ke dalam. Mengapa kau berdiri di sana?" Nyonya Kim menawarkan Krystal untuk masuk kedalam rumahnya, dengan ramah.
Sebenarnya, nyonya Kim terkejut melihat Kyungsoo masih berdiri di samping pintu. Jadi, dia melirik anaknya untuk melihat respon yang diberikan anaknya ketika kai bertemu kembali dengan istrinya.
"Siapa dia?" Tanya Krystal lagi. Dia tidak puas sampai mendapat jawaban.
"Dia ... Dia ... Dia mantan tukang kebun kami." Nyonya Kim dengan cepat menjawab Krystal, untuk menyelamatkan situasi yang mulai terasa dingin.
Nyonya Kim benar-benar khawatir jika Krystal tahu siapa Kyungsoo sebenarnya. Jika dia tahu, pasti hubungan antara dia dan Kai yang mulai baik akan rusak dalam beberapa detik.
Kyungsoo menggigit bibir bawahnya. Hatinya berdarah lagi mendengar ibu mertuanya memperkenalkan dia sebagai mantan tukang kebun di rumahnya.
"Tapi, dia tidak terlihat seperti tukang kebun. Aku tahu aku pernah melihat dia sebelumnya." Krystal menautkan alisnya, mencoba mengingat.
Begitu Kyungsoo bertemu dengan Krystal di kusen pintu, Kyungsoo telah menyadari bahwa dia adalah Krystal. Well, mereka belajar di universitas yang sama tapi berbeda angkatan karena dia satu tahun lebih muda dari keduanya, Kyungsoo dan Kai. Sejak tahun lalu, baik Kai dan Krystal memang sudah dekat, jadi ini bukan sesuatu yang baru untuk ditangani. Tapi sebelumnya, Kyungsoo tidak pernah tahu bahwa mereka sepasang kekasih. Dia hanya tahu bahwa mereka berdua adalah saudara sepupu.
"Sayang, ayo masuk ke dalam. Aku ingin menunjukkan cincin pernikahan kita. Aku membelinya kemarin dengan Omma."
Kai menutup kesenjangannya dengan kekasih barunya, Krystal. Kalau saja dia bisa, dia tidak ingin berhubungan dengan Kyungsoo lagi meskipun dia tahu Kyungsoo tengah hamil bayinya.
ego kai akhirnya muncul. Itu semua adalah kesalahan Kyungsoo dan dia pantas untuk mendapatkan perlakuan yang buruk dan semua sakit dan penderitaan. Kyungsoo bisa melihat lengan Kai memeluk pinggang ramping Krystal.
Kyungsoo bergegas menyeret kopernya keluar dari rumah itu dan memutuskan untuk berjalan kaki. Dia tidak peduli dengan hujan deras di luar karena ia benar-benar ingin meninggalkan tempat itu. Kediaman Kim tidak pernah menerima orang seperti dia, orang biasa.
Pergi Kyungsoo, pergi. Tinggalkan semua rasa sakitmu di belakang.
Ini seperti seseorang berbisik ditelinga Kyungsoo.
Kyungsoo berjalan dengan cepat ke garasi.
"Tunggu! Aku mengenalmu. Kau Kyungsoo, kan? Tidak heran aku tidak bisa mengenalimu, kau telah mewarnai rambutmu," kata Krystal sambil melihat Kyungsoo dari kepala sampai kejari-jari kakinya.
Namun, perhatian Krystal lebih keperut besar Kyungsoo dan wajahnya yang manis terbakar dalam kebencian.
"Siapa ayah bayimu?"
Kai yang berdiri di belakang Krystal terdiam untuk sementara waktu. Dia berbalik panik menunggu jawaban Kyungsoo.
"Bayiku!" Kyungsoo menjawab dengan yakin.
"Tentu saja, itu bayimu tapi siapa ayahnya?" Tanya Krystal. Dia perlu untuk meluruskan tentang semuanya.
Kai merasa seperti seseorang telah menamparnya dengan keras di wajahnya setelah dirinya mendengar pernyataan Kyungsoo.
"Mari kita akhiri chagi. Orang seperti dia tidak layak mendapatkan perhatian kita. Kau juga tahu bagaimana hinanya dia, bukan? Ah, ia bisa hamil dengan mudah tetapi dia bahkan tidak tahu yang mana ayah dari bayinya. Seorang pelacur selalu menjadi pelacur."
Kyungsoo mulai menggigil setelah mendengar penghinaan Kai untuk dirinya. Dia menggigit bibir bawahnya dan mengambil napas dalam-dalam.
"Krystal, kau tahu siapa suamiku, bukan? Jadi, kau sudah tahu jawabannya. Hmm ... itu keren kau tahu saat kalian berdua menikah nanti kau akan mendapatkan seorang anak untuk diurus. Well, bayi instan. Oh, by the way dokterku pernah mengatakan bahwa aku akan memiliki anak kembar. Itu sangat keren, kau membeli satu, kau mendapatkan gratis dua .." Kyungsoo menyelesaikan kata-katanya dengan senyum palsu.
Kyungsoo bisa melihat bahwa keduanya, Krystal dan wajah suaminya berkilat merah tua, tidak bisa mempercayai fakta yang baru saja dia katakan.
"Kau berbohong padaku, Kai! Kau mengatakan padaku bahwa kau tidak pernah berhubungan seks dengannya tapi sekarang dia hamil anak kembarmu. Pembohong! Kau berbohong padaku, Kai! Aku membencimu!"
"Sayang, dengarkan aku, aku mohon ..." Kai mencoba menenangkan Krystal yang tampak histeris seperti orang gila setelah mendengar apa yang Kyungsoo katakan padanya.
Krystal mulai menangis dan memukul ringan ke dada bidang Kai.
"Kai, apa yang terjadi?" Tanya nyonya Kim setelah dia mendengar Krystal berteriak keras dari dalam rumah. Krystal berbalik ke nyonya Kim dan memeluknya erat-erat.
"Ini salahmu!" Murka Kai sementara ia meraih rambut Kyungsoo dan membenturkan kepala Kyungsoo kedinding pilar. Kemudian, darah mulai mengalir keluar dari kepala Kyungsoo yang terluka.
"Kau bilang pada Krystal sekarang bahwa aku tidak ada hubungannya dengan bayimu, katakan padanya sekarang!" Kai benar-benar emosi.
Nyonya Kim dan Krystal speechless melihat perlakuan Kai terhadap Kyungsoo.
"Hentikan Kai. Jika dia meninggal, kau yang akan berada dalam masalah. Biarkan dia pergi. Kau tahu dia memiliki niat buruk pada keluarga kita, sehingga ia membuat setiap cerita untuk merusak hubunganmu dengan Krystal. Dia tidak pernah membiarkanmu bahagia dalam hidupmu. Kau tahu itu tapi mengapa kau harus marah secepat ini?" Nyonya Kim memarahi putra satu-satunya.
"Aku tidak akan pernah puas sampai dia mengaku di depan semua orang bahwa bayi ini bukan bayiku," kata Kai.
tangan kiri Kai masih memegang rambut Kyungsoo.
"Katakan !" teriak Kai.
"Tidak. Demi Tuhan, Kai, aku bersumpah, bayi-bayi ini adalah milikmu! Aku tidak akan mengubah fakta bahkan jika aku harus mati?" Kyungsoo berteriak keras.
Hujan lebat mulai turun ke bawah, dan seperti ikut menangisi nasib Kyungsoo. Begitu Kyungsoo mengakhiri kata-katanya, Kai seperti orang gila terus menampar pipi Kyungsoo beberapa kali, dengan keras. Kemudian, Kyungsoo jatuh di lantai.
Ini bukan akhir dari rasa sakit Kyungsoo, Kai lalu menyeret tubuh lemah Kyungsoo sampai mereka mencapai gerbang utama rumah tanpa memperdulikan fakta bahwa Kyungsoo sedang hamil. Kai mendorong Kyungsoo sekuat yang ia bisa di gerbang utama, sampai istrinya jatuh lagi di jalan beraspal.
Untungnya pada saat yang sama Chanyeol dan Baekhyun datang tapi Kai masih tidak bisa menyadari kedatangan mereka. Chanyeol mengerem mobilnya di pinggir jalan sementara Baekhyun sudah berlari dengan cepat untuk mencapai tubuh lemah Kyungsoo. Dia dengan cepat memeluk sahabatnya yang tampak tak bernyawa sekarang.
"Tuhan, apa yang telah terjadi padamu, Soo? Soo! Soo! Soo! Jangan tinggalkan aku, Soo !," Baekhyun berteriak seperti orang gila setelah ia melihat keadaan Kyungsoo yang sekarat.
"Bangsat! Jika sesuatu terjadi pada Kyungsoo, aku akan membunuhmu!" Teriak Baekhyun sekeras yang dia bisa.
Namun Chanyeol telah mencengkeram kerah baju Kai.
"Bajingan!" Teriak Chanyeol.
Chanyeol meninju wajah Kai dengan amarah yang ia tahan. Dia juga telah kehilangan pikirannya mengenai kekasaran Kai kepada Kyungsoo.
Dalam hujan lebat, Chanyeol memukulinya berkali-kali bahkan menendangnya sampai Kai bahkan tidak bisa memiliki kesempatan untuk melawan. Jika nyonya Kim dan Krystal tidak menghentikan Chanyeol, Kai akan mati terlebih dahulu sebelum Kyungsoo.
"Yeol, kita bawa Soo ke rumah sakit!" Teriak Baekhyun yang masih duduk dengan Kyungsoo di pelukannya di bawah hujan lebat.
Baekhyun tidak peduli bajunya yang basah kuyup bahkan sebenarnya dirinya adalah orang yang gila kebersihan karena untuk saat ini, ia perlu menyelamatkan Kyungsoo terlebih dahulu.
Kemudian, Baekhyun menemukan darah turun diantara paha Kyungsoo.
"Tuhan, Soo, kau berdarah." Baekhyun mulai panik.
"Baek ... Baek ..." keluh Kyungsoo dengan mata hampir tertutup.
"Ini sangat menyakitkan, Baek, bayiku kesakitan. Kasihan bayiku, Baek ..." Mohon Kyungsoo.
Air mata Baekhyun tidak bisa berhenti mengalir di pipinya saat ia masih memeluk Kyungsoo di pelukannya. Sesaat kemudian, Baekhyun speechless ketika kepala Kyungsoo jatuh miring dengan lemah keluar dari pelukannya.
"Soo !"
Chapt 16.
Baekhyun masih terisak keras ketika mereka tiba di rumah sakit, dan Kyungsoo terlihat sekarat. Sudah hampir 2 jam Kyungsoo menjalani operasi tapi masih belum ada kabar.
.
Baekhyun benar-benar sedih ketika teringat kembali saat takdir memainkan kartu masa depan Kyungsoo. Jam sudah menunjukan angka 20:00 tapi masih belum ada tanda-tanda bahwa Kyungsoo akan keluar dari ruang gawat darurat.
Chanyeol telah bersumpah pada dirinya sendiri bahwa jika sesuatu terjadi pada Kyungsoo dan bayinya, ia dengan suka rela akan menyeret Kai ke pengadilan, dengan tangannya sendiri. Dia berjanji.
Chanyeol merasa bersyukur pada Tuhan karena beruntung menggerakan hati pelayan Kai untuk memanggilnya. Seo jibsa telah bekerja dengan keluarga Kim selama hampir 10 tahun dan selama satu dekade itu Chanyeol benar-benar dekat dengan para pelayan Kai. Ia bahkan memberi nomor teleponnya jika pelayan dirumah Kai membutuhkan pertolongannya. Thanks god. Jika tidak, Chanyeol tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Kyungsoo. Chanyeol benar-benar tidak bisa memaafkan apa yang telah Kai lakukan saat ini. Tak pernah!
Baekhyun menyandarkan punggungnya di tempat duduknya dengan mata bengkak dan merah. Dia tidak bisa mengatakan apapun tapi dia terus berdoa untuk keselamatan Kyungsoo begitu juga dengan bayinya. Pakaian Baekhyun yang basah kuyup sekarang telah mengering. Setiap kali ia melihat noda darah dipakaiannya, air mata mengalir di pipinya.
Tepat pukul 20:40 pintu UGD dibuka oleh dokter dan perawat yang terlihat kelelahan setelah operasi. Baekhyun cepat bangun dari tempat duduknya dan berlari ke arah dokter. Chanyeol mengikuti dari belakang.
"Siapa dari kalian yang suaminya?" Tanya dokter.
Baekhyun menatap Chanyeol untuk sementara waktu.
"Kami teman-temannya. Bagaimana dengannya, dokter?" Tanya Baekhyun. Dia serius ingin tahu bagaimana kondisi Kyungsoo saat ini.
"Pasien sudah stabil setelah operasi, tetapi bayinya ..."
"Apa yang terjadi pada bayinya?" Dengan tidak sabar Baekhyun memotong perkataan dokter tanpa memberinya kesempatan untuk menyelesaikan kata-katanya.
Chanyeol telah menempatkan lengannya di bahu Baekhyun, dan membawanya ke pelukannya.
"Dia hamil anak kembar. Ini sebuah keajaiban! Kami melakukan check-up dan scanning bulanan, tapi kami tidak melihat bahwa bayinya kembar. Ini semua mukjizat dari tuhan, tetapi adik perempuannya memiliki permasalahan dengan jantungnya. Dia tengah berjuang untuk hidupnya." Jelas dokter yang Chanyeol asumsikan usianya di kisaran 40-an.
Baekhyun jatuh ke lantai yang dingin, sistem sarafnya tidak berfungsi dengan baik setelah dokter mengatakan tentang situasi bayi perempuan Kyungsoo saat ini.
"Jika suaminya datang, minta untuk menemui saya secepat mungkin. saya punya sesuatu untuk ditanyakan tentang insiden yang terjadi pada pasien. Dari pengamatan saya, itu tampak seperti seseorang telah memukulnya dan jika tebakan saya benar, polisi harus dilibatkan. Jadi, tolong memintanya untuk menemui saya. By the way, saya Dr. Lee. Lee Yeon Hee." Dokter menganggukan kepalanya begitupun dengan Chanyeol dan Baekhyun sebelum ia meninggalkan mereka berdiri di depan UGD.
Begitu Dr. Lee pergi, Kyungsoo masih belum sadar dan ia telah dipindahkan dari UGD ke bangsal normal. Baekhyun mulai meneteskan air matanya lagi ketika ia menatap wajah pucat Kyungsoo dan tangan bengkak dengan infus yang terhubung.
"Permisi…"
Langkah kaki Baekhyun dan Chanyeol untuk mengikuti Kyungsoo yang dipindahkan kebangsal nya berhenti tiba-tiba ketika mereka mendengar seseorang memanggil mereka. Kepala mereka berbalik bersamaan dan menemukan seorang perawat dengan bundel biru dalam pelukannya.
"Apakah salah satu dari kalian adalah ayah dari bayi ini?" Tanya perawat pada Baekhyun dan Chanyeol.
"Biarkan aku membawa bayinya untuk sementara waktu." Kata Chanyeol dan lalu bayi itu sudah dalam pelukannya.
"Ini adalah bayi laki-laki sementara adik perempuannya masih di ICU."
Chanyeol hanya menganggukan kepalanya, mengisyaratkan bahwa ia mengerti dengan apa yang perawat katakan kepada mereka.
Keduanya Chanyeol dan Baekhyun terus berjalan ke bangsal Kyungsoo dengan bayi laki-laki di lengan Chanyeol. Bayi itu benar-benar masih merah dengan kulit lembutnya membuat Baekhyun benar-benar ingin mencubiti pipinya tapi Chanyeol menghentikannya.
Bayi laki-laki itu benar-benar mirip ayahnya Kai. Baekhyun melihat secara mendalam pada mata tertutup bayi dan kemudian, setetes air mata menetes ke kulit lembut si bayi. Baekhyun tidak tahu apa yang akan terjadi pada si bayi nanti ketika ayahnya menyangkal keberadaannya dan adik perempuannya.
Chanyeol tahu Baekhyun benar-benar ingin menggendong si bayi sehingga ia menempatkan si bayi dengan hati-hati di lengan Baekhyun. air matanya tidak bisa berhenti jatuh ke bawah. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan melakukan yang terbaik untuk merawat si bayi dan Kyungsoo selama dia masih hidup. Dia mencium bayi laki-laki itu beberapa kali, Chanyeol tersenyum melihat adegan di depannya.
Chanyeol meninggalkan Baekhyun dengan bayi laki-laki Kyungsoo sementara ia mengikuti perawat ke ruang ICU dengan seragam khusus. Kemudian ia menemukan seorang bayi dalam bundel merah muda dengan banyak kabel di seluruh tubuhnya. Dia tampak lebih seperti Kyungsoo dan dia lebih kecil dari kakak laki-lakinya.
Chanyeol terdiam melihat rasa sakit yang si bayi rasakan untuk bertahan. Jika ia memiliki pilihan, ia merasa lebih baik si bayi mati dari pada merasa menderita karena rasa sakit di usia yang sangat muda.
Chanyeol menggendong si bayi di lengannya hati-hati dengan bantuan perawat yang bekerja di sana, bayi lain yang Kai ingkari kehadirannya. Jika sebelumnya Chanyeol menahan air matanya karena dirinya seorang pria, sekarang dia tidak bisa menjaga harga dirinya lagi. Dia menangis, akhirnya.
Chanyeol membelai si bayi penuh cinta. Dia benar-benar berharap bahwa si bayi akan tetap bertahan hidup lebih lama agar ibunya bisa melihat wajahnya untuk pertama kali karena Kyungsoo belum sadar sampai sekarang setelah operasi.
Dia menempatkan kembali si bayi ke dalam inkubator dan dia benar-benar ingin membunuh Kai. Karena ego Kai, bayi di depannya telah terpengaruh oleh perilaku tidak manusiawi dari ayahnya. Dia akan memastikan Kai akan membayar kembali kerusakan yang dia lakukan.
Setelah Baekhyun dan Chanyeol menghabiskan hampir 4 jam di rumah sakit, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Chanyeol mengemudi mobil sementara Baekhyun sedang tidur di kursi penumpang. Di hati yang mendalam, Chanyeol bangga dengan Baekhyun karena ia telah menjadi teman terbaik untuk Kyungsoo bahkan melakukan segala sesuatu sampai Kyungsoo bisa tersenyum lagi. Itulah sebuah persahabatan.
Chanyeol telah berjanji juga. Demi persahabatannya dengan Kai yang sudah ia anggap sebagai saudaranya, ia akan membantu Baekhyun untuk mengurus Kyungsoo dan membantunya mengurus kedua bayi nya.
Chanyeol percaya, suatu hari nanti Kai akan berlutut dan memohon maaf atas perbuatannya dan ia percaya Kai akan menjadi ayah yang baik dan suami yang baik, juga. Kapan? Tidak ada yang tahu.
.
"Apa yang merasuk kedalam tubuhmu, Kai?" Teriak tuan Kim marah setelah ia diberitahu tentang insiden yang terjadi di rumahnya, malam kemarin.
Kai diam. Dia menunduk rendah.
"Kau tahu? Apa yang kau lakukan dapat dikatakan sebuah penyerangan. Hanya menunggu satu atau dua hari lalu kau akan masuk ke penjara," Tuan Kim benar-benar meledak.
kulit putihnya telah berubah menjadi merah karena ia mencoba yang terbaik untuk menahan kemarahannya saat memarahi anak tunggalnya. Namun, Kai memilih untuk membisu sementara nyonya Kim entah bagaimana terus menyeka air matanya.
"Persetan mengapa kau menangis? Tidak ada gunanya saat ini! Mengapa kau tidak menghentikan Kai, kenapa?" Kali ini tuan Kim meledakan kemarahannya pada istrinya, nyonya Kim.
Sesaat kemudian, ruang tamu di rumah itu terasa hening. Tidak ada yang berani menyuarakan apapun.
"Aku menelepon Chanyeol dan dia berkata, dia akan menunggu sampai Kyungsoo sadar dan menunggu untuk setiap tuntutan hukum yang diajukan. Jika Kyungsoo mengajukan gugatan, itu tanggung jawabmu, jangan libatkan diriku," kata tuan Kim saat ia mengambil tempat berlawanan didepan istri dan anaknya.
"Chanyeol adalah seorang teman penghianat bajingan! Ini semua kesalahan bajingan itu. Dia menuduhku bahwa bayi diperutnya adalah bayiku di depan Krystal, tentu saja aku marah ditambah Krystal juga mengamuk. Bagaimana jika Krystal tidak mau menikah denganku? kerja keras Appa untuk menjodohkanku dengannya akan menjadi tidak berharga." Kata Kai.
"Jadi, kau mulai menunjukkan rasa heroikmu di depan Krystal? Hei, Kai! Masalahnya benar-benar rumit sekarang. Kau tidak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk menikahi Krystal dan bahkan hidupmu, Aku meragukan masa depanmu. Aku tidak melihat mengapa kau harus menjadi seperti binatang. Jika bayi itu bukan milikmu, lalu pergi melakukan tes DNA. Ha, mungkin bayi itu memang bayimu sehingga kau mencoba untuk menyangkal kebenarannya, iya?"
Kai terkejut ketika ia mendengar kata-kata yang keluar dari ayahnya sementara nyonya Kim menjatuhkan rahangnya ketika mendengar tuduhan yang suaminya katakan dengan berani.
"Jangan pernah menyalahkan Kai. Tidak mungkin Kai menyukai dia, ewww menjijikkan!"
Sebelum tuan Kim memiliki kesempatan untuk membalas kembali, tiba-tiba teleponnya berdering. Wajahnya berubah setelah ia mengakhiri percakapan dengan orang ditelepon. Dia menyandarkan punggungnya di sofa dan memijat kepalanya.
"Aku akan keluar sebentar. Darurat!" Kata tuan Kim, Kim Sang Hoon untuk istrinya seraya dengan cepat bangun dari kursi dan berjalan ke pintu utama.
"Kenapa?" Tanya nyonya Kim ingin tahu.
Tuan Kim memilih untuk tidak menjawab pertanyaannya dan sebaliknya ia berjalan pergi tanpa menoleh ke belakang untuk melihat istri dan anaknya. Dia membiarkan istrinya dan Kai ditinggalkan tercengang di ruang tamu.
.
Pagi ini Baekhyun telah tiba di rumah sakit. Begitu ia melangkah masuk ke bangsal Kyungsoo, ia bisa melihat bahwa Kyungsoo telah sadar setelah operasi dan dia merasa lega entah bagaimana. Baekhyun berjalan kearah Kyungsoo dan mencium keningnya dengan rasa persaudaraan.
Kyungsoo masih lemah dan bibirnya mulai membengkak tapi senyuman tidak pernah pergi dari bibirnya yang memar.
"Selamat, Soo! Kau telah melahirkan bayimu, dan mereka sangat lucu!" Kata Baekhyun riang saat ia membantu Kyungsoo untuk menyandarkan punggungnya di papan tempat tidur, dengan hati-hati.
"Seorang perawat datang dan mengatakan bahwa aku mendapat bayi kembar dan bahkan sepasang, Baek. Aku pikir perawat hanya bercanda tapi rupanya, itu kebenaran. Kau telah melihat bayiku, Baek?" Tanya Kyungsoo, penuh semangat.
Baekhyun benar-benar merasa berdosa untuk mengungkapkan kebenaran pada Kyungsoo.
"Yup, aku telah melihat mereka berdua, mereka begitu lucu. Nanti, aku akan meminta perawat untuk membawa bayimu kesini, oke? Tapi, sekarang kau harus beristirahat karena kau masih sakit setelah operasi caesar." Saran Baekhyun.
"Terima kasih Tuhan bahwa aku masih bisa melihat bayiku dan yang paling penting, bayiku dalam kesehatan yang baik." Kata Kyungsoo dengan suara lambat.
"Aku tidak bisa membayangkan jika kau dan Yeol tidak datang untuk membantuku kemarin. Kai sialan sangat membenciku sampai ia bahkan tidak memiliki hati sampai ia menjatuhkanku bahkan ketika aku hamil. Dia tidak pernah peduli tentang bayiku." Kata Kyungsoo, sedih.
Baekhyun membawa kepalan tangan Kyungsoo di genggamannya.
"Soo, mari kita tidak bicara tentang Kai okay? Dia bukan manusia tetapi binatang. Bila kau telah pulih dari luka caesarmu, mari kita bicara dengan Yeol dan mengajukan gugatan atas Kai, oke?" Kata Baekhyun dan tersenyum, tulus.
Kyungsoo terdiam saat mendengar saran Baekhyun tapi dia tidak punya niat untuk mengajukan gugatan atas Kai saat ini karena hal yang paling penting dalam hidupnya adalah, bayi nya berada dalam kesehatan yang baik. Kyungsoo tidak bisa percaya cerita palsu yang ia katakan pada Krystal bahwa dia sedang mengandung anak kembar menjadi kenyataan. Kyungsoo tahu, keajaiban selalu bisa terjadi, kapan saja.
Sesaat kemudian, pintu bangsal nya terbuka dan menampakkan Baekhyun dengan bundel biru di lengannya. Bayi itu masih tidur ketika Baekhyun membiarkan Kyungsoo menggendong bayinya di lengannya sendiri. Dia tersenyum manis pada bayinya. Baekhyun tidak bisa menahan kesedihannya, sehingga ia akhirnya menangis. Tampaknya Baekhyun adalah seorang yang cengeng.
"Anak lelakiku." Bisik Kyungsoo dekat dengan telinga anaknya dan ia mencium bayinya beberapa kali. Bayi itu benar-benar terlihat seperti Kai dan bahkan memiliki kulit kecoklatan yang Kyungsoo sukai. Kemudian, ia menyadari sesuatu dan melihat kearah Baekhyun tapi temannya menghadap kearah perawat yang datang untuk mempersiapkan obat-obatan dan vitamin untuk Kyungsoo.
"Di mana bayiku yang lain, perawat?" Tanya Kyungsoo saat ia membawa anaknya mendekat kedadanya.
"Bayi Anda ..." Perawat itu merasa bersalah. Dia tidak bisa berkata apapun untuk menjelaskan seluruh situasi mengenai bayi lainnya pada Kyungsoo.
"Nanti Dr Lee akan datang untuk memeriksa Anda, jadi Anda dapat memintanya segera." Jawab perawat, lembut.
Setelah Kyungsoo mengambil semua obat-obatan dan vitamin nya, perawat pergi tanpa berkata apa-apa.
"Baek, apakah ada sesuatu yang harus aku ketahui? Katakan padaku, Baek, apa yang salah dengan bayiku?" Pinta Kyungsoo dengan mata puppy nya.
Baekhyun mengambil bayi laki-laki di lengan Kyungsoo dan memasukkannya ke dalam inkubator yang sudah disiapkan oleh perawat yang datang untuk memberikan Kyungsoo obat-obatan dan vitamin sebelumnya.
"Soo, kau harus kuat, untuk dirimu sendiri dan bahkan untuk bayimu. Kau telah banyak menderita dan aku percaya bahwa kau akan mampu menghadapi setiap masalah nantinya. Hanya, kuatlah Soo." Kata Baekhyun. Dia tidak langsung mengatakan pada Kyungsoo seluruh situasi tentang anak perempuannya belum.
"Soo, dokter telah mengkonfirmasi bahwa putrimu memiliki komplikasi dengan jantungnya tapi dokter di sini masih berjuang untuk menyelamatkan bayimu. Kau tidak perlu khawatir, bayimu akan sembuh nanti tapi masalahnya adalah bayimu masih terlalu kecil, sehingga operasi tidak cocok untuknya sama sekali. Dia seorang gadis kecil yang kuat," Puji Baekhyun tentang putri Kyungsoo. Tetes demi tetes air mata Kyungsoo jatuh.
"Soo ..."
Sebelum Baekhyun bisa melanjutkan kata-katanya, pintu bangsal terbuka dan lalu mereka bertemu dengan Chanyeol dan tebakan yang paling mengejutkan adalah, tuan Kim.
Baekhyun berjalan mendekat kearah Chanyeol dan membisikkan sesuatu ke telinga kanan Chanyeol. Chanyeol mengambil napas dalam-dalam dan menenangkan dirinya sebelum mendekati Kyungsoo di tempat tidurnya.
"Soo, bayimu masih bertahan dan berjuang untuk hidupnya. Kau tidak perlu khawatir, oke? Jika sesuatu terjadi padamu, siapa yang akan menggantikanmu untuk mengurus malaikat kecilmu yang lucu?" Kata Chanyeol.
"Chanyeol, aku bisa menerima jika aku yang menderita kesakitan tapi jangan bayiku. Aku tidak memiliki siapapun selain bayiku. Jika aku tidak memiliki mereka berdua, aku pikir aku akan bunuh diri dan meninggal sekarang juga. Tolong, kita bicara dengan dokter dan menukarkan jantung bayiku dengan jantungku. Aku mohon, Yeol." Pinta Kyungsoo seraya menangis.
Baekhyun mengambil peran sebagai teman baik Kyungsoo dan membawa Kyungsoo ke pelukannya dengan erat. Dia tidak ingin melihat air mata Kyungsoo karena ia juga akan ikut menangis. Chanyeol yang kebetulan menonton adegan tersebut melihat kearah tuan Kim yang juga terlihat tersentuh oleh adegan di depannya.
Tuan Kim yang masih berdiri di ambang pintu mengambil langkah ringan kearah inkubator yang ditempatkan di samping jendela dengan bayi laki-laki memakai bundel biru di dalamnya. Chanyeol melihat tuan Kim melihat bayi Kyungsoo untuk waktu yang lama dengan wajah tanpa ekspresi. Sebelum ia membawa tuan Kim ke bangsal Kyungsoo, ia telah menunjukkan bayi lainnya di ICU pada orang tua itu. Kadang-kadang, dia bisa melihat bahwa orang terkaya di Korea Selatan menggeleng, tanpa sadar.
"Soo ..." Tuan Kim memecahkan keheningan yang terisi oleh perang dingin.
Baekhyun membiarkan Kyungsoo lepas dari pelukannya untuk memberikan ruang bagi Kyungsoo dan tuan Kim untuk berbicara.
"Aku di sini untuk meminta maaf atas apa yang telah anakku lakukan karena ..." Sebelum tuan Kim menyelesaikan kata-katanya, Baekhyun mengambil kesempatan untuk memotongnya.
"Tuan Kim, jika Anda berpikir Anda bisa menyelesaikan semuanya dengan kata maaf, maka, Anda salah!"
Tuan Kim kehilangan kata-katanya begitu mendengar apa yang dikatakan Baekhyun. Chanyeol menggeleng dan lalu memegang lengan Baekhyun dan menariknya ke suatu tempat tapi tidak di bangsal Kyungsoo. Dia ingin membuat Kyungsoo dan tuan Kim memiliki privasi untuk berbicara dari hati ke hati.
"Aku mengakui bahwa sedikit kata-kata dari temanmu itu benar." Tuan Kim menyuarakan kata-kata pada menantu yang dia benci.
Kyungsoo menautkan alisnya saat ia menunjukkan bahwa ia merasa puas mendengar apa yang tuan Kim katakan padanya.
"Bagaimana Anda bisa mengatakan sedikit yang benar dari kata-kata yang diucapkan Baekhyun? Rupanya, berapa banyak kebohongan yang saya lakukan dan berapa banyak kebenaran yang saya katakan?" Dengan berani, Kyungsoo bertanya pada orang tua yang sangat dia hormati.
Tuan Kim terdiam mendengar kata-kata Kyungsoo dan melihat kemarahannya.
"Terima kasih karena telah datang hanya untuk orang biasa seperti saya, tuan Kim. Anda tidak perlu menyusahkan diri anda sendiri hanya untuk datang ke sini dan lebih baik bagi Anda untuk berada di rumah dan menolong anak Anda untuk mempersiapkan pernikahannya bukannya mengotorkan diri anda sendiri karena berada didekat saya yang dikatakan bahwa saya menjijikkan sebelumnya. Satu hal lagi, tolong katakan pada Kai, saya dan bayi saya tidak pernah meminta apa-apa tapi ..."
Tuan Park Kim menunggu Kyungsoo untuk menyelesaikan kalimatnya.
"... Begitu saya pulih dari luka operasi, saya ingin Kai menceraikan saya. Jika tidak, saya tidak akan ragu untuk mengajukan gugatan atas dirinya. Bagaimana dia bisa memegang posisinya sebagai seorang suami jika dia tidak dapat mengambil tanggung jawab? Saya lelah dan saya perlu tidur. Well, permisi."
Selesai dengan kata-katanya, Kyungsoo menarik selimut untuk menutupi tubuh dan setengah wajahnya. Tidak ada lagi yang ingin dia katakan pada ayah-mertuanya karena semuanya sudah berakhir. Hubungannya dengan Kai juga telah berakhir. Hidupnya semua hanya tentang dia dan bayi nya. Cintanya yang tidak pernah berakhir untuk Kai, akhirnya terhapus setelah suaminya memperlakukan dirinya sebagai budak dan Kai bahkan bertindak sebagai monster dan binatang.
Dia benar sebelumnya Kai tidak pernah untuknya, sejak awal. Kemudian, tuan Kim pergi meninggalkan bangsal saat melihat Kyungsoo menutup kedua matanya.
T/N:
Maaf karena kelamaan nge post nya kemarin-kemarin ada masalah sama internetnya. Dan buat ff revenge besok bakalan di post chapt 3 nya.
Mulai sekarang ff ini sama ff revenge bakalan agak lama dilanjutinnya soalnya sekarang aku punya batas waktu pake laptop, sehari 30 menit itu juga dipakai download drama sama nontonnya jadi mohon tunggu dengan sabar.
