Chapter 13

Tittle : Are You A Vampire?

Author : Yue m00nlight

Cast : Hunhan and the other

Genre : Romance, Drama & Fantasy

Rate : M

Lenght : 13/14

Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.

Warning : Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje plus abal.

A/N : Annyeong^^

Yue kembali membawa chap ini, itu artinya chap depan udah end. Walaupun Yue agak kecewa dengan respon para readers, namun gak masalah. Yue tetap bakalan nulis ff apapun yg terjadi.

Untuk chap ini ada adegan action nya, kalau misalnya nanti kurang greget atau gimana tolong maafin yah.

.

.

.

.

.

.

.

This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me

please close the tab now!

.

.

.

NO BASH, FLAME, PLAGIARISME

AND NO SIDERS

.

.

.

.

.

.

.

Happy Reading ^^

Mata Kyungsoo menatap sekeliling lokasi gudang, hanya terdapat beberapa reruntuhan bangunan pabrik tak terpakai. Sepi dan jauh dari pemukiman manusia. "Tempat yang tepat untuk menyerahkan nyawa mu" pikir Kyungsoo.

Dia terus memperhatikan keadaan sekitar, tidak ada tanda-tanda manusia di luar gudang. Namun dia dapat mendengar detak jantung manusia di dalam sana.

Kyungsoo melihat jam tangan yang dia kenakan, waktu menunjukkan pukul dua lewat tiga puluh lima menit. Itu artinya dia belum terlambat. Dengan langkah perlahan dan penuh waspada, Kyungsoo mendekati pintu gudang tak terawat di depannya.

Tak ada suara apapun, hanya keheningan tak berarti.

Begitu dia berada di depan pintu, Kyungsoo bingung harus mengetuk dahulu pintunya atau langsung membuka. Setidaknya dia masih memiliki sopan santun.

Kelihatannya para hunter di dalam sana menunggu dia membuka pintunya, jika di hitung dari detak jantung manusia di dalam, setidaknya ada sekitar tiga belas orang di dalamnya.

Perlahan Kyungsoo membuka pintu gudang tersebut, hanya ada cahaya temaram dari sebuah lampu yang menerangi. Tepat di bawah lampu, ada sesosok namja mengenakan seragam sekolah yang sangat dia kenali. "Kai" bahkan saking sepinya di dalam, suara pelan Kyungsoo pun terdengar keras menggema.

Merasa namanya di panggil, Kai mencoba untuk mengatakan sesuatu.

Sialnya, dia hanya bisa bergumam tak jelas. Karena mulut serta matanya tertutup kain. Tubuhnya juga masih terikat kuat di bangku, Kai tidak bisa melawan karena tak berdaya. Bukan lemah atau apa, hanya saja tubuhnya masih terasa remuk dan lemas karena pukulan yang dia terima kemarin.

Saat dirinya di culik, Kai sekuat tenaga melawan bersama Sehun. Tapi mereka kalah jumlah, orang-orang berjubah hitam aneh itu mencegat mobil Kai di jalanan sepi saat pulang sekolah.

Awalnya mereka masih bisa melawan orang-orang tersebut, sampai ketika Sehun di pukul tongkat baseball hingga namja itu pingsan.

Kai masih berupaya melawan, namun dia juga mengalami hal serupa dengan Sehun dan tak sadarkan diri. Dan disini lah dia berada, tidak tahu dimana dan apa motif mereka menculik dirinya dan Sehun.

Tiba-tiba saja, kain yang menutup mata dan mulutnya dilepas.

Lega dan juga buram, itu yang dirasakan Kai saat kain itu dilepas. Beberapa kali namja itu mengerjapkan mata, agar penglihatannya kembali normal.

Saat semuanya terlihat lebih jelas, Kai melihat sosok Kyungsoo berada di tengah gudang di kelilingi oleh orang-orang aneh yang kemarin menculiknya. "Baby Soo?" suaranya berupa lirihan pelan, namun cukup untuk membuat Kyungsoo menatapnya.

Baru saja Kyungsoo ingin menghampiri Kai, langkah nya terpaksa berhenti karna sebuah anak panah di tembakkan tepat di depan kakinya.

Bukan karna dia takut dengan anak panah, dia bisa saja menghancurkannya dengan mudah.

Tapi lain ceritanya jika anak panah itu terbuat dari perak. Kelemahan para vampire. Anehnya Kyungsoo juga merasa lain dengan suasana di dalam gudang bercahaya minim ini. Ada suatu perasaan yang cukup mengganggu dia sejak memasuki ruangan, dan pintu gudang di tutup kembali oleh salah satu hunter.

"Well, selamat datang vampire. Semoga suka dengan acara penyambutannya" seorang namja paruh baya, terlihat seperti pemimpin mereka berdiri tepat di belakang kursi yang diduduki Kai.

Ketua mereka tersenyum remeh melihat Kyungsoo, "Kalau boleh tahu dimana vampire manis yang selalu bersamamu?" mata Kyungsoo berkilat marah, sepertinya memang pria di depannya ini pemimpin mereka.

"Sebenarnya apa mau kalian? Kenapa kalian melibatkan manusia yang tidak bersalah?" tentu saja Kyungsoo tak terima jika para hunter melibatkan teman manusianya.

Ketua hunter itu berjalan menghampiri Kyungsoo hingga berada tepat didepannya. Menghalangi penglihatannya dari tubuh Kai. "Kalian para vampire sangat sulit di cari, jadi kami terpaksa menggunakan umpan yang tersedia" jarinya menunjuk Kai.

Kai memberikan senyuman terbaiknya pada Kyungsoo, saat tatapan mereka bertemu sekilas. "Mengharukan, kenapa kisah kalian begitu tragis? Vampire yang jatuh cinta pada manusia, dan berusaha untuk menolong si manusia dengan mengorbankan nyawanya" dia tertawa pelan, di ikuti para hunter disana.

"Haruskah aku merasa tersentuh, lalu melepaskan kalian berdua hingga bisa hidup bahagia selamanya?" seringaian licik itu terpampang di wajahnya. "Kurasa tidak, baiklah mari kita mulai pertunjukkannya"

Dengan aba-aba itu dia mundur kebelakang kursi Kai, dan para hunter mulai menyerang Kyungsoo. Mereka melepaskan anak panah perak ke arahnya (anggap saja panah nya kaya di film vanhelsing yang bentuk nya kaya pistol, bukan panah yang menggunakan busur), dengan sigap Kyungsoo menghindar dari serangan mendadak tersebut.

Total para hunter dua belas orang termasuk ketuanya, dengan Kai jadi tiga belas.

Karena si ketua dan Kai tidak masuk hitungan, maka Kyungsoo harus melawan sebelas orang hunter berpengalaman dengan senjata mereka.

Sebuah anak panah melesat cepat hampir mengenai kepala Kyungsoo, namun dia berhasil menghindar tepat waktu. "Sial, hampir saja" desis Kyungsoo memfokuskan pikirannya pada pertarungan.

Dikursi Kai berusaha melepaskan diri, namun ikatan tali di tubuhnya terlalu kuat. "Lepaskan aku brengsek, beraninya kalian melukai Kyungsoo!" hardik Kai pada ketua pimpinan hunter di belakangnnya.

Namun si ketua bergeming, malahan dia asik mengikuti jalannya pertempuran didepan. "Diamlah, percuma kau melawan. Setelah vampire itu mati kau akan kami bebaskan"

Kai mengumpat serta mengeluarkan kata-kata kotornya pada si ketua yang hanya menganggapnya angin lalu. Namja itu mengirim sebuah pesan pada seorang hunter yang berada di tempat lain, bertanya apa Luhan sudah tiba di sana atau belum.

.

To: Ketua

Dia baru saja tiba disini.

Kami akan segera membereskannya.

.

Akhirnya setelah sekian lama mereka mengntai kedua vampire ini, datang juga hari dimana mereka akan dimusnahkan. Yang berarti mengurangi jumlah vampire di muka bumi.

"AKH!" Kyungsoo mencabut sebuah panah yang berhasil menancap di lengan atas kirinya. Panah perak itu terjatuh di lantai, dan Kyungsoo melihat telapak tangan kanan nya yang terbakar dan melepuh karna memegang perak.

Saatnya menyerang balik, jika Kyungsoo hanya menghindari serangan mereka dia pasti akan mati. Tak perduli Kai yang menatap nya dari ujung ruangan, dia harus tetap hidup agar bisa menyelamatkan Kai dan bertemu dengan Luhan kembali.

Ketika salah satu hunter kehabisan panah perak nya, Kyungsoo maju dengan kecepatan yang luar biasa hingga terlihat kabur dan memuntir kepala si hunter hingga patah dan mati di tangannya.

Hunter lain yang melihatnya kaget, tidak menyangka serangan balasan Kyungsoo yang mendadak. Mereka kembali menembaki Kyungsoo dengan panah perak yang terus di hindari dengan baik oleh vampire tersebut.

Kyungsoo menarik belakang jubah salah satu hunter, dan melemparkan nya pada beberapa hunter yang berdiri bergerombol membuat mereka terjatuh bersamaan.

Saat hunter lain mencoba membantu yang lain, kesempatan itu di gunakan Kyungsoo untuk menendang, menyikut rusuk dan mematahkan tangan beberapa hunter yang kurang waspada.

Hunter yang di tendang muntah darah dan mati, yang rusuk nya di sikut Kyungsoo hingga patah dan tulang nya mencuat ke samping juga mati. Dengan ini sudah tiga orang hunter mati dan satu orang tidak bisa melawan karna tangannya patah.

Suasana semakin tegang, ketika dengan perhitungan yang akurat Kyungsoo berhasil melubangi dada dua orang hunter sekaligus hingga tangannya tembus ke belakang dan mencabut jantung keduanya.

Kedua tangan Kyungsoo yang berlumuran darah, membuat nyali beberapa hunter menciut.

Mereka terlalu menganggap remeh si vampire, karna fisik dan wajahnya yang kelihatan seperti vampire lemah. Kai juga tercengang melihat keganasan Kyungsoo dalam membantai kedua hunter barusan.

Membuat namja berkulit tan itu berpikir dua kali, jika ingin membuat Kyungsoo marah hingga mencabut jantung nya.

Sisa lima orang hunter mengepung Kyungsoo di tengah mereka, mereka menodongkan pistol panah mereka ke arahnya. Hunter yang tangannya patah mundur ke belakang bergabung bersama ketua mereka.

Bukannya takut, Kyungsoo hanya terlihat datar tanpa ekspresi. Ketika lima panah itu melesat bersamaan menyerang dirinya, Kyungsoo melompat dan melakukan salto ke belakang salah satu hunter.

Dua orang hunter mati karena tidak bisa menghindari panah yang rekan mereka tembakan, agak nya mereka tidak berpikir jika Kyungsoo akan menghindari panah tersebut.

Hunter yang berdiri di depan Kyungsoo hampir menembaknya, namun belum sempat hal itu terjadi Kyungsoo menggigit leher namja tersebut dan menarik kepalanya kuat kebelakang hingga terdengar bunyi derak tuang patah disertai tubuh hunter malang tersebut jatuh ke lantai dengan kepala terkulai ganjil.

Sisa dua orang hunter lagi yang harus dihadapi Kyungsoo, wajah mereka pucat pasi ngeri melihat mulut Kyungsoo berdarah-darah dan mengalir hingga ke lehernya.

Terlihat seperti vampire sadis dalam bayangan mereka selama ini.

Bahkan Kai juga bergidik takut, perutnya juga agak mulas ketika melihat kepala hunter yang baru saja di bunuh Kyungsoo.

Hanya tinggal dua orang saja anak buahnya, yang masih bisa bertarung maka si ketua memutuskan untuk turun tangan. Dia mengambil senjata si hunter yang terluka dan menembak Kyungsoo.

Kyungsoo terkejut, saat dia baru saja menghindari salah satu hunter yang menembaknya. Dari arah belakang ada hunter yang juga menyerang.

Tubuhnya mengeluarkan asap tipis, tempat dimana panah tersebut menancap didada sebelah kiri hampir saja mengenai jantungnya. Sebagai balasan Kyungsoo mengambil salah satu pistol panah dilantai dan menembaknya si ketua balik.

"AKH" dan teriakan itu berasal dari hunter yang tangannya patah. Ternyata ketua mereka menggunakan tubuh dia untuk melindunginya dari serangan panah Kyungsoo.

Sekarang tersisa tiga hunter yang harus di hadapinya. Dua hunter di depannya, dan satu hunter sebagai ketua berdiri di belakangnya. Panah yang masih menancap didada nya belum di cabut, membuat dia merasakan sakit yang luar biasa.

Ketua hunter kembali menembak bersamaaan dengan kedua hunter lain. Kyungsoo menghindar ke samping hingga panah tidak ada yang mengenainya.

Tanpa membuang waktu, Kyungsoo menarik panah perak yang sebelumnya mengenai dia begitu saja dari dadanya. "ARGH, BRENGSEK" maki Kyungsoo saat merasakan panah tersebut tertarik keluar dari tubuhnya.

Dua orang hunter itu maju mendekat sambil menembak panahnya, Kyungsoo berhasil menerjang salah seorang dari mereka setelah menghindari panah-panah tersebut.

Kyungsoo membawa tubuh hunter itu ke sudut ruangan, tangan kirinya mencengkram erat leher si hunter hingga sulit bernapas.

Kaki hunter itu menendang-nendang tubuh Kyungsoo dengan keras mencoba membebaskan diri. "Mati kau!" selesai berkata demikian.

BUGH!

Tangan kanan Kyungsoo meninju wajah si hunter dengan kekuatan penuh, hingga tengkoraknya hancur dan melesak ke dalam.

Kyungsoo menarik tangannya yang bersimbah darah, wajah yang dia tinju hancur dan berlubang di tengahnya. Menampakan otak dan bola mata yang pecah karna tinjuan nya, mayat hunter itu di lempar Kyungsoo ke lantai tanpa belas kasihan.

Sisa dua hunter lagi, Kyungsoo berlari dan tiba-tiba sudah berada di sebelah hunter yang masih terkejut. Tangannya mencengkram leher si hunter, hingga jari-jari tangannya menembus kulit dan membolongi leher si hunter yang mengelepar kesakitan yang tak lama berhenti bergerak untuk selamanya.

Dan sekarang hanya sisa si ketua nya saja.

Jelas si ketua pasti lebih kuat dari pada anak buahnya, dan keadaan Kyungsoo yang semakin lemah karena luka di daerah dadanya juga berpengaruh dalam penentuan pertarungan terakhir ini.

Mata bulat Kyungsoo terus bertatapan dengan mata si ketua yang berwarna hitam.

Tubuh mereka bergerak ke samping selangkah demi selangkah, mereka berputar berlawanan arah. Posisi mereka agak jauh dari tempat Kai duduk. Namja itu masih berusaha membuka ikatan tali di tubuhnya.

"Kau memang hebat vampire, bisa menghabisi semua rekan ku sendirian walau kau mendapat luka yang cukup serius" mereka berdua masih bergerak memutar tanpa melepaskan kontak mata satu sama lain.

Kemudian langkah mereka berhenti. "Aku salah, seharusnya aku menempatkan cukup banyak hunter disini. Aku terlalu meremehkan mu" ketua itu terlihat sedikit menyesal, namun tidak lama kembali tersenyum licik.

Si ketua menopang pistol panahnya di bahu kanan, "Tapi apa kau tahu bagaimana nasib saudara vampire mu itu? siapa namanya... Luhan?" tubuh Kyungsoo menegang begitu nama Luhan disebut, entah kenapa perasaan nya jadi tidak enak.

"Apa maksudmu?" Kyungsoo masih tidak melepaskan pandangannya dari si ketua hunter.

Namja paruh baya itu tertawa keras, dia tahu kalau Kyungsoo terjebak umpannya. Tanpa ragu dia langsung menjalankan rencana nya. "Dia akan mati sama seperti namjachingu-mu itu"

SLEP!

Ketua hunter itu menembakkan sebuah panah perak, namun bukan pada Kyungsoo tapi tepat ke arah Kai.

Kai yang masih terikat hanya terbelalak ngeri, melihat panah itu meluncur cepat mengarah tepat ke wajahnya. Kai menutup matanya, pasrah jika memang kematian akan menjemputnya disini. Setidaknya dia masih bisa melihat wajah Kyungsoo untuk terakhir kali.

Sekuat tenaga Kyungsoo mencoba untuk menangkap anak panah tersebut, namun luka di tubuhnya semakin menghambat kemampuan berlarinya yang cepat.

Tidak, Kyungsoo tidak ingin ini terjadi. Tangannya terulur untuk menggapai anak panah yang meluncur ke arah Kai, namun Kyungsoo, ketua hunter dan juga Kai tahu. Jika Kyungsoo terlambat, dan tak akan bisa menghentikan anak panah yang melewatinya cepat tanpa terusik.

Beberapa senti lagi, maka anak panah itu akan menancap tepat di tengah dahi Kai.

"KAIIIIIII" teriakan Kyungsoo menggema kuat di dalam gudang tersebut.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sementara itu Luhan yang juga bertarung di gudang lain merasa tercekat, hingga tidak sadar jika sebuah panah menuju ke arahnya dan menembus bahu kanannya. "AKH!"

Hunter yang berhasil menembak Luhan tersenyum puas, di lantai tak terhitung lagi jumlah mayat hunter akibat pertarungan mereka dengan Luhan. Namja bermata rusa itu juga mendapat luka yang lebih banyak dari Kyungsoo.

Tangan dan tubuh Luhan berdesis mengeluarkan sedikit asap tipis akibat panah perak yang di cabutnya keluar dari tubuh.

Kaos biru yang Luhan kenakan sudah berlubang karena tembakan yang dia dapat, kepalanya juga sedikit terluka karena terhantam dinding dengan kuat saat bertarung dengan salah satu hunter.

Jumlah hunter yang masih hidup ada sekitar sepuluh orang, memang jumlah hunter disini lebih banyak dari pada di tempat Kyungsoo. Karena gudang ini adalah markas mereka, para hunter.

Mengenai perasaan tercekat barusan, Luhan hanya bisa berharap jika Kyungsoo ataupun Kai, tidak ada yang terluka atau terjadi sesuatu yang buruk.

Dia menatap Sehun yang terikat di ujung ruangan, duduk di kursi dengan mata dan mulut yang tertutup kain. Para hunter tidak membiarkan dia mendekati Sehun sedikitpun.

Saat tiba Luhan langsung bertarung dengan hunter yang sangat banyak jumlah nya, mereka juga hanya bisa menahan Luhan sampai di tengah gudang luas ini.

Mereka tahu jika Luhan berhasil mendekati targetnya, maka dia akan membawa kabur si manusia dari sini meninggalkan mereka.

Mengingat jumlah mereka, vampire itu pasti akan melakukan yang mereka pikirkan.

Tapi tentu saja mereka tidak akan mengijinkannya, mereka harus membunuh si vampire apapun yang terjadi.

Karena itulah tugas mereka, melenyapkan vampire.

Di kursi, Sehun hanya bisa mendengar pertarungan sengit mereka dengan Luhan. Hanya bunyi panah di tembakkan, ataupun suara teriakan dan sesuatu terjatuh dengan keras di lantai.

Mau melihat tidak bisa, apalagi berbicara karena itu dia memilih diam dan mendengarkan saja jalannya pertarungan.

BRUG!

Sepertinya ada lagi hunter yang mati, mendengar suara tercekik dan juga suara jatuh di lantai yang sepertinya dari tubuh manusia. Sehun juga tidak tahu pasti berapa jumlah mereka, ataupun juga dia tidak tahu bagaimana keadaan Luhan.

Kenapa dia tidak membantu Luhan? Bukankah kekuatannya sekarang sedikit lebih kuat di banding manusia biasa karena racun dari taring nya Luhan. Mungkin Sehun masih tidak sadar dengan kekuatannya, atau entahlah apa yang dia rencanakan.

Lagipula kalau pun tahu toh dia juga tidak bisa membantu, karena tubuhnya di ikat kuat.

Lagi, suara jatuh ke lantai sebanyak beberapa kali. Nampaknya Luhan berhasil membunuh mereka, apalagi bau anyir darah mulai menguar di dekat Sehun.

Tiba-tiba kain di mata Sehun terlepas, membuat namja pucat itu mengerjap beberapa kali untuk membiasakan matanya dengan keadaan sekitar.

Mayat dilantai, dan Luhan yang menatapnya shock tak jauh di depannya.

Sesuatu yang dingin menempel di samping kepalanya, dia menoleh dan melihat sebuah anak panah tepat mengarah kepadanya. "Berani kau melawan, akan ku pastikan panah ini menancap dikepalanya" hunter itu mengancam Luhan menggunakan bahasa inggris.

Luhan bingung harus melakukan apa, tersisa dua orang lagi hunter disini dan dia bisa menyelamatkan Sehun jika si hunter tidak menggunakan cara licik yaitu mengancam dengan menggunakan Sehun.

Masalah juga bertambah, tubuhnya terlalu lelah dan juga terluka cukup parah.

Tubuhnya seakan menjerit meminta berhenti, setiap kali Luhan bergerak melawan para hunter yang tersisa.

Hunter yang berada di tengah ruangan, memanfaatkan kelengahan Luhan saat berpikir dan menembakkan panahnya cepat. Luhan yang tersadar segera menghindar dan menerjang si hunter dan melepaskan tembakan panah ke arah hunter yang berada di samping sehun.

JLEB!

Panah itu sukses melubangi kepala hunter yang berada di samping Sehun.

Sedangkan Luhan terjatuh ke lantai bersamaan dengan hunter yang menembak nya barusan. Sebelum si hunter mengambil kembali pistol panahnya yang terjatuh di sampingnya, Luhan dengan segera menindih tubuh hunter tersebut.

Haus, satu kata yang menggambarkan Luhan saat ini.

Tenaganya terkuras dan tubuhnya terluka karena melawan para hunter. Maka tanpa ragu, Luhan mengigit leher si hunter yang menjerit serta meronta-ronta di bawahnya.

Luhan meneguk darah hunter itu melewati kerongkongannya, setidaknya tenaganya bisa pulih kembali. Begitu hunter itu mati, Luhan menegakkan tubuhnya dan menyeka darah yang mengotori bibirnya.

Matanya beralih dari mayat hunter di bawahnya, ke arah Sehun yang terikat tak jauh darinya.

Melupakan fakta jika Sehun melihat mata merahnya, taring nya yang sedikit memanjang dan beberapa noda darah di dekat pipi putih nya.

Monster. Mungkin itulah satu kata yang ada di benak Sehun saat melihat penampilan Luhan yang sekarang.

Tidak ada lagi, namja mungil berwajah malaikat yang dia cintai.

Hanya ada sosok menakutkan seorang monster penghisap darah, berwajah lugu di depannya. Apalagi dengan tambahan luka, darah, rambut berantakan dan mayat yang berada di sekitarnya.

Semakin memperkuat, image menakutkan dan mengerikan Luhan sebagai vampire yang tersembunyi selama ini di balik wajah malaikatnya. Apa ini wujud asli dari kekasih yang Sehun cintai selama ini?

Tubuh Sehun kaku menegang, ketika Luhan berjalan perlahan mendekat padanya. Sepertinya Luhan lupa dengan mata dan taringnya yang masih belum disembunyikannya.

Tali yang mengikat tubuh Sehun terlepas hingga dia bisa berdiri, Luhan langsung memeluk tubuh Sehun erat melupakan fakta jika kekuatannya menyakiti tubuh Sehun.

"Bogoshipeo~" Luhan menenggelamkan wajahnya didada Sehun. "N-nado" Sehun hanya bisa tergagap menanggapi perkataan Luhan.

Luhan menggesekkan hidungnya didada bidang Sehun, kemudian berjinjit dan berbisik di telinga nya. "Kau tahu Hunnie? Aroma mu sangat lezat, dan entah kenapa aku jadi haus" Luhan menyeringai penuh arti.

Darah hunter terkutuk yang di hisapnya belum bisa memenuhi rasa haus nya, dan dengan Sehun disini entah kenapa membuat Luhan ingin sekali mengecap darah kekasihnya itu.

"Tidak!" teriak Sehun, saat tiba-tiba Luhan mendorong tubuhnya hingga terjatuh di lantai.

Tubuh Luhan menindih nya kuat, memberikan fakta jika kekuatan vampire sangat hebat. Kedua tangan Luhan menahan bahu Sehun agar tidak bisa bergerak.

Sehun berusaha bangun, namun usahanya gagal. Mata tajamnya menatap ke mata merah Luhan dan melihat jika mata itu di tutupi kabut.

Bukan kabut nafsu gairah atau libido, melainkan nafsu untuk meminum darahnya. Agaknya Luhan lepas kendali akibat pertarungan kali ini.

Dan entah kenapa Sehun yakin sekali, jika dia tidak akan selamat kali ini. Tidak akan selamat seperti malam saat pesta prom.

Sehun sangat ingat ketika Luhan pernah mengatakan, jika suatu hari dia lepas kendali dan meminum darah Sehun sampai kering tak tersisa. Sehun tidak akan berubah menjadi vampire melainkan dia akan mati.

Karena proses menjadi vampire adalah, menghisap darah hingga jantung nya berhenti berdetak bukan menghabiskan darahnya hingga kering tak bersisa.

Dua hal itu hampir sama namun sangat berbeda.

Saat Luhan mulai mendekatkan wajah ke arah leher Sehun dan mengendusnya. Sehun sangat yakin jika opsi pertama lah yang akan menghampirinya- "AKH, LUHAN!" jerit Sehun mendorong tubuh Luhan yang tak bergeming.

-Luhan lepas kendali dan akan menghisap darahnya hingga kering.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc

Wokeh, untuk chap kemarin Yue mau kasih sedikit klarifikasi disini, kan sebelum nya si HanSoo berangkat ke Korea dari Inggris, mereka itu memerlukan waktu satu hari. Sebenar nya Yue mau buat gitu, tapi entah kenapa lupa jadi yah gitu lah. Harap maklumi kesalahan yang Yue buat yah, dan makasih buat "Ia" yang berbaik hati mau mengingatkan.

Baiklah, kira-kira apa yang akan terjadi dengan nasib KaiSoo? Apa Kai bakalan mati karena Kyungsoo terlambat untuk menyelamatkan nya?

Lalu bagaimana dengan nasib HunHan karena Luhan yang lepas kendali dirinya? Jawabannya bakalan ada di chap depan. Wuahahahahaha #ketawaevil

Tapi yang jelas bakalan ada yang mati dari dua adegan di atas, karna udah dibilang bakalan ada death chara di ff ini. Ya udah mari kita balas reviewnya chinguuu~

~Lieya EL: Ahahahha, sesekali yang uke bertindak keren kan gak masalah. Bosan liat mereka yang selalu di lindungi.

~Re-Panda68: Mian, tapi udah dari awal ff ini di buat bakalan ada death chara nya.

~Mybabydeer: Ayuuuuk, kita bunuh para Hunter agar mereka semua bias bersatu lagi. Nah, maklum lah si hunter udah tua jadi plin-plan gitu. Ahahahahha, TBC itu memang selalu mengganggu, tapi tetap selalu dibutuhkan.

~Junia angel 58: Kenapa? Duh jangan curigaan donk saying, kasihan tuh appa nya Sehun di tuduh mulu dari kemarin. Euuumm, sayang nya death chara bakalan tetap ada. Noh di atas udah ada pilihan nya di antara mereka berdua siapa yang mati. Ff projek baru nya udah ada silahkan di check ya.

~Oh Zhiyulu Fujoshi: Diatas udah ada ya gambarannya, siapa yang bakalan mati. Yah, eonni juga gak rela sih tapi untuk kepentingan cerita mau gimana lagi. Eonni asli anak Riau, Pekanbaru tepatnya.

~Nadiyaulya02: Ahahahaha, masih penasaran kah?

~Hunhan aegy: Yah, ini memang sad ending karena bakalan ada death chara nya.

~Choiharin: Apa nya yang lucu?

~Jujujus: Ahahahahaha, maklum eonni kan makhluk tuhan yang paling narsis. Tuh kan, ngaku juga, mian tetap ada death chara di sini bahkan udah ada gambaran nya di atas.

~Fenny030502: Yups, mereka memang di culik sama hunter. Tenang tidak ada penipuan disini.

~Guest: KaiHun memang beneran diculik ya, gak mungkin bohongan donk.

~NinHunHan5120: Ini udah di lanjut.

~SweetyChanBaek: Ahahahahaha, maen kebut lah ya baca nya kaya mobil balap. Iya, udah hamper END.

~Ia: Ahahahaha, maaf tangan Yue salah ketik kemarin. Sebenar nya untuk HanSoo bakalan sampai setelah sehari kemudian, karena waktu mereka berangkat aja udah siang makasih udah mengingatkan. Huft kasihan banget appa nya Sehun kena tuduh mulu dari kemarin, tapi udah ada jawabannya nanti kok siapa si ketua hunter.

Ahahahahha, memang adegan itu digunakan untuk saling menyadarkan para seme yang sudah mulai melenceng. Kalau feel untuk HanSoo pisah memang gak di buat sedih banget, soalnya takut ganggu konsentrasi mereka saat pertarungan nya.

~Yilay: Iya, yang di culik plus di sekap mank si cadel ma si item. Mereka di culik nya setelah pulang sekolah, kan gak mungkin culik nya di sekolah entar berabe donk.

~EXO88: Wah, udah bias nebak sekarang?

~Minrin oh: Yue sadar kalau alurnya memang terlalu cepat, tapi silahkan di nikmati aja ya. Kai memang ngeselin disini karena dia stress mikirin Kyungsoo. Death chara tetap bakalan ada untuk kepentingan cerita, mian. Sehun nya boleh kok buat Minrin, asal di cadel itu mau yah.

Nah, semua review udah dib alas kan? Oea, Yue mau promo nih. Yue udah buat ff HunHan baru di bio, jadi silahkan di cek, baca, trus review ya.

.

.

.

Mind to RnR again ?

~Yue m00nlight~