A/N
Saya balik lagi… Maaf kalau lama.
Ketika Liburan saya berada di rumah simbah saya. Disana gak ada warnet, sering mati lampu, dan ujan melulu (maklum letaknya di dataran tinggi). Baru bisa ngelanjutin ini fict pas masuk sekolah.
Entah kenapa pasti ada aja kata yang ilang. Entah itu balesan review atau pas di ceritanya -_-
Chap kemaren review nya lebih sedikit dari chap kemarennya lagi. Gak papa deh.
WARNING DI CHAP INI!
Karena saya lagi pusing dengan kegiatan sekolah, lagi males ngetik, dan ide masih tersumbat. Di chap ini lumayan pendek (walau gak sependek chap 1), gak ada romantisnya, gak ada komedi, dan gak ada aksinya sama sekali. Maaf bangeeeeet m(-_-)m.
Sesuai dengan saran salah satu pembaca, di chap ini dijelaskan anggota Seven Deadly Sins
.
.
Udah ah basa basinya, selamat membaca
.
.
"Bicara."
'Bicara dalam hati'
[Baca do'a, mantra, kalimat kutukan, dsb]
-SFX, P.O.V-
.
.
.
Data Seven Deadly Sins yang terekam di Pemerintahan dunia bawah saat ini:
Gelar : Lucifer, mewakili Pride (kebanggaan)
Pemilik Gelar : (belum diketahui)
Pendahulu: Fugaku Uciha
Gelar: Mammon, mewakili Greed (keserakahan)
Pemilik Gelar: Tsunade Senju
Gelar: Asmodeus, mewakili Lust (nafsu)
Pemilik Gelar: Jiraiya
Gelar: Leviathan, mewakili Envy (iri hati)
Pemilik Gelar: Yagura
Gelar: Beelzebub, mewakili Gluttony (rakus makan)
Pemilik Gelar: Shibi Aburame
Gelar: Satan, mewakili Wrath (kemarahan)
Pemilik Gelar: (belum diketahui)
Pendahulu: Minato Namikaze
Gelar: Balphegor, mewakili Sloth (kemalasan)
Pemilik Gelar: Shikaku Nara
.
.
.
Data Four Prince's of Hell yang terekam di Pemerintahan dunia bawah saat ini:
Gelar: First Prince, Satan
Pemilik Gelar: (belum diketahui)
Pendahulu: Minato Namikaze
Gelar: Second Prince, Lucifer
Pemilik Gelar: (belum diketahui)
Pendahulu: Fugaku Uciha
Gelar: Third Prince, Leviathan
Pemilik Gelar: Yagura
Gelar: Fourth Prince, Belial
Pemilik Gelar: Fuu
.
.
.
Judul : Guilty Life
Disclaimer : Naruto miliknya Masashi Kishimoto, semua Chara yang ane pakai minjem om Kishi.
Warning : OC, GaJe, OOC mungkin. Terinspirasi dari Highschool DxD tapi Insya Allah alurnya beda
Summary : Dikirim ke dimensi lain dengan dalih untuk membunuh Iblis yang ada disana, padahal Hinata hanya dibuang oleh keluarganya karena diramalkan akan menghancurkan klannya sendiri. Hinata baru menyadari itu setelah dia diberitahu iblis yang harusnya ia bunuh. Ia mengikat kontrak dengan si Iblis dan menjadi pelayan Iblis demi mengetahui kebenaran tentang dirinya. Terinspirasi dari Highschool DxD, alur beda.
.
.
.
2 Minggu sudah berlalu sejak mereka kedatangan Matsuri, perwakilan dari keluarga Sabaku menantang keluarga Uzumaki dalam Rating Game. Hari ini, 2 Oktober 2025 akan menjadi hari yang bersejarah bagi keluarga Uzumaki. Kurang dari 24 jam lagi keluarga Uzumaki akan bertempur melawan keluarga Sabaku dalam Rating Game. Rating Game ini akan disaksikan oleh ratusan penonton beserta beberapa petinggi di dunia bawah. Pagi hari ini, semua anggota klub "Penelitian Ilmu Gaib" kecuali Shion berkumpul dalam ruang klub. Untung saja kepala sekolah SMA Konoha juga seorang Iblis sehingga mereka semua diizinkan tidak mengikuti pelajaran karena sebentar lagi mereka akan melawan keluarga Sabaku.
"Karena semua sudah berkumpul, akan kubuka rapat terakhir menjelang pertandingan."
Beberapa meja di ruangan itu di tata sedemikian rupa sehingga membentuk meja yang lebih luas. Seluruh anggota klub duduk mengitari meja tersebut. Mungkin karena susunan meja dan kursi, rapat ini bisa disebut "Konferensi Meja Kotak" karena berbentuk kotak. Mungkin lebih elit jika namanya "Konferensi Meja Bundar", namun sayang keluarga Uzumaki tidak mempunyai meja melingkar.
Dengan memasang wajah serius, Naruto yang menjabat sebagai Raja keluarga Uzumaki mulai membuka rapat.
"Kemarin Aku dan Shikamaru berunding dengan Gaara tentang system pertandingan ketika Rating Game , dan kami sepakat menggunakan mode 'dadu'."
Karena tidak mengerti, Lee mengangkat tangannya. Iblis baru ini masih awam dengan pengetahuan dunia Iblis.
"Tunggu dulu, apa itu mode 'dadu'?, Aku gak mau menjadi satu-satunya orang yang gak tau apa-apa disini."
Dengan memegang dagunya, Naruto sedang berfikir bagaimana menjelaskannya pada Lee. Beberapa detik berlalu, akhirnya Naruto menemukan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan apa itu mode dadu.
"Uhm… Diri kita akan diberi nilai oleh wasit dari 1 hingga 12. Dalam setiap ronde, wasit akan melemparkan dua dadu, nomor yang ditunjukkan dadu tersebut adalah jumlah maksimal nilai yang boleh masuk kepertandingan."
Lee memasang pose berfikir sebentar, sebelum akhirnya dia kembali bertanya.
"Aku masih belum paham."
Naruto sweatdrop, walau mengesalkan untuk diakui, kapasitas otak Naruto hampir sama dengan Lee, sehingga Naruto maklum kenapa Lee tidak paham.
"Misalkan seperti ini: Aku memiliki nilai 6, kau 3, dan Shikamaru 4. Jika angka dadu yang ditunjukkan adalah 9, maka Aku dan kamu bisa ikut karena 6+3= 9. Jika angka dadu yang ditunjukkan 5, maka hanya Kamu atau Shikamaru saja ya yang boleh ikut."
Paham dengan contoh Naruto, Lee mengangguk mengerti. Ketimbang teori, baginya contoh itu lebih mudah.
"Setiap Iblis yang kalah di tiap ronde, maka Iblis tersebut tidak boleh ikut bertanding lagi. Begitu seterusnya hingga salah satu dari kedua pihak kehabisan pemain. Pemain yang menang pada suatu ronde, maka pemain tersebut tidak boleh bertarung di ronde berikutnya, dan ronde berikutnya lagi boleh bertarung. Misalkan ronde kedua kamu menang, maka di ronde ketiga kamu tidak boleh bertarung, dan di ronde keempat baru boleh bertarung."
Merasa perlu, Shikamaru menambahi penjelasan Naruto. Lee mengangguk mengerti, dirinya bertekad agar bisa berguna bagi keluarga Iblis nya, keluarga Uzumaki.
"Oh ya, apapun modenya, jika Raja kalah, maka game dinyatakan selesai tak peduli kalahnya di akhir, tengah maupun awal."
Yami menambahi penjelasan dari Shikamaru dan Naruto. Naruto menyandarkan kepalanya ke meja dengan lemas. Inilah yang paling Naruto benci dari Rating Game. Semua tanggung jawab ada di tangan Raja. Jika dia kalah, habislah sudah.
"Yah… Maaf saja kalau sebelum kalian bertanding Aku sudah kalah duluan. Dan… sepertinya sekarang sudah waktunya kita berangkat kedunia bawah. Rapat selesai, semuanya berdiri."
Seluruh anggota keluarga Uzumaki berdiri mengikuti perintah rajanya. Lingkaran sihir keluarga Uzumaki dengan diameter yang cukup besar sehingga dapat mencangkup seluruh anggota terbentuk setelah Naruto menggumamkan sesuatu. Lingkaran sihir jumbo tersebut bersinar dan detik selanjutnya seluruh keluarga Uzumaki menghilang dari ruang klub. Tentu saja, meja dan kursinya tidak ikut menghilang.
.
.
.
"KEEREEEEEEEEEN!"
"Waaahh!"
Saat ini, seluruh keluarga Uzumaki yang baru saja dari ruang klub kini tengah berdiri di tempat yang mirip seperti stadion sepak bola. Hinata dan Lee yang baru kali ini ke dunia bawah, takjub dengan pemandangan di sekelilingnya. Tempat duduk penonton yang sudah dipenuhi dengan lautan manusia… err Iblis. Baru pertama kalinya dalam sejarah hidup Hinata dan Lee diperhatikan oleh orang sebanyak itu. Di langit langit stadion (sebut saja seperti itu) yang tertutup, 4 alat seperti TV flat dengan ukuran yang luar biasa lebar tergantung disana dengan posisi menghadap keempat penjuru mata angin, sehingga seluruh penonton mampu melihatnya. Seandainya Hinata dan Lee melihat langit di dunia bawah, pasti mereka akan lebih terkagum kagum lagi.
"Maaf Gaara, kami agak terlambat."
Di lapangan stadion (sebut saja seperti itu), keluarga Sabaku sudah berkumpul dari tadi di sana. Sebenarnya keluarga Uzumaki tidak terlambat, hanya saja keluarga Sabaku yang datang lebih awal dari jadwal. Namun sebagai bentuk "kepantasan", Naruto yang menjabat sebagai Raja meminta maaf kepada Gaara. Gaara hanya menganggukkan kepala sebagai isyarat kalau dirinya tidak masalah.
"Akhirnya seluruh keluarga Iblis dari kedua pihak telah berkumpul! Saya, komentator dalam Rating Game hari ini, akan mengomentari dan memeriahkan acara ini. Dan kali ini kita kedatangan tamu yang luar biasa! Kalian tahu siapa? Dia adalah Yagura Leviathan Maou-sama!"
Dari tempat komentator, suara laki-laki terdengar memeriahkan pertandingan hari ini. Disebelahnya, salah satu dari 4 Prince of Hell duduk disana.
"Saya harap kedua keluarga dapat menunjukan kemampuan yang sebenarnya."
Berbeda dari biasanya, kini suara dan sikap Yondai Maou ini telihat lebih berwibawa. Memang benar kalau penampilan itu perlu sekali diperhatikan.
"Sistem pertandingan kali ini menggunakan system dadu. Bagi semuanya! Silahkan liat layar untuk mengetahui nilai dari tiap anggota keluarga Iblis masing masing!"
Dari monitor yang luar biasa lebar itu tertera data tiap keluarga setelah komentator berambut kribo itu berbicara. Keluarga Sabaku, Uzumaki, dan mayoritas penonton mengalihkan pandangan mata nya ke satu tempat yang sama, yaitu layar monitor.
Keluarga Sabaku
Nama: Gaara Sabaku
Nilai: 12
Nama: Matsuri Aoi
Nilai: 7
Nama: Temari Sabaku
Nilai: 9
Nama: Kankurou Sabaku
Nilai: 7
Nama: Yui Hasegawa
Nilai: 3
Nama: Ui Hasegawa
Nilai: 3
Nama: Jun Misaki
Nilai: 2
Nama: Karin Touno
Nilai: 2
Nama: Matsushima
Nilai: 3
Nama: Hare Yuki
Nilai: 2
Nama: Ai Hirazawa
Nilai: 2
Nama: Ren Andou
Nilai: 2
Keluarga Uzumaki
Nama: Naruto Uzumaki
Nilai: 8
Nama: Shikamaru Nara
Nilai: 4
Nama: Yami Raito
Nilai: 8
Nama: Yugito Nii
Nilai: 4
Nama: Hinata Hyuuga
Nilai: 3
Nama: Lee Rock
Nilai: 1
Keputusan tiap-tiap nilai tersebut bukanlah hal yang dilakukan secara asal. Nilai tersebut diukur berdasarkan kemampuan dan pengalaman mereka. Untuk Iblis tingkat rendah, pengambilan nilai dari 1-4, Iblis tingkat menengah dari nilai 1-8, dan Iblis tingkat tinggi dari nilai 9-12.
"Aku baru tahu kalau Ratu keluarga Uzumaki itu anaknya Balphegor-sama."
"Aku juga baru tahu, ternyata N itu Shikamaru-sama ya."
"Ngomong-ngomong, kok Shikamaru-sama nilainya cuma 4? Apakah dia masih Iblis ringkat rendah?"
Bisik bisik membahas eksistensi Shikamaru terdengar entah itu dari penonton ataukah dari keluarga Sabaku. Memang mengejutkan seorang putra dari salah satu Seven Deadly Sins justru memilih keluarga yang tidak terkenal. Sedangkan yang jadi bahan pembicaraan hanya memasang wajah cuek plus mengantuk nya.
"Hey! Kenapa nilaiku cuma satu!? Apakah Aku selemah itu?"
Menanggapi protes Lee, Naruto hanya menghela nafas panjang. Sudah jelas Lee itu Iblis baru, pasti kemampuannya belum diketahui seberapa. Namun Naruto tidak mau ambil pusing untuk menjelaskan hal tersebut kepada Lee.
"Oke sekarang waktunya pertandingan dimulai. Untuk kedua keluarga, silahkan menuju ke tempat masing masing. Tempat berunding keluarga Uzumaki ada disebelah timur dan keluarga Sabaku ada disebelah barat."
Mengikuti komando wasit mereka, Keluarga Sabaku menuju kearah barat dan keluarga Uzumaki menuju arah timur. Beberapa detik setelah mereka semua sampai ke pos masing masing, dari monitor ekstra besar tersebut memunculkan gambar animasi dua buah dadu yang dilempar. Dadu yang berguling guling tidak jelas itu akhirnya berhenti menunjukkan angka 6 dan angka 6.
"Dadu menunjukkan angka 12, silahkan memilih satu atau beberapa anggota keluarga yang jumlahnya tidak lebih dari itu untuk bertanding di rounde pertama ini. Kami beri waktu 10 menit untuk berunding."
"Wah, baru ronde satu sudah menunjukkan angka 12. Banyak amat. Shikamaru, apa rencanamu? Siapa yang akan bertanding di ronde awal ini?"
Naruto bergumam setelah melihat total angka di dua dadu tersebut. Menatap Ratu kepercayaannya, Naruto meminta rencana dari Shikamaru. Shikamaru diam 1 ketukan sebelum memutuskan.
"Kau, Naruto. Nilaimu 8, jadi masih ada 4 nilai yang tersisa. Tapi untuk ronde awal ini cukup kamu saja."
Semuanya minus Shikamaru terkejut. Yugito yang biasa memasang ekspresi datar pun mengerutkan dahinya setelah mendengar keputusan Ratu nya itu.
"K-kau bodoh ya! Jika Naru-chan kalah. Kita bisa kalah hanya dalam ronde pertama tau! Lagian nilainya 12. Mungkin mereka akan memilih Temari dengan Iblis bernilai 2 atau 3 lainnya."
"Ano.. Shikamaru-san, apa yang dikatakan Yami benar. Lebih baik jika Naruto-kun tidak bertanding dalam ronde ini. Jika memang harus Naruto-kun, setidaknya jangan hanya Naruto-kun. Bukannya semua kecuali Yami bisa ikut bertanding bersama Naruto-kun?"
Merasa keputusan Shikamaru salah, Yami menyanggah Shikamaru. Hinata juga membenarkan perkataan Yami diselingi dengan saran saran yang menurut Hinata lebih bagus. Shikamaru diam beberapa ketukan, dia diam bukan karena sedang mempertimbangkan keputusannya, tapi diam karena hendak menangkan pikiran sebentar.
"Tentu saja Aku tidak asal memutuskan. Aku yakin Gaara, Temari, dan Matsuri tidak akan turun tangan di ronde pertama ini walaupun nilai mereka mencukupi. Jika mereka bertanding sekarang, maka di ronde kedua mereka tidak bisa bertanding kan? Jadi kukira yang akan bertanding di ronde pertama adalah Kankurou dan beberapa anggota lainnya. Aku nggak akan menyuruh Yami untuk bertanding di ronde pertama, jika di ronde dadu nya menunjukkan nilai yang besar. Maka kamu gak bisa ikutan dan membantu lainnya. Aku kira Naruto lah yang cocok untuk saat ini."
Shikamaru diam sejenak.
"Kenapa hanya Naruto saja? Mereka belum mengetahui informasi mengenai kemampuan Yugito secara keseluruhan. Mereka juga sedikit sekali mengetahui informasi tentang kemampuan Hinata dan Lee. Aku hanya tidak ingin mereka mengetahui kemampuan dari Hinata, Lee, dan Yugito lalu menganalisa kelemahannya di awal ronde."
Selesai sudah penjelasan panjang lebar dari Shikamaru. Otak keluarga Uzumaki ini benar-benar bisa diandalkan. Walaupun begitu, Yami masih diselimuti kekhawatiran akan kekalahan mereka diawal ronde.
"Tapi kan~"
"Percayakan saja padaku!"
Naruto memotong perkataan Yami. Dengan jari jempol yang menunjuk diri sendiri serta cengiran khas nya, Naruto mencoba meyakinkan keluarganya. Melihat hal itu, Yami mendesah pelan.
"Lakukan apa yang ingin kau lakukan, kau itu Raja kami. Tapi awas saja ya jika kau kalah!"
Yami akhirnya menyetujui keputusan Shikamaru. Walau masih diselimuti rasa khawatir, semua anggota keluarga Uzumaki (minus Naruto dan Shikamaru) akhirnya merelakan Naruto untuk bertanding.
Mendapat persetujuan dari seluruh anggota keluarganya, Naruto mengirim semacam pesan ke Wasit siapa yang akan bertanding di ronde pertama ini. Hal ini dilakukan agar kedua keluarga Iblis yang bertanding tidak akan mengetahui siapa yang akan menjadi lawannya.
"Kedua belah pihak sudah memilih siapa yang akan bertarung. Dari pihak keluarga Sabaku, Kankurou Sabaku (7), Matsushima(3), dan Ren Andou (2). Dari pihak keluarga Uzumaki, Naruto Uzumaki (8). Untuk nama yang dipanggil, harap menuju ke tengah arena."
Suara wanita namun intonasinya datar (karena itu suara robot) terdengar di seluruh penjuru speaker yang terpasang. Mengikuti perintah, mereka semua yang akan bertarung menuju ke tengah lapangan.
"Walau kamu adalah Raja, kamu nggak bakalan bisa ngalahin kami bertiga. Heh, jangan-jangan keluarga Uzumaki sudah menyerah ya."
Melihat hanya Naruto saja yang akan bertanding, Kankurou tersenyum meremehkan. Menghadapi provokasi seperti itu, Naruto hanya membalasnya dengan cengiran khasnya.
"Lihat saja nanti."
Gambar arena pertandingan di acak terlihat di layar monitor. Sekitar 10 detik dibutuhkan agar computer berhenti mengacak dan memperlihatkan arena yang akan digunakan Naruto untuk menghadapi Kankurou dan kawan kawan.
"Rating Game Dimension, Area 44: Death Forest."
Suara robotik wanita mengkonfirmasi tempat dimana perwakilan dari tiap keluarga Iblis akan saling bertarung satu sama lain.
"Pertandingan akan di lakukan dalam…"
"Tiga…"
Lingkaran sihir besar berwarna hijau muncul melingkup Naruto, Kankurou, Matsushima, dan Ren. Mereka akan dibawa ke dimensi lain yang sengaja dibuat untuk pertandingan Rating Game. Konsep dimensi ini ditemukan oleh Leviathan generasi kedua, Tobirama Senju Leviathan maou-sama. Setelah berpuluh tahun berlalu, konsep dimensi ini berhasil dikembangkan oleh Satan generasi ke empat, Minato Namikaze Satan maou-sama. Berkat jasa kedua mantan Yondai Maou ini lah arena Rating Game menjadi berkembang dan tidak membahayakan penonton tentunya.
"Dua…"
"Satu…"
Lingkaran sihir yang mengelilingi mereka bersinar semakin terang. Kurang dari sedetik lagi mereka akan bertarung di dimensi buatan.
"START!"
.
.
.
TBC
Gimana? Jelek ya? Maaf.
Di chap ini gak ada romantis, komedi, atau actionnya. Sekali lagi maaf banget ya..
.
.
monkey D nico: Makasih gan. Udah mau review
Niizuma Eiji: Maaf deh. Over Powernya yang jelas gak di chap sekarang (ya iyalah, ada battlenya aja enggak) :D
2nd princhass: oke, ini lanjutannya
tanedwinjaya: bukan cuma chap kemaren, chap ini juga -_-. Jadi satan? err.. masih rahasia saya :D
Namikaze Sholkhan: Wah, maaf karena update nyalama.
Dragon Warior: Full Satan? Masih rahasia saya :D. Ini baru pembukaan, jadi belum ada aksi nya. maaf ya. Naruhina tambah? Oke sip, saya usahain. Tapi belum dichap ini -_-
Kosong tujuh: Itu masih rahasia :D. Oke ini dilanjut (walau lama banget updatenya) XD
Uzumaki21: Makasih pujiannya
Vira Kuroneko: Iya, buat nambah2in word XD. Jangankan masih idup, kalau seandainya udah mati pun saya udah rencana bikin Naruto ketemu ortunya (walau dalam alam bawah sadar)
Bunshin Anugrah Et: Anda memperhatikan ya :D. Sebenernya Slide Minaxkushi itu buat nambah nambahin word aja XD
LotuS-Mein: Saya gak begitu bisa bikin romantis, tapi saya usahain ditambahin (walau belum dichap ini), makasih pujiannya
Tyaswiwid: Maaf updet lama m(-_-)m. Kita lihat saja nanti siapa lawan siapa. Karena saya pun belum tahu Temari bakal lawan siapa XD
dikdik717: Oke silahkan dibaca. chap ini dibaca juga ya.
ppsme407: oke, ini lanjutannya. maaf karena updet ci chap ini lama
Mchsyafii: Ini lanjutannya. Saya gak begitu bisa bikin roman, namun tetep akan saya usahain ditambah (walau gak di chap ini)
roket majid: ternyata apa gan?
bala-san dewa hikikomori: :3. Maaf banget di chap ini gak ada adegan konyol nya. Ini lanjutannya.
Blue-senpai: makasih udah mau mampir
El bany blueblack: Iya, sepertinya akan saya buat mentok segitu jumlahnya. (6 anggota termasuk naruto)
juanda blepotan: Di chap ini dijelaskan siapa yang jadi Iblisnya. Naru Hareem? wah saya malah gak kepikiran tuh. Tapi... bagus juga kayaknya ya. Argh, jadi bingung. Kayaknya gak bakal dibuat harem cuz bikin romantis yang pasangan cuma 1 aja susahnya minta ampun
koga-san: Oke, di chap ini aad detil dari Seven Deadly Sins
uzumaki zhufar: Makasih pujiannya. Iya saya akui romance nya kurang. Saya usahain di tambah (tapi belum dichap ini)
Guest: Ini lanjutannya. SEMANGAT
Guest (2): Kayaknya kok gak ada yang mati baik di pihak Uzumaki maupun Sabaku. Kalau Hinata jadi Miko lagi saya malah belum kepikiran kesitu XD
keyzo: Ini lanjutannya, keyzo-san
Durara: Kissu? O_o. Masih terlalu dini buat kissu ~_~. kapannya sih saya gak tau XD.
NaruHina-lover: Maaf nih updet lama. Oke, SEMANGAT
Skadrium Sky: Iya, oke ini lanjut
panglima perang cinta: Oke ini lanjutannya. Makasih pujiannya :D
.
.
Maaf jika ada review yang gak kebales
Makasih udah mau baca dan makasih banget buat yang udah mau review
Sampai jumpa di chap selanjutnya.
Dan…
Maaf kalau chap depan gak updet updet XD
.
.
Jaa…
