Unexpected.
Cross Gender, Friendship, Romance, NC.
Choi Siwon x Cho Kyuhyun.
One night that changes everything, merubah kehidupan Siwon, dokter kecantikan dengan Kyuhyun, mahasiswi yang susah diatur.
:: Unexpected ::
Flashback, Kyuhyun's Pov.
Sudah satu minggu sejak Suho lahir dan aku masih belum berani banyak bergerak, masih terasa sakit saat bergerak terlalu banyak atau cepat. Saat Suho menangis, aku bahkan berjalan seperti siput untuk sampai di box tempatnya tidur. Jika Siwon ada, aku tidak perlu banyak bergerak, dia sangat mengerti saat-saat Suho lapar. Aku pikir dia lebih memiliki ikatan batin dengan Suho, pasti karena dia sudah tua.
''Oeeek... Oeeek...'' Tangis Suho menyadarkan lamunanku, aku berusaha untuk bangun lebih cepat agar bayiku berhenti menangis, aku tidak suka melihat kulit putih dan sensitifnya memerah karena terlalu banyak menangis. Rasanya aku ingin memecat Babysitter, saat seperti ini dia malah tidak muncul untuk membantu!
''Sayang, jangan menangis. Bayiku sayang, kau pasti haus lagi.'' Aku duduk di kursi menyusui, membuka dua kancing teratas bajuku, dengan perlahan mengeluarkan dada kiriku. ''Hiks.'' Aku hampir menangis saat Suho mulai menghisap, putingku terasa sangat perih.
Bayiku yang tidak tahu apa-apa hanya menghisap dengan penuh semangat, dia tidak tahu kalau aku begitu merasa kesakitan karenanya. Bukan hanya rasa sakit saat menyusui, payudaraku bahkan membengkak, hal itu bahkan membuatku demam, meriang sampai menggigil pada dini hari. Sampai kapan penderitaan ini harus aku alami?
Semua itu hilang begitu aku melihat senyum malaikat dari anakku, semua beban itu terangkat dan menguap begitu saja. Belum lagi saat aku sadar kalau aku sudah menjadi seorang wanita sempurna, rasanya kebahagiaanku bertambah menjadi dua kali lipat. Oh malaikat kecilku, terima kasih karena kau sudah lahir dengan selamat dan sempurna.
Terima kasih juga pada Siwon, ternyata dia suami yang sangat penuh kasih sayang. Saat aku hanya menangis ditengah malam karena sakit demam dan rasa sakit di dada, dia dengan sabar mengompres dadaku. Bukan hanya itu, dia juga merendam kakiku dengan air hangat. He is my ultimate husband! Sayangku terima kasih atas semuanya. Aku mencintaimu, mencintai ayah dari anakku.
Saat bayiku sudah tidur, Babysitter itu baru masuk ke dalam kamar. Aku hanya menatapnya kesal, apa saja yang dia lakukan saat aku membutuhkannya? Dia terlihat malu karena saat ini Suho tengah menyusu di dalam pangkuanku, nanti aku pasti melaporkan ini pada Siwon. ''Suster, bagaimana jika Suho menangis saat aku berada di kamar mandi?'' Aku langsung bertanya.
''Maafkan saya Nyonya, saya tidak mendengar kalau Baby Suho menangis. Tadi saya...''
''Lain kali jangan diulangi. Aku sudah memberitahumu waktu-waktu dimana Suho lapar dan haus. Siwon, sebagai seorang pria saja hapal hal itu.''
''Maafkan saya Nyonya, saya akan selalu mengingat hal itu.''
Aku tidak bisa marah lagi, jika aku marah maka akan berakibat pada air susu. Aku pernah sangat marah dan emosional, akibatnya asiku tidak keluar. Aku harus merasakan rasa sakit saat Ibu mertuaku menyarankan untuk melakukan pompa asi. Dokter juga menyarankan untuk melakukan pompa dua jam sekali, sekalian untuk stok saat air susu benar-benar tidak keluar.
Aku menatap Suho yang sudah tidur, semua rasa kesal itu kembali menghilang. Menatap wajah malaikat bayiku sudah cukup mengurangi semua penderitaan, aku mengecup lembut pipinya, menyentuh jari-jari kecilnya, dan mengusap rambut tebalnya. Aku jadi ingat saat aku harus menahan kesal melihat keluargaku bergiliran menyentuh anggota tubuh putraku.
Hal itu adalah salah satu hal yang menjengkelkan pasca melahirkan! You know what, pada kenyataannya bayi itu harus tetap steril. Kalian mengerti kata steril kan? Bebas kuman. Tapi orang-orang mengabaikan itu dan hanya berpikir kalau memegang, menyentuh bahkan mencium bayi itu bentuk kasih sayang! Aku tidak perlu kalian memuji anakku jika faktanya kalian menempelkan kuman padanya!
Saat ada yang berusaha menyentuh area wajah putraku terutama mulut, aku akan langsung menghindarkan putraku dari siapapun. Biasanya langsung menimang-nimang agar siapapun yang berusaha menyentuhnya tidak melakukan hal tersebut sekalipun itu adalah Nenek dan Kakeknya.
You know, orang dewasa itu sumber kuman. Apa yang akan terjadi jika mereka menyentuh area sensitif putraku dengan tangan kotor mereka? Yah, tangan itu tidak kotor secara fisik tapi dibalik tangan yang terlihat bersih sebenarnya mengandung jutaan kuman. Yah, apa kalian rela jika anak kalian diberi kuman dengan alasan anak kalian menggemaskan? Say No!
Flashback End.
Kyuhyun mempernyaman posisi duduknya, lalu dia mengeluarkan dada bagian kirinya. Air susunya sedikit memancar, dengan cepat Kyuhyun mengambil kain kecil untuk menahan pancaran air yang menjadi makanan utama bayinya. ''Kemarilah, Baby.'' Kyuhyun meminta Suho kembali lalu mulai menyusuinya. Rasanya dia masih kaku karena ini pengalaman pertamanya sebagai seorang ibu.
''Sepertinya yang satu lagi minta dihisap.'' Kyuhyun tersenyum pada Babysitter, dada kanannya sekarang terasa penuh.
''Yang mana yang butuh dihisap?'' Siwon tiba-tiba masuk, pria itu sepertinya baru pulang bekerja. Babysitter muda itu mundur saat Siwon mendekati ranjang Kyuhyun, Kyuhyun memutar mata mendengar ucapan Siwon barusan.
''Aigo, Baby Daddy yang tampan sedang minum susu Mommy. Kau benar-benar luar biasa Baby, hisapanmu sangat kuat sampai-sampai susu Mommymu cepat habis.'' Siwon berdecak sendiri, yah dada sebelah kiri Kyuhyun tidak sebesar sebelah kanan yang belum Suho hisap.
''Kau ini bicara apa sih, sana pergi mandi. Tidak ada yang boleh menggendong atau mencium BabySu dalam keadaan kotor.'' Ancam Kyuhyun pada Siwon. Siwon pura-pura cemberut, ''Kau sangat galak Mommy Kyu, baiklah Daddy akan mandi.'' Siwon mencuri ciuman untuk mencium Suho lalu mencium dahi Kyuhyun, Kyuhyun jadi merasa malu karena Babysitter melihat itu.
Siwon masuk ke dalam kamar mandi sementara Suho melepaskan hisapannya, bayi kecil itu terlihat sudah tertidur. ''Aigo, lucu sekali kau ini sayang!'' Kyuhyun tidak bisa berhenti gemas pada Suho. Bayi yang baru berusia 2 bulan itu terlihat sangat menggemaskan, kulitnya cerah, bibirnya tipis, matanya bulat ditambah memiliki rambut lebat, benar-benar sangat menggemaskan.
''Suster, dia sangat mirip Ayahnya kan? Mata, bibir dan raut wajahnya sangat mirip, rambutnya saja yang sama denganku.''
''Iya Nyonya, BabySu sangat mirip dengan Tuan Choi. Anda sangat beruntung memiliki suami tampan, putra anda pun sangat tampan.''
Kyuhyun hanya tersenyum. Memiliki Siwon sebagai suaminya bulan pilihan Kyuhyun, itu sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Kyuhyun tidak pernah bermimpi untuk memiliki suami seperti Siwon, pria itu datang begitu saja dan merubah hidupnya. Sekarang sudah ada Suho yang juga berubah statusnya menjadi seorang ibu.
''Suster, tolong tidurkan Suho di boxnya.''
Sekarang Kyuhyun sudah pandai menyusui, Suho juga sudah pandai menghisap. Dada atau putingnya tidak lagi terasa sakit, dia juga sudah bisa tidur karena saat kenyang Suho jarang terbangun di malam hari. Pernah sekali Suho demam, Kyuhyun sampai menangis seharian saat melihat bayinya tidak berdaya.
Siwon keluar dari kamar mandi dan Babysitter pun sudah keluar dari kamar sedangkan Kyuhyun baru memindahkan Suho ke box bayi. Siwon terlihat segar, dia bahkan mencuci rambutnya padahal hari sudah sore. Siwon biasa melakukan itu saat sudah melakukan kegiatan di luar rumah sakit, apalagi dia harus selalu bersih jika ingin dekat dengan putranya.
''Hari ini acara amal dimana lagi?'' Tanya Kyuhyun sambil berbaring di tempat tidur untuk meluruskan punggungnya yang terasa pegal. Siwon duduk di tepi tempat tidur sambil masih mengeringkan rambut dengan handuk kecil, ''Di tempat yang sama seperti waktu itu, tapi kali ini pasiennya semua anak-anak.'' Jawab Siwon.
''Anak-anak? Apa penyakit kulit banyak menyerang anak-anak belakangan ini?'' Tanya Kyuhyun, jujur dia takut akan hal seperti itu.
''Cacar banyak menyerang anak usia 2 sampai 4 tahun, aku bantu menghilangkan luka bekas cacar tesebut.''
''Siwon, jangan dekat dengan Suho. Kau baru menangani pasien seperti itu, bagaimana jika Suho tertular? Jika kau menangani operasi plastik karena ingin mempercantik wajah tidak masalah, tapi sekarang pekerjaanmu bertambah. Kau juga seorang dokter kulit. Aku tidak mau Suho tertular.'' Kyuhyun sudah was-was duluan, Siwon hanya tersenyum lalu menundukan kepalanya untuk mencium kening Kyuhyun.
''Tidak akan menular sayang. Aku membantu menghilangkan bekasnya bukan mengobati penyakitnya. Jika ada yang masih mengalami sakitnya, itu ditangani oleh dokter lain. Jangan khawatir, itu tidak akan menular pada putra tampan kita.''
''Dia itu imut dan lucu bukan hanya tampan.'' Kritik Kyuhyun, ''Kulitnya saja sangat putih, bibir merah dan tipis.'' Siwon hanya bisa menyetujui semuanya, faktanya putranya memang memiliki kemiripan yang banyak dengan Ibunya. Siwon mendekati Kyuhyun lagi, kali ini mencium bibirnya dengan tiba-tiba. Dia merindukan kemanisan bibir dari Ibu putranya itu, apalagi belakangan Kyuhyun sensitif dengan sentuhan, tubuhnya belum 100 persen sehat pasca melahirkan.
''Kau Mommy yang luar biasa, putra kita semakin sehat dibawah asuhanmu. Terima kasih banyak, Kyuhyun-ah.'' Ucap Siwon tulus, Kyuhyun ikut tersenyum, ''Semuanya karenamu juga, kau suami dan ayah terbaik. Kau tidak pernah meninggalkanku saat aku kesulitan, kau selalu membantu dan melakukan semua yang terbaik.''
Siwon menarik Kyuhyun membuat Kyuhyun berganti posisi menjadi duduk lalu mulai memeluknya. Keduanya sama-sama berterima kasih atas semua yang dilakukan oleh masing-masing, terutama Kyuhyun yang sudah berhasil melewati hari-hari terberat dalam hidupnya yaitu melahirkan dan merasakan saat-saat menyakitkan setelah melahirkan. Terima kasih karena Siwon tidak pernah meninggalkannya, selalu menolong dan menjaganya.
Pergilah ke neraka kalian suami-suami yang hanya bisa tidur, mengeluh dan mengomentari istri kalian di saat dia dalam kondisi menyakitkan. Lelahnya melahirkan, sakitnya saat memberi anak kalian makan yaitu asi, kurang tidur sampai tenaga yang terkuras demi buah hati kalian. Beruntung Kyuhyun memiliki suami dan keluarga yang tidak pernah meninggalkannya berjuang sendirian.
:: Unexpected ::
4 Month Later.
6 bulan berlalu sejak kepergian Eunhyuk ke Amerika, selama itu juga Donghae semakin jarang terlihat di layar kaca. Banyak yang menduga jika Donghae tengah vakum dari dunia hiburan walaupun tidak ada pernyataan langsung dari Donghae maupun agensi yang menaunginya.
"Mwo? Artikel macam apa ini, kenapa mereka menulis kalau Donghae sudah menikah diam-diam!" Ryeowook berkomentar saat melihat artikel yang beredar hari itu.
Kyuhyun yang tengah menulis pun menoleh pada temannya, "Abaikan saja, mana mungkin Donghae melakukan itu sementara Eunhyuk belum kembali ke Korea." Ucap Kyuhyun.
Ryeowook terlihat sedih mendengar nama Eunhyuk, "Suho Eomma, aku sangat merindukan Eunhyuk. Sudah 6 bulan ini kita tidak bertemu, dia juga sudah jarang membalas pesanku." Ucap Ryeowook.
Kyuhyun merasakan hal yang sama seperti Ryeowook, "Dia benar-benar fokus dengan pendidikannya. Kita juga harus fokus Ryeowook, kita harus bisa menyelesaikan skripsi tahun ini." Balas Kyuhyun.
Ryeowook membuka bukunya, "Kau benar, aku ingin segera wisuda. Aku lelah dengan tugas-tugas yang dosen berikan."
"Apalagi aku, aku tidak mau meninggalkan bayiku seperti ini. Kau tahu kalau dadaku sekarang terasa penuh. Tadi pagi Suho sudah mengurasnya tapi sore harinya sudah terasa penuh." Kata Kyuhyun membuat Ryeowook tersenyum, "Itu memang biasa Kyunie, nanti Suho Appa akan membantumu menguras itu." Goda Ryeowook.
Kyuhyun hanya memutar mata, "Jangan menggodaku Kim Ryeowook!" Ryeowook hanya terkikik saja lalu keduanya diam saat dosen masuk. Yah, sore ini adalah mata kuliah terakhir setelah sejak pagi mereka disibukan dengan banyak tugas. Kyuhyun memang melanjutkan kuliahnya sejak 1 bulan setelah melahirkan.
Bagaimana dengan Heenim? Kakak tertua bagi Kyuhyun itu tengah menantikan kelahiran putri pertamanya, menurut perkiraan dokter Heenim akan melahirkan putrinya awal bulan depan. Sementara Ryeowook masih belum memikirkan untuk menikah, dia ingin menikmati masa berpacaran sebelum memutuskan untuk menikah.
Kyuhyun, Heenim dan Ryeowook, ketiga sahabat itu juga sudah tahu kalau sebenarnya Eunhyuk masih sangat mencintai Donghae. Dia pergi karena keinginan orangtuanya, ditambah dia masih merasa kecewa pada Donghae. Begitupun dengan Donghae yang masih mencintai Eunhyuk, dia bahkan menghilang setelah tahu Eunhyuk pergi. Tidak ada yang tahu kondisi Donghae sekarang.
:: Unexpected ::
Batherda Skin Care's Hospital.
Siwon masih sibuk bekerja seperti biasa namun saat tidak ada pasien, Siwon selalu menghubungi rumah dan menanyakan kondisi anaknya pada Baby Sitter. Terkadang juga Eommanya dan Eomma Kyuhyun selalu bergantian menjaga Suho. Kyuhyun kembali sibuk kuliah dan Siwon sibuk bekerja di rumah sakit, mau tidak mau mereka harus menitipkan Suho.
"Rasanya aku sangat merindukan Suho." Gumam Siwon memandang foto anaknya diatas meja. Pintu ruangan Siwon terdengar diketuk, Siwon mengalihkan matanya dari foto Suho. "Masuk!" Ucapnya setelah memakai kembali kacamatanya.
"Dokter Jin." Siwon berdiri lalu tersenyum melihat Dokter senior itu. Dokter Jin mendekati Siwon, "Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu." Ucap Dokter Jin.
"Siapa yang ingin bertemu denganku, Dokter?" Tanya Siwon.
Dokter itu tersenyum lalu mempersilahkan seseorang masuk, "Silahkan masuk." Ucapnya. Pintu terlihat terbuka lalu masuk seseorang yang dikenal oleh semua orang, "Song Jong Ki!" Siwon terkejut melihat artis muda berbakat itu.
"Annyeonghaseo." Sapa Jong Ki. Bukan hanya sendiri tapi Jong Ki datang dengan sutradara yang cukup terkenal juga. "Sutradara Lee." Siwon menatap Dokter Jin dengan penuh tanya.
"Siwon, kau pernah bekerja sama dengan sutradara Lee kan sebelumnya." Ucap Dokter Jin.
Siwon mempersilahkan ketiga pria itu untuk duduk. Lalu Siwon mulai bertanya, "Memangnya ini ada apa, apa Jong Ki-shhi ingin melakukan perawatan disini? Apa ini acara Variety Show?" Tanya Siwon.
Jong Ki dan Sutradara menggeleng, "Aku kesini karena Sutradara memintaku meyakinkanmu Siwon-shhi." Jawab Jong Ki. Siwon kali ini menatap Sutradara Lee, "Meyakinkan untuk apa Sutradara Lee?"
"Kau memiliki benih yang unggul Siwon, aku sudah melihat foto anakmu di sosial media." Ucap Sutradara Lee membuat Siwon sedikit merasa tidak enak, "Benih yang unggul? Astaga!" Pikir Siwon.
"Kita langsung saja. Begini Siwon, kau kenal kan dengan produsen kecantikan yang selama ini bekerja sama dengan kita? Mereka ingin anakmu menjadi bintang iklan untuk produk mereka, kalau tidak salah itu produk bedak bayi. Maka dari itu sutradara Lee datang." Jelas Dokter Jin.
Siwon memang tahu kalau sudah 5 tahun terakhir mereka menjadi rumah sakit kepercayaan salah satu produsen yang biasa memproduksi produk kecantikan untuk bayi sampai orang dewasa. Dokter Jin dan Siwon sendiri yang biasa melakukan uji lab untuk produk yang akan di produksi.
"Maksudnya, kalian ingin anakku menjadi bintang iklan?" Tanya Siwon lagi.
Song Jong Ki tersenyum mendengarnya, "Ini adalah iklan pertamaku bersama Bayi." Ucapnya gembira. Siwon menggaruk tengkuknya mendengar itu, dia merutuki istrinya yang begitu rajin memposting foto-foto anaknya bahkan Suho sudah memiliki akun instagram sendiri.
"Sebenarnya aku tidak ingin menjadikan anakku bintang iklan atau artis tapi aku akan membicarakan ini dengan istriku." Ucap Siwon.
Sutradara Lee menepuk lengan Siwon, "Percayalah padaku, anakmu bisa menjadi National Little Baby. Selain itu, presdir Yoon pasti akan membayar tinggi." Ucapnya meyakinkan.
Siwon hanya tersenyum dan berkata kalau dia akan memikirkan soal itu. Dokter Jin juga bilang kalau semua ini terserah pada Siwon dan istri. Kalaupun Siwon menolak, kerjasama mereka dengan produsen produk kecantikan itu tidak akan terganggu.
"Kyuhyun pasti heboh kalau tahu aku bertemu dengan Song Jong Ki. Lebih baik dia tidak tahu saja, kalau tahu dia pasti mengomel karena aku tidak meminta fotonya."
:: Unexpected ::
Sepulang kuliah, Kyuhyun dan Ryeowook pergi ke rumah sakit karena Heenim harus rawat inap mendekati kelahiran anak pertamanya. Beberapa waktu lalu Heenim bahkan harus diinfus karena kekurangan zat besi dan sekarang dia menginap di rumah sakit sambil menunggu operasi caesar yang akan dijalaninya.
"Heenim~" Panggil Ryeowook dan Kyuhyun saat masuk ke ruang inap Heenim. "Baby-babyku... Kemarilah sayang!" Ucap Heenim membuat Kyuhyun dan Ryeowook mempoutkan bibir mereka. "Kami bukan bayimu, Heenim." Kata Ryeowook, "Aku sudah punya bayi, masa kau masih memanggilku bayi." Kali ini Kyuhyun mengkritik.
Heenim tertawa karena hal itu, "Kalian ini maknae! Jadi sudah sepantasnya dipanggil Bayi. Kalian bahkan paling terakhir lulus, iya kan?"
Kyuhyun dan Ryeowook hanya bisa mengangguk mengiyakan. "Itu karena aku harus cuti selama mengandung dan setelah melahirkan, jadi telat lulus." Kyuhyun melakukan pembelaan.
"Aku sibuk dengan restoran yang membuka cabang baru, jadi aku jarang bisa mengerjakan tugas." Ryeowook tidak mau kalah. Kyuhyun dan Heenim kompak menatapnya, "Apa bukan karena kau sibuk pacaran dengan kekasih barumu itu?" Ucap Heenim dan Kyuhyun bersamaan.
Ryeowook merasa jika Kyuhyun dan Heenim bekerja sama untuk menggodanya, "Ah~ hentikan! Lagipula dia bukan pacar baruku, kami sudah jadian 2 bulan." Bela Ryeowook. Kyuhyun dan Heenim semakin ingin tertawa karena berhasil menggoda Ryeowook.
"Kapan kalian menikah, pokoknya jangan terlalu lama pacaran." Tanya Kyuhyun membuat Heenim memiliki bahan untuk menggoda Kyuhyun, "Kyuhyun benar, kau harus segera menikah sebelum Kyuhyun mendahuluimu dengan melahirkan anak kedua." Ucap Heenim membuat Kyuhyun membulatkan matanya, "Ya, apa maksudmu dengan anak kedua. Bayiku saja baru 6 bulan, astaga!"
Kali ini Ryeowook dan Heenim yang mentertawakan Kyuhyun. "Heenim benar juga, pasti sebentar lagi Kyuhyun dan Siwon akan memproduksi anak kedua." Ucap Ryeowook masih belum puas menggoda Kyuhyun.
"Trauma karena rasa sakitnya melahirkan saja masih aku rasakan, ini sudah membicarakan anak kedua. Suho saja masih belum bisa jalan, kalian ini memang keterlaluan."
"Tapi kau dan Siwon sudah melakukan kegiatan itu kan? Aku yakin kalian pasti sering melakukannya saat Suho sudah tidur." Ucap Heenim lagi.
"Kalau itu jangan ditanya, kalian seperti tidak tahu Siwon saja. Aigo... Bukan begitu maksudku." Kyuhyun merutuki dirinya yang sudah salah bicara, dia malah mengakui kalau mereka sudah sering melakukan itu setelah Suho lahir. Heenim dan Ryeowook hanya tertawa saja melihat wajah merah Kyuhyun.
:: Unexpected ::
Night, WonKyu's House.
Rumah yang didominasi kaca dengan memiliki 2 lantai, satu lantai diatas untuk kamar tidur dan lantai dasar untuk ruangan lainnya itu terlihat sepi. Jam baru menunjukan pukul 8 malam tapi sepertinya Kyuhyun sedang tidak ingin bermain dengan Suho di ruang keluarga. Dia dan Suho memilih menghabiskan waktu di dalam kamarnya setelah meminta Baby Sitter untuk istirahat.
"BabySu kenapa Daddymu belum pulang ya, apa dia akan pulang terlambat lagi." Ucap Kyuhyun pada Suho yang tengah duduk di ranjangnya sambil memainkan mainan karetnya. Suho tentu belum bisa menjawab pertanyaan Kyuhyun, dia hanya sibuk menggigiti mainannya.
Di usia 6 bulan, bayi memang mulai bisa duduk sendiri. Awalnya mungkin harus menopang badannya dengan tangannya tapi sejalan dengan waktu ia akan bisa duduk tanpa topangan tangannya. Seperti sekarang Suho sudah bisa duduk tanpa kesulitan lagi.
"BabySu, apa kau lapar? Bagaimana kalau kita makan pisang?" Kyuhyun merasa perutnya lapar, dia langsung menggendong Suho dan membawanya turun kebawah. Saat di ruang makan, Suho ia dudukan di kereta bayinya. Kyuhyun mengambil buah pisang yang menjadi makanan pendamping asi untuk Suho.
"Apa kau mau?" Kyuhyun mencoba memberikan Suho pisang, tapi Suho terlihat melepehkan kembali pisang yang Kyuhyun berikan. "Apa kau tidak lapar?" Kata Kyuhyun lalu mengelap bibir Suho. Akhirnya Kyuhyunlah yang menghabiskan buah pisang itu sendiri. Setelah itu dia mendorong kereta bayi sampai di ruang tamu.
"Sepertinya Daddy pulang." Kyuhyun mengintip dari jendela saat mendengar suara mobil. Ternyata memang benar, Siwon baru pulang dan terlihat dia membawa kresek besar. "Daddymu bawa apa ya sayang."
Bel berbunyi, Kyuhyun langsung membuka pintu. "Selamat datang Daddy." Sambut Kyuhyun. Siwon tersenyum lalu memeluk dan mencium pipi istrinya, "Malam MommyKyu." Kyuhyun masih saja merasa geli kalau Siwon memanggilnya seperti itu.
"Bagaimana harimu hari ini Tuan Choi?" Tanya Kyuhyun sambil melepas dasi Siwon, mereka tidak sadar kalau sekarang Suho tengah menatap keduanya sambil mengemut jempolnya. Siwon meletakan barang yang dibawanya di lantai lalu membuka jas putihnya, "Sama seperti hari-hari kemarin Nyonya Choi, tidak menyenangkan tanpamu." Jawab Siwon menggoda Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum setelah berhasil melepas dasi Siwon.
Siwon berjalan mendekati keranjang bayi, "Aigo! Kenapa Daddy tidak sadar kalau putra Daddy yang tampan sedang memperhatikan Daddy." Siwon menggendong Suho lalu menciumnya membuat Suho tersenyum karena sudah hapal dengan ayahnya.
Kyuhyun melihat isi dari kantong yang Siwon bawa, "Ini bingkisan dari siapa, Siwon?" Tanya Kyuhyun. "Oh dari Sutradara Lee, aku bahkan tidak tahu dia menitipkan itu di resepsionis." Jawab Siwon masih asyik menciumi anaknya.
"Sutradara Lee? Untuk apa seorang sutradara memberikan bingkisan untuk seorang dokter?" Kyuhyun mulai curiga. Siwon ingin mengatakan soal tawaran tadi, tapi sepertinya dia harus membicarakan ini setelah membersihkan diri. "Sayang kau gendong dulu Suho, aku akan mengatakan sesuatu setelah mandi." Ucap Siwon memberikan Suho pada Kyuhyun lalu dia naik ke lantai atas.
"Ahjumma, tolong bawa ini ke dapur." Pinta Kyuhyun lalu membiarkan bingkisan berisi buah itu di meja ruang tamu. Kyuhyun membawa Suho ke kamarnya, terdengar Siwon yang tengah mandi.
"Sayang, sudah malam. Kau harus tidur, oke?" Kyuhyun menidurkan Suho ditengah-tengah lalu dia mulai memberikan Suho asi. Suho yang tadi menolak pisang, tidak menolak saat Kyuhyun memberikannya susu. "Kau ini mirip dengan Daddymu!" Kyuhyun jadi tersenyum kalau ingat kata-kata Ryeowook. "Siwon akan membantu menguras." Apa-apaan Ryeowook itu, memangnya Kyuhyun mau dikuras oleh Siwon.
Kyuhyun tersenyum lagi lalu mencium pipi anaknya, "Chubbynya kau BabySu." Terlihat Suho yang mulai mengantuk dan perlahan menutup mata walaupun bibirnya masih aktif menghisap nipple Kyuhyun. Walaupun matanya tertutup, gerakan bibirnya masih terlihat bersemangat.
"Apa BabySu sudah tidur?" Tanya Siwon yang keluar dari kamar mandi dengan memakai piyama.
"Iya, dia baru menutup mata. Kau jangan berisik ya, Siwon." Jawab Kyuhyun sambil memperingatkan. Siwon mengerti lalu dengan pelan-pelan berjalan menuju meja rias lalu menyisir rambutnya. Kyuhyun hanya tersenyum saja melihat tingkah suaminya, tidak perlu berjalan seperti pencuri juga kan?
"Dia sudah melepaskan hisapannya, itu artinya dia sudah tidur pulas." Ucap Kyuhyun melihat Suho tidak lagi menghisap dadanya. "Kau tidurkan di boxnya saja sayang, aku takut malam ini ranjang kita akan bergoyang." Goda Siwon lagi. Kyuhyun berdecak walaupun dia memang melakukan hal itu, perlahan dia mengangkat Suho lalu membaringkan buah hati tercintanya di dalam boxnya. Kyuhyun terlihat lega melihat Suho yang tertidur pulas.
Siwon memeluk Kyuhyun dari belakang, dia meletakan dagunya diatas bahu Kyuhyun. "Kyu, ada yang ingin aku katakan padamu." Ucap Siwon. Kyuhyun meletakan kedua tangannya diatas tangan Siwon yang berada dipinggangnya, "Apa yang kau ingin katakan?"
Siwon membawa Kyuhyun duduk di tempat tidur. Sebelum mulai bicara dia menalikan tali jubah tidur Kyuhyun agar tidak melihat dada besar Kyuhyun yang menggoda dibalik lingerie tipisnya. Kyuhyun sadar kalau dia belum membenarkan pakaiannya setelah menyusui Suho tadi, muka Kyuhyun langsung terlihat memerah.
"Sebenarnya kedatangan Sutradara Lee karena dia menawarkan kerjasama padaku." Ucap Siwon. Kyuhyun langsung ingat pada bingkisan tadi, "Dia memberikanmu bingkisan karena ada yang ingin dia lakukan denganmu?" Tebak Kyuhyun.
"Iya, dan ini berhubungan dengan bayi kita."
"Maksudmu apa, kenapa dengan Suho."
"Kau tahu kan kalau rumah sakit selama ini bekerja sama sekaligus menjadi pengawas bagi perusahaan kosmetik. Perusahaan itu menginginkan anak kita untuk menjadi model produk bayi mereka."
Kyuhyun terlihat kaget, "Maksudmu mereka ingin Suho menjadi bintang iklan?" Tanya Kyuhyun lagi sambil melirik Suho.
Siwon mengangguk membenarkan, "Iya seperti itulah. Bagaimana menurutmu, apa kau setuju jika Suho menjadi bintang iklan? Kalau kau tidak setuju, aku bisa menolak tawaran itu."
Kyuhyun malah tersenyum lebar, "Jika Suho jadi artis, pasti followersnya akan bertambah dengan pesat." Ucap Kyuhyun yang membuat Siwon sedikit memukul kepalanya, "Ya, kau ini malah memikirkan hal seperti itu." Siwon tidak mengerti dengan pikiran istrinya.
Kyuhyun hanya mengusap kepalanya, "Kau ini memangnya kenapa? Jika anak kita terkenal, akan membuat kita untung juga. Kita bisa membuka usaha sendiri, dengan Suho yang menjadi modelnya." Pikiran Kyuhyun mulai berkeliaran, "Atau mungkin akan banyak produk yang mensponsorinya, mulai dari bedak bayi sampai pakaian."
Siwon tidak tahan mendengar pemikiran istrinya yang seakan ingin menjual wajah anaknya agar mendapatkan barang-barang gratis padahal dia masih bisa bahkan mampu mencukupi kebutuhan Suho.
"Sepertinya aku tolak saja, aku tidak mau Suho menjadi pusat perbincangan orang-orang." Kata Siwon membuat Kyuhyun cemberut, "Ya, sebagai orangtua muda wajar saja jika aku berpikiran seperti itu. Lagipula aku suka sekali membagikan kegiatan yang Suho lakukan di sosial media. Dan sekarang hal itu bisa mendatangkan uang, kenapa kita harus tolak."
Siwon langsung mengecup bibir pink Kyuhyun, "Aku tahu apa yang ada dipikiranmu. Daripada kau memajang foto Suho secara gratis lebih baik menjadikan Suho model. Kita dapat uang untuk Suho kan?"
Kyuhyun tersenyum cerah lalu memeluk Siwon erat, sanking eratnya membuat tubuh Siwon terjatuh kebelakang dan terlentang dengan Kyuhyun yang berada diatasnya. "Terima kasih, sayang!" Kyuhyun mengecupi kedua pipi Siwon. Siwon tidak membiarkan saat Kyuhyun ingin menarik tubuhnya, Siwon menahan Kyuhyun.
"Sudah terlanjur dengan posisi seperti ini, kenapa tidak dilanjutkan saja." Ucap Siwon membuat wajah Kyuhyun memerah. "Ya, nanti Suho bangun." Kyuhyun memukul dada Siwon pelan. Siwon tersenyum lalu mendorong tubuh Kyuhyun yang masih diatasnya sampai terlentang disebelahnya, kali ini Siwon yang menindihnya.
"Kita tidak akan berisik seperti yang sudah-sudah." Goda Siwon membuat Kyuhyun semakin merasa wajahnya panas. "Jangan menggodaku, lakukan saja jika kau mau." Ucap Kyuhyun membuat senyum merekah diwajah Siwon.
"Benar ya, aku akan melakukannya." Siwon melepaskan tali di jubah tidur Kyuhyun yang berbahan licin itu. Kali ini terlihat lingerie tipis yang menutupi tubuh sexy Kyuhyun. Dada Kyuhyun yang besar karena sedang menyusui, perutnya yang kembali rata setelah usahanya menurunkan berat badan selama 4 bulan terakhir membuat Siwon hampir mimisan.
"Suho Mommy, kau memang mempesona!" Puji Siwon lalu mendaratkan bibirnya di bibir Kyuhyun.
Bibir Siwon menghisap bibir Kyuhyun, Kyuhyun mulai melengguh tertahan. Dengan cepat Kyuhyun langsung mengalungkan tangannya ke leher Siwon lalu mengusapnya pelan, sesekali meremas dan menarik-narik rambut Siwon. Kyuhyun mulai membalas setiap hisapan Siwon dengan antusias, mereka tahu jika mereka tidak akan berhenti sampai di situ karena hasrat mereka sama-sama sudah muncul.
Masih berciuman panas, Siwon berhasil meloloskan lingerie Kyuhyun dan melepas bra yang menutupi bagian tubuh atas Kyuhyun. Bibir Siwon terus berjalan sampai di dada Kyuhyun. Siwon mengecup nipple Kyuhyun, menjilat dan memainkannya dengan lidahnya sebelum ia memasukkannya ke mulutnya.
Kyuhyun mengerang atas permainan Siwon. Diraihnya kepala Siwon dan menekannya. Ia ingin Siwon mengulumnya lebih dari yang Siwon tengah lakukan. Kyuhyun sudah tidak sabar merasakan mulut dan bibir Siwon di setiap jengkal tubuhnya. Memang siapa yang membuatnya begini, Siwonlah pelakunya.
"Asimuuu... Keluarhh..." Ucap Siwon disela hisapannya, Kyuhyun sudah tahu karena dia merasakan hal itu. Kyuhyun menggeleng dan meminta Siwon terus melakukan hal itu. Rasanya berbeda saat Suho menghisap dan Siwon menghisap, jika Suho dia sama sekali tidak bisa terangsang.
Tangan Siwon turun menelusuri pinggangnya, sampai melepaskan panties Kyuhyun. Siwon meletakkan tangannya di butt Kyuhyun, memijatnya pelan sampai jarinya berjalan ke depan menemukan inti dari Kyuhyun. Siwon mengusapnya dengan penuh kasih, merasakan Kyuhyun yang sudah basah untuknya.
Tubuh Kyuhyun melengkung ke depan dibarengi erangan dari mulutnya. Kyuhyun memegang erat bahu Siwon dan ia baru menyadari Siwon masih mengunakan pakaian lengkap sedangkan Kyuhyun, ia sudah telanjang bulat. "Siwonnh... Jeball..." Erangnya. Siwon langsung melakukan hal yang sama, dia melepas piyama tidurnya lalu melepaskan juga boxernya. Terlihat jika miliknya sudah menegang akibat godaannya pada tubuh Kyuhyun.
:: Unexpected ::
Gangnam, Seoul at 04.20 AM.
Hari masih pagi, bahkan cuaca masih terasa begitu dingin. Terlihat seorang wanita tengah menaiki lift di dalam sebuah apartemen. Dia membawa koper hitam disebelah kirinya dan membawa ransel yang dipakai dipunggungnya.
Rambut wanita itu berwarna cokelat kemerahan sedikit bergelombang dibagian bawah rambutnya yang ia ikat setengah dengan menggunakan pita pink. Jaket kulitnya menutupi tubuh kecilnya yang terlihat semakin kurus sejak terakhir kali wanita itu meninggalkan Korea.
Sekarang dia sudah berdiri di depan pintu apartemen, dia menekan bel yang terdapat di sisi kiri pintu bercat cokelat tersebut. "Apa dia belum bangun?" Wanita itu melihat jam di ponselnya yang menunjukan pukul 5 pagi. Tentu saja di jam yang sepagi itu, penghuni apartemen belum membuka matanya.
Di dalam apartemen tersebut, terlihat seorang pria yang masih terlelap dalam tidurnya. Pria itu berambut gondrong dan memiliki kumis dan janggut tipis disekitar mulutnya. Apartemen itu terlihat berantakan yang mana terlihat panci tergeletak di lantai, bungkus makanan yang tidak pada tempatnya sampai pakaian yang berceceran. Mungkin orang lain akan menyebut ini sebagai rumah tanpa penghuni mengingat berantakannya rumah tersebut.
Tidak lama pintu terbuka, terlihat seorang pria yang baru terbangun dari tidurnya berdiri sambil mencoba mengumpulkan nyawanya. "Selamat pagi." Ucap wanita tadi membuat pria yang masih mengantuk itu membuka matanya dengan lebar-lebar, "Eunhyuk!"
Lee Eunhyuk berdiri dengan penuh percaya diri di depan Donghae yang menatapnya tidak percaya. Donghae menepuk pipinya sendiri untuk meyakinkan bahwa dia sedang tidak bermimpi. "Aww!" Dia merasakan sakit dipipinya tanda dia tidak sedang bermimpi.
"Apa kau tidak suka aku datang?" Tanya Eunhyuk karena Donghae hanya diam. Donghae langsung memeluknya, "Aku sangat senang, tapi aku masih belum percaya Hyuk." Ucap Donghae disela pelukannya.
Eunhyuk hanya tersenyum mendengarnya. Donghae patut berbangga hati karena saat sampai di bandara Incheon pukul 04.00 pagi tadi, Eunhyuk langsung pergi ke apartemennya. Donghae menjadi orang pertama yang Eunhyuk temui, bahkan ketiga sahabatnya saja tidak tahu kalau Eunhyuk pulang.
Setelah keterkejutan itu hilang, Donghae membawa Eunhyuk masuk ke dalam apartemennya. Dia membawakan koper Eunhyuk lalu mendudukan wanita itu di sofa, "Apa kau mau minum susu cokelat panas?" Tawar Donghae. Eunhyuk tidak menolak karena saat ini dia memang kedinginan.
Donghae langsung berjalan ke pantry, untung saja dia memiliki susu cokelat di dalam kulkasnya. Setelah memanaskan susu cokelat itu, Donghae menuangnya ke dalam cangkir dan membawanya ke tempat Eunhyuk menunggu. Eunhyuk memperhatikan sekeliling, dia beberapa kali menggelengkan kepala melihat keadaan Donghae dan rumahnya.
''Kapan terakhir kau membersihkan rumah dan mencukur rambutmu?'' Tanya Eunhyuk begitu Donghae datang dengan membawa minuman. Donghae hanya menggaruk tengkuknya dengan malu, ''Aku tidak ingat, aku hidup seperti orang mati belakangan ini.'' Jawab Donghae lalu duduk di depan Eunhyuk. Eunhyuk meminum susunya, kulitnya hampir beku karena berada di luar di pagi buta seperti sekarang.
''Apa aku mengganggu tidurmu?'' Tanya Eunhyuk begitu dia merasa lebih hangat. Donghae sejak tadi hanya menatap Eunhyuk dengan pandangan tidak percaya, ''Apa aku sedang bermimpi? Kau berada di depanku sekarang, aku masih belum percaya itu.'' Ucap Donghae.
Eunhyuk berdiri dari duduknya, ''Apartemen barumu cukup bagus namun sangat terpencil.'' Eunhyuk mengitari aparteman Donghae. Donghae memutar duduknya agar tetap bisa melihat Eunhyuk, "Ah iya, bagaimana kau tahu tempat tinggalku yang baru?"
"Itu tidak penting, aku selalu tahu apa yang aktor terkenal lakukan."Eunhyuk tersenyum lalu kembali duduk. Donghae jadi merasa aneh dengan sikap Eunhyuk, "Baru kali ini kau mengakui profesiku. Tapi kau salah, sekarang aku seorang pengangguran."
Eunhyuk terkejut mendengarnya, ''Bagaimana bisa? Sebelumnya kau seorang aktor hebat dan terakhir kau memiliki kontrak kerja bernilai milyaran won.'' Sebenarnya Eunhyuk berpura-pura terkejut.
''Bukankah kau bilang kau tahu semua tentangku? Bahkan setiap hari selalu saja ada artikel tentangku terakhir artikel yang dirilis pagi ini.''
''Artikel soal pernikahanmu?''
Mereka berpandangan. Donghae langsung menggelengkan kepala, ''Itu berita hoax, jika aku menikah, tidak mungkin aku tinggal di tempat ini dengan penampilanku yang sekarang.''
''Aku juga tidak percaya.'' Ucap Eunhyuk menatap ke arah lain untuk menyembunyikan senyumannya. Donghae menyadari itu lalu ikut tersenyum, dia berjanji akan merapihkan apartemen sekaligus mencukup rambut dan kumisnya.
Tiba-tiba Eunhyuk menatap lagi padanya, "Donghae-ah... Nanti siang aku ingin menjenguk Eommamu, apa boleh?" Tanya Eunhyuk, Donghae diam mendengarnya. "Jika tidak boleh juga tidak apa-apa." Ucap Eunhyuk cepat. Donghae tersenyum, "Tentu saja boleh, kenapa tidak. Sekarang kau tidur lagi saja, masih jam 5 pagi. Aku tahu tempat pertama yang kau datangi saat sampai di Korea adalah rumahku."
:: Unexpected ::
Ryeowook terbangun saat alarm membangunkannya. Dia tersenyum melihat boneka yang diberikan oleh Yesung saat kencan pertama mereka. Satu pesan masuk ke dalam ponselnya, pesan dari Yesung. Ryeowook membaca pesan yang Yesung kirim. -Kita sarapan bersama bagaimana? Aku tunggu kau di taman biasa.- Ryeowook membalas dengan mengiyakan ajakan Yesung.
Dia sudah tahu kalau Yesung itu cukup romantis. Mereka biasa sarapan di taman kota, setelah lari pagi bersama. Ryeowook mengganti baju tidurnya dengan celana training dan kaos lalu dia membasuh wajahnya dan menggosok gigi. Setelah selesai Ryeowook meninggalkan rumahnya dan pergi ke tempat janjiannya dengan Yesung.
Yesung sudah menunggu dengan sepedanya, hari masih pagi dan terasa dingin di kulit. Yesung tersenyum melihat orang yang ditunggunya berjalan kearahnya dengan senyum merekah di wajah kecilnya.
"Hallo." Yesung tersenyum lebar membuat Ryeowook tertawa, "Kau ini kenapa menatapku begitu." Ryeowook jadi malu karena Yesung selalu menatapnya. Yesung tersenyum mendengarnya, "Naiklah, kita akan berkeliling taman." Ryeowook kemudian naik ke atas sepeda Yesung, Yesung menggoel sepedanya dan membawa Ryeowook menikmati suasana pagi di taman.
Setelah mengelilingi taman, Yesung berhenti di salah satu bangku tepat dibawah pohon sakura. Pohon sakura yang lebat menambah kesejukan di pagi hari. "Sekarang kita sarapan." Yesung membuka kotak makannya lalu memberikan satu untuk Ryeowook, Ryeowook dengan senang hati menerima pemberian Yesung.
"Seharusnya aku yang membawakan sarapan untukmu, tapi akhir-akhir ini aku sibuk dan kita jarang bisa seperti ini." Ucap Ryeowook merasa menyesal.
"Ini bukan masalah, aku senang menyiapkan ini untuk kita. Aku sama sibuknya sepertimu, kita hanya bisa bertemu di hari libur seperti sekarang. Untuk itu aku ingin menghabiskan hariku bersamamu." Yesung berkata sambil menatap Ryeowook, Ryeowook jadi merasa deg-degan melihat tatapan itu.
"Kau benar, sejak kau berhenti dari cafe dan bekerja di perusahaan pamanmu... Kita memang sedikit jauh. Tapi aku bersyukur karena kita tetap bisa bersama seperti sekarang. Melihatmu satu minggu sekali saja, sudah membuatku bahagia." Ucap Ryeowook lagi.
"Sebenarnya aku lebih suka bekerja di cafemu atau membuka usaha sendiri sepertinya akan lebih menyenangkan."
Mendengar itu Ryeowook memiliki sebuah rencana, "Kita buat saja usaha sendiri, seperti membuat produk atau membuka Toko. Aku bisa meminta bantuan Hankyung Oppa, dia sangat berpengalaman soal dunia bisnis."
"Kau benar juga, kita membuka sebuah toko yang menjual produk atas nama kita sendiri. Apalagi sistem pemasaran sekarang ini sudah mudah, bisa lewat media sosial yang bisa menjangkau sampai ke seluruh dunia." Yesung semakin tertarik.
"Aku akan memikirkan soal ini, bagaimana kalau kita makan sekarang?" Ryeowook memasang wajah laparnya, Yesung tersenyum lalu membuka kotak makanan yang dibawanya. "Selamat makan!"
:: Unexpected ::
Sunday, Launch Time.
Suho memang calon model masa depan. Pergi keluar dari rumahnya saja Suho begitu terlihat stylish! Dengan kemeja putih dan celana pendek kotak-kotak membungkus tubuhnya yang gemuk dan menggemaskan. Mungkin jika Suho perempuan, sang Eomma akan lebih gila lagi dalam mendandani anak pertamanya itu.
Suho yang tampan Kyuhyun ajak ke cafe Ryeowook, tentu saja bayi kecil itu juga ikut nongkrong dengan orangtuanya. Kyuhyun dan Siwon menikmati waktu libur dengan double date bersama Ryeowook dan Yesung. Walaupun WonKyu sudah menikah, mereka membutuhkan waktu untuk bersenang-senang.
Walaupun hanya mengobrol dengan teman dan makan bersama. Kyuhyun dan Ryeowook sebenarnya biasa menghabiskan waktu weekend bersama Eunhyuk dan Heenim, tapi mau bagaimana lagi sekarang kedua sahabatnya itu tidak bisa hadir ditengah-tengah mereka.
"Jadi Suho akan syuting iklan? Daebak! Bagaimana bisa anak setengah tahun bisa menghasilkan uang." Kata Ryeowook tidak percaya, tapi Suho yang dibicarakan hanya sibuk dengan mainannya.
"Kau ingat Ryeowook, saat aku memposting foto Suho yang memakai baju polisi? Foto itu mendapatkan banyak like dan komentar. Aku rasa anakku memang berbakat menjadi model." Kata Kyuhyun membuat Siwon berdehem, "Dia masih kecil, biar nanti dia yang menentukan mau jadi apa." Kata Siwon.
"Sebagai orangtua kita juga wajib mengarahkan anak kita sesuai dengan bakatnya, jangan sampai apa yang dia inginkan tidak sesuai dengan kemampuannya." Ucap Kyuhyun lagi.
Siwon kembali menyanggah, "Tapi sayang, untuk anak sekecil Suho ini... Semua itu belum terlihat. Dia masih mencari jati dirinya, dia belum bisa menunjukan kemampuan apa yang dimilikinya. Anak sekecil ini hanya mengikuti apa yang orangtuanya berikan."
Yesung dan Ryeowook hanya saling pandang lalu kompak menggelengkan kepala melihat pasangan suami-istri yang sedang berdebat. Mereka jadi kasihan pada Suho yang pasti mendengar hal seperti ini sehari-hari.
"Untung kau tidak seperti Siwon sayang, kau selalu memiliki pemikiran yang sama denganku." Ucap Ryeowook bersyukur sambil memegang kedua tangan Yesung. Yesung menatapnya dalam, "Tentu saja, pilihanmu selalu sesuai denganku." Balas Yesung. Tentu saja pada saat pacaran memang biasa seperti itu tapi setelah menikah... Biasanya sifat aslimu akan keluar.
"Ya, Suho Eomma dan Appa, apa kalian tidak bisa berhenti bertengkar? Dan kalian pasangan baru, jangan bermesraan di depan bayi."
Kyuhyun dan Ryeowook yang mengenali suara itu langsung menoleh, "Eunhyuk!" Teriak mereka membuat Suho menatap Mommy dan Auntienya dengan wajah kesal. "Mommy dan Auntie membuat aku kaget, padahal aku hampir berhasil mengambil makanan dari atas meja."
Rupanya sejak tadi Suho yang duduk di kereta bayinya sedang berusaha mengambil makanan yang tepat berada di pinggir meja. Piring berisi spon cake lezat kesukaan Mommynya. Ternyata sifat suka makan Ibunya menurun pada Suho.
:: Unexpected ::
TBC.
Next Chapter : Syuting - Bulan madu - Kalahiran - Pesta.
Thanks for reading and review. Semoga FF kalian banyak yang review ya, yang silent readers mah jahat hahahaha
Monday, 170123.
