Chapter 13 Shock!
Tetsuya POV
Aku benar-benar frustasi menghadapi semua ini. Apakah aku benar-benar sudah menjadi keluarga atau bahkan kakak yang baik bagi Tetsuna? Atau apakah Tetsuna membenciku karena aku terlalu protektif padanya? Aku benar-benar sangat menyayanginya. Bahkan jika aku bukanlah saudara kembarnya bisa saja Tetsuna sudah menjadi kekasihku saat ini. Tapi itu benar-benar tak mungkin. Dengan semua kejadian yang terjadi setahun terakhir ini, benar-benar membuatku ingin menjadi orang yang tangguh. Kebenaran yang tiap kali ku dengar dari mulut Kise-kun atau bahkan petunjuk kecil yang keluar dari mulut Akashi-kun selalu membuatku berdebar dan berpikir kira-kira apa yang akan terjadi setelah ini.
Mengetahui bahwa Akashi-kun dan Kise-kun seorang iblis membuatku selalu berjaga, takut-takut mereka akan dengan mudah menyakiti Tetsuna. Apalagi Akashi yang mempunyai akses lebih karena saat ini ia menyandang status sebagai pelayan Tetsuna. Aku tak mengerti mengapa semua ini terjadi dan aku benar-benar harus mencari taunya.
Malam itu, aku benar-benar terkejut, aku pulang dari rumah Akashi-kun tanpa mendapat hasil apa-apa kecuali satu, sesuatu yang begitu syok membuatku bertanya-tanya. Kenapa alumni dari sekolahku lebih tepatnya mantan ketua tim basket SMA Teikou ada di rumah Akashi-kun, karena jelas-jelas ia tinggal sendiri di dunia ini. Ini mengungkapkan fakta bahwa Nijimura Shuzo juga adalah seorang bangsawan iblis yang mempunyai hubungan dengan Akashi-kun dan ini membuat kepalaku tambah sakit. Nijimura-senpai yang ku kenal adalah orang baik hati, berbeda sekali dengan orang yang kutemui kemarin di rumah Akashi-kun. Kali ini aku benar-benar harus mencari tau ada apa dengan semua ini.
-0-
Sudah tiga hari berturut-turut aku pergi ke rumah Akashi-kun untuk mendapat penjelasannya tapi ini benar-benar membuang waktuku. Faktanya aku hanya akan menemukan Nijimura-senpai yang akan terus mengusirku dengan cara yang sama, terlebih Akashi-kun juga sudah tak pernah datang ke sekolah. Aku tak tau harus bagaimana? Apakah aku harus meminta bantuan Kise-kun?
Setelah seharian membuat pertimbangan akhirnya aku memutuskan untuk meminta bantuan Kise-kun. Aku yakin Kise-kun pasti tau sesuatu tentang Nijimura-senpai. Ponsel yang ada di kantungku dengan sigap ku ambil dan mencari kontak si iblis kuning ini. Bunyi tuuutt… terdengar di seberang telpon membuatku sedikit menunggu. "Kise-kun, bisakah kau bertemu denganku malam ini di Maji burger?" aku tak ingin menerima jawaban tidak jadi aku sedikit memaksa, Kise-kun akhirnya menyetujuinya. Aku sedikit membuat alasan kepada Tetsuna bahwa aku akan belajar kelompok jadi ia tak lagi khawatir padaku.
Jam 7 malam, aku bersiap dengan pakaian kasual dan aku telah menyiapkan mentalku kalau-kalau Kise mengetahui kebenaran tentang Nijimura-senpai.
Terlihat si iblis kuning telah di duduk di pojok ruangan ditemani dengan secangkir kopi sambil memandang ke arah luar, saat ia melihatku memasuki kafe, ia langsung melambaikan tangannya dan tersenyum dengan sangat ceria. "Apa kau sudah menunggu lama?" ucapku pelan dengan mempertahankan wajah datarku. Ia menggeleng dan pergi sebentar untuk mengambil pesanan yang ia sudah pesan sebelumnya. Kini di hadapanku ada dua kentang goreng, dua burger dan dua minuman bersoda. Karena Kise adalah seorang model, ia bilang ini adalah traktiran, aku tak masalah.
Tanpa berlama-lama, setelah makanan yang tersaji sudah tersusun rapi di depan mataku. Aku menatap serius Kise dan mencoba membuat keadaan tetap rileks. "Jadi, ada apa kau tiba-tiba mengajakku bertemu-ssu?" wajahnya tak nampak khawatir malah terkesan sumringah. Jadi aku langsung menjawab pertanyaannya. "Apa kau mengenal Nijimura-senpai mantan ketua tim basket SMA Teikou?" ucapku. Kise-kun tertawa dan menjawab tentu saja ia mengenalnya karena Nijimura-senpai sangat terkenal. Aku memotong pembicaraannya. "Aku bertemu dengannya di rumah Akashi-kun kemarin dan ini pasti ada hubungannya dengan kalian kaum iblis, benar kan?" Kise merubah raut wajahnya, aku tau bahwa aku benar.
"Bagaimana bisa Nijimura-senpai berhubungan dengan Akashi-kun?" tanya Kise. Aku hanya menggeleng dan bertanya siapa sebenarnya Nijimura-senpai di dunia iblis. "Kau tau Tetsuyacchi? Nijimura-senpai adalah pangeran kerajaan veranda sebelum aku, aku tak mengerti saat itu kenapa dia mengundurkan diri tapi di bawah kepemimpinannya kerajaan veranda adalah kerajaan yang makmur. Dia adalah orang yang baik tapi juga tegas, dia bisa jadi sangat kejam saat dia marah. Pernah suatu kali ia membakar habis seluruh hutan di bagian timur tapi aku tak tau apa sebabnya." Aku sedikit berpikir. Sebenarnya ada apa semua ini? Ini semakin kompleks, masa lalu Akashi saja belum terungkap tapi sudah ada orang lain yang membuatnya tambah merepotkan.
"Apa yang harus kulakukan agar mendapat semua kebenaran ini?" ucapku pelan, sekarang aku benar-benar frustasi. Puzzle ini belum juga terungkap. Kise-kun terlihat sedih saat melihatku jadi aku mencoba tersenyum untuk tak membuatnya cemas.
"Kise-kun?" ucapku memantapkan hati dengan semua keputusan yang telah ku buat ini. "Bawa aku ke dunia iblis. Aku akan mengetahui segalanya disana." Kise-kun terdiam mungkin ia terlalu shock dengan semua yang kukatakan. Matanya begitu cemas, aku tau dia juga menderita jika kembali ke dunia iblis, tapi hanya ini satu-satunya cara untuk ku agar tau semua kebenarannya. Aku tak ingin Tetsuna celaka. Aku menatap mata Kise dengan serius berharap ia menangkap kesungguhan ku untuk melindungi adikku ini.
"Baiklah. Tapi ada syaratnya." Ucapnya. Aku mengatakan dengan tegas apa itu?
"Manusia hanya bisa berkunjung selama 2 jam di dunia iblis, jika lebih dari itu jiwamu akan terhisap disana." Aku mengangguk menunjukkan kesungguhan hatiku.
Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada ku, Kise terlihat berjalan pulang dengan raut wajah khawatir, sebenarnya aku sedikit tak enak selalu melibatkan Kise dalam hal ini tapi aku tau hanya dia satu-satunya orang yang dapat membantuku saat ini.
-0-
Aku benar-benar tak bisa tidur setiap malam, pikiran ku selalu membayangkan apa yang sebenarnya tujuan Akashi-kun? Sering sekali aku menonton film tentang iblis dengan akhir cerita yang bahkan aku tak ingin bayangkan. Setiap kali aku mencoba tidur, mimpi buruk itu datang. Kehilangan Tetsuna bukanlah hal yang ku inginkan. Aku tak ingin mimpi itu menjadi nyata, aku ingin mencegah semua itu terjadi. aku akan mengerahkan seluruh kemampuan ku untuk menjaga satu-satunya keluarga yang aku punya.
Hari yang ku tunggu-tunggu datang, pagi itu cuaca cukup mendung, bagaikan gambaran hatiku, tapi aku mencoba menjadi kuat, jika perlu aku akan memperlihatkan kepada orang lain bahwa sebenarnya mentalku lebih kuat dari pada fisik ku.
Aku telah membuat janji dengan Kise-kun untuk bertemu di taman di pusat kota. Kulihat Kise sudah menunggu ku duduk dibawah pohon yang cukup rindang. Aku melambaikan tangan sambil berlari kecil menghampiri Kise-kun, kupikir wajahnya sedikit khawatir, tapi aku mencoba meyakinkan Kise-kun bahwa aku sanggup menghadapi semua ini. Kise-kun menatap lurus ke mataku, aku sebisa mungkin menunjukkan wajah tak gentar agar ia percaya tekadku. "Apa kau sudah siap Tetsuyacchi?" tanya nya, dan aku dengan mantap menganggukkan kepalaku.
Kise-kun tiba-tiba menggandeng tanganku dengan erat dan pergi ke tempat yang lebih sepi di ujung taman itu, aku mengikutinya tanpa berkata apa-apa. Kise-kun berhenti di depanku, lalu kami berhadapan, setelah Kise-kun melihat ke kanan dan kiri mungkin memastikan tak ada orang yang melihat mereka, dengan begitu tiba-tiba sayap hitam yang sudah lama sekali tak ia keluarkan terbentang begitu besarnya. tubuhku sedikit gemetar, walaupun ini bukan yang pertama kalinya aku melihat sayap besar milik Kise-kun, hatiku masih menjerit ketakutan tiap melihat sayap-sayap sialan itu.
Kise-kun menggendongku ala bridal dan membawaku terbang setinggi mungkin, lalu ia membisikkan sesuatu semacam mantra yang bahkan aku tak bisa mendengarnya karena tekanan angin yang cukup kuat disekitarku. Beberapa detik kemudian, lubang hitam besar muncul seperti menghisapku ke dalamnya. "Peganganlah Tetsuyacchi, ini akan sedikit menyakitkan." Aku menguatkan peganganku di bahu Kise-kun, Kise-kun pun semakin erat memeluk ku. Aku percaya ia akan melindungiku saat perjalanan menuju dunia iblis. Rasa sesak di dadaku begitu menyakitkan, seakan tak ada oksigen, aku benar-benar sulit bernafas, tulangku terasa remuk semua, seakan tiap rusuk ku patah. Aku memejamkan mataku saat merasakan semua penderitaan ini, berharap cepat berlalu.
Tak sampai beberapa menit, Kise-kun berteriak padaku untuk membuka mata. kini kami ada di langit dunia iblis. Aku mengedarkan pandanganku melihat seperti apa sebenarnya dunia iblis. Jika aku bisa menggambarkannya ini lebih seperti dunia dongeng yang suram. "Langit disini selalu gelap, Tetsuyacchi." Ya memang benar tak banyak warna yang bisa kulihat di sini, warna abu-abu, hitam ataupun kelabu yang terlihat.
Kise-kun masih membawaku diantara sayap hitamnya. "Itu dia Kerajaan Veranda." Kise-kun menunjuk sebuah istana yang begitu megah, beda sekali dengan pemandangan tadi. Kerajaan Veranda memiliki warna yang cantik dan elegan tapi kesan menyeramkan juga terlihat dengan dominasi warna merah marun dan emas.
Kise-kun menurunkanku di pinggir hutan yang sebenarnya ini tak layak sekalipun di sebut hutan. Tak ada pohon, hanya duri-duri kecil dan akar yang semrawut yang kulihat. "Jadi apa rencanamu Tetsuyacchi? Kita hanya punya waktu dua jam." Aku sedikit berpikir sambil menopang dagu dengan salah satu tanganku. "Kise-kun, sebenarnya aku masih belum menyusun rencana apapun." Dengan jawabanku, Kise-kun hampir saja merubuhkan salah satu pohon disana. "Apa maksudmu?" teriaknya cukup keras. "Kau mempertaruhkan nyawamu disini sedangkan kau tak memiliki rencana apapun-ssu. Jangan bercanda Tetsuyacchi. Kau benar-benar membuatku stress." Aku tak bisa menampik bahwa ini salahku juga. Aku benar-benar tak merencanakan apapun.
"Kise-kun, menurutmu apakah ada seseorang yang tau betul seluk-beluk mengenai Kerajaan Veranda ini?" Kise-kun terlihat mondar-mandir dan juga berpikir keras. "Sepertinya ada satu orang yang bisa kau temui. Ikuti aku." Kise-kun memimpin jalan. Aku beruntung untuk meminta tolong padanya, aku benar-benar tidak salah memilih orang. Aku yakin Kise-kun mengetahui tempat ini dengan baik, buktinya kita terhindar dari semua penjaga di Kerajaan ini sampai kita tiba di suatu tempat.
"Dapur kerajaan?" tanyaku meragukan. "Apa yang akan kita lakukan disini? Mencuri makanan?" aku benar-benar tak habis pikir kenapa aku di bawa ke tempat seperti ini. Hampir saja aku mengumpat, saat Kise-kun menutup mulutku dengan tangan besarnya. "Jangan berisik Tetsuyacchi." Aku hanya bisa menunduk dan berkata maafkan aku.
Tapi ini sangat aneh, dapur kerajaan ini benar-benar sepi. Aku tak mengerti dimana semua pelayan kerajaan. Kise-kun menarik tanganku dan membawaku ke suatu ruangan yang lebih dalam, seperti perpustakaan dan ruangan ini cukup berwarna dengan lampu warna-warni di beberapa sudutnya. Aku berkeliling melihat deretan buku yang sangat banyak menjulang sampai ke langit-langit. Saat aku sedang melihat-lihat, hampir saja jantungku copot saat melihat seorang nenek yang berdiri di sampingku. "Kise-kun…" nenek itu hampir saja teriak lalu menangis setelahnya. Kise-kun langsung memeluk si nenek. "Lama tidak berjumpa fumio-san."
"Kemana saja kau pangeran nakal, kenapa kau tiba-tiba menghilang?" nenek yang di sebut Kise-kun sebagai fumio-san itu tampak sedikit senang melihat kepulangan Kise.
"Maafkan aku, aku akan memberitahumu nanti kemana aku pergi selama ini. Tapi sekarang ada hal yang lebih penting. kau harus membantuku. Waktuku tidak banyak." Nenek itu tampak mengangguk dan melihat ke arahku.
"Jadi siapa pemuda disana?"
"Perkenalkan dia adalah Kuroko Tetsuyacchi, dia adalah temanku, dia datang dari dunia manusia.." hampir saja aku terlonjak saat nenek fumio berteriak. "Apaaa? Kenapa kau membawa manusia ke dunia ini. Kau tau apa akibatnya kan?" Kise menjelaskan bahwa kami memiliki masalah di dunia manusia.
"Tetsuyacchi, ini adalah fumio-san. Dia adalah kepala koki di kerajaan veranda tapi tugasnya hanya mengawasi saja-ssu. Fumio-san ini orang yang bekerja sangat lama di kerajaan ini dan aku yakin seratus persen ia mengetahui apapun yang akan kau tanya." Jelas Kise-kun membuatku menganggukkan kepala. Setelah mendengar Kise-kun aku dengan tanggap menjelaskan kedatanganku.
" Ano.. maaf sebelumnya Fumio-san telah merepotkanmu." Tak seperti dugaanku, fumio-san sangat ramah. "begini, jadi adikku telah mengikat kontrak dengan seorang iblis dari sini tepatnya adalah Akashi Seijuurou-kun. Aku datang kesini untuk mencari tau masa lalu Akashi-kun dan juga ini ada kaitannya dengan Nijimura-senpai. Bisakah kau beritahu padaku apapun yang kau tau tentang mereka?" Fumio-san sedikit tersentak saat aku menyebut nama itu dan aku yakin ia mengetahui semuanya.
"Kupikir kau benar-benar dalam masalah nak." Ucapnya membuatku sedikit takut.
"Bisakah kau menceritakanku semuanya, aku hanya memiliki waktu satu jam setengah lagi." Ucapku dan fumio-san pun mengangguk. Aku saling memandang dengan Kise-kun dan mengangguk bersamaan tanda siap aku mendengarkan cerita fumio-san.
-0-
*sudut pandang berubah menjadi Fumio pov*
Kira-kira dua tahun yang lalu, saat kau-Kise- meninggalkan kerajaan. Semua benar-benar kacau tanpa pemimpin. Karena tak ada pemimpin ini menjadikan kerajaan bisa saja di ambil alih. Jadi saat itu, tetua yang ada langsung memilih pangeran selanjutnya saat itu kandidat yang paling mungkin menjadi pangeran adalah Akashi-kun. Aku merasa di bawah kepemimpinannya masa keemasan mungkin saja akan terjadi lagi. Akashi-kun adalah orang yang sangat baik. Ia memiliki hati yang lembut tapi juga tegas, ia juga sangat menyayangi rakyatnya. Mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Tapi itu tak bertahan lama.
Saat itu tengah di adakan pesta untuk umum, Akashi-kun juga terlihat sangat bahagia. Terlihat juga Nijimura-kun datang. Bisa di bilang Nijimura-kun sudah seperti kakak bagi Akashi-kun. Pesta pun berjalan cukup lancar tapi sampai saat itu datang. Akashi-kun tampak kelelahan dan tidak bisa melanjutkan pesta jadi ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Saat itu aku ingin membawakan obat untuk Akashi-kun tapi aku melihat Akashi-kun yang sedang menguping pembicaraan ayahnya. Aku yang melihat Akashi-kun seperti itu memperhatikan gerak-gerik Akashi-kun dan juga ayahnya yang sedang bicara dengan orang lain.
"Akhirnya Akashi bisa menjadi pangeran. Tak sia-sia aku membunuh keluarga Ryota, sayangnya ia tak sempat ku bunuh juga. Pengecut sekali anak itu, andai saja bisa kubunuh juga." Kulihat tubuh Akashi-kun bergetar dengan hebat. Ia hampir saja tak percaya perkataan ayahnya. Saat itu entah kenapa, Akashi-kun langsung mengeluarkan pedangnya dan di acungkan ke arah ayahnya sendiri. "Brengsek! Aku tak percaya, kau membunuh keluarga Ryota demi menjadikanku seorang pangeran?" ayah Akashi-kun tidak terlihat takut sama sekali walaupun mata pedang hampir saja menyentuh wajahnya. "Iya, karena aku sangat kecewa, kenapa kau tidak bisa mengalahkan Ryota di pemilihan sebelumnya dan menjadi pangeran? Dan saat kau menjadi pangeran, kau malah mengacungkan pedangmu padaku? Dasar anak hina, kau tak tau terima kasih." Ayah Akashi-kun berkata dengan sangat tenang. Akashi-kun pun tidak terlihat takut melawan ayahnya sendiri. "Untuk apa aku berterimakasih padamu."
"Apa yang bisa kau lakukan sekarang? Keluarga Ryota telah berubah menjadi debu."
"Kalau begitu aku akan merubahmu menjadi debu. Kau pikir aku mau menjadi pangeran dengan cara kotor seperti itu?" setelah Akashi-kun mengucapkan itu, aku melihat keduanya bertarung hebat, antara ayah dan anak. Sampai akhirnya kulihat ayah Akashi-kun lah yang kalah dengan tebasan terakhirnya.
Kulihat dari kejauhan Nijimura-kun datang. "Akashi! Apa yang kau lakukan terhadap ayahmu?" teriaknya sambil mendekap ayah Akashi. Terlihat dari jauh ayah Akashi hanya mengatakan bahwa Nijimura-kun lah yang harus menjaga Akashi sepeninggal ayahnya.
Aku sangat sedih melihat Akashi-kun seperti itu padahal Akashi-kun adalah pemuda yang sangat baik dan penolong. Tapi ia harus menghadapi ujian seperti itu di usianya yang masih muda. "Apa yang kau lakukan terhadap ayahmu? Katakan padaku! Kau tau apa akibatnya jika melakukan itu hah?!" aku melihat Nijimura-kun mencengkram baju yang di kenakan Akashi. Tapi Akashi menepisnya sambil berteriak. "Kau tau? Ayahku membunuh keluarga Ryota agar aku bisa menjadi pangeran. Aku tak bisa terima itu. Kaum iblis juga punya derajat tinggi. Aku siap menghadapi hukuman apapun." Seminggu setelah kejadian itu, Akashi-kun mendapat hukuman di buang ke bumi untuk menjalani masa hukumannya. Ayah Akashi adalah salah satu petinggi di kerajaan Veranda maka dari itu hukumannya cukup berat. 7 tahun tinggal di bumi sebagai pelayan manusia, ia tak akan di izinkan menginjakkan kakinya di kerajaan veranda dan ia akan menjadi rakyat biasa yang akan selalu di hina oleh orang-orang ketika ia kembali ke dunia iblis ini. Nijimura-kun lah yang akhirnya ikut ke dunia manusia untuk menjaga Akashi.
-0-
*kembali ke sudut pandang Tetsuya*
Kulihat Ryota sedikit mengeluarkan air mata, aku tau ia menangis karena ia mengetahui pelaku pembunuhan keluarganya. Aku yakin hatinya saat ini sedang berkecamuk. "Maafkan aku tak mengatakan ini sebelumnya Kise-kun. Aku ingin memberitahumu tapi kau telah menghilang dan aku tak tau harus mencari mu kemana." Jelas fumio-san. Kini aku tau semua kebenaran Akashi dan ini sedikit mencengangkanku. Cerita fumio-san benar-benar panjang dan itu menguras waktu ku. Kini aku hanya mempunyai waktu 20 menit untuk bisa keluar dari dunia iblis. Tiba-tiba nafasku sudah mulai tersengal, ku yakin ini pertanda aku harus cepat-cepat kembali.
"Tetsuyacchi, sepertinya tubuhmu tak bisa menahan selama dua jam." Kise-kun benar-benar mengkhawatirkanku padahal aku tau dia pun baru mendengar kabar yang menyesakkan. Menurut Kise-kun aku harus cepat-cepat pergi dari sini. Jadi aku mengambil tindakan untuk pamit dari Fumio-san dan meminta Kise-kun untuk cepat-cepat membawaku kembali.
Setelah keluar dari kerajaan, Kise-kun langsung membopongku dan terbang secepat kilat untuk membuka portal. Ini sungguh di sayangkan padahal jika tubuhku tidak menghalangi aku masih punya sedikit waktu untuk menanyai Fumio-san.
Tubuhku sedikit di guncang, ketika aku bangun mengetahui bahwa kami ada tempat awal kami berangkat. Aku berusaha mengatur nafasku. Ini benar-benar menyakitkan. "Kau tak apa Tetsuyacchi?" Kise menatapku khawatir. Aku hanya menggeleng dan berkata tidak apa. "Kise-kun, aku ingin kau menjawab dengan jujur pertanyaanku." Aku benar-benar harus mengetahui ini. "Apa dampak bagi si manusia saat mengikat kontrak dengan iblis?" Kise terlihat menenggak ludahnya membuat aku tau bahwa ini adalah hal yang tak ingin ku dengar.
Tetsuya Pov End
-0-
"Loh Tetsuya-nii bukankah kau bilang ingin bertemu dengan Kise-kun. Kenapa kembali lagi?" tanya Tetsuna saat aku kembali ke rumah. "Aku sudah bertemu dengannya." Ucap Tetsuya sambil melangkah mengambil segelas air yang ia ambil dari keran. "Tapi kau baru saja pergi langsung kembali lagi." Tetsuya melirik jam, ternyata benar apa kata Tetsuna, menitnya sama saat ia pergi keluar. Ini berarti dua jam di dunia iblis tak akan berpengaruh apa-apa di dunia manusia.
"Tetsuna, apa ada yang ingin kau makan?" Tetsuna sedikit aneh dengan perkataan Tetsuya, ada apa sebenarnya dengan kakaknya ini, menjadi aneh saat pulang ke rumah. Tetsuna menggeleng, "Baiklah, sepertinya aku akan istirahat di kamar." Tetsuya pergi meninggalkan Tetsuna tanpa mendengar jawaban dari adiknya. Terlihat frustasi, kini pikiran Tetsuya bergemuruh, berkecamuk dan bingung. ia tak tau apakah mendengar jawaban Kise adalah pilihan yang benar.
-Flashback on-
"Apa kau benar-benar ingin mengetahuinya?" Tetsuya mengangguk. "ketika seorang manusia membuat kontrak dengan iblis dalam kasus ini Akashicchi dan Tetsunacchi. Akashicchi yang sudah melayani Tetsunacchi selama ini telah membuat Tetsunacchi bahagia tapi saat kontrak itu selesai Akashicchi akan meminta timbal balik dari semua perlakuannya selama ini, akan ada hal yang diambil dari Tetsunacchi entah itu raga atau jiwanya-ssu. Itu tergantung dari seberapa lama ia menjadi pelayan, ada yang hanya diambil penglihatannya saja sampai ada juga yang diambil jiwanya-ssu" Tetsuya yang mendengar itu hampir saja tersedak dengan ludahnya sendiri. Ia tak tau bagaimana harus merespon Kise. "Lalu apakah ada cara untuk membatalkan kontrak itu Kise-kun?" Kise menggeleng membuat Tetsuya benar-benar kecewa. "Sayangnya tidak ada." Tapi tak lama kemudian Kise yang tadinya menunduk menjadi menegakkan wajahnya. "ada satu cara Tetsuyacchi untuk membatalkan kontrak-ssu."
"Apa itu?"
"Jika salah satu pihak mati lebih dulu sebelum masa kontrak habis. Dalam hal ini, itu berarti kau harus membunuh Akashicchi jika ingin Tetsunacchi selamat. Tapi, kita tidak tau-ssu apakah Tetsunacchi akan benar-benar diambil jiwanya."
"Tapi Kise-kun tetap saja akan bagian dari diri Tetsuna yang akan diambil dan aku tak mau itu. Kurasa aku harus membunuh Akashi-kun bagaimana pun caranya?"
-Flashback Off-
Dan kini Tetsuya tak mengerti, apakah ia harus membunuh iblis yang kini sudah ia anggap sebagai temannya itu? Akankah ia berubah menjadi pembunuh? Pikiran itu yang selalu saja terlintas di benaknya kini. Dan Tetsuya memilih untuk pergi ke alam mimpi, berharap ia akan mendapat solusi atas masalahnya ketika ia bangun.
TBC
Kaze: maaf banget baru bisa lanjut, salahkan karena kena wb yang berkepanjangan. Huhu. Silahkan menikmati chap ini. Mungkin paling banyak tiga chapter lagi bakal tamat.
