Summary : Len dan Kaito terlempar ke dimensi para peri tanpa sayap. Sebuah dunia berteknologi canggih yang tak kalah dengan dunia asal mereka. Apakah mereka bisa kembali ke dunia asal mereka atau selamanya terjebak di dunia asing ini?


"Vocairy no Sekai"

.

Disclaimer!

Vocaloid bukan milik ku. Singkat kan?

.

Warning!

Like usual... typos, typos, and typos.
(Yuki : kebanyakan typo... -_-)

.

Don't like? Must Like! Hahahaha...

#gue serius!

.


[ Normal PoV ]

Kerajaan Kagamine - 02.00 WVX...

Tap! Tap! Tap! Tap!

Suara langkah kaki menggema di lorong kerajaan. Kalau didengar dari suara nya, seperti nya pemilik suara itu terlihat buru-buru.

Tap! Tap! Tap! Tap!

Suara itu makin keras hingga membuat beberapa penghuni kerajaan bangun dari tidur nya. Namun bukannya menegur, tapi mereka malah mengambil earphone, headphone, bahkan sandalphone(?) dan memasang nya ke telinga masing-masing.

Tap! Tap!

"Hah... hah..." Si pemilik suara berhenti di depan sebuah pintu dan bernapas berat. Perlahan dia membuka pintu di depan nya dengan pelan, takut membangunkan orang yang ada di dalam ruangan itu.

*kriet*

"HYAAAAAAAAA-"

"HUAAAAAAAAAAAAAAAA!" orang itu berteriak kaget karena di depan nya telah berdiri si pemilik ruangan dengan kapak yang siap diayunkan ke wajah nya. "LEN! Asdfghjkl! Ini gue! Kaito! Kaito!"

"Huh? Kaito? Darimana kau?" tanya Len tanpa menurunkan kapak nya.

"Gue dari toilet, biasa... "Call of Duty", hehehe." Jawab Kaito tertawa gaje.

"Kau ini... Lain kali ketuk pintu dulu. Kalau saja aku tidak melihat wajah baka mu itu, pasti sudah ku belah jadi 2 kau." Ucap Len sambil menaruh kapak nya di belakang pintu.

"Gomen-gomen..." Kaito langsung masuk ke dalam dan tidur seketika.

Len yang masih di depan pintu mengusap mata nya sebentar lalu menutup pintu dan ikut tidur di...

'Tunggu dulu...' Len berhenti di tempat.

"Ah tidak, nanti aku diapa-apain lagi sama dia." Kemudian Len meringkuk di sofa dan terlelap.

-0o0-

Pagi hari nya...

"Hoaammm... Ohayõ Miku." Sapa Rin dengan eksotik pada sahabat nya dengan wajah mengantuk.

"Hmm... Ohayõ Rin-chwan..." Balas Miku yang juga terlihat mengantuk.

"Kau tidak bisa tidur juga?" tanya mereka bersamaan lalu mengangguk.

"Siapa sih lari-lari di lorong tadi malam! Kalau aku tahu siapa dia...!" seru Miku marah sambil membuat gerakan meremas-remas lalu meninju ke udara.

Kaito yang kebetulan berada di belakang Miku tiba-tiba merinding.

"O-Ohayõ..." Sapa Kaito.

"Ohayõ Kaito, Len." Balas mereka berdua.

"Kenapa dengan kalian? Kurang tidur?" tanya Len.

"Iya, gara-gara ada yang lari-lari di lorong tadi malam, aku tidak bisa tidur." Jawab Miku sambil mengusap mata nya dengan tangan Rin.

"Em, Miku. Itu tangan ku..." Ucap Rin sweatdrop.

"Oh..."

"Kalau yang lari-lari itu sih si BaKaito..." Ucap Len menunjuk Kaito tanpa ekspresi.

"Hehk?!" Kaito kaget dengan wajah berkeringat.

Tiba-tiba aura di sekitar mereka menjadi dingin mencekam.

"Kaito..." Panggil Miku dengan suara berat seperti orang kerasukan.

"Uh..." Kaito mundur satu langkah.

"Gawat! Miku mulai marah!" Seru Rin panik.

"Miku mulai marah!" Len ikut-ikutan.

"Mulai marah~"

"Mulai marah~"

"Mulai marah~"

"Mu-"

"DIAAAAAAAAAAMM!" teriak kakek-kakek penjaga toilet.

"Kaito, sebaiknya kau mulai berlari sekarang." Ucap Len tenang.

"Kenapa Len?" tanya Kaito heran.

"Itu..." Jawab Len sambil menunjuk ke arah Miku yang rambut nya sekarang terurai dan bergerak-gerak menjadi sembilan bagian.

'Kyû-...Kyûbi!' Kaito panik lalu berlari menyelamatkan diri.

"KEMBALI KAIITOOOOO!" teriak Miku mengejar Kaito.

Len dan Rin masih diam di tempat tak berkedip.

"Sebaiknya aku menyusul mereka." Ucap Len.

"Iya, ku harap Miku tidak menggunakan kekuatan nya-"

"Tsuchidõ : Tsuchiryû Sasuga (Earth Technique : Earth Dragon Piercing Fang)!" terdengar seruan Miku dari ujung lorong.

"Kyaaaaaaaa!" dilanjutkan dengan teriakan imut(?) dari Kaito.

"..."

"..."

Len, Rin, dan beberapa pengawal kerajaan sweatdrop masal.

"A-ayo..." Ajak Rin, Len mengangguk dan menyusul si BaKaito dan si BakeMiku. (Kaito : monster Miku? :D #digoreng)

3 jam kemudian...

"Su-sudah Miku... Aku menyerah! Menyerah" Kaito mengangkat kedua tangan nya ke atas.

"Huff!"

Len dan Rin menyusul di belakang mereka.

"Wah, pagi-pagi sudah semangat nih."

Len dkk. menoleh ke asal suara, "Rei-sensei!"

"Kita akan latihan 1 jam lagi. Bersihkan tubuh kalian dulu karena aku tidak ingin murid-murid ku berbau es krim..." Rei melirik Kaito. "daun bawang..." Rei melirik Miku yang blushing. "Jeruk dan monyet (HEY!)." Lanjut nya sambil menahan tawa.

"Haiiiiii'." Jawab mereka malas.

-0o0-

3 Jam selanjutnya...

Rei dengan sabar menunggu di Valley of The Beginning walau terlihat kesal.

'Mereka lama sekali...' Batin nya.

Kemudian terdengar suara beberapa langkah kaki dari arah belakang nya.

"Rei-sensei! Maaf kami terlambat, kami tersesat di Madagaskar." Ucap mereka kompak yang membuat Rei sweatdrop.

"Lain kali buat alasan yang jelas..." Ucap nya.

"Kita akan latihan apa Rei-sensei?" tanya Rin semangat.

"Pertama kita akan latihan menahan yang nama nya 'Psiessure' (1)."

"Huh?" jawab Kaito 'cemerlang'.

"Dalam pertarungan, musuh bisa mengeluarkan 'Psiessure' dengan cara memfokuskan kekuatan mereka di sekitar tubuh mereka lalu melepaskan nya dalam sekejap." Jelas Rei sambil menarik napas dalam lalu menghembuskan nya.

"!" secara tiba-tiba, tekanan atmosfer di sekitar mereka menjadi berkali-kali lipat sehingga membuat mereka sulit bergerak dan bernapas.

Kemudian tekanan atmosfer kembali normal.

"Itu tadi adalah 'Psiessure'," ucap Rei-sensei. "Dalam 2 jam ke depan, aku ingin kalian bisa menahan sekaligus membuat 'Psiessure' kalian sendiri. Sekarang lari 10 putaran! Setelah itu push-up, sit-up, back-up dan skot-jump masing-masing 100 kali!"

"Hai'!" jawab mereka kompak.

"Oh, dan untuk mu Len, masing-masing ditambah 100 kali!"

"Ha-NANIIII!"

-0o0-

Unknown Place...

Tap Tap Tap

Terlihat sebuah figur berdiri di depan pintu ruangan. Dia memiliki rambut pirang madu dengan mata biru safir yang terlihat menyala di dalam kegelapan. Figur itu mengangkat tangan kanan nya untuk mengetuk pintu.

"Aku tau kau ada di sana, masuk!" perintah seseorang dari dalam ruangan itu.

*cklek*

"Ring..." Panggil figur itu.

"Panggil aku Ring-sama!" potong Ring.

"..." Figur itu tidak merespon.

"Apa yang kau ingin kan?" tanya Ring datar.

Figur itu diam tak menjawab, tapi dari ekspresi wajah nya terlihat jelas apa yang dia ingin kan.

"Kalau kau tidak mau bicara, sebaiknya-"

"Sebenarnya apa rencana mu." Potong figur itu sambil mendekati meja yang ditempati Ring.

"Khukukuku, kau tidak perlu tau. Yang terpenting turuti saja semua perintah ku." Jawab Ring menyeringai.

"Justru itu aku ingin tau!"

Ring menatap figur itu tajam, seolah ingin menunjukkan siapa yang berkuasa di ruangan itu. Dan seperti menangkap maksud nya, figur itu diam dan menunduk.

"Kau seharusnya senang karena aku memberimu kebebasan di wilayah ini." Ucap Ring masih menatap figur itu tajam.

"Tapi-" Ucapan figur itu terpotong ketika KI (Killer Intent) membanjiri ruangan itu.

Tak mau kalah, figur itu juga mengeluarkan KI (Killer Intent) nya ditambah 'Psiessure' milik nya. Dua orang itu saling menatap tajam dan mengeluarkan kekuatan dalam masing-masing hingga meja kayu itu retak.

"Che!"

Figur itu menatap Ring tajam.

"Dengar, apa pun rencana ku kau HARUS mengikuti nya!"

"Kalau aku menolak?"

"Oh... kalau kau menolak..." kemudian Ring berjalan ke belakang figur itu dan membisikkan di telinga nya. "'Mereka' akan ku jadikan korban." Kemudian Ring pergi meninggalkan ruangan itu.

"Urgh..." Figur itu mengepalakan tangan nya hingga memutih.

'Ku harap aku bisa melakukan sesuatu...' Batin figur itu lalu pergi dari ruangan itu juga.

Di belakang jubah yang dipakai figur itu terlihat sebuah kaligrafi berwarna putih dengan garis tepi berwarna emas yang bertuliskan "Salju".

T~B~C

.


A/N

Hehe, gomen kalau pendek~ :D

Satu hari sebelum penyerangan tiba. Latihan yang dilakukan Len dkk. semakin keras dan intensif. Namun disaat yang sama, seorang figur di pihak musuh terlihat khawatir. Siapakah dia? Di pihak manakah dia? Apakah dia akan membantu penyerangan? Lalu di manakah para 'alien' itu? :D

(1) Psiessure (PSI Pressure) - Tekanan energi PSI/ESP yang bisa dihasilkan oleh para Esper dengan cara memusatkan energi mereka di sekitar tubuh mereka lalu melepaskan nya dalam sekejap ke segala arah atau pun ke tempat yang dikehendaki nya. Mirip seperti KI (Killer Intent) namun tidak memiliki aura membunuh. Biasa nya cara ini dilakukan untuk membuat musuh kaget dan membatasi pergerakan musuh. Semakin tinggi level seorang Esper, semakin kuat pula Psiessure yang bisa dihasilkan. 100% ide gaje! :D

Until then...

"BakAuthor Technique : REVIEW!"