DISCLAIMER ALL CHARA BELONG TO MASASHI KISHIMOTO
Genre : Romance/Drama/Angst/Tragedy
Warn : Typo(s), OOC, Sasuke as bad guy
Pair : Saso X Saku/One sided Sasu X Saku
xxx
Long time ago, there's a clown who's in love with the princess. But the princess already engaged with the prince. Then, the prince try to separated
the clown from the princess. What will happen?
Can their love destined to be together?
By Riku18
xxx
Hidden Feeling Behind Mask
Chapter 13
(Together Forever)
.
.
Sehari sebelum pertunjukan itu dimulai Sakura diminta oleh Mikoto untuk datang. Meskipun malas tapi dia datang juga ke rumah kediaman Uchiha, karena dia masih menghargai Mikoto sebagai seseorang yang sudah begitu baik padanya. Tapi ternyata di sana Sakura tidak menemukan siapa-siapa. Tayuya menjelaskan kalau pagi tadi Mikoto pergi menyusul Fugaku yang masih berada di Sunagakure bersama Itachi. Sakura hanya bisa menghela napas maklum. Akhirnya tanpa menunggu waktu lebih lama lagi Sakura segera berpamitan dan menitipkan salamnya untuk Mikoto kepada Tayuya.
Sakura berjalan keluar menelusuri pekarangan rumah Uchiha yang lebih besar dan luas dari miliknya. Namun langkahnya terhenti saat dia mendengar suara Sasuke yang sepertinya sedang berbicara dengan seseorang. Merasa penasaran dan didorong oleh insting, Sakura memutuskan untuk melihatnya.
"Aku ingin kau menghancurkan clown itu," kata Sasuke yang tampak begitu serius. Sepertinya pemuda itu memang sedang merencanakan sesuatu.
'Itu, kan Sasuke... Apa yang ingin dia lakukan? Benar dugaanku pasti dia memiliki niat yang tidak baik!' Sakura hanya bisa menggeleng-geleng dalam hati setelah mengetahui kalau Sasuke memiliki niat buruk. Ternyata pemuda itu memang belum berubah.
"Tenang saja, aku sudah punya rencana tersendiri untuk itu," balas seorang gadis yang beberapa waktu lalu mendatangi Sasuke di Sunagakure, Mei Terumi.
"Bagus. Kupercayakan semuanya kepadamu, Mei." Sasuke langsung tersenyum puas dengan jawaban dari gadis berambut coklat panjang itu.
Ternyata gadis yang bernama Mei itu sedang merencanakan sesuatu. Dia sudah memeriksa jadwal pertunjukan yang akan diadakan oleh para anggota sirkus itu.
"Aku akan melakukan sabotase pada alat-alat pertunjukan yang akan dia gunakan," timpal Mei sambil menyeringai licik.
Sakura yang mendengar pembicaraan kedua orang itu langsung tak bisa lagi menahan rasa amarahnya. Gadis itu segera keluar dari balik tembok.
"Sasuke! Ternyata dugaanku memang benar! Kau sama sekali tak bisa berubah!" Sakura yang terpancing emosi akhirnya melabrak Sasuke dan gadis itu. Keduanya langsung kaget melihat kehadiran Sakura.
"Sakura? Sejak kapan kau ada di sana?" Sasuke terlihat gusar saat melihat Sakura ada di sana. Wajah pemuda itu sedikit tegang.
"Aku sudah mendengar semuanya. Sekarang, apayang kau rencanakan, hah? Apa masih belum cukup kau melukai mereka?" Sakura tampak begitu marah sekali. Dia membentak dan menghardik Sasuke dengan emosi.
"Akan kulaporkan... Akan kulaporkan pada Hokage!" ancam Sakura dengan serius. Gadis itu akhirnya berlari untuk pergi dari tempat itu. Namun sayang, Sasuke dan Mei sudah keburu mengejarnya.
Kedua orang itu menangkap Sakura. Sasuke menahan gadis itu agar tidak beranjak kemana-mana. Bersama-sama dengan gadis yang bernama Mei, Sasuke menyeret Sakura masuk ke dalam rumah.
ooo
"Apa yang mau kalian lakukan? Lepaskan aku!" teriak Sakura sambil meronta-ronta untuk melepaskan diri.
Untuk sesaat keadaan di dalam rumah menjadi gaduh dan memancing beberapa orang pelayan keluar. Sakon dan Ukon datang untuk memeriksa penyebab suara berisik yang ternyata berasal dari Sakura yang sekarang sedang berteriak, meminta Sasuke untuk melepaskannya.
"Cepat tutup pintu!" perintah Sasuke kepada Sakon dan Ukon agar tidak ada seorang pun yang melihat keberadaan Sakura di rumahnya. Tanpa banyak bertanya, kedua pemuda itu segera melakukan apa yang diperintahkan Sasuke.
"Kalian tak akan bisa menutupi kebenaran, cepat lepaskan aku!" gertak Sakura yang masih berusaha untuk meloloskan diri meskipun usahanya sia-sia.
"Diam!" Sasuke yang kehilangan kesabaran tanpa sadar memukul Sakura. Membuat gadis itu terlempar dan membentur tembok hingga pingsan. Mei, Sakon dan Ukon langsung memucat melihat kejadian itu. Semuanya takut kalau sampai terjadi apa-apa pada Sakura.
"Astaga Sasuke! Kuharap dia tidak mati!" pekik Mei yang langsung menghampiri Sakura dan memeriksa keadaannya, "syukurlah dia hanya pingsan," desahnya dengan lega.
"Ck, merepotkan saja!" decih Sasuke sambil merutuk kesalahan dirinya sendiri.
"Jangan berdiam diri saja di sana! Cepat bantu aku membawanya ke sana!" balas Mei yang sekarang sedang berusaha untuk menggotong Sakura. Tampaknya gadis itu berniat untuk menyembunyikan Sakura ke salah satu ruangan kamar kosong yang ada.
Sasuke tak banyak bicara. Dia bergegas membantu Mei dan keduanya segera membawa Sakura ke dalam sebuah kamar yang berada di bagian belakang rumahnya. Setelah meletakkan Sakura di sana, Sasuke dan Mei bergegas keluar. Sasuke sengaja mengunci pintu ruangan itu agar Sakura benar-benar tak bisa keluar dari sana.
"Sakon, Ukon. Jangan katakan hal ini kepada siapa pun," kata Sasuke setelah keluar dan meminta kedua pelayannya untuk tutup mulut.
"Baik, Tuan Sasuke," jawab keduanya dengan patuh.
"Baiklah, Sasuke. Aku rasa kita sudah aman, kalau begitu aku pergi dulu untuk mengatur semuanya." Akhirnya Mei berpamitan pada Sasuke. Dengan gaya yang khas gadis itu sempat mengerling nakal pada Sasuke dan berlalu meninggalkan kediaman Uchiha.
Esoknya Sasuke bergegas pergi pagi-pagi sekali. Sementara Sakura terlihat baru bangun. Gadis itu melompat kaget saat menyadari dirinya pingsan terlalu lama. Dengan cepat dia bangkit dari tempat tidur dan berlari ke arah pintu.
Klek! Klek! Klek!
Gadis itu berusaha membuka pintu yang sepertinya terkunci dari luar.
Tok! Tok! Tok!
"Sasuke, buka pintunya! Sasuke!" Gadis itu menggedor-gedor pintu tersebut sambil memanggil-manggil nama Sasuke untuk membukakan pintu.
"Tolong jaga rumah dan pastikan Sakura tidak keluar dari kamar." Terdengar suara Sasuke yang sedang berbicara dengan seseorang dari balik pintu.
"SASUKE! BUKA PINTUNYA!" Sakura kembali berteriak lebih keras untuk memanggil Sasuke. Tapi tak ada respon sama sekali.
Gadis itu kemudian berlari ke arah jendela kamar dan melihat keluar. Dari sana dia dapat melihat Sasuke yang sudah menaiki kereta kuda dan hendak pergi. Sakura tahu sekali kemana pemuda itu akan pergi.
"SASUKE! SASUKE JANGAN PERGI! KELUARKAN AKU DARI SINI! SASUKE!" Sakura berusaha memanggil pemuda itu dari balik jendela namu percuma, pemuda itu tak menanggapinya dan segera masuk ke dalam kereta kuda.
Gadis itu berusaha membuka jendela kamar yang ditutup dengan terali besi dengan mengguncang-guncangkan besi-besi itu sekuat tenaga, berharap besi-besi itu bisa ditumbangkannya. Namun apa daya, tenaganya tidaklah kuat, dia hanya seorang gadis biasa.
"Kumohon... Keluarkan aku dari sini... Sasuke... " gadis itu mulai kelelahan. Tubuhnya merosot turun dan dia mulai merasa frustasi karena ketidakberdayaannya.
ooo
Sementara itu di pusat kota, keadaan sudah benar-benar ramai. Maklum saja, Minggu ini adalah pertunjukan sirkus yang terakhir jadi para penonton yang datang lebih banyak dari biasanya. Seorang clown dapat terlihat sedang berdiri di depan tenda sirkus. Gerak-geriknya menunjukkan kalau dia sedang gelisah.
"Dicari kemana-mana rupanya kau di sini?" seorang pemuda berambut orange muncul dari belakang dan menepuk bahu sang clown.
"Ah, iya... Aku hanya sedang mencari Sakura. Sejak tadi aku tidak melihatnya datang," jawab sang clown mengutarakan apa yang menjadi kegelisahannya.
"Jadi kau sedang menunggu gadis itu?" balas pemuda berambut orange yang bernama Pein sambil setengah meledek temannya.
"Aku... Aku sudah memutuskan untuk mengatakan semuanya padanya... " kata sang clown secara tiba-tiba.
"Memang sudah seharusnya begitu. Kau jangan khawatir, kami semua mendukungmu!" balas Pein sambil mengacungkan jempolnya. Dia dan anggota sirkus lainnya sudah mengetahui bagaimana latar belakang sang clown dan dia sangat mendukung langkah yang akan diambil oleh temannya itu dan berharap semuanya berjalan dengan baik tanpa halangan.
"Terima kasih... " ucap sang clown dengan tulus. Saat itu dia benar-benar sudah kehilangan kata-kata harus mengucapkan bagaimana lagi selain terima kasih sedalam-dalamnya.
"Sudahlah, jangan jadi sungkan begitu! Kita semua ini teman!" Pein langsung menepuk punggung sang clown dengan ceria. "Kau tenang saja, dia pasti datang! Lebih baik kita segera ke dalam untuk bersiap-siap bersama dengan yang lainnya," katanya lagi sambil menarik sang clown untuk masuk ke dalam tenda karena sebentar lagi pertunjukan akan segera dimulai.
ooo
Di sisi lain Sakura masih terkunci di dalam ruangan milik keluarga Uchiha. Gadis itu masih berusaha mencari cara untuk keluar dari ruangan tersebut.
"Sakon, di dalam ada Nona Sakura?" tanya Tayuya yang merasa yakin mendengar suara Sakura dari balik ruangan itu. Sepertinya gadis itu tidak tahu apa-apa mengenai kejadian yang dialami Sakura.
"Iya. Tuan Sasuke yang menguncinya di sana... " balas Sakon sambil menatap ke arah ruangan, tempat di mana Sakura disekap.
"Tayuya, Sakon! Kumohon tolong aku! Tolong bukakan pintu untukku! Aku harus pergi dari sini!" Sakura merasa seperti mendapat secercah harapan saat mendengar suara Tayuya. Tanpa pikir panjang dia segera berteriak dan meminta tolong, sambil berharap Tayuya bisa meluluhkan hati Sakon. Dia tahu kalau Tayuya memiliki sisi yang lembut.
"Maaf, Nona Sakura. Tapi perintah dari Tuan Sasuke tidak bisa dilanggar, jadi maaf... " balas Sakon dengan cepat. Dia sebenarnya merasa kasihan juga tapi dia juga tak ingin mendapat masalah.
"Kumohon... Biarkan aku pergi, aku harus menolongnya... Kumohon... " Sakura bersandar pada pintu sambil menangis dan memohon.
.
Sementara jauh dari sana pertunjukan sirkus yang pertama sudah dimulai. Sasuke yang memang sengaja pergi untuk melihat sudah berada di dalam tenda dan sedang duduk diantara penonton di bagian belakang bersama dengan Mei yang memang sudah berada di sana sejak pertama.
"Tak kusangka kau berani datang kemari," kata gadis itu sambil sedikit menyeringai saat melihat kedatangan Sasuke di sana.
"Aku hanya tak ingin melewati saat-saat seperti ini. Pasti akan menarik," jawab Sasuke sambil menatap tajam ke arah panggung.
Lalu di kediaman Uchiha, Sakura masih terus memohon untuk dilepaskan. Tayuya dan Sakon lama-kelamaan jadi merasa tidak tega juga melihat gadis itu terus-terusan memohon.
"Sakon, apa tak sebaiknya kita melepaskannya saja?" tanya Tayuya kepada Sakon yang masih diam tak bergeming. Tapi Tayuya tahu kalau saudaranya itu ingin sekali membantu Sakura, dia dapat melihat dari tangan pemuda itu yang terkepal begitu erat.
"Aku ingin, tapi... " kata-kata Sakon terhenti begitu saja. Dia tahu pasti akan sangat berat menerima konsekuensinya kalau sampai berani menentang perintah Sasuke.
"Kumohon! Bebaskan aku dari sini!" Sakura sekali lagi berteriak dan memohon pada kedua pelayan itu.
"Sakon, aku akan membebaskan Nona Sakura. Aku benar-benar tak tega melihatnya seperti ini!" akhirnya Tayuya bertindak. Dia segera berjalan menuju ruangan tersebut untuk membukakan pintu, sementara Sakon hanya diam saja tanpa melakukan apa-apa.
Cklek... !
Pintu ruangan itu akhirnya terbuka. Sakura langsung menghela napas lega saat melihat pintu itu terbuka. Gadis itu segera berdiri dan menghapus air matanya. Mata emerald Sakura terlihat begitu sembab karena terlalu lama menangis.
"Terima kasih Tayuya!" ucapnya sambil berlalu dari Tayuya. Gadis itu terlihat sangat tergesa, karena yang ada dipikirannya saat ini hanya satu, yaitu sang clown.
"Nona Sakura! Anda mau kemana?" Tayuya ikut berlari menyusul Sakura yang dianggapnya sedikit aneh. Gadis itu seperti menyimpan suatu ketakutan yang luar biasa.
"Aku harus segera pergi ke tempat sirkus itu! Aku harus menolongnya! Sasuke ingin membunuhnya dan aku harus bisa menghentikannya!" jawab Sakura yang hanya menoleh sesaat tanpa menghentikan langkah larinya.
"Kalau begitu, ikut aku!" balas Tayuya yang sepertinya berencana untuk ikut serta membantu Sakura.
Sementara itu di pusat kota pertunjukan ketiga sedang berlangsung dan hampir mencapai akhirnya. Sasuke terlihat sedang menonton dengan santai bersama Mei karena sebentar lagi akan ada pertunjukan yang tak terduga dan sudah dinantinya.
Di sisi lain Sakura seperti berpacu dengan waktu. Dia harus bisa sampai secepat yang dia bisa sebelum semuanya terlambat. Dia harus segera memperingati para anggota sirkus itu untuk berhati-hati karena apapun bisa saja terjadi apalagi kalau sudah ada campur tangan dari Sasuke.
Setelah melewati kurang lebih dari dua puluh menit akhirnya Sakura berhasil sampai di pusat kota. Setelah kereta kuda yang dinaikinya berhenti, Sakura segera melompat turun dari dalam.
"Maaf, aku hanya bisa mengantar sampai sini," kata Tayuya yang tak bisa ikut mengantar Sakura sampai ke depan tenda.
"Tidak apa-apa, aku mengerti. Terima kasih Tayuya!" balas gadis itu yang segera turun dari kereta kuda dan langsung berlari menuju tenda. Perasaannya benar-benar tak enak.
.
Sakura langsung berlari menerobos masuk ke dalam tenda tanpa tiket. Aksinya yang kebetulan dilihat oleh Hidan dan Pein membuat kedua pemuda itu bingung.
"Yang barusan masuk itu, Sakura kan?" tanya Pein yang sedikit ragu dengan penglihatannya.
"Aku rasa iya... " balas Hidan yang juga merasa tak yakin.
"Aneh... Kenapa dia terlihat begitu ketakutan? Wajahnya tampak gelisah... " Pein tampaknya dapat menangkap aura yang berbeda dari Sakura. Gadis itu benar-benar terlihat tegang dan gelisah seperti mencemaskan sesuatu. Tak mungkin kecemasan itu didasari karena takut terlambat untuk menonton, karena itu terlalu berlebihan. Hidan hanya mengangguk, merasakan juga keanehan yang ada pada Sakura.
"Kita ikuti saja," sambung Hidan yang bergegas ikut berlari masuk ke dalam tenda bersama Pein.
Di dalam tenda Sakura dapat melihat sang clown sedang memulai aksinya. Clown itu sedang menaiki tangga yang begitu tinggi. Dia yakin sekali kalau Sasuke sudah menyuruh perempuan itu untuk melakukan sabotase. Gadis itu akhirnya berusaha untuk masuk lebih ke depan, tapi sayangnya keberadaannya dilihat oleh Sasuke yang ternyata berada tak jauh darinya. Kontan pemuda itu langsung menggeram marah.
"Perempuan sial! Rupanya dia ada di sini!" ditatapnya Sakura yang sedang berusaha untuk maju ke depan dengan kesal. "Kau tunggu di sini, aku akan mengurusnya," kata Sasuke yang kemudian secara perlahan mengikuti gadis itu dari belakang. Sementara Pein dan Hidan yang melihat Sasuke membuntuti Sakura segera melakukan hal yang sama.
.
Sakura akhirnya berhasil sampai di bagian depan. Pada saat yang sama clown itu sedang berdiri di atas ketinggian mungkin kira-kira lebih dari 10 meter dan hendak melakukan aksinya dengan mengendarai sepeda roda satunya di atas sebuah tali. Mendadak Sakura merasa curiga, dia merasa ada yang tidak beres dengan tali itu.
"Hentikan... HENTI-" Sakura yang akhirnya sampai ke bagian depan berusaha berteriak untuk menghentikan sang clown yang akan melakukan pertunjukan. Namun sayang tiba-tiba saja seseorang membekap mulutnya dari belakang.
"Kau terlambat Sakura." Ternyata yang melakukannya adalah Sasuke. Pemuda itu kini tengah menyeringai seolah mendeklarasikan kemenangannya. Sakura tercekat saat menoleh ke belakang, tak menyangka kalau di belakangnya ada Sasuke. Saat itu juga Sakura ingin sekali menjerit, namun sayang jeritan itu tidak keluar dari mulutnya melainkan berasal dari para penonton yang tiba-tiba saja menjerit histeris.
"KYAAAAAAAAAA!" jeritan demi jeritan dari para penonton menggema ke seluruh sudut ruangan di dalam tenda tersebut.
Sakura yang mendengar jeritan itu langsung merasakan perasaan tidak enak. Perlahan-lahan dia melirik ke arah depan dan saat itu juga dia melihat tubuh sang clown sudah tergeletak di bawah. Satu tetes air matanya mengalir turun begitu saja dari manik emerald-nya.
'Tidak... Ini tidak mungkin! Tidak mungkin!' jeritnya dalam hati berusaha untuk menolak gambaran yang sedang dilihatnya saat ini.
"Sepertinya ini sudah berakhir," ucap Sasuke penuh dengan rasa kemenangan sambil melepaskan bekapannya dari mulut Sakura.
"Kau jahat! Lepaskan aku!" Sakura meronta dengan rasa penuh amarah, berusaha melepaskan diri dari Sasuke.
"LEPASKAN AKU!" Sakura dengan sekuat tenaga akhirnya berhasil menghempaskan Sasuke ke belakang. Pemuda berambut hitam itu tercengang karena tiba-tiba saja tenaga Sakura begitu besar, padahal dia yakin sedang memegang gadis itu dengan sangat kuat.
"Sakura tunggu!" Sasuke berusaha untuk menghentikan gadis itu tapi Sakura terus berlari menuju ke atas panggung. "Cih, kurang ajar!" desisnya yang menjadi emosi. Tiba-tiba saja pemuda itu mengeluarkan sebuah pistol dari balik jas hitamnya.
Sasuke mengarahkan pistol itu ke arah Sakura tapi untung sama Hidan dan Pein datang tepat waktu. Keduanya memegangi Sasuke dan terjadilah sedikit perkelahian di sana. Ketiga pemuda itu saling memperebutkan pistol hingga akhirnya Hidan berhasil menjatuhkan pistol tersebut ke bawah dan Pein menendang pistol itu jauh. Pistol tersebut terlempar ke atas panggung. Sasuke menggeram kesal dan frustasi yang kini tak bisa bergerak karena dipegangi oleh Hidan dan Pein. Saat itulah tatapan matanya teralih ke arah Sakura yang kini sedang menghampiri sang clown.
"Kumohon bertahanlah," kata Sakura sambil meraih tubuh sang clown yang terlihat tak berdaya itu.
"Aku tidak apa-apa... " balas sang clown yang masih bisa memasang senyuman di wajahnya yang kini sudah terlepas dari topeng yang biasa dia pakai. Kedua matanya masih terpejam dan dapat terlihat darah mengalir cukup deras dari bagian kepalanya.
"Sasori... " betapa terkejutnya Sakura saat melihat wajah clown itu. Ternyata sosok itu adalah Sasori, anak laki-laki kecil yang ditemuinya sepuluh tahun lalu. Sakura menangis saat melihat keadaan pemuda itu ditambah lagi dia baru mengetahui kalau Sasori selama ini ada begitu dekat dengannya. Mengingat hal itu membuat tangisnya semakin deras.
Tes... Tes... Tes...
Bulir-bulir air matanya mengalir jatuh ke wajah pemuda itu tanpa bisa dia tahan. Sementara Sasori yang merasakan air mata gadis itu jatuh ke wajahnya mulai membuka matanya secara perlahan.
"Sa... Sakura... " dalam keadaan yang terluka seperti itu, Sasori masih mencemaskan Sakura. Dia sangat terkejut saat mengetahui gadis itulah yang kini tengah memangku tubuhnya. Dia merasa sedih saat melihat Sakura menangis.
"Sakura... Kumohon... Jangan menangis... " tangan pemuda itu terangkat dan membasuh pipi Sakura yang basah.
"Kenapa... Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal?" tanya gadis itu dengan getir.
"Karena aku... Terlalu mencintaimu Sakura... " balas Sasori dengan suara yang mulai melemah. Sasori hanya mampu menatap Sakura dengan tatapan penuh kasih yang begitu dalam. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin dia katakan, hanya saja kata-kata itu tak berhasil terlontar dari mulutnya.
"Aku... " pandangan pemuda itu mulai kosong dan dia merasa kesadarannya mulai menghilang. Meskipun begitu dia tetap berusaha untuk menyelesaikan kata-katanya. "Aku minta maaf... " ucapnya yang mulai terisak hingga akhirnya dia sendiri menangis sambil merengkuh Sakura ke dalam pelukannya secara tiba-tiba.
Sakura membelai rambut pemuda itu dengan lembut dan memeluk punggungnya dengan rasa penuh kasih. Dia sendiri sama sekali tak pernah menyangka kalau pertemuannya dengan Sasori akan menjadi seperti ini.
"Tak apa Sasori... Menangislah... Karena aku akan menangis bersamamu... Aku akan selalu ada di sisimu... " ucap Sakura dengan begitu lembut sambil ikut menangis. Sementara orang-orang yang ada disekitar mereka sama sekali tak berani mendekat. Ratusan orang menjadi saksi cinta keduanya.
Pemuda yang selama ini selalu ramah dan selalu membawa kegembiraan untuk orang lain kini tengah menangis di dalam pelukan seorang gadis yang selama ini selalu dia cintai. Disaat semua orang menganggapnya sebagai seorang clown yang lucu dan jenaka dan terlihat tanpa beban, tak ada satu pun yang mengetahui kalau sebenarnya dia selalu menyimpan semuanya sendiri, dibalik topengnya sebenarnya dia rapuh, dia menangis dalam diam, dia merasakan rasa sakit, dia merasakan kesendirian yang dalam dan semua itu dia tutupi dengan topeng. Dia hanya ingin menjadi lebih tegar menjalani kehidupannya yang keras dan sebisa mungkin membuat orang lain merasa bahagia.
Dia tak seperti Sasuke yang terlahir dengan segala sesuatunya yang sudah sempurna. Sasori terlahir dalam keluarga yang biasa-biasa aja dan semuanya menjadi terasa begitu berat saat kedua orang tuanya meninggal karena sakit. Tapi pertemuannya dengan Sakura telah memberi semangat baru bagi hidupnya. Dia mencintai gadis itu dengan tulus meskipun dia sadar perbedaan mereka terlalu jauh. Sasori tak pernah menyangka kalau dia akan menangis lagi seperti ini di depan orang yang sama dan dalam pelukan yang sama. Hanya saja bedanya, kali ini Sasori merasa tak yakin kalau dia bisa bertahan. Rasa sakit di kepalanya begitu hebat dan dia merasakan kelelahan yang luar biasa.
Tangis pemuda itu kini sudah tak terdengar lagi, namun dia masih bernapas, dia masih memeluk Sakura dengan erat, namun pelukan itu tak berlangsung lama karena perlahan dia merasa begitu lemah. Pandangannya mulai kabur dan dia seperti masuk ke dalam dunia abu-abu. Sekelebat dia dapat melihat asap putih dan berkas-berkas cahaya yang berterbangan disekitarnya.
"Tapi aku senang... " ucap Sasori yang suaranya nyaris tak bisa terdengar, "karena pada akhirnya... Kau bisa menemukanku... Dan... mulai sekarang... Tidak akan ada lagi clown pembohong... " sambungnya dan bersamaan dengan itu pelukannya terlepas. Perlahan mata hazel beningnya mulai kehilangan sinarnya dan menutup.
Degh!
"Sasori... " seketika Sakura merasakan nyeri yang teramat sangat di dadanya. Dia tidak merasakan lagi tanda-tanda kehidupan dari Sasori yang masih dipeluknya.
"Aku mencintaimu, Sasori... " bisik gadis itu dengan lirih tepat di telinga Sasori. Dia tahu kalau pemuda itu telah pergi meninggalkannya, tapi dia yakin kalau suaranya masih bisa didengar oleh jiwa Sasori.
Sakura melepaskan pelukannya dari tubuh Sasori dan dengan sangat hati-hati sekali dia meletakkan tubuh pemuda itu di sana. Sakura kemudian berdiri dan berjalan pelan sambil menatap ke semua orang yang kini sedang melihatnya dalam diam. Dia dapat melihat banyak dari mereka yang ikut menangis. Kemudian pandangannya beralih ke arah Sasuke yang entah kenapa jadi terdiam seperti patung sambil menatapnya. Sakura menatap lembut kepada pemuda itu dan tersenyum. Saat itu Sasuke dapat merasakan tubuhnya seperti ditusuk oleh es yang begitu dingin dan tajam.
"Mungkin kau tidak pernah tahu apa itu cinta sejati... " kata Sakura yang kemudian membungkuk dan mengambil pistol milik Sasuke yang tadi terlempar ke atas panggung.
"Aku akan menunjukkan padamu apa arti dari cinta sejati yang sebenarnya, agar kelak... Bila kau menemukan cinta sejatimu, kau juga akan berjuang seperti aku," ucapnya lagi sambil tersenyum dan mulai mengangkat pistol itu perlahan-lahan dan mengarahkan pistol tersebut ke arah kepalanya sendiri. "Selamat tinggal Sasuke... " dengan sebuah senyum tipis gadis itu berjalan mundur dan berdiri tepat di sebelah tubuh Sasori berada. Kemudian dia memicu pelatuk dari pistol itu dan...
DOR!
Satu tembakan terdengar begitu nyaring di dalam tenda tersebut. Semua orang tampak shock dan tak ada satu pun yang mengeluarkan suara setelah melihat kejadian itu. Sasuke tampak yang paling begitu menyesal.
Pasangan itu meninggalkan dunia dengan tragis, namun saat itu semua orang menyaksikan dan bisa memastikan kalau keduanya pergi dengan bahagia karena Sakura dan Sasori pergi dengan tersenyum.
.
.
OWARI
Sasuke yang merasa bersalah akibat perbuatannya tak bisa memaafkan dirinya sendiri. Dia pergi meninggalkan Konoha dan di dalam perjalanannya dia mulai menuliskan kisah Sakura dan Sasori yang pada kemudian hari menjadi begitu terkenal dan selalu dipentaskan dalam banyak pertunjukan untuk beberapa abad ke depan.
The clown and the princess finally became together for eternity...
The End
.
A/N : Akhirnya cerita ini bisa selesai juga dan yah gw harap ini akhir yang bahagia dari sudut pandang Sakura dan Sasori. Buat yang penasaran sama lagunya, gw kasih tau sekarang sesuai janji. Judul lagunya Pierrot by Senka, silahkan di search. Dilagu itu mengisahkan sebuah cerita singkat mengenai seorang clown dengan seorang gadis bangsawan. Lagu aslinya sebenernya dinyanyiin sama Miku Hatsune cuma gw lebih suka versi Senka karena feelnya lebih berasa ditambah PVnya yang menurut gw keren dan bisa menyentuh.
Thanks buat yang mau meluangkan waktunya baca cerita pendek ini.
.
.
"Enjoy it".
