Qtalita
.
.
Wonkyu
.
.
...
WARNING :
FF ini berisi adegan memilukan :p sedikit kekerasan xD dan luka, jika tidak kuat lambaikan tangan ke kamera hihihihihi
FF ini berlatar adegan 5 tahun kemudian, Siwon is back.
...
"Hhhhh.."
Seorang namja melepas kacamata hitamnya, ia merenggangkan lengannya yang terasa kaku berjam-jam dalam perjalanan udara, tangan kirinya memijit tengkuknya yang terasa tegang.
"Akhirnya aku bisa pulang"
Siwon, namja itu tersenyum senang, 5 tahun ia berada di pengasingan, 5 tahun ia berada jauh dari kota kelahirannya, 5 tahun.. Ya 5 tahun tanpa Kyuhyun. Wajah sumringah Siwon berubah mengeruh, gelisah, beberapa menit lagi ia akan kembali ke rumah itu, rumah dengan segala kenangan yang sempat ia tinggalkan, rumah dimana cintanya menetap. Andai saja logika Siwon bisa memilih, ia lebih menginginkan pulang kerumah orang tuanya, tapi, egonya menang kali ini, ia begitu merindukan kyuhyun, ingin memeluknya, dan juga.. Siwon ingin menuntut sesuatu, menuntuk kehadiran Kyuhyun 5 tahun ini, tanpa kabar, tanpa tanda-tanda, Siwon tentu saja kecewa.
Tanpa Siwon tahu, siapa yang sebenarnya bersalah disini.
Siwon memilih tidak memberi kabar mengenai kepulangannya, bahkan ia mendahului pasangan Donghae dan Eunhyuk yang akan berangkat 2 hari setelahnya.
Kejutan, Ya Siwon ingin memberi kejutan untuk Kyuhyun. Bahkan Siwon sudah menyiapkan mimik wajah paling cocok jika berhadapan dengan Kyuhyun, membayangkan adik kecilnya itu memeluknya erat, menciumnya, atau bahkan..
Ah, wajah Siwon memerah, mengingat peristiwa 'kamar mandi' tempo waktu itu. ia menggeleng, tersenyum-senyum sendiri di atas taksi yang melaju pelan membelah kota Seoul.
"Kyuhyun-ah, aku pulang"
...
Kyuhyun dibuat kelelahan, ia mengusap wajahnya yang belepotan tepung, membasuhnya pelan karena beberapa serbuk mengenai kedua matanya.
PLUK
"Errrrrr" Kyuhyun menggeram, baru saja ia membungkuk di depan wastafel, kini punggungnya terasa dingin, basah, dan lengket. Seseorang terkikik dibelakangnya, melompat-lompat girang karena berhasil membuat kegiatan Kyuhyun terganggu. Kyuhyun berbalik, wajahnya masih basah.
"CHOI SUHO"
Suara Kyuhyun melengking memenuhi rumah. Sementara namja cilik berusia 5 tahun yang ia panggil Suho segera berlari menaiki tangga, lalu masuk kekamarnya, bersembunyi di bawah kolong ranjang, Kyuhyun mengejar anaknya itu.
Ya, anak, Choi Suho, bocah kecil berpipi menggemaskan itu anak dari seorang Choi Kyuhyun, Victoria yang merupakan sang ibu tengah mengikuti training penerimaan karyawan di salah satu perusahaan swasta di jepang, tinggallah Suho diasuh Kyuhyun, sang ayah.
Bocah kecil yang benar-benar aktif, sepanjang hari ini tidak satupun kata-kata Kyuhyun yang berhasil membujuknya, ia lebih senang bermain-main dengan adonan puding dan pancake yang akan Kyuhyun buat, satu-satunya mantra untuk membuat Suho menurut, hanya ucapan ibunya.
Dan tentu saja tidak akan berlaku seminggu ini.
"Suho sayang, kemarilah.. appa membawakanmu ice cream" Kyuhyun masuk ke dalam kamar dengan banyak ornamen pesawat, kamar yang berada di samping kamarnya, kamar milik Siwon yang ia bagi dengan Suho.
Ck, jangan mengira jika Kyuhyun dan Victoria berbagi kamar, sejak menikah hingga memiliki anak, Kyuhyun tetap berada di kamar Siwon, ia hanya memberi partisi kerang-kerang kecil untuk membatasi wilayahnya dan wilayah anaknya, beruntung kamar Siwon cukup luas, dan beruntung lagi, Suho adalah anak yang sering mengigau di malam hari, sehingga alasan 'menemani Suho tidur' tidak akan menjadi pertanyaan bocah itu kenapa orang tuanya berada di kamar yang berbeda.
"Appa belbohong" Pekikan muncul dari bawah kolong ranjang dengan sprei berumbai, Kyuhyun menyeringai, ia melepas sendal rumahnya di sisi kanan ranjang, sementara ia berjalan mengendap-ngendap ke sisi sebelahnya. Trik lama, dan Suho tidak pernah gagal untuk ditipu.
"Gotchaaa" Kyuhyun berteriak menang mendapati pergelangan kaki Suho, bocah itu tertawa keras saat Kyuhyun menggelitik telapak kakinya.
"Alla..alla.. cuho kelual appa" Ampunnya, Suho merangkak keluar, duduk di depan appanya dengan senyum lebar.
Kyuhyun membalas senyuman Suho, membersihkan debu di pipi Suho yang benar-benar mirip dengannya.
"Kajja, kita buat sarapannya"
Suho mengangguk, merangkak naik ke gendongan Kyuhyun, memeluk leher Kyuhyun erat.
"Lehel appa lembut"
"Benarkah?"
"Hu'um"
Kyuhyun terkekeh, bukan hanya Suho yang pernah memuji kulitnya, Siwon pun sama.
Siwon?
Kyuhyun menggeleng, sudah 5 tahun, dan Siwon belum kembali, bukankah itu berarti Siwon sudah melupakannya? AH, mengingat hal itu membuat mata Kyuhyun memanas, ia menghela nafas panjang. Menurunkan Suho di anak tangga terbawah. Kyuhyun kembali ke balik meja dapur, tempat adonannya yang tergeletak tak tersentuh, sementara Suho lebih memilih mengambil pedang mainannya serta topeng Zorro pemberian Changmin, ia melompat-lompat sendiri di ruang tengah.
Ting Tong Ting Tong
Bel rumah mereka berbunyi, Kyuhyun menyembulkan kepalanya dari balik dapur.
"Bial Cuho appa"
Kyuhyun kembali sibuk dengan pemanggangannya, Suho berlari ke arah ruang depan, berjinjit saat berada di depan pintu, memutar kenopnya dengan kesusahan.
Cklek.
"Nuguceyo?"
DEG
Sang tamu, Siwon, menatap bocah di depannya intens, bocah dengan topeng Zorro lengkap dengan jubahnya, bocah yang memiliki sinar mata seperti Kyuhyun, bocah kecil yang memainkan tangannya di kenop pintu.
"Suho, siapa itu sayang?"
DEG
Untuk kedua kalinya Siwon terkejut, suara itu, ia sangat mengenal suara itu, suara milik Kyuhyunnya, kekasih hatinya, ada rasa rindu yang menguap, serta tanda tanya besar setiap kali ia menatap Suho.
Apakah?
"Suho, siapa yang.."
Mematung. Siwon dan Kyuhyun mematung di depan pintu, darah berdesir di kedua kepala namja dewasa itu, Kyuhyun membeku, Siwon memandanginya dengan tatapan bertanya.
"Dia Ciapa appa?"
Langit Siwon serasa runtuh, Appa.. bocah kecil itu memanggil Kyuhyun dengan sebutan appa, tidak terasa Siwon melangkah mundur selangkah, begitu terkejut, tidak kalah dengan Kyuhyun, namja yang terkenal dengan wajah pucatnya itu kini menjadi dua kali jauh lebih pucat, Kyuhyun ingin berlari, ingin mendorong namja di depannya sekuat tenaga, tapi yang terjadi hanya diam, Kyuhyun menunduk, tersenyum pada buah hatinya, menggendong Suho, lalu menarik topeng di wajah kecilnya. Kyuhyun mencoba untuk tidak bergetar saat memandang Siwon lagi.
"Suho-ah, suho ingat appa memiliki seorang hyung bukan? Dia, hyung appa, panggil dia Siwon, Siwon Samchon"
Siwon menatap Kyuhyun lalu Suho, bocah itu tersenyum lebar, merentangkan tangannya meminta Siwon menggendongnya, Siwon membeku seakan semua sendinya sudah berkarat.
"Hyung.."
"Bukan Suho, Samchon, panggil dia Samchon, bukan hyung"
Suho menggeleng, lebih memilih memanggil Siwon dengan sebutan hyung. Siwon bergetar, terlalu lama kah ia pergi, matanya memanas, tentu saja, di depannya berdiri namja yang ia cintai, namja yang membuatnya bertahan selama ini, adiknya namun menjadi pengagumnya dalam satu waktu, Kyuhyun, Kyuhyunnya, miliknya, dan ternyata apa yang ia miliki sudah 'memiliki' hal lain. Siwon menggeram, menahan emosi untuk tidak jatuh dimatanya sekarang. Ia mencoba tersenyum, mengacak rambut Suho.
"Bisa hyung masuk?" Entah, entah Siwon berbicara pada siapa, Kyuhyun kah, atau Suho yang juga memanggilnya dengan sebutan hyung. Yang jelas, Kyuhyun masih berdiri di depan pintu sementara anaknya turun dari gendongan dan menarik jemari Siwon untuk masuk kedalam.
Kyuhyun meremas dadanya, 5 tahun ia berusaha untuk menghilangkan Siwon, seakan Siwon tidak akan pernah kembali lagi, seakan tidak ada ikatan darah diantara mereka, seakan Siwon sudha lenyap.
Lalu? Bagai simsalabim, Siwon muncul, di hari yang menurutnya terbaik dalam hidupnya. Kyuhyun tidak bisa bohong, rasa itu masih tersimpan rapi, tidak pernah memudar secara menyeluruh, dan itu semakin menyiksanya kini.
Kyuhyun menutup pintu rumahnya dengan bergetar, seakan masuk kedalam kandang singa, menyerahkan dirinya pada kesakitan terbesar. Kyuhyun menelan ludahnya, bukan hal baru jika Suho sangat mudah bergaul, tapi melihat anaknya bercengkrama dengan siwon malah menjadi hal yang menyakitkan bagi Kyuhyun.
"Ugh, cuho mau pipis"
Suho berlari ke kamar mandi, meninggalkan Kyuhyun yang berdiri di belakang sofa, dan Siwon yang duduk membelakanginya, Siwon tahu Kyuhyun berdiri di belakangnya, aroma tubuh namja itu sudah Siwon kenal, sejak mereka lahir, tumbuh bersama, dan mengalami rasa yang sama.
"Vic?"
"Jepang, pekerjaan"
Bahkan untuk menyusun kata mereka tidak mampu, ada kecanggungan luar biasa, Kyuhyun lantas menyenggol kursi makan hingga menimbulkan suara gemeretak yang cukup mengganggu, Siwon mengerti, 5 tahun tentu saja akan seperti ini. Ia hanya tidak mengerti tentang Suho, secepat itukah Kyuhyun melupakannya?
"Suho, dia"
"Anakku"
"Kau dan Vic?"
"Tentu saja"
Siwon diam, sebenarnya ia ingin mendengar jawaban lain dari mulut Kyuhyun, seperti anak angkat, atau anak Vic dengan namja lain, atau..
"Kamarmu dengan Suho"
Kyuhyun kembali ke dapur, berbalik membelakangi Siwon menghadap wastafel, membasuh apa saja yang ada disitu, menyibukkan dirinya agar tidak terlalu sering berpandangan dengan Siwon. Siwon menggumam, mengerti apa yang dimaksud Kyuhyun.
"Ciwon camchon"
Suho muncul, membuat Kyuhyun membuang nafas lega, tanpa berbalik ia menyuruh Suho mengantar Siwon ke kamarnya, meminta Siwon untuk isirahat. Siwon menurut, lagipula ini bukan waktu yang tepat untuk berbicara, meskipun ada banyak pertanyaan yang ingin ia ajukan untuk Kyuhyun. Ia ingin tahu semuanya. Ya semuanya.
Memastikan Siwon menghilang dari balik kamar, Kyuhyun jatuh terduduk, berlutut di depan wastafel, bahunya bergetar tanda ia sedang menangis, menumpahkan semua rasa sakitnya sendiri. Dengan lemah ia merogoh ponsel di saku celananya, menghubungi seseorang.
"Yeobseo, noona"
"..."
"Kumohon kembalilah"
"..."
"Aku mohon"
"..."
"Siwon, Siwon.. dia kembali"
TBC
Hhhhh akhirnya mereka bertemu, pendek kah? Sengaja kkkkk soalnya mau nanya pendapat readers dulu
Lalu gimana next nya? Vic pulang atau biarkan Wonkyu berduaan dulu? Eh bertiga sama cuho?
*bow*
Maafkan qai yang bikin ff angst incest kyk gini huhuhuhuhuhu..
Kemarin ada yang bbm ke qai, minta biar ini dibikin Kyuthoria aja..
But, maaf beribu maaf, qai Cuma cinta wonkyu huhuhuhuh, kyuthoria bagi qai Cuma kyk kakak adik doang.. sekali lagi maaf *BOW*
So.. thank u banget buat review nya..
Angst nya semoga dapat ya
