Apocalypse : Road to Evolution
Disclaimer: I don't own anything from Naruto manga. But this fic is mine
Rate: M
Pair: Naruto x …
Warning : Don't Like, Don't Read. Not Perfect. R&R.
Summary : Dia yang berjalan bergandengan tangan dengan kegelapan, dia tidak lagi hidup dibawah pelukan dingin kematian. Dia yang kembali dari bayang-bayang kematian akan memulai jalan menuju kemuliaan. Dia akan membenahi garis orang-orang yang disayanginya.
Chapter 13 : Wales.
Rasa sakit, keputusasaan, kesedihan, semuanya sudah di rasakan oleh seluruh manusia yang hidup sampai hari ini di permukaan bumi. Sampai hari ini, tepat 3 minggu setelah awal Kiamat di mulai sudah berdiri puluhan organisasi yang berusaha melindungi para manusia dari serangan para makhluk yang mengincar mereka. Para Evolver kini sudah mulai berusaha bertarung melawan mereka para musuh untuk terus bertahan hidup.
Sedangkan mereka manusia biasa kini memilih untuk memberikan apapun yang mereka miliki pada para petinggi setiap organisasi. Banyak manusia biasa memilih untuk menjadi seorang pecundang tak berguna yang bersembunyi dengan ekor di antara kaki mereka saat mendengar ada monster yang menyerang. Namun masih banyak manusia biasa yang berusaha bertarung dengan mereka para serangga.
Tetapi, setiap manusia memiliki ego mereka sendiri. Sampai titik di mana mulai menipisnya persediaan makanan mereka banyak manusia yang mulai kelaparan. Kini semua orang mengerti akan pentingnya makanan di tengah bencana besar yang terjadi, banyak para manusia biasa mati kelaparan, banyak pula yang berusaha meminta jatah makan pada para Evolver namun berakhir dengan tubuh tak bernyawa.
Ego setiap orang kini menyentuh titik puncak mereka, awal penderitaan besar kini di mulai. Beberapa manusia bahkan mulai memakan kulit-kulit kayu, para perempuan dengan tubuh yang elok mempersilahkan mereka para Evolver untuk menggunakan tubuh mereka sebagai pemuas nafsu untuk sepiring daging, bahkan ada yang rela untuk memakan bangkai monster atau bahkan manusia lain untuk bertahan hidup.
Di tengah kota-kota besar yang memiliki sedikit pepohonan bahkan akan lebih parah. Untuk sebuah kantung kecil makanan para manusia merelakan hidup mereka untuk bertarung satu sama lain, pembunuhan akibat keserakahan terjadi dimana-mana. Hanya mereka para Evolver yang dapat bertahan dan melihat bagaimana pentingnya mereka di tengah bencana besar yang terjadi. Kini mereka sombong, serakah, dan egois.
Mereka tak segan untuk membunuh para manusia biasa yang mengganggu mereka prihal makanan. Tumbuhan yang ada kini tak dapat mereka makan lagi, bahkan daun-daun pohon yang paling umum akan memberikan dampak sakit dengan yang paling ringan adalah diare, dan terberat tentu sebuah kematian.
Semuanya telah berubah, bahkan ikan-ikan di lautan ataupun danau yang ada kini memiliki tubuh paling kecil sebesar seorang anak berumur 5 tahun. Tak ada lagi tempat aman untuk bertahan hidup. Begitu pula dengan kelompok Naruto.
Mereka kini kesulitan untuk mencari bahan makanan dalam beberapa hari, namun keberuntungan sepertinya masih berpihak pada mereka. Ada seekor Speck Deer yang kini sudah di bunuh oleh Kirito dan mereka ambil daging serta kulitnya untuk persediaan mereka. Speck Deer sendiri adalah seekor monster rusa dengan tubuh belang bergaris-garis bagaikan seekor harimau, sebenarnya dia sama sekali tak berbahaya.
Namun, Speck Deer akan berusaha melawan jika dalam posisi terpojok dan merasa jika dia tak dapat terus melarikan diri. Tubuhnya tak mengandung racun sama sekali, karena dia adalah salah satu monster Herbivora yang hanya akan memakan tumbuhan. Bahkan empedu dari Speck Deer sendiri adalah penangkal racun alami untuk racun kelas rendah. Namun dari seluruh anggota tubuhnya, tanduk yang dia miliki sedikit lebih berharga.
Tanduknya kuat dan keras, bagi Speck Deer yang sudah menginjak usia dewasa dan memiliki dua pasang tanduk di kepalanya adalah Speck Deer dengan tanduk yang memiliki kelas tertinggi dari yang lainnya. Tanduknya cocok di gunakan untuk sebuah ujung tombak ataupun pisau kecil yang tajam jika di berikan oleh mereka para pengerajin yang trampil.
Untuk saat ini Naruto dan kelompoknya sama sekali tak khawatir prihal persediaan makanan, di tambah lagi tujuan mereka sudah tak begitu jauh. Hanya satu hari perjalanan dan mereka akan sampai di pintu gerbang Konoha. Mereka sempat berhenti untuk melihat orang tua Issei dan Asia, namun sialnya mereka sudah tak ada di sana.
Tak ada yang tahu mereka masih hidup atau sudah mati. Walau Issei dalam beberapa hari tengah dalam keadaan murung namun dia kini mengerti bagaimana kerasnya Kiamat ini. Begitu pula dengan orang tua Shikamaru, namun dia sama sekali tak memasang ekspresi sedih di wajahnya. Walau demikan, Issei dan Naruto dapat melihat jejak kesedihan di wajah dingin pemuda berambut nanas ini.
Namun semua hanya bagaikan angin lalu, semua orang di kelompok tetap berfikir positif. Mereka berfikir jikalau Minato yang notabene adalah ayah dari Naruto membawa mereka semua dan menyelamatkan mereka. Dari semua orang yang ada disana Naruto adalah satu-satunya orang yang tahu apa yang terjadi pada orang tua Issei dan Shikamaru. Dan benar seperti yang di katakan Kakashi pada semua yang ada di sana.
Minato menyelamatkan orang tua Issei dan Shikamaru, oleh sebab itu Naruto tak begitu panik dan berusaha untuk menenangkan mereka berdua. Zabuza dan Haku yang sama sekali tak mengerti apa yang terjadi memilih untuk menutup mulut mereka. Mereka sadar jika mereka adalah anggota baru pada kelompok ini, oleh sebab itu mereka berdua bagaikan tak peduli akan apa yang terjadi pada Issei dan juga Shikamaru.
Kelompok mereka meneruskan perjalanan menuju Konoha, kini dalam fikiran mereka bukan lagi untuk mencari perlindungan namun lebih tepatnya untuk mencari Insect Core guna menambah kekuatan mereka. Walaupun demikian, dalam hati mereka semua mereka sangat menginginkan untuk menemukan sanak saudara mereka, terlebih lagi Naruto. Dia rindu akan kedua orang tua dan juga adik perempuannya.
Beberapa jam berlalu, namun Konoha masih cukup jauh karena mereka kini masih berada di pinggiran Shi no Mori. Mereka berjalan bersama, Daruna Snake milik Haku kini berubah menjadi seekor ular kecil berwarna hijau yang melingkar di lengan Haku. Pandangan mata Haku tertuju pada Naruto yang kini tengah berjalan dengan santai di baris terdepan.
Dia ingat bahwa Naruto adalah seorang Summoner, namun sampai hari ini dia masih belum pernah melihat bagaimana cara Naruto untuk memanggil makhluk yang akan menjadi rekan bertarungnya. Haku memilih untuk berjalan kedepan dan berdiri di samping Naruto, hal tersebut berhasil membuat Naruto mengalihkan perhatiannya pada Haku.
"Naruto, ada yang ingin ku tanyakan padamu." Pernyataan Haku barusan berhasil menarik perhatian semua orang yang ada di sana. Tatapan mereka jatuh pada Haku dan Naruto yang kini berdiri bersampingan. Naruto sedikit mengangkat alisnya, "Apa yang ingin kau ketahui?"
"Kau seorang Summoner bukan? Karena aku dan ayah adalah anggota baru pada kelompokmu jadi aku penasaran bagaimana cara kau memanggil makhluk untuk menjadikannya rekanmu." Mendengar pertanyaan dari Haku barusan Naruto sedikit menyungging senyum kecil di wajahnya. Selain Zabuza, semua orang di sana mengangguk mengerti akan maksud pertanyaan dari Haku barusan.
Naruto mengangguk pelan dan mulai menjelaskan, "Karena kau sekarang berada di dalam kelompok kami dan kau juga sudah tahu guna dari Insect Core akan ku jelaskan sedikit..." Naruto mengembalikan pandangannya pada Haku dan Zabuza yang kini juga berada di baris terdepan, Kakashi memilih untuk mundur dan berjalan bersama dengan Kirito.
"...Bisa di bilang caraku melakukan pemanggilan adalah dengan media mayat, entah itu Serangga, Hewan, atau bahkan mayat Manusia. Semakin kuat mayat yang di gunakan semakin kuat pula makhluk yang ku panggil, perantara dari pemanggilan itu sendiri adalah darah, semakin banyak darah yang ku keluarkan semakin baik pula makhluk yang ku panggil, namun semua masih bergantung pada keberuntungan."
Haku dan Zabuza mendengarkan dengan seksama apa yang di katakan Naruto, mereka mulai mengerti seperti apa cara kerja seorang Summoner, namun Haku kembali bertanya, "Lalu buku yang kau gunakan itu adalah buku yang dapat menampung makhluk panggilanmu, begitu?" Buku yang di maksud oleh Haku adalah Summoner Bibel yang sempat Naruto keluarkan saat bertemu dengan Haku dan Zabuza pertama kali.
Naruto mengangguk membenarkan perkataan Haku, "Apa yang kau katakan tak salah namun ku perjelas, ini adalah Summoner Bibel, di Kiamat ini ada puluhan Bibel salah satunya adalah Summoner Bibel, untuk Tamer Bibel sendiri berdoalah agar kau mendapatkannya dariku."
"Apa!" Semua orang di sana tersentak mendengar pengakuan Naruto.
Naruto menunjukkan senyum lebar di wajahnya, "Apa yang salah? Apa aku pernah berkata jika di dunia ini hanya ada Summoner Bibel?" Wajah semua orang menggelap mendengar perkataan Naruto barusan. Di titik ini semua orang berhenti berjalan dan menatap Naruto dengan tajam.
Kakashi menggerakkan tangannya keatas memberi instruksi agar semua orang diam, "Tunggu sebentar Naruto, jadi apa ada Bibel yang di gunakan oleh seorang pengendali Listrik?" Naruto mengangguk menjawab pertanyaan dari Kakashi barusan. Naruto menatap semua orang di sana secara bergiliran.
"Di Kiamat ini ada banyak Bibel, Summoner Bibel milikku adalah contohnya, ada pula Tamer Summoner, namun penggunaan dari setiap Bibel berbeda, untuk Summoner dan Tamer Bibel berguna untuk menyimpan makhluk yang telah di panggil atau di jinakkan, sedangkan untuk Mage Bibel apapun itu berguna untuk mempelajari tehnik yang ada di setiap Bibel, juga berguna untuk mengembangkan tehnik mereka."
Semua orang mulai mengerti maksud perkataan Naruto, "Mengapa kau tahu begitu banyak?" Pertanyaan dari Zabuza membuat semua orang menatapnya tak terkecuali Naruto. Naruto hanya tertawa mendengar pertanyaan dari Zabuza.
Naruto menatap kearah Zabuza dan menunjukkan senyum kecil di wajahnya, "Aku mungkin satu-satunya orang yang tahu segalanya di Kiamat ini, entah bagaimana aku secara tiba-tiba mendapatkan pengelihatan masa depan dari awal Kiamat sampai aku mati, semuanya aku tahu." Naruto berkata dengan suara yang sangat lirih namun dapat di dengar oleh semua orang yang ada di sana.
"Bahkan aku tahu jika Haku di sentuh oleh seorang perempuan dia akan menjadi seorang perempuan, jika dia di sentuh oleh seorang pria dia akan berubah menjadi seorang pria, apa aku benar?" Ekspresi di wajah Haku mengeras, dia tersentak dan sedikit berjalan mundur. Bahkan Zabuza yang mendengar perkataan Naruto barusan memandang Haku dengan ekspresi tak percaya.
"Ba..Bagaimana kau ta...tahu?!" Naruto hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Haku barusan. Bahkan Zabuza tak mengetahui fakta tersebut dari anaknya, dia ingat jika Haku sedari kecil adalah seorang laki-laki, sampai saat ini bahkan dia berusaha menahan tawa saat mendengar jika Haku di panggil nona dan di sangka sebagai seorang gadis.
"Berusahalah untuk tak menyentuh Haku, dia awalnya seorang pria dan kini dapat berganti kelamin menjadi seorang wanita, dia adalah manusia yang netral." Semua orang mulai mengerti apa yang di maksud oleh Naruto. Haku di sisi lain berusaha menahan malu, tentu siapa yang tak malu jika seorang laki-laki normal bisa berubah kelamin hanya dengan tubuhnya di sentuh oleh seorang gadis?!
Kala mereka mulai melanjutkan perjalanan secara tiba-tiba Naruto berhenti dan mengalihkan pandangannya pada arah Shi no Mori. Semua orang di sana pun juga mengikuti gerakan Naruto, tatapan mereka sedikit bingung melihat apa yang di lakukan Naruto. Naruto memasang ekspresi keras kala itu, membuat semua orang yang ada di sana pun semakin penasaran dengan apa yang terjadi, bahkan Kakashi dan Kirito kini sudah bersiap untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.
Bibel milik Naruto pun sudah melayang di depannya, menandakan jika dia siap bertarung kapanpun, bagaikan alarm perang semua orang di sana pun segera bersiaga. "Kalian yang ada di sana, keluar! Tak perlu untuk bersembunyi lagi!" Setelah kata-kata dari Naruto selesai, dua sosok manusia muncul dari balik bebatuan besar yang ada di pinggiran Shi no Mori. Jarak dari posisi Naruto dan keduanya terpaut kira-kira 70-80 meter.
Saat Naruto melihat keduanya ekspresi di wajah Naruto sedikit mengeras, tentu saja karena Naruto tahu siapa keduanya. Kedua sosok tersebut berjalan mendekat dengan senyum lebar di wajah salah satu dari mereka, dan satu orang lainnya nampak menggunakan sebuah topeng putih dengan garis merah di beberapa bagian.
"Hallo semuanya." Sosok berambut biru gelap menyapa mereka dengan tangan dan anggota tubuh yang berwarna biru, entah kenapa dia tampak seperti karakter dalam film Av*tar karena seluruh tubuhnya berwarna biru tetapi tubuhnya berotot. Disisi lain, orang dengan topeng di wajahnya memiliki badan yang kurus, rambutnya sedikit panjang yang mengembang.
Walaupun anggota kelompok Naruto sedikit tenang setelah melihat reaksi dari kedua orang ini, namun rasa tak aman masih melanda fikiran mereka. Di dalam hati mereka, mereka merasakan jika kedua orang ini memiliki niat yang tidak baik pada mereka. Bahkan Konohamaru yang notabene bukanlah seorang Evolver, tetapi dia memiliki intuisi yang berkata jika kedua orang ini memiliki niat yang tak baik yang mereka sembunyikan.
Siapapun akan curiga saat mendengar nada bicara sosok berkulit biru pada awal mereka saling menatap satu sama lain. Sapaan yang dia keluarkan pertama kali memiliki nada bersahabat yang mencurigakan, di kiamat ini selama kalian bukanlah orang yang saling kenal satu sama lain cukup dalam, kalian harus berhati-hati. Karena bahkan orang yang paling dekat dengan kalian masih dapat menjadi musuh yang paling menakutkan.
Dari mereka semua, Naruto lah yang paling mengerti siapa mereka berdua. Di masa depan mereka adalah musuh yang cukup terkenal, lebih tepatnya pembunuh yang terkenal. Mereka tak dapat di remehkan dengan kemampuan mereka masing-masing. Mereka adalah Kushimaru Kuriarare dan Kisame Hosigaki, dua orang Evolver yang masuk kedalam sebuah organisasi yang bertujuan untuk menguasai dunia.
Mereka berdua dan kelima rekannya terkenal sebagai 7 Pendekar Pedang Kabut. Walau saat ini Naruto bertemu dengan dua orang di depannya namun Naruto tetap waspada, keduanya memiliki latar belakang yang cukup menakutkan sebagai seorang pembunuh bayaran. Intuisi dalam pertarungan mereka tentu tak dapat di remehkan. Sudah ratusan nyawa orang melayang sebelum kiamat ini datang di tangan keduanya.
Di tambah lagi dengan Kiamat saat ini, walau bisa di bilang ini masih berada di awal Kiamat namun keduanya bukanlah musuh yang mudah mereka hadapi. Kushimaru sendiri adalah seorang Evolver dengan kemampuan memanipulasi benang, sedangkan Kisame adalah seorang Warior dengan kemampuan Hiu, tubuhnya dapat berubah menjadi seekor hiu ataupun tubuh manusia dengan karakteristik Hiu.
Naruto sedikit menyipitkan matanya saat melihat keduanya, "Apa mau kalian?" Dengan nada yang terkesan dingin Naruto melontarkan pertanyaan yang membuat kedua orang tadi berhenti sekitar 10 meter dari posisi mereka. Setelah sekian lama diam Naruto adalah yang menjawab sapaan Kisame sebelumnya.
Kisame menjawab seraya mengangkat kedua tangannya, "Tenang anak muda, kami tak memiliki niat jahat pada kalian jadi kau bisa tenang, kami hanya senang melihat beberapa orang yang selamat di bencana besar ini." Jawaban Kisame barusan sedikit menenangkan anggota kelompok Naruto, tetapi tidak dengan Naruto. Ekspresinya bahkan sedikit mengeras untuk kesekian kalinya, dia tahu apa yang di inginkan Kisame dan Kushimaru, mereka berdua adalah pecandu seks akut!
Naruto bergerak beberapa langkah dan berusaha menutupi Asia yang kini berada di belakangnya. Asia tentu adalah target keduanya, bahkan mungkin Haku masuk kedalam daftar mereka, walaupun dia pria namun wajah ayunya dapat menipu siapapun di dunia, walaupun kini dia adalah Netral.
Di sisi lain Kisame dan Kushimaru sedikit mengangkat alisnya saat melihat gerakan Naruto, mereka tak menyangka bahwa Naruto dapat sedikit merasakan apa niat yang mereka tutupi. Dengan gerakan biasa Naruto barusan Kisame dan Kushimaru tahu jika Naruto bukanlah musuh yang dapat dengan mudah mereka berdua tangani.
Naruto sangat berhati-hati, itulah yang di baca oleh kedua orang tersebut. Walaupun tubuh Kushimaru sudah sedikit bergetar untuk segera menyerang namun dia masih dapat bertahan karena dia ingat rencana mereka berdua untuk memusnahkan kelompok ini dan mengambil dua gadis yang ada di dalam kelompok tersebut.
Anggota kelompok Naruto yang ada di belakangnya sedikit mengerutkan kening mereka saat melihat polah Naruto. Walaupun demikian mereka tak melawan dan memilih diam, namun hanya Shikamaru dan Kakashi yang mengerti maksud Naruto. Di mata yang lain Naruto hanya bertingkah hati-hati, namun di mata Shikamaru dan Kakashi ada suatu hal yang tak beres dari tingkah Naruto.
"Kami tak menerima orang lain dalam kelompok kami." Ucapan dari Naruto barusan membuat ekspresi Kisame dan Kushimaru yang tertutup topengnya nampak tak sedap. Namun dalam beberapa detik berikutnya ekspresi Kisame berubah dengan tenang. Kisame angkat bicara, "Mengapa? Apa karena kami berdua adalah Evolver kami tak dapat bergabung dalam kelompok? Kami hanya ingin selamat."
Naruto mendengus, "Bukankah kalian adalah Evolver yang kuat? Mengapa kalian harus masuk kedalam kelompok kami untuk selamat?" Ekspresi Kisame sedikit berubah namun dia masih berusaha mempertahankan ekspresi tak bersalah dan butuh perlindungan darinya.
"Bagaimana bisa kami dapat bertahan di bencana ini jika hanya dengan kami berdua?" Kisame berkata dengan nada yang sedikit bergetar, bahkan anggota kelompok Naruto sedikit berfikir jika dua orang ini membutuhkan perlindungan dari mereka. Naruto yang mendengar kata-kata memasang ekspresi jijik.
"Apa peduliku dengan keselamatan kalian?!" Nada yang Naruto kenakan sedikit meningkat dan di balas dengan keterkejutan dari kedua orang di depannya. Ekspresi Kisame berubah, namun sebelum dia dapat melontarkan kata-kata lainnya Kushimaru sudah bergerak dengan umpatannya, "Jika demikian kalian lebih baik pergi mati!"
Saat Kushimaru bergerak kedepan gerakannya cepat, dia menarik sebuah batang besi dari pinggangnya, di pangkal batang besinya terdapat sebuah lubang dan benang besi berada di sana. Dia melemparkan senjatanya lurus kearah Naruto. Naruto yang memang sudah siap dengan serangan Kushimaru menarik Night Lightning miliknya dari dalam Summoner Bibel miliknya.
Dengan suara 'Ting' besi Kushimaru terhalangi dan kembali kepemiliknya setelah benang tadi di tarik oleh Kushimaru. Kisame di sisi lain sedikit menghela nafas dan juga ikut menyerang, kulitnya berubah memucat bahkan hampir menyentuh abu-abu, di punggungnya muncul sebuah sirip hiu tebal dan di setiap sela antara jari tangannya muncul selaput tipis, dan cakar di jari-jarinya memanjang kurang lebih 4cm.
Dia ikut menyerang kearah Naruto, namun bahkan sebelum dia dapat melemparkan serangannya pada Naruto dua sosok tinggi besar dengan tubuh merah dan biru gelap muncul memberinya dua pukulan kuat, Kisame dapat menghalanginya namun dia terseret beberapa meter kebelakang akibat kuatnya dua pukulan tersebut. Bahkan tangannya sedikit mati rasa dan bergetar akibat dampak pukulan tersebut.
Saat dia menatap siapa pelakunya, di depannya berdiri dua sosok manusia yang nampak seperti seekor Naga. Mata mereka berdua menatap kearah Kisame dengan tajam, dari mulut keduanya muncul asap tipis. "Sial, ada tiga Evolver!" Kisame sedikit mengumpat pelan, namun dia di kejutkan saat menatap kearah Kushimaru yang kini tengah berhadapan dengan seorang pemuda berambut hitam dengan Katana berpendar merah yang bahkan dapat memotong Benang Besi milik Kushimaru, dia juga melawan Naruto dengan Night Lightningnya.
Kala tatapan Kisame beralih pada kedua orang di depannya dia merasakan sakit pada wajahnya, "Jangan alihkan pandanganmu dari musuhmu bodoh!" Zabuzalah yang melemparkan pukulan kuat pada wajah Kisame, Kisame terlempar beberapa meter kebelakang. Saat Kisame berusaha menstabilkan tubuhnya kembali kini sebuah hantaman keras dia rasakan di perutnya.
Kini tendangan kuat berasal dari Issei, dan sekali lagi Kisame terlempar kebelakang. Saat Kisame berhasil berdiri kembali dia melemparkan tatapan tajam pada kedua orang di depannya, tangannya dengan kasar menyeka darah yang keluar dari sudut mulutnya. Kisame mengeluarkan geraman rendah dan berteriak, "Kalian! Mati!" Saat kata-katanya selesai dia keluarkan Kisame membuka mulutnya lebar.
Dari mulutnya keluar gumpalan air sebesar bola sepak yang kini melesat cepat kearah Issei. Tentu Issei dan Zabuza terkejut, walau demikan mereka masih dengan sigap menghindari serangan tersebut, tetapi saat Issei menghindar dan bahkan sebelum Issei dapat kembali mengalihkan tatapannya pada Kisame sebuah pukulan keras di terimanya. Kisame sudah berada di depannya dengan tangan terkepal yang berhasil menghantam dadanya.
Issei terjatuh setelah terlempar, Kisame tak mensia-siakan kesempatan tersebut dia melesat kedepan dengan kaki yang siap memberi luka pada kepala Issei tatapi niatnya harus dia telan kembali saat Zabuza mengirimkan sebuah kepalan besar kearah kepala Kisame. Kisame dapat menghindari serangan yang datang tetapi siapa sangka sebuah sulur berwarna hitam kini membungkus kakinya.
Saat mata Kisame mengikuti alur sulur tersebut dia melihat seorang pemuda berambut hitam berdiri dengan tatapan dingin di tujukan padanya. Sekali lagi Kisame terkejut, ada 5 Evolver dalam kelompok ini. Sebelum Kisame dapat memberontak kini giliran Issei mengirimkan tendangan kuat pada dada Kisame, telapak kakinya berhasil meninggalkan bekas pada dada Kisame yang terlempar kebelakang.
Belum sempat Kisame bernafas Zabuza sudah muncul di depannya, namun Kisame dapat bereaksi cepat dia meludahkan bola-bola air kecil seukuran bola bekel dan berhasil mendarat pada Zabuza. Kisame meronta kuat, dia mengandalkan otot-otot tubuhnya yang terbentuk sempura, disisi lain Shikamaru kini sedikit mengerutkan keningnya menahan tekanan yang di dapatkannya dari berontaknya Kisame di dalam lilitan sulur bayangan miliknya.
"Bajingan ini...!" Shikamaru sedikit mengumpat dengan dingin, dia mengontrol satu sulur dengan ujung yang di buatnya lancip bak ujung sebuah tombak, dia menggerakkannya dengan cepat berusaha menusuk Kisame. Namun siapa sangka saat jarak sulur tadi dari tubuh Kisame hanya kurang dari 2 meter sebuah besi dengan benang di pangkalnya menghadang serangan Shikamaru.
Saat itu Kushimaru muncul dengan beberapa luka di tubuhnya, dia menghalau serangan Shikamaru dan memotong sulur milik Shikamaru dengan benang yang dia selipkan di antara tubuh Kisame dan sulur-sulur Shikamaru. Saat Kisame lolos dia melompat dan berlari menjauh mengikuti aba-aba Kushimaru. Kisame berlari dengan cepat tanpa memperdulikan rasa malu yang dia rasakan.
Kala Kushimaru berusaha berlari seekor monster hitam dengan empat lengan berhasil menangkapnya. Mata Kushimaru membulat dengan jejak ketakutan terlihat di wajahnya, kepalanya sudah berhasil di tangkap sosok tersebut, sosok tersebut adalah Shadow yang baru saja di panggil oleh Naruto. Dengan gerakan cepat dan kuat Shadow memutar kepala Kushimaru dengan bunyi tulang patah yang dapat di dengar oleh semua orang yang ada disana.
Kisame sempat mendengarnya dan dia menatap kebelakang, dia melihat Kushimaru dengan tubuh menghadap padanya namun tidak dengan kepalanya. "Bajingan!" Kisame menggeretakkan giginya kuat namun dia terus berlari dengan sebelumnya dia melemparkan dua buah bola air sebesar bola sepak pada Shadow dan pada tanah di bawahnya Shadow menangkisnya dengan tenang namun bola kedua membuat asap dari tanah yang menutupi pandangan mereka.
Saat Shadow mengibaskan tangannya untuk menghilangkan asap sosok Kisame sudah tak terlihat lagi. "Jangan kejar dia." Shadow yang ingin bergerak mengejar Kisame berbalik menuruti kata-kata Naruto. Kini Naruto melihat tubuh Kushimaru yang sudah tak bernyawa di bawahnya, dia melihat sosok pembunuh yang dahulu adalah pembunuh paling mengerikan dalam cara-caranya membunuh.
Kushimaru Kuriarare atau dahulu di sebut sebagai Yarn of Death, dengan tehnik dan kontrolnya pada benang yang di miliknya, dia adalah salah satu Assasins paling mengerikan yang ada. Dia dapat mengontrol benangnya setipis sebuah rambut yang di bagi dua, kekuatan benangnya bahkan lebih kuat daripada kawat baja. Namun kini dia mati dengan kepala yang berputar dan mata yang menunjukkan ekspresi ketakutan dengan tubuh yang di penuhi luka.
Naruto membuang nafas pelan, Kisame sendiri adalah sosok yang kuat bahkan saat dia di serang oleh Zabuza dan Issei dia masih dapat bertahan bahkan melukai Issei dan Zabuza walaupun tidak begitu fatal. Hanya dengan bantuan Shikamaru dia dapat terpojok, Naruto tahu seberapa pentingnya pengalaman bertarung.
Walau kelompoknya tak kekurangan pengalaman bertarung melawan para monster, namun mereka kurang dalam pengalaman bertarung antara Evolver. Beruntung hanya Kisame dan Kushimaru yang datang, namun apa jadinya jika yang muncul adalah Evolver lain? Seperti sosok Evolver paling mengerikan yang pernah ada? Bagaimana jika sosok seperti All of Sword?
Jika All of Sword muncul di sini, mungkin hanya Kirito yang dapat bertarung dengannya, Naruto memilih untuk angkat tangan dari pertarungan mereka. Dua pengguna pedang paling menakutkan, rival abadi antara pengguna pedang, All of Sword dan One of Sword. Tapi dengan Evolver paling mengerikan? Siapa yang akan melawannya? Bahkan Naruto kurang percaya diri untuk melawannya di awal Kiamat ini.
Saat Naruto masih bergelut dengan fikirannya suara Kakashi tiba-tiba terdengar, "Naruto, kenapa kau tak menggunakan mayat Evolver ini untuk melakukan Pemanggilan? Bukankah mayat manusia dapat kau gunakan untuk ritual pemanggilan?" Mata Haku dan Zabuza berpindah pada Naruto secara tiba-tiba, ekspresi penasaran memenuhi wajah mereka.
Naruto baru ingat, dia sudah sangat lama tak melakukannya. Sebagai seorang Evolver tahap kedua dan juga seorang Summoner darah Naruto lebih cepat untuk kembali, darah yang dia keluarkan pada ritual pemanggilan akan lebih cepat untuk beregenerasi. Ini adalah salah satu keuntungannya setelah dia melewati tahap kedua dari Evolusinya.
Shadow yang melihat ekspresi masternya pun sedikit tertarik, "Apa yang di katakan Kakashi benar master, sudah cukup lama kau tak mencoba keberuntunganmu. Di tambah lagi ini adalah tubuh seorang Evolver." Naruto mengangguk mendengar kata-kata Shadow, dia membenarkannya.
Naruto membalas, "Aku akan melakukannya, tapi kita harus mencari tempat aman terlebih dahulu, di sini sedikit berbahaya karena kita ada di pinggiran Shi no Mori, aku hanya khawatir jika fluktuasi energi dari ritualku memanggil beberapa monster kuat untuk menyerang kita."
Setelah Naruto berkata demikian Shadow segera mengangkat tubuh tak bernyawa Kushimaru di pundaknya. Mereka semua segera berpindah untuk mencari tempat aman guna Naruto melakukan ritual pemanggilannya yang ke-4.
.-.
Sosok pemuda dengan rambut hitam panjang menatap lurus kedepan, di depannya berdiri seorang Evolver yang kini sudah jatuh bersimbah darah. Di tangan kanan pemuda tadi sebuah tombak hitam legam kini sedikit di lumuri darah dari orang di depannya, matanya memasang ekspresi dingin kala melihat orang yang kini sudah mulai kehilangan nafasnya. Dia berjalan kearah orang tersebut dan melemparkan tendangan kuat kearah kepala evolver yang hanya dapat merintih kesakitan tersebut.
Evolver tersebut jatuh terlentang, dengan pelan pemuda tadi menginjak leher evolver yang kini sudah tak dapat melakukan apapun di bawah kakinya. Pemuda tadi diam menatap kearah evolver di bawah kakinya, "Seharusnya kau tak mengatakan hal tersebut, kita sebelumnya berada di sisi yang sama tapi kata-katamu adalah tabu terbesar dalam hidupku." Dengan nada dingin pemuda tadi berkata, sosok di bawahnya hanya diam dalam rintihan tanpa dapat melakukan apapun.
Di sisi lain dari keduanya puluhan orang hanya diam seraya menatap kearah pemuda berambut hitam dengan ekspresi penuh akan teror. Di depan puluhan orang ini pemuda dengan tombak hitam di tangannya baru saja membunuh tiga orang manusia yang salah satu di antaranya adalah Evolver, dan kini dia baru saja menghajar seorang Evolver lain. Semuanya dia lakukan tanpa mendapatkan luka sedikit pun, tanpa tergores sedikit pun.
"Aku berbagi informasi dengan kalian berharap kalian dapat bertahan hidup, tapi kalian terlalu serakah sama seperti manusia lainnya, kalian lupa jika di atas langit masih ada langit." Mata pemuda tadi beralih kearah puluhan orang yang ini hanya dapat jatuh terduduk di atas lutut mereka. Keserakahan di mata mereka sebelumnya kini hilang di gantikan dengan ekspresi ketakutan yang tak ada habisnya.
Mereka tak menyangka jika sosok yang baru saja muncul dengan senyum menawan dan terlihat lemah ini adalah sosok Evolver yang amat sangat kuat. Manusia selalu menghargai kekuatan, setelah melihat sosok pemuda berambut hitam sebelumnya mereka sama sekali tak merasakan adanya bahaya darinya, namun saat keserakahan mereka muncul akibat informasi dari pemuda tersebut tentang Insect Core mereka berubah brutal.
Semuanya berusaha mengambil Insect Core yang di bawa pemuda tersebut, bahkan mereka para manusia biasa. Di tambah lagi saat pemuda tadi melakukan perlawanan seseorang dari mereka melontarkan kata-kata tabu bagi pemuda tersebut dan itu di ikuti oleh semua orang yang ada di sana. Kala itulah pemuda berambut hitam panjang tersebut menunjukkan jati dirinya yang sesungguhnya.
Dialah sosok Evolver paling menakutkan yang ada di dunia ini, dialah sosok terkuat yang ada saat ini. Dengan tehnik Tombaknya yang dia dapatkan dari kedua orang tuanya dan sosok kakek tua misterius dia membantai dua evolver tanpa berkeringat, tanpa luka, dan tanpa mengeluarkan kemampuannya sebagai seorang evolver.
Matanya yang hitam menunjukkan rasa kematian saat seseorang menatapnya yang penuh dengan emosi, bagaikan kematian yang sudah menetapkan tatapannya pada kalian. Aura gelap yang kental muncul dan membungkam siapapun yang merasakannya, nada suaranya yang dingin dan di penuhi akan kekuatan memberi teror bagi mereka yang mendengarkannya.
Pemuda tersebut mengangkat tombak hitamnya dengan perlahan, menempatkannya lurus kearah wajah evolver yang ada di bawah kakinya. Dia memberi ketakutan bagi evolver yang kini hanya dapat menatap ujung runcing tombak yang meneteskan darah dari rekan-rekannya dan darahnya sendiri. Ketakutan yang di rasakan evolver tersebut bahkan semakin menjadi saat darah menetes jatuh di antara kedua matanya.
Tombak tersebut bergerak perlahan untuk jatuh, ketakutan evolver tadi mulai naik dan terus naik sampai titik puncaknya di mana ujung tombak hitam tersebut menyentuh tempat antara kedua alisnya. Rasa dingin dia rasakan di sekujur tubuh evolver tersebut, dia kini merasakan rasa paling menakutkan yang pernah ada.
Pemuda tersebut diam dalam posisinya dalam beberapa detik sebelum mengeluarkan kata-katanya, "Kematian bagi mereka yang berani menghina orang tuaku dan tombak ini." Saat evolver tadi mendengar kata-kata pemuda berambut hitam ini dia merasakan tubuhnya mendingin, dia merasakan kematiannya sudah berada di depannya dan dengan sekali hentakan kuat tombak dengan ujung bagaikan kobaran api ini menembus kepala evolver yang kini mengirimnya pada kegelapan yang sesungguhnya.
Pandangan pemuda tadi beralih kearah puluhan orang yang ada di belakangnya, dia mencabut tombaknya dan beralih menghadap puluhan orang yang kini bergetar hebat di depannya. "Kegelapan abadi bagi mereka yang menghina orang tuaku dan tombak ini." Setelah selesainya kata-kata itu pembantaian satu sisi terjadi, puluhan orang mati di bawah serangan tombak pemuda berambut hitam tersebut, darah dan daging berada dimana pun di tempat ini.
Semua mati, semua pergi, dan semua menuju tidur abadi. Dia berjalan pergi dengan langkah perlahan namun pasti, ekspresinya dingin, entah apa yang dia cari namun satu yang pasti, dia adalah Evolver paling mengerikan yang pernah ada, Son of Death.
.-.
Di dalam sebuah gedung bekas markas pemadam kebakaran kini Naruto dan anggota kelompoknya tengah berkumpul, setelah menyelesaikan makan siang mereka kini yang akan menjadi tujuan mereka adalah melihat makhluk apa yang akan di summon oleh Naruto. Di tengah bekas garasi bagi mobil pemadam kebakaran berdiri Naruto yang menghadap kearah mayat dari Kushimaru Kuriarare yang terbujur kaku di depannya.
Ini adalah ritual pertama Naruto yang menjadikan mayat seorang Evolver sebagai tumbalnya. Namun ini bukanlah ritual pertama Naruto di seluruh kehidupannya yang menggunakan mayat manusia. Dia pernah menggunakan seluruh mayat manusia dari sebuah organisasi yang dia hancurkan bersama dengan Shikamaru dan Issei di kehidupannya sebelumnya.
Setumpuk manusia dahulu berhasil membuat Naruto memanggil seekor Centaur. Seekor makhluk panggilan yang memiliki tingkat Epic berhasil di panggil Naruto dengan korban kurang lebih 1000 mayat manusia biasa, dia menyisihkan mayat para Evolver. Walau demikian semua mayat tersebut adalah mayat manusia yang sudah menggunakan Insect Core, tentu mereka adalah manusia yang ada di atas rata-rata manusia biasa.
Naruto sekali lagi melukai pergelangan tangannya, darah menetes dengan deras kearah tubuh tak bernyawa Kushimaru, setelahnya mulut Naruto segera bergerak mengeluarkan kata-kata yang adalah mantranya, "Dibalik kehampaan, melewati kekosongan, meskipun dipisahkan ruang, kita terikat oleh takdir. Aku, Naruto Namikaze, Summoner dari Dunia Tengah mohon dengarkan panggilanku!"
Darah semakin deras mengalir, cahaya mulai keluar dari seluruh tubuh mayat Kushimaru, tak lama darah Naruto mulai berhenti dan Naruto sudah mulai merasakan koneksi antara dirinya dan apapun yang akan dia panggil kali ini. "Dengarkan panggilanku! Jadilah rekanku! Dan berjuang bersamaku! Pengorbanan ini untukmu! Datanglah kawanku!"
Saat mantra terakhir Naruto ucapkan cahaya meredup di gantikan asap berwarna abu-abu yang mulai mengepul dari seluruh mayat Kushimaru. Mayat Kushimaru menghilang tetapi asap yang keluar semakin dan semakin menebal, tak berapa lama bagaikan di sapu oleh angin besar asap tersebut menghilang dan kini di depan Naruto laki-laki tua dengan setelan Tuxedo yang berlutut di depan Naruto.
"Salam untuk tuan." Mata Naruto membulat saat melihat apa yang dia panggil kali ini, dia tak mengerti dan tak tahu siapa sosok yang kini jatuh berlutut di depannya. Pria tua dengan rambut dan jenggot yang sudah memutih seluruhnya, di perkirakan dia memiliki usia antara 60-70 tahun tetapi tak ada keriputan yang terlihat di sekujur tubuhnya. Bahkan seluruh tubuhnya sedikit berotot, tuxedo hitam dia kombinasikan dengan warna kemeja putih yang ada di dalamnya.
Wajahnya terlihat gagah dengan alis yang bagaikan busur kuat. Matanya hitam dengan sedikit warna merah pada retinanya. Di pinggangnya terdapat sebuah pedang rapier yang tergantung beserta sarungnya. Kedua tangannya di tutupi dengan sepasang sarung tangan berwarna putih bersih. Dia benar-benar terlihat bagaikan seorang pelayan dari suatu kerajaan besar di luar sana.
Kening Naruto mengerut begitu pula dengan semua orang yang ada di sana, bahkan Haku dan Zabuza tak kuasa untuk terkejut saat melihat seorang manusia yang dipanggil oleh Naruto barusan. "Berdiri dan beritahu kami identitasmu." Sosok tersebut mengangguk dan berdiri tegap di depan Naruto, bahkan dalam posisi berdiri sosok tersebut terlihat sangatlah gagah bagi seorang lelaki tua.
"Nama pelayan ini adalah Wales, saya adalah seorang pelayan dari sebuah kekaisaran di tanah Praire di dunia lain." Dengan lancar Wales menjelaskan asal usul dirinya, Naruto mengerti dan sekali lagi terkejut. Praire, dia tahu dimana dunia itu Praire adalah salah satu tanah bagi para Beastman dari Dunia sisi Selatan. Dia sama sekali tak dapat meremehkan dunia tersebut terlebih lagi mereka para Beastman, tak ada yang menandingi pertarungan dalam jarak dekat para Beastman di dunia tersebut.
Naruto mengangguk dan kembali bertanya, "Dari Kekaisaran mana asalmu?" Wales mengangguk dan kembali menjawab pertanyaan Naruto.
"Saya berasal dari Kekaisaran Iron Red Bear, tuan." Wales menjawab dengan nada yang sangat sopan. Kala Naruto mendengarnya dia sekali lagi terkejut saat mengetahui Wales berasal dari Iron Red Bear. Iron Red Bear adalah salah satu suku Beastman yang kini berubah menjadi sebuah kekaisaran besar, kekuatan mereka tak dapat di pandang sebelah mata.
Di dalam Praire ada banyak suku, namun hanya ada 5 kekaisaran. Beruang, Harimau, Singa, Banteng, dan Badak. Dari kelima Kekaisaran, kekaisaran Harimau adalah kekaisaran terkuat, di ikuti Beruang, Singa, Badak, dan Banteng. Jadi, bisa di lihat seberapa kuatkah Wales, walaupun dia adalah seorang pelayan dari kekaisaran Iron Red Bear tetapi dia adalah seorang pelayan yang langsung melayangi sang Kaisar Iron Red Bear.
Di setiap Kekaisaran ada satu suku yang pasti memimpin, untuk suku Beruang sendiri adalah Iron Red Bear, suku Harimau adalah Cindaku Tiger mereka adalah suku terkuat dari seluruh suku Beastman di Praire. Kekaisaran Singa sendiri di pimpin oleh suku The Nemean Lion, Kekaisaran Banteng di pimpin oleh suku The Hercules Bull dan untuk Kekaisaran Badak di pimpin oleh suku Fighting Rhinos.
Naruto mengangguk namun dalam hati dia masih memikirkan beberapa hal yang aneh di kehidupan keduanya ini. "Lalu bisakah kau berubah ke wujud Iron Red Bear?" Wales mengangguk dan secara tiba-tiba tubuhnya membengkak lebih dari 3 kali lipat, bulu-bulu merah gelap mulai tumbuh di sekujur tubuhnya, wajahnya memanjang dan kini berubah menjadi moncong, anehnya Tuxedo yang dia kenakan sebelumnya sama sekali tak robek bahkan kini menyatu dengan tubuhnya.
Wales yang berada dalam mode bertarungnya memiliki postur yang lebih besar daripada Shadow, Shadow bahkan kini hanya setinggi pundak Wales yang berubah menjadi beruang merah. Tekanan dari kekuatan Wales keluar, bahkan untuk Shadow sendiri dia mulai menunjukkan sedikit keringat saat merasakan kekuatan dari tekanan yang di keluarkan Wales.
Naruto masih tetap tenang seraya menatap kagum kearah Wales, di lengan kanan Wales muncul kuku-kuku tajam sepanjang lebih dari 30cm berwarna perak, sedangkan pada lengan kirinya kuku sepanjang lebih dari 30cm berwarna merah darah. Semua orang yang ada disana tak kuasa untuk mundur beberapa langkah kebelakang saat melihat Wales yang berdiri dengan dua kakinya di depan mereka, sosok Wales saat ini sangat berbeda dari saat dia berada pada bentuk manusianya.
Kakek tua yang sopan dan tenang sebelumnya berubah 180 derajat menjadi sosok mengerikan yang bahkan dapat membuat monster sekaliber Shadow berkeringat. Naruto yang tahu semua teman-temannya bergetar ketakutan hanya menunjukkan senyum kecil di wajahnya, "Sudah cukup Wales." Wales mengeluarkan geraman kecil dari mulutnya dan kembali berubah menjadi manusia yang kini berdiri di depan Naruto dengan mata tertutup juga senyum tipis di wajahnya.
Naruto menatap Wales dengan serius dan mulai bicara, "Wales, sebagai Summoner yang memanggilmu aku memang masih lemah, tapi aku akan berusaha untuk terus menjadi lebih kuat jadi, apa kau ingin mendampingiku?" Wales membuka matanya dan kini kembali jatuh terduduk dengan satu lututnya.
"Saya akan mengikuti perkembanganmu master, saya akan terus bertarung bersamamu sampai nyawa tak akan lagi berada di dalam tubuh ini." Naruto tak kuasa menahan senyumnya, dia bahagia. Sebagai seorang Reinkarnator yang kembali ke kehidupan sebelumnya Naruto tahu seperti apa kekuatan dari Suku Iron Red Bear. Mereka kuat dalam hal serangan dan pertahanan, mereka juga cepat dan tak kenal ampun saat melawan musuhnya.
"Baiklah, kau bisa menempati lembar ke-3 dari Bibel ku." Wales mengangguk, saat Naruto membuka lembar ke-3 Bibel nya asap abu-abu membungkus tubuh Wales seluruhnya dan terserap masuk kedalam lembar ke-3 Bibel Naruto. Naruto membuang nafas panjang setelah Wales masuk dan kini menjadi makhluk panggilannya.
"Selamat untuk mendapatkan salah satu pelayan dari suku Iron Red Bear, Master." Shadow adalah yang pertama membuka mulutnya, Naruto yang mendengar ungkapan selamat dari Shadow mengangguk dengan senyum di wajahnya. Setelahnya Shadow kembali ke dalam Bibel Naruto, saat padangannya beralih pada teman-temannya Naruto melihat ekspresi pucat semua orang di sana.
Naruto menepuk Zabuza yang ada di dekatnya, "Hey... Hey... Itu tadi?! Monster? Beruang?!" Teriakan terbata dari Zabuza berhasil membangunkan semuanya dari ekspresi shock mereka. Dengan cepat pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan semuanya secara bersamaan. Naruto menjelaskan semuanya mulai dari siapa Wales dan dari suku mana dia berasal. Tetapi Naruto masih tetap merahasiakan suku dan kekaisaran lain dari Praire.
"Sial, itu tadi benar-benar menakutkan! Seberapa kuat sebenarnya Wales itu?! Bahkan tekanan yang dia keluarkan lebih kuat daripada tekanan yang kau keluarkan saat berada di markas militer Tokyo!" Haku dan Zabuza menoleh kearah Issei yang berteriak keras.
"Pelankan suaramu!" Haku berucap dengan pelan namun dalam, semua mendengar kata-kata Haku barusan. Nampak sedikit ekspresi panik di wajahnya, Naruto menatap Haku beberapa saat kala Night Lightning yang ada di punggungnya bergetar pelan. Naruto mengerti, pasti ada seekor serangga yang cukup kuat yang bahkan dapat membuat Night Lightning merespon.
"Ada musuh/Ada musuh." Naruto dan Haku berucap secara bersamaan, saat ledakan keras terdengar di luar dan berhasil melemparkan beberapa mobil dan bagian bangunan di luar. Semua orang berusaha melindungi diri mereka, saat asap di luar mulai sirna seekor monster menatap kearah kelompok Naruto dengan liur mengalir dari mulutnya.
Naruto menatap dengan ekspresi terkejut, "Jangan becanda!"
.
.
.
To Be Continue.
Hallo semuanya, saya kembali lagi dengan Road to Evolution chapter ke 13. Udah lebih dari dua bulan gak update, maafkan daku T-T. Ada berbagai alasan mengapa saya tidak update untuk sekian lama ini, bukan Writer Block atau mau Discontinue dan sejenisnya. Masalah alat buat nulis ini argghhh.
Di chapter ini sedikit diselipkan seperti apa kekuatan dari sang putra kematian, hmmm hehe dan juga makhluk ketiga yang di panggil Naruto adalah Wales, seorang pelayan dari dunia Praire. Bagaimana Naruto tahu? Akan ada dimasa depan bagaimana lengkapnya untuk Praire dan Bumi.
Banyak yang nanyain kapan updatenya cerita ini, maaf sebelumnya benar-benar maaf, jadi mumpung ini dah bener lagi dan mumpung libur semester author bakal nerusin pastinya okey. Diakhir cerita musuh seperti apa yang bikin Naruto kaget? Sekuat apa sih? Tungguin ya :v
Ada banyak yang bilang ini kaya yang ada di Webtoon, sebenernya sih kaya apa sih saya sama sekali gak tau hehe.
Ada yang tanya klasifikasi Insect Core, jawabannya ada banyak jenis Insect Core tergantung Insect Core tadi berasal dari monster atau serangga jenis apa, contoh ada serangga dengan kemampuan yang focus pada kekuatan fisik, itu adalah yang paling umum karena semua evolver atau manusia biasa bisa menggunakannya.
Tapi beda kalau seperti monster yang punya atribut khusus seperti contoh apa ya sampe lupa monster apa aja wkwkw, buka contekan dulu. Anjir contokan gua kegabung sama buku tugas wkwkw... contoh ya kaya The Greatest Cicada, ada sedikit atribut racun disana jadi berguna buat evolver jenis racun, walaupun bisa digunakan buat evolver dengan atribut seperti api atau yang lainnya juga buat manusia biasa tapi efeknya akan berkurang.
Begitupula untuk jenis Insect Core lainnya, juga tingkat kemurnian dari Insect Core juga berpengaruh untuk setiap Evolver, contoh sebuah Evolver atribut Api dengan kemurnian diatas 90% bakalan berwarna merah cerah dengan sedikit transparan, seandainya Insect Core itu digunakan oleh seorang Evolver dengan atribut api keefektifitasannya bakalan 100% dan bisa meningkatkan kemurnian atribut apinya juga meningkatkan efek serangan serta kekuatan fisik.
Tetapi jika digunakan oleh seorang Evolver beratribut air, Insect Core tadi hanya akan memberikan peningkatan kekuatan fisik dan bahkan akan memberi efek yang tak menguntungkan atau menyerang sang Evolver karena jenis atribut yang berlawanan. Itu sedikit penjelasannya, anjir sedikit :v
Slime? Fiks engga, aku aja gak suka slime hiiii jijik anjay :v
Kekuatannya, masih misteri ntar juga bakal keluar hmmm kapan ya?
Ohh Akame ga Kill, ya coba ntar ku liat-liat lagi.
Evolver terkuat buat awal Kiamat ini bukan Naruto pastinya, buat seterusnya juga bukan Naruto wkwkwkw.
Dah itu aja, maafkan author karena udah lama gak update-update nih fic, mood salah satu halangan dan juga Novel yang author baca bikin mengalihkan perhatian dari nulis wwkwkw.
Sekian dari saya, jangan lupa meninggalkan jejak, saran, dan keripik di kolom review. Bye~
~Hyrkn Out~
