Sitri Stronger
.
Disclaimer by
Naruto by Masashi Kishimoto
High School DxD by Ichie Ishibumi
.
Chapter 13
.
"Jadi, apakah rencananya sudah siap?" ujar seseorang yang sedang duduk di tempat serba gelap, dia nampak sedang melihat pemandangan kota Italy yang begitu menawan tersebut
"Sudah tuan, kita sekarang tinggal menunggu bagaimana reaksinya tuan"
Jawab orang dibelakangnya, sambil menunduk hormat, dia memakai pakaian majd yang menandakan dia pelayan milik sosok didepannya itu
"Bagus, Naruto Sitri, kita lihat apakah kau bisa melewati permainan ku ini, khekhekhekhe"
RayNaruKushi…
"Huwaa, apakah tidak ada sesuatu yang bisa kulakukan" teriak Naruto frustasi sambil mengacak-acak rambut hitam legamnya, kini dia sekaramg sedang berada di ruangan OSIS dengan adiknya dan juga para peerage miliknya
Sona hanya menghel nafasnya melihat sikap kakaknya yang mirip sekali dengan kakaknya satunya yaitu Serafall, yah harusnya ia maklum karena Narutolah yang membuat kakaknya Sera mulai bersifat childish, ia tidak menduga kalau Sera-nee dulu adalah kutu buku
"Ne Sona-chan, apakah tidak ada sesuatu yang bisa kulakukan"
Ujar Naruto cemberut, dia ingin sekali melakukan beberapa hal sekarang, menyebalkan batinnya, dia dari tadi hanya duduk disini atau tidak menuju ke kantin atau yang paling sering adalah melihat awan di atap sekolah dan itu sangat membosankan
"Huh, Nii-sama harusnya mengerti jika kita berada disekolah" ucap Sona, dia masih serius mengerjakan tugas sekolah menghiraukan kakaknya yang mengoceh tanpa henti, peeragenya milik Sona juga mengindahkan ocehan kakak king mereka
"Huh, lebih baik aku berjalan-jalan"
Gumam Naruto sambil beranjak dari tempatnya dan menuju kearah pintu keluar meninggalkan Sona dan peerage milik adiknya itu yang masih bergelut dengan tugas sekolah yang hari ini begitu menumpuk membuat pekerjaan anggota OSIS sangat banyak
Sona hanya menatap kepergian kakaknya itu dengan tatapan datar, dia lalu menatap para peeragenya "Cepat kita selesaikan, pekerjaan ini tidak akan selesai sendiri"
"Ha'I Kaichou"
Ucap mereka serempak sambil mengurus dokumen masing-masing
RayNaruKushi….
"Huh, pertama kalinya aku benar-benar risih dengan Sera"
Gumam Naruto, dia kembali mengingat apa yang terjadi tadi malam di Sitri Mansion yang membuat dirinya lari ke dunia atas
Flashback ON
"Mou Naru-kun ayolah ikut aku ke pembuatan film ya ya"
Bujuk Sera agar kakaknya ikut pergi dengannya, dia ingin membuat film terbarunya dengan kakaknya juga ikut berperan bahkan dia sudah mempersiapkan judul yang bagus untuk filmnya ini
Naruto hanya diam sambil menatap nanar sebuah buku yang ada di tangan adiknya yang bertuliskan "Levia-tan dan pangeran Sitri-kun"
'Jika aku bermain di film tersebut sudah dipastikan bahwa masa depan ku akan hancur' batin Naruto sambil menatap facepalm Serafall
"Etto, Nii-san ada pekerjaan yang harus diselesaikan" ujar Naruto sambil menggaruk kepalanya tidak gatal, dia lalu mencoba untuk keluar dari ruangan itu taoi belum sempat beberapa langkah, tangannya dipegang oleh adiknya
"Mau kemana Naru"
'Tamatlah riwayatku' batin Naruto menjerit
Naruto hanya cengegesan saja, saat Serafall menatapnya nyalang membuat nyali sang pemida berambut hitam dan kadang menjadi putih untuk melarikan diri menjadi ciut, dia kini bagaikan dihadapkan dengan Shinigami yang bersemayam di tubuh adiknya
"Kau tidak boleh lari dari imoutomu ini Nii-san" ucap Sera sambil mengembungkan pipinya membuatnya nampak sangat imut
Naruto hanya mendesah kecewa saja, inginnya melarikan diri tapi jika Sera sudah memaksa maka kecil kemungkinan dia bisa kabur
"nee, Sera sejujurnya aku beneran sibuk"
"Hmmp, jangan beralasan didepanku Naru-kun, aku tau kau ini tidak banyak kerjaan, bahkan kemarin saat kau pulang kau hanya menghabiskan waktumu dikamar, beruntungnya aku mengikutkan mu kedalam film ku agar kamu tidak kebosanan" ujar Sera sambil berakting layaknya penyihir penyihir di film
'Aku lebih suka membantu para maid dalam mengerjakan pekerjaannya dari pada ikut syuting film ini' batin Naruto facepalm
Naruto tersentak saat tangan adiknya itu memegang erat tangannya sambil menariknya paksa kedalam ruangan syuting
"Ayo Naru-kun, bersemangatlah" Ujar Serafall yang hanya dijawab dengan 'Ha'i' oleh Naruto dengan nada malas
Dan dimulailah adegan film terbaru Levia-tan dengan pemeran Naruto Sitri yang menjadi kekasih bukan! Tapi melainkan suami Levia-tan
Skip Time
'Nama ku pasti hancur' batin Nariluto sambil menangis di pojokan ruangan tempat mereka syuting
Ini sudah memasuki Break Time jadi banyak petugas yang beristirahat diluar yang membuat ruangan syuting kosong dan hanya menyisakan Naruto dan beberapa iblis yang masih berkutat dengan pekerjaan editing milik mereka
"Hoammm"
Naruto menguap lebar, hampir tiga jam dirinya harus berakting di depan Camera dan itu sukses membuatnya kelelahan walaupun hanya akting
Tiba-tiba lingkaran sihir muncul di dekat Naruto dan menampillan Grayfia yang nampak sedang membawa belanjaan di tangannya
"Aku mencarimu kemana-mana, Naruto-sama, ternyata anda berada disini" ujar Grayfia sambil menunduk hormat kepada Kingnya
"Sudah kukatakan Grayfia-chan, hentikan gaya formal mu itu kita sudah mengenal satu sama lain kan saat Great War terjadi"
Ucap Naruto, sudah beberapa minggu setelah ia mendapatkan Evil Piece dan sudah beberapa minggu pula Grayfia sudah menjadi Queen dalam peeragenya itu
Ya jika Sirzech yang membujuknya maka dia tidak akan menerima Evil Piece itu, mungkin sedikit terdengar arogan tapi dia bisa mengatasi masalahnya sendiri tanpa harus melibatkan orang lain
Tapi hatinya luluh saat Drama yang menurut Naruto brengsek itu terjadi di depannya apalagi saat Sirzech mengucapkan kata 'Kau harusnya tau betapa Grayfia sangat menginginkan dirinya berada di sampingmu' dan itu sukses membuat ia mual
Masalahnya terjadi saat Sirzech menaburi Grayfia dengan Charming Magic yang begitu banyak sehingga dirinya terkena sisi drama tersebut
Naruto facepalm mengingatnya, 'Aku akan membunuh si merah menyebalkan itu' batin Naruto, dirinya lalu menatap Grayfia, dengan lembut tangannya menyentuh tangan Queennya membuat Grayfia terkejut
"Duduklah, aku tidak mau kamu berdiri sambil menunduk hormat kepada ku terus menerus"
Ujar Naruto dan dituruti oleh sang Queennya, Naruto menatap Grayfia dengan intens begitu juga sebaliknya
"Kau banyak berubah Grayfia-chan apalagi di bagian itu" Ucap Naruto tapi diakhir kalimatnya dia mengucapkan dalam hati
Ssejujurnya Naruto tidak menatap wajah Grayfia, melainkan melihat dua gumpalan besar milik Lucifuge terakhir itu
Grayfia hanya mengangguk, saat Great War dia masihlah pemula, saat itu dia tidak dapat bertarung dan hanya bisa soal melayani Klan Lucifer
Tapi berubah saat ia bertemu dengan Naruto Sitri, waktu itu ia bertemu Naruto saat dirinya berumur 14 tahun sementara Naruto berumur 15 tahun
Dan begitulah, mereka menjadi partner dan tanpa sadar dia menaruh hati kepada Naruto dan baru setelah hilangnya Naruto dia nerasakannya
Perasaan kehilangan yang begitu besar sampai dia depresi dengan itu dan berakhir dengan ucapan formalnya sekarang ini
Ia tersentak saat tangan pria yang ia cintai itu mengelus surai peraknya dengan lembut
"Aku merindukan rambut cantikmu ini"
Ujar Naruto membuat Grayfia memerah pipinya, selain warna blonde dan merah ia juga suka dengan warna rambut Grayfia yang baginya dari dulu sangat menawan
Tangan Naruto lalu turun dan berhenti tepat di pipinya, ia mengusap lembut pipi Grayfia sambil tersenyum kearah Queen cantik miliknya
"Rasanya begitu lama tidak membelaimu Grayfia-chan" Ucap singkat Naruto sambil memegang pipi Grayfia dengan lembut
Bibir The Strongest Queen itu bergetar, dia membutuhkannya, ia benar-benar membutuhkannya!
Dengan cepat Grayfia mencium bibir Naruto yang membuat Kingnya itu terkejut dengan tindakannya, ia benar-benar tidak memperdulikan sekitarnya sekarang
Persetan jika ia adalah maid, ia juga butuh meluapkan emosinya dan juga rasa cintanya kepadanya
Lidah Grayfia dengan lincah menari di mulut Naruto seakan menantang Naruto untuk melawan balik lidahnya itu
Entah apa yang dipikiran Naruto, sang Strongest Sitri itu juga melumat bibir Grayfia yang membuat mereka saling bertukar lidah
"Naruto-kun, aku membawakan jus untuk….mu" Ujar Sera yang masuk, ia ingin memberikan secangkir jus untuk emm kekasihnya itu tapi yang ia lihat kali ini membuatnya mengurungkan niatnya
Perlahan aura menakutkan itu mulai menguar dari tubuh Sang Leviathan tersebut, matanya dengan tajam menatap Naruto yang sedang bercumbu dengan Grayfia
"Naruto"
Ujarnya membuat keduanya sadar dari kegiatan Naruto, nampak Grayfia sedikit kecewa dia ingin masih melakukannya lagi
Dengan cepat ia menarik kepala Naruto hingga akhirnya mulutnya berada di samping telinga pria yang ia cintai tersebut
"Aku mencintaimu"
Ucapan itu terdengar lirih tapi bagi Naruto yang telinganya teoat di samoing bibir Grayfia itu bisa mebdengarnya secara jelas
Ia mematung sambil melihat Grayfia yang buru-buru menciptakan lingkaran sihir yang lalu menghilang meninggalkan dirinya yang masih mematung dan juga Serafall yang mendeath glare Naruto
'Apa tadi itu' batin Naruto
"Nee, Naruto-kun"
Naruto meneguk ludahnya secara kasar saat mendengar suara Serafal, dia hanya mampu cengegesan saja sambil melihat adiknya yang sekarang menjadi kekasihnya tersebut
"DASAR TUKANG SELINGKUH!"
"GYAAAAH"
Flashback Off
Naruto menghela nafas mengingatnya, itu yang membuat Serafall sekarang lebih posesif kepadanya, adiknya atau kekasihnya itu bahkan sampai tidak membiarkan dirinya terlepas dari jangkauannya
'Untung ada Kaa-san dan Tou-san waktu itu' batin Naruto
Dia bisa terlepas dari Serafall sekarang itu berkat kedua orangtuanya, mereka membujuk Sera untuk lepas darinya dan ajaibnya itu berhasil
Naruto akhirnya berhenti di kursi kosong di pinggir lapangan sekolahnya, nampak sekarang ia sedang menengok kesana lesini seperti mengecek sesuatu
"Mungkin bolos hari ini tidak apa-apa, lagian mata pelajaran disini sudah ku kuasai dari dulu"
Gumam Naruto, nampak sekarang Naruto berada di lingkaran sihir yang ia buat, dan hanya beberapa detik saja sosok Chara utama kita itu hilang dari tempatnya
Tanpa sepengetahuan Naruto, nampak Sona yang hanya menatap kepergian Nii-samanya itu dengan tatapan datar, dia dari tadi memang mengikuti Naruto
Memang tugasnya sekarang menumpuk tapi dia punya peeragenya yang membantunya untuk menyelesaikannya pekerjaannya sebagai ketua OSIS tersebut
"Apa yang kuharapkan dari kakak"
Ujar Sona yang lalu berjalan kembali ke kantor kerjanya, dia tadi sedikit berharap kakaknya tidak akan kabur saat jam pelajaran berlangsung, tapi sepertinya ia harus menelan harapannya itu mentah-mentah
RayNaruKushi…
Plung
Suara kail pancing itu bergema, mungkin karena tidak banyak orang yang berlalu lalang menjadikan hal itu terjadi
Nampak di tepi sungai tersebut Gubernur Malaikat Jatuh yaitu Azazel sedang melakukan rutinitas setiap harinya…
Yaitu memancing
"Tidak dapat ikan lagi kah hari ini? apakah ikannya sudah habis dipancing oleh si jenius itu" ujarnya kesal, dia sudah berjam-jam disini dan ia tidak mendapatkan satu ikan pun
Dengan segera sang malaikat jatuh nista itu bangkit dari tempat duduknya, dia lalu membereskan alat pancingnya bersiap untuk pulang
"Mungkin lain kali aku akan mendapatkan lebih dari si jenius itu" ujarnya optimis untuk mengalahkan rivalnya itu
Tapi sebelum berangkat dia merasakan suatu energi asing yang tiba-tiba ada, energi itu cukup besar hingga membuat Azazel nampak shock sekaligus heran
"Ada yang aneh, i-ini bukannya!"
Ujar Azazel Shock lalu bergegas menuju sumber kekuatan yang ia rasakan, jika memang yang terjadi adalah sesuatu yang ada di kepalanya, berarti ini gawat!
Disisi lain, Naruto yang juga sedang tiduran di atas pohon juga merasakannya, dia langsung terbangun dari tempat ia bersantai
Dia memang kabur kesini atau tepatnya ke hutan ini untuk menghindari Sona yang mungkin sekarang sedang mencarinya, mungkin
"Jadi Dimensional Gap terbuka kembali yah dan energi ini….hmm serasa sangat familiar bagiku, kira-kira aku dimana yah?"
Gumam Naruto sambil memperliatkan pose berpikir. Dia lalu bergegas kesana untuk mencari tahu, yang pasti dia sangat familiar dengan energi itu
Begitu juga Sirzech, dia juga berhenti dari pekerjaannya saat energi tiba-tiba terasa. "Aku akan pergi dulu Nashi-chan, aku ada urusan penting" ujarnya terburu-buru
"Ha'I Anata" ujar sang istri
Disisi lain di tempat energi itu berada. Nampak sebuah tornado sedang terjadi disana dan di dalam tornado tersebut nampak sebuah portal muncul di atas langit
Portal itu lalu menampilkan 5 orang yang sepertinya terluka parah, diantara mereka masih ada yang berdiri dan sisanya tergeletak lemas
Akhirnya tornado itu hilang dan portal juga tertutup nampak yang tersisa hnaya orang yang sepertinya habis dalam sebuah pertarungan
"Hinata, Ino Sakura apakah kalian tidak apa-apa" tanya sosok perempuan yang paling dewasa diantara mereka. Nampak mereka menggeleng pelan, kondisi mereka sekarang benar-benar tidak fit apalagi dalam pertarungan
"Kami terluka, bagaimana dengan Kurenai-sensei?" tanya Hinata yang berusaha untuk berdiri. Kurenai membantu anak didiknya itu untuk berdiri dengan menarik lengan Hinata sekuat tenaga
"Ya aku tidak apa-apa, hanya beberapa luka saja seperti kalian" ujar Kurenai dia lalu melihat kesekeliling, mereka sekarang berada di hutan yang entah dimana Kurenai tidak tau
"Kita berada dimana Kurenai-sensei" tanya Hinata dia belum pernah kesini sebelumnya
Kurenai menggeleng pelan, dia juga tidak tau dimana mereka. Di gendongannya terlihat seorang bayi dengan rambut hitam legam seperti dirinya dan juga mata biru yang sangat menenangkan
"Kau tidak apa-apa kan Yuki" ujarnya sambil menatap wajah bayi tersebut dan sepertinya bayi itu tidak apa-apa karena terlihat ia begitu hyperaktif
Kurenai tersenyum, dia kira anaknya akan ikut terluka tapi sepertinya ia melindunginya dengan baik. Dia lalu menengok kearah ketiga muridnya itu mereka terluka dan chakra mereka habis, dia harus segera mengobati mereka
"Wah, kukira ada yang akan terjadi tapi sepertinya aku salah perkiraan, nona apakah mau ku bantu" mereka langsung menoleh kearah sosok yang baru saja tiba. Mereka bisa melihat seorang pria dengan rambut setengah pirang dan setengah hitam tapi yang paling mencolok adalah sebuah sayap gagak di punggungnya
"Siapa kau?" tanya Kurenai was-was, dia menyiapkan sebuah kunai di belakang punggungnya untuk bersiaga jika sosok itu akan menyerang
Muncul lagi sesosok pria dengan rambut merah, sepertinya ia juga barusan datang. Bisa mereka lihat dipunggungnya terdapat sayap kelelawar yang besar
"Sirzech, apakah kau juga tertarik demgan kemunculan dimension Gap" tanya sosok bersayap gagak itu pada sosok bersayap kelelawar
"Aku hanya ingin mengetahui apakah ada bahaya yang akan mengancam" ujar simpel Sirzech
"Apa aku telat" mereka semua menatap kearah pohon besar di dekat kedua sosok itu, nampak seorang pria dengan rambut hitam legam serta mata bewarna hitam itu sedang menatap mereka
"Tidak juga Naruto" jawab Sirzech tapi membuat keempatnya langsung shock saat mendengar nama Naruto terucap dari bibirnya
"Kamu…..Naruto-kun?" tanya Kurenai menggunakan suffik -kun di belakang nama Naruto
Naruto tidak menjawab, dia lalu turun dari pohon tersebut memperlihatkan wajah aslinya yang begitu tampan pada mereka berempat
"Kurenai?"
Tanyanya singkat dan Kurenai langsung berlari kearah Naruto berada dan sesampainya ia langsung menangis sejadi-jadinya di dada Naruto
Kedua sahabat Naruto itu hanya menaikkan alisnya heran. 'Mereka mengenal Naruto?, apakah ini berhubungan dengan saat ia menghilang dahulu' batin kedua orang itu serempak
Naruto memeluk tubuh Kurenai. Ia memang sangat dekat dengan Kurenai dahulu saat dia masih berada di Elemental Nation, kalau tidak salah bukan Kurenai saja tapi juga Yugao
Naruto menatap keempat orang di depannya, tiga terluka parah dan satu pingsan. Dia lalu menciptakan clonenya untuk membantu mereka
Nampak ketiga orang itu menatapnya dengan tatapan shock, gembira dan juga heran kepadanya
"Sudah lama tidak bertemu, Hinata, Ino dan Sakura" ucapnya dengan senyum khasnya dahulu membuat mata mereka melebar dan segera berlari kecil ke arah Naruto
Kali ini dia dia dipeluk 4 orang membuat ia susah bernafas tapi itu tidak jadi masalah karena dia juga rindu dengan teman-temannya
Sedangkan Sirzech dan Azazel hanya sweatdrop saja melihatnya. 'Terkutuk kau Naruto, diam-diam kau membuat harem ternyata' batin mereka menyumpah serapah teman mereka itu
Selang beberapa lama akhirnya keempat perempuan itu melepaskan pelukannya, nampak mereka sangat gembira bisa bertemu dengannya
Pandangan Naruto lalu menuju kearah bayi yang ada didekapan Kurenai. "Ini anakmu Kurenai?" tanyanya
Kurenai mengangguk kecil. "Bukan anak ku saja, ini juga anakmu" ucapan Kurenai itu sukses membuat Naruto membeku
Dahulu memang dekat dengan Kurenai tapi tidak sampai dengan hubungan badan, mereka paling hanya saling bercumbu saja. Ingin Naruto tepis perkataan Kurenai tapi mata biru itu benar-benar mirip pada sosoknya sendiri waktu di Elemental Nation
"Kapan…."
Kurenai tersenyum mendengarnya dia bahkan dulu juga sempat shock mengetahui dia hamil
"Saat kita di bar dan kita berakhir mabuk" jawab Kurenai membuat Naruto melebar, sepertinya dia tahu kejadian mana yang ia maksud
Kurenai terkekeh pelan, Naruto pasti akan mengeluarkan ekspresi itu. Dia lalu menatap wajah kekasihnya itu, tidak ada warna kuning dan mata biru di sosok Naruto saat ini
'Jadi rumor itu benar, jika kau memang menyembunyikan sosok aslimu Naru' batinnya. Dia rada blushing saat melihat wajah tampan Naruto
'Aku menjadi ayah?, oh sial aku tidak tau apa yang harus kulakukan' batin Naruto, dirinya lalu menggelengkan kepalanya cepat, belum waktunya untuk memikirkan itu sekarang
Naruto lalu menyuruh clonenya untuk mengangkat satu orang yang masih pingsan. "Kalian ikut aku, Sirzech aku akan membawa mereka ke mansion Sitri kau kerjakan tugas mu sebagai mou" ujarnya, ia lalu membuat sebuah lingkaran sihir di sekeliling mereka yang membuat keempat perempuan itu bingung sekaligus kaget
Sirzech berkacak pinggang temannya itu sesukanya menturuhnya. "Dasar kau ingin enaknya saja, jika kau tidak pergi waktu itu sudah kupastikan kau akan menjadi mou seperti ku"
Naruto tertawa mendengarnya, "Kau harusnya bangga dobe, oh ya aku meminjam ini yah"
Ucapnya sambil memperlihatkan sebuah buku yang sangat dikenali oleh Sirzech hingga membuat matanya melebar sempurna. "Kau….darimana kau dapatkan itu?" tanya Sirzech sambil mendeathglare temannya itu
"Aku menyelinap masuk kantormu dan kebetulan aku menemukan ini, jika kau menolak meminjaminya aku akan mengatakannya pada istrimu, bagaimana?"
Ucap Naruto membuat Sirzech meneguk ludahnya kasar, sudah pasti jika istrinya menemukan dirinya membaca buku laknat maka ia akan menghabisi dirinya. Dengan gerakan patah-patah Sirzech mengangguk
Naruto tersenyum kemenangan, dia dan yang lainnya lalu menghilang dalam lingkaran sihir menyisakan Sirzech dan Azazel yang hanya bengong melihat kepergian Naruto
"Oi Sir, tadi itu buku apa" dan Sirzech tidak bisa menjawab pertanyaan dari gubernur malaikat jatuh tersebut
RayNaruKushi….
Sebuah lingkaran sihir nampak terlihat di depan mansion megah milik Sitri dan beberapa detik kemudian lingkaran sihir itu hilang menyisakan Naruto dan yang lainnya
"Kita dimana Naruto"
Tanya Ino, mereka melihat sekeliling nampak sebuah taman yang luas dan mansion yang sangat megah di belakang mereka dan yang paling membuat mereka bingung adalah warna langit yang tidak semestinya
Naruto hanya tersenyum lalu menjawab. "Kita berada di rumahku atau tepatnya rumah keluarga besar, selamat datang di Mansion Sitri" ujar Naruto memperkenalkan kediamannya
Mereka hanya bengong saja, bangunan yang mereka lihat nampak sangat megah bahkan seorang raja tidak mempunyai kediaman sebesar ini
Naruto terkekeh pelan, dia lalu menarik tangan Kurenai. "Ayo kalian masuk" ujarnya
Tapi belum beberapa langkah dia berhenti, dia lalu mendekati anaknya yang berada di gendongan sang ibu dan dengan sebuah jentikan penampilan anaknya berubah
Sejujurnya tidak semua, hanya warna matanya saja yang berubah purple seperti miliknya. Kurenai yang melihat itu terkejut, dia bisa melihat warna mata anaknya yang tadinya biru tergantikan dengan warna purple
"Apa yang terjadi Naruto-kun?"
"Penampilan diriku di Elemental Nation hanyalah ilusi begitu juga dengan anak kita, aku menyadari ada sihir tipis yang menyelimutinya" ujarnya sambil tersenyum manis kearah Kurenai dan lainnya
Kurenai mengangguk paham, ia menatap anaknya yang sepertinya sangat hyperaktif itu, jika diteliti ada satu perbedaan lainnya yaitu bagian wajah. Dia terlihat bertambah imut, sepertinya aksen ayahnya juga melekat
"Ayo kita masuk jangan ra-"
"Naru-kun akhirnya kau pulang" ucapan Naruto terpotong oleh sebuah suara yang begitu dikenali Naruto. Sang jenius itu menatap horror sosok di depannya, astaga dia lupa bahwa adiknya disini
"Mo Naruto-kun aku merindukan mu kema….na saja k-kau" dia kaget, dia kaget saat melihat kakaknya sekaligus kekasihnya itu membawa 5 perempuan tapi yang membuat ia lebih kaget adalah sosok bayi yang sangat mirip dengan kekasihnya
"BISA KAU JELASKAN NARUTO SITRI?"
To Be Continue
Well, berdebu yah, ah w bodo amatlah
Bagaimana Chapter ini?
Aku merasa kaku saat membuatnya, jadi maafkan aku jika ada yang salah. Oh ya soal Typo yang bertebaran, mohon dimaklumi, aku tidak mengoreksinya terlebih dahulu, aku terlalu capek untuk melakukannya
Oh ya aku mau promosi fic baruku yang NarutoXResident Evil The Series, kalian bisa check di profil ku
Sekali lagi aku mohon maaf karena update tidak menentu, aku yakin sebagian besar kalian marah denganku tapi kenyataannya aku memang terlalu memanjakan diriku dengan apa yang namanya game, soo maafkan aku
Jangan lupa melihat karya-karya ku yang lain byeee…..
