13

-Cho Kyuhyun-
"kau benar-benar memegangiku."
aku melihatnya yang nampak merenung. kami berada di sudut backstage jauh dari kru acara dan artis lain. aku masih merasakan pegangannya di tubuhku. hangat. benar-benar hangat. dan seolah kekuatan itu mengalir di tubuhku, lagu yang hampir tidak bisa kuselesaikan akhirnya selesai dengan baik.

manager hyung datang. "mobil sudah siap, ayo segera kembali ke dorm. kau harus segera istirahat."
aku mengernyit. "bukankah masih ada acara lain?"
"aku membatalkannya"
"manager hyung,"
"jangan membantah Kyu!" suara manager hyung meninggi. kemudian dia melunak lagi. "lihat dirimu Kyu-ah. bagaimana kau bertahan jika berjalan saja sudah seperti mayat hidup? seperti ada yang menggerakkanmu dari balik punggungmu, kau nyaris tidak berjalan Kyunieya. jebal kita kembali saja ke dorm."

itu benar. untuk berjalan aku ditopang oleh tangan itu. hhh dengan terpaksa aku mengikuti manager hyung kembali ke dorm. dan di dorm sudah ada yesung hyung yang segera membawaku ke kamar. membaringkanku di kasur dan menyelimutiku.
"hyung," panggilku sebelum dia keluar. Yesung hyung tersenyum dan berbalik.
"ada yang kau perlukan saeng?" suaranya bergetar. dan aku melihat yeoja itu tersenyum. apa dia yang melakukan semuanya? hyungdeul tahu dengan batasan waktuku?
"mianhe,"
yesung hyung mengusap lenganku dengan lembut. masih tersenyum mulutnya bergerak mengatakan Gwancana.
diapun segera keluar begitu kulihat satu bulir air mata lolos dari sudut matanya.

"kau membuatku melihat mereka menangis,"
yeoja itu tidak menyahut.
"bagaimana kau melakukannya?"
"tidak perlu kau tahu,"
aku mendesah panjang. "kemana kau akan memasukkanku?"
yeoja itu bergerak dari sudut kamar. duduk perlahan di tepi ranjangku. dia memperhatikan sesuatu di wajahku, tapi apa aku tidak peduli.
"madu neraka atau nanah surga untuk membasuh bibirmu yang kering itu?"
aku menyeringai. dia menyinggung ketajaman mulutku sekarang. "jika begitu posisinya, nanah surga akan terasa lebih manis dari madu neraka. dari kecil sudah diajarkan bahwa surga adalah tempat paling menyenangkan, tempat darimana dan kemana kebaikan ada. dan neraka adalah tempat paling mengerikan, dimana kebusukan dan kejahatan akan singgah."
aku menatap matanya yang masih menatapku. "untuk orang sepertiku aku tahu dimana tempatku,"
dia menggeleng, "masih ada hari sampai kau tahu kemana kau akan pergi."
dia membenarkan selimutku lalu mengusap keningku. "tidurlah. jalani saja dengan tenang."
entah apa yang dia lakukan aku merasa sangat mengantuk mendengar kalimatnya. seperti mantra akupun tertidur.
-