"Before Marriage"

Epilog of 'Just to say I LOVE YOU'

Cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Other.

Length : Epilog

Rate : T+ ('+' dikit)

Genre : Romance, Fluffy (dikit)

Warn : YAOI, Typos

::[[...]]::

.

AUTHOR POV

.

Dua bulan lebih setelah kejadian dimana Sehun melamar Luhan, mereka berdua sama sekali belum melaksanakan upacara pernikahan mereka. Hal ini memang sangat mengesalkan, terutama bagi Sehun. Orang tuanya melarang Sehun untuk menikah dengan cepat. Tapi Sehun masih ingat betul bahwa ayahnya berjanji untuk mengizinkannya menikah dengan Luhan.

"Ayah berjanji, kalian pasti menikah. Tapi bisakah kalian menunggu karena ayah tidak mungkin mudah terbiasa dengan hubungan kalian? Biarkan waktu berjalan dan semua public mengetahui hubungan kalian. Baru ayah mengizinkan kalian menikah. Oh, sungguh ini akan berdampak pada keluarga kita. Sehun, kau mengerti kan?"

"Tapi ayah?"

"Begini saja, ayah akan segera mempercepat pernikahan kalian apabila Sehun mampu membantu ayah untuk mengerjakan proyek-proyek yang hampir gagal. Kalau proyek yang hampir gagal itu bisa diperbaiki, maka ayah akan berjanji pernikahan kalian akan bisa segera dilangsungkan!"

Luhan masih ingat betul kejadian itu. Ketika Sehun mendengus kesal marah pada ayahnya. Tapi mau bagaimana lagi? Ayah Sehun sudah berjanji, dan tak mungkin untuk mengingkarinya.

"Aku akan memegang janji ayah. Oh, bahkan aku akan berjanji untuk meningkatkan pamor perusahaan kita. Aku akan berjanji ayah, karena aku sangat mencintai Luhan…"

Luhan tersenyum ketika ingat Sehun menggenggam tangannya erat sambil tersenyum yakin dihadapan tuan Oh. Seperti inikah Sehun yang sebenarnya?

Kriieett!

Pintu kamar Luhan terbuka dan Luhan tersenyum lagi ketika melihat siapa yang masuk. Pemuda dengan marga Xi ini berlari kecil mendekati kekasihnya –yang sepertinya sangat kelelahan.

"Kau baik-baik saja? Wajahmu terlihat kelelahan…" Luhan mengusap pipi Sehun lembut setelah memberinya pelukan hangat terlebih dahulu.

"Aku baik-baik saja. Terutama setelah melihat senyum manismu, aku semakin baik-baik saja." Sehun berucap seraya memberi kecupan kecil dipelipis Luhan. Luhan menutup sebelah matanya karena pelipisnya dikecup oleh Sehun.

"Aku merindukanmu…"

Sehun tertawa kecil mendengar pernyataan Luhan yang manja. Baru seharian ini ia meninggalkan Luhan untuk kesibukan perusahaan.

"Sehabis kuliah aku tak melihatmu sama sekali, dan kau menelponku lalu berkata kalau kau langsung pergi ke kantor tanpa pulang bersama. Aku merindukanmu, Sehunna…" Luhan menatap Sehun dengan wajahnya yang memanja. Lucu dan imut sekali, membuat Sehun gemas sekali dengan kekasihnya itu.

"Kau tau sendiri kan Lu? Setelah kuliah aku diwajibkan untuk ikut mengurus perusahan. Yeah, untuk belajar karena di masa depan perusahaan ayah akan menjadi perusahaanku juga mengingat ayahku hanya punya aku sebagai anak kandungnya." Sehun menuntun Luhan untuk duduk diranjangnya.

Luhan hanya merengut lucu lalu mengangguk paham.

"Ini semua untuk kita. Pernikahan kita nanti. Mari kita lewati masa-masa seperti ini untuk sampai ke pernikahan kita. Lalu bahagia selamanya, ya?" Sehun mengusap pelan surai madu milik Luhan yang terasa sangat halus ditangannya. Luhan tersenyum ketika mendengar ucapan Sehun yang menurutnya sangat amat manis.

"Aku mencintaimu, Oh Sehun!"

Lagi-lagi Luhan memeluk Sehun dengan erat. Seharian tak bertemu dengan kekasihnya ini adalah hal yang cukup sulit untuk Luhan jalani. Terlebih lagi ia harus menunggu sendirian di apartemen Sehun.

Keduanya memutuskan untuk tinggal bersama setelah hari itu. Walaupun terkadang Luhan akan kembali ke kontrakan lamanya untuk sekedar menginap apabila Sehun lembur di kantor. Mereka memang tinggal satu apartemen bahkan satu kamar, tapi jangan berpikiran bahwa mereka telah berhubungan layaknya 'pasangan'.

Hal ini sendiri adalah janji yang Sehun buat pada dirinya sendiri. Ia tidak akan berani menyentuh Luhan jika belum benar-benar memiliki Luhan seutuhnya dan terikat hubungan suami-istri. Luhan sendiri juga tak pernah mempermasalahkan hal itu dikarenakan Luhan sendiri tidak mengerti, ah bahkan Luhan tak pernah memikirkan terlalu kesana. Padahal kalau kita sendiri berpikir, sepasang gay tidak akan ketahuan atau em yah maksudnya atau akan menyebabkan masalah semacam 'hamil duluan'. Tapi Sehun tetap saja bersih keras untuk menahan hasratnya. Hasratnya memang selalu ia tahan dikarenakan penampilan Luhan yang memang selalu terlihat menggoda baginya.

Bagaimana tidak?

Luhan selalu hanya mengenakan kaos tipis dan celana pendek diatas lutut –itu sudah menjadi kebiasaan Luhan semenjak ia tinggal dikontrakan maupun di panti asuhan.

"Lu, aku lapar. Apa yang kau masak untuk makan malam kali ini?" Sehun memeluk Luhan yang sedang memasak. Ia baru saja selesai mandi dan melihat Luhan sedang memasak, lalu muncullah inisiatif untuk memeluk Luhan dari belakang. Sesekali Sehun mencuri kecupan kecil di bahu Luhan yang selalu terekspos dikarenakan kaos yang Luhan pakai selalu kaos berbahan katun yang halus.

"Aku hanya memasak sup ayam. Dan aku menambahnya dengan sayuran. Ehmm, enak sekali." Luhan menjilat bibirnya sendiri setelah mencicipi kuah sup buatannya. Dirinya tak menyadari bahwa dibelakang Sehun tengah berjuang mati-matian untuk menahan hasrat untuk menerkamnya saat ini juga.

"Kau wangi sekali, Lu…" gumam Sehun dengan sesekali menyesap wangi calon istrinya itu.

Beda dengan seseorang pada umumnya yang biasanya akan bergidik ngeri ketika mendapat perlakukan seperti ini, maka berbeda dengan Luhan yang justru tersenyum dengan polosnya.

"Aku memakai sabun yang kubeli dengan Baekhyun kemarin." Luhan membalikkan tubuhnya seketika dan mendapati ekspresi aneh Sehun yang menurutnya memang aneh –well, itu ekspresi orang sedang 'terangsang'.

"Oh ya, untung saja kemarin Baekhyun mau menemaniku berbelanja selagi aku menghabiskan waktu untuk menunggumu! Hehehe!" Luhan tertawa polos, tak sadar didepannya ada setan yang ingin segera bangkit.

Sehun sepertinya sudah tidak tahan. Luhan adalah orang pertama yang membuatnya jatuh cinta, dan Sehun juga kali pertama ini bisa merasakan hal yang namanya –terangsang. Err, bukankah ini berarti bahwa Sehun akan kesusahan untuk menahannya lagi?

"Sehun, kau kenapa? Ayo makan malam!"

"Oh ya, makan malam yah!" Sehun baru saja hendak menyeret Luhan ke kamar kalau Luhan tidak menyadarkan lamunan mesumnya. Luhan hanya mengangguk manis dan menggiring Sehun ke meja makan , tentunya untuk segera makan malam.

'Hhh, Sial! Apa yang kupikirkan tadi!' Sehun merutuki dirinya yang hampir saja akan melanggar janjinya sendiri.

Disela-sela acara makan malam berdua yang begitu sepi, Sehun tiba-tiba teringat sesuatu yang selama ini cukup mengganjal pikirannya. Ia menghentikan suapannya dan menatap penuh tanya pada Luhan yang sekarang otomatis ikut berhenti menyendok makanannya.

"Lu, kalau selama setahun itu kau berada di kuil, lalu siapa yang menaruh bunga-bunga itu? Di mejaku, ulang tahunku. Baekhyun bilang ia hanya meletakkan bunga itu sekali itupun gagal karena aku memergokinya."

Luhan mengerjap tak mengerti maksud Sehun, tentu saja karena Luhan memang tidak di Seoul saat itu.

"Ah, begini. Jadi saat kau menghilang, ada orang misterius yang selalu memberiku bunga-bunga krisan. Ehm, tepatnya hari-hari sebelum ulang tahunmu. Awalnya aku berpikir kalau itu kau, tapi aku teringat kau bilang selama setahun kau ada di kuil Beihai. Jadi, sekarang aku penasaran siapa yang memberikannya."

"Itu aku!"

Sehun dan Luhan terdiam ketika mendengar suara orang lain menjawab. Mereka sedikit tercengang ketika menyadari suara siapa itu.

"Chanyeol hyung?" kaget Sehun tak percaya.

"Maafkan aku sehun-ah, aku sedikit mengerjaimu waktu itu. Hahahaha!" sesal Chanyeol disela tawa yang menurut Sehun bukanlah sama sekali penyesalan.

Baekhyun yang berjalan disamping Chanyeol sedikit terkejut melihat penampilan Luhan yang menurutnya cukup menarik perhatian. –perhatian Sehun pastinya.

"Bagaimana kalian bisa masuk?" tanya Luhan tanpa menghentikan kegiatan mengunyahnya. Sehun terkekeh geli melihat tingkah kekasihnya yang lucu.

"Sehun, kau tak mengganti password apartemenmu rupanya. Dan Luhan hyung, tolong untuk menelan makananmu dulu baru bicara hyung. Hahaha!" Baekhyun tertawa puas dan ikutan nimbrung di meja makan. Tanpa meminta izin pada tuan rumah, pria dengan julukan bacon ini duduk dan mulai mengambil piring –tentunya nasi dan lauk untuk selanjutnya.

"Dasar, kalian berdua…" Sehun mendengus melihat kedua temannya yang aneh ini bertingkah seenaknya. Hilanglah momen kebahagiannya berdua dengan Luhan.

"Oh iya, Chanyeol-ah. Ada apa kalian kemari?" Tanya Luhan disela-sela acara makan malam mereka berempat. Chanyeol menghentikan kegiatan makannya dan menepuk jidatnya sendiri.

"Astaga, aku lupa! Aku datang kemari sebenarnya ingin memberikan kalian ini…" Chanyeol merogoh sesuatu dari saku coat yang dipakainya.

"Undangan?" Luhan mengerutkan keningnya dan membaca apa isi kertas berwarna yang Chanyeol berikan padanya.

"Undangan pernikan, Byun Baekhyun? Park Chanyeol?"

"Uhuk! Uhukk!" Sehun tersedak makanannya sendiri, Luhan yang duduk dihadapannya menyodorkan segelas air dengan wajah khawatirnya.

"Hati-hati Sehunna? Dan kalian, benarkah kalian akan segera menikah? Kalian mendahului kami!" Luhan menatap iri pada undangan ditangannya. Sedetik kemudian ia memeluk Baekhyun memberikan ucapan selamat.

'Sial!' batin Sehun kesal karena didahului oleh Baekhhyun.

"Ngomong-ngomong, kalian sudah mendapat restu? Dan kau Chanyeol hyung, kau yang benar saja? Menikahi bacon konsumtif itu? Hhh, hyung harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya! Dia boros sekali loh hyung!" Goda Sehun, dan Baekhyun hanya mendengus kesal karena dirinya dikatai boros –walaupun itu memang kenyataan.

"Tenang saja, aku sudah direkrut masuk ke perusahaan asing besar yang beroperasi disini. Kau tau? Aku langsung direkrut menjadi sekretaris direkturnya karena aku seorang mahasiswa sastra yang menguasai lima bahasa pokok di dunia. Kudengar, direkturnya tidak pandai berbahasa inggris!" Chanyeol tersenyum bangga dan mulai lagi makan.

"Wah, selamat kalau begitu yah Chanyeol! Aku jadi ikut senang! Kalian berdua, sekali lagi aku ucapkan selamat yah! Semoga hubungan pernikahan kalian langgeng. Dan do'akan agar dan Sehun bisa segera menyusul kalian." Dengan polosnya Luhan tertawa, apa dia belum tau? Resiko untuk menjadi pasangan Oh Sehun setelah menikah? Tentu saja harus benar-benar menjadi istri yang melayani suami.

Selesai acara makan bersama, Chanyeol dan Sehun bermain game sendangkan Luhan dan Baekhyun masih di dapur untuk membereskan semua yang kotor. Baekhyun yang sedang mengelap meja memperhatikan penampilan Luhan dari atas sampai bawah. Dengan penampilan seperti itu, apa Luhan tidak pernah dijamah oleh Sehun? tidak, pasti pernah. Baekhyun penasaran, akhirnya ia memutuskan untuk bertanya dan mendekati Luhan yang sedang asyik mencuci piring.

"Hyung, apa setiap hari penampilanmu seperti ini? kaos tipis yang hampir transparan ini, dan celana pendek yang kurasa lebih mirip hot pants ini?" bisik Baekhyun, tak ingin membuat keributan.

"Iya, memangnya kenapa? Aku merasa sangat nyaman mengenakannya, ini tidak panas! Tidak seperti Hanfu yang selalu aku gunakan dulu, walaupun dari sutera tapi itu terdiri berlapis-lapis dan panas. kalau ini enak, kau harus mencobanya juga!" Luhan tersenyum polos dan melepas apron yang dikenakannya karena cuciannya sudah bersih semua.

Melihat gelagat polos Luhan, Baekhyun menghentikan niatnya untuk menanyakan apakah Luhan sudah pernah melakukan kegiatan intim bersama Sehun. Ia memutuskan untuk mengajak Luhan bergabung dengan para calon suami.

Sementara para calon suami sedang asyik bermain game, para calon istri hanya melihat dan ikut tegang karena permainan yang dimainkan Chanyeol dan Sehun. Sesekali Baekhyun berteriak keras karena Chanyeol dan Sehun berhasil mengalahkan lawannya, dan kadang teriak kecewa karena kalah. Berbeda dengan Luhan yang sekarang sudah tak mampu untuk membuka matanya lagi.

Pria cantik berwajah bak anak rusa ini mulai mengantuk. Terkadang ia menguap dan matanya mengedip-ngedip lucu hingga terpejam. Kepalanya terangguk beberapa kali sampai akhirnya ia menyandarkan tubuhnya pada sofa dan terlelap tidur. Kepalanya tertunduk dan sebagian wajahnya tertutupi dengan poninya yang cukup panjang.

Ini sudah hampir larut malam, Baekhyun sudah mulai menguap dan ia tertawa kecil ketika mendapati Luhan sudah tertelap dengan dengkuran lucunya.

"Tamat!" Chanyeol bersorak gembira karena game nya sudah ia tamatkan bersama Sehun.

"Chan, ayo kita pulang? Aku sudah mengantuk…" Rajuk Baekhyun yang sekarang berdiri dan memakai jaketnya.

"Iya sayang, Sehunna kami pulang dulu yah? Terimakasih karena menerima kami menjadi tamu. Lain kali kami akan datang berkunjung. Yeahh, hanya membantu agar Luhan tetap perawan sebelum pernikahan kalian. Hehehe!"

"YA!" kesal Sehun, hampir saja ia akan menonjok orang bertelinga lebar itu.

"Kami pulang dulu yah? Titip salam untuk Luhan juga. Bye…" Kedua makhluk yang Sehun anggap aneh itu akhirnya pergi juga.

Sehun tersenyum lembut melihat keadaan calon istrinya yang sekarang tengah tertidur pulas. Manis sekali, batinnya. Dengan hati-hati Sehun menggendong Luhan dan membawanya kedalam kamarnya. Entah kenapa Luhan bisa seringan ini. Membawa Luhan kedalam kamar seperti ini, membuat Sehun jadi berpikiran mengenai malam pertamanya nanti. Beberapa skenario tercetak jelas diotaknya.

Menggendong Luhan ke kamar dan ranjang pertama yang ditaburi bunga-bunga harum. Suasana kamar yang sedikit redup. Lalu hanya ditemani cahaya lilin-lilin aromaterapi. Kemudian mereka melakukannya dengan selambu yang tertutup.

Memikirkan hal itu membuat Sehun jadi tak sabar untuk seger menikahi makhluk manis yang sekarang sudah tertidur dipelukannya. Sempat Sehun berpikiran kalau ia akan melakukannya sebelum menikah dengan Luhan, tapi ia harus bersikap jantan. Kenapa? Karena pada kehidupan sebelumnya, Luhan adalah seorang gadis. Jadi pantas saja kalau sekarang Luhan diperlakukan selayaknya gadis yang hanya boleh ia nikmati keperawanannya setelah menikah. Terlebih lagi, Luhan adalah sosok putri yang sangat sempurna, jadi Sehun tak ingin terlihat bejat kalau ia sudah menodai Luhan sebelum pernikahan mereka.

"Selamat tidur Tuan Putri, mimpi indah. Aku mencintaimu…"

Dengan satu kecupan panjang dikening Luhan, mulai membawa Sehun untuk pergi kealam mimpi dan bertemu Luhan disana.

.

::[[...]]::

.

Hari ini Luhan dan Sehun tengah berjalan-jalan mengitari departemen store untuk menemukan kado pernikahan yang cocok untuk Chanyeol dan Baekhyun yang pernikahannya sekaligus resepsinya diadakan besok lusa.

Sejak siang tadi, mereka berdua –Sehun dan Luhan- belum menemukan kado yang menurut mereka cocok untuk diberikan pada sahabatnya yang akan segera menikah itu. Oh tidak, sebenarnya bukan mereka berdua yang pusing memilih kadonya akan tetapi Luhan lah yang dari tadi tidak menemukan kado yang pas menurutnya.

"Tidak. Sehunnie, yang ini terlalu mainstream! Oh, yang itu pun terlalu kuno!"

Entah yang keberapakalinya Luhan mengatakan hal itu, Sehun hampir stress gara-garanya. Daripada ambil pusing, Sehun lebih memilih diam dan memperhatikan rusa manis yang sekarang menyibukkan dirinya untuk memilih-milih kado. Sesekali pria berbadan jangkung ini menyesap minuman bernama 'Bubble Tea' kesukaannya.

"Hun, menurutmu apa lebih baik kita belikan mereka cangkir saja yah?" tanya Luhan yang sekarang sudah kebingungan memilih. Sehun mendengus kesal, pasalnya beberapa jam yang lalu Sehun sudah menyarankan hal ini pada Luhan –tentunya ditolak oleh Luhan sebelumnya.

"Deer, aku tadi kan sudah menyarankannya? Tapi kau tolak karena itu terlalu kuno dan kurang berkelas. Oh ayolah, jangan habiskan waktu berharga kita untuk memusingkan semua ini?" Sehun meremas cup bubble tea nya, dia sedikit kesal pada Luhan.

"Sehunnie marah? Padaku?" Terlihat mata Luhan mulai berkaca-kaca, memaksa Sehun untuk merasa bersalah padanya.

"A-ah, tidak begitu. A-aku tidak marah. Oh ayolah, jangan menangis yah? Maafkan Sehunnie…"

Sehun memeluk erat kekasihnya yang mulai terisak kecil itu. Tangan besarnya mengusap-usap pelan punggung kecil Luhan. Pria jangkung ini tersenyum ketika melihat iklan pada dashboard yang terpampang diluar.

"Cupcupcup, jangan menangis lagi?"

Luhan mengangguk dan mulai menghentikan isakan-isakannya. Sungguh Sehun tak tega melihat rusa manis ini menangis lebih lama lagi.

"Aku hanya bingung, Sehunna… apa yang harus kita berikan untuk kado pernikahan sahabat kita?" Luhan mengusap-usap pipinya yang sedikit basah, kemudian tangan Sehun ikut terangkat untuk mengusapnya.

"Jangan bingung lagi, aku sudah memikirkan hadiah yang cocok untuk mereka. Hyung jangan khawatir lagi yah?" Dengan suara yang dibuat selembut mungkin, Sehun berusaha menenangkan Luhan.

"Benarkah?"

Sehun mengangguk sebagai jawaban lalu ia memeluk Luhan erat-erat.

"Kalau boleh tau, apa yang akan dijadikan kado untuk mereka? Sehunnie?"

"Nanti kau akan tau sendiri, sayang… Sekarang ayo kita makan, ah perutku sudah lapar sekali."

Luhan hanya menangguk paham dan mengikuti arah pacarnya berjalan –tentu saja karena tangan mereka berdua tengah bertautan.

.

::[[...]]::

.

Pagi ini acara pernikahan Chanyeol dan Baekhyun berjalan dengan lancar walaupun kurang khitmat dikarenakan kekonyolan Chanyeol yang salah memasangkan cincin dijari tangan Baekhyun, seharusnya cincinnya dipasang dijari manis akan tetapi malah dipakaikan pada jari telunjuk –membuat cincinya tidak pas. Karena hal ini, cincin yang hanya muat dipakaikan dijari manis menjadi tidak muat karena dipakaikan pada jari telunjuk Baekhyun. Membuat semua para tamu tertawa karena tingkah lucu pasangan yang konyol ini.

"Mereka konyol sekali. Aku harap hal ini tidak akan terjadi pada kita. Hehehe…" tawa Luhan.

"Apa? Kau pikir aku juga akan bertingkah bodoh seperti Chanyeol-hyung? Oh, tidak deer…"

"Hehe, tidak begitu. Oh! Sehunna! Waktunya pelemparan bunga!" Tiba-tiba saja Luhan berantusias menyaksikan pasangan yang baru menikah didepan yang sudah akan bersiap-siap untuk melakukan ritual acara pelemparan bunga.

Disaat-saat yang menegangkan –menurut Luhan- seperti ini, tiba-tiba saja ponsel Sehun bergetar, mau tidak mau pemuda jangkung ini harus mengangkat telepon dari seseorang diseberang sana. Sehun sedikit mengernyit ketika melihat nama kontak orang yang memanggilnya.

"Halo? Ada apa? Ayah?"

"Selamat yah, semua proyek yang kau tangani ternyata sukses dan banyak yang mau bekerja sama dengan proyek-proyekmu. Ayah rasa, dengan ini kau sudah berhasil. Jadi…"

"Jadi?"

"Pernikahanmu dengan Luhan akan ayah kabulkan. Masalah waktunya, akan dilaksanakan bersamaan dengan ulang tahun ibumu dua minggu lagi. Berbahagialah kalian berdua…"

.

Klik!

.

Sehun dengan tidak sopannya memutuskan secara sepihak sambungan telepon dengan ayahnya sendiri. Sebuah seringai menyeramkan terukir jelas dibibir tipisnya. Mata elangnya memandang mesum kearah pria manis yang sekarang tengah dikerumuni banyak orang karena dengan beruntungnya mendapatkan bunga yang telah dilemparkan oleh pengantin baru didepan.

Yeah, Luhan lah yang berhasil atau lebih tepatnya dengan beruntung mendapat bunga dari pengantin baru. Awalnya dia memang antusias dan berniat untuk mendapatkan bunga, akan tetapi keantusiasannya jadi memudar karena banyaknya gadis-gadis lajang yang berusaha untuk merebut bunga itu. Terpaksa Luhan hanya berdiam diri. Siapa sangka bahwa bunga itu justru mengarah kearahnya dan dengan polosnya Luhan menangkap bunga itu. Tepat setelahnya dia tertawa senang karena berhasil mendapatkan bunganya.

Luhan yang sangat senang berlari kecil menuju tempat Sehun berdiri dan menunjukkan bunganya bangga.

"Sehunnie, lihat ini! Ternyata aku yang mendapatkan bunganya! Kudengar ini pertanda bahwa sebentar lagi aku juga akan segera menikah! Hahaha!" Luhan tertawa polos.

"Bukan hanya sekedar pertanda lagi Lu…" Gumam Sehun seraya mengusap-usap rambut kekasihnya.

"Maksudnya?" Luhan mengerutkan keningnya tak mengerti.

"Iya, kita akan segera menikah…"

"Apa?"

.

.

::[[...]]::

.

.

HALLOOOHHAA!

ANE COMEBACK!

SAYA BAWAIN EPILOG'NYA DULU NIH! :D

UNTUK SEQUEL PASTI DIBUAT KOK, TAPI SABAR YAH? :3

GIMANA EPILOG NYA?

CHANBAEK AKHIRNYA MERID DULUAN!

YEAYYY! GIMANA MENURUT KALIAN?

ADA YANG MASIH MERASA KURANG JELAS DAN ADA BAGIAN-BAGIAN YANG MASIH PENASARAN DARI FF'NYA?

SILAHKAN DITANYAKAN DAN AKAN SAYA JAWAB DI SEQUELNYA NANTI! :D

TERIMAKASIH BUAT YANG KEMAREN DOAIN KAKEK SAYA! SEMOGA MAKIN DISAYANG BIAS'NYA! XD

DITUNGGU REVIEWNYA READER-DEUL! :D

SEKIAN DARI SAYA,

WASSALAM.