.

Bleach © Tite Kubo

Bleach Fanfic Story – Dragon Ice and Wolf of Black Snow

Bount Arc

-I do not own Bleach-

Don't Like, Don't Read

Warning : TYPO, OOC, OC, AU, Etc


- Chapter 13 -

Di dalam ruangan divisi sepuluh.

Akatsuki berdiri didepan Toshiro yang sedang membaca laporannya. Gadis itu hanya terdiam tidak bergerak dan menatap kosong. Untuk orang lain mungkin itu biasa tapi untuk Toshiro yang sudah bersama dengan gadis itu selama bertahun-tahun. Dia tahu kalau itu bukan hal biasa. Mata kapten itu melihat pada mata Akatsuki dan membaca ada sesuatu yang mengganggu wakil kaptennya.

"Apa ada sesuatu yang salah, Akatsuki?" Tanya Toshiro pelan.

Akatsuki berkedip sekali sebelum menggelengkan kepalanya. "Tidak ada juga, My Lord."

Toshiro menghela nafasnya. "Jadi apa yang terjadi selain dalam misi?" Kapten itu harus cerdas dalam membaca arti kalimat yang diucapkan Akatsuki. Memang dia tidak pernah berbohong tapi dia selalu bisa mempermainkan ucapannya dengan beberapa kalimat ambigu atau tersembunyi. "Tolong jujurlah, Akatsuki" Tambahnya.

Mata Akatsuki melebar satu detik sebelum kembali normal. "Hanya menemukan sesuatu yang menyedihkan selama misi, My lord." kata Akatsuki.

"Apa itu?" Kata Toshiro.

Akatsuki menghela nafasnya. "Aku bertemu dengan salah satu Bount. Aku menyadari kalau tidak semua Bount tidak ingin mengambil nyawa manusia hidup. Bount yang kutemui adalah salah satunya."

"Namanya?" Toshiro bertanya pelan.

"Yoshino Soma..." jawab Akatsuki. "Dia adalah mantan istri dari pemimpin Bount sekarang, Jin Kariya. Aku bertemu dengannya dan mendapatkan beberapa informasi darinya. Dia tampaknya tidak senang dengan Kariya dan ingin membunuhnya karena pria itu memanfaatkan dirinya untuk rencana penyerangan ke Soul Society ini."

Toshiro memberi tatapan mengerti, dia tahu Akatsuki sebenarnya sangat perasa. Walau sangat sedikit dalam berekspresi sepertinya tapi Akatsuki selalu jauh hangat bahkan pada musuh. "Jadi menurutmu dia bukan ancaman?" Katanya. Akatsuki menggelengkan kepalanya. "Apa yang kau ketahui darinya?" Sambung kapten itu.

"Banyak sekali..." Kata Akatsuki sebelum mulai memberitahu tuannya tentang informasi apa yang telah dia dapatkan dari Yoshino. Akatsuki memulai dari beberapa kesimpulan dan juga pengetahuan para Bount.

.

.

.

Bount adalah hasil dari kecelakaan eksperimen dari departemen penelitian dan pengembangan. Entah apa yang terjadi, sebuah kecelakaan tercipta dan membuat Bount sebagai jenis manusia baru. Untuk menghapus malu dari pembentukan tersebut, Sentral 46 memerintahkan untuk menghabisi semua Bount dan menghapus datanya. Setelah pemburuan itu, semua Bount berusaha untuk bertahan hidup dari Shinigami dan juga Hollow. Akatsuki juga menemukan kalau para Bount ingin membalaskan dendam mereka pada Soul Society dan dipimpin oleh seorang Bount yang bernama Jin Kariya itu sendiri.

Kariya menambahkan kekuatan mereka dengan Bitto, boneka unik buatannya dan Bount lain bernama Ugaki. Boneka itu seperti nyamuk yang bisa menghisap jiwa manusia dan mengubahnya menjadi cairan murni berwarna merah bersinar seperti darah untuk diminum oleh para Bount. Mereka menyebutnya dengan elixir yang akan langsung mendapatkan efek langsung. Tapi jika cairan tersisa maka itu akan berubah menjadi racun. Kekuatan mereka akan bertambah puluhan kali lipat setelah mengkonsumsi elixir.

Akatsuki juga menemukan fakta menarik tentang boneka Bount. Boneka Bount itu lebih dominan daripada pemiliknya. Kemampuan Bount dalam mengendalikan boneka berdasarkan kekuatan dan ikatan satu sama lain. Jika salah satu dari mereka terluka, Bount bisa kehilangan kendali pada bonekanya tergantung pada luka yang mereka dapatkan. Jika boneka mereka terluka, mereka hanya akan kembali pada posisi segel mereka.

Bount yang terluka juga bisa membuat boneka mereka mengamuk dan membunuh tuan mereka sendiri. Para Bount yang ingin mengeluarkan boneka mereka harus menggunakan sebuah ritual khusus. Kekuatan boneka itu juga akan bertambah jika pemilik mereka juga lebih kuat.

Toshiro mendengarkan semuanya dengan mata dan telinga terbuka ketika Akatsuki memberikan beberapa ciri-ciri Bount yang berhasil dia temui.

.

Jin Kariya, Pemimpin para Bount. Dia memiliki tubuh tegak dengan rambut putih, mata merah dan sebuah luka didagunya. Kekuatan boneka belum diketahui. Bagaimana pun menurut Yoshino, boneka Kariya bernama Messer dan memiliki kemampuan mengendalikan angin.

Go Koga, pria bertubuh besar, berkulit kecoklatan, berambut merah dengan sedikit orange ditengahnya. Bonekanya bernama Dalk, memiliki tubuh dari metal dan berbentuk seperti laba-laba. Bisa membuat jaring untuk menangkap korbannya. Mode bonekanya adalah tombak besi.

Mabashi, pemuda berambut jingga dengan model rambut menutupi wajah kanannya. Bonekanya bernama Ritze, boneka kecil dengan kepala seperti rubah dan memiliki semacam kelompak bunga dibelakang kepalanya. Kekuatan boneka itu adalah dia bisa mengendalikan lawannya. Boneka itu disimpan dalam bentuk bibit yang digantung pada kalung di lehernya.

Sawatari, seorang Bount yang terlihat memiliki penampilan yang paling tua. Menurut informasi dari Yoshino, dia adalah Bount yang paling lama mengkonsumsi paling lama jiwa manusia hidup karena itu dia menua. Biasa menggunakan pakaian jas hitam dan tongkat berjalan. Bonekanya bernama Baura. Memiliki penampilan seperti paus cokelat ditutupi dengan sisik batu yang keras. Dia memanggil boneka dengan tongkat miliknya. Baura juga memiliki kemampuan untuk menelan musuhnya dan mengirimkan pada perutnya dimana terhubung dengan dimensi lain. semua yang masuk kedalam akan dihisap jiwanya dan masuk pada Sawatari. Bahkan boneka itu juga bisa melewati berbagai benda padat, sonar untuk mencari mangsa menggunakan reaitsu.

Ugaki, pria berambut hitam dengan kacamata bulat dan sering menggunakan kemeja dan dasi. Dia adalah Bount yang bertanggung jawab dalam pembuatan Bitto. Boneka bernama Gesell dan disegel dalam bentuk tumpukan kartu yang digunakan untuk mengendalikan bonekanya. Dia bisa menggunakan bonekanya untuk mengawasi dalam kegelapan.

Yoshi, wanita berambut dan mata hijau, biasa menggunakan pakaian china tradisional berwarna ungu. Boneka bernama Nieder, mengeluarkan bentuk seperti kipas yang terhubung dengan pedang. Kipas untuk posisi bertahan dan pedang dalam menyerang. Memiliki keterampilan berhadapan langsung.

.

"Hanya itu yang bisa saya ketahui My Lord. Ada beberapa Bount lain yang sebelumnya bersama mereka tapi telah dihabisi oleh Ichigo dan teman-temannya." Kata Akatsuki. Toshiro menutup matanya. "Bagaimana dengan Yoshino sendiri?"

"Dia memiliki boneka bernama Goethe. Kemampuannya berubah menjadi bentuk raksasa api yang bisa beregenerasi walau dipotong. Tapi jika diserang pada jantung, dia akan hancur. Meski pecahannya masih bisa menyerang sebelum boneka itu beregenerasi..." Jawab Akatsuki "... Tapi kupikir dia sama sekali bukan ancaman."

"Kenapa?" Toshiro membuka matanya.

Akatsuki terdiam dan melihat keluar jendela pada langit biru. "Dia sudah mati dibunuh oleh Kariya." Gadis itu sedikit menggeram diakhir.

Toshiro melihat pada gadis itu dan bangkit dari kursinya. "Laporanmu bagus, Akatsuki. Kerja bagus..." Katanya sambil berjalan melewati gadis itu sambil menambahkan kalimat yang membuat Akatsuki sedikit bersemangat dan senang.

"Kita akan membalas pada mereka, jangan khawatir."

.

.

.


.

.

.

As Always, Please Review!