MINJAE FANFICTION
TITLE : TWO HEART
CAST : MINJAE
DLDR!
ENJOY IT!
CHAP 12
Pagi – pagi sekali jaejoong sudah terbangun. Dia sudah menyiapkan sarapan untuk seluruh orang dirumahnya. Yupss.. tadi pagi jaejoong menelepon orangtuanya dan mertuanya. Jaejoong mengundang mereka untuk sarapan bersama pagi ini.
Jaejoong begitu senang bisa bertemu lagi dengan orangtuanya dan mertuanya. Hahh... tapi bagaimana dia harus bersikap nanti didepan kyuhyun aboji? Apa sungmin eomma sudah tahu? Liat nanti saja lah.
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 06.30, saat nya jaejoong untuk membangunkan chaerin. Jaejoong berjalan menuju lantai 2, dia harus berhati – hati, karena kandungannya sudah semakin membesar jadi jangan sampai dia oleng dan terpleset. Hanya anaknya yang dikandung ini lah alasan nya bertahan dan kembali lagi ke rumah ini.
Sesampainya di depan kamar, jaejoong masuk dan menghampiri chaerin yang ternyata sudah mandi dan sedang berdandan. Jaejoong memeluk leher chaerin dari belakang.
"Aigoo.. saengie oppa sudah mandi dan cantik? Akan berkencan kah hari ini?" jaejoong melihat chaerin dari cermin yang ada dihadapan nya.
"Ck, manja nya oppa ku ini hmm? Apa ini kemauan keponakan ku oppa? Makanya oppa jadi manja begini?"
"Eumm... molla..." jaejoong melepaskan pelukannya
"Chupp~~ Good morning princess park" jaejoong menggoda chaerin dan mencium pipi nya.
"Chup~~ Morning too nae oppa.." chaerin balas mencium pipi jaejoong
"Jja ayo makan, oppa sudah menyiapkan sarapan dan pagi ini orangtua oppa serta mertua oppa akan datang." Jaejoong menggandeng tangan chaerin
"eoh? Kapan oppa menghubungi mereka?" tanya chaerin yang cukup terkejut.
"Eumm... tadi pagi sekitar jam 4 pagi.. hehehe.." jaejoong terkekeh mengingat suara ibu nya dan ibu mertua nya. Wajah dua yeoja yang masih cantik diusianya yang sudah berumur.
"Oppa pasti mengganggu mereka. oppa turun duluan saja, aku akan mengambil tas dan beberapa baju untuk pemotretan nanti siang."
"Huhh.. arraseo.. jangan lama – lama ne" jaejoong pun keluar kamar.
Chaerin menatap kepergian jaejoong dengan pandangan sendu.
"Seperti nya keinginan oppa akan tercapai, semua pengorbanan oppa tidak akan sia – sia. Akan ku pasti kan apa yang semalam dia ucapkan, akan segera terwujud."
Ya, semalam chaerin mendengar seluruh keluh kesah changmin. Awalnya dia cukup kaget mendengar pintu yang terbuka padahal dia ingin perhi ke kamar mandi. Chaerin lalu memutuskan untuk pura – pura tidur dan akhirnya dia mendengar seluruh keluh kesah changmin. Ternyata changmin masih mencintai oppa nya.
Ketika jaejoong sudah berada dilantai bawah, suara bel rumah pun berbunyi, itu pasti keluarga nya. Jaejoong lalu menyuruh maid yang ada untuk membuka kan pintu. Jaejoong pun berjalan terlebih dahulu ke dapur. Jaejoong ingin memastikan bahwa semuanya sudah siap.
Tak.. Tak.. Takk.. Suara heels yang bergesek kan dengan lantai pun terdengar menggema diseluruh ruangan. Semakin lama semakin dekat menuju dapur.
"JOONGIE!" teriak heechul dan sungmin bersamaan. Ternyata ibu nya dan mertua nya sudah datang. Tapi kenapa bisa bersamaan begini. Hihihi... mereka sangat kompak.
Jaejoong membalik kan badannya dan badan nya langsung diterjang oleh dua wanita cantik yang berbeda sifat ini.
"Joongie sayang.. Bogoshippo... hikss.." ucap sungmin menangis terharu
"hikss.. baby joongie.. nae yeppo aegy.." giliran heechul yang menangis
"Ne eommonim.. ini joongie.." jaejoong balas memeluk kedua wanita yang sangat disayangi nya ini. Diusap – usapnya punggung kedua eomma nya ini untuk menenangkan kedua nya.
"Ekhm!" deheman kyuhyun dan hanggeng bersamaan
"Huuhh.." dengus kedua yeoja ini lalu melepaskan pelukannya.
"Appa.. " hanggeng menghampiri jaejoong namun...
"Bogoshippo joongie.. jangan pergi lagi eoh? Aboji kehilangan diri mu selama kau pergi." Ternyata sebelum hanggeng memeluk jaejoong, kyuhyun sudah lebih dahulu memeluk jaejoong.
"Yaa! Aku appa nya! Aku yang harus memeluknya terlebih dahulu." Hanggeng menarik lengan kyuhyun dan dia gantian memeluk jaejoong.
"Bogoshippo joongie baby? Kau baik – baik saja hm?" hanggeng memeluk jaejoong erat.
"Ishh hyung! Aishh! Aku juga appa nya lah!" protes kyuhyun.
"Aigoo.. ne appa.. joongie baik – baik saja" hanggeng pun melepaskan pelukkannya.
"Jja kalian duduk lah, joongie sudah memasak untuk kalian semua. Ada yang akan joongie perkenalkan nanti." Jaejoong lalu menyuruh para orangtua untuk duduk.
Jaejoong akhirnya duduk diantara heechul dan sungmin. Mereka hanya tinggal menunggu chaerin, changmin dan victoria.
"Aigoo.. kandungan mu sudah membesar sayang" ucap heechul sambil mengusap perut jaejoong yang membesar.
"Berapa usia kandungan mu sayang?" tanya sungmin yang juga ikut mengusap perut jaejoong.
"Mungkin memasuki 6 atau 7 bulan, aku belum pernah memeriksa kannya."
Tap.. tap... Tapp... changmin datang bersama victoria dan dibelakang mereka ada chaerin yang membawa tas dan beberapa baju yang digantung. Chaerin meletakkan barang – barang nya disofa ruang keluarga lalu menyusul ke ruang makan yang sudah sangat ramai.
"A.. aboji.. Eomma?" changmin cukup terkejut karena pagi ini ruang makannya yang biasanya sepi sudah terisi oleh para orangtua. Victoria pun tidak kalah terkejut, dia melihat mertua nya dan orangtua jaejoong. Victoria sangat takut melihat heechul, dia trauma akan perlakuan heechul yang dulu.
"Ck, kau masih disini yeoja sialan?" tanya heechul ketus yang melihat victoria. Dia sangat jijik melihat victoria.
"Eomma jangan begitu. Biarkan saja, dia juga kan sedang hamil anak changmin. Duduk lah victoria ssi" ucap jaejoong ramah. Victoria yang melihat wajah sok baik jaejoong hanya mendengus. Akhirnya victoria dan changmin duduk diujung meja.
"Sudah lebih baik kita makan." Suruh hanggeng
"tunggu aboji, satu lagi belum datang.. ahh.. itu dia" jaejoong melihat chaerin yang sudah rapi
"Selamat pagi semuanya. Park Chaerin imnida" chaerin membungkuk memberi hormat.
"Dia dan keluarganya yang menjaga joongie selama ini. Kalian tahu keluarga Park yang keturunan para bangsawan itu? mereka lah orangnya. Tapi ayah dan ibu chaerin lebih memilih untuk tinggal di Pulau Jangsado dan membuat resort disana." Jelas jaejoong panjang lebar.
"Aigoo.. terima kasih nak.. kapan – kapan ahjumma ingin bertemu dengan keluarga mu ne." Ujar heechul
"Jja silahkan duduk dan makan lah. Ini adalah hari yang baik dan berkah" chaerin pun duduk disamping victoria.
Piring jaejoong sudah penuh dengan makanan dan lauk pauk yang menggiurkan. Tapi tatapan jaejoong terarah kepada changmin dan victoria. Changmin begitu telaten mengambilkan makanan untuk victoria. Jaejoong sangat iri. Dia ingin diperlakukan seperti itu juga. Jaejoong mengusap perutnya.
"Jja dimakan sayang. Makan yang banyak biar kau dan baby mu sehat ne.." ucap sungmin
"Hikss... " bukannya menjawab dan makan, jaejoong malah menangis sambil mansih melihat changmin. Suara tangisan jaejoong mau tidak mau membuat semua orang yang ada dimeja makan itu melihat jaejoong.
"Joongie waeyo chagi? Apa yang sakit? Joongie mual?" tanya heechul cemas.
"Kenapa hidup begitu tidak adil pada joongie? Joongie kan juga istrinya. Joongie juga sedang hamil. Bahkan joongie yang lebih dulu hamil. Tapi kenapa hanya dia yang diperhatikan? Apa karena joongie namja? Jadi joongie tidak boleh mendapatkan perhatian juga?" setelah mengeluarkan keluh kesahnya dengan masih menangis, jaejoong berdiri dan berjalan menuju kamarnya.
"baby!" panggil heechul melihat kepergian anaknya.
Lalu semua mata memandang ke arah changmin dan victoria. Changmin tadi baru akan menyuapkan makanan ke mulut victoria sebelum jaejoong berkata demikian. Pandangan menusuk pun dilayangkan ke arah changmin dan victoria. Changmin menatap sendu jaejoong. Dia juga bingung harus bagaimana. Changmin melihat jaejoong sudah dikelilingi oleh orang – orang yang perhatian pada nya, tapi victoria? Victoria hanya punya dia dirumah ini yang akan membelanya.
"hahh.. lebih baik joongie tidak usah kembali ke rumah ini jika begini. Heenim, nnati setelah makan susul lah joongie, bantu dia membereskan pakaiannya dan dia pindah dari rumah ini." Ujar hanggeng menengahkan.
"Hahh.. bisa tidak kau tidak membuat ulah changmin ssi?" ucap sungmin sinis
"Ne yeobo."
"Aku benar – benar menyesal punya anak yang bodoh seperti mu itu changmin ssi" ucap kyuhyun dingin.
"sudah makanlah, lalu kita bicarakan lagi. Mumpung joongie sudah kembali. Kita kaan segera membuat changmin dan joongie bercerai" ucap hanggeng dingin
Sraakkk... kursi kayu itu pun bergeser kebelakang dengan kasar.
"Kau makan sendiri lah noona.." changmin lalu memutar ke tempat dimana tadi jaejoong duduk. Lalu diambilnya piring yang sudah berisi makanan yang sama sekali belum jaejoong sentuh.
"Yeobo.. tapi..." victoria memanggil changmin yang sudah berjalan meninggalkan ruang makan.
"Diam dan makan lah dengan tenang. Sudah 4 bulan ini kau mendapatkan perhatian penuh dari changmin. Sekarang giliran oppa ku yang mendapatkannya." Ucapan chaerin tidak kalah sinis menanggapi ketidak tahudirian victoria.
Victoria yang merasa kalah pun akhirnya diam sambil memakan makanannya. Dia tidak mungkin berteriak dimeja makan, apalagi didepan mertua dan orangtua jaejoong. Victoria harus bersabar karena sebentar lagi changmin akan bercerai dan sepenuhnya changmin akan jadi miliknya.
#Jaejoong's Room
Jaejoong duduk dipinggir ranjangnya. Dia menangis begitu pilu. Hatinya begitu sakit melihat changmin lebih perhatian kepada victoria. Sungguh sangat sakit rasanya. Jaejoong sudah ingin menyerah, padahal ini baru sehari dia tinggal dirumah ini lagi. Tempatnya memang seharusnya disini. Tapi dia merasa tidak nyaman dirumahnya sendiri.
Tokk.. Tokk..
"Jae, aku masuk ne" changmin akhirnya masuk sambil membawa piring makanan. Changmin menduduk kan dirinya disamping jaejoong. Jaejoong hanya diam saja. Mata bulat nan indahnya masih saja mengeluarkan air mata. Changmin pun tidak tega melihat namja yang dicintainya ini menangis seperti ini apalagi dia lah penyebab utamanya.
Grebb~ changmin memeluk jaejoong dari samping dengan erat. Setelah dia meletak kan piring di nakas tentunya.
"Hikss.. Hikss..." bukannya berhenti, malah tangisan jaejoong semakin pecah dan memilukan hati.
"Uljimma sayang.. jeball jangan menangis.." changmin makin mendekap jaejoong dengan erat.
"Hikss.. appo... neomu appo... hikss..." jaejoong menangis semakin keras dalam dekapan changmin.
"Mianhe sayang.. jeongmal mianhe.." changmin mengecupi rambut jaejoong. Changmin pun meneteskan air matanya. Dia benar – benar merasa bersalah. Hatinya juga sakit melihat jaejoong menangis seperti ini.
"Kau tidak adil min.. kau jahat... hikss.. aku berharap setelah aku kembali, kita bisa memulai semuanya dari awal, tapi kau malah... hikss... appo min..." jaejoong memukul dada changmin. Dan changmin hanya membiarkan jaejoong meluapkan seluruh emosinya.
"Mian.. jeongmal mianhe joongie.. mianhe..." changmin hanya bisa minta maaf atas kebodohan nya.
"Hikss.. kau jahat min.. jika seperti ini mungkin lebih baik aku tidak kembali saja..." ucap jaejoong masih terisak.
"aniyo.. tempat mu disini jae, disisi ku.. tak akan ku biarkan kau pergi lagi.. tidak akan jae.." changmin memeluk tubuh jaejoong makin erat.
"TAPI BAGAIMANA DENGAN VICTORIA? BAGAIMANA KAU BILANG TEMPAT KU DISISI MU PADAHAL KAU JUGA MEMILIKI ISTRI YANG LAIN HAH?" teriak jaejoong. Dia sudah lelah menahan semuanya ini.
"Joongie sayang, jangan berteriak, kasihan aegya kita. Tenang ne. Aku akan memikirkan tentang victoria. Aku juga tidak bisa tega kepadanya." Ucap changmin sambil mengusap perut jaejoong
"Jangan sentuh aku atau pun berbicara pada ku sampai kau menceraikan victoria!" jaejoong menanggapi dengan sinis ucapan changmin.
"J.. jae... jangan begitu.. akan aku pikirkan lagi semuanya.. mianhe.. Jja sekarang makan ne.." rayu changmin, percuma saja jika berdebat dengan jaejoong dalam keadaan moodswing seperti ini. Ibu hamil tidak boleh terlalu stres itu bisa berpengaruh pada kehamilannya.
"Kau janji akan menyelesaikannya kan? Kau akan segera menceraikannya kan?" tanya jaejoong dengan wajah yang sedih dan putus asa.
Changmin bingung harus menjawab jaejoong seperti apa. Disisi lain dia merasa dia masih mencintai victoria, apalagi wanita itu sedang hamil. Disisi lain, dia juga menyadari bahwa dia mencintai jaejoong dan tidak mau kehilangan jaejoong lagi.
"Min?" desak jaejoong
Changmin masih tidak bergeming. Changmin masih memikirkan apa yang harus dijawabnya untuk menenangkan hati jaejoong.
Jaejoong yang melihat changmin diam saja hanya bisa tersenyum miris.
"arraseo. Tidak usah dijawab, karena orang bodoh pun tahu jawabannya hanya dengan melihat sikap mu begini. Aku yang akan mundur. Aku menyerah." Ucap jaejoong dengan suara parau menahan tangis lagi. Jaejoong kemudian melepaskan pelukannya, dia berdiri sambil menunduk dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil kembali koper nya.
Changmin yang tersadar, akhirnya menghampiri jaejoong. Dipeluknya jaejoong dari belakang.
"Aku akan menceraikan victoria segera. Aku berjanji jae. Kita akan bicarakan lagi dengan para orangtua, kebetulan mereka ada disini kan."
Jaejoong tersenyum menang. Dan dapat dipastikan bahwa changmin tidak dapat melihat senyuman yang lebih terlihat smirk itu.
"Arraseo, nanti kita bicarakan dengan orangtua kita." Ucap jaejoong
"Ne sayang... Gomawo.. Saranghae.. " balas changmin sambil mencium pundak jaejoong lembut.
Diluar kamar yang tidak tertutup dengan rapat, ada seseorang yang sedari tadi mendengar dan melihat kedua insan ini. Dia adalah chaerin. Saat chaerin akan pamit ke jaejoong, chaerin malah disuguhkan pemandangan yang mengharukan dan membahagiakan ini.
"Ck, kau memang hebat jae oppa.. tidak sia – sia aku mengajari mu acting. Ternyata si changmin bodoh itu terjebak juga. semoga ini adalah awal dari semuanya dan penderitaan oppa akan segera berakhir." Chaerin lalu berlalu dari depan kamar Minjae dan langsung turu kebawah.
20 menit kemudian, setelah changmin menyuapi jaejoong, changmin dan jaejoong alhirnya turun dan berjalan menuju ke ruang keluarga. Ternyata disana sudah ada para orangtua yang menunggu mereka berdua.
"Joongie" heechul memanggil jaejoong.
"Duduk disini sayang" sungmin menggeser tubuhnya dan membiarkan ruang kosong diantaranya dan heechul untuk jaejoong duduki.
"Ne eomma" jaejoong akhirnya duduk diantara para eomma.
"Joongie baby, dimana barang – barang mu, joongie pindah ke rumah kita lagi ne." Hanggeng mulai berbicara pada jaejoong.
"Aniyo aboji, biarkan jaejoong disini. Karena memang disini lah rumahnya." Sela changmin. Dia tidak akan mau jaejoong pergi lagi.
"Tapi kau kan..." hanggeng sudah menaikkan nada suara nya karena mendengar ucapan changmin.
"Aniyo aboji. Aku akan menceraikan victoria. Tapi setelah bayi kami lahir." Jawab changmin cepat dan tegas.
Semua orang yang ada diruangan itu cukup terkejut dengan perkataan changmin. Untung tidka ada victoria disana karena dia setelah makan langsung pergi keluar rumah bersamaan dengan perginya chaerin. Bisa dipastikan jika victoria ada disitu, dia akan langsung bunuh diri ditempat.
"Aku sendiri yang akan membicarakannya dengan victoria. Aku harap kalian tidak memperlakukan victoria dengan buruk. Biarlah sampai 5 bulan kedepan, anggap dia sebagai menantu kalian juga. Dan jaejoong akan tetap menjadi istri ku, karena aku memilih dia."
"Bagus jika kau sudah memilih." Ucap sungmin pada akhirnya karena sedari tadi diam mendengarkan perkataan anaknya.
"Cih, aku tidak sudi. Menantu ku hanya Jaejoong, tidak ada yang lain lagi." Ucap kyuhyun sinis
"Tapi itu tidak adil bagi joongie. Enak saja kau menduakan jaejoong seperti itu. jaejoong akan tetap pindah ke rumah kami." Ucap hanggeng final.
"Tapi aboji..."
"Baik aboji, joongie setuju." Potong jaejoong cepat
"kau hanya boleh bertemu dengan jaejoong setiap jaejoong akan memeriksa kan kandungan nya saja" giliran heechul yang berpendapat.
"Tapi eomma... " changmin kembali protes
"Ne eomma..." lagi – lagi jaejoong menyela perkataan changmin.
"Jae.. itu tidak adil.. aku juga ingin lebih dekat dengan anak ku." Protes changmin kepada jaejoong.
"Tidak adil kata mu? Lihat diri mu sendiri changmin ssi!" ujar sungmin yang marah
"Chaerin akan tinggal disini untuk mengawasi kalian. Aku mau mulai hari ini, kamar mu dan victoria dipisah. Chaerin akan menempati kamar tamu yang lain. Appa, mulai minggu depn saja joongie tinggal dirumah appa ne."
"Tapi joongie..." hanggeng tidak setuju dengan keputusan jaejoong.
"Appa, jeball... Joongie akan tinggal dirumah lagi setelah joongie mengatur rumah ini."
"hahh.. baiklah.. apa pun untuk mu nak"
"Baik jika begitu, sudah terlalu lama ku tunda acara penyambutan mu didalam keluarga Shim dan pengangkatan changmin sebagai keturunan shim lagi. Sabtu ini kita gelar semuanya. Kau akan kembali menjadi Shim, changmin ssi"
"Apa? Maksud aboji apa?" tanya jaejoong bingung
"Ternyata aboji tidak main – main mengeluarkan ku dari daftar keluarga yah.. pantas saja beberapa bulan ini saham perusahaan ku menurun. Ternyata sudah menyebar." changmin menaggapinya dengan sedih.
"Itu hukuman buat mu anak nakal. Dan ingat didepan publik istri mu hanya jaejoong. Akan aboji urus orang – orang yang terlibat saat pernikahan mu dengan victoria dulu agar mereka semua tutup mulut. Tidak usah dipikir kan joongie, itu hukuman untuk suami mu yang bodoh dan tidak tahu diri ini."
"Gomawo aboji"
Pagi ini changmin berencana untuk membawa jaejoong ke dokter untuk memeriksakan kandungannya yang sudah memasuki bulan ke enam. Changmin penasaran apa jenis kelamin anaknya. Karena anaknya dengan victoria berjenis kelamin perempuan. Changmin berharap semoga anaknya dengan jaejoong berjenis kelamin laki – laki.
Saat changmin sedang menuntun jaejoong untuk berjalan memasuki mobil, tiba – tiba victoria datang dengan taxi. Memang dari kemarin pagi victoria tidak pulang, dia menginap dirumah eomma nya sambil mungkin mengadu tentang keadaannya.
"Yeobo? Kau mau kemana? Kau tidak ke kantor? Kenapa bersama namja jalang ini? " tanya victoria sinis sambil menatap jaejoong. Jaejoong hanya memasang wajah tenangnya saja.
"Noona, tolong jaga ucapan mu. Kami akan memeriksakan kandungan jaejoong, dari awal kehamilannya, dia belum pernah memeriksakan keadaannya." Changmin tidak menghiraukan apa jawaban victoria dan malah membawa jaejoong untuk memasuki mobil.
"Yaa! Hari ini kan juga jadwal ku memeriksakan kandungan. Aku ikut yeobo." Jawab victoria dan langsung menyerobot jok penumpang didepan, padahal baru saja jaejoong akan masuk. Akibat tindakkannya badan jaejoong sedikit oleng. Untung ada changmin yang menopang.
"Noona. Pelan – pelan, jaejoong hampir saja terjatuh tadi."tegur changmin pada victoria yang sekarang malah sudah menutup pintu mobilnya dan duduk dengan tenang didalam mobil.
"Gwaenchana min, aku duduk dibelakang saja" jawab jaejoong lembut. sebenarnya dia juga sudah emosi, tapi dia harus mengatur emosinya agar tidak meledak – ledak lagi, itu tidak baik buat aegya nya."
Changmin lalu menuntun jaejoong untuk duduk dikursi belakang. Changmin segera memutar dan masuk ke dalam mobil. Dia segera menjalankan mobil audinya menuju Seoul International Hospital.
Dimobil dalam keadaan nya cukup hening hening tidak ada pembicaraan apa pun karena para penumpang nya sibuk dengan pikiran masing – masing. Hanya sesekali terdengar rengek kan victoria meminta untuk dibelikan ini itu. jaejoong hanya diam sambil mempoutkan bibirnya. Benar – benar wanita matre menurut jaejoong.
20 menit kemudian, mereka akhirnya sampai di tempat tujuan. Changmin keluar terlebih dahulu dan membuka kan pintu untuk jaejoong lebih dulu. Hal tersebut sungguh membuat victoria kesal. Setelah jaejoong keluar. Victoria langsung menggandeng lengan kiri changmin dengan mesra. Jaejoong pun tidak mau kalah, akhirnya jaejoong menggendeng lengan kanan changmin.
Changmin hanya bisa pasrah menghadapi kedua orang hamil berbeda gender ini. Tidak mau membuang waktu, akhirnya changmin dengan diampit oleh kedua orang itu berjalan memasuki rumah sakit dan banyak sekali pasang mata yang melihat mereka.
Terdengar juga beberapa cibiran dan kikikan dari orang – orang yang melihat adegan ini. Changmin sedikit menundukkan wajahnya dan berjalan agak cepat menuju ke ruangan dokter yang selama ini memantau kandungan victoria, setelah mendaftar mereka langsung saja menuju ruangan dokter kandungan itu dibagian OB/GYN.
Sesampainya dipintu ruangan yang bertuliskan dr. Lee Joon, jaejoong sedikit terkejut. Dia seperti familiar dengan nama tersebut. Mereka pun masuk ke dalam ruangan itu.
Dokter muda itu langsung berdiri dan menyambut pasien yang selanjutnya.
"Selamat datang, silahkan..." ucapan dokter itu terhenti ketika melihat siapa pasien selanjutnya,
"Joonie / Jae hyung" ucap jaejoong dan lee joon bersamaan
Lee joon langsung menghampiri jaejoong dan memeluknya. Jaejoong pun membalas pelukan lee joon. Akhirnya mereka bisa beremu lagi setelah 7 tahun. Tidak dihirau kannya dua orang dibelakang yang memandang mereka dengan tatapan terkejut.
"Kalian berdua saling kenal?" tanya changmin sambil memisahkan antara jaejoong dengan lee joon. Ditariknya tubuh jaejoong untuk kembali berada disampingnya.
"iya lah, mungkin dia salah satu selingkuhan namja jadi – jadian ini." Ucap victoria sinis
"Ekhm! Ucapan anda kasar sekali nyonya shim."
"Ne, lee joon adalah selingkuhan ku. Puas kau!" jaejoong kembali sinis menanggapi victoria
"Sudah, silahkan duduk hyung. Dan kau hyung... astaga... kau seorang male pregnant?" dokter tampan itu sudah kembali duduk dikursi kebesaran nya. Dia shock, matanya melotot dan mulutnya terbuka. Wajah pabbo nya dia perlihatkan didepan orang, selain keluarga dan teman – teman nya.
"Seperti yang kau lihat joonie sayang" jaejoong terkikik geli melihat ekspresi terkejut dokter itu. changmin menyuruh victoria duduk dan dia sendiri berdiri dibelakang kursi.
"Dan pasangan mu... Dia? Tuan shim ini? Ya Tuhan hyung, dia sudah beristri bagaimana bisa..." kata – kata dokter ini terpotong dengan sebuah pukulan diwajahnya dengan sebuah map yang ada dimeja dan pelaku nya tak lain adalah jaejoong
"ne benar sadar diri lah namja murahan"
"diam kau jalang! Aku yang menikah lebih dulu dengan shim bodoh ini. Dan si yeoja jalang itu datang menggoda suami ku dengan tubuh plastiknya." Ujar jaejoong dengan dingin dan tajam. Wajahnya tanpa ekspresi saat mengatakan itu.
"Hyung kau harus menjelaskan ini pada ku nanti nya" lerai lee joon
"kenapa jaejoong harus menjelaskan pada mu, siapa diri mu?" tanya changmin sinis
"Kau dokter kan joonie ah? Cepat periksa keponakan mu ini. Dari awal kehamilan, hyung belum pernah memeriksa kan nya."
"Kajja hyung." Lee joon sudah berdiri
"Aku dulu, karena aku yang sering kemari" sela victoria. Tapi sayang tidak ada yang menanggapinya. Jaejoong dibantu oleh changmin sudah memasuki ruang USG. Direbahkannya tubuh jaejoong pelan – pelan.
Dokter tampan itu sudah siap dengan segala peralatannya, lalu dia menyingkap baju jaejoong dan mengoleskan gel pada perut buncit jaejoong. Digerakkannya alat itu yang terhubung dengan layar monitor.
"Hyung ini pake teknologi 4D, lihat anak mu.. mereka kembar. Dan mereka kembar 3.. dua namja dan satu yeoja. Aigoo... kau sanagt beruntung sekali hyung. Chukkae..." lee joon sambil melihat layar monitor, jaejoong dan changmin pun mengalihkan pandangannya ke monitor.
"Joonie ah, itu kah anak – anak ku? Boleh aku minta fotonya?" ucap jaejoong sambil meneteskan air mata bahagianya.
"Anak – anak kita jae. Itu bukan hanya anak mu, tapi anak ku juga." Changmin mengembangkan senyumnya. Dia akan langsung memiliki 3 anak dari jaejoong.
Victoria yang dari tadi mengikuti mereka dan melihat juga apa yang terjadi. Dia mengerutkan dahi nya, apa maksud dari changmin berkata seperti itu? dan apa – apaan itu? mereka langsung memiliki 3 anak. Sial!
Hampir 10 menit mereka mengetahui anak melihat 3 anak kembar itu dan ternyata mereka baik – baik saja didalam sana.
"ini hyung fotonya. Usia kehamilan hyung sudah memasuki 6 bulan." Lee joon membersihkan perut jaejoong lalu memberikan hasil foto anak kembar mereka.
Jaejoong dibantu duduk oleh changmin, lee joon sudah kembali ke meja nya untuk menuliskan resep.
Grebb... changmin langsung memeluk jaejoong erat
"Gomawo jae, gomawo..."
"Ne.." jaejoong membalas pelukan changmin dan mengelus punggung suaminya. Jaejoong sangat bahagia atas ini semua. Dia juga bersyukur kalau ketiga anaknya baik – baik saja didalam perutnya. Jaejoong akan semakin menjaga anak – anaknya ini.
"yeobo, giliran aku sekarang yang harus diperiksa. Kau tidak ingin melihat putri kita?" ucap victoria sangat manis, padahal hatinya sudah sangat dongkol melihat kemesraan jaejoong dan changmin.
"Min aku lelah, bisa kita pulang sekarang?" ucap jaejoong manja.
"Ne jae, kita pulang"
"yaa! Yeobo, aku kan akan diperiksa juga." Sela victoria
"Hyung ini obat – obatnya. Obat penguat kandungan dan mengurangi rasa lelah." Lee joon memberikan langsung obat itu, padahal harus ditebus diapotik.
"tapi bukannya kau hanya memberi resep?" tanya jaejoong bingung tapi tetap mengambil obat itu.
"ini khusus untuk hyung. Jaga baik – baik keponakan ku ne. Ah ini, kartu nama mu. Aku siap kapan saja datang jika hyung perlu. 24 jam untuk hyung."
"Aish kau ini gomawo ne. Akhirnya cita – cita mesum mu itu tercapai eoh? Jadi dokter kandungan yang kau pilih? Hyung kira kau akan mengambil spesialis kulit dan kelamin. Hahaha..." canda jaejoong
"Yaa hyung. Aishh.. masih diingat saja walaupun sudah 7 tahun yang lalu."
"arra arra... annyeong joonie ah.. ayo min.."
"dokter, aku titip victoria ne. Aku akan mengantar jaejoong pulang dulu. Noona, kau pulang naik taxi saja ne. Aku tunggu dirumah." Jaejoong dan changmin pun langsung keluar ruang tanpa mendengar jawaban victoria.
"Yaa kalian! Changmin ah!" victoria memanggil changmin cukup keras
"Tolong jangan berteriak nyonya" lee joon bingung harus memanggil wanita ini nyonya shim kah? Tapi dia Cuma perusak rumah tangga orang saja.
Lee joon melihat victoria dengan pandangan tidak suka nya, tapi dia harus tetap profesional sebagi dokter kan. Toh victoria juga selalu memeriksa kan kandungan nya disini. Dia tidak menyangka bahwa dia lah yang merusak pernikahan hyung tercintanya.
Lee joon merupakan hoobae jaejoong dari sejak junior sampai senior high school dan juga sekaligus tetangga didepan rumahnya. Mereka sangat dekat, karena orang tua mereka bersahabat.
TBC/END
Hanya segini yang bisa aku tulis. Aku udah merangkai cerita untuk kedepannya gimana, tapi tiba – tiba tadi pagi dapat ide baru. Mian kalo nanti bakal panjang. Tapi gak akan sampi 20 chapter kok. Semoga sabar menunggu.
Aku juga akan menyingkat ceritanya. Sepertinya aku bercerita terlalu detail, iya gak sih? Aku Cuma mau buat kalian lebih gampang membaca dan memahami ceritanya.
Untuk FF ku selanjutnya aku gak akan panjang – panjang deh, karena tiap aku buat chapter yang panjang, review nya malah sedikit. Merasa gak dihargai gimana gitu..
Jangan lupa baca FF ku yang baru ne~~
Mian masih banyak kurangnya.. Gomawo udah baca dan review...
Nb : kalian keberatan gak sih review kalian aku balas disini? Soalnya ada slah satu reader yang PM ke aku jika balas reviewnya gak penting dan jika mau dibalas lebih baik lewat PM aja gak usah disini, katanya manjang – manjangin aja. Gimana menurut kalian?
Balas Review
Minha : Hahaha... menurut ku belum sedih.. kurang angst.. tapi pas nulis chapter ini, aku malah nangis.. hahaha... gomawo udah baca ne..
Guest : Iya ini udah lanjut.. eumm.. udah kejawabkan anaknya kembar atau bukan? Gomawo udah baca
Lyn : aigoo.. ini udah update kokk... gomawo udah baca ne..
RyanryanforeverYaoi : ini udah lanjut kok.. pas 2 minggu.. hehehe.. yunho gak akan hadir lagi. Dia lagi sibuk syuting di FF ku yg satu lagi.. hehehe.. gomawo udah baca...
kesayangan minbo : emang jadi changmin serba salah sih.. mau gimana tuntutan peran.. sipp! Gomawo ne dukungan dan sarannya. Jaejoong akan aku buat balas dendam sewajarnya aja kok..
Sachan : udah update tuh yang satunya.. ini juga udah update, mian kelamaan ne.. gomawo udah review.
55 : untung yang kamu pukul itu guling, bukan aku.. hehehe..ok deh, gomawo buat sarannya ne.. gomawo.. Chu~~
MaxMin : sabar.. puasa.. pengennya sih update cepet tapi... agak malah ngetiknya.. hahaha.. seandainya ada alat yang kalo kita ngomong udah langsung negtik sendiri.. aku upadte tiap hari deh. Kkkkk~~ gomawo udah review ne..
OceanBlue030415 : bukannya susah ditebak, karena aku negtiknya berdasarkan mood dan ide ku saat itu. jadi ya gitu deh.. untung masih nyambung tiap chapternya.. hahaha.. untuk yunho, ditamatin ajalah sampai dichapter berapa tuh aku lupa. Males ngetik si beruang gendut. Hahaha... gak hiatus kok... ini buktinya update, walaupun lama.. gomawo udah baca..
Nanaki Kaizaki : gomawo udah kasih masukan dan kata – kata nya sopan. Aku sangat menghargai itu. maaf ya kalo buat kamu makin ilfil sama FF ini, changmin aku buat sesuai dengan keadaan yang pernah aku liat. Dan cerita yang kayak sinetron itu yang kayak gimana ya? Jujur aku jarang banget nonton sinetron jd gak tau. Gomawo loh seklai lagi buat saran nya.
.96 : hah entah kenapa aku gak suka sama yihan itu.. yah terpaksa aku buat jaejoongnya agak lemah, namanya juga bumil, moodnya suka – suka dia deh jadinya. Gomawo udah baca ne..
Ai : namanya singkat bingitt.. chaerin kayaknya diudahin aja nyiksanya. Cuma kalo dikata – katin mungkin masih. Hehehe.. changmin disiksa gmna lagi yah enaknya?
Tsubatsa Akira : haha gak lah, aku malah senang bisa balas komentar orang. Karena aku juga menghargai kalian yang udah meluangkan waktu untuk review. Mian buat typo nya. Apa jaenya dibuat pergi lagi aja nih?
.5 : ya begitulah dia, tipe pria yang egois dan labil. Namanya juga pria, dikasih wanita pun akan dilahap. Ok, bisa kasih saran gmna lagi buat dia menderita? Gomawo..
TheopilaMax : Hwuee.. gomawo dukungannya ne *hug*.. pengennya pake meja malah, tapi jaejoongnya kan bukan agung hercules. Hahaha.. jadi yang ringan dan murah aja lah.. kkk.. gomawo udah review..
shlynn218 : yah namanya juga pria labil dan egois. Begitu. Sesuka hatinya aja. Kayak cewek yang lagi PMS. Sikapnya berubah mulu. Gomawo dukungannya yah..
gothiclolita89 : Good idea.. nanti coba aku olah lagi ne saran kamu. Tapi untuk yunho, aku gaka akan hadirkan lagi. Udah putus kontrak sama dia. Ntar dia di FF yang lain aja.. kkkk~~ gomawo loh sarannya ne...
