The Next Naruto Lucifer.

Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto

Rating : M [Pertarungan]

Genre : Adventure Tragedy

Pairing : ?

Warning : OC!, OOC!, Abal!, Mainstream!, Gaje!, Typo! [Pasti, OverPowered!Naru, Strong!Naru, Strong!Akane, Lucifer!Naru, Uzumaki!Akane.

Summary : Bangkit dengan kekuatan baru dan patnernya, ia bukan lagi anak aib keluarga Hokage tapi orang yang akan mengguncang Element National dan seluruh dunia dengan kehadirannya bersama kekuatan yang sudah mengacau keseimbangan dunia yang tidak masuk di akal sehat itu.

Don't Like Don't Read

.

.

.

Sebelumnya...

"Dragon Fire Roaar!"

Api dari Draig dan Albion, Naruto keluarkan layaknya ombak namun terbuat dari api, melihat betapa mengerikan jutsu di keluarkan Naruto, hampir semua shinobi shock apalagi Naruto melakukan tanpa handseal.

Ini adalah suatu yang seharusnya mustahil bahkan seorang Nidaime Hokage di rumorkan sebagai master cakra control masih memerlukan sebuah handseal, Haku berfikiran sama seperti shinobi lain, Haku bisa menggunakan handseal tanpa dua tangan tapi ia masih menggunakan sebuah handseal sebagai media membuat jutsu, sebenarnya seberapa mahir orang itu mengolah cakranya menjadi sebuah jutsu pikir Haku walau padahal Naruto tidak menggunakan cakra.

Blaarr!

Setengah jembatan buatan Tazuna hangus terbakar bersama dengan ratusan bandit tidak tersisa. Gatou melihat anak buahnya lenyap dalam satu jutsu bergetar ketakutan, oh shit, padahal semua anak buahnya sudah ia bawa dan harus mati sia sia tanpa perlawanan, ini gila namanya.

Setelah api mulai reda, Naruto melangkah maju menghiraukan seluruh shinobi kecuali Akane memandang Naruto tidak percaya, apa lagi Zabuza sudah menantang Naruto terang terangan menengguk ludah secara kasar.

"Ba-bagaimana dia melakukan jutsu seperti itu tanpa handseal?"

"Jutsu sangat mengerikan!"

"Di-dia monster!"

Bisikan bisikan di belakang Naruto dengarkan.

Tap!

Naruto berhenti melangkah di depan Gatou!, "Serahkan semua hartamu!" Naruto berbicara monoton. "Ha-hai tolong jangan bunuh saya!" Gatou memberikan satu koper berisikan uang ratusan juta ryo. Memandang Gatou datar, Naruto langsung menyambar koper tersebut lalu melangkah pergi.

"Ayo pulang Akane" Akane mengangguk lalu mengikuti Naruto dari belakang dan hari itu adalah hari terburuk bagi Gatou di tangan para shinobi dan warga desa.

OoOoOoO

Kini Naruto dan Akane berada di huntan negara api untuk menuju Konoha mengikuti Chunin Exam, sebenarnya Naruto engan melakukan kegiatan tidak berguna ini tapi karena Pain menyuruhnya melakukan misi dengan ikut Chunin Exam yah apa boleh buat.

Flashback On.

Menara Pain Amegakure.

"Naruto, aku ingin melakukan sebuah misi cukup penting untuk organisasi ini bersama Akane" ucap Pain, Naruto memandang Pain datar. "Kuharap tidak terlalu merepotkan" balas Naruto.

Pain memaklumi sifat malas Naruto, bagaimanapun juga ia sudah mengenal cukup jauh Naruto dari pada anggota Akatsuki lain. "Yah sedikit merepotkan lebih tepatnya" kata Pain.

Naruto mengerutkan dahinya bingung. "Misi seperti apa sampai ada kata 'merepotkan' itu" tanya Naruto bingung. "Bisa di bilang, misi menjadi mata mata"

"Bisakah langsung pada intinya?" ucap Naruto bertanya tanpa sopan santun. "Aku sudah mendaftarkan mu dan Akane dalam ujian Chunin di Konoha sebagai perwakilan Amegakure lalu tugas kalian adalah mengumpulkan informasi tentang Jinchuriki dari berbagai desa yang mengikuti, kuharap kau mau menerima misi ini" Pain menjelaskan.

"Konoha?, desa terkutuk itu?, maaf saja leader, aku sudah berjanji tidak akan menapaki tanah Konoha sebelum aku keluar dari Konoha dan aku tidak ingin mengingkari janji ku" ucap Naruto masih monoton.

"Aku tahu Naruto, tapi demi impian Akatsuki kau harus melakukan ini"

"Baiklah!, tapi aku menggunakan caraku sendiri untuk mengikuti Chunin Exam ini"

"Terserah saja, yang penting kau bisa mengukiti Chunin Exam"

Flashback Off.

Seperti kesepakatan dengan Pain, Naruto mengikuti Chunin Exam dengan caranya sendiri, contohnya saja, Naruto ingin menjadi peserta Genin spesial Amegakure bersama dengan Akane tanpa guru pembimbing, Naruto dan Akane menyembunyikan identitasnya menggunakan penyawaran seperti saat Naruto Missing nin no Shinigami begitu pula Akane memanfaatkan Fuinjutsunya untuk mempertahankan Henge no Jutsu lebih lama lagi.

Alasan kenapa Naruto melakukan ini adalah Akane, sudah ada shinobi Konoha melihat wajah Akane tepatnya saat di Nami no Kuni, tidak mungkin bukan jika orang yang sudah melebihi Genin mengikuti Chunin Exam ini dan tentu saja Naruto tidak akan membiarkan satu orangpun mengenalinya, akan berhadapan hal yang merepotkan nantinya jika si aib Konoha di usir dari desa mengikuti Chunin Exam dan menjadi bintang.

Naruto menganti namanya dengan Ryuu Akaishi menggunakan nama naga merah dari patnernya. Sedangkan Akane masih menggunakan nama aslinya yaitu Akane Sakurada menganti marga Uzumaki-nya dengan marga keluarga.

Fisik, Naruto memiliki rambut merah cerah kalem jatuh kebawah menutupi jidatnya, kaos putih polos di tutupi dengan jaket hitam lengan putih panjang berkerah tinggi layaknya Uchiha. (AN : Rambut Naruto mirip Usui Takumi tapi merah)

Untuk Akane, rambut tidak di ubah sama sekali masih merah namun kali ini tidak di ikat twintail di biarkan tergerai panjang sepingang, rok hitam selutut dan kaos merah membuatnya sangat kawai. (AN : Biar gak pusing, bayangkan saja Akame namun rambutnya sepingang dan berwarna merah)

Tidak seperti biasa biasanya, kali ini Naruto dan Akane menggunakan cara berlari karena Chunin Exam akan di mulai besok pagi.

"Nee Naruto-san, seberapa lama lagi kita sampai di Konoha?" Akane memang tidak sabar melihat desa daun tersembunyi itu, Akane ingin melihat jauh ke dalam desa yang di nobatkan sebagai desa terkuat di antara ke 4 negara besar lain-nya.

"12 sampai 15 jam kedepan" balas Naruto singkat, Naruto tidak ingin menjawab bertele tele lagi, akan repot nantinya jika Akane terus bertanya sana sini masih dalam pembahasan yang sama.

Jarak antara Amegakure dan Konoha memang tidak terlalu jauh hanya sekitar berlari sekitar satu hari tanpa berhenti, beruntung bagi Naruto karena kemampuan Fuinjutsu Akane dapat membawa semua barang barang nya walaupun Naruto bisa membawa sendiri menggunakan sihir penyimpanan.

"Benarkah?, ku kira akan jauh!" guman Akane memegang dagunya menggunakan telunjuk tangan-nya. Naruto sempat melirik Akane dari ujung matanya sebelum memandang jalan kembali.

OoOoOoO

Gerbang Konoha sudah nampak dari kejauhan, Naruto dan Akane berlaru seharian tanpa instirahat sedikitpun namun tidak membuat mereka drob akibat kelelahan, Akane sudah pernah melakukan hal seperti ini bahkan lebih jika ia dan Naruto melakukan misi jauh dari Amegakure.

Beruntung Naruto dan Akane memulai perjalanan mereka kemarin, jadi tidak usah khawatir lelah saat Chunin Exam di mulai karena masih memiliki 1 malam untuk beristirahat.

Lagipula hari sudah mulai gelap, Naruto harus cepat cepat mencari penginapan sementara untuk tidur malam ini, uang yang di berikan Pain juga lumayan banyak untuk sekedar menyewa dua penginapan 1 malam.

Berhenti sejenak di depan gerbang, Naruto memandang sejenak gerbang Konoha dari bawah ke atas. 'Sudah lama aku tidak melihat Konoha, desa ini benar benar tidak berubah'

Mini mini flashback berputar di kepala Naruto saat Menma berlatih di Training Ground Namikaze, ia hanya menonton dari kejauhan tanpa meminta ayahnya melatihnya dan Naruto tahu ayahnya akan menjawab apa, meski Naruto tidak mengalami hal tersebut, tapi ia tahu betul perasaan 'Naruto' saat itu. Iri, tentu saja, orang mana yang tidak iri melihat hanya kembaran-nya yang di anggap ada, sedangkan dirinya, bahkan hanya sekedar meliriknya saja, rasnya enggan.

Di pukuli beberapa shinobi dan warga yabg membencinya menggunakan kunai, peralatan rumah lain-nya sebagai media menyiksa Naruto tapi itu dulu sebelum ia sudah menjadi sekuat ini.

Melihat tatapan tidak dapat di artikan dari Naruto, Akane berniat menepuk pundaknya, walaupun Akane bodoh, tapi ia sangat mengerti betul apa yang di rasakan oleh Naruto. Akane masih beruntung bisa merasakan keluarga harmonis walaupun hanya sementara.

"Naruto-san?" Naruto menoleh ke sumber suara. "Aku tak apa Akane, arigatou telah menghawatirkanku" Naruto tersenyum tipis. "Ayo masuk!" Naruto melangkah ke dalam desa di ikuti oleh Akane dari belakang.

Skip Time.

Keesokan harinya di desa Konohagakure no Sato, riuh riuh warga mulai mengema dari berbagai sudut desa untuk mengwali pagi mereka. Pagi di gedung sebuah Academy sudah di penuhi oleh para peserta Chunin Exam dari berbagai desa untuk mengetes kemampuan mereka masing masing, dari Konoha, Suna, Otogakure, dan Amegakure.

Kini Naruto duduk di barisan tengah sedang menatap tajam satu persatu Genin, terutama Genin Konoha dan Suna. Ia melihat satu Genin Sunagakure berambut merah membawa gentong besar di barisan depan sedang mencari sesuatu.

'Bijuu Ichibi!, hm jika tidak salah, Bijuu jenis rakun pengendali pasir, Shukaku!' ucap Naruto membatin, pengetahuan Naruto tentang Bijuu sudah cukup besar dari ekor satu sampai ekor sembilan, tentu saja informasi ini ia dapatkan dari leader nya.

'Hanya ada dua Jinchuriki ada di sini plus Kyuubi milik Konoha' Naruto menghentikan tatapan ke Genin Suna menjadi kearah Genin Konoha bersurai pirang baru saja memasuki ruangan bersama dengan teman teman-nya, siapa lagi kalau bukan Namikaze Menma, Uchiha Sasuke, Haruno Sakura.

Naruto kemudian menopang dagunya. Selang beberapa menit, orang yang cukup Naruto kenal satu persatu memasuki ruangan mulai dari Kiba sedang cek cok mulut bersama Menma, Shikamaru baru saja menampakan dirinya dengan nada bosan di susul Choji masih melakukan hobinya, dan Shino tetap diam tidak banyak bicara.

'Mereka tidak berubah' batin Naruto monoton tidak terkejut sama sekali, ini adalah Konoha tempat mereka tinggal, sudah di pastikan akan mengikuti Chunin Exam, apalagi acara yang tidak setiap bulan di adakan.

Lagi pula Naruto sudah selesai mengumpulkan informasi, so, walaupun Naruto dan Akane gagal putaran pertama, bukanlah masalah besar untuknya dan ia juga masih ingin mengetes seberapa kuat Genin Genin tahun ini, sedikit bersenang senang tidaklah hal buruk, Naruto, Akane belum pernah melakukan hal menyenangkan seperti ini kecuali melakukan misi dari Akatsuki, mungkin Akane juga sependapat dengan-nya.

Naruto melirik Akane yang cukup jauh dari tempatnya berada. Akane duduk bersama kunoichi dari desa Suna bernama Temari di pojok kanan depan, semoga saja Akane tidak melakukan hal bodoh.

Sreekk!

Pintu terbuka oleh seseorang memiliki wajah menyeramkan dan beberapa luka di wajah membuat bulu kuduk peserta Chunin Exam berkidik ngeri.

"Baiklah, namaku Morino Ibiki!, pengawasan Ujian Chunin tahap pertama" orang bernama Ibiki itu menatap satu persatu dengan tajam bertujuan untuk menyiutkan nyali mereka.

(Skip : Kejadian sama seperti cannon hanya saja Naruto digantikan oleh Menma!)

Hutan Kematian

Peserta yang lolos saat Chunin Exam tahap pertama mulai berbaris di depan hutan buatan oleh Shodaime Hokage Senju Hashirama dengan jutsu Mokuton miliknya.

Di depan seorang Jounin berambut ungu menggunakan mantel sebagai penutup baju jaring jaringnya dan rok pendek menambah seksi dirinya.

"Lumayan banyak perserta lolos tahap pertama" ucapnya sendiri melihat lebih dari 25 Genin mengikuti Chunin Exam ini.

"Baiklah peraturan tahap kedua sangat sederhana" teriak Jounin bernama Anko Mitarashi itu mengelurkan gulungan dari saku nya. "Kalian akan di berikan dua gulungan tanah ataupun gulungan surga setiap kelompoknya" Anko menjeda penjelasan-nya.

"Tugas kalian sangat mudah yaitu merebut gulungan dari kelompok lain yang memiliki gulungan surga atau tanah tergantung kelompok kalian memiliki gulungan apa, contohnya jika kelompok satu memiliki gulungan surga dan kelompok 2 gulungan tanah, kalian boleh merebutnya untuk melengkapi masing masing gulungan lalu di bawa ke menara utama tengah hutan!, gulungan bisa kalian ambil di panitia ujian"

Setelah semua peserta mengambil gulungan mereka masing masing, Anko kemudian menjelaskan satu pertaruran kembali Chunin Exam tahap 2 ini.

"Kalian di perbolehkan untuk membunuh terserah kalian!" beragam ragam ekspresi di keluarkan para Genin dari gemetar, pucat basi, menyeringai dan lain sebagainya. Anko meneliti satu persatu peserta sampai ia menemukan kejanggalan.

"Oi gaki, di mana teman setim mu" Anko menunjuk Akane menggunakan pakaian yang sama seperti kemarin kecuali Hitae ite ia pakai dahinya di tutupi oleh poni panjang. "Aku di sini" suara Naruto terkesan datar terdengar dari deretan belakang.

"Huuaaaa!"

Genin di sekitar Naruto mengelonjak kaget dengan kehadiran Naruto layaknya hantu, bahkan Anko juga sama terkejut kecuali Akane sudah mengetahui kebiasaan Naruto.

"S-sejak kapan dia ada situ"

"Ak-aku tidak bisa merasakan-nya'

"Aku tidak bisa merasakan kehadiran-nya"

Anko berguman masih dalam keadaan kaget. Kehadiran sangat tipis itu di dukung dengan postur tubuh hanya setinggi 160 cm menambah ketipisan hawa Naruto kecuali bagi pengguna Donjutsu Byakugan bisa melihat 360 derajat meski samar samar.

'Dia mirip dengan Naruto' batin Shikamaru, Choji, Kiba dan Shino kaget padahal memang dia Naruto. "Mou Na- tidak maksudku Ryuu-san hilangkan lah kebiasaan mu" Akane berada di depan Naruto mengembungkan pipinya kesal.

Hampir semua laki laki melihat Akane kesal merona tipis betapa imutnya Akane mengembungkan pipinya, apalagi lesung pipinya sangat terlihat jelas menjadi daya tarik tersendiri dan wajah cantiknya membuat perempuan iri melihatnya.

Walaupun menggunakan Henge no Jutsu, tapi Akane tidak mengubah semua seluruh postur tubuhnya, ia hanya merubah gaya rambut, warna mata, dan bentuk struktur wajah agar sedikit tidak merubah tubuh aslinya.

"Ba-baiklah kalian boleh memulai nya sekarang" Anko mengode pengawas lain untuk membukan gerbang Hutan kematian. Satu persatu Genin memasuki hutan kematian lewat gerbang penghalang antara hutan kematian dan dunia luar.

Skip Time

Sudah dua jam Naruto dan Akane berjalan di hutan kematian tidak menemukan musuh membawa gulungan yang Naruto cari yaitu gulungan Heaven atau gulungan surga karena mereka mendapatkan gulungan Earth dari panitia.

"Haaahhh aku bosan! " Akane mengeluh dengan berteriak.

Wuss!

5 kunai melesat kencang ke arah Naruto dan Akane namun masih bisa di hindari dengan cara memiringkan badan mereka.

Terlihat 3 Genin menggunakan hitae ite Otogakure berada di salah satu pohon memandang Naruto, Akane remeh. Mereka mengira satu satunya kelompok Genin berasal dari Amegakure adalah shinobi yang lemah karena yang ninja Oto tahu, Amegakure tidak memiliki ninja sedikit menonjol kecuali pemimpin Ame si Hanzo Salamander, sebab itulah mereka begitu percaya diri.

"Apa gulunganmu lemah" salah satu Oto nin menunjuk Akane memasang senyum remeh. "Heaven..., " balas Akane singkat.

Seringai Oto nin semakin melebar mendengar ucapan Akane, secara kebetulan pula mereka juga membutuhkan gulungan Heaven untuk melengkapi gulungan mereka lalu tinggal pergi ke menara di tengah hutan untuk mengikuti Chunin Exam tahap 3.

"Hahaha kebetulan sekali" teriak girang satu dari ketiga Oto nin. "Serahkan gulungan itu dan kau bisa pergi secara baik baik" lanjutnya.

"Untuk apa kami menyerahkan gulungan ini" sontak tiga Oto nin itu membelalak kaget mendengar suara di belakang mereka. "Se-sejak kapan dia ada di situ!" lagi lagi pertanyaan mainstream terdengar lagi, oh ayolah berikan setidaknya ucapan tidak biasa selain 'sejak kapan dia di situ!' atau 'aku tidak bisa merasakan-nya!', sangat membosankan.

Buagh!

Satu tendangan mendarat mulus di pipi Oto nin masih dalam keterkejutan-nya.

Duakh! Duakh! Blaar!

Oto nin korban dari kebegisan Naruto terpelanting beberapa kali sampai menabrak pohon cukup kuat, melihat teman-nya di kalahkan dalam satu tendangan, tentu saja Oto nin lain langsung shock di tempat, hey ayolah, mereka itu ninja cukup kuat masa harus tepar satu kali tendang, ini tidak lucu.

"Akane!, aku serahkan mereka untukmu, aku sedang bad mood untuk bertarung!" dalam satu kali kedipan mata, Naruto sudah berada di belakang Akane dengan menyenderkan tubuhnya pohon besar lalu tangan ia lipat di dadanya.

"Fufufu, terkadang kau bisa memikirkan keinginanku Naruto-san" Akane sudah dalam sadistic mode memang sangat mengerikan apalagi tawa halusnya menambah sadisnya Akane.

Boft

Katana dari clan Uzumaki itu Akane summon segera untuk menyelesaikan pertarungan secepat mungkin. Menatap kedua Oto nin masih berdiri, Akane langsung saja menyiapkan kuda kudanya begitu pula dengan Oto nin tidak mau bernasip sama dengan teman yang satunya.

Tidak berhenti di Uzu no Ken, Akane kembali mengambil 2 buah kunai yang di selipkan di jari jari tangan kirinya tanpa di sadari oleh dua Oto nin itu.

Akane berlari cepat ke arah Oto nin dari pohon satu ke pohon Oto nin berada, sama halnya dengan Akane!, Oto nin juga menyambut kedatangan Akane dengan berlari menangkis Uzu no Ken Akane.

Trankk!

Benturan antara Uzu no Ken dan kunai Oto nin terjadi, meskipun Akane seorang wanita, tapi tenaganya tidak bisa di pandang sebelah mata terbukti dua kunai Oto nin sedikit terdorong belakang tidak kuat menahan gempuran Akane.

Dalam ke adaan itu, tanpa di sadari kedua Oto nin, Akane diam diam melempar dua kunai tersebut 2 meter dari Oto nin itu. Menyeringai tipis, Akane langsung melompat ke atas dan membentuk handseal ram.

"Fuinjutsu : Katsu"

Duaarr!

Fuinjutsu tipe ledakan meledak setelah Akane berbuman lirih meledakan kunainya. Sebenarnya ledakan itu tidak lah terlalu besar, satu kunai hanya sekitar 3 kali lipat dari kertas peledak biasa tapi cukup menghancurkan tubuh mereka tanpa bersusah payah.

Boft

Akane menghilangkan Uzu no Ken nya lalu melompat kebawah di samping Naruto. "Jika kau langsung to the point, kenapa harus menggunan katana mu?" Naruto bertanya sedikit heran. Jika ia bisa meledakan Oto nin dalam sekali lempar, kenapa dia harus susah memanggil katana miliknya, bikin repot saja.

"Hehehe, aku hanya ingin terlihat keren saja!, apa itu salah?" Akane tertawa narves sekaligus bertanya. "Tidak, hanya saja, atas apa yang kau lakukan akan menarik perhatian orang dan itu sangat merepotkan!"

Akane tersenyum lebar. "Bagus dong, kita bisa bertarung semau kita" kata Akane. Tanpa menghiraukan ucapan Akane, Nsruto kemudian berjalan ke arah Oto nin masih tersisa.

"Terserah!"

Tap!

"Serahkan gulungan itu dan kau bisa pergi dengan tenang setelah itu"

Ucap Naruto pada Oto nin. Tanpa berfikir dua kali, Oto nin itu langsung saja memberikan gulungan Earth dari kantung shinobinya. Setelah menerima gulungan, kemudian Naruto langsung pergi ke tempat Akane.

Akane mengerutkan dahi nya bingung. "Bagaimana kau bisa tahu jika gulungan Earth ada padanya Naruto-san?" tanya Akane lalu mengambil gulungan yang Naruto sodorkan.

"Aku punya cara ku sendiri!, ayo cepat ke menara pengawas lagi pula hari sudah mulai gelap, tidak bagus untuk berjalan di malam hari, tapi jika kita belum sampai ke sana, mau tidak mau kita harus menginap malam ini" Naruto melanjutkan perjalan-nya di ekori Akane di sampingnya. "Um...," Akane mengangguk.

Ke esokan harinya.

Naruto dan Akane saat ini sedang berlari ke arah menara pengawas karena waktu kemarin mereka tidak sempat untuk sampai kesana, yah mau tidak mau harus menginap satu malam di hutan kematian.

Tap!

Naruto berhenti sejenak begitu pula dengan Akane bingung. "Kau merasakan-nya Akane?" Akane menganguk sebelum membalas. "Oh kukira kau berhenti lari kenapa, eh ternyata hanya merasakan sebuah cakra" Akane membalas.

"Cakranya bukanlah cakra untuk seukuran Genin tapi setara satu Kage!"

"Hai kau benar Naruto-san"

"Ada yang ganjil dalam Chunin Exam ini"

"Lalu?, apa yang akan kita lakukan Naruto-san?"

"Saat ini kita hanya bisa memastikan-nya saja, ikuzo Akane!" Akane mengangguk, Naruto dan Akane lalu melesat ke arah cakra besar berada.

Di lain tempat terdapat 4 orang shinobi sedang bertarung menggunakan style masing, dari menggunakan katana sampai kunai shuriken.

Tiga shinobi dari Genin Konoha yang di ketahui sebagai tim Genin terbaik tahun ini yaitu Tim 7 beranggotakan 2 Rookie Namikaze Menma dan Uchiha Sasuke lalu seorang kunoichi berambut soft pink Haruno Sakura sedang bertarung dengan perempuan menggunakan Hitae ite Otogakure berambut hitam panjang mengengam katana di tangan-nya.

Namikaze Menma berada tidak jauh dari kunoichi Oto itu segera membentuk Rasengan seukuran bola voli untuk melancarkan serangan-nya. Si kunoichi Oto menyeringai senang melihat Menma membawa Rasengan.

"Rasengan!, tidak kusangka kau benar benar menguasai Rasengan dalam usia semuda itu, seperti yang di harapkan prodigy seorang Namikaze" kunoichi itu berucap tenang.

Tanpa menghiraukan ucapan Oto nin, Menma berlari kencang di atas dahan kebetulan memang mereka bertarung bukan di daratan.

"Rasengan!"

Si kunoichi memiringkan sedikit tubuhnya membiarkan Rasengan Menma melewati dirinya dan mengakibatkan pohon di belakang kunoichi bolong rapih terkena jutsu kategori A rank itu. Tidak berhenti sampai di situ, Menma kemudian membalikan tubuhnya melancarkan serangan selanjutnya.

Pukulan sudah di lapisi cakra secukupnya berhasil di hindari dengan sangat mudah oleh si Oto nin itu. Melihat serangan-nya gagal, Menma lalu menggunakan kakinya untuk menendang pinggang Oto nin.

"Ma ma apa hanya ini kemampuan anak Yondaime, sangat menyedihkan" si Oto nin memberikan tawa mengejek setelah ia menghindari tendangan dari Menma sudah tergolong cepat. "Jangan menghina ayahku Bre*gsek!" Menma berterak tidak terima.

Kanan! kiri! atas! bawah! pukulan! tendangan!

Berbagai serangan Taijutsu tidak berguna sama sekali bahkan si Oto nin dapat menghindarinya dengan sangat halus tidak kesulitan sama sekali membuat Menma kesal.

"Dobe menyingkir dari situ!"

Dari kejauhan Sasuke merangkai sebuah handseal sebelum menghirup udara sebanyak banyaknya. Mengerti maksud dari Sasuke, Menma lalu melompat menjauhi Oto nin ke atas.

"Katon : Goukakyuu no Jutsu!"

Bola api berdiameter 5 Sasuke keluarkan mengarah ke Oto nin dari belakang. Sontak si Oto nin menengok ke belakang lebih tepatnya ke bola api dari salah satu jutsu andalan Clan Uchiha itu. Tentu saja Oto nin tidak tinggal diam terbukti dengan ia langsung merangkai handseal.

"Doton : Doryuhenki!"

Tembok tanah setebal 3 meter muncul melindungi Oto nin dari panasnya api Sasuke. Belum sempat bernasafas lega, ia harus kembali menghindari dari serangan selanjutnya.

"Kau melupakan ku, Shanaroo!"

Genin berambut musim semi muncul di atas Oto nin setelah Oto nin melakukan jutsu Doton, tidak banyak pikir lagi, Oto nin langsung melompat menjauh dari pukulan Sakura.

Brakk!

Satu pukulan dapat menghancurkan batang pohon bagaimana jika mengenai manusia, pasti akan sakit, beruntung pengalaman bertarung si Oto nin lumayan memadai jika tidak sudah di pastikan akan menjadi samsak pukulan super Sakura.

"Hohoho..., menggunakan jutsu Katon sebagai pengalihan dan finishing dengan pukulan sekuat itu, benar benar cerdas!" Oto nin itu mendarat dengan mulus.

"Cih, tidak ada serangan satupun yang mengenainya"

Menma muncul di samping Sasuke dengan mendecih kesal begitupula dengan Sakura telah kembali bersama teman teman-nya setelah pukulan menggunakan cakra yang sudah di control sempurna berakhir kekecewaan.

"Aku tidak tahu dia sekuat itu!"

Sasuke berguman pelan karena sebelumnya memang mereka terlalu meremehkan lawan-nya menganggap dengan adanya seorang Uchiha dan prodigy Namiksze mampu mengalahkan musuh di depan-nya karena secara kebetulan dia hanya seorang diri, seperti kata pepatah, di atas langit masih ada langit lagi begitulah yang di alami tim tujuh saat ini.

"Bagaimana ini Sasuke-kun!?"

Kunochi bermarga Haruno itu bertanya khwatir. Setelah bertarung beberapa menit yang lalu, cakra nya sudah mulai menipis, karena bagaimanapun juga dia bukanlah dari kalangan ninja beda lagi dengan Menma dan Sasuke yang notabenya keturunan dari Clan Clan ternama di akui oleh Konoha dan negara elemen lain-nya.

Sebelumnya ia dam tim nya begitu arogan kepada teman seangkatan-nya dengan menyelesaikan misi A rank seharusnya misi khusus ninja skaliber Jounin untuk menyelesaikan misi itu tapi mereka sudah dapat menyelesaikan misi Jounin walaupun tidak di sengaja tapi perasaan bangga, percaya di mendominasi tim tujuh ini bahkan mereka memamerkan hal tidak berguna itu kepada teman rookie nya sebagai tim Genin terbaik tahun ini.

Mereka tidak bisa melakukan apapun sekarang meski Cakra mereka kecuali Sakura masih cukup banyak tapi tidak membantu sama sekali. Jujur saja, lawan kali ini sedikit lebih susah saat melawan Zabuza dan Haku di Nami no Kuni bisa melancarkan satu atau dua pukulan pada mereka.

"Khukhukhu buat lebih menarik lagi Uchiha Sasuke, Namikaze Menma"

Si Oto nin tertawa psikopat masih menenteng katana nya. "Coba kita gunakan serangan combo sekali lagi Dobe!" Sasuke memberikan saran.

Menma mengerutkan dahinya bingung. "Apa kau tidak ingat!, seluruh combo kita bisa di patahkan dengan mudah olehnya" Menma mengingat segala serangan menit menit yang lalu.

"Kita coba sekali lagi" Menma menghela nafas lalu mengangguk menyetujui saran Sasuke. "Haaah baiklah baiklah"

"Lalu, aku bagaimana Menma-kun, Sasuke-kun?" Sasuke dan Menma menengok ke arah Sakura di samping mereka. "Lakukan seperti biasa Sakura!" ujar Sasuke kemudian.

Beralih ke Oto nin menyeringai senang melihat Sasuke kembali mengatur rencana. 'khukhukhu, aku ingin melihat sejauh mana potensimu sebagai tubuh baruku Sasuke-kun'

"Katon : Goukakyuu no Jutsu!"

"Fuuton : Daitoppa!"

Api yang Sasuke keluarkan di tambah dengan jutsu Fuuton C rank dari Menma menjadi badai api melesat ke arah Oto nin membakar apa saha yang di lintasi oleh badai api itu. Di sisi Oto nin, ia menatap api berkapasitas lumayan tanpa rasa takut.

"Doton : Doryu Johenki!"

Kali ini dinding tanah Oto nin dua kali lebih besar dari sebelumnya. Ia tahu jika api adalah kelemakan bagi tanah dan tidak mungkinkan ia menggunakan jutsu Doton biasa seperti tadi, bisa gosong nantinya.

Duaarr!

Api Sasuke dan Menma tertahan oleh tebalnya dinding tanah melindungi penciptanya dari mara bahaya. Beberapa saat berlalu setelah Sasuke dan Menma melakukan combo mereka, si Oto nin mulai melepaskan jutsunya mengira jika api sudah mulai padam.

Wuss! Wuss!

Dari balik asap ledakan, dua fuma shuriken melesat kencang ke arah Oto nin itu. Mendecih pelan, Oto nin kemudian menghindari dua fuma shuriken tersebut dengan mengeser sedikit tubuhnya membiarkan fuma shuriken melewatinya.

Namun tidak sampai di situ saja, dua fuma Shuriken yang melewati Oto nin tiba tiba berubah arah layaknya bumeram melewati Oto nin dari belakang sampai berputar putar di sekeliling Oto nin.

'Kawat?'

Si Oto nin sedikit membulatkan matanya terkejut melihat dua buah kawat yang di hubungkan dengan fuma shuriken melilit kecang dirinya. 'Khukhukhu, aku tidak menyangka tertipu oleh trik murahan ini' batin ninja dari desa Otogakure itu.

Merasa hanya trik biasa tidak cukup melumpuhkan lawan-nya, Sasuke, sebagai pelaku penyerangan menggunakan lalu melakukan handseal sebelum menggigit kawat di tangan-nya.

"Katon : Dai Endan!"

Kawat yang sasuke gunakan bukanlah kawat biasa, tentu saja Sasuke tidaklah sebodoh itu hanya menggunakan trik ini, dengan kawat sudah di lumurkan oleh minyak tanah, api terus merambat seiring dengan waktu seiring dengan jutsu api Sasuke terbentuk pula.

Boft!

Alangkah terkejutnya 3 Genin Konoha itu tak kala tubuh Oto nin tiba tiba berubah menjadi sepotong kayu sudah di bakar habis oleh jutsu Sasuke.

"Ka-kawarimi sejak kapan?"

Menma, Sasuke, Sakura menatap bongkahan kayu tidak percaya, mereka tertipu jutsu murahan itu padahal sejak awal mereka tidak melihat Oto nin melakukan jutsu penggati dan boft sejak kapan si Oto nin menggunakan Kawarimi no Jutsu, itulah kira kira pertanyaan dari ketiga Genin Konoha itu.

Skip beberapa detik sampai salah satu pohon besar Shi no Mori bergerak sendiri dan munculah Oto nin dengan lumpur lumpur mulai membentuk dirinya menggunakan salah satu jutsu Doton type melarikan diri.

Setelah seluruh tubuh Oto nin terbentu sempurna, ia langsung menatap insten tim tujuh lalu menyeringai kembali.

"Khukhukhu kurasa aku harus mengakhiri ini!"

Menma, Sasuke dan Sakura merinding disco mendengar tawa aneh Oto nin, sumpah demi wajah Kakashi sensei di balik masker yang menjadi misteri tidak terpecahkan di dunia, mereka benar benar tidak tahu siapa yang di hadapi kali ini.

Sring!

Dalam sekian detik Oto nin menghilang, tiba tiba eksetesi nya muncul di samping Sasuke dengan tendangan bersarang di perutnya.

Brak!

Sasuke terpental akibat kuatnya tendangan Oto nin.

"Teme/Sasuke-kun!"

Mata Sharingan dua titik koma Sasuke membulat sempurna akibat rasa nyeri menyerang perutnya, padahal ia sudah menggunakan mata kebanggaan-nya itu yang mampu melihat beberapa detik sebelum kejadian tapi kenapa ia tidak melihat pergerakan si Oto nin, apakah kecepatan Oto nin di atas rata rata?, entahlah Sasuke juga tidak tahu.

Tidak cukup sampai di situ saja!, Oto nin itu langsung mencekik Menma setelah menendang Sakura menjauh dari arena dirinya.

"Ugh..., ap-apa yang a-akan kau lakukan bren*sek?"

Menma memutuskan bertanya sambil mencoba melepaskan diri dari cekikan Oto nin. Secara berlahan pula mata blue sapphire Menma berubah menjadi mata Kyuubi dan 3 pasang whisker di pipi Menma juga ikut menebal seiring dengan waktu.

Cakra tipis berwarna orange menyebar secara bertahap dengan emosi Menma semakin menjadi jadi. Oto nin menyeringai senang. "Hohoho langsung mengluarkan cakra rubah ekor sembilan?, coba kita lihat seberapa lama kau bertahan"

Cakra 5 elemen muncul di kelima jari Oto nin lalu membukan sebagian kaos Menma dan terlihat pola di perut Menma seperti tato melingkar. Tidak banyak bicara lagi, si Oto nin lalu menempelkan tangan-nya dan memutar secara berlahan di bagian perut Menma yang terdapat tato tersebut.

"Aarrggghhh!..."

Teriak Menma merasakan panas bagian perutnya. Melihat Menma sudah di lumpuhkan, Oto nin itu melepaskan tubuh Menma membiarkan Menma guling guling kesakitan.

"Menma-kun"

Satu satunya kunoichi tim 7 berteriak khawatir dengan keadaan rekan-nya. Menghiraukan Menma, Oto nin lalu maju beberapa langkah dari tempat Menma berada.

"Khukhukhu sudah saat nya tubuh itu menjadi miliku"

Dengan itu leher Oto nin memanjang menuju tempat Sasuke mulai bangun akibat tendangan Oto nin dan tentu saja kejadian itu mengejutkan semua Genin Konoha ini.

Jarak mulai menipis sekitar 5 meter sebelum Sasuke terkena gigitan Oto nin itu.

Buaakkh!

Kepala Oto nin di tendang dengan keras oleh seseorang tiba tiba berada di depan kepala si Oto nin menyebabkan kepalanya terpental ke atas, dalam keadaan kepala tengah melayang meliuk liuk layaknya ular, sebuat tendangan lagi ia terima membuat kepala si Oto nin jatuh mengikuti gravitasi bumi.

"Sudah kuduga ini kau Orochimaru!... "

.

.

TBC

Halooo senpai senpai sekalian, sudah lama saya gak up fic ini, ahhaha maafkan saya atas keterlambatan ini, gara gara keyboard hp ku sedikit lemot malah menganggu hobi ku dalam menulis dan juga beberapa hari ini saya kehilangan semangat saya dalam menulis fic, entahlah tiba tiba penyakit malas menyentuh hp kambuh lagi hehehe gomenasai...,

Sebenarnya fic ini sudah jadi 1 hari yang lalu karena malasnya saya menyentuh hp jadi lupa untuk carge hp membuatnya ngambek gak bisa di nyalain lagi untuk beberapa hari ini sampai saya menggunakan charge yang bukan charge ku untuk mengisi ulang hp ku sampai penuh, maklum hp yang saya punya bukanlah hp cangih lain-nya hehehe jadi malu *garuk garuk pipi*.

Ok langsung saja pada pembahasan chap ini.

Pertama, saya mengikutkan Naruto dan Akane Chunin Exam menggunakan penyamaran, hm hm aku juga tidak tahu, tiba tiba reflek saja thehehe, tapi tenang saja, Naruto akan membocorkan identitas NaruAkane saat invasi biar greget.

Yang kedua. Genin Otogakure adalah Orochimaru beda sama di cannon Kusagakure, saya hanya ingin sedikit berbeda dari cannon yah begitulah walaupun sedikit aneh tapi gak papa lah.

Sipp sudah gak ada yang aku bahas kembali, akhir kata, sampai jumpa di chapter depan jaa nee...,