Ch 12

Tiga hari pasca selesainya Rating Game antar Tim Gremory dan Tim Sitri. Banyak hal yang terjadi semenjak acara pertandingan tersebut, salah satunya adalah hampir renggangnya hubungan antara Serafall dengan Ajuka dan Sirzech karena hampir tewasnya penerus klan Sitri di pertandingan. Dan kemudian masalah deplomasi antar ketiga Aliansi dengan 'Kami' dari Mitologi Norseh yang berjalan mulus.

Selanjutnya, para Tetua Akuma, keempat Maou, Azazel, dan Michael mempertanyaankan soal alasan mengapa Rias dengan berani melakukan prosesi berkabun kepada salah seorang Akuma yang dulu dianggap berpihak kepada fraksi Old-Maou. Dengan tenang Rias berkata kalau ia hanya melakukan apa yang seharusnya seorang sahabat lakukan, dan lalu tentang kebrutalan yang ia lakuan di arena, kembali Rias menjawab ia hanya melakukan apa yang harus ia lakukan saat di pertandingan.

" bukankah bagus kalau kami bertindak kejam selama dalam pertandingan. Apakah kalian lupa kejamnya peperangan, dan tiada keadilan saat perang sedang terjadi. Bahkan Tenshin pun yang dikenal sebagai mahkluk suci sekalipun tidak segan-segan membunuh musuh maupun mantan saudara mereka yang terjatuh, lupakah kalian saat hal itu terjadi !? " ujar Rias mempertanyaankan tindakan kejamnya kepada para pemimpin fraksi dan para Tetua Akuma.

" tapi itu sudah lama berlalu, dan-"

" lalu apa bedanya dengan sekarang!? Bukankah dengan diadakanya petandingan ini, kalian mengukur dan sekaligus mencari bibit pasukan yang bisa kalian manfaatkan saat peperangan akan nanti, Entah sebab apa. Lalu bukankah bagus dengan kami bertindak kejam begini, kalian bisa melihat mana para Akuma muda yang hanya besar mulut, mana yang benar-benar memiliki kemampuan yang bisa kalian manfaatkan jiwa patriot mereka untuk tujuan yang kalian inginkan." Ujar Rias sakartis memotong dan bembungkam para Tetua.

Kemudian dengan sikap santai Rias segera menghilang dari ruangan introgasi tanpa persetujuan para pemimpin Fraksi.

Ok, mari kita tinggalkan maslah diatas, dan beralih ke rumah sakit yang dikelolah oleh klan Sitri.

Di salah satu ruangan kelas VIP dimana sang Heiress Sitri beserta seluruh anggota Peeragenya sedang dirawat, dan dalam kondisi tidak sadarkan diri pasca pertarungan mereka tiga hari lalu Rias beserta Akeno datang mengunjungi Sona yang masih di rawat.

Namun baru saja Rias hendak membuka pintu kamar perawatan Sona, terdahului oleh Serafall yang hendak keluar.

" mau apa kalian datang kemari brengsek!?" Tanya Serafall dengan sakartis dan aura intimidasi besar. Namun hal tersebut tidak di tanggapi oleh Rias dan Akeno.

" tentu saja untuk menjenguk sahabat kecil kami, yang Mulia Leviathan. Dan saya sarankan untuk anda bisa tenang karena saat ini kita sedang berada di rumah sakit, kasihan kepada pasien-pasien lain yang sudah hampir pingsan akibat aura anda." Ujar Rias tersenyum mengejek.

" ka, KAU..!" Serafall bereteriak kesal dan bersiap membekukan Rias dengan sihir esnya, tapi lebih dulu di hentikan oleh Akeno dengan bergerak cepat kearah belakang Serafall sembari menodongkan sebilah pisau cahaya ke leher Serafall.

" ara, ara..sebaiknya anda tidak macam-macam dengan majikan saya, Yang Mulia. Kami datang dengan damai loh. Tapi kalau anda masih berniat melanjutkannya-" bisa di rasakan oleh Serafall kalau gadis Hybrid Da-Tenshin dan Akuma tersebut tidak main-main dengan kata-kata nya.

" ada apa ini? Apa yang sedang terjadi disini?" tanya dari Sona yang bangun dari ranjangnya karena mendengar suara ribut-ribut dan aura sang kakak. Kemudian memecahkan atmospir tegang yang sedang terjadi.

" Sona cepat menjauh dari sini, me-"

" wow kau lebih cepat sembuh dibanding kemarin-kemarin ne Sona. Aku jadi sedikit kecewa karena tidak jadi menjahili mu saat tidur" ucapan Rias yang bertingkah sok sedih tersebut membuat wajah Sona memasam.

" itu bagus Rias. Dengan begini kau tidak jadi memjahili ku seperti saat pertama kali kita latih tanding beberapa bulan lalu. Mengingatnya saja aku sampai ingin bunuh diri karena kau membuat ku harus berpakaian Maho Shojou laknat itu selama seminggu penuh di sekolah" Sona berbicara dengan raut wajah memerah karena malu karena kembali mengingat kejadian saat itu.

Serafall yang melihat dan mendengar Sona berbicara sesantai itu setelah kedua sahabat kecilnya yang membuat dirinya meregang nyawa terheran-heran. Ditambah lagi ia juga kecewa tidak bisa melihat sang adik berpakaian Maho Shojou di sekolah.

' andai aku tahu kalau Sona-tan berpakaian itu di sekolah, mati pun aku rela' itu suara hati absurd Serafall yang menyayangkan kejadian sekali seumur hidup adiknya.

" tunggu, tunggu dulu. sebenarnya ada apa ini sebenarnya !? kenapa kau terlihat santai sekali setelah kedua teman mu ini sudah membuat mu nyaris mati! Bisa kau jelaskan !? " Serafall bertanya dengan histeris tak mengerti setelah Akeno menghilangkan pisau cahayannya.

Mendengar hal itu Rias dengan santai bertanya apakah Sona tidak menceritakan latih tanding tidak resmi mereka saat sebelum hari kelulusan.

" maaf aku lupa. Terlebih lagi aku malas menceritakannya kepada aho Nee-sama ku ini. Kau tidak maukan dia menjadikan setengah Makai menjadi kutub utara karena latih tanding tak resmi kita. Huff…" terang Sona santai dengan diakhiri menghela nafas berat.

" hmm. Kau ada benarnya juga Sona. Tapi kalau dipikir-pikir, bukannya tidak apa-apa kalau sekali-sekali kau buat kakak mu itu marah, dan membekukan setengah Makai. Lalu dengan begitu kita bertiga bisa membuka Resort Ski di sini, kau tahukan maksud ku" ujar Akeno.

" ooh…ide yang brilliant Akeno. Dengan kita bekerja sama membangun Resort itu, kita bisa kaya raya. Kau sangat jenius sayang" sambung Rias memuji kepintaran Akeno dalam merencanakan bisnis.

" trims Hime-sama. Bagaimana Sona, apa kau setuju dengan rencana ini?"

" jelas saja setuju baka. Dengan ini modal untuk membangun sekolah milik ku langsung tepenuhi dengan cepat. Ok aku ikut" ujar Sona setuju dengan rencana kedua sahabatnya.

Sementara ketiga gadis tersebut dengan santai membuat lingkaran dan merencanakan sesuatu yang aneh, Serafall yang tampak diam terabaikan menunduk hingga setenah wajahnya tertupi poninya plus perempatan sudah sangat jelas tercetak di kepalanya.

Twict

Twict

Twict

Twict

" funyaaaa…! Jangan mengabaikan ku!" serafall berteriak kesal karena merasa diabaikan oleh ketiga gadis muda di depannya. Dan tak lupa memberi jitakan kasih sayang ke masing-masing kepala tiga gadis muda tersebut.

Berani sekali mereka berbisik-bisik di depan Maou. Kalau bukan karena ketiga gadis muda di depannya adalah sosok yang ia kenal, maka ia berhak memberi hukuman mati.

" kalian ini. Apa kalian tidak menghargai ku keberadaaan ku disini!? Berani sekali kalian mengacuhkan ku, dan berbisik seorang diri di pojok sana! bla, bla, bla…" semua racauan omelan keluar dari mulut Serafall untuk Sona, Rias, dan Akeno yang bersieza.

" itu karena Nee-sama bodoh. Dan berotak jongkok " ujar Sona dengan enteng menyebut sang kakak bodoh ddan berotak jongkok.

Hati seorang Maou Leviathan Serafall seakan terhujam banyak anak panah takkala mendengar sang adik dengan santainya menyebutkan kalau dirinya bodoh dan berotak jongkok.' ugh….sakit tapi tak berdarah.'

Serafall yang tidak terima dikatai bodoh dan berotak jongkok langsung berkata kalau Sona iri dengan percaya diri kalau ia hanya tidak mau sombong kalau otaknya lebih pintar dibanding sang adik.

" ok kkalau otak mu lebih pintar dari ku, nee-sama. Katakan apa jawaban dari soal yang ku beri" Sona pun segera menulis sebuah soal di udara dengan sihirnya, yaitu soal integeral kalkulus.

" ja, jangan remehkan aku!" teriak Serafall tertantang. Namun walau satu jam telah terlewat, Serafall tak sedikit pun bisa menjawab soal-soal yang diberikan oleh Sona.

2 jam kemudian….

" huff…...jujur aku sampai heran mengapa kau bisa menjadi soal Maou, Nee-sama. Tapi sudahlah aku tidak mau melanjutkannya lagi. Pulanglah, dan kembalilah bekerja" ujar Sona mengurut kepalanya lantaran pusing bercampur heran mengapa bisa kakaknya menjadi seorang Maou dengan otak jongkoknya itu.

Dengan patuh Serafall pun kembali ke ruang kerjanya dengan menangis terseduh-seduh karena merasa di bully dihadapan kedua sahabat kecil sang adik.

Dan sepeninggal Serafall, Rias dan Akeno yang sedari tadi mencoba menahan tawa karena ekspresi wajah lucu sang Maou, langsung meledak tak tertahankan sampai seorang suster yang sedang melintas menegur keduanya untuk tidak berisik di rumah sakit.

" huff…tadi itu lucu sekali sayang. Baru pertama ini ku lihat kau mengerjai Nee-sama mu itu dengan soal aneh mu itu." Ujar Rias mengenai soal kalkulus yang diberikan oleh Sona yang memang sejak awal tidak ada jawabannya.

" biar tau rasa dia. Dan…" Sona menjeda kalimatnya saat tiba-tiba ia mengeluarkan sebuah topeng kupu-kupu hitam dan memakainya, lalu berlutut di hadapan Rias.

" maaf karena terlambat menyambut kedatangan anda, Joote-sama. Mohon maaf atas salahan hamba" ucap Sona dengan nada bicara berbeda dari sebelumnya.

" tidak apa-apa, Chou-chou. Bagaimana hasil misi kalian, apa kalian berhasil menculik mereka?" Tanya Rias dengan menyeringai samar.

" hai. Vritra dan semua anggota saya sudah berhasil menculik mereka, dan saat ini sudah kami tempatkan di lokasi yang anda inginkan." Sahut Sona a.k.a Chou-chou menjawab hasil yang memuaskan sang majikan.

Mendengar hasil baik dari pelayan barunya itu membuat Rias senang, dan nanti akan memberikan hadiah yang pantas atas keberhasilan mereka.

" ku rasa itu sudah lebih dari cukup. Akeno, mari kita pulang dan memulai aktivitas baru kita sebagai seorang Mahasiswi baru. Chou-chou sisanya ku serahkan pada kalian, lalu buat mereka beryanyi medu sampai mereka memohon kematian, jaa nee" selepas Rias memberi perintah, keduanya pun menghilang dibalik diagram mereka.

Sona a.k.a Chou-chou pun segera menghubungi para peeragenya untuk segera memulai perintah dari sang majikan mereka, dan berganti baju dengan pakaian khas dirinya.( silahkan lihat penampilan chou-chou pada chapter 8), lalu bertelportasi ke sebuah ruang laboratorium.

" selamat datang Chou-chou Sama. Kami sudah menunggu lama kedatangan anda" kata seorang gadis berambut pony tail tinggi, berpakaian Yukata hitam berpola bunga Spider-lili merah dengan bagian lengan Yukata diikat kebelakang oleh pita, dan memakai topeng 'kelinci' menyambut kedatangan Chou-chou.

" tadaima, Alice-chan. Bagaimana dengan kelin-ah gomen, maksud ku hamster kita, apa mereka bermain banyak hari ini?" Tanya Chou-chou dengan nada childis kepada sang gadis bertopeng kelinci tersebut.

" hn. Semua sudah siap. Mari ikut saya" sahut Alice berjalan duluan menunjukan jalan..

" hei Alice, apa kau marah saat aku hampir keceplosan menyebut kata'kelinci' tadi?"

" tidak Chou-chou sama. Mungkin hanya perasaan anda saja."

" oh ayolah sayang. Aku tahu kalau kau sedang marah, aku janji deh tidak akan menyebut kata 'kelinci' lagi di hadapan mu"

" hn"

Kedua gadis bertopeng tersebut pun menghilang dibalik pintu masuk ruangan lain lab.

Takama-ga-hara. Kuil Uzumaki

Naruto POV

Sudah tiga hari terlewatkan pasca pertandingan Rating Game kaum Akuma berlangsung. Dan sepulangnya aku dari sana, di kuil ku kedatangan tamu yang tak ku duga, yaitu 'Kami' dari mitologi Persia kuno yang bernama Verethragna atau dengan nama manusia Kusanagi Godou.

Sedikit mengenang masa lalu, awal pertemuan antar kami berdua terjadi sekitar beberapa puluh tahun lalu sebelum Great War berhenti, saat itu aku sedang kesasar di Italy. Itupun bukan awal jumpa yang baik, melainkan tiba-tiba saja aku di tantang bertarung olehnya yang juga sama-sama Dewa perang.

Semula aku tidak menanggapinya lantaran aku tidak mau mencari masalah pada 'Kami' dari Mitologi Persia tersebut, tapi karena terus dan terus dipaksa. Aku pun menerimanya dan hasil pertarungan itu, kami seimbang. Dan dari situ pula lambat laung Godou dan aku menjadi sahabat dan rival sesama Dewa perang.

Oh, darinya aku mendapat nama lain yaitu, 'Angra Mainyu'. Lantaran kekuatan ku mengingatkan dirinya dengan sosok jahat dari Mitologi nya.

" ah, Godou. Ada apa gerangan kau datang kemari, dan ini tidak biasanya kau datang kemari kecuali ada urusan penting." Kata ku heran dengan kedatangannya.

Dengan seringai samar, ia mengeluarkan sebuah bungkusan dengan noda darah menetes keluar dan membuka isi dari bungkusan tersebut, dan kemudaian melemparkannya kehadapan ku.

" astaga. Kenapa Loki bisa sampai berurusan dengan Dewa seperti kau" aku menepuk kening saat melihat kepala salah satu Dewa Norse, Loki yang juga adalah anak dari si tua Odin.

" dia yang lancang mengoda istri ku Erica, dan hampir memperkosanya. Dan ini balasannya!" jawabnya dengan kesal.

Oh aku mengerti itu. Wajar kalau seorang suami marah saat istrinya di ganggu oleh orang lain. Akupun kalau kedua istri ku di-oh sepertinya aku tidak perlu melakukan itu, karena well taulah maksud ku siapa sebernarnya kedua istriku. Aku yakin kalian tidak mau mencari masalah pada mereka.

Mini flashback on

Btw masalah istri Godou yang bernama Erica Blandell, itu aku ingat awalnya gadis itu adalah salah seorang dari pejuang dari fraksi Salib Hitam Tembaga di Milan. Dan awal perjumpaan mereka pun tak terduga. Dimana Godou tak sengaja terpanggil oleh gadis tersebut saat fraksinya sedang di serang oleh pihak penyihir, lalu dari situ mereka saling mengenal dan saling mencintai. Lalu kemudian saat Erica tewas di bunuh oleh salah seorang Dewi Mesopotamia yang bernama Isthar yang ingin memiliki Godou untuknya sendiri. mengetahui itu, Godou yang seorang 'Kami', berniat akan membunuh dan demi membalaskan dendam sang kekasihnya Erica. Beruntung aku yang datang berkunjung segera menghentikan tindakan Godou. Terlambat sedikit saja, maka Isthar akan tewas dan itu bisa memicu konflik merepotkan antar sahabat ku dengan fraksi Mesopotamia . Walau aku cukup kerepotan menenangkan dirinya.

Kemudian aku dan Goudou memaksa Isthar untuk kembali menghidupkan Erica , namun Isthar tidak bisa melakukan hal itu karena itu berada diluar kuasanya. Tapi menurut gadis tersebut kalau saudarinya yang bernama Ereshkigal bisa menghidupkan kekasih Godou kembali. Dan tanpa menunggu waktu lama, kami bertiga segera menuju Underworld (Sumeria Myth) untuk meminta tolong pada Ereshkigal agar bersediah menghidupkan Erica.

" jadi ini karena ulah mu Imouto. Ya ampun, bisa tidak kau berhenti untuk terus dan terus menggoda 'laki-laki kuat' diluar sana ! lihat akibatnya, kau hampir saja tewas di tangan Verethragna-dono kalau tidak di hentikan oleh Ashura-dono. Huff…sungguh saya selaku kakaknya merasa cukup malu dengan tindakan terlampau batas adik saya ini. Lalu apa yang harus saya lakukan agar kalian bisa mengampuni adik saya ini ? jujur walau ia bersikap serakah dan bertingkah seperti seorang pelacur, saya harap anda berdua mau bermurah hati untuk mengampuninya." Pinta Ereshkigal memohon maaf dalam kepada Godou.

" tidak bisa. Nyawa harus dibayar nyawa! Pelacur ini harus-"

"Verethragna !" hardik ku memotong ucapan Godou yang masih menaruh kebencian kepada Isthar yang sudah sangat ketakutan dan bersembunyi dibalik punggung kakaknya, Ereshkigal.

" KENAPA KAU MENGHENTIKAN KU BANGSAT! APA KAU JU-ugh!" bogeman mentah ku langsung membungkam bentakan sahabatku itu, lalu aku memintanya untuk tidak larut dalam rasa dendam dan benci kepada Isthar, dan tak lupa aku pun mengatakan kalau aku mengerti rasa kehilangan wanita yang kita cintai di bunuh oleh orang lain.

Godou yang pernah mendengar kisah hidupku, segera meminta maaf karena terbawa rasa emosi.

" ok fine. Kau menang Angra Mainyu. Baiklah, hei kuso-Onna Isthar. Apa kau menyanyangi Ereshkigal, kakak mu itu? Cepat jawab dengan tegas!" Tanya Godou tentang apakah Isthar menyanyangi Ereshkigal atau tidak.

Isthar tampak terkejud dengan pertanya Godou soal ia menyanyangi sang kakak atau tidak. Gadis itupula beberapa kali melirik wajah sang kakak yang tersenyum.

" a, aku….a, aku…aku membencinya! Sangat mem bencinya!" jawab Isthar mantap. Sementara Ereshkigal yang mendengar jawaban sang adik hanya tersenyum getir, dan kami bisa dengan jelas melihatnya.

" ok kalau begitu. Lalu Ereshkigal-Hime, seperti yang kau katakan sebelumnya bahwa kau bersediah untuk berbuat apa saja asal Imouto mu yang kurang ajar itu dimaafkan bukan" Ereshkigal pun mengangguk membenarkan ucapan Godou.

" bagus." Tanpa berkata apa-apa lagi, Godou langsung menghujam pedang emas besarnya dan membaca beberapa mantra nya. Baik aku maupun Isthar terkejud dengan tindakan Godou yang tak terduga itu..

"Dengan menggunakan kata kata dari kekuasaan, aku akan membawa kebenaran ke dunia ini...Sungguh kebahagiaan adalah kata yang kuat dan kokoh..pada mereka yang kuat dan membawa kemenangan..untuk mereka yang kuat dan membawa kehidupan….."

Bersamaan dengan mantra Godou telah dilantunkan, tubuh Ereshkigal secara perlahan bersinar dan menjadi serpihan kaca bercahaya emas.
"Sungguh akulah yang terkuat ,yang memegang kemenangan tertinggi...atas namaku dari Raja yang berjalan di atas garis kemenangan , Jiwa gadis ini berada dalam wilayah kekuasaanku...untuk mereka yang tak berjiwa..untuk mereka yang benar benar ada dan nyata...turuti perkataanku dan patuhi perintahku..."

Bersamaan dengan berakhirknya kata itu serpihan kaca bercahaya emas tersebut menyelimuti dan masuk kedalam jasad Erica.

" o, oi Godou. Kau bercandakan ? kau barus saja menjadikan Erica-"

" aku hanya meniru cara mu saja. Toh Kuso-Onna itu membenci Ereshkigal-Hime, dan Ereshkigal-Hime sendiri yang bersedia melakukan apapun agar adik kurang ajarnya itu dimaafkan. Jadi hal ini impas. Ayo pergi" kata Godou tak mau di salahkan atas tindakannya dan menggendong sang istri yang belum tersadar.

Dan kami berduapun segera pergi meninggalkan Isthar yang masih tampak shok dengan baru apa yang baru saja terjadi hingga terjatuh terduduk.

" dengar kuso-onna Isthar. Mulai sekarang jangan coba-coba untuk mengganggu kami lagi. Dan sejak detik ini, Ereshkigal-hime adalah renkarnasi dari istri ku dan masuk kedalam fraksi ku." Peringat Godou sebelum kami bertiga pergi meninggalkan Isthar yang menangis diam.

Maka sejak saat itu Erica Blandell secara tidak langsung menjadi renkarnasi dan terlahir kembali menjadi seorang Ereshkigal baru dengan ingatan baru pula.

Mini flashback off

Back to story

" lalu apa yang akan kau lakukan, si tua Odin pasti akan menuntut balas kepada kau karena telah membunuh salah satu putranya, apalagi Thor. Mereka pasti mengejar keluarga mu"

" kalau masalah itu aku sudah mempersiapkannya. Si bajingan ini adalah salah seorang dari anggota organisasi ophis, istri mu. dan ia juga berniat untuk mengacaukan aliansi. Lalu dengan aku membunuhnya, bukankah akan mengurangi bibit kekacauan dimasa depan"

" ya aku paham. Huff…sepertinya aku harus menasihati Ophis nantinya. "

Berkat informasinya, aku memang harus bertindak tegas dengan menyuruhnya berhenti untuk mengejar kampung halamannya. Setidaknya bersediah mau berbagi tempat saja dengan Great Red.

Lalu kemudian, kami berdua mengobrol maslah topic lain-lain . tetunya dengan di temani sake.

Naruto POV end

Selang beberap jam kemudian kedua 'Kami' tersebut ambruk dengan kondisi mabuk berat dann tertidur. Meme dan Misa selaku pelayan Naruto pun segera memberikan selimut dan bantal kepada keduanya, lalu kembali ke rutinitas masing-masing.

dua bulan pasca kelulusan siswa/I kelas 3 Kuoh Gakuen.

Issei dan Asia yang telah di tunjuk sebagai 'Buchou dan Fuku-Buchou' baru menggantikan Rias dan Akeno yang telah lulus, kini sedang memulai tugas barunya itu. Walau hak penentu misi atau pembuatan kontrak masih di pegang penuh oleh Rias.

Dan kini sebagai Buchou baru, Issei membuat suatu program kerja baru di clubb, yaitu merekrut para anggota baru. Menurutnya hal itu perlu di lakukan agar menghilangkan kesan eklusif atau tertutup dari club-club lain. Apalagi sekarang mereka semua sudah kelas tiga, dan mereka berharap nantinya akan ada penerus club mereka saat kelulusan nanti. Tentunya mereka akan merubah total segala perabotan yang berbau supranatural.

Dan tak lupa pula tugas tambahan yang berupa menjaga dan melindungi calon suami majikan mereka yang saat ini sudah menjadi seorang artis selama di sekolah dan ketika sedang bekerja.

Hal yang sama juga berlaku bagi anggota Seito-Kaichou yang melakukan perekrutan anggota baru di keanggotaan mereka. dan yang menjadi Kaichou baru adalah Genshiro Saji dengan Fuku-Kaichou Loup Garou (sementara).

Hari-hari sekolah mereka pun kembali seperti seperti hari-hari sebelumnya. Walau ada beberapa siswa/I angkatan baru yang berasal dari tiga fraksi yang beraliansi juga ikut bersekolah dan bersosialisasi dengan manusiaa normal lainnya.

" ano…aku paham kalau Rias-chan itu mantan Buchou disini. Tapi kenapa aku harus mengikuti kegiatan club kalian ? akukan bukan anggota club ini" Tanya Naruto sedikit memiringkan kepala bingung lantaran sejak awal semester dimulai, ia selalu diajak Issei dkk untuk datang ke ruang club milik Rias. Padahal ia bukan anggota club tersebut.

" kalau itu karena perintah Rias-senpai untuk melindungi mu dari para fans-fans yang di khawatirkan bertindak nekat. Dan kami selaku kouhai kepercayaannya memathui hal itu." Jawab Asia sembari menuangkan teh.

" kau tahu sendirikan bagaimana sikap Rias-senpai yang err…protektif. Apalagi pada fans-fans perempuan Naruto-san." Sambung Kiba.

Mendengar alasan tersebut, Naruto hanya menghela nafas berat tentang bagaiamana sifat protektif sang calon istri padanya. khususnya pada fans bergender wanita, dan ia tahu betul bagaimana seramnya Rias saat dirinya baru pulang dari acara talk show On Air di salah satu stasiun Tv langsung mengintrogasi dirinya lantaran baju yang ia pakai berbau parfum seorang wanita.

Dan perlu usaha keras untuk menyakinkan kalau saat itu terjadi kesalahan teknis dari panitia make-up yang salah memberi parfum untuknya. Pemuda itu sampai nyaris ngompol karena aura gelap sang tunangan.

" ok aku mengerti hal itu. Tapi aku masih merasa tidak enak selaku orang luar yang Cuma numpang bersembunyi di club kalian"

" hei, hei apa yang kau katakan senpai. Club inikan didirikan oleh tunangan mu, jadi secara tidak langsung ini juga ruang club mu. Coba lihat. Bahkan sebelum Rias-senpai benar-benar lulus, ia sampai membuat ruang studio mini dari bekas kamarnya. Semua itu hanya demi mendukung mu". Ujar Gasper ikut nimbrung dalam pembicaraan.

Maka dengan pasrah Naruto menerima segala yang telah dipersiapkan oleh sang tunangan demi kelancaran karir dirinya.

Skip malam hari

Di sebuah tempat yang terdapat mata air terjun yang dipenuhi guguran kelopak bunga, terlihat Rias beserta semua pelayan wanitanya sedang bersiap mandi disana. Tepatnya mulai dari Akeno sampai Xenovia, mereka membantu Rias mandi di sana. tidak lupa mereka memakai pakain putih tipis hingga menembus lekuk tubuh mereka, dan mereka pula memakai kain penutup mata Karena atas perintah Rias yang telah melarang orang lain untuk melihat lekuk tubuhnya lagi, kecuali sang suami. Yaitu Naruto.

" Oku-sama." Ujar Akeno memulai pekerjaannya yaitu melepas pakaian tipis Rias, lalu disusul Koneko, Rossweisse, dan Asia yang memulai prosesi memandikan majikan mereka.

Rias POV

Sudah hampir setahun lebih aku beserta pelayan wanita ku memulai ritual 'mandi suci' ini. saat itu aku sendiri masih kurang memahami alasan mengapa aku wajib melakukan ritual ini.

Semua ini berawal dari mimpi ku satu tahun lalu. Tepatnya seminggu sebelum acara pertunangan ku dengan Reiser. Mimpi yang membuatku harus melakukan ini.

Mini flash back (Mimpi Rias)

Malam itu ketika diriku belum resmi berpacaran dengan Naruto-kun, aku yang sudah terlelap tidur, bermimpi bahwa diri ku sedang berdiri di sebuah bangunan rumah jepang bergaya tradisional mewah. Saat itu aku merasa bernostalgia dengan suasana rumah tersebut, dan ketika aku mulai berjalan berkeliling, orang-orang yang ku temui sepanjang jalan, memanggil ku dengan sebutan 'Hime-sama'.

Aneh !

Apa aku terlalu sering menonton acara Tv bertemakan Samurai, hingga terbawa mimpi seperti ini ?

Hahaha…konyol sekali.

Kemudian ketika aku tiba di sebuah gazebo yang terdapat kolam ikan, aku terkejud. Bahkan kedua bola mata ku nyaris keluar saat melihat bentuk kedua bola mata dan rambut ku yang berbeda. Seharusnya kedua bola mataku berwarna blue-green, bukan berwarna Scarlet. Lalu rambut ku seharusnya berwarna crimson, bukan hitam.

Tidak berhenti disitu. Aku kembali dibuat heran saat kali ini sosok ku berganti dengan sosok gadis berambut keemasan kepang tiga, bermata kebiruan, dan bertubuh tinggi dengan lengkap memakai pakaian perang Spartan, selanjutnya diriku memakai pakaian khas seorang kadet militer, dll.

Semua terus berlanjut bagai video rusak yang terus berputar berulang-ulang.

Ada apa ini ?

siapa mereka ? mengapa mereka berwajah mirip dengan ku itu ?

apa mereka adalah kehidupan ku dimasa lalu ? hei siapa saja beritahu aku!

Lalu tidak berhenti disitu saja, para sosok gadis yang mirip dengan diriku juga menyukai pria yang sama dan dengan nama lalu staus yang berbeda. Dan secara diam-diam kami semua terus-dan terus men-stalker maupun mencintai Naruto. Tidak hanya itu, ternyata para diriku disana melakukan pemujaan rahasia kepada 'Kami' yang bernama Izanami no Mikoto di sebuah gua yang terhubung dengan kamar pribadi atau tempat-tempat tersembunyi mereka masing-masing.

Pemujaannya pun tergolong ekstrim, yaitu di saat malam bulan purnama ke-13 mereka selalu menculik gadis-gadis perawan dari desa-desa terdekat, dan mempersembahkannya ke altar Dewi Izanami. kami melakukannya terus dan terus hanya demi berdoa untuk keselamatan Naruto kami tersayang. Tidak peduli kami semua dianggap gila, kejam, ataupun tak berhati nurani lagi. Semuanya hanya demi pemuda itu. Pemuda yang sudah mencuri hati kami.

Mini flash back (Mimpi Rias) off

Sayangnya aku tidak mengatahui akhir dari mimpiku. Apakah aku dimasa lalu berhasil bersatu dengan Naruto-kun atau ada gadis lain yang merebut dirinya dari kami.

Tapi dari mimpi itu aku jadi yakin kalau di kehidupan ini, aku akan bersatu dengan Naruto ku sayang. Dan takkan ku biarkan orang lain memisahkan kami dari apapun lagi. Tak peduli harus menetang kehendak langit.

Oh, betapa bahagia diriku. Tapi walau demikian, aku akan tetap membalaskan dendam karena mereka semua telah membunuh Luke-kun kala itu.

Dan kemudian, aku kembali menjalankan kembali perosesi pemujaan yang dulu kami jalankan. Walau aku sudah menjadi Akuma sekalipun.

Namun hal aneh terjadi kemarin malam, saat diriku sedang melakukan ritual mandi suci. Aku bertemu dengan sosok gadis yang selalu muncul dimasa lalu ku. Ia tak sedikitpun berubah dan masih sama seperti dulu. lalu ia pun berkata kalau ia sudah cukup lama menunggu kemunculan ku, lalu ia mengatakan sesuatu tentang diriku.

Dan boom.

Semuanya langsung menjadi jelas!

Semuanya !

Semua ingatan mapun mimpi yang membuat ku bertanya-tanya mengapa kami selalu mencintai sosok yang sama. Seperti kepingan pazzel melengkapi bagian yang hilang dan kini kembali menyatu.

Rias POV end

" kalian pergilah. Tinggalkan aku sendiri" perintah Rias memberi isyarat kepada keempat pelayannya untuk meninggalkannya sendiri setalah selesai membilas tubuhnya.

" ha'I Jote-sama" sahut keempatnya segera undur diri meninggalkan sang majikan.

Dan tak lama selepas kepergian keempatnya, sesosok gadis lain a.k.a seorang gadis berambut hitam twin tail dengan bola mata Heterochromia iridium, dimana mata kananya berwarna merah dan mata kirinya berwarna kuning keemasan, lalu berepakaian Ghotic Lolitta antara merah dan hitam. ia tiba-tiba muncul dan ikut berendam disana.

" jadi bagaimana ?" Tanya sang gadis kepada Rias.

" masih seperti sebelumnya. Lalu bagiamana dengan mu?" kali ini giliran Rias yang bertanya sembari membasuh tubuh sang gadis.

" sama seperti mu, Jouou-sama. Hamba masih menunggu perintah dari Tenka-sama untuk bergerak, dan Tenka-sama masih enggan untuk mau ikut masuk dalam aliansi itu, bukankah itu kan mempermudah jalannya menciptakan dunia yang damai."

"sayangnya Tenka-sama lebih memilih untuk mengawasi dan menjadi pihak netral sementara waktu. Dan satu hal lagi, sang 'Selir' mendapat omelan dari nya."

" begitu. Sayang aku tidak ikut memarahinya. Apa Ia sampai sekarang masih bersih keras merebut rumahnya dari Great Red, padahal istanah sudah pasti menjadi rumahnya juga "

Keduanya sama-sama menghela nafas berat menanggapi sifat keras kepala sang Selir, dan kemudian keduanya pun terdiam sejenak sembari menikmati sebotol 'Soma' bersama-sama.

" ok, sudah waktunya kau pergi. Tolong jaga Danna-sama sampai hari itu tiba, dan cepat siapkan persembahan untuk pemujaan di kuil tepat purnama ke 13 besok. pergilah"

" Ha'I Kogou-sama. Hingga hari itu tiba, kami semua akan memainkan music pengiring tarian anda 'berdua' di dunia fana ini."

Pertemuan keduanya di tutup dengan menghilangnya sang gadis dibalik bayangan hitam, meninggalkan Rias yang sedang dibantu memakai pakaian oleh keempat pelayan wanitanya.

Sepeninggal sang gadis, Rias yang sudah berpakaian langsung mengeluarkan kipas dan mulai menari diatas air.

Hari dan minggu tak terasa berlalu begitu cepat. Pertandingan Rating Game putaran selanjutnya sudah akan kembali dimulai dalam waktu beberapa hari lagi, maka seluruh anggota tim Gremory dan Sitri kembali akan bersiap untuk pertandingan mereka selanjutnya. Maka bagi kedua belah pihak kembali melakukan latihan mereka masing-masing, guna mempersiapkan pertarungan nanti dan tak lupa untuk saling menyemangati satu-sama lain.

Namun dari semua itu, bagi Irina Shidou yang seorang renkarnasi tenshin, ia cukup merasa sedih dengan hubungannya dengan Xenovia yang tak kunjung membaik, malahan semakin memburuk. Semua usaha untuk meluluhkan hati Xenovia telah ia lakukan, namun berakhir nihil. Bahkan pernah ia hampir menjadi Da-Tenshin karena sudah cukup frustasi dan depresi dengan hubungannya ia dengan sang sahabat.

Semua itu hanya karena kesalah pahaman semata. Hubungan baik yang telah lama terjalin rusak dan hancur berkeping-keping. Ia selalu mencoba memperbaiki hubungan itu.

' harusnya aku lebih peka saat itu kalau Xenovia menaruh hati kepada ke salah satu pastur disana Hingga kami tidak menjadi seperti ini' Ujar Irina dalam hati menyesal.

" yo Irina-chan. Mengapa kau melamun sendiri disini? Sebentar lagi bell masuk kelas akan berbunyi loh" tegur Naruto tiba-tiba muncul..

" ah, ya. Maaf aku tadi melamun, ayo kita segera kembali ke kelas. Atau para anggota Osis akan menghukum kita" sahut Irina terenyum palsu.

Naruto yang paham dengan kondisi Irina hanya meminta maaf karena tidak bisa berbuat banyak megenai hubungan kedua gadis tersebut. Walau sudah berusaha mendamaikan, tapi tetap saja Xenovia tidak bisa memaafkan kesalahan sahabatnya itu yang membuatnya cukup sakit hati.

Skip jam pulang sekolah.

Terlihat seluruh anggota club terlihat panic karena kehilangan jejak tunangan majikan mereka yang tiba-tiba menghilang sesaat setelah keluar dari gerbang sekolah. Padahal dengan sangat jelas Xenovia dan Kiba yang mendapat jadwal bertugas menjaga Naruto hingga sampai aparteman majikan mereka melihat kalau pemuda itu berada dalam jangkauan pengamatannya.

" bagaimana bisa kalian kehilangan jejak Naruto-sama !? apa kau tidak sedang memalingkan mata saat menghilangnya Naruto-sama ? " Kata Issei di seberang telepon.

" kami sendiri pun tidak mengerti bodoh! Ini benar-benar kejadian aneh Issei. Akan sangat sangat berbahaya kalau Rias-okusama mengetahui kejadian ini. Bisa tamat hidup kita kalau kita tidak bisa menemukan Naruto-sama sampai jam makan malam nanti." Sahut Kiba tampak kebingungan.

" kami pun takut. Sudah sebaiknya kita semua segera berpencar mencari keberadaan Naruto-sama. Kita berpencar dan menyisir setiap sudut kota. "

Maka seluruh anggota club….pun segera berpencar bersama para familiar masing-masing guna mencari keberadaan sang tunangan majikan mereka.

Namun kenyataannya, Naruto sedang berada di sebuah café keluarga bersama dengan Irina. Pemuda itu sengaja mentraktir gadis tersebut sekaligus membicarakan hal apa yang membuat Irina tidak bersemangat semenjak semester awal di mulai.

" ayo pesan saja, tidak usah malu-malu." Kata Naruto meminta Irina untuk tidak perlu malu-malu memesan makanan.

" ugh..walau kau berkata begitu, tapi apa tidak masalah kalau ada seorang paparizi yang melihat kau sedang berduaan dengan seorang gadis lain? Dan lagi aku tidak mau terkena semprotan dari Rias-senpai." Sahut Irina tak nyaman dengan keadaan sekitar.

Naruto hanya tertawa kalau café yang mereka singgahi ini sudah menjadi langgan dirinya, dan ia cukup mengenal pemilik café tersebut.

" huff…baiklah. Aku pesan Thai-Teh dan Stroberi cake" kata Irina mengatakan pesanannya, dan begitu pula Naruto yang memesan black Coffe dan roti gandum keju bakar.

Tak beberapa menit kemudian, pesanan keduanya pun datang dan tersajikan diatas meja. Dan kemudian keduanya pun memakan pesanan mereka dengan di selingi obrolan menyangkut keluh kesah Irina. Tentunya masih soal hubungannya dengan Xenovia.

" ne Irina. Bisa aku minta bantuan mu ?" Tanya Naruto tiba-tiba.

" minta bantuan-" Irina tak melanjutkan perkataannya dan pandangannya langsung menjadi kosong saat ia melihat kedua bola mata Naruto yang terbuka dan memperlihatkan 'Sharingan' bermagatama berjumlah tiga yang berputar pelan.

" tenang saja, nak. Ini hanya permintaan yang mudah kok dari pak tua ini" ujar Naruto dengan mengelus puncak kepala Irina yang masih terdiam bak patung.

Sementara itu seluruh anggota club…(terbaru) tampak sedang berseizah dan menundukkan kepala di hadapan Rias yang sedang memasang wajah kesal bercampur amarah mendengar cerita dari para pelayannya.

" jadi begitulah ceritanya Oku-sama. Ka, kami tidak berha-"

Brakk!

" bagaimana bisa kalian masih berani menunjukan diri kalian di hadapan ku, saat kalian masih belum menemukan Naruto-kun!" bentak Riass menggebrak meja dengan aura meledak-ledak. Memotong perkataan Issei.

" ma, maafkan kelalaian kami, nonya. Ka, kami sudah berusaha untuk-hii!" Xenovia dan Rossweise menjerit ketakutan saat melihat wajah Rias kian menggarang..

Dan selaama satu jam penuh mereka semua di marahi dan di ceramahi oleh Rias sampai dengan kedatangan Naruto. Sontak saja semua anggota club berserta Akeno memeluk tubuh pemuda tersebut dengan penuh suka cita lantaran telah terbebas dari ceramah sang majikan, Rias.

" are, ada apa ini minna?" Tanya Naruto bingung bercampur heran dengan kejadian absurd yang sedang terjadi.

" sampai besok, Sara-chan" ucap empat orang siswi kepada Sara saat akan berpisah jalan.

" ha'i. sampai besok minna" sahut Sara tersenyum dan kembali berjalan lurus menuju rumahnya, kuil Uzumaki.

Sesampainya di depan pintu masuk kuil, ia langsung di sambut oleh Misa dan Meme.

" bagimana sekolah hari ini sayang ? apakah ada hal yang menarik?" Tanya Misa. kepada cicitnya.

" hm, sama seperti kemarin, Baa-sama. Semuanya semakin membuatku sakit kepala " sahut Sara langsung merebahkan diri lelah.

" fufufu….memang begitulah sifat manusia sayang. Mereka itu mahluk yang penuh dengan kejutan dan misteri. Bahkan obaa-sama saja masih sering bingung dengan para tingkah manusia, walau sudah hidup ribuan tahun."

" hmm…ne, ne Obaa-sama. Apakah sifat manusia itu selalu penuh kejutan dan misteri ?"

" tidak selalu sayang. Ada kalanya mereka bertindak sesuai dengan hati, maupun keadaan sekitarnya . Dan ada kalanya pula mereka bertindak berdasarkan nafsu dan keserakahan mereka. semua itu akan kau saksikan di perjalanan hidup mu nanti."

Pembicaraan antara cicit dan sang nenek terus berlangsung hingga waktu makan malam menjelang.

Dan saat usai makan malam bersama, Sara langsung segera mengerjakan PR nya hingga tengah malam, dan setelahnya ia segera pergi tidur.

" oyasumi, Mo-chan" ucap Sara kepada ular berjenis Taipan Pesisir berwarna hitam yang di beri nama Mo-chan yang sedang melata bebas diatas tubuh Sara.

Kembali, kasus penculikan dan pembunuhan berantai yang dulu menimpa klan Gremory, kini kembali terjadi. Kali ini menimpa empat orang gadis dari kalangan rakyat jelata.

Sekali lagi kasus tersebut membuat keempat Maou maupun jajarannya kembali geger. Apalagi kejadian pembunuhan berantai tersebut kembali terjadi tepat pada saatt Rating Game sedang di laksanakan.

" mau sampai kapan kalian membiarkan kejadian ini kalian terus berlangsung !? ini sudah kesekian kalinya kejadian ini kembali terulang. Sebenarnya apa kerja kalian, hah!" bentak salah seorang Tetua Iblis memarahi keempat Maou yang sedang diam mendengarkan saat diruangan para Tetua.

" kami sudah berusaha Oyaji no baka! Memangnya kau pikir kami Cuma hanya duduk santai sambil minun teh dirumah! kami juga sedang kebingungan tentang motif pembunuhan berantai ini." Sahut Serafall merasa tersinggung dengan ucapan Tetua tersebut barusan.

" kalau begitu cepat cari. Ingat karena kejadian ini, masyarakat mulai resah dan ini membuat malu bangsa kita di hadapan kaum Tenshin dan Da-Tenshin."

" kami tau itu. Oleh karena itu saya bermaksud untuk menyerahkan ini." Ajuka lalu mengeluarkan sebuah alat yang menampilkan sebuah hologram yang terdapat daftar korban pembunuhan tersebut.

" dari semua korban pembunuhan tersebut, saya menarik kesimpulan bahwa pembunuhan berantai yang selama ini terjadi ada kaitannya dengan mereka yang dengan terlibat dalam pengeksekusian klan … tapi sayangnya diantara para korban terdapat empat orang gadis yang hilang beberapa waktu lalu. Dan saya juga mendapatkan sebuah petunjuk yang sepertinya sengaja di tinggalkan oleh sang pelaku. Silahkan di lihat" maka Ajuka pun menunjukan rekaman video yang sengaja di tingglakn oleh pelaku kepada semua yang hadir.

Dari video yang di tampilkan, sang pelaku yang terdiri dari dua gadis bertopeng kelinci dan …., lalu seorang pemuda yang memakai topeng ular bertanduk tiga hitam. Kemudian di masing-masing punggung mereka, terdapat dua pasang sayap khas Da-Tenshin pada pria bertopeng ular dan sepasang sayap putih bersih , beserta lingkarang 'Halo' diatas kepala kedua gadis bertopeng tersebut. Mereka tampak asyik kala sedang menyiksa dan membunuh keempat gadis iblis dengan cara di gorok diatas sebuah altar, dan setelah selesai salah seorang gadis yang memakai topeng kelinci menunjukan suatu tulisan dengan bahasa Angelic yang biasa di pakai oleh pihak Tenshin dan Da-Tenshin,

" hai~! Apa kalian suka acara ini ? bagiamana ? kalau suka silahkan nantikan episode selanjutnya. Sebagai tambahan salah seorang dari klan Phenex akan ikut berpartisipasi di acara selanjutnya. bye~"

Video pun berakhir. Reaksi kesal bercampur amarah besar langsung terlihat di seluruh wajah Tetua Iblis. Bahkan salah seorang Tetua mengatakan kalau fraksi Da-Tenshin ingin mengkhianatai perjanjian damai antar Fraksi yang baru berumur jagung tersebut.

Namun hal itu berhasil di sanggah oleh Sirzech dan Ajuka yang mengatakan kalau Azazel ataupun fraksinya tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian yang sedang terjadi pada pihak Akuma. Pihak Da-Tenshin sendiri malah turut membantu untuk menyelesaikan kasus pembunuhan tersebut. Begitu pula pihak Tenshin yang membantah kalau ada dari saudarinya yang berniat akan menjadi Da-Tenshin.

" kalau dari pihak Tenshin, kami masih bisa percaya. Mengingat mereka adalah mahluk suci yang tidak bisa berbohong sedikit pun. Beda lagi dengan pihak Da-Tenshin yang bisa berbohong! Apa kalian melupakan fakta sekecil itu!?"

" walau demikian, Azazel bisa di percaya. Tolong anda sekalian tidak cepat menarik kesimpulan, dan mempertimbngkannya sekali lagi"

Kemudian terjadilah perdebatan anatara keempat Maou dengan para Tetua.

Di lain tempat pada waktu yang sama, Chou-chou (Sona) tampak duduk santai diatas kursi yang menghadap kearah seorang wanita berambut putih keperakkan dan berpakaian Maid yang saat ini sedang tertidur didalam sebuah tabung kaca yang berisi air, dan sedang memakai sebuah alat VR yang penuh dengan kabel-kebal yang tersambung pada puncak atas tabung lalu terhubung pada computer-computer di ruangannya.

" oh ternyata Joote-sama ingin bermain sebentar rupanya. Dan anda yang di pilih menjadi boneka yang akan memainkan peran yang telah di siapkan oleh Rias-sama. Ooh…betapa irinya diri ku kepada mu, tapi bila di pikir-pikir anda cukup mudah juga untuk bujuk oleh rayuan putra kalian, Milicas. Dengan sedikit rengekan dari bocah itu, kau dengan mudahnya percaya bahwa bocah saat itu adalah Milicas kalian. Oh, kau bisa tenang Grayfia-sama, kondisi putra asli anda tidak dalam terancam bahaya apapun kok. Malahan dirinya kini tampak senang dalam dunianya" Sona segera melirik kearah sebuah ranjang yang terdapat seorang bocah berumur sekitar 10 tahun yang sedang tertidur dan tersenyum. namun itu semua adalah hasil dari ilusih yang berasal dari sebuah helm VR yang terpasang pada kepala Milicas yang memberikan efek ilusih pada bocah tersebut.

" ok. ku rasa cukup sampai disini saja. Mari kita mulai saja pekerjaan pertama mu dari Joote-sama" kata Chou-chou (Sona) langsung bangkit dari kursinya dan segera menekan tombol remot yang ia pegang dan mulai tersenyum keji.

Greyfia yang berada dalamTabung kaca tiba-tiba berteriak meraung kesakitan dalam senyap karena suaranya terhalang oleh isi air dalam tabung. Tidak hanya itu saja, wanita tersebut sampai memukul-mukul tabung kacang tersebut hingga hancur dan mengeluarkan dirinya.

'PRANG…!'

"Greyfia Lucifuge-sama ! selamat datang di panggung kami. Hahahahaha…..! " sambut Chou-chou diakhir tawa melihat sosok Greyfia yang mulai tampak tenang dan mulai berdiri normal.

" Greyfia Lucifuge. Siap melayani Nyonya" kata Greyfia dengan memberi hormat khas Maid kepada Sona.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Please Review ?

Ok, langsung saja tebak siapa istri Naruto yang memegang gelar Maou dan Megami.

Daftar anggota Team Naruto Part 1

Verethragna ak.a Kusanagi Godou

Gadis berpakaian ghotic Lolita merah dan hitam, lalu memiliki mata hetero (beda warna) (silahkan tebak siapa gadis tersebut)