Hiks… hiks… ini chapter terakhir Varia HQ Musical. Maaf terlalu singkat. Hontouni arigatou gozaimasu bagi semua yang review:
Crypton L lawliet, ArisuAlice, Rst, Nakyo Hibasawa, 'Aka' no 'Shika', bhiblu21, Tachikawa Yuzuki, CursedCrystal, HikariVongola80, Herlin hibari, Nesia Eg Yufa, Eltrish, Penguin Hikikomori, IshidaRin, RiikuAyaKaitani, KuroHime27, Marmarinii, Sweet VerMouth, noel-nuvola, yamacchiSHA, Sitcom-Anime 9797, Hachi Monogatari, S4suk3
Sankyuu juga bagi yang udah fave dan alert fic ini… *bows*
KATEKYO HITMAN REBORN
Akira Amano
Varia HQ Musical
Story by Reni-is-Ishida
Pair : XS
Warning : AU, OOC, shonen-ai, dan ke-geje-an lainnya..
Theme song : Backstreet Boys – As long as you love me dan Taylor Swift – Love Story
The Proposal
Squalo terbangun dari tidurnya..
"Eh, dimana aku ini?" gumam Squalo sambil menoleh kiri-kanan. Setelah beberapa kali dia melihat- lihat barulah dia menyadari kalau dia tidur di atas ranjang besar Xanxus.
"Ke-kenapa aku bisa ada di sini? B-bukannya kemarin aku tidur di kursi? Si brengsek itu, apa yang dia lakukan," kata Squalo terbata- bata sambil menahan keluar rona merah di pipinya.
Squalo menggelengkan kepalanya keras, menghilangkan pikiran yang 'tidak-tidak' yang tiba- tiba terlintas dalam otaknya. Menggelengkan kepalanya beberapa kali, dia melihat sesuatu berkilau di atas meja kerja Xanxus. Squalo beranjak dari ranjang besar Xanxus dan menghampiri benda berkilauan itu.
Sebuah jepit rambut perak berbentuk kupu- kupu. Squalo mengrenyitkan dahinya. "Kenapa ada benda seperti ini di sini? Aku yakin Xanxus bukan seorang pecinta barang- barang indah dan berkilau ini seperti Banci Ayam *note: Lussuria* itu!" ujar Squalo masih bergumam ria.
Berpikir keras selama beberapa detik, akhirnya kesimpulan datang dalam pikirannya. "Ja-jangan bilang kalau Xan-Xanxus membeli kado untuk kekasihnya. T-tapi bukannya dia… Ah, sudahlah. Lagipula Xanxus kan pria normal yang banyak disukai perempuan," Squalo menghela napas.
=== nnnn ===
Ting.. ting..
Bunyi sendok yang terbentur oleh piring. Senyap. Karena Xanxus tak ingin acara makan paginya ribut – ribut. Sampai akhirnya dia berdiri, membuat semua anggota Varia menembakkan pandangan kepadanya.
"Aku tidak pulang malam ini," kata Xanxus singkat.
"Eh? Kenapa, bos?" tanya Lussuria penasaran.
"Ada sesuatu yang tidak bisa aku tinggalkan," ujar Xanxus sekenanya.
Terdengar gumaman Squalo, "Heh, paling kau ingin berkencan dengan kekasihmu, kan? Menimpakan semua misi pada kami, kau seenaknya saja berkencan dengan wanita jalang itu."
Xanxus yang pendengarannya lumayan tajam, langsung mengrenyitkan dahinya.
"Apa maksudmu, sampah?"
"Oh? Kau tak tahu maksudku? Syukurlah, ini hal yang tidak penting, kok!" kata Squalo sambil menyeringai.
"Kau kira aku tuli, sampah? Jika kau protes terhadap misi- misimu, baiklah aku akan beri misi ini padamu," tantang Xanxus.
"Voii! Kau bilang berkencan ini mis-," kata – kata Squalo terpotong karena Xanxus menghampirinya dan memegang dagu Squalo.
"Kencan katamu? Apa kau cemburu? Hahaha.. baiklah urusan ini kuserahkan padamu. Dalam 10 menit kau harus di kantorku untuk kujelaskan urusan ini lebih lanjut," bisik Xanxus.
Pipi Squalo memerah entah karena malu atau geram. Anggota Varia lain pun diam seribu bahasa, karena lebih baik melakukan misi berat daripada mencampuri urusan rumah tangga Bos dan Wakilnya itu.
=== nnnn ===
"Masuklah, sampah! Sampai kapan kau akan berdiri di depan pint uterus?" terdengar suara berat dari ruang kerja.
Squalopun membuka pintu, dengan hati yang sedikit dongkol karena perkelahian tadi.
"Ini tugasmu, kau mau menggantikanku, kan?" gumam Xanxus sambil memberikan beberapa helai kertas.
"Voi! Apa-apaan ini, kau memintaku ke Hawai? Untuk apa?" protes Squalo.
"Kau, tidak terima kalau aku menjalankan misi ini, kan? Jadi misi ini kuberikan padamu. Ini pertemuan penting, awas sampai kau mengacaukannya," kata Xanxus dengan nada beratnya.
"Bukan itu bodoh! Kenapa aku harus naik kapal? Bukannya, ada helicopter yang lebih praktis, atau naik pesawat?" Squalo kesal, ia merasa diperlakukan tidak adil oleh Xanxus.
"Ini penghematan, kau mengahbiskan uang Varia hanya untuk rambut konyolmu itu," jawab Xanxus enteng.
"Apa kau bilang? Ini uang dengan gajiku sendiri, seenaknya saja kau menyebut penghematan. Kau sendiri yang minum tequila mahal setiap hari, itu juga pemborosan!" umpat Squalo.
Xanxus maju menghampiri lelaki berambut silver panjang itu, memegang dagunya dan menengadahkan wajahnya tepat di depan wajahnya. "Lakukan, apa kau akan kubunuh!" ancam Xanxus sambil segera dia menyerang leher Squalo.
"Ngh.. Lepaskan!" Squalo menepis tangan Xanxus, dan keluar dari ruang kerja Xanxus dengan geram.
=== nnnn ===
Dan mulailah perjalanan Squalo ke Hawai dengan kapal,
-Squalo pov-
Xanxus bodoh! Apa sih yang dipikirkannya? Menyiksaku hidup sebulan di kapal keparat ini? Dasar! Awas saja, sampai dia enak- enakkan berkencan dengan wanita sialan itu, kubunuh dia!
-end of Squalo pov-
=== nnnn ===
Xanxus menuruni helicopter mewahnya, kakinya menginjakkan tanah di pulau indah di tengah Samudera Pasifik itu. Senyum menghiasi bibirnya.
"Hmm.. sepertinya tempat ini cocok," kata Xanxus sambil membawa jepitan rambut dan kotak kecil berwarna merah darah.
Seminggu…
2 minggu…
3 minggu …
4 minggu pun berlalu..
Kapal yang dinaiki Squalo mendarat di pelabuhan kecil pulau Hawai. Entah karena makanan di kapal tidak enak atau mabuk laut, Squalo turun dengan jalan terhuyung- huyung.
"Aduh.. sepertinya lama sekali tidak menginjakkan kaki di tanah, efek lautan masih terasa," gumam Squalo pelan. Setelah berjalan sekuat yang dia bisa, tak sengaja dia melihat sosok Xanxus. Tu-tunggu XANXUS?
"Ah, mungkin hanya halusinasiku saja," Squalo berjalan terhuyung menuju hotel yang tulisannya tertera pada kertas di tangannya.
"Cih, dasar bodoh! Dia tidak mengenaliku. Hiu sialan! Tapi, itu lebih baik. Rencanaku pasti akan berhasil," gumam Xanxus sambil menyeringai.
=== nnnn ===
Squalo yang merasa badannya kurang enak, menghempaskan tubuhnya begitu saja di atas kasur hotel. Karena kelelahan, dia pun jatuh tertidur.
…
…
"Hei, sampah! Cepat bangun, dan enyah dari kamarku," terdengar suara berat Xanxus.
"Hngh, kau menganggu saja! Ku bunuh kau! Mimpi ini sungguh mengangguku," Squalo tetap tak beranjak dari kasur.
"Ini bukan mimpi, bodoh!" Xanxus menyiramkan tequila yang ada di tangan kanannya.
"VVOOII! A-APA YANG KAU LAKUKAN, HAH?" Squalo yang berteriak- teriak karena dibangunkan dengan cara yang brutal.
"Dasar pemalas, ngapain kau malah tiduran? Cepat mandi dan segera ganti bajumu dan datang pada pertemuan itu sepuluh menit lagi, kutunggu kau di pinggir pantai," Xanxus menjelaskan kepada Squalo tanpa meminta maaf apa yang dia perbuat.
"10 Menit? Kau gila? Rambutku yang lengket begini? Lagi pula, ngapain kau kesini? Kau sengaja membuatku menderita, ya?" protes Squalo.
Xanxus tak menggubris omelan Squalo, menyeringai sebentar lalu pergi.
=== nnnn ===
-Xanxus pov-
Cih! Lama sekali sampah itu.
Lama, datanglah laki- laki yang kutungu.
"Maaf telat," katanya pelan.
"Dasar sampah! Telat seperti biasa," aku menyindirnya.
"Salahmu, bodoh!"
"Hmm.." aku menyeringai, dan mulai menatapnya dalam.
"Ke-kenapa kau menatapku seperti itu? Katanya ada pertemuan penting mana?" Squalopun mulai menoleh mencari keramaian yang dimaksudkan.
"Tidak ada,"
"Sori? Tidak ada? Kau membohongiku lagi, keparat?" Squalo mulai maju dan meraih kerah bajuku.
Aku hanya menyeringai.
Lalu..
BUKK!
Hantaman keras menjatuhi pipiku, darah mulai keluar dari sela- sela bibirku.
"Hmm.. sudah puas kau marah padaku?"
Tak ada jawaban yang kuterima, hanya tatapan pedas dari lelaki yang benar- benar kucintai itu. Tanpa basa- basi lagi akupun berlutut dihadapannya, meraih tangannya. Memasangkan cincin di jari manisnya.
"Squalo, menikahlah denganku,"
And how you got me blind is still a mystery
I can't get you out of my head
Don't care what is written in your history
As long as you love me
"Aku mencintaimu, Squalo"
I don't care who you are
Where you're from
What you did
As long as you love me
Who you are
Where you're from
Don't care what you did
As long as you love me
=== nnnn ===
-Squalo pov-
Dasar! Bos sialan, rambutku sampai lengket begini. Awas saja dia protes kalau aku datang telat.
"Maaf telat," kataku ketika menghampirinya.
"Dasar sampah! Telat seperti biasa," Xanxus secara langsung menyindirku.
"Salahmu, bodoh!" kataku kesal
"Hmm.." Xanxus menyeringai, dan mulai menatapku aneh.
"Ke-kenapa kau menatapku seperti itu? Katanya ada pertemuan penting mana?" Aku menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keramaian seperti pada pertemuan pada umumnya.
"Tidak ada," jawabnya singkat.
"Sori? Tidak ada? Kau membohongiku lagi, keparat?" akupun mulai kesal, dan berjalan maju ke arahnya. Segera aku menarik krah bajunya.
Dia hanya menyeringai.
Lalu..
BUKK!
Aku mulai memukulnya keras, sampai darah mengalir di sela- sela bibirnya.
"Hmm.. sudah puas kau marah padaku?" ungkapnya menyebalkan.
Aku malas menjawab pertanyaannya yang hanya akan membuatku capek sendiri. Aku hanya melihatnya dengan tatapan pedasku.
Lalu, entah ada setan apa yang merasuki tubuhnya tiba- tiba dia berlutut dihadapanku, dan meraih tanganku. Memasangkan cincin dari kotak merah darah ke jari manisku.
"Squalo, menikahlah denganku," kata yang terucap dari mulutnya. Membuatku shock.
Is this in my head? I don't know what to think
He knelt to the ground and pulled out a ring
And said, marry me Juliet
You'll never have to be alone
I love you and that's all I really know
I talked to your dad, go pick out a white dress
"Aku mencintaimu, Squalo," katanya sekali lagi.
It's a love story baby just say yes
==== FIN ====
Yatto, selesai juga! ^_^ sedih juga sih benernya nyelesain project ini. Tapi, saya janji kok bakal bikin sekuelnya… hehehe..tunggu ya! Sampai jumpa di fic saya yang lain, ya! Jangan lupa REVIEW… ^_^/
