HaruHaru

Kim Mingyu | Jeon Wonwoo | de el el | Meanie | GyuWon | SEVENTEEN

Genre romance, fluff, drama

Rating T

Plagiat? Kesenangan boleh dipikul, dosa jinjing sendiri /?

.

[Chapter 12 –Can't Sleep]

.

.


Wonwoo tidak tahu sejak kapan hujan turun tapi yang jelas dia tahu kalau matanya tak mau terpejam sejak dia berangkat tidur bersama Mingyu. Namja jangkung di sampingnya sudah jatuh ke alam bawah sadarnya sejak 2 jam yang lalu dan Wonwoo masih gelisah, apalagi saat angin mengetuk-ngetuk jendela kamarnya dan guntur berlomba-lomba menggetarkan kusen. Dia masih memandangi wajah Mingyu yang tidur dengan tenang, tubuh jangkung berbalut kaus putih dan celana boxer itu sama sekali tak terganggu dengan suara desisan hujan yang masih enggan berhenti.

Rasanya Wonwoo sudah tidak bisa bertahan, untuk kesekian kalinya dia mengganti posisi tidur tapi matanya masih melawan keinginan otak untuk tertutup hingga ia tak bisa tidur dengan tenang. Wonwoo kesal. akhirnya dengan suara serak yang putus asa, dia menggoyangkan lengan Mingyu, sesekali berjengit saat kilatan cahaya kilat terlihat dari luar dan petir bersahut-sahut untuknya.

"Mingyu…," bisiknya pelan sembari menggoyangkan lengan kekasihnya.

"Hmm…," Wonwoo bersyukur sekali Mingyu bangun dengan mudah meskipun dia hanya direspon dengan gumaman malas.

"Mingyu… bangunlah sebentar," pinta Wonwoo dan untungnya Mingyu mau membuka mata begitu dia mendengar suara rengekan kecil yang sangat ia kenal.

"Hyung… belum tidur?" Mingyu membuka matanya lebih lebar, berusaha mencermati wajah Wonwoo yang terhalang gelap.

Wonwoo menggeleng dan bernafas lega saat Mingyu mengusap kepalanya, menyelipkan helai-helai rambut, membuatnya tenang.

"Tidak mengantuk?" suara Mingyu berat, seksi dan begitu Wonwoo sukai. Tanpa sadar pipinya memerah, menyamankan diri dalam ranjang yang cukup luas itu.

"Aku ngantuk, tapi aku tidak bisa tidur. Mataku tidak mau tertutup, Gyu… aku lelah," Mingyu mulai mendapatkan nyawanya kembali, apalagi saat Wonwoo dengan perlahan menyembunyikan wajahnya di dada Mingyu. Persis seperti kucing, Mingyu yang melihatnya hanya bisa tersenyum dan memijit lengan Wonwoo yang kurus.

"Benar-benar tidak bisa tidur?" tanya Mingyu lagi dan Wonwoo menjawabnya dengan gelengan kuat.

Tanpa diduga Mingyu menjulurkan tangannya menyalakan lampu tidur dan memendarlah warna kuning pucat yang menerangi ruangan hingga wajah keduanya terlihat jelas. Wonwoo memundurkan badannya dan mendongak menatap Mingyu penuh tanda tanya.

"Apa gara-gara hujan badai ini hmm?" Mingyu membelai lagi surai hitam Wonwoo dan namja yang lebih tua darinya itu angkat bahu, "Mmm… mungkin."

"Lihatlah hyung, kau bahkan sudah terlihat seperti panda," Wonwoo berjengit saat Mingyu mencium matanya, membuat tubuh kurus itu menggeram dan mengeratkan cengkraman tangannya pada kaus polos Mingyu.

"Maaf…," Wonwoo bergumam lirih dan menundukkan wajahnya membuat Mingyu bingung.

"Kenapa minta maaf?"

Dan Wonwoo malah menggeleng, "Membangunkanmu tengah malam begini, maafkan aku, aku hanya takut tidak bisa tidur."

Mingyu tersenyum simpul dan mengangkat dagu Wonwoo dengan telunjuknya, "Aku tidak keberatan dibangunkan jam berapapun asal itu untukmu."

Tawa kecil muncul dari bibir tipis Wonwoo membuat Mingyu gemas.

"Mau aku buatkan susu? Atau makanan lain? supaya kau cepat tidur, biasanya setelah kenyang seseorang akan ngantuk," Mingyu menawarkan diri namun buru-buru Wonwoo menahan lengannya, memeluk tubuh tegap Mingyu dan menggeleng keras.

"Hyung?"

"Temani aku saja sampai aku tertidur," gumamnya.

"Oke oke baiklah kalau hyung maunya begitu. Perlu aku matikan lampunya?" Mingyu bertanya sembari membawa Wonwoo pada pelukannya yang hangat.

"Tidak usah, aku masih ingin melihat wajahmu," Wonwoo membelai pipi tirus Mingyu dan mendekatkan hidungnya pada perpotongan leher Mingyu yang mengeluarkan bau harum seperti lemon dan mint.

"Baik- baik, lihat saja aku sampai puas hmm?"

"Aku tidak pernah puas melihatmu Gyu," Wonwoo terkekeh kecil dan berjengit saat Mingyu merabakan tangannya yang lebar di punggung Wonwoo yang terlapisi piama bermotif domba-domba kecil.

"Hei hei, kau menggodaku Jeon Wonwoo?" Mingyu mengendus leher Wonwoo dan namja yang lebih pendek itu menggeliat seperti cacing.

Wonwoo memukul manja punggung kekasihnya dan berdesis, "Aku tidak menggodamu kok."

"Kau tau hyung, sebenarnya bercinta juga bisa jadi alternative kalau kau tidak bisa tidur," Mingyu langsung mendapatkan jambakan keras pada rambut belakangnya saat berucap demikian.

"Kau selalu tidur dengan sangat pulas setelah kita melakukannya, bagaimana?"

Wonwoo menendang kaki Mingyu karena otak pacarnya ini kotor seperti loteng rumah, "Aku rasa bercinta saat badai bukan ide yang baik, kau mau membuat lingkaran hitam di mataku tambah parah? Tidak mau!" ketus Wonwoo kesal.

"Ya ampun sakit hyung!" Mingyu meringis saat tulang keringnya terkena tendangan.

"Aku benar-benar ingin tidur, Kim Mingyu… jadi aku tidak dalam mood bercinta atau apalah karena aku masih mau bisa jalan besok pagi. Kau mengerti?"

Mingyu mengangguk patuh seperti anak anjing dan Wonwoo tersenyum puas sembari mengusap rambut coklatnya membuat Mingyu benar-benar jadi mirip seekor puppy.

"Aku tidak tahu apa yang membuatmu tidak bisa tidur hyung, tapi aku harap ciumanku bisa membantu," Mingyu menundukkan kepalanya dan menangkup sebelah pipi lembut Wonwoo, yang hendak dicium diam saja, dia memejamkan mata dan merasakan aroma Mingyu mendominasi tubuhnya.

"Kalau cium saja tidak apa-apa kan?" Mingyu bertanya lagi dan betapa senangnya saat melihat Wonwoo mengangguk kecil.

Tidak ada perasaan menyenangkan selain merasakan bagaimana bibir Mingyu menggodanya tepat di atas bibir Wonwoo sendiri. Lidahnya terjulur, mengirimkan sensasi seperti kejutan listrik pada yang lebih tua dengan jilatan panjang dari ujung ke ujung bibir Wonwoo, meninggalkan jejak saliva yang basah. Wonwoo mengeratkan pelukannya kemudian menggit bibir atas Mingyu pelan-pelan, membuat namja jangkung itu menginvasi lebih ke dalam mulut Wonwoo, membelai lidahnya dan melumat bibirnya, terasa mesra dan begitu manis. Mereka melakukannya dengan lambat, membuat Wonwoo nyaman apalagi dengan tangan Mingyu yang membelai mulai pipi hingga tengkuknya.

"Unghh…"

Mendengar lenguhan malas Wonwoo Mingyu tersenyum kecil diantara ciumannya, dia membuka mata mendapati wajah Wonwoo yang berada begitu dekat dan bibirnya yang masih menempel, saling melumat satu sama lain hingga tak terasa pelukan Mingyu pada pinggangnya mengerat.

Mingyu melepaskan ciumannya, sedikit tidak rela tapi ia tahu Wonwoo butuh nafas.

"Sudah?" bisiknya tepat di telinga memerah Wonwoo dengan sedikit terengah. Dan yang ditanya mengangguk kecil, malu.

Tak berapa lama Mingyu menyadari Wonwoo sudah menguap dan matanya perlahan tertutup. Dengan gerakan lembut, Mingyu menarik lengan Wonwoo agar melingkar pada pinggangnya, dan entah bagaimana si pemuda bersurai hitam itu sudah menyamankan kepalanya pada dada Mingyu yang bidang. Lagi-lagi seperti kucing, dia mendusel Mingyu dan tanpa sadar menguap kecil, persis seperti kucing yang malas.

Jemari Mingyu menggapai saklar lampu tidur dan mematikannya untuk membuat tidur Wonwoo lebih nyenyak. Tak peduli dengan desisan ribut di luar, Mingyu lebih fokus untuk menarik selimut dan menepuk-nepuk punggung Wonwoo yang mulai tertidur, bisa dilihat dari tubuhnya yang melemas dan nafasnya yang teratur.

Mingyu tersenyum kecil, dia masih menepuk-nepuk punggung Wonwoo dengan perlahan dan membetulkan posisi selimut agar Wonwoo tak terganggu dalam tidurnya, dia tak bisa menyimpan senyumnya saat melihat Wonwoo yang galak itu tertidur dengan begitu tenang dalam pelukannya sendiri.

Sebenarnya ini bukan kali pertama Wonwoo tidak bisa tidur. Kalau saat siang hari Wonwoo minum kopi atau minuman dengan kafein tinggi, malamnya dia pasti akan merengek pada Mingyu dan mengeluh tidak bisa tidur, dan bagian paling dia sukai adalah saat Wonwoo tanpa sadar akan bermanja padanya. Membuat Mingyu lupa diri kalau sebenarnya Wonwoo itu lebih tua. Lagipula menidurkan Wonwoo itu susah-susah gampang, kalau moodnya bagus, hanya dengan dekapan saja dia bisa tertidur, tapi kalau Wonwoo jadi rewel seperti anak kecil, Mingyu bisa jadi tidak tidur sampai pagi.

"Selamat malam Wonwoo hyung," Mingyu memberikan hadiah berupa ciuman di puncak kepala Wonwoo dan mulai memejamkan mata, menyambung tidurnya kembali.

Oh iya, hampir lupa,

Sstt… kalian tolong jangan berisik ya – Kim Mingyu

.

.

Can't Sleep – END

Wanna next?

.

.


Annyeong kalian kalian /? :3

Banyak ide yang keluar dari otak dan ide-ide di kotak review, tapi belum sempat nulisnya TT_TT soalnya masih harus ujian sampai april depan, nanti waktu udah helar, bakal lebih sering update. Mianheee /bow/. Tolong reviewnya ya sayang /ciyum/ buat penyemangat + ide, gua selalu pen nulis lagi begitu liat review kalian hehehehh

Sampai jumpa di chapter depan…

Bhabaayy!

.

raeyoo