Liberty Walk

By D2L

Genre: Romance/ Crime

Rate T

Sumarry: Arti dibalik angka 15 itu sendiri yang bahkan membuat mereka berperang konyol di atas teater yang diberi nama keegoisan manusia. Pertanyaan, apakah dengan kekacauan yang dilakukannya, dia merasa bisa membuat arti dari 15 yang aslinya menghilang? Heh, kurasa tidak.

A/N: Karakter dunia pertama penulisan namanya seperti biasa, sedangkan karakter dari dunia/dimensi kedua yang maju penulisan namanya di italic.

Chapter 10 (C) : Future make now turn into a hell disaster

.

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

.

Day 8 after the e-mail send.

Kyuhyun menahan tubuh Sungmin agar tidak jatuh. Laki-laki manis itu masih belum terbiasa saat keluar dari jalur waktu, dan dimensi.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Kyuhyun dengan nada khawatir.

Sungmin menggelengkan kepalanya. "Hanya sedikit pusing."

"Di mana kita?" tanya Sungmin.

"Aku membawa kita ke laboratorium milik Shindong. Oh,ya katanya kau mengurung semua pergerakan mereka, tapi kenapa aku sama sekali tidak menemukan siapa-siapa selain kita di sini?" Kyuhyun mengerutkan keningnya, apa lagi ketika dia merasa tanah yang diinjaknya bergerak, dan bergelombang sedikit.

'Layar OLED masih aktif. Itu artinya mereka masih bisa bersembunyi di ruangan ini,' batin Kyuhyun waspada. Kepala, dan badan Kyuhyun sama sekali tidak bergerak. Hanya matanya yang melirik dengan cepat mencari keberadaan ke 14 AI dunia ini. Terutama Kyuhyun dunia ini.

Gelombang yang singkat, dan lemah itu terjadi lagi. Kyuhyun sadar bahwa ke 14 AI itu hanya ada satu orang yang bersembunyi di sini, dan orang itu tak lain adalah dirinya sendiri yang ada di dunia ini yang saat ini sedang bersemunyi sebagai lantai dengan samaran layar OLED.

Kyuhyun mundur satu langkah, siap dengan pistol yang ada di jaketnya, berbalik, dan langsung menembaki lantai yang paling banyak terjadi gelombang-gelombang kecil yang kasat mata. Lantai yang ditembaki itu tiba-tiba saja lantai itu terangkat menjadi gelombang yang besar, dan memunculkan sesosok manusia. Laki-laki dengan rambut ikal. Cho Kyuhyun dunia ini.

Tanpa berkata apa-apa dengan tiba-tiba Kyuhyun menyerang dengan tembakan brutal dirinya yang dari dimensi lain. Kyuhyun dengan susah payah menghindar karena Kyuhyun dunia ini benar-benar terlatih dalam bertarung. Tapi dengan sedikit bantuan dari AI barunya, Kyuhyun membentuk senjata dari dunianya dari debu-debu partikel, dan menembaki Kyuhyun dengan senjata yang seperti sebuah laser besar yang memancarkan laser berwarna biru serta menghantarkan listrik sampai membuat Kyuhyun terlempar ke dinding yang retak bukan main.

"Kupikir kau harus cepat menjelaskan yang sebenarnya pada makluk labil, dan beringas itu," ucap Kyuhyun menghina dirinya sendiri yang ada di dunia ini.

"Tapi sebelum memberitahukannya. Seharusnya kau membantuku membawanya ke ruang perawatan! Lihat apa yang kau lakukan padanya. Tulangnya mungkin saja retak, dan dia tidak bisa membantu kita dalam melawan pemerintahmu, dan juga Yesung!" seru Sungmin marah.

Kyuhyun hanya bisa terdiam. Benar apa yang dikatakan Sungmin. Dia terlalu kelewatan tadi. Kyuhyun berjongkok dan memegang tubuh Kyuhyun. Rasanya aneh menggendong tubuh yang mirip dengan dirinya sendiri. Tapi dari pada kena sembur amarah Sungmin lagi, lebih baik dia diam dan mengikuti Sungmin yang sudah mulai berjalan menuju ruang perawatan.

"Aku akan mencari yag lainnya dan kau tetap tinggal di sini. Jangan sampai kalian bertarung tidak berguna ketika dia bagun!" perintah Sungmin pada Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa mengangguk sekilas. Ya, dia sangat ragu jika hal itu tidak akan terjadi.

Ketika Sungmin sudah keluar dari tempat itu, Kyuhyun tersadarkan bahwa Kyuhyun, dirinya yang ada dimensi ini tidaklah pingsan beneran. Dia berpura-pura dan menunggu saat yang tepat agar mereka bisa berduaan tanpa gangguan Sungmin tentunya. Dengan adanya Sungmin mereka tidak akan bebas untuk saling membunuh. Kini Kyuhyun sedang menodongkan senjatanya pada punggung Kyuhyun.

"Kenapa kau ada di sini? Bukannya hanya perlu untuk menghentikan Yesung? Apa dia tidak bisa menghentikannya, lalu kau pikir kau bisa ada di sini?" tanya Kyuhyun dengan nada sinis.

"Saat di sana. Kami bahkan tidak sempat untuk bertemu dengan Yesung. Aku mengajaknya berkeliling kota untuk melihat semua macam teknologi yang ada di sana dan dia bisa merekamnya," ucap Kyuhyun.

Kyuhyun mendecak kesal. Amarahnya berkumpul dan dia menendang punggung Kyuhyun dengan keras menggunakan kaki kanannya. Sontak saja Kyuhyun terjatuh ke lantai.

"Kenapa kau bisa ada di sini dan malah tidak membuatnya untuk segera membunuh Yesung yang ada di sana," ucap Kyuhyun dengan nada sinis. Tanpa segan-segan dia mengarahkan pistolnya tepat ke wajah Kyuhyun.

"Aku tidak bisa menghentikannya sebab pemerintah Seoul di sana menjadi backup Yesung," ucap Kyuhyun.

"Itu bukan alasan kau tidak membiarkannya untuk membunuh Yesung!" seru Kyuhyun.

"Karena jika saja Yesung langsung dibunuh di sana, maka Sungmin tidak akan bisa untuk merekam semua teknologi yang ada di sana. Yang perlu kita khawatirkan sekarang bukanlah keberadaan Yesung, melainkan pemerintah Seoul. Mereka hanya menggunakan Yesung sebagai pengalih perhatian kalian disaat mereka menanamkan teknologi invasi virus di dimensi ini dan berniat menjadikan semua manusia yang ada di sini sebagai bahan percobaan mereka yang entah apa!" seru Kyuhyun.

"Kau dengar Kyuhyun? Apa yang dikatakan dirimu di dimensi lain inilah yang sebetulnya sedang terjadi. Bukan hanya Sungminmu yang akan mati jika kita tidak berhasil menghentikan mereka, tapi seluruh kehidupan di dunia ini akan mati bersama dengan dirimu juga, makanya jangan berbuat seenaknya dengan keegoisanmu hanya karena keobsesianmu yang tidak ingin Sungmin mati," ucap seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu yang ternyata adalah Kibum.

"Aku heran kenapa kau bisa tahu fakta ini," ucap Sungmin yang muncul dari belakang Kibum dengan nada sindiran.

"Karena sebetulnya Kibum dunia ini sudah mati, dan aku dari dimensi kedua itu," ucap Kibum seadanya.

"Dan sepertinya mereka sudah mulai bergerak," ucap Kibum saat melihat benda aneh yang mulai menerobos dinding yang membuat dinding itu ambruk dan memperlihatkan keadaan luar yang tidak beda jauh. Muncul banyak sekali tanaman besar yang berwarna abu-abu dan sekeras batu dari tanah yang terus bertambah tinggi. Saat tanaman itu berhenti tumbuh ke atas, dari puncaknya muncul kelopak bunga yang sangat besar tetapi belum mekar sama sekali.

"Di dalam benda ini terdapat debu pintar yang di dalamnya lagi terdapat nanorobot yang membawa virus-virus dari dunia kami. Ketika kelopak bunga raksasa itu mekar maka tersebarlah debu pintar yang sangat kecil itu dan akan dengan mudah menjangkit kita semua dan terjadi kemungkinan yang sangat buruk yang sama sekali tidak bisa kuprediksi," jelas Kibum.

"Kau pikir aku akan semudah itu percaya dengan apa yang kalian katakan manusia-manusia biadap? Kau tidak bisa membohongiku bahwa kaulah awal dari semua kekacauan ini ketika kau berusaha untuk merarikan diri ke dunia ini hanya dengan alasan kau bosan dengan kehidupanmu yang di dunia sana dan malah menyebabkan Ryeowook yang ingin mencengahmu malah terkena ketidakstabilan lubang waktu milikmu dan hampir mati lalu kau malah membuat itu adalah kesalahan Sungmin!" seru Kyuhyun marah.

"Salahku? Bukannya ini semua adalah salahmu karena kau yang membuat Shindong membuat mesin waktu itu dan menggunakannya. Saat pengunaan yang pertama kali, pemerintah Seoul yang ada di dunia kami jadi tersenyum mendapati dimensi dengan AI yang paling sempurna dan juga daya manusianya yang hebat dari pada kami walaupun teknologinya kalah jauh dari kami," ucap Kibum tersenyum meremehkan.

"Pemerintah Seoul tidak akan berani mengambil tindakan jika saja tidak ada media seperti Yesung karena jika tidak adanya orang hebat seperti AI yang bersukarelawan, maka mereka tidak akan bisa menanamkan, melakukan penyebaran teknologi mereka di dimensi ini. Apalagi kelebihan Yesung dalam penguasaan bahasanya memudahkan untuk mengendalikan semua teknologi yang ada," balas Kyuhyun.

"Ck, kau itu cerewet sekali," ucap Kibum dengan sengaja melayangkan sebuah tembakan laser pada Kyuhyun,"Wah, kau tahu banyak hal Tuan Cho. Aku mengira-ngira dari mana kau bisa mengetahui semua informasi tidak penting itu!"

Kyuhyun terkaget saat mengetahui Kibum sudah berada di belakangnya dengan sebuah pisau yang tampak sudah dimodifikasi sehingga bisa mengalirkan listrik, tapi tiba-tiba saja pergerakan Kibum berhenti dan wajahnya menjadi pucat. Keringat dingin mengucur dari pelipisnya. Tangannya gemetaran dan melepaskan pisau itu ke lantai. Kyuhyun dengan cepat mengambil kesempatan itu untuk memutar badan dan melayangkan tendangan kaki kirinya ke arah Kibum. Kibum sama sekali tidak menghindar dan akhirnya dia terhantam ke dinding dengan keras.

"Bagaimana dengan kekuatan AIku yang tadi kususupkan ke dalam otakmu? Kau tidak akan bisa menggunakan kekuatan AImu yang seharusnya sangat tidak berguna dalam perang itu," hina Kyuhyun.

Kibum mendecak kesal, tapi kemudian dia tersenyum dan tertawa aneh. Dari dinding yang ada di sampingnya tiba-tiba saja muncul sebuah robot terbang yang muncul, menimbul dari dinding tersebut. Tanpa Kibum memberikan perintah, robot itu menembakkan dua peluru basoka yang berasal dari pundaknya. Kyuhyun membelakkan mata. Dia mencoba menghindari dari peluru basoka itu, tapi rupanya peluru basoka itu tidak akan pernah berhenti sampai mengenai targetnya, Kyuhyun.

"HENTIKAN KALIAN SEMUA!" seru Sungmin tiba-tiba dan bersamaan dengan itu, debu-debu pintar yang ada disekelilingnya terbentuk menjadi sebuah tameng tipis seperti hologram dan bergerak ke arah dua basoka yang masih terbang itu. Ketika basoka itu mengenai permukaan tameng, tameng tersebut berubah bentuk menjadi kubus yang memperangkap kedua basoka itu dan basoka itu meledak di dalamnya tanpa membahayakan siapapun.

"Kalian semua gila! Kenapa kalian malah berniat saling membunuh ketika kita semua akan didibunuh oleh virus mereka?!" seru Sungmin.

"Kami memang gila ketika menjadi percobaan bangsat dari AI ini!" balas Kibum. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa terdiam dengan napas terengah-engah di lantai. Tadi itu hampir saja dia mati karena mulut tajamnya sendiri.

Sungmin berjalan mendekati Kibum dan memukul perut Kibum dengan keras sampai laki-laki dari dimensi lain itu harus termuntah darah.

"Tenangkan dirimu, atau aku tidak akan mengikut sertakanmu dalam penyerangan balik ini. Di dunia ini aku adalah AI yang terkuat, maka kalian semua harus patuh padaku, atau mungkin aku tidak akan berbaik hati dan merubah semua bahasa tubuh kalian sehingga kalian bisa mati tanpa membunuh satu sama lain dan menggagalkan rencanaku," ucap Sungmin dengan nada dingin.

Kyuhyun menghembuskan napas. Dia berusaha untuk berpikir jernih. "Berarti kita punya dua orang yang bukan dari dimensi kita yang tidak akan mungkin terjangkit virus dari nanorobot itu," ucap Kyuhyun.

"Tapi itu tidak cukup. Pusat kontrol mesin yang ditanamkan di sini bukan hanya dua. Melainkan ada puluhan. Aku tidak tahu pastinya berapa. Seperti kata Kyuhyun. Data base milik pemerintah susah sekali untuk ditembus," jelas Kibum.

"Ngomong-ngomong, dimana mereka yang lain?" tanya Sungmin.

"Merekalah yang akan menjadi kartu trump kita," ucap Kibum dengan senyuman penuh arti yang sama sekali tidak bisa ditebak oleh ketiga orang lain yang ada di dalam ruangan itu.

"Kau jangan coba mengacau. Kau boleh saja menggunakan teman-temanku sebagai kartu trumpmu asalkan mereka tidak akan kenapa-napa dan tanaman raksasa batu itu bisa dihancurkan lalu menyelamatkan dunia ini. Jika yang kau lakukan malah sebaliknya, kau tahu apa yang akan kau alami nantinya." Suara Sungmin berdengung di dalam pikirannya.

Kibum hanya bisa pasrah. Anak itu rupanya sudah menguasai semua potensi yang ada dalam dirinya. Dia bukan lagi anak manja yang dilindungi malah sebaliknya. Tidak mungkin raja AI, seorang pemogram AI, sang pencipta AI itu sendiri dilawan,kan?"

'Ck, selamanya aku akan menjadi nomor dua dan tidak akan pernah melawanmu,' batin Kibum miris.

"Dimana Kyuhyun?" tanya Sungmin yang pada akhirnya membuat ketiga orang yang tersisa di dalam ruangan itu harus mengerutkan kening mereka, apalagi ketika melihat salah satu titik kota yang kelihatan dari dinding mereka yang hancur mengeluarkan lahar api.

"Kita harus cepat. Atau bukan pemerintah Soul yang akan menghancurkan kita, melainkan ketidakstabilan alam di sini," ucap Sungmin.

.

.

.

Sudah tidak ada waktunya lagi mereka saling menyalahkan dan saling menusuk dari belakang karena jika mereka melakukannya, maka nyawa mereka sendiri yang akan menjadi taruhannya. Mereka adalah makhluk egois yang tentu saja tidak ingin mati untuk kata-kata pengorbanan. Yang mereka butuhkan saat ini adalah kerja sama yang sangat kuat dan terperinci untuk mengalahkan musuh mereka yang sudah pasti. Bukan sesama mereka lagi, melainkan.

Yesung dari dimensi kedua bersama dengan pemerintah Seoul dari dimensi kedua itu.

.

.

.

Dunia itu berubah hanya dalam waktu kurang dari sejam saja. Tanaman-tanaman batu raksasa itu sudah hampir membuka kelopak bunga mereka, di saat bersamaan mereka juga terus menyerap sumber daya alam yang ada di dunia ini. Tanah mulai menjadi kering dan pecah-pecah. Tanaman mulai layu, patah, menjadi debu yang tak bernyawa. Bangunan yang hancur. Tanah terbelah yang mengeluarkan lahar api. Tsunami dan gempa dibeberapa daerah di bumi. Angin topan. Alam menjadi tidak stabil dan manusia dimensi ini menjerit akannya. Andai mereka tahu bahwa nantinya mereka akan mengalami perlakuan yang sama, bahkan mungkin lebih parah menjadi bahan percobaan manusia seras mereka yang berada di dimensi lainnya.

"Apa semuanya berjalan lancar?" tanya seseorang melalui benda komunikasi yang ada di telinga kanan Kyuhhyun yang ternyata adalah Kibum.

"Untuk saat ini ya. Aku sudah memberikan mereka AI ciptaanku. Dengan begitu gen mereka akan manusia yang berasal dari dimensi ini akan dimanipulasi. Mereka tidak akan terjangkit nanobot milik dimensi kita, tapi aku tidak yakin itu akan bertahan lama. Mereka tidak punya daya tahan AI dan tubuh yang bagus. Mereka susah untuk match dengan AI yang baru saja kubuat. Tidak seperti Sungmin yang mudah sekali untuk beradaptasi," jelas Kyuhyun.

"Apa yang kau rencanakan antara Kibum?" Suara Sungmin mendengung di dalam pikirannya.

"Kami hanya berencana untuk menghentikan semua kekacauan yang ada di sini dengan bantuan kalian semua semaksimal mungkin. Kau juga sudah tahu,kan jika kita tidak menyelesaikan semuanya dalam waktu satu jam maka bukan hanya mereka lagi yang akan mengancam kita, melainkan alam yang ada di duni ini," balas Kyuhyun.

"Aku mengerti. Tapi-" Tiba-tiba saja Sungmin berhenti berucap, tapi kemudian dia berteriak sampai Kyuhyun merasa gendang telinganya bisa langsung pecah,"yesung ada dibelakangmu!"

Tubuh Kyuhyun langsung tersentak saat merasakan benda-benda mati yang ada disekelilingnya tiba-tiba saja bergerak seperti benda mati dan dia mendapati Yesung yang ada di belakangnya sedang melayang dengan benda-benda mati yang juga melayang disekelilingnya.

"Yo. Lama tidak ketemu C.O," ucap Yesung dengan sebuah seringai.

"Phi," ucap Kyuhyun menggertakkan giginya.

"Kenapa kau kelihatan sama sekali tidak suka saat bertemu denganku? Kupikir kita bisa reunian setelah kau mengundurkan diri setengah tahun yang lalu dari pemerintahan, dari kalangan elite di dunia kita," ucap Yesung masih saja tidak menghilangkan seringainya.

Kyuhyun sama sekali tidak membalas perkataan Yesung. Dia malah lebih memilih untuk mengumpulkan debu-debu pintar di daerah tangan kanannya sehingga membentuk sebuah pedang yang langsung terpasang di tangannya.

"Rupanya kau memang musuhku di sini," ucap Yesung seraya mengangkat tangan kanannya dan bersamaan dengan itu benda-benda mati yang melayang di sampingnya bergerak dengan cepat menyerang Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum melihat serangan Yesung. Digerakkan tangan kanannya yang berbentuk pedang itu menancap ke dalam tanah dan dari sana tiba-tiba saja muncul sebuah tembok yang sangat besar yang bahkan tidak sanggup dihancurkan oleh benda mati milik Yesung. Yesung mendecak kesal.

Kyuhyun tersenyum dan kemudian dia menjentikkan jarinya dan sontak saja tubuhnya perlahan menghilang menjadi seperti hologram dan beberapa detik kemudian Kyuhyun tiba-tiba saja ada di belakang Yesung dan langsung mengarahkan pedang miliknya ke punggung Yesung, tapi kemudian kabel-kabel raksa-sa menghantam pedang Kyuhyun sampai terbelah. Yesung menggunakan kesempatan itu untuk membalikkan badannya dan menendang perut Kyuhyun dengan keras. Kyuhyun terlempar masuk ke dalam salah satu gedung dan terhantam di temboknya dengan keras sampai tembok itu rusak dan Kyuhyun tersangkut di dalamnya.

Kyuhyun terbatuk muntah darah, tapi kemudian dia kembali menjentikkan jarinya dan dia menghilang lalu muncul lagi di atas lantai dekat dari spotnya yang sebelumnya. Saat Kyuhyun membuka matanya, tiba-tiba saja warna matanya yang tadinya hitam berubah menjadi warna biru keputihan, lalu kemudian terjadi hal aneh pada lingkungan yang ada di sana.

Tiba-tiba saja semua pemandangan itu menjadi pudar seperti es yang mencair lalu yang tersisa hanyalah warna hitam yang sangat pekat. Dinding hitam dan lantai hitam seperti ruang hampa. Dari dinding dan lantai itu tiba-tiba saja muncul serat-serat elektromagnet yang sewarna dengan warna mata milik Kyuhyun dan dalam ruang hampa itu hanya ada Yesung dan juga yang saling memandang dengan tatapan sinis.

"Kemampuan otographi yang bagus sekali. Dengan ini aku sama sekali tidak mempunyai benda-benda yang bisa kuperintah untuk membantuku untuk membunuhmu," ucap Yesung ternyum sinis,"tapi apa kau yakin selama setengah tahun ini aku sama sekali tidak melakukan sesuatu untuk mengembangkan kemampuan milikku?"

Kyuhyun terkaget saat melihat dunia buatanmu mulai hancur. Dinding-dinding hitam dengan corak elektromagnet yang berwarna biru putih itu perlahan hancur seperti kaca yang pecah. Kyuhyun mati-matian untuk menahan dunia yang dibuatnya, tapi semuanya percuma. Yesung lebih kuat melakukan perlawanan dan akhirnya dunia yang dibuat Kyuhyun hancur dan segalanya kembali seperti semula. Pemandangan gedung-gedung yang sudah hancur setengah mulai kelihatan. Dunia yang aslinya kembali muncul lagi, tapi rupanya itu tidak membuat Kyuhyun merasakan dipojokkan akan kalah. Dia malah tersenyum senang.

Saat Yesung mengucapkan sesuatu dan benda-benda mati, puing-puing bangunan yang ada di sekitarnya muali bergerak, melayang dan kemudian menyerang Kyuhyun lagi, tapi saat setengah berjalan tiba-tiba saja Yesung merasa jantungnya berdetak lebih kencang dan dia meringis kesakitan sampai terjatuh ke tanah begitu juga dengan puing-puing bangunan yang diperintahkannya tadi untuk menyerang Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum kemenangan saat dia melihat benda ciptaannya yang super kecil, bahkan lebih kecil dari nanobot sekecil virus kini bersarang di dalam tubuh Yesung dan perlahan-lahan menghancurkan Yesung dari dalam sehingga laki-laki itu sama sekali tidak bisa bergerak.

"Kau pikir setengah tahun ini aku juga tidak melakukan apa-apa,hah?" Kyuhyun memasang senyum kemenangan yang lebih lebar lagi. Itu sebabnya tadi dia menggunakan kemampuannya berusaha untuk mengekang kemampuan Yesung untuk sejenak agar dia bisa menyusupkan virus itu ke dalam tubuh Yesung. Akh, tapi sekarang dia masih belum bisa senang. Kelopak bunga tanaman raksasa batu itu sudah hampir terbuka dan sepertinya 13 inang AI yang ada di sini belum berhasil mematikan semua dari sistem kendali yang ditanamkan di dunia ini.

Kyuhyun mengeluarkan sebuah kubus dari saku celananya dan melemparkan kubus itu ke atas punggung Yesung, kemudian kubus itu perlahan meyerap masuk Yesung ke dalam kubus itu. Kubus itu seperti sebuah penjara untuk Yesung.

"Kau akan kukurung di sana untuk sementara waktu. Kau benar-benar mengangu langkah untuk menghentikan semua ini," ucap Kyuhyun kemudian memasukkan kubus itu ke dalam saku celananya dan segera menjentikkan jarinya kembali kemudian menghilang dari sana.

.

.

.

"Bagaimana dengan devisi-devisi yang kita bagi?" tanya Kyuhyun dengan cepat pada Kibum melalui microchip yang ada di telinganya. Dengan menggunakan semacam papan yang mempunyai tekanan gas pada belakangnya, Kyuhyun dengan sigap Kyuhyun mengerakkan papan itu ke kanan dan ke kiri untuk menghindari akar-akar tanaman batu yang mulai menyerangnya. Tentu saja. Di atas bagunan yang sedang di lewatinya kini terdapat satu tanaman raksasa batu yang sudah hampir siap untuk membuka kelopak bunganya. Kyuhyun mengumpulkan sesuatu di tangan kanan miliknya. Debu-debu partikel yang perlahan bertranformasi mencajadi cairan plasma yang berwarna ungu. Kemudian tanpa membuang waktu Kyuhyun melepaskan cairan plasma itu dan langsung menghancurkan akar-akar tanaman yang sedari tadi menghalaunya.

Kyuhyun kembali menggerakkan papan hologram itu dengan kecepatan tinggi.

"Ada beberapa dari mereka yang berhasil melakukannya, tapi sebagainya hanya bisa melumpuhkannya setengah saja. AI baru yang kau buat lebih dulu menggerogoti mereka dan mereka sama sekali tidak bisa bergerak untuk beberapa saat," ucap Kibum dengan nada yang cukup panik.

"Siapa saja yang berhasil melakukannya?" tanya Kyuhyun sambil tetap fokus dengan serangan-serangan akar-akar tanaman itu lagi yang terus muncul tidak ada habis.

Kyuhyun mendecak kesal. Dia memutarkan papan hologramnya dan meluncur dengan kecepatan tinggi langsung ke arah datang serangan akar-akar itu. Kyuhyun tidak lari. Dia malah lebih memilih untuk melayani akar-akar itu secara langsung. Ketika Kyuhyun merasa dirinya sudah cukup dekat dengan akar-akar itu, Kyuhyun kembali berputar dan menggerakkan papan hologram miliknya sampai kekecepatan maksimal agar bisa menjauh dari akar-akar itu dan di saat bersamaan dari tempat keluar tekanan gas yang menciptakan gerakan maksimal itu muncul api yang sangat besar karena gaya gesek gravitasi yang terlalu besar karena Kyuhyun memaksanya sampai kecepatan maksimal.

Api yang keluar itu berhasil membakar habis semua akar-akar itu lagi dan kemudian Kyuhyun kembali menuju tempat tujuannya dengan kecepatan yang sangat cepat. Jika saja dia tidak menggunakan pelindung di sekitar tubuhnya, dia akan bernasib sama dengan akar tanaman itu. Tubuhnya akan perlahan mulai terbakar karena dirinya sedang menghantam gravitasi dengan sangat cepat karena kecepatan maksimal dari papan hologram miliknya.

"Leeteuk, Eunhyuk, Zhoumi, dan Yesung berhasil melakukannya. Shindong, Heechul, Siwon, dan Kangin masih bisa bertahan untuk menyelesaikannya. Sedangkan Donghae, Henry, Hangeng dan Ryeowook hanya bisa menyelesaikannya sampai setengah," ucap Kibum.

"Tidak masalah. Mereka sudah cukup bagus bisa menahan efek samping dari AI yang baru saja kubuat itu. Perintahkan mereka untuk istirahat saja. Sisanya akulah yang akan menanganinya. Semua ini adalah salahku. Aku yang memulainya dan aku yang harus mengakhirinya. Jika saja aku tidak sering melakukan perjalanan waktu yang ilegal, maka aku tidak akan mungkin membuat Sungmin, Ryeowook bahkan orang-orang ini menderita karena virus yang kubawa dari dimensi lain menuju dimensi kitalah, maka semua kehidupan yang ada dimensi lain malah menjadi imbasnya," ucap Kyuhyun dengan raut wajah yang penuh dengan penyesalan.

"Tidak! Itu bukan salahmu. Semua ini adalah salahku karena aku yang melarikan diri ke dimensi ini karena bosan dengan kehidupanku yang ada di dimensi kita dan malah menyebabkan sahabatku, Ryeowook yang berusaha untuk mencegahku malah merusak AI yang ada di dalam dirinya karena tekanan dari lubang waktu yang kubuat. Oleh sebab itu Yesung marah tetapi malah Sungmin yang disalahkan karena menganggap Sungmin tidak mampu menjaga AI itu tetap utuh tidak rusak," ucap Kibum.

Kyuhyun hanya bisa tersenyum tipis mendengar perkataan Kibum. "Kau jangan bohong. Satu-satunya alasan kau melarikan diri ke dimensi ini karena kau tahu bahwa ada virus yang sudah mulai mengerogoti dimensi kita,kan? Kau tahu itu salahku karena terlalu sering melakukan perjalanan waktu ilegal sampai aku sendiri tidak sadar bahwa salah satu dimensi yang kupergi memiliki virus yang malah tersebar ke sini. Lalu AI milik Ryeowook tidak akan semudah itu rusak hanya karena tekanan lubang waktu milikmu, itu karena virus yang sudah mulai merambat ke dimensi kita dan kebetulan Ryeowook yang menjadi korban pertama dari virus tersebut."

"Dan aku sudah sampai di tempat yang menjadi kekacauan dari dunia ini," ucap Kyuhyun menatap sebuah mesin yang sangat besar yang ada di depannya sekarang.

"Kibum, tidak apa-apakan seandainya aku berkata bahwa aku akan menarik semua virus ini dan membawanya ke lubang hitam yang aslinya jauh dari bumi? Tidak mungkin aku melemparkannya ke dimensi kita kembali apalagi ke dimensi lainnya yang sama sekali tidak tahu menahu tentang hal ini. Sudah cukup korban terus berjatuhan. Aku berharap dengan melakukan hal itu hanya akulah yang akan menjadi korban yang terakhir," ucap Kyuhyun.

"Kau gila! Kau tidak mungkin melakukannya. Kau bisa mati!" seru Kibum.

"Ya. Aku akan melakukannya."

.

.

.

"Apa kau bilang? Kenapa kau tidak memberitahuku sejak awal, hah!" seru menarik kerah baju Kyuhyun dan menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.

"Jika kau memberitahunya sejak awal kau pasti akan mencegahnya dan aku tidak bisa mencegah kematianmu dan juga keberadaan virus-virus itu ada di sini bersama dengan Yesung," ucap Kyuhyun sama sekali tidak terganggu dengan tatapan Sungmin.

"Dari mana kau tahu? Kenapa kau bisa tahu sedetil itu seperti kata Kibum, hah? Kenapa kau begitu egois hanya untuk mempertahankan satu orang kau mempermainkan 13 orang temanmu yang lainnya. Berusaha untuk membuat mereka saling membunuh agar kau bisa menciptakan banyak dimensi baru hanya untuk menghalau Yesung dan virus itu datang kemari? Dan kau tahu apa yang kau lakukan sama sekali tidak berguna!" Sungmin melepaskan tangannya dari kerah baju Kyuhyun. Beruntung karena akhirnya Kyuhyun bisa menghirup udara yang banyak. Dia bisa saja mati kehabisan napas.

"Kau tahu kemampuan Eunhyuk? Dia memanipulasi cermin kaledoskop miliknya, masuk ke dalam cermin penuh warna membingungkan itu, lalu menyelinap masuk mengambil sesuatu dari kita, sebuah memori sama seperti yang dilakukkannya pada Zhoumi ketika dia mencoba untuk mencuri cara untuk menangani efek comeback yang terjadi padamu," jelas Kyuhyun.

"Dan ya. Aku egois karena tidak ingin kehilangan orang yang kucintai," lanjut Kyuhyun dengan raut wajah tak gentar.

Sungmin mendecak kesal. "Ck, tidak ada gunanya juga menasehatimu dan mengungkit masa lalu. Sebaiknya kau siapkan dirimu untuk perjalanan dimensi pertamamu. Kita akan menggunakan lubang hitam untuk pergi ke tempat pusat kendali dari peluncuran virus-virus itu. Dirimu yang satunya sedang berusaha melakukan hal bodoh dengan ingin mengirimkan semua virus itu ke lubang hitam yang asli. Kau tahu dimana tempatnya,kan? jauh sekali di luar bumi, dan untuk mengiring virus itu ke sana tidak bisa hanya melalui kendali mesin saja. Kau harus ikut mengiringnya."

Kyuhyun langsung memasang wajah kaget mendengar perkataan Sungmin. "Dia berniat mati dengan menyelamatkan dimensi ini?"

"Dan selamat. Kekacauan ini bukan hanya salahnya, tapi dia malah mati-matian menganggapnya salahnya dan berusaha menanggunya sendiri. Setidaknya dia bukan orang yang pengecut sepertimu, Kyuhyun," hina Sungmin. Kemudian Sungmin menjentikkan jarinya dan muncul portal lubang hitam. Sungmin dengan cepat melangkahkan kakinya masuk ke dalam lubang hitam itu, diikuti Kyuhyun dengan raut wajah yang bersalah, mungkin?

.

.

.

Mata Sungmin terbelak disaat dirinya sudah sampai di pusat pengendalian virus itu dan keluar dari lubang hitam miliknya bersama dengan Kyuhyun, dia menemukan Kyuhyun yang bukan dari dirinya sudah berhasil membuka lubang hitam yang akan menuju lubang hitam yang aslinya. Ukuran lubang hitam yang dibuka Kyuhyun lima kali lebih besar dari lubang hitam biasa yang digunakan hanya untuk sekedar travel waktu dan juga dimensi.

Kyuhyun terkaget melihat kedatangan dirinya yang satunya dan juga Sungmin yang sama sekali tidak tepat waktu. Kenapa mereka harus muncul di saat-saat akhir seperti ini?

"Kenapa kalian ada di sini? Kalian harus cepat meninggalkan tempat ini sebelum kalian juga ikut mati tertelan dengan lubang hitam ini," ancam Kyuhyun.

Sungmin menatap sinis Kyuhyun yang menurutnya sok menjadi pahlawan."Lalu kau sendiri bagaimana? Tidak meninggalkan tempat ini dan membuat dirimu mati sia-sia?" hina Sungmin.

"Ya," ucap Kyuhyun mantap kemudian dia mulai melangkahkan dirinya masuk ke lubang hitam itu tanpa mempedulikan Sungmin.

Sungmin mendecak kesal. Dihentakkan kakinya dan entah kenapa mesin yang beroperasi di situ tiba-tiba saja kehilangan semua engeri tenaga mereka dan lubang hitam yang Kyuhyun buatpun segera menutup. Kyuhyun dengan cepat menarik kembali tubuhnya keluar dari lubang hitam itu.

"Apa yang kau lakukan! Jika kita tidak cepat menevakuasi virus itu dari sini, dimensimu yang akan hancur! Kenapa kau tidak bisa mengerti hal itu?" seru Kyuhyun.

"Karena kau memang tidak harus melakukannya. kita bisa menggunakan cara yang lebih aman dan tidak ada satu dari kita yang akan dikorbankan dan mati begitu saja dengan cara yang konyol seperti ini. Berhenti menjadi sok pahwalan!" balas Sungmin.

"Kenapa kita tidak menyelesaikan pembicaraan omong kosong ini? Kita sama saja keras kepalanya. Dia tidak mungkin akan mendengar ucapanmu," ucap Kyuhyun pada Sungmin.

"Kau benar," bisik Sungmin.

Kyuhyun tersenyum kecil, tapi kemudian dia menggerakkan kakinya untuk berlari dengan cepat ke arah dirinya yang berasal dari dimensi lain. Kyuhyun berlari menuju belakangnya dan dengan cepat memukul urat nadi yang ada di leher dirinya yang satunya itu. Kyuhyun yang dari dimensi lain langsung pingsan dan Kyuhyun menahannya agar dirinya yang satu itu tidak tumbang ke tanah.

Sungmin yang melihat Kyuhhyun yang sudah berhasil menjalankan satu dari rencana mereka segera membuka portal lubang hitam untuk travel tempat lagi, tapi sebelum mereka bertiga masuk ke dalam, Sungmin tampak menarik dan berusaha untuk mengeluarkan sesuatu dari dalam lubang hitam itu. Sesuatu itu kemudian jatuh ke tanah ketika Sungmin sudah menarik seutuhnya dari lubang itu. Ternyata sesuatu itu adalah mayat yang entah siapa. Mungkin mayat random yang dipilih untuk rencana mereka berdua.

Sungmin menjongkokkan dirinya di dekat mayat yang terbaring di tanah itu. Dia melepaskan sesuatu yang menempel pada kulit tangan kanannya lalu memasukkannya ke dalam mulut mayat yang terbuka itu. Beberapa menit kemudian, entah kenapa mayat yang seharusnya sudah mati itu tampak hidup kembali. Kelopak matanya terbuka dan matanya melirik ke kiri dan kanan dan juga melihat ke arah Sungmin dan Kyuhyun secara bergantian.

"Apa tidak apa-apa memberikannya AI itu pada tubuhnya? Walaupun dia sudah mati, tapi kini dia hidup. Kita tidak tahu apa kesadarannya juga sebagai manusia akan ada atau dia hanya akan sekedar menjadi robot. Jika seandainya manusia, maka kau tahu kita dalam masalah yang sangat besar. Pikiran manusia selalu membuat masalah dan tidak bisa ditebak," ucap Kyuhyun dengan nada yang sangat khawatir.

Sungmin menggelengkan kepalanya. "Tidak. Dia hanya akan menjadi robot. Sekalipun sisi manusianya akan ada, tapi dia tidak akan bisa keluar ketika sudah masuk ke dalam lubang hitam itu," ucap Sungmin,"Sebaiknya kita cepat pergi dari sini sebelum kita juga ikut tertelan," lanjut Sungmin.

Kyuhyun mengangguk mengerti dan segera masuk ke dalam lubang hitam travel miliknya bersama dengan dirinya yang satunya lagi. Sedangkan Sungmin masih berada di tempat kendali itu. Dia menepukkan kedua tangannya dan tempat itu kembali dialiri oleh energi kembali. Mesin-mesin yang ada disitu kembali beroperasi dan dengan otomatis mereka melanjutkan program terakhir yang dijalankan. Lubang hitam yang akan menuju ke lubang hitam yang aslinya segera terbentuk. Sungmin membisikkan sesuatu kemudian mayat manusia itu berdiri dan berjalan masuk mulai tertelan oleh lubang hitam tersebut. Daya lubang hitam besar itu sangat berbahaya. Sungmin dengan cepat berlari dan meloncatkan diri masuk ke dalam lubang hitam travel miliknya. Dan kemudian dalam waktu sekejap ruang kendali itu menghilang dhisap lubang hitam itu. Yang tersisa hanyalah tanah yang ada disekitarnya yang terbentuk setengah lingkaran. Seperti habis dimakan.

Disisi lainnya, para pemegang AI yang sudah diberi tanda bahwa apa yang mereka rencanakan berhasil, segera keluar dari ruang kendali yang pusat dengan cepat. Ketika berada di luar dari ruang kendali yang ada di bawah tanah itu, mata mereka ditakjubkan, dikagetkan, dibuat ngeri dengan banyaknya jumlah lubang hitam yang berukuran sangat besar yang tiba-tiba saja menghiasi langit.

Lubang hitam besar itu berada tepat di atas bunga-bunga tanaman batu raksasa yang sudah hampir bermekaran itu langsung saja dihisap masuk oleh lubang hitam besar itu. Bukan hanya bunganya saja. Semuanya dihisap. Bahkan sampai ke akarnya. Tanama-tanaman batu raksasa itu tertarik masuk melayang ke udara dan langsung dilahap habis oleh lubang-lubang hitam besar itu. Sama sekali tidak tersisa. Mereka yang melihat bahwa parasit yang ada di dunia mereka sudah tidak ada langsung langsung mengekspresikan kebahagiaan mereka. Tidak luput dengan 13 AI yang melihat kejadian langsung itu.

Mereka dikagetkan dengan lubang hitam yang versinya lebih mini yang muncul didekat mereka. Tadinya mereka kita akan terhisap seperti tanaman batu raksasa itu, tapi setelah melihat ternyata Sungmin dan juga Kyuhyun lalu satu orangnya lagi yang mirip dengan Kyuhyun, mereka merasa sedikit legah.

Kyuhyun melepaskan dirinya yang satunya ketika Kibum yang beralih untuk menahan berat tubuh dirinya yang saunya tersebut. Tanpa mereka sadar karena masih terlalu sibuk memperhatikan kota mereka yang hampir seperti kota mati, kedua orang yang berasal dari dimensi yang berbeda itu dengan sembunyi-sembunyi membuka portal menuju dimensi yang lainnya.

'Sampai jumpa. Aku berharap yang terbaik untuk kalian dan juga dunia kalian,'batin Kibum dengan senyumann kecil yang terukit di bibirnya kemudian dia menghilang bersama dengan Kyuhyun.

Saat Sungmin membelikkan kepalanya, dia sama sekali tidak menemukan kedua orang itu, tapi dia tidak marah. Mungkin sudah waktunya kedua orang itu sama sekali tidak akan ikut campur dengan kehidupan yang ada di dimensi ini lagi."Mereka pasti sudah menemukan dimensi lain untuk mereka hidupi," ucap Sungmin dengan sebuah senyuman yang diikuti dengan yang lainnya.

"Dan saatnya kita memperbaiki dunia yang hampir hancur ini." Dan mereka semua tersenyum bahagia. saling berpegangan tangan dan memeluk pasangan hidup mereka masing-masing.

.

.

.

Setidaknya ini akhir yang cukup baik bagi mereka. Walaupun ada yang terluka, dan kehilangan. Tapi setidaknya lebih baik daripada kehancuran dunia itu sendiri. Sudah saatnya menutup buku ini. sudah saatnya berhenti menorehkan tulisan-tulisan pada kehidupan mereka.

Semuanya sudah habis. Tidak ada lagi lembaran yang tersisa untuk memberikan penderitaan yang berarti. Tidak ada lagi tinta untuk memberikan takdir kelam.

Semoga kebahagiaan menaungi semua para aktor kita di sini. kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk mereka.

.

.

.

Dunia adalah sebuah panggung drama dimana kita akan menjadi pemain di atasnya dan ketika drama itu selesai, maka kita akan dengan paksa ditarik turun dari sana.

.

.

.

The End

.

.

.

Spesial Thanks for:

nikyunmin, HeeYeon , Sora Hwang, MinYoungRa, cottoncandyme, Guest, Cho Miku , Kim Sae Rin, MinnieGalz , yukiLOVESUNGMIN , CharolineElf, stephannie carolina , dreanie, Super Girl, , winecoup137, Cho Kyuri Mappanyukki , Shywona489 , nannaa, fzkhrfa, Choi sila, flufyacha, Liaa, WhiteViolin, sha, Vhentea, Sebastian Mamoru ,hana ryeong9, Tika, .5, KimPumpkin, mitade13, EvilBunny, Qichul15, revaelf, diazzelf, zaAra evilKyu, KimMiyoungYesungie,horsiwon.

A/N: Untuk yang bertanya tentang ide cerita ini, tentang AI itu sendiri berasal dari ide asli saya, tapi mengenai teori waktu ini terinspirasi dari banyak hal terutama fic awesome milik Claire Barossa pada fandom DN dengan judul 29 dan juga anime Stain gate dan Mirai Nikki.

Fic ini akhirnya berakhir dengan ending yang saya tahu sangat jelek. Hasil yang tidak memuaskan dan cukup tidak masuk akal dan terkesan fiksi padahal saya sudah berusaha untuk memasukkan kenyataan yang ada melalui searching di google.

Terima kasih bagi yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca fic ini, mereview cerita kacau ini dan bahkan menfavenya.Maaf jika pada akhir chpt ini review kalian tidak dibalas. Mian, tapi tanpa kalian ff ini tidak akan pernah bisa kulanjutkan bahkan sampai tamat seperti ini. Thank you so much for all of that.

But, for the last still you mind to give me review, a critic, an advise, or even a flame?

.

.

.

Regards D2L