Something about love 13

.

.

perlu diberitahukan di awal supaya nggak menyesal, bahwa chapter ini nggak lucu. maaf juga kalau feel taorisnya kurang kerasa habis saya bukan hardship mereka. . *bow*

start here. .

.

.

"Aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan hyung. . "

Sehun pergi meninggalkan Lay di jalan itu sendirian, Selama perjalanan pulang Sehun terus mempertimbangkan keputusan sepihaknya ini, apa ini baik untuk dirinya, untuk orang-orang disekitarnya, dan yang terpenting lagi apa ini baik untuk Luhan.

"Tapi kata Lay-hyung umurku belum cukup untuk memiliki KTP, bagaimana aku bisa mengurus visa, . .ahhh Krystal, , mungkin aku bisa minta tolong padanya. ."

Sampai di istana keluarga 'Oh', rumah ini nggak pantes disebut rumah karena saking gedenya. Dia langsung cari Kristal. Kalau di keluarga Park mereka memiliki Jinri sebagai pelayan pribadi nah di keluarga Oh juga memiliki Krystal sebagai pelayan pribadi sekaligus teman Sehun.

"Krystal-ahhh. .Eodisseoo?" teriak Sehun dari pintu utama, dan kalau tuan muda mereka menignginkan sesuatu pasti secepat kilat pembantu seisi rumah langsung berusaha menuruti permintaannya, dan dengan secepat kilat kini Krystal sudah ada dihadapan Sehun.

"Kenapa tuan? apa saya melakukan kesalahan lagi?" tanyanya takut-takut soalnya jarang banget Sehun teriak-teriak kalau bukan karena marah.

"Ah, , andwae andwae.. . Bisakah kau membantuku? aku punya banyak permintaan padamu setelah ini, tapi aku janji ini tidak berlangsung lama. . " ujar Sehun udah mau pasang muka poutnya.

.

.

Dan karena permintaan Sehun itu disinilah Sehun sekarang, dia sengaja menemui kenalan Krystal dan memaksanya untuk membuatkan paspornya Sehun. Apa yang tidak bisa dilakukan oleh keluarga Oh, kalau kau memiliki uang kau bisa melakukan apapun.

"Tuan, aku tidak bisa membantu lagi setelah ini maafkan aku, ini sudah melanggar tata aturan Nyonya besar. ." ucap Krystal setelah menyerahkan paspor Sehun.

"Tidak apa, setelah ini aku akan mengurus sisanya dan aku serahkan pada tuan Jung soal surat kepindahanku. ."

Sehun tersenyum sesaat melihat teman sedari kecilnya ini, yah rasanya dari kecil dia cuma bersama perempuan ini, tapi entah kenapa bahkan sudah selama itu tapi mereka masih tetap canggung seperti ini. Padahal Sehun sudah menganggap Krystal sebagai teman sebayanya tapi itupun tidak membuat jarak diantara mereka makin berkurang malah makin bertambah.

"Baru kali ini saya melihat anda sebagai orang yang dewasa dan punya keputusan sendiri, . Pasti orang ini sangat spesial ya? dan dia pasti orang yang beruntung bisa mendapatkan anda . ." ungkap Krystal. "Setelah ini berjuanglah sendiri, Sehunna. . ."

Sehun menatap Krystal tidak percaya baru kali ini dia dipanggil nama kecilnya.

"Kau ingin aku memanggilmu seperti itu kan? kenapa kau tidak mengatakannya dari dulu. ."

Sehun berjalan memeluk Krystal "Katakan pada halmeoni bahwa aku menyayanginya melebihi apapun di dunia ini, tapi rasa sayangku tidak harus mengekangku disini kan. . aku ingin menemukan cinta yang lain. ."

"Lalu kalau halmeoni meminta alasan kepergian anda saya harus menjawab apa?"

"Katakan padanya kalau Oh Sehoon tuan muda yang manja sekarang belajar mandiri. ."

.

Hari itu pun tiba, hari keberangkatan Luhan, dan Sehun bahkan lebih siap ketimbang Luhan sendiri, pagi buta tadi Sehun ke ruang kepala sekolah untuk minta tanda-tangannya, bukan berarti Sehun nge-pens lho ya sama kepseknya cuma itu prosedur ajah.

Dan setelah itu dia memutuskan untuk langsung mengambil barangnya di rumah dan segera menuju bandara.

Sehun sengaja berangkat lebih awal siapa supaya nggak ketemu Luhan, yah dia juga bingung sih, kalau sampai disana entar orang yang bisa membantunya kan Luhan tapi dia nggak mau ketemu. terus nanti mau tidur dimana dia. Kalau sehari-dua hari sih nggak apa nebeng itu juga kalo boleh nah kalau bertahun-tahun.

Tapi pas dia lagi santai di ruang tunggu sambil ngatur-ngatur urusannya bareng Jung-ssi kepala pembantu rumahnya. Luhan udah dateng sambil bawa banyak koper dan dengan muka yang sendu-sendu melowdrama gitu, dan Langsung aja duduk di sebelah Sehun.

Karena takut ketahuan akhirnya Sehun tidak melakukan kontak mata ataupun kontak fisik dan berusaha supaya identitasnya tidak terbongkar, bisa gawat kalau Luhan yang ngadu ke keamanan gegara Sehun yang belum cukup umur itu.

Mukanya Luhan kayak panik gitu, Sehun sempet lirik-lirik dari kaca mata itemnya, nah setelah itu banyak orang berdatangan dan Sehun tahu betul siapa mereka, itu temen-temennya Luhan, Sebelum Sehun menjauh dia sempet penasaran kok ada cewek alay disekitar mereka, pacar siapa tuh.

'Tapi kok muka sama eyelinernya familiar ya. . ?' Pikir Sehun, dan dia langsung ngitung jumlah temennya Luhan. 'Lay-ge, Umin-hyung, Dio hyung. .aahhh dia Bekun-hyung.. .weeehh cantik juga ternyata dia, , tau gitu bakal gue kecengin, aduh lo bilang apa sih Hun jelas-jelas ada yang lebih cantik juga, Baekhyun itu cantiknya abal-abal. .' Dilema Sehun dalam hati, siapapun jangan pernah ngasih tahu ini ke Baekhyun atau lo bakal jadi rendang rica-rica. Termasuk elo Hun.

Dio langsung menatap ke arah Sehun.

'Waduh, jangan-jangan Dio-hyung udah tahu lagi, ini pasti si Kai yang ember nih. ..dasar Kkamjigong'

Setelah keramaian itu, Sehun bergegas pergi sebelum ada orang lain menyadari keberadaannya.

"Pesawat dengan tujuan Beijing, China akan segera berangkat. Mohon untuk para penumpang segera mempersiapkan diri . . "

Ini saatnya seorang Oh Sehoon memulai hidup barunya dia juga ingin merasakan jadi orang perantauan, jauh dari keluarga dan nggak akan ada yang mengenalmu, Kau bahkan bisa jadi apapun.

Titttt tiitttttt *ini bukan suara sensor ini bunyinya hape si Sehun*

"Sehunna, lu kok nekat banget sih. . lu ninggalin kita disini sendirian, lu tega lu jahat lu masak lu ninggalin gue sama Kai sih dia kan pervert ntar kalau aku digrepe-grepe nggak ada elu gimana AAAA-"

Dan di belakangnya Kai sudah menerjang anak panda satu itu, bodo amat dia adiknya ketua OSIS kek, ,mau dia anaknya kepala sekolah kek. Kai kagak perduli.

"Bilang apa lo sama si Bihun, , sori gue nggak lepel grepe-grepe elu, mending gue grepe-grepe Dio-hyung ketimbang elu. ." nun jauh disana morgan bersin *?*

"Kalian yang ati-ati ya? sebenernya sih alasan gue kabur itu karena gue udah nggak kuat bertemen ama kalian, masa dari dulu temen gue cuma tiga. kalian lagi-kalian lagi. .gue juga pengen ketemu sama orang-orang yang laen yang lebih bohai. ."

"Kurang bohai apa kita, ya nggak Kai?"

"Iye, heem.. "

"Kita kan suka mandi bareng apa kurang buat lo hah?"

"Jangan keras-keras ngomongnya. ." omel Kai ke Tao.

"Hahahaha,, dasar kalian ini ternyata masih pada kekanak-kanakan. . ntar kalian kalau ketemu gua lagi Oh Sehoon udah berubah.. "

"Lu kalo disana. gimana sekolah lu. . kan lu masih kelas 1 enak Luhan dia mah udah lulus.. "

"Panggil hyung sarap. ."

"iye, iye sori. ."

"Kalau bisa sih ntar gue sekolah disini, ntar gue bakal belajar bahasa mandarin. . supaya gue tau kalau Tao lagi ngedumel nggak jelas . . itu kalau kita masih bisa ketemu. ." sedih Sehun. Dia ini salah satu pilar penting geng trio-wek-wek mereka. Tanpa Sehun geng itu bagaikan sayur tanpa garam kurang enak, kurang sedapp~~ aseek yang belakang goyang *plak*

"Ini kayak bukan gaya seorang Oh Sehoon. lu kesambet apa lu jadi begini Hun, Sehun yang gue kenal itu anak emak dan paling males kalo disuruh kesana-kemari tapi sekarang apa, gaya siapa yang lu kopi?"

"Gue kan lagi masa puber Kai, jadi gue sekalian mencari jati diri tau nggak. . saat gue pulang kalian lebih nggak ngira kalau itu Oh Sehoon. ."

.

.

Setelah selesai telpon-telponan sambil ngabisin waktu nunggu Sehun segera bersiap-siap. kenapa dia tidak memperbolehkan dua besprendnya itu ikutan nganter dia padahal mereka tahu dari awal rencana Sehun, itu karena Sehun nggak mau ngerepotin lagi pula mereka udah disuruh jaga stand kelas sekalian dia nggak mau ketahuan juga.

saat dia sudah masuk ke gateway dia berpapasan sama temen-temen yang ngantar Luhan tadi, dia masih berusaha menyembunyikan dirinya dibalik kerumunan tapi ada seseorang yang narik lengannya, saat Sehun noleh dan itu ternyata Lay. jangan-jangan dia udah ketahuan bahkan oleh Luhan.

Sehun menundukkan kepalanya karena Lay lebih pendek dari dia, dan dia mendengar Lay ngomong atau lebih tepatnya pesen sesuatu.

"Gue pegang janji lu. .gue nggak minta banyak gue percaya sama elu.. . Oh Sehoon. ."

Sehun senyum bentar dan dia melanjutkan perjalanannya, dari jauh ternyata Dio juga diam-diam perhatiin dia, dan saat semua orang sudah pergi Dio langsung berlari nyusulin Sehun sebelum telat.

"Dio-hyung. .. " Sehun kaget saat ada sunbaenya yang tiba-tiba nyerahin kertas atau lebih tepatnya buku tabungan. "Ini apa?"

"Ini milik Kai dan Tao, mereka khawatir padamu.. . kau bisa menggunakannya kalau kau mau. ."

"Tidak usah saja aku masih punya milikku sendiri. ."

Dio langsung menggeleng dan tetap memaksa Sehun menerimanya, "Kata mereka ini sekalian amplop nikahan kalian entar.. ." Sehun sweatdrop, Dia diterima orang tuanya aja belum malah mikirin nikahan.

"Maaf pak, pesawat akan segera berangkat silahkan anda masuk . ." paksa salah seorang petugas. dan Dio setelah menggenggamkan itu ke tangan Sehun langsung mendorongnya dan dadah-dadah.

"HYUNG JAGAIN KAI YA?"

"KAMU JUGA JAGAIN LUHAN-HYUNG YA?"

.

.

saat Sehun masuk pesawat, dia sudah tahu kalau dia akan satu baris kursi sama Luhan orang dia juga yang ngatur tempat duduknya.

Luhan yang sudah duduk dengan nyaman dan sesekali ngintip ke jendela yang kecil dan pastinya nggak kelihatan orang-orang yang nganterin dia tadi cuma ada petugas yang berlalu lalang dan mengechek sesuatunya sebelum lepas landas, dia dikagetkan dengan kedatangan seseorang.

'Teroris tadi? dia ini teroris apa stalker sih kerjaannya ngikutin gua mulu. .' Luhan mulai ke-ge-er-annya kumat. 'Tau gue kalau gue ganteng tapi pliss nggak usah sampai nge-pens dong'.

Dan apesnya lagi bagi Luhan orang ini satu barisan bangku dengan Luhan, dan orang itu yang ada di dekat jendela. Soalnya Luhan takut ketinggian jadi dia nggak bisa duduk di dekat jendela.

Tapi sepertinya rahang tegas orang disampingnya ini sangat familiar banget, banget malah.

'Pernah lihat dimana ya? yang kayak begitu?' pikirnya dalam hati.

.

.

.

Semua pulangnya nebeng mobilnya Suho karena hari ini dia dijemput limousine*?*. ini limosin apa trek pasir ya gede banget, Sementara di mobil Chanyeol cuma ada Baekhyun doang.

"Senengnya gue hari ini ditemenin sama cewek cantik. ." goda Chanyeol saat mulai menjalankan mobilnya. Baekhyun cuma memutar matanya jengah, kalau nggak ingat rambut aslinya yang kaku itu dia bakal buang jauh-jauh itu wig , eh tapi jangan ntar tiba-tiba medusa Hyunseung dateng terus nagih wig itu gimana? tuh orang kan nekat banget kalau menyangkut soal dramanya apalagi propertinya.

"Tapi musti gue puji lo emang cantik. ."

"Ada nggak kata buat memuji cowok selain cantik? lu udah lupa ada kata ganteng ya?"

Kenapa mereka semua nebeng di mobil Suho dan cuma Baekhyun yang ada di mobil ini, tadinya Dio mau ikutan di mobil ini tapi nggak dibolehin Lay sama Xiumin, terus akhirnya Baekhyunnya yang mau satu mobil sama temen-temennya tapi masih dihalangin juga. dan berakhirlah dia berduaan bareng Chanyeol.

"Eh, mau tanya dong, , lu tadi pas maen drama pake perasaan nggak lu?"

"Emang bisa maen drama pake perasaan? bukannya pake suara sama anggota tubuh dan mimik muka ya?"

"Maksud gue tuh pas adegan terakhir yang lu ciuman sama Nickhun itu? gimana perasaan kamu?"

"Biasa aja, orang kita nggak sampek ciuman kok, tadi Nickhun bisikin bentar kalau pacar dia ada di bangku depan mangkanya kita masih menghargai privasi, , lagipula ada orang yang gue sayang juga lagi ada di depan merhatiin dengan mata belo nya. ."

Chanyeol tahu kalau yang dimaksud adalah dirinya, dia tersenyum dan menatap Baekhyun yang sekarang udah ngelihat keluar jendela. Itu berarti Baekhyun perlahan-lahan mulai bisa menerima dirinya, dan apa tadi itu 'yang dia sayang', itu bahkan lebih dari cukup dari yang Chanyeol pengen dengar selama ini.

"Orang itu gue ya?"

"Ihh ge-er banget lu,

"Tapi bener gue kan?"

Karena tengsin Baekhyun diem lagi, kalau ini anak perawan diemnya itu berarti iya. Sayang Baekhyun bukan anak perawan tapi dia masih perawan sih.

Mereka mampir ke sekolah buat ganti baju bentar sambil ngelepas high heelsnya, tapi rambutnya jangan dulu deh, ntar malu-maluin.

"Woohyun-ah. . "

"Oh, elu Baek dari mana lu, gue tungguin lama bener. ." Komen Woohyun tapi dia langsung ngerti dengan posisinya Baekhyun yang minta dilepasin sepatunya.

"Bandara, , "

"Lu begini dari bandara, nge-gaya lu?"

"Gue nahan malu kesana untung aja nggak ketemu ortu gue, kalau ketemu bilang apa mereka. .?"

"Orang tua lo kerja di bandara?"

"Kagak sih. . " Woohyun langsung sweatdrop, lalu dimana ketahuannya kalo gitu 'orang tua gue sih kagak sering ke bandara nah mertua gue bandara udah kayak garasi mereka' lanjut Baekhyun dalam hati.

"Nah sudah selesai, rambut lo nggak mau lu copot?" Tanya Woohyun.

"Besok aja gue balikin, sekalian sama topi lu gue pinjem. ." Setelah itu Baekhyun langsung ngacir dan nemuin Chanyeol di mobil, dan sampai parkiran dia ketemu sama temen-temennya.

"Lu mau pulang dianter Chanyeol, Baek?" Tanya Dio mulai introgasi kedekatan mereka.

"Mana Xiumin sama Lay-hyung?" bukannya jawab malah balik tanya.

"Pulang, mereka kayak kehilangan temen mereka gitu. . mau gimana lagi Luhan-hyung kan udah kayak napas mereka. ." dramatis Dio, "Kalau gue kehilangan lu gue juga bakal sama kayak mereka. . karena kita udah jadi temen udah lama. . "

Baru Dio mau nebeng Chanyeol, tapi dia udah disusul Kai duluan.

"Hyung, udah selese nganternya. .?" Tanya Kai. dan dia segera narik Dio dari dua temennya, soalnya Kai mau tanya-tanya tentang sesuatu yang cuma dia dan Dio yang tahu.

Dan membiarkan Baekyeol pulang berdua aja.

"Gimana Sehun, diterima kan tabungannya?" Dio ngangguk sebagai jawaban iya.

"Woahh daebak, , biasanya tuh si anak manja paling ogah nerima sesuatu dari orang laen tapi kau keren hyung bisa membujuknya. , pake cara apa kau hyung?" Kai mulai agak sopan kalau sudah ngomong bareng Dio.

"Gampang sih, aku cuma bilang itu sekalian amplopan kalau dia nikah ntrar. . "

"Hahaha, iya ya dia kan begitu-begitu anak polos sekalian anak mami. ."

"Kamu nggak sedih dia pergi?" Tanya Dio, soalnya ekspresi Kai beda banget sama Umin sama Lay tadi kayak terkesan nggak kehilangan gitu, padahal dia tahu kalau Sehun itu adalah sahabat terdekatnya setelah Tao, bahkan sebelum bertemu Tao Kai sudah bersama Sehun.

"Kenapa harus sedih, harusnya aku bangga dong kalau Sehun itu bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi, kalau ini bisa membawa perubahan padanya harusnya aku ikut senang. .ini bukan tentang perpisahannya tapi gimana tentang support seorang sahabat. ." ujar Kai sok dramatis, tau dia nyontek dimana nih kata-kata.

Dio cuma ngelirik Kai sekilas tanda dia seneng banget ternyata orang yang lebih muda itu belum tentu bikin yang lebih tua jadi pengasuh tapi terkadang sebaliknya, yah kalo yang tua semacam Dio dan Baekhyun sih.

"Lagipula kan masih ada yang namanya alat komunikasi dan alat jejaring sosial dan Sehun pasti bisa menghubungi kita . . Tapi aku khawatir ntar dia tinggal disana sama siapa? keluarganya pada nggak tahu kalau dia pergi. ."

"Iya ya, Luhan-hyung juga belum tahu tentang ini. ."

"Dasar udah anak mami nekatan lagi, , tuh anak nurun siapa sih sebenernya. . " Omel Kai.

"Ne kajja ayo kuantar pulang nae dongsaeng. ." Goda Dio pada Kai, dia seneng banget kalau udah nganggep Kai itu adik kecilnya habis dari dulu dia minta sama mamanya, minta dibuatin adik tapi nggak dibuat-buatin jadinya dia ngerasa kesepian jadi anak tunggal dirumah. Dan ngasuh Kai semacam ngasuh adik kecil kadang manja tapi kadang juga Kai bersikap lebih dewasa ketimbang Dio tapi kalau udah kelewat dewasanya bisa bahayain Dio dan keperjakaannya.

.

.

Sampai di kediaman atau istana keluarga Park, Mereka berdua langsung turun di depan pintu utama, dan selanjutnya mobil menjadi urusan supir mereka, untung Chanyeol sudah 17 tahun dan sudah bisa dapat SIM.

Jinri yang merasakan kehadiran majikannya langsung membukakan pintunya untuk menyambutnya. Saat Baekhyun pertama turun, Jinri terus memperhatikannya dia pikir tuannya sedang selingkuh dan membawa perempuan ke dalam rumah sementara Baekhyun sedang tidak ada.

"Annyeong Jinri-yah. ."

Sapa Baekhyun saat melewati Jinri, dan Jinri menatap nggak percaya, banget. Kok ada sih cewek cantik-cantik gitu suaranya nge-bass radak cempreng pula, "Jinri-yah ayo masuk. ." Tarik Chanyeol pada pelayan pribadinya ini.

"Maaf tuan, apa anda sekarang sedang membawa teman anda ke gedung utama keluarga Park sementara Tuan muda Baekhyun tidak ada?"

"Kau ini bicara apa? itu Baekhyun lagi. . liat aja. ."

Mangkanya dari perilaku nggak sopannya tadi kayak familiar banget buat Jinri, dan melihat kedatangan Jinri Baekhyun langsung menyuruh membantunya melepas wig-nya dan memperbaiki rambut aslinya.

Setelah dikeramasi Jinri,inget ini cuma dikeramasi nggak sampai dimandiin lho ya, kalau yang itu saya juga mau dah jadi pembantu nggak digaji pun mau dah. XD

Rambut Baekhyun udah kayak model shampo lagi dan dia memasuki kamar utama mereka. Dia melihat Chanyeol lagi sibuk sama hapenya, Tau dia lagi ngapain, Biarpun dia main angry bird juga Baekhyun nggak tahu dan nggak mau tahu.

"Kemarin Park-eomma nelpon gua. . . katanya gue disuruh supaya bisa 'melayani elu'. ." Chanyeol langsung keselek degernya, dia nggak pernah curhat yang seperti itu sama mamanya terus dari mana mamanya tau kalau dia belum sempet ngape-ngapein Baekhyun. "Kan udah ada pelayan yang ngelayanin elu, ngapain eomma nyuruh gua. . emang gua pelayan. .?" Chanyeol mengehela napas kecewa tadinya dia udah semangat banget tapi sekarang udah down.

"Bukan melayani yang itu, ada lagi yang cuma kau seorang yang bisa melayaniku. . disana. ." Chanyeol langsung menunjuk ranjang king-sizenya yang dilapisi sprei abu-abu itu.

"Ohh jadi gue disuruh ngebersihin kasur kita? atau lu kalau makan pagi diatas kasur, manja banget lu kalau makan turun kek. . "

"Oh ayolah aku tidak harus menjelaskannya secara gamblang padamu kan?. ." melihat muka ling-lung Baekhyun Chanyeol rasa dia harus menjelaskannya dengan tindakan karena kalau penjelasan akan ada banyak pertanyaan lagi. "Yang dimaksud eomma itu seperti ini.." Chanyeol langsung saja tanpa basa-basi dia menarik Baekhyun dan menindihnya diatas kasur dengan jarak yang sangat intim untuk yang pertama kali setelah mereka saling memiliki buku nikah.

"Hanya seperti ini? " Entah kenapa nada Baekhyun sepertinya menggoda iman Chanyeol yang udah dicor itu.

"Oh ayolah Park Baekhyun kau pastinya sudah tahu kan apa yang akan terjadi setelah seperti ini. ."

"Lalu. . kenapa tidak kau lanjutkan saja. . ." Baekhyun langsung meraba dada Chanyeol yang saoloh gedenya itu *lumayan lah ketimbang Baekhyun punya* dan dia menarik dasi seragam Chanyeol supaya dia bisa membisikkan tepat di telinga Chanyeol.

"Kau yang memberikanku ijin.. Jangan salahkan aku, tentang apapun yang terjadi padamu esok hari"

.

.

skip adegan nc-ence-han. /suka baca tapi nggak bisa buat, wkwkwk, saya sudah berumur jadinya yah nggak masalah dong baca nc, yang belum berumur aja nekat apalagi yang sudah berumur kek saya/

.

.

Malam hari hampir di China, Orang disebelah Luhan sudah ketiduran dan dia tetap mempertahankan posisinya jangankan dia mau diajak bicara, dia melepas kacamatanya aja enggak. tapi saat inilah Luhan kepengen tahu lebih siapa tahu dia juga pelaku pembunuhan ntar kalo ditanya polisi Luhan bisa jawab ntar.

Pas Luhan kepengen buka kacamata orang itu bentar tapi orang itu malah nggeliat dan malah nyenderin palanya di bahu Luhan.

'Buset, gue bukan pacar lu bang. .maen nemplok sembarangan aja lu. .' Pikir Luhan dan dia langsung mencoba ngalingin kepala orang itu dan ngedorong dia, tapi Luhan kenal banget sama bau parfum ini parfumnya seger menandakan kalau dia masih anak-anak.

Pas dia pegang rambutnya yang tadi mau ngedorong dia juga halus banget.

.

Pas Sehun bangun dia merasa ada yang aneh dengan posisinya dan dia sadar kalau dia sedang bersandar di bahu orang disampingnya dan orang itu adalah orang yang paling ingin Sehun bersembunyi darinya. Dengan tatapan tenang Luhan melihat lurus ke depan saat Sehun mulai terbangun.

"Kau sudah bangun Sehunna. .?"

"H-Hyung.. ."

"Apa yang sedang kau lakukan disini hah?" nada Luhan terkesan mengancam.

"A. .Aku se, ,sebenarnya. ."

"Katakan dengan jelas , lo cowok kan?"

"Hyung jebal ijinkan aku mengikutimu. .aku tidak bisa kalau harus berpisah denganmu, ini keputusanku aku mohon hyung . . ."

"Lalu lo bakal tinggal dimana hah lo mau nggembel disana?"

"Hyung. . ."

Dan seketika itu Luhan langsung memeluk Sehun erat dan kayaknya dia nagis di leher Sehun.

"Lo emang orang bodoh Oh Sehoon, lo ninggalin kehidupan mewah lo dan mutusin ngikutin gue yang bukan seorang yang bisa mencintai lo sampai akhir. ."

"Biar Hyung bilang begitu tapi aku yakin kalau aku yang akan mencintai Hyung sampai akhir hayatku . . "

"Jangan bilang apa yang belun bisa lo lakuin. ."

.

Kediaman keluarga Kim, dan campuran dengan keluarga Huang.

"Ahjumma, mana Joonmyeon-hyung?" Tanya Tao pada Kim ahjumma yang lagi masak di dapur sama mamanya. Tumben Tao udah bisa ngomong nama kakaknya itu bener lagi.

"Nggak tahu dari kemaren malem dia lesu mulu dan jarang keluar kamar, keluar-keluar makan malem sama mandi. . kenapa sih dia. .kayak patah hati gitu. ." curhat eomma Suho.

Mendengar ahjummanya bilang seperti itu, Tao langsung khawatir sama keadaan Gege kesayangannya itu. Tao membawa makanan camilan kesukaan hyungnya yang satu itu sekalian mau bujuk siapa tahu hyungnya mau cerita sama dia.

"Gege, kau lagi apa?" Tanya Tao dan dia langsung masuk dan memperhatikan Suho yang lagi duduk di meja belajarnya sambil baca buku ilmiah, itu memang gaya dia sih tapi kalau sambil pasang muka lesu gitu jadi kayak bukan dia, kalau Suho itu dikasih buku ilmiah itu udah kayak author dikasih komik komedi mukanya itu excited banget.

"Huang Zitao ada apa? "

"Bisa nggak kalau ditanya itu langsung jawab bukannya balik nanya, gege kenapa sih mukanya kusut gitu habis acara seni kemaren, kan udah sukses dan jabatan gege sebagai penanggung jawab juga sudah tuntas kan? terus apa lagi yang sampai mengganggu pikiranmu. . ?." Ini mau jawab apa mau baca naskah reporter ini banyak amat pertanyaannya.

"Aku ditolak Lay. ."

"Terus? bukannya kau pernah ditolaknya ya? jadi itu masih mengganggu pikiranmu?"

"Dia menolakku karena masih mengharapkan Kris, Ahhh aku nggak tahu apa yang musti aku perbuat setelah ini. ."Tao merasa ada yang menusuk jantungnya sakit saat mengetahui kalau Lay mengharapkan Kris, tapi bukannya Lay merasa sakit kalau mengetahui jika Kris dan Tao bersama.

.

Keesokan harinya, para kelas 3 sudah memulai liburannya dan sibuk ada yang siap-siap mau kerja atau sudah siap-siap kuliah.

Dan yang masuk sekarang cuma kelas 1 dan 2 aja.

Di kelas Kai dan Tao, Mereka menatap bangku kosong yang ditinggal Sehun, Ini adalah saat-saat terakhir mereka di kelas 1 entah di kelas 2 nanti mereka bisa bareng nggak.

"Kai, , belom ada semingguan gue ditinggal sama Sehun gue udah kangen muka ngeselinnya, gue udah kangen bbuing-bbuingnya kan dia yang ngajarin aku. ."Tao mulai nangis dan langsung aja narik jaket Kai buat usap ingusnya.

"Yaudah lu doain aja dia bisa hidup di sono entar , gue juga kasihan pengen gue temenin aja tuh orang, tapi bisa-bisa gue langsung dipecat jadi anak. dan nama gue Jongin tanpa Kim lu bayangin.. "

"Udah gue sedih gini, Kris-ge belom gue dapetin, ditambah gue kehilangan emak gue*Sehun*, , kemaren Joonmyeon-ge malah nangis bombay ngotorin bantal aku sama ingusnya itu iyuuhh. ." curhat Tao.

"Abang lu nangis kenapa?"

"Ditolak.. heran cuma ditolak doang nagisnya ampe jam-jaman, kemaren. ."

"Lu belom pernah sih, ditolak itu sakit tau. . bayangin kalau lu sampai ditolak Kris-hyung padahal lu nungguin udah lama gimana perasaan lu.? "

"Gue nggak mau ditolak. ."

"Maka dari itu siapa sih yang mau di tolak. ."

Pas istirahat sekolah, biasanya kalau Baekhyun jam segini udah ada di kantin ngobrol sama gengnya. tapi nggak untuk kali ini dia lagi ndekem di uks tadi habis pelajaran olahraga dan dia nggak ikut alesan punggungnya sakit.

sampai istirahat dia terus di uks. dan Chanyeol yang dari kelasnya sama sekali nggak kelihatan baekhyun langsung nyari di uks dan beneran dia ada disana.

"Kenapa nggak masuk ke kelas. ."

Baekhyun kaget tiba-tiba ada Chanyeol yang masuk bawa sebotol air minum. dan karena penjaga uks nya lagi nggak ada juga.

"Ini gara-gara lo tahu. ." Komen Baekhyun sambil pegangin punggungnya.

"Emang kemaren yang minta duluan siapa? kan gue udah bilang setelah ini nggak tanggung jawab apapun yang terjadi sama elu. . "

"Enak aja lu maen lepas tanggung jawab aja, ntar kalo gue hamil lu nggak mau tanggung jawab ntar anak gue gimana? terus gue jadi single parent dong, , enak di elu nggak enak di gue. . terus pas gue ngasuh anak lu enak-enakan ngecengin cewek laen yang masih muda masih bening sementara muka gue kusut gegara mikirin anak gue emang dasar buaya cap mentimun lu. ."

"Lu ngomong kagak pake tanda baca, eh emang lu bisa hamil ngomong begituan?"

"Ya kali aja lu khilaf terus kebablasan terus gue bunting. .."

"Huhh, , nggak tahu kenapa sejak ada lu dirumah kok rasanya aku nggak pernah diam, , padahal sebelumnya aku pernah sampai dua hari nggak ngomong sama siapapun. . tapi sekarang kayaknya nggak bisa deh. ."

"Lu ngeledekin gue. ."

Baekhyun berasa kesindir maksudnya apa tadi ngatain kalau Baekhyun nggak bisa diem gitu? yah meskipun bener sih tapi nggak usah keras-keras napa ngomongnya.

"Yeol, tumbenan lu disini sama Baekhyun. .. "

Dio yang merasa ada keributan di UKS langsung masuk dan menemukan Baekyeol lagi ngobrol gitu, tumbenan mereka akrab biasanya kan jarang ngobrol. Padahal Kyungsoo itu udah jodohin itu Baek sama Yeol supaya Baek nggak single lagi.

"Oh tadi aku lewat sini dan ada orang yang teriak-teriak kesakitan dan kayaknya Yeon-seonsaeng lagi nggak ada, yaudah aku masuk aja. ." jelas Chanyeol setengah bohong setengah enggak.

"Lu sakit apa Bek, tumbenan lu bisa sakit. ? masa gegara ditinggal Luhan-hyung aja lu sakit. .?"

"Nih, gue encok gara-gara kemaren gue asik-asik joget nonono nya empink nggak nyadar kalau sebelah gue ada lemari yah kena dah punggung gue. "

"Lagian ngapain juga lu joget di kamar lu yang sempit begitu, , nggak ada tempat laen apa? atau paling bagus pliss berhenti dengan segala fanboying lu itu .. "

"Mending juga jadi fanboy dari pada gue jadi fangirl. ."

"Nggak lucu Baek sumpah. ."

"Yaudah gue permisi dulu, lu jagain aja dia ya Kyung. . " Chanyeol pamit, karena tugasnya sudah selesai.

"Makasih minumannya. ." ucap Baekhyun.

"Sebotol marebu itu, lu ngutang ma gue. ." sahut Chanyeol.

"Lu niat ngasih apa jualan sih. ."

"Bercanda, cepet sembuh ya?".

Setelah Chanyeol pergi, Dio malah naik-naikin alisnya bermaksud menggoda Baekhyun.

"Tuh kan Baek. . udah gue bilang dia itu ada rasa sama elu, pas kita liburan dulu gue lihat dia kerjaannya selain toel-toel hapenya dia juga suka merhatiin elu. . percaya deh sama gue.. "

Baekhyun cuma memutar matanya, dia paling sebel kalo sama Kyungsoo itu soal orang-orang yang dekat sama Baekhyun, semua dibilang ada rasa, ada hobae yang nanyain kelas aja dibilang ada rasa, ada yang nggak sengaja nenggor dia terus bantuin bangun dibilang ada rasa, bukannya itu memang adab.

Yang paling parah soal Nickhun kemaren, yang emang jelas-jelas dekat sama Baekhyun biarpun cuma peran, dan akhirnya itu jadi gossip heboh se-sekolah, dan nggak jarang Baekhyun jadi bulan-bulanan fans-nya itu Nickhun. yah gara-gara temennya yang biang gosip satu ini.

"Andai masih ada Lay-hyung gue bejek tuh cewek-cewek alay yang suka ngatain sembarangan. ."

"Kenapa musti ada Lay-hyung. ama gue aja nggak apa-apa. ."

"Do Dio pliss lo itu nggak bisa marah, mau mereka ngelemparin sambel di rambut lo ekspresi lu nggak ada bedanya. ."

"Lay-hyung juga nggak ada ekspresinya? apa bedanya ama gue. ."

"Lo lempeng ayem, tapi dia lempeng dan mengenaskan. .sekali lo diancem dia nggak bakal lo bisa kabur. .HAUAHUAAHUAA" Baekhyun ketawa nista. "Lagian lo pikir cewek itu nge-bully gue gara-gara siapa. . gara-gara elo tahu nggak?"

"Gue kenapa?"

"Capek gue ngobrol ama elu . . udah beliin gue gorengan di kantin gih. . laper tau nggak. ."

"Diutnya?"

"Pake duit lo dulu, ntar gue balikin kalo inget, , ,"

"Kebiasaan deh lo itu. ." ngedumel-ngedumel giu dia tetep pergi. nggak usah ngedumel napa langsung pergi kan sama aja.

Biasanya kalo soal utang-mengutang, Baekhyun suka banget ngutang di Lay. bukan karena dia paling kaya atau apa, tapi karena Lay paling pelupa ntar kalo Baekhyun pura-pura nanyain dia punya utang kagak pasti Lay udah lupa, padahal Baek mah cuma modus aja.

.

"Pesawat dengan nomor penerbangan blablabla dari Seoul tujuan Beijing akan segera mendarat. . sekali lagi-"

Setelah beberapa menit kemudian, Luhan keluar pesawat diikuti Sehun yang mengekor di belakangnya, Sehun memakai kaca mata hitamnya.

Agak bingung juga mencari siapa yang menjemput Luhan karena banyak orang yang juga jemput, Sehun terus mengikuti kemana Luhan pergi sampai akhirnya Luhan berhenti dan menemukan ada dua orang yang sedang menantinya, dua orang yang sangat familiar.

"Baba. .. Mama. ."

Luhan memeluk kedua orang tuanya sambil mengucapkan kata-kata yang tidak dimengerti Sehun, ini China men. kalo lu ada disini hormati bahasa disini dan termasuk Luhan juga memakai bahasa daerah.

Sampai mereka sadar ada seseorang yang dibelakang Luhan dan itu adalah Sehun tapi mereka tidak terlalu tahu.

"Luhan Siapa dia?" tanya orang tua Luhan dengan bahasa China, Luhan mulai melangkah mundur dan menggandeng Sehun mensejajarkan dirinya dengan Sehun.

". .Namanya Sehun. .

. .Dia pacarku. ."

.

.

tbc. . .

ahhh mian ini chap pendek amat, , karena saya udah mepet waktunya daripada nganggur di lapie yudah publish aja. . chenmin nggak muncul maafkan diriku sayang .. kalian udah mucul jadi maincast nya di ff lain saya *promosi*.

ahh chap depan baru bisa dilanjutkan 3 tahun. . eh 3 bulan mendatang saya vacum. .bentar. .jadi nggak usah H2C dulu ya. .

balesan review. .*pumpung lagi pengen*

byunpopof : makasihhh. . senengnya bisa bikin orang ngakak.. jangan suka terlalu dibayangin ntar keterusan absurd lho kayak saya hahaha. .gamsahamnida reviewnya XOXO

Imeelia : yes that is Sehun. . gamsahamnida reviewnya XOXO

Vicky98Amalia : sip ini udah dilanjut gamsahamnida reviewnya XOXO

Kopi Luwak : itu Sehun, okey ini lanjutannya gamsahamnida reviewnya XOXO

Oh Hannie : saya belum pernah bayangin loh, itu seasalnya aja soalnya saya suka baekhyun dan rambut ungunya. . gimana kalo panjang aaahhh .. gamsahamnida reviewnya XOXO

ababil : adegan taoris insyaallah menyusul setelah ini kalau yang dulu-dulu kehalang lay. . oke makasih masukannya gamsahamnida reviewnya juga XOXO

Kim Chan Soo : saya juga nggak ngebayangin cuma pengen ngelihat beneran aja wkwkwk. . yups itu Sehun. .gamsahamnida reviewnya XOXO

hwating

Guest : ahh. . kray nya ada . . tunggu nanti saya mau apa lah. . tapi saya tetep kray-ship kok tenang aja kita sehati. .gamsahamnida reviewnya XOXO

baekchannie : neeeh akhirnya apdet juga sekarang. .itu bang Sehun, gamsahamnida reviewnya XOXO

bahasa gado-gado itu tergantung dia ngomong sama siapa. ada yang harus dihormatin dan ada yang harus diakrabin kan? gamsahamnida reviewnya XOXO

rachel suliss : ini udah lanjut, Suho. . tenang aja, bersusah-susah dahulu tenggelem kemudian. .oke ini lanjut gamsahamnida reviewnya XOXO

Ryeolu : yes that sehun. . udah ketemu kok. .ini kelanjutannya . .gamsahamnida reviewnya XOXO

Krease Me : kenapa lay banyak, karena memburu waktu ntar lagi kan gantian. . maaf kalo nggak rata abis inspirasinya kadang cuma datang dari beberapa pair atau orang. .nggak selalu ada ide kan? ntar lagi gantian kalau nggak sesuai porsi itu berarti bukan rejeki. .hahahah

humor nggak selalu membahana, soalnya dibarengi romace menye-menye. .official enggaknya lihat nanti. . nggak selalu harus official kan? soal kristao karena masih kehalang lay jadi belum bisa banyak, semua ada waktunya oke sabar. . adil kan nggak harus sama. .yang penting sesuai porsi aja. gamsahamnida reviewnya XOXO

RaeMii : hhahahah , iya maaf ya dan makasih udah diingetin typosnya. . ya itu Sehun. emang nyesek? . . saya emang suka begitu kalo lagi nyesek suka ketawa sendiri jadi antara nyesek dan gila nggak da beda hahaha. dont try this at home. .

saya suka baekhyun dengan rambut ungu nya, jadi kepikiran deh. . hahahaha

sulay harus pisah? ini demi kebaikan juga. . ini nyesek nggak? gamsahamnida reviewnya XOXO

virnaulisam : makasiiiihhh. . ih jadi tersipu deh .. . gamsahamnida reviewnya XOXO

: nde, suho kau hidupnya kok gitu sih. . lay pegangannya sih lebih percaya kris soalnya lebih lama sama kris, padahal itu bukan jaminan. . ne sehun ikut ke china pengen ketemu kungfu panda, mau samain sama Tao. .

adegan bekun musti disekip kalo nggak bisa bahaya. . ahhhhh makasih idenya aku sampe kepikiran lho itu dan jadinya yang diatas itu ., wkwkwk. maaf kalo nggak memuaskan ..gamsahamnida reviewnya XOXO

blackvoiceheart : kray apa taoris, gimana kalo laythor aja?/buang author/. .ditunggu aja ne gamsahamnida reviewnya XOXO

bybyunsoo : jinjja? poto yang mana? nggak apdet sayanya. . ahh saya suka yang cantik. cantik . .apalagi yang pinter pake eyeliner. . pengenbelajar sumpah. saya juga ngiri sama bebek, mukanya ihhhh cakep cantik jadi satu. . ya it Sehun. .gamsahamnida reviewnya XOXO

AbigailWoo : iya luhan ke china, masa ke rumah saya? itu Sehun yah dia muka kan mirip teroris walau hati bagaikan donal bebek. ./nggak ada yang baek/

jangan dibayangin, saya pengen ngebayangin aja susah. .soalnya dia udah ambigu jadi nggak usah dibayangin, /digampol bebek/

maaf ya humornya nggak selalu ada, , , yah istilahnya untung-untunganlah. . ini tentang kepercayakan soal kray itu. .gamsahamnida reviewnya XOXO

BLUEFIRE0805 : yups itu Sehun alias oh bihun. .maaf kalau nggak apdet soon ya? gamsahamnida reviewnya XOXO.

kyeoptafadila : iya saya juga minta maap kalo ada salah-salah kata. . saya juga nggak luput dari salah, malah banyakan saya salahnya, tulisannya aja banyak saya, , hahaha . mumumumu juga. .gamsahamnida reviewnya XOXO

RnR.