.

.

.

Title:

Genre: Friendship/Family

Rating: T

Summary: 18 tahun sama sekali bukan waktu yang singkat untuk mereka. Ada pertemuan, pendekatan, konflik, koalisi, persahabatan, dan... romansa.

Warnings: Mungkin menurut Anda OOC, menurut saya nggak. Mungkin ada typo yang nyelip. Mungkin...

Disclaimer: Saint Seiya © Kurumada Masami, Saint Seiya: the Lost Canvas © Teshirogi Shiori

.

.

.

XIII. EC - 26

.

.

.

"Benar saja, kau ada di sini."

Sapaannya membuat sahabat karibnya sejak kecil itu mendongak, membuatnya mampu mengidentifikasi jejak air mata yang telah mengering di pipi si pria berkebangsaan Italia tersebut.

"Yo, El Cid." Manigoldo melambai pelan. "Mengunjungi Albafica juga?"

El Cid mengangkat bahunya sedikit. Tidak perlu dijawab—ia yakin jika Manigoldo melihat setangkai rosemary dalam genggamannya, maka pertanyaan tersebut akan langsung terjawab. Ia mendekati murid Sage satu itu, ikut berlutut di hadapan makam dan meletakkan bunga tersebut di samping buket bunga poppy yang sudah terlebih dulu ada di sana.

Lalu, keheningan menyelimuti mereka. Masing-masing sibuk dengan pikiran masing-masing.

Ketika angin kencang membuat jubah mereka berkibar dan menampar belakang kepala mereka, barulah keheningan tersebut terpecah.

"Kau tidak akan berangkat ke medan perang dengan tujuan agar kau bisa mati heroik, 'kan?"

Manigoldo menoleh ke arah sang Capricorn sambil menaikkan sebelah alisnya. "Hah?"

"Kau tahu." El Cid perlahan berdiri, meskipun tidak beranjak dari tempatnya di sisi Manigoldo. "Misi yang diberikan Kyoukou-sama padamu—untuk mengikuti Pegasus Tenma dan kawan-kawannya ke kastil Hades. Kemungkinan besar kau akan berhadapan dengan salah satu dari Dewa Kembar. Kau tidak akan menyerahkan diri di bawah kekuasaan mereka… 'kan?"

"Oi, oi! Kau pikir aku sebodoh apa, sampai-sampai rela melakukan hal semacam itu?" Cancer muda itu ikut-ikutan berdiri dan berkacak pinggang. "Si Pak Tua tidak akan memaafkanku kalau aku sampai melakukannya, tahu."

Kawannya yang berambut hitam model landak itu mengangkat bahu. "Siapa tahu kau ingin cepat-cepat menyusul Albafica."

Butuh waktu dua menit bagi Manigoldo untuk kembali mendapat kekuatan untuk berbicara.

"Jangan bodoh, Cid." Katanya setelah tertawa hambar. "Albafica bisa marah besar padaku kalau kami berdua bertemu di alam sana dan dia tahu kalau aku mati konyol begitu. Kalaupun aku harus mati, aku akan mati setelah bertarung dengan mengerahkan seluruh kekuatanku melawan dua dewa yang dijadikan sasaran dendam kesumat oleh guruku itu."

"Kalau kau berkata begitu…"

Serentak, mereka berdua menoleh ke suatu arah. Sebuah cosmo yang familiar membuat mereka teringat akan misi masing-masing—misi yang diembankan oleh Kyoukou-sama pada mereka. Manigoldo menyeringai lebar seraya berkata,

"Well, sebaiknya aku bergegas. Kau juga bersiap-siaplah, Cid."

Sang Capricorn mengangguk pelan. Ia melihat sahabat karibnya itu melirik makam Albafica sejenak, seperti berpamitan, untuk kemudian membalikkan badan dan mulai berjalan menjauh. Namun, baru beberapa langkah ia berjalan dan langkahnya sudah terhenti lagi.

"El Cid."

"Apa?"

"Kutunggu kau di Elysion. Tapi, tidak usah buru-buru ke sana, oke?"

El Cid tertegun. Kalimat itu… apakah ternyata Manigoldo tidak yakin dengan kemampuannya untuk bertahan hidup dalam pertempuran melawan para dewa, atau hanya sekedar candaan yang didasarkan pada firasat? Apapun itu, sang Cancer telah melesat pergi dengan kecepatan cahaya, tidak menyempatkan dirinya untuk melihat ke belakang lagi ataupun sekedar menunggu jawaban dari kawannya itu.

.

.

.

Bersambung...

.

.

.

Yak, menggalaulah kalian karena Lost Canvas memang ditakdirkan untuk memiliki alur kisah galau... hiks

aicchan: Kayaknya Maman nggak bakalan menggila lagi di sisa-sisa fic ini orz proses jadian mereka sengaja kuskip karena... daku tak sanggup oh sungguh tak sanggup menulis Maman ngomong romantis ke Aal! *mewek* Kalau soal misi, cuma disebutin sekilas, 'sih. Ingat Sasha bilang kalau Aal marah karena dipasangin sama Maman di sebuah misi? Nah, itu. Eh, demi apa dia yang ngisi suara Ryuunosuke juga? *baru nyadar* Kok drastis banget, yak, perpindahan karakternya... *geleng-geleng*

black roses 00: Kurang lebih begitu... lol aih si akang manis banget sih, protektif ke si eneng gitu X3

Cherry-Sakura05: Nggak bisa kawin karena keburu mati... TAT

Yak, silahkan galau menunggu kelanjutannya. Doakan saja ide saya lancar mengalir + hunting referensi saya mulus. Sumpah, menulis chapter berikutnya dengan minimnya informasi tentang dunia SS yang disimpan dalam bahasa Inggris atau bahasa yang saya mengerti itu membuat frustasi *cakar Kurumada*

Akhir kata... review?