CHAPTER 12

REUNI

Sepuluh Tahun Setelah Hari Kelulusan

Hari Minggu, disore hari yang cerah itu, sebuah pesan masuk ke grup chat Line 3E Talk. Chat singkat yang dikirim oleh Okajima tersebut, membuat grup chat yang sudah beberapa hari sepi itu menjadi ramai kembali.

.

Okajima : Teman-teman... Ayo Reuni...

Kurahashi : Mau.. Mauuu... Ayo...!

Hara : Ah.. Boleh juga idemu itu..

Kataoka : Hmm.. Ini harus dibicarakan dengan matang.. Semuanya kan sudah makin sibuk dengan pekerjaan masing-masing sekarang..

Isogai : Boleh saja, Okajima. Kebetulan tahun ini tepat 10 tahun kita lulus dari kelas 3E kan? Kamu sebagai pemilik ide apakah ada masukan?

Okajima : Tentu saja ada. Kalau tidak, buat apa aku mengajak..

Kataoka : Oke, katakan idemu itu..

Okajima : Semuanya, lihatlah ke kelender.. Hari Jumat tanggal 15 bulan depan, ada hari libur nasional. Tanggal 16 nya hari Sabtu, kalian yang pegawai pasti libur kan? Dan disambung hari minggu, jadi ada tiga hari lowong untuk liburan.

Maehara : Ah, long weekend itu ya.. Boleh juga hari itu..

Isogai : Hmm... Aku mengerti... Lalu, mau bagaimana kosep acaranya?

Okajima : Sebenarnya aku ingin mengajak liburan ke pulau selatan seperti ketika liburan di kelas 3E dulu..

Hara : Ahh, kalau itu pasti mahal...

Karma : Hmm.. Teman-teman.. Kebetulan sekali.. Aku ada kabar bagus..

Karma : Salah satu istri rekan kerjaku memiliki sebuah biro tur dan travel. Dan mereka memiliki paket hemat spesial untuk untuk menginap 3 hari dua malam di sebuah homestay yang ada di Okinawa, pada long weekend tersebut.

Karma : Coba kalian buka link ini (Link Promo)

Maehara : Ohhh.. Ini.. Cukup Murah!

Hara : Serius? Okinawa? Lumayan juga harganya...

Isogai : Hee.. Boleh juga.. Tapi... Apakah semuanya bisa? Teman-teman.. Tolong absen ya. siapa saja yang kira-kira bisa.. Aku sendiri, bisa.

Kataoka : Bisa..

Mehara : Bisa!

Karma : Bisa sekali..

Okajima : Hadir!

Kurahashi : Aku bisaaa!

Hara : Oke, aku ikut..

Itona : Ikut.. Kapanpun aku siap.

Muramatsu : Aku juga siap.

Yoshida : Siaaaap.

Ritsu : Selalu siap!

Kimura : Oke aku bisa.. tapi, Chiba dan Nakamura bagaimana ya?

Yada : Aku ikut.. Chiba dan Nakamura bukannya akan pulang bulan depan ya?

Fuwa : Ikutt.. Tapi tanggal mereka pulang belum pasti sepertinya..

Hayami : Aku ikut.. Kalau tidak ada halangan, mereka akan pulang tanggal 5 bulan depan..

Fuwa : Ohoho... Syukurlah kalau begitu..

Kirara : Hadir..

Takebayashi : Untung aku juga libur saat itu. Hadir.

Mimura : Siap kapan saja..

Terasaka : Yooo.. Ikut!

Kayano : Oke. Jadwal cuti sudah kutetapkan dari sekarang.. Ikuut _

Kanzaki : Tanggal 15-17 ya? Baiklah, aku akan mengambil jatah cutiku juga. Aku ikut..

Sugino : Aku juga ikutt!

Nagisa : Hadir! ^^

Sugaya : Ohhh.. Siap hadir!

Okuda : Aku ikut... ^^

Hinata : Hadir..!

Isogai : Oke, semua selain Chiba dan Nakamura bisa hadir.. Sekarang kita tunggu dulu mereka berdua ya..

.

Beberapa menit kemudian, Chiba dan Nakamura membalas chat tersebut.

.

Chiba : Apa kabar teman-teman.. Maaf baru membalas.. Mengenai ikut atau tidaknya.. Peluangku 50:50.

Nakamura : Halo semuanya! Aku juga begitu.. Masih belum pasti..

Kataoka : Aduh.. Kalau begitu, kita harus mencari tanggal lain..

Chiba : Kataoka san, tidak perlu repot-repot. Aku dan Nakamura sudah berdiskusi singkat tadi. Kalian tetaplah adakan acara itu. Dengan atau tanpa kami..

Nakamura : Betul sekali. Keputusan mayoritaslah yang harus dipakai disini. Tapi, aku dan Chiba sepakat tetap akan membayar iurannya.

Isogai : Apa kalian yakin?

Yada : Kita masih bisa mencari hari lain.. Bagaimana teman-teman?

Nagisa : A.. Iya, cari hari lain saja..

Nakamura : Tidak perlu teman-teman.. Serius. Lagipula kan kemungkinan kami masih 50:50. Kalian doakan saja agar kami bisa ikut, atau paling tidak menyusul..

Chiba : Tepat sekali.. Semua setuju ya?

Kurahashi : Aaaaa... Semoga kalian bisa ikut ya..

Terasaka : Kita masih bisa mencari hari lain lho.. Kalian yakin?

Chiba : Serius.. Kami berdua bisa mengusahakannya nanti.. Tolong percaya pada kami.. ^^

Nakamura : Oke? Semua setuju ya?

.

Semua akhirnya setuju dengan keputusan tersebut.

.


.

Beberapa saat kemudian, Sebuah pesan LINE dari Hayami masuk ke Smartphone Chiba. Lelaki berponi yang hari ini sedang menikmati hari minggu paginya itu, segera membalasnya dengan cepat.

.

Hayami : Bisakah kamu online Skype? Ada yang mau aku bicarakan..

Chiba : Bisaa.. Sebentar ya..

.

Chiba pun segera menyalakan laptopnya, sedikit merapikan rambutnya, dan kemudian login ke akun Skypenya.

.

"Halo.. Rin.. Apa kabar?" kata Chiba yang sudah beberapa minggu ini tidak menghubungi Hayami dengan skype.

"Baik... Disitu masih pukul 9 pagi ya?"

"Iya, benar sekali.. Di Jepang sekarang jam 5 sore ya.. Apa saja kegiatanmu hari minggu begini, Rin?"

"Aku Cuma malas-malasan di apartemanku.. Dan tentu saja, bermain dengan si gendut ini.." kata Hayami sambil menggendong Chibi, kucing kesayangannya yang makin gemuk itu.

"Wowowo.. Dia makin gemuk saja... Ngomong-ngomong, dia masih ingat denganku tidak ya.."

"Ahahaha.. Harusnya sih masih ingat.."

"Oh ya Rin.. Apa yang mau kamu bicarakan?"

"Itu.. Mengenai kepulanganmu.."

"Ah.. Maaf mengenai itu. Tanggal 5 ternyata aku masih ada acara. Nakamura juga.."

"Sayang sekali kalau sampai kalian tidak bisa ikut reuni itu." Hayami tampak sedih.

"Yah, mau bagaimana lagi Rin. Aku yakin makin susah lagi mengumpulkan teman-teman kalau harus mundur hari lagi.. Tapi kami berdua akan mengusahakannya kok.."

"Benarkah?"

"Aku usahakan secara maksimal.. Tapi.."

"Tapi apa Ryuu?"

"Kalau semisal hal buruknya, kami tidak bisa ikut.. Kamu harus tetap ikut reuni itu, Rin.."

"Tentu saja.. Aku pasti ikut.. Kenapa harus mengingatkanku?"

"Yah, siapa tahu kalau aku tidak ikut, kamu tidak bersemangat ikut.."

"Percaya diri sekali.. Tanpa dirimu aku tetap bersemangat kok!"

"Oh, aku salah ya"

"Salah besar!"

"Ahahahaha.. Aku terlalu percaya diri.." Chiba tertawa

"Kamu ini.. Ahaha.." Hayami juga ikut tertawa.

"Oh ya Rin.."

"Apa?"

"Kamu makin cantik saja. Habis ke salon ya?"

"A...Apa? Bagaimana bisa tahu?"

"Rambutmu kan biasanya sedikit mengembang. Sekarang terlihat lurus sekali.."

"I.. Iya, betul aku habis ke salon semalam.. Aneh ya?"

"Tidak. Kamu makin cantik dan dewasa.."

"Tidak usah memuji..!"

"Aku tidak memuji. Itu pendapat secara nyata kok!"

"Berusaha merayu ya!?"

"Iya!"

"Hah... Ganti topik saja..."

"Oke.. Ganti topik ya.. Bagaimana pekerjaanmu?"

.

Hayami terdiam sejenak.

.

"Rin.." panggil Chiba kembali.

"Ah, maaf aku tiba-tiba melamun.."

"Apa... Masih ada masalah ya di pekerjaanmu?"

"Banyak.."

"Ceritalah Rin. Hari ini aku sedang menganggur kok.."

"Ceritanya panjang. Yakin mau dengar?"

"Tentu saja.. Ceritalah.."

"Oke.."

.

Hayami pun menceritakan berbagai masalah di lingkungan kerjanya sebagai seorang staff di bagian penyiaran televisi itu selama ini. Sebenarnya, Hayami tidak ada masalah dengan apa yang harus ia kerjakan. Masalah yang ia hadapi lebih pada dengan siapa ia bekerja. Banyak rekan kerjanya yang tidak cocok dengan dirinya yang terbiasa profesional dan bergerak cepat itu.

.

"Hmm.. Susah juga ya masalahmu.."

"Yah.. Begitulah.. Susahnya bekerja kalau rekan kerja tidak bisa mengimbangi..."

"Mungkin, kamu harus mengecek buku panduan dari koro sensei itu.. Aku yakin ada banyak saran untuk dirimu.."

"Ah iya, buku itu.."

"K.. kamu tidak menghilangkannya kan?" tanya Chiba dengan gelisah.

"Tidak. Buku itu masih kusimpan rapi di rak."

"Syukurlah.. Bacalah.. Aku saja sampai susah-susah membawanya kesini kok.. Banyak sekali saran bergunadari beliau.."

"Oke.. Terimakasih sudah mengingatkanku.."

"Sama-sama, Sayang.." goda Chiba.

"K..Kenapa kamu memanggil begitu lagi..?" muka Hayami memerah.

"Tidak apa-apa kan?"

"Huh..!"

"Ahahaha..." Chiba tertawa lagi.

"Yasudah, aku mau mandi dulu.. Sudah jam 19.00 disini.."

"Oke. Aku juga mau keluar mencari makan siang.. Sampai nanti ya Rin.."

"Iya.. Sampai nanti.. Sayang.." kali ini giliran Hayami menggoda Chiba.

"..." muka Chiba yang memerah karena digoda oleh kekasihnya itu. Hayami tersenyum jahil karena pembalasannya tersebut berhasil.

.

Mereka berdua menyudahi obrolannya di Skype tersebut. Chiba kemudian pergi keluar untuk mencari makan siang dengan beberapa teman asramanya, sedangkan Hayami menyempatkan diri bermain dengan kucingnya itu sebelum dirinya mandi.

.

"Chibi.. Apakah kamu merindukan Ryuu?"

"Meoong.. " kucingnya itu tampaknya merindukannya. Dari tadi, ketika sedang mengobrol di skype, kucing itu terus memegang layar laptop Hayami yang sedang menampilkan wajah Chiba itu.

"Aku juga rindu.. Sangat rindu.. Semoga ia bisa segera pulang ya?" ekspresi wajah Hayami berubah menjadi sedih. Dalam hati kecilnya, ia sangat berharap Chiba dapat segera pulang dan mengikuti acara reuni tersebut bersama dirinya dan kawan-kawannya.

.

Bulan Ini, mungkin adalah bulan yang sangat membahgiakan bagi sang Tsundere Sniper. Kekasihnya, sang 'Tokoh Utama Game Eroge' telah berhasil menyelesaikan pendidikan profesi arsitekturnya di London itu. Hanya saja, selama dua bulan ini Chiba belum bisa pulang karena masih diandalkan di salah satu biro arsitektur tempatnya magang di kota itu. Ia masih harus menyelesaikan sebuah proyek yang hanya bisa dipercayakan pada tangan dinginnya itu, dan Chiba sampai diberi bayaran dua kali lipat agar dirinya tidak pulang ke jepang dulu. Nakamura pun juga telah lulus dari jenjang S2 nya, namun juga masih belum bisa pulang karena harus mengurus berbagai macam hal di kampusnya.

.


.

Beberapa hari kemudian, Isogai dan Kataoka mengadakan rapat kecil untuk membahas reuni tersebut. Beberapa siswa eks Kelas 3E yang sore itu memiliki waktu luang, datang ke kafe kecil milik Isogai yang baru ia buka selama tiga bulan ini. Yang bisa datang sore ini adalah Karma, Okajima, Maehara, Kataoka, Hara, Kurahashi, dan Hayami.

.

"Ooooooh.. Selamat datang semuanya.. Maaf ya tempat ini masih sedikit berantakan.." kata Isogai yang masih sibuk menata gelas-gelas dan beberapa piring di rak penyimpanan pecah belahnya itu.

"Ah.. Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk datang ya teman-teman.." kata Kataoka yang sedang membantu isogai membereskan kafenya itu.

"Hee.. Sedang bantu-bantu Isogai ya, Kataoka... Duo ketua kelas kita ini memang kompak ya.." goda Maehara.

"Aku rasa ada benih-benih cinta diantara mereka.." goda Karma dengan ekspresi yang santai.

"Ehehehe... Aku abadikan dulu ah.." Hara memotret Isogai dan Kataoka yang sedang berduaan itu."

"Isogai, selamat ya atas pembukaan kafenya.." Kata Hayami sambil tersnyum.

"Ah.. kalian itu tidak ada bosan-bosannya membuat gosip.." keluh Kataoka dengan muka yang memerah.

"Ahahaha... kalian semua masih belum berubah.. Tapi itu justru bagus.. Oh ya, terimakasih, Hayami..." Isogai juga sedikit memerah mukanya karena candaan dari Karma itu. Siapapun juga tahu kalau duo ketua kelas ini sekarang sudah menjadi lebih dari sepasang sahabat.

"Hmm, yang datang Cuma kita saja kan? Bagaimana kalau segera kita mulai rapatnya?" usul Okajima.

"Oke.. mari kita mulai.." kata Isogai sambil mulai menyiapkan minuman untuk teman-temannya itu.

.

Ditemani dengan cappucino yang kental dan beberapa snack yang renyah, mereka berdelapan membahas berbagai macam hal untuk mempersiapkan acara reuni itu.

.

"Jadi, aku kemarin sudah melakukan negosiasi harga dengan biro travel milik istri rekan kerjaku itu.. Karena jumlah kita dihitung 30 orang, maka harga yang ditawarkan bisa jadi lebih murah.." Karma menjelaskan dengan detail.

"Jadi berapa harganya karma kun?" tanya Hara.

"Hmm, satu orang dikenai biaya 15.000 yen.. Sudah termasuk tiket pesawat pulang pergi dari tokyo, makan pagi selama dua hari, dan akses penuh ke atraksi permainan air yang ada di pantai..."

"Hmm.. Itu cukup terjangkau.. Tapi untuk makan siang dan malam nya belum termasuk ya?" tanya Hara lagi.

"Kalau masalah makan siang dan malam, disana ada ada banyak sekali rumah makan dengan harga yang terjangkau, Hara san. Karena memang di kawasan homestay itu adalah area untuk para backpacker.. Dan satu lagi, ada dapur juga kalau kalian mau memasak atau membuat barbeque.."

"Huwaaa. Barbeque sepertinya enak juga.. Apalagi ada Hara dan Muramatsu.." Goda Kurahashi.

"Ah.. Aku kangen masakan kalian berdua.." Okajima membayangkan masakan kare yang diracik oleh Hara dan Muramatsu saat mereka semua masih ada di bangku kelas 3E dulu.

"Hmm.. Aku tidak masalah sih.. Tapi coba aku hubungi Muramatsu dulu ya, dia mau jadi seksi memasak atau tidak.." Hara pun mengeluarkan smartphonenya dan menghubungi rival memasaknya itu.

"Oh ya Karma.. lalu apa saja atraksi atau permainan yang ada disana?" Tanya okajima penasaran.

"Hoo.. banyak sekali.. Seperti banana boat, jetski, paralayang, snorkling, diving.. Semacam itulah.. Dan yang paling menarik menurutku.. Ada arena airsoftgun juga.."

"Airsoftgun?" Hayami tempak tertarik.

"Iya, Hayami san.. Ada sebuah bukit kecil di pinggir pantai itu. Dan disana ada sebuah arena airsoftgun yang cukup lengkap. Kalau mau bermain disana.. Nanti bisa aku negokan lagi.."

"Hmm.. pasti menarik.." Muka Hayami berbinar-binar membayangkan pertandingan airsoft yang seru dengan teman-teman kelas 3E nya.

"Mau mengadakan pertandingan ulang saat civil war dulu ya? itu pasti menyenangkan.." tambah Maehara.

"Hmm.. Boleh juga.. Jadi kita masukkan dalam list acara?" tanya Kataoka

"Setuju.." semuanya tampak setuju.

"Ritsu, tolong catat hasil rapat ini ya.." kata Isogai pada Ritsu di smartphonenya.

"Siap.." Ritsu mencatat hasil rapat itu secara detail dan sistematis.

"A.. satu hal lagi teman-teman... Muramatsu setuju dengan acara barbeque itu.. Tambahkan acara itu dalam list ya Ritsu.." kata hara dengan ceria.

"Oke Hara san.."

"Horee... Aku tidak sabar menati acara ini.." Kurahashi terlihat sangat ceria.

"Oh iya karma kun.. Untuk masalah pembayaran paket wisata itu, mau dikumpulkan ke siapa?" tanya Hayami.

"Hmm, ke aku saja tidak apa-apa.. Karena aku yang akan mengurus urusan travelnya. Ritsu, catat itu ya. dan ini nomor rekeningku.." Karma menginput nomor rekeningnya dari dalam smartphonenya.

"Siap!"

"Ah, teman-teman.. Apakah Karasuma sensei dan Bitch sensei akan diajak?" tanya Kurahashi.

"Tentu saja diajak.. Aku sudah menghubungi mereka Kemarin. Namun jadwal keduanya belum pasti.. jadi keputusan mereka belakangan." Kata Isogai.

"Ah.. semoga saja mereka bisa datang ya.. Aku kangen dengan mereka berdua.." keluh Kurahashi.

"Hmm.. Kurahashi kangen dengan cinta pertamanya.. Ahahah.." goda Maehara.

"Ehehe, begitulah.." Kurahashi tersenyum malu.

"Ah iya... Satu lagi teman-teman.. Kita akan pergi tanggal 15-17. Dan pada tanggal segitu biasanya kita mengadakan kerja bakti di kelas 3E kan? Jadi kerja baktinya mau diundur atau diajukan?" tanya Hayami lagi.

"Ah benar juga kata Hayami.. Mungkin kita ajukan saja? Sekalian kita bisa makin mematangkan rencana reuni kita itu, sebelum hari H.." tanya Okajima.

"Iya, sebaiknya diajukan.." kata Kurahashi.

"Oke... Kalau begitu dimajukan hari Sabtu satu minggu sebelumnya saja.. Semua setuju ya..?" tanya Isogai

"Setuju...!"

.

Rapat reuni malam itu berjalan dengan cukup mulus. Para siswa eks kelas 3E tersebut memang selalu terbiasa untuk mengambil keputusan dengan cepat dan efektif. Hasil rapat itu kemudian dirangkum oleh Ritsu, dan dibagikan di grup Line pada semuanya.

.


.

Tepat dua minggu sebelum acara reuni siswa Eks kelas 3E itu dilaksanakan, Chiba dan Nakamura sore itu mengirimkan chat ke Grup Line 3E Talk, untuk mengkonfirmasi keikutsertaan mereka dalam acara itu.

.

Nakamura : Teman-teman.. Kami bisa ikut acara reuni itu.. (Emot tertawa)

Isogai : Oh.. syukurlah kalau begitu.. Kalian pulang tanggal berapa?

Nakamura : Masalahnya itu.. Kami baru bisa berangkat dari London satu hari sebelum reuni itu. Dan jelas kami tidak akan sempat pulang ke Tokyo terlebih dahulu..

Karma : Ah begitu.. Jadi kalian mau langsung menuju Okinawa?

Nakamura : Iya. Tepat sekali.. Kami berdua akan langsung berangkat ke Okinawa..

Maehara : Hee.. Tapi.. Barang bawaan kalian banyak sekali kan? Apa tidak apa-apa?

Chiba : Itulah gunanya kalian semua, teman-teman.. Bantu kami membawa barang-barang kami ya.. Toh koperku juga jadi penuh karena oleh-oleh untuk kalian..

Maehara : Ahahahaha.. Baiklah Chiba.. Wah,, oleh-oleh? Terimakasih ya!

Karma : Lalu, apakah kalian sudah dapat tiket pesawat untuk ke Okinawa?

Chiba : Sudah.. Hanya saja, kami baru bisa sampai di sana pukul 3 sore pada hari jumat itu.. Kalau tidak ada penundaan atau apapun sih..

Isogai : Ah, tidak apa-apa. Kita yang dari tokyo juga baru sampai sana pukul 9 pagi kok.. Lebih baik terlambat daripada tidak ikut sama sekali..

Kataoka : Terimakasih sudah mengusahakan untuk datang ya kalian berdua... Kalau begini acara reuni ini bisa dihadiri oleh semuanya...

Nakamura : Ohoho, tentu saja Megu chan.. Kalau sampai kami tidak bisa datang, semuanya pasti sedih kan? Apalagi... Rinka Chan... (emot iblis)

Karma : Ah iya, Nakamura, jangan macam-macam dengan Chiba ya, kalau tidak mau kepalamu benjol terkena peluru dari senapannya Hayami san.. (Emot iblis)

Nakamura : Ohohohoho tenang saja Karma... Aku pastikan Rinka menerima 'paket' nya dengan aman..

Hayami : (Emot muka datar)

Nakamura : Oh ya teman-teman, Karasuma sensei dan Irina sensei bagaimana? Bisakah mereka datang?

Kataoka : Bisa, tapi Cuma mampir saja. Mereka rencananya mau datang pada malam minggunya, saat acara Barbeque..

Nakamura : Ah, bagus... Aku kangen dengan mereka berdua... hihihi...

Chiba : Oke.. Kalau begitu sampai jumpa dua minggu lagi ya...

Isogai : Ya..! tentu saja..!

Maehara : Semoga perjalanan kalian lancar ya, Chiba, Nakamura..

Chiba : Yo. Terimakasih..

Nakamura : Terimakasih ya.. (emot senyum)

Okajima : Chiba.. Aku dapat oleh-oleh juga kan?

Chiba : Tidak.

Okajima : Ah.. Jahat sekali.. Kalau begitu nakamura.. Apa ada oleh-oleh untukku?

Nakamura : No.

Okajima : (Emot sedih)

.


Hari Jumat


.

Tempat : Bandara Naha, Okinawa

Waktu : Pukul 10.15

.

Waktu berlalu dengan sangat cepat. Akhirnya, hari dilangsungkannya acara liburan berlebel reuni tersebut datang juga. Semua siswa eks kelas 3E, kecuali Chiba dan Nakamura berangkat dari bandara Haneda pada Hari Jumat, pukul 06.10 pagi. Sementara itu, Nakamura dan Chiba saat ini masih dalam penerbangan mereka, dan akan transit sebentar di Seoul. Karasuma sensei dan Bitch sensei pun juga berjanji akan datang, namun tidak bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang ada. Rencananya mereka berdua akan datang pada Hari sabtu malam, saat acara Barbeque.

.

Pesawat yang ditumpangi oleh siswa-siswi eks kelas 3E itu akhirnya telah mendarat di bandara Naha, Okinawa. Begitu semuanya turun dari pesawat, mereka langsung disambut oleh angin lembut awal musim panas yang sangat menyegarkan. Wajah para remaja yang mulai beranjak dewasa itu tampak sangat bahagia dan rileks, karena sejenak mereka bisa kabur dari rutinitas harian mereka yang melelahkan.

.

"Gadis-gadis berbikini... Aku datang!" Okajima tampak paling bersemangat memandang hamparan biru laut yang terbentang di depannya itu.

"Oke.. Waktunya berburu..!" Maehara juga tidak mau kalah dengan okajima.

.

"BUAK!" Sebuah tendangan mendarat di kepala Maehara.

.

"Masih mau bermain-main?!" bentak orang yang mengirimkan tendangan itu, yaitu Okano yang merupakan kekasih Maehara itu.

"Aaaa.. M...Maaf Okano... ahahahaha.." Kata Maehara yang hidungnya mulai mengeluarkan darah itu.

.

Semuanya hanya bisa tertawa geli melihat tingkah laku mereka yang sama sekali belum berubah itu.

.


.

Tempat : Homestay

Waktu : Pukul 11.05

.

"OH.. INI.. SEMPURNAAA!" Seru Okajima.

"Huwaaaaaa... Tempatnya nyaman sekali..!" Kayano tidak kalah berseru.

"Karma.. Pilihanmu ini tepat sekali..." Kata Nagisa dengan kagum.

"Ehehe.. pilihanku tepat kan, Nagisa?" Karma tersenyum jahil.

.

Rombongan kelas 3E itu sampai di homestay yang telah mereka sewa itu. Bangunan homestay itu terletak di lokasi yang sangat indah, dengan pemandangan di bagian belakangnya yang langsung menghadap ke pantai yang berpasir putih nan lembut. Selain itu, arsitektur bangun homestay itu juga cukup indah, sederhana namun sangat nyaman. Siswa-Siswi eks kelas 3E itu tampak kagum dan tersenyum dengan lebar, karena berkesempatan untuk menghabiskan waktu liburannya di tempat yang menyenangkan ini.

.

"Oke, teman-teman. Sekarang kita melakukan pembagian kamar dulu, lalu kita taruh semua barang-barang di kamar masing-masing.." perintah Isogai.

.

Homestay itu memiliki 16 kamar, yang masing-masing dapat digunakan oleh dua orang. Semuanya kemudian mencari pasangan masing-masing untuk dijadikan teman sekamar. Namun, walaupun sudah resmi menjadi pasangan kekasih, maehara tetap memilih satu kamar bersama Isogai. Tentu saja ia tidak enak pada teman-teman yang lain kalau memilih sekamar dengan Okano.

Setelah selesai menata barang bawaan di kamar masing-masing, semuanya kemudian berkumpul di ruang aula tengah. Isogai sebagai ketua kelas kemudian membuka acara reuni tersebut secara formalitas.

.

"Baiklah teman-teman. Syukurlah kita sudah sampai disini dengan selamat. Terimakasih pada kalian semua yang sudah meluangkan waktunya untuk bisa mensukseskan acara reuni ini... Dan ingat pokoknya jangan berbuat yang aneh-aneh dan mengganggu orang lain ya.. Dimanapun kita berada, tata krama kita harus tetap dijaga.. Dan.. Dengan ini Reuni Kelas 3E yang pertama.. Dimulai!"

"OOOOHHHHHHHHHHHH!" semuanya tampak sangat bersemangat.

"Heee.. pak ketua kelas memang pas ya diserahi tugas seperti ini.." goda Maehara.

"Betul... Jiwa ketua sudah mendarah daging padanya.." puji Kurahashi.

"Tapi, jangan lupa juga pada jasa Karma yang sudah mendapatkan tempat yang indah ini ya.. Bagaimana kalu mulai sekarang Karma dijadikan seksi Pariwisata kelas 3E?" kata Okajima.

"Boleh juga. Mau bayar berapa?" goda Karma dengan kalem.

.


.

Tempat : Rumah Makan Dekat Homestay

Waktu : Pukul 12.00

Setelah beres dengan urusan pembagian kamar, Semuanya kemudian menuju ke rumah makan terdekat untuk makan siang. Saat itu matahari tepat berada di titik tertingginya. Semuanya makan dengan lahap karena acara setelah ini akan sangat menguras tenaga mereka, yaitu Bermain Airsoftgun. Bukan siswa kelas 3E namanya kalau belum memegang senjata dan saling tembak-menembak. Lagipula, Karma sengaja menaruh acara tembak-menembak itu diawal, supaya hari berikutnya, semua dapat fokus bermain di pantai.

Fuwa, Hayami, Hara, Yada, dan Kurahashi yang duduk di satu meja, saling menggosip dengan seru.

.

"Rinka, dari tadi tampak gelisah sendiri.. Ada apa?" tanya Yada

"Hmm.. Sepertinya Rinka sudah tidak sabar bertemu dengan pujaan hatinya.." goda Hara.

"Aaaaaa... Sudah dua tahun tidak bertemu.. Dan sekarang waktu kepulangannya bisa bersamaan dengan acara reuni yang menyenangkan ini... Beruntung sekali kamu Rinka chan.." kata Kurahashi.

"Ohohoho... Mukamu memerah Rin.." kata Fuwa sambil tertawa.

"A.. Apa.. Aku tidak memikirkannya kok..!" sifat tsundere Hayami masih sedikit tersisa.

"Yakin? Itu mukamu makin memerah.. Ahahahah..." kata Yada.

"..." Hayami hanya terdiam malu, karena memang ia sudah tidak sabar menanti kedatangan kekasihnya itu.

"Oh iya, Chiba dan Nakamura sekarang sudah sampai mana ya?" tanya Kurahashi

"Hm, kalau seharusnya mereka sudah transit di Seoul.." kata Hara sambil menghabiskan posri kedua makanannya.

"Semoga perjalanannya lancar.." kata Yada

"Iya.. semoga tidak ada delay ya.." kata Fuwa.

"I.. iya, Semoga.." Hayami tampak sedikit cemas.

.

Tiba-tiba sebuah pesan LINE masuk ke handphone Hayami. Pesan itu datang dari Chiba.

.

Chiba : Rin.. Maaf..

Hayami : A.. Ada apa? Kamu sudah transit?

Chiba : Iya, kami baru saja mendarat di Seoul. Tapi. Penerbangan ke Okinawa ada delay..

Hayami : Ah.. Begitu ya..

Chiba : Jadi, mungkin kami nanti sampai sana cukup sore.. Maaf ya..

Hayami : Yasudah.. Tidak apa-apa.. Kamu bisa beristirahat kan di dalam pesawat semalam?

Chiba : Bisa tidur dimana saja itu salah satu kelebihanku, Rin.. Nyenyak kok...

Hayami : Syukurlah kalau begitu.. Hati-hati di perjalanan ya..

Chiba : Oke.. kalian habis ini mau bermain perang-perangan kan?

Hayami : I.. iya..

Chiba : Selamat bersenang-senang rin. Sampai jumpa nanti ya..

Hayami : Iya, Ryuu..

.

"Hahh.. " Hayami menghela nafasnya sambil mengakhiri obrolan di LINE nya.

"Ada apa Rinka? Tanya Yada

"Baru saja dibicarakan. Penerbangan Chiba dan Nakamura mengalami delay.." kata Hayami dengan kecewa.

"Hee? Aduh.. Sayang sekali.." keluh Hara

"Sabar ya Rinka chan... Yang penting hari ini bertemu kan.." hibur Yada

"I.. iya, tidak apa-apa kok.. Aku tidak mengkhawatrikannya.." kata Hayami dengan style tsunderenya

"Hihihi... Masih tetap tsundere..." Fuwa tersenyum geli.

.


.

Tempat : Arena Airsoftgun

Waktu : Pukul 13.00

.

Rombongan kelas 3E itu telah sampai di arena airsoft yang terletak di sebuah bukit kecil di pinggir pantai itu. Penjaga arena itu sudah siap menyambut mereka, dan mempersilahkan semuanya untuk memilih seragam dan senjata yang digunakan untuk bermain. Masing-masing memilih senjata kesukaanya yang akan digunakan untuk bermain.

.

"Eh karma, tidak ada pisau ya?" tanya Maehara.

"Tidak ada lah, kalau dalam olahraga airsoft tidak ada 'pedang-pedangan'nya.." jawab Karma.

"Aduh.. Aku tidak yakin bisa melawan kalian kalau harus pakai senjata jarak jauh.." keluh Maehara

"Aku juga.." keluh Okano

"Ahaha... Santai saja. Ini kan hanya main-main.. Lagipula kalau soal baku tembak aku juga masih kalah dengan mereka berdua.." kata Karma sambil menunjuk Kanzaki yang sedang mempersiapkan dua SMG MP5 nya, dan Hayami yang Sedang mengatur scope pada assault rifle SCAR-H nya.

"Ah iya benar juga... Yasudah lah aku nikmati saja permainan ini.." kata maehara sambil tersenyum kecut.

"Karma, mau dibagi berdasar apa tim nya?" tanya Isogai pada Karma.

"Hmm.. Mau dibagi sesuai tim merah dan biru yang dulu?"

"Oh.. Boleh... Kalau begitu kamu ketua tim merah ya.. Karma.."

"Oke.. Kamu ketua tim biru.. Isogai.. Semuanya setuju dengan pembagian tim ini kan?"

"Setujuuuu!"

.

Tim biru yang diketuai oleh isogai beranggotakan Kataoka, Maehara, Nagisa, Kayano, Sugino, Takebayashi, Okuda, Hara, Fuwa, Yada, Kanzaki, dan Kurahashi. Sedangkan Tim merah yang diketuai Karma beranggotakan Okajima, Okano, Kimura, Sugaya, Terasaka, Kirara, Hayami, Mimura, Muramatsu, Yoshida, dan Itona.

.


.

Kedua tim sudah masuk ke arena, dan sudah berada di posisi masing masing.

.

"PRIIIITTTTTTTTTTTT!" Peluit tanda pertandingan dimulai pun dibunyikan wasit.

.

Seketika itu, medan perang airsoftgun itu menjadi ramai. Dua puluh lima mantan pembunuh yang berkemampuan tinggi itu saling 'bunuh' satu sama lain dengan sengit. Penjaga arena airsoft itu hanya bisa terdiam dan menonton pertandingan itu dengan fokus, karena mereka bagaikan menonton adegan film action secara live.

.

Kali ini keadaannya sedikit berbeda dari 'Civil War' ketika di kelas 3E dulu. Tim merah yang harus bertanding tanpa Chiba dan Nakamura agak kewalahan karena kekurangan orang. Selain itu, di tim biru diperkuat Kanzaki yang tampak makin mahir bertempur berkat kebiasaanya bermain game online itu.

.

Namun tim merah masih memiliki Hayami dan Karma, prajurit yang cukup handal untuk pertempuran semacam ini. dengan koordinasi dari karma dan kekompakan anggota-anggotanya, membuat pertandingan kali ini berjalan dengan seru dan menegangkan.

.

Arah pertandingan memang tidak dapat ditebak. Setelah bermain selama beberapa jam, tepatnya 3 babak, Tim biru berhasil memperoleh kemenangan sebanyak 2 kali, berkat kolaborasi dari Kanzaki dan Nagisa yang cukup gesit itu. Sementara itu, berkat Hayami, tim mereh berhasil memenangkan pertandingan sebanyak 1 kali. Kini di babak ke 4, tim merah akan mengerahkan segala kemampuan mereka agar bisa menyamai skor yang diperoleh oleh tim biru. Karma dan Hyaami menjadi ujung tombak tim merah, untuk mencegat Nagisa dan Kanzaki yang merupakan ujung tombak tim biru itu.

.

Babak ke 4 berangsung dengan sangat seru. Dua kubu bertempur bertempur dengan kekuatan ynag sama. Sampai akhirnya, di arena hanya tersisa Hayami dan Karma, melawan Nagisa dan Kanzaki. Ngisa berhadapan dengan akrma, dan Hayami berhadapan dengan Kanzaki.

.

Pertempuran yang sengat sengit terjadi di arena itu. Dua assassin terbaik melawan dua penembak terbaik. Karma dan Nagisa yang sama kuat itu akhirnya harus saling mengorbankan diri, dan menyerahkan akhir pertandingan pada Hayami dan Kanzaki.

.

Hayami dan Kanzaki adalah tipe prajurit yang gesit dan handal dalam serangan jarak jauh mereka. keduanya memanfaatkan pepohonan yang ada di arena untuk bersembunyi, dan saling menyerang embali ketika tercipta celah sekecil apapun. Siswa-siswi eks kelas 3E yang lain menonton pertarungan keduanya dari luar arena dengan drone yang dibawa okeh itona. Semuanya tampak kagum dengan dua gadis yang cukup mematikan di kelas pembunuhan itu.

.

Namun, perbedaan stamina yang dimiliki kedua gadis itu, menjadi penentu akhir pertandingan ini. Haymi berhasil menembak Kanzaki yang sudah cukup kelelahan mengejar dirinya itu. Babak ke 4 dimenangkan oleh tim merah.

.

"Hah.. Selesai juga.." Hayami menghela nafasnya karena lelah.

"Pertandingan yng hebat.. Rinka chan.." kanzaki tersenyum sambil keluar dari arena itu.

"Ah.. Kamu makin hebat, Kanzaki san.. Aku sangat menikmati perandingan tadi..." kata Hayami sambil duduk sejenak melepas lelah.

"Hayami san.. Bisa mendengarku?" tiba-tiba karma menghubungi Hayami dari radionya.

"Ada apa Karma kun?"

"Hmm.. Ada satu lagi musuh menuju arahmu.. Hati-hati ya.."

"Apa? Bukannya pertandingan sudah berakhir?" Hayami tampak bingung.

"Belum.."

.

"wusssssssssss!" Hayami merasakan sebuah peluru bb melintas tepat di depan mukanya. Seseorang berusaha menembaknya.

.

Hayami kemudian berlari dengan kencang dan bersembunyi di balik sebuah pohon. Ia kemudian berusaha menghubungi Karma lagi.

.

"Karma kun, siapa yang masuk ke arena seenaknya?"

"Hmm.. Aku juga tidak tahu.. Tiba-tiba saja dia masuk.. Yasudah kamu kalahkan saja. Toh kita masih punya waktu bermain 45 menit lagi.." kata Karma dengan santai

"Cih.. Merepotkan saja. Siapa sih orang itu!" keluh Hayami

.

"Ctak!" "Ctak!" "Ctak!" Beberapa peluru bb hampir mengenai Hayami yang masih bersembunyi di belakang pohon itu. Ia kemudian mulai bermanuver untuk menyerang balik.

.

"Brrrrttt!" Hayami memberondongkan senjatanya pada penyerang misterius itu. Ia sekilas bisa melihat sosok orang itu, namun tidak bisa melihat wajahnya karena ditutup dengan pelindung wajah ala militer.

.

"Wussssss!" lagi-lagi beberapa peluru melewati kepala Hayami. Ia sadar kalau orang yang melawannya itu cukup kuat.

.

"Tembakannya akurat sekali!" pikir Hayami dalam hatinya.

.

Hayami dan orang misterius itu bertempur cukup sengit selama beberapa menit. Mereka yang awalnya saling menembak dengan senapan laras panjang mereka, kini telah berganti memakai pistolnya. Pertarungan mulai masuk ke jarak yang cukup dekat.

.

"Cara bertempur itu.. Pernah kulihat sebelumnya.." Hayami berusaha mengingat sesuatu yang dari tadi menganggu pikirannya.

.

Diumurnya yang ke 25 ini, Hayami yang makin bertambah tinggi badannya itu masih tetap gesit gerakannya karena ia rutin berolahraga walaupun hanya jogging di sekitar apartemannya. Selain itu, ketika benar-benar punya waktu ia juga sering menyempatkan diri berlatih menembak di salah satu arena menembak langgananya dengan Chiba dulu. Jadi, akurasinya saat ini, belum luntur sama sekali.

.

Hanya saja, lawan misteriusnya kali ini benar-benar membuatnya repot. Bisa dibilang lawannya ini setara, atau mungkin lebih hebat dari sang Tsudere Sniper. Ia memojokkan Hayami sampai ke ujung arena yang terbuka, dan berada di pinggir pantai.

.

"Gawat.. aku terpojok!" Hayami mulai panik. Dan diantara kepanikannya itu, Hayami tidak sadar kalau lawannya itu membuat sebuah manuver dengan melompati pohon yang ada di dekatnya, dan mendarat di belakang sang Tsundere Sniper itu tanpa disadarinya.

.

"Angkat tangan.." kata orang misterius itu.

"Oke.. Aku kalah.." Hayami pun mengantongi pistolnya dan mengangkat tangannya tanda menyerah.

.

Hayami kemudian berbalik ke arah orang itu. Ia hanya diam memandangi Hayami dibalik topengnya itu.

.

"Wah.. itu tadi pertandingan yang menyenangkan.." laki-laki itu mulai berbicara.

"Maaf, Tapi apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Hayami masih tidak bisa menebak siapa orang dibalik topeng itu.

"Tentu saja.. Kita sering bertemu kok.."

"Apa?" Hayami makin bingung.

"Hmm, kejam sekali kamu melupakanku.." Orang itu mulai membuka penutup kepala dan googlenya. Dan seketika itu, Kedua pupul Hayami melebar, melihat wajah yang tersmbunyi di balik 'topeng' itu.

.

Angin pantai yang lembut meniup helaian rambut hitam yang ada di balik topeng itu. Sesekali, bola mata yang berwarna merah kecoklatan itu terlihat, dibelakang poni panjang yang menutupi wajah laki-laki itu. Pandangan mata itu memandang Hayami dengan tatapan yang tajam, namun penuh kehangatan.

.

"Ryuuno..suke.." kata Hayami pelan.

"Rinka... Apa kabar?" laki-laki misterius yang ternyata adalah sang 'Tokoh Utama Game Eroge' itu menyapa kekasihnya.

.

Tanpa berkata-kata, sang Tsundere Sniper langsung memeluk tubuh sang 'tokoh utama game eroge'. Luapan air mata bahagia membasahi pipi Hayami, yang begitu bahagia karena akhirnya bisa bertemu dengan kekasihnya yang sangat ia rindukan itu.

.

"B...Bodoh! K..Kenapa harus memakai acara menyamar segala!" kata Hayami sambil masih menangis dipelukan Chiba.

"Ahahaha,,, maaf rin.. aku memang berniat mengejutkanmu.. lagipula kalau kamu terus yang memenagkan pertandingan ini, kan tidak seru.."

"Kamu bilang tadi penerbanganmu delay? Kenapa kamun bisa sampai disini secepat ini?" tanya Hayami sambil masih menagis tersedu-sedu.

"Ternyata delaynya hanya sebentar... Dan begitu kami sampai disini, ternyata kalian masih belum selesai bermain.. Aku masuk saja untuk mengagetkanmu.."

"Bodoh..! A.. aku benar-benar terkejut!

.

.

"Rinka.. Aku Pulang,," Kata Chiba pelan sambil mengusap rambut Hayami dengan lembut.

.

.

"Selamat datang kembali.. Bodoh!" Hayami memeluk Chiba dengan lebih erat.

.

.

Dari jauh, teman-teman nya melihat adegan itu sambil tersenum-senyum sendiri. Beberapa orang ikut menangis terharu, seperti Yada dan Kayano. Beberapa juga ada yang mengabadikan momen itu seperti Kimura, Nakamura dan Okajima. Bahkan, malah ada yang bertengkar juga karena adegan itu, yaitu Okano dan Maehara.

.

"Hey playboy.. Kapan kamu bisa romantis seperti itu?" ejek Okano

"Haaa? Memangnya aku selama ini kurang romantis?" Maehara tidak terima.

"Kurang!"

.

Setelah itu, semuanya meneruskan permainan Airsoftgun itu sampai 2 babak lagi. Kali ini, tim merah yang telah diperkuat Chiba dan Nakamura membuat tim biru harus menerima kekalahan mereka dengan lapang dada.

.


.

Tempat : Homestay

Waktu : Pukul 16.15

.

Setelah puas bermain perang-perangan, semuanya kembali ke homestay. Acara untuk hari ini tinggal makan malam, dan sebuah acara yang masih dirahasiakan oleh Karma. Makan malam kali ini, akan dimasak oleh Hara dan Muramatsu. Mereka berdua akan membuat kare favorit kelas 3E tersebut. Sementara duo chef ini memasak, beberapa ada yang ikut membantu, seperti kanzaki, okuda, dan kayano. Beberapa ada juga yang main-main dipantai, dan berkeliaraan disekitar sana, seperti Karma, Nagisa, gengnya Terasaka, dan gengnya Okajima. Dan beberapa juga ada yang sedang berduaan, seperti Isogai dan Kataoka yang sedang memebeli beberapa barang yang diminta oleh Hara, kemudian Maehara dan Hinata yang sedang mesra-mesraan, dan tentu saja Chiba dan Hayami, yang sedang melepas rindu.

Hayami baru saja membantu Chiba menaruh semua barang bawaanya di kamarnya. Duo Sniper ini kemudian hendak membantu Hara dan Muramatsu untuk memasak, namun justru diusir oleh Duo Chef itu. Hara dengan jahil berkat "tidak perlu membantu kami.. Kalian berduaan saja sana.. Sudah dua tahun lebih tidak bertamu kan..? Ahahahaha.."

Chiba dan Hayami pun akhirnya memilih untuk berjalan-jalan di sekitar pantai sambil menikmati sunset yang indah sore hari itu.

.

"Ryuu.. Bagaimana Inggris?" tanya Hayami memulai obrolan mereka.

"Dingin. Tapi indah sekali tata kotanya.."

"Pandangan seorang arsitek memang beda ya... Jadi, apa semua urusanmu dengan kampus disana sudah selesai?"

"Sudah semua. Aku tidak bisa pulang awal karena masalah proyek dilar kampus. Kalau urusan dengan kampus malah sudah selesai pertama kali."

"Hmm.. Oh ya, tidak apa-apa kamu langsung ikut acara ini? Paman, bibi, dan Chika bagaimana?"

"Ah, tidak apa-apa. Aku sudah minta izin pada mereka bertiga kok.. Lagipula. Sulit lho menanti momen reuni seperti ini lagi.."

"Iya sih.." Hayami tampak sedikit murung.

"Rin, ada apa? Kamu kenapa malah murung begitu?"

"Tidak apa-apa kok.."

"Bohong.. Hayo. Ada apa?" tanya Chiba penasaran.

"Hmm.. Kamu, sedikit berubah, Ryuu.."

"Hee, apanya yang berubah?"

"Kamu makin tinggi.. Tapi.. Makin kurus juga.."

"Oh? Rupanya badanku masalahnya.. Yah, maaf Rin.. namanya juga mahasiswa perantau.."

"Berapa bobotmu sekarang?" Tanya Hayami penasaran

"E.. 68 kg.."

"Kurang ideal.. Harusnya naik 2 kg lagi.."

"Iya Rin.. Di Jepang berat badanku pasti bisa naik.. tenang saja.."

"Pokoknya makan yang teratur. Aku tidak mau melihatmu makin kerempeng seperti layang-layang.."

"Siaaaaappp!"

"Oh ya, aku dengar kamu banyak membantu Nakamura ya disana? Dia tadi berkai-kali berterimakasih padaku.."

"Ah, dia berlebihan.. Justru aku yang sering dibantu olehnya..."

"Syukurlah kalian berdua bisa saling membantu..." Hayami tersenyum.

.

Mereka berdua tidak merasa telah berjalan cukup jauh dari Homestay. Keduanya sampai di sebuah bangunan mercu suar yang cukup besar. Chiba kemudian mengajak Hayami mendekat ke bangunan itu, dan duduk di kursi yang menghadap ke arah pantai yang ada dibawahnya.

.

"Ah.. aku jadi ingat liburan akhir SMA dulu.." kata Chiba mengenang liburan mereka berdua di pantai dulu, dimana dirinya menyatakan perasaanya ke Hayami.

"I.. iya, aku juga mengingatnya.." kata Hayami yang juga jadi terkenang dengan kenangan indahnya itu.

"Sudah lebih dari tujuh tahun berlalu dari hari itu ya, Rin.."

"Iya. Tidak disangka, kita sudah sampai 'disini' sekarang.."

"Hmm... Lebih dari tujuh tahun juga, aku menjalin hubungan denganmu.. Rin.."

"Begitulah.." muka Hayami memerah

"Waktu itu, aku menyatakan perasaanku dibawah sebuah mercu suar seperti ini juga... Sampai sekarang aku benar-benar masih mengingatnya dengan jelas..." kenang Chiba

"Aku pun masih mengingatnya dengan jelas.. Namun, jujur saat itu aku tidak menyangka partner menembakku yang bodoh itu mau menyatakan perasaanya padaku.."

"Ahahaha... Aku juga tidak menyangka kalau aku diterima sebenarnya.. mengingat dirimu pada saat itu benar-benar tertutup orangnya.."

"Kalau saat itu aku menolakmu, apa yang akan terjadi padamu Ryuu?" tanya Hayami penasaran.

"Hmm, entahah... Menenggelamkan diri di pantai itu.. Ahahahaha..."

"Haaah.. kamu terlalu berlebihan.." keluh Hayami.

"Yah, tapi sampai detik ini aku sangat bersyukur kamu mau menerimaku Rin, dan lagi... Berkat dirimu juga aku bisa meraih berbagai macam hal yang mustahil kudapatkan tanpa dukungan dari dirimu itu.. Terimakasih ya.."

"I.. iya, aku juga banyak sekali berhutang padamu, Ryuu.. Terimakasih juga.." Muka Hayami makin memerah.

.

Chiba memandangi wajah Hayami yang memerah itu. Ia tidak pernah bosan melihat Hayami yang makin cantik dan terlhat dewasa itu. Apalagi setelah dua tahun lebih tidak bertemu, banyak sekali perubahan dalam diri Hayami yang makin membuat pria berponi itu berdebar saat memandang wanita yang selalu sempurna baginya itu.

.

"Ryuu.." kata Hayami pelan.

"Apa?"

"Aku.. Rindu melihat.. Matamu.." kata Hayami malu-malu.

"Hoo. Kalau rindu, ya tinggal dilihat saja kan. Tapi kalau mau membuka poniku ini, lakukan dengan kedua tanganmu sendiri, Rin.."

"Huh.." Hayami kemudian menyibakkan poni Chiba dengan tangan kanannya.

.

Hayami terdiam seperti biasanya. Bagaimanapun juga, tatapan mata Chiba yang tajam namun penuh dengan rasa sayang padanya itu selalu bisa menyihirnya. Muka Hayami sudah seperti tomat rebus yang sangat merah. Namun, kerinduannya pada tatapan mata itu membuatnya betah berlama-lama menatapnya.

.

Chiba kemudian menggengam tangan Hayami yang menyibakkan poninya itu, kemudian mendekatkan wajahnya pada kekasihnya itu, dan Hayami juga mendekatkan wajahnya pada Chiba.

.

Bibir mereka berdua saling bertemu kembali.

.

Itulah ciuman pertama mereka setelah lebih dari dua tahun tidak bertemu. Semua rasa Rindu yang mereka rasakan, dilimpahkan pada ciuman yang hangat itu.

.

.

.

Sertelah keduanya selesai berciuman, tiba-tiba handphone Chiba berbunyi. Ritsu tampaknya memanggilnya.

.

"Ada apa Ritsu?" tanya Chiba penasaran.

"Chiba kun, apakah kamu sedang bersama Hayami san?"

"Iya, kenapa?"

"Teman-teman yang lain memanggil kalian, karenya sudah hampir matang.. Segera kembali untuk makan malam ya.."

"Oh, terimakasih ya Ritsu.."

"Sama-sama.." gadis 2d itu tersenyum manis.

"Rin.. ayo kembali.." ajak Chiba.

"Iya.."

.

Duo Sniper itu kemudian beranjak menuju homestay mereka. Keduanya saling bergandengan tangan dengan erat.

.

Sementara itu, di atas mercu suar, tersamar di balik sosok bangunan yang tinggi itu, sebuah drone kecil yang suaranya sangat mulus, dari tadi tidak lelah mengintai duo sniper yang baru saja berciuman itu. Dan tentu saja, orang yang mengendalikan drone itu adalah beberapa orang jahil yang sangat suka memata-matai kencan seseorang.

.

"Hmm. Droneku bisa melayang sempurna meski tertiup angin pantai.. Itona Drone #47 berhasil.." ujar Itona dibalik layar LED yang tertancap di remote drone nya.

"Ohhhh... Chiba dan Hayami berciuman.. Berapa HIT tadi itu..." tanya Okajima penasaran.

"Kalau tidak salah, 53 HIT dalam waktu 34 detik.." Nakamura mengamati dengan detail.

"Itona, semua kejadian tadi sudah direkam kan?" tanya Sugaya.

"Sudah, dengan resolusi 4K.."

"Hmm.. Drone jaman sekarang kameranya sudah hebat sekali ya.." kata Mimura kagum.

"Hihihihi... Ini tangkapan bagus..." ujar Fuwa sambil tersenyum Jahil.

"Hah.. kalian ini masih suka menganggu orang pacaran..." keluh terasaka

"Biarkan saja.. Sifat itu sudah mengakar di dalam diri mereka.." kata Kirara dengan kalem.

"EH! Itu Nagisa dan Kayano! Mereka juga berduaan!" Nakamura kegirangan.

"Itona, baterai dronemu masih banyak kan? Kejar mereka!" perintah Okajima.

"Masih.. Oke.." Itona kalem saja menuruti perintah para stalker itu.

.


.

Tempat : Homestay

Waktu : Pukul 18.30

.

Seluruh siswa eks kelas 3e berkumpul di ruang aula tengah di homestay itu. Para Chef sudah mempersiapkan seluruh keperluan untuk makan malam kali itu. Kare sudah matang, dan lauk-lauk pendukungnya juga sudah siap semua. Para siswa itu tampak sangat bahagia karena bisa kembali menikmati masakan Hara dan Muramatsu yang sangat mereka idolakan itu. Namun, sebelum makan, Karma menyela sebentar untuk berbicara pada semuanya.

.

"E.. maaf sebelum makan aku mau berbicara satu hal dulu. Minta waktunya sejenak ya..?" kata karma sambil berdiri di depan teman-temannya yang duduk di atas tikar itu.

"Waktumu 1 menit.. Ayo segera bicara.." goda Nakamura

"Baiklah... Singkat saja.. Aku Cuma mau memberitahu acara rahasia yang akan diadakan setelah makan malam ini.." wajah Karma berubah menjadi jahil.

"Ah, perasaanku tidak enak.." keluh Nagisa

"Aku juga punya firasat buruk.." Kayano juga merasakan hal yang sama.

.

Karma kemudian mengeluarkan sebuah brosur dari sakunya. Ia kemudian memperlihatkan isi brosur itu pada teman-temannya.

.

"Jadi, acara nanti malam adalah Uji nyali.. Seperti saat akhir liburan musim panas kelas 3E di pulau selatan dulu..."

"Eeeehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh" beberapa siswa mengeluh.

"Musim panas belum lengkap tanpa uji nyali kan? Ahahaha.." Karma berkata mirip dengan Koro sensei dulu.

"Eh tunggu dulu karma, kalau tidak salah lokasi uji nyali itu cukup terkenal akhir-akhir ini kan?" tanya Mimura.

"Iya, benar sekali Mimura. Dan ini sudah termasuk di paket wisata kali ini..."

"Lokasinya di gua lagi ya... Hmm, sepertinya menarik.." ujar Kirara sambil tersenyum nyengir.

"Baiklah, semuanya silahkan makan dulu.. Makan yang banyak supaya nanti tidak terkuras energinya karena ketakutan.. ahahaha..." Karma tersenyum dengan gaya iblisnya.

.

Semuanya kemudian makan malam dengan lahap. Kare buatan muramatsu dan hara benar-benar makin enak. Satu kuali besar kare dihabiskan oleh keduapuluh tujuh siswa eks kelas 3E itu dalam kurun waktu yang singkat.

.


.

Tempat : Gua Uji nyali

Waktu : Pukul 19.45

.

Setelah menempuh perjalanan darat sekitar 15 menit dengan bus kecil fasilitas dari biro travel itu, rombongan itu sampai di lokasi uji nyali tersebut. Gua yang ada di sebuah bukit di sisi pulau sebelah timur itu nampak seram, namun banyak sekali pengunjungnya. Seperti yang dikatakan Mimura tadi, gua ini sangat terkenal ketika musim panas seperti ini. Tiap musim liburan, banyak sekali wisatawan yang mengunjungi tempat ini untuk merasakan arena uji nyali yang berbeda dari lokasi uji nyali di perkotaan.

.

"Oke teman-teman, aturannya simpel saja.. Kalian harus melewati gua ini sampai ke pintu keluar yang ada di ujung bukit sana, secara berpasangan.. Dan.. Pasangannya disamakan dengan uji nyali yang dulu saja.. ahahaha.." Karma kembali nyengir.

.

Beberapa siswa mulai mengerti dengan maksud Karma itu. Ia pasti ingin kembali mencomblangkan beberapa siswa yang cukup dekat sejak dari SMP dulu. Memang beberapa sampai saat ini masih cukup dekat, dan bahkan merupakan sepasang kekasih. Namun mereka yang sampai saat ini masih belum jelas statusnya hanya bisa terdiam malu saja, seperti Nagisa dan Kayano.

.

"Oke, kalau begitu, biar aku duluan yang maju ya.. Kalian silahkan tentukan sendiri mau maju kapan... Ayo, Okuda san.." ujar karma sambil menggandeng tangan Okuda, mengajaknya masuk ke gua.

"I.. iya.. Karma kun.." Okuda tersenyum malu.

.

Beberapa siswa kaget karena iblis berambut merah itu ternyata masih cukup dekat dengan Okuda. Ditambah lagi, tampaknya Okuda juga santai saja digandeng oleh Karma. Grup stalker pun tersenyum lebar mendapatkan target baru.

.


.

Satu persatu pasangan mulai masuk ke gua itu. Dari luar, terdengar beberapa teriakan dari pasangan yang masuk sebelumnya. Sugaya dan Nakamura seperti biasa lari terbirit-birit karena dasarnya memang penakut dengan hal-hal berbau mistis. Nagisa dan Kayano juga terdenger menjerit ketakutan, karena keduanya juga benci dengan suasana gelap-gelapan seperti itu. Dan, sekarang adalah giliran Duo sniper yang kalem itu untuk masuk ke gua. Keduanya tenang saja masuk ke gua itu, sambl memegang senter kecil mereka.

.

"Rin, kamu tidak takut kan?" tanya Chiba memulai pembicaraan.

"Tidak.. Toh hantu-hantu yang akan muncul hanya properti panggung atau staff di arena ini kan..?"

"Yakin? Sepertinya cukup seram lho riasan mereka.."

"Tidak apa-apa..."

.

"HUWWWWWWWWAAAAAAAAAAAAAAAAA!" sesosok hantu lelaki dengan muka yang hancur tiba-tiba muncul dari dinding gua, dan berteriak dengan suara yang mengagetkan. Namun, reaksi duo sniper itu tidak seperti kebanyakan orang pada umumnya.

.

"Hmm.. Riasan dan kostumnya boleh juga.. Tapi tempat munculnya kurang mengagetkan.." kata Chiba dengan ekspresi datar.

"Suaranya juga terlalu dibuat-buat. Tidak seram ah.." lanjut Hayami yang juga dengan ekspresi yang datar.

"..." kru yang berkostum hantu itu cuma bisa terdiam dikritik oleh Chiba dan Hayami

.

Keduanya kemudian meninggalkan hantu bermuka hancur yang jelas diperankan oleh staff arena itu. Dan orang tersebut hanya bisa cemberut karena menghadapi duo sniper yang cukup tangguh itu.

.

"Oi, teman-teman. Yang masuk ke gua kali ini sama sekali bukan penakut. Keluarkan seluruh kemampuan kalian!" kru berkostum hantu yang gagal menakuti duo sniper itu menghubungi kru yang lainnya.

.

Chiba dan Hayami melewati tiap hantu yang berusaha menakuti keduanya. Namun, tidak ada satu pun yang membuat mereka berdua takut. Pemikiran keduanya yang logis dan sifat alami mereka yang bukan penakut itu membuat mereka berdua santai saja melewati gua yang sebenarnya cukup mencekam suasananya itu. Namun Chiba tetap menunjukkan jiwa lelakinya dengan menggandeng kekasihnya itu agar ia dapat berjalan dengan aman di medan gua yang cukup terjal itu. Hayami tidak menolaknya, dan mengenggam tangan Chiba dengan erat.

.

"Ryuu, aku lihat tadi barang bawaanmu banyak sekali. Kamu memangnya membelikan oleh-oleh seperti apa untuk teman-teman?" Hayami kembali membuka percakapan.

"Hmm.. banyak sekali, walaupun kebanyakan Cuma pernak-pernik kecil seperti gantungan kunci sih.. Ada juga Beberapa buku untuk Kirara san dan parts-parts drone untuk Itona.."

"Hee.. Baik juga kamu membelikan semuanya oleh-oleh.."

"Yah, aku bisa dapat banyak uang berkat proyek ku disana.. Tidak ada salahnya kan membaginya sedikit untuk teman-teman..?"

"Iya.. Tentu saja.."

"Aku juga membelikan sesuatu untukmu kok. Nanti aku bagikan bersama teman-teman yang lain.."

"Terimakasih ya.. Ryuu.." Hayami tersenyum.

.

Mereka berdua sudah sampai di ujung gua. Namun, sebelum keduanya keluar dari ujung gua itu, muncul satu lagi hantu dari dalam sebuah cekungan di tembok gua. Hantu berwujud wanita dengan gaun putih itu terasa sedikit berbeda dari hantu-hantu yang dibelakang tadi.

.

"Ryuu.. Yang satu itu.. Terlihat sedikit berbeda ya?" tanya Hayami

"Hmm, benar juga.. Kulitnya benar-benar pucat.. Sepertinya hantu yang terbaik disimpan di akhir.." ujar Chiba yang sedikit kagum itu.

"Iya benar juga.. Kalau yang satu ini pasti benar-benar bisa membuat yang lain ketakutan.."

"Kamu tidak takut Rin?"

"Hmm, lumayan sih.. Yang satu ini cukup mengerikan juga.."

"Ahahaha... Yah, satu poin plus untuk arena uji nyali ini.. Yasudah Rin, ayo keluar.."

"Iya.."

.

Chiba dan Hayami meninggalkan hantu yang hanya terdiam membisu itu. Setelah mereka keluar dari gua, keduanya disambut oleh teman-temannya yang sudah lebih dudu keluar dari gua itu.

.

"Oh, Chiba kun, Hayami san.. Kalian kok tidak terlihat ketakutan?" tanya Nagisa.

"Yah, semua hantu yang didalam sana kan jelas-jelas palsu.. Beberapa dari mereka saja ada yang make upnya terlalu tebal.." ujar Chiba kalem.

"Kalian berdua memang pemberani ya... Yah, namanya juga Sniper... Pasti akrab dengan tempat gelap.." goda Kayano.

"Ahahaha.. kamu bisa saja Kayano chan.. Kamu sendiri bagaimana tadi? Apakah ketakutan? Tanya Hayami sambil tersenyum.

"Aaaaaaa... Aku takut sekali.. Apalagi pada hantu yang terakhir, dekat pintu keluar gua itu.." Kayano masih terlihat merinding.

"Oh, iya yang terakhir itu ya.. Waktu mau kujahili tadi dia diam saja.. Aktingnya bagus juga.." ujar Karma dengan kalem.

"Karma.. ditempat seperti ini kamu tetap masih ingat menjahili orang ya.." keluh Nagisa.

.

Akhirnya semua siswa eks kelas 3E telah keluar dari gua itu. Bermacam-macam ekspresi muncul dari wajah mereka. Kebanyakan ketakutan, namun ada juga yang tersenyum-senyum sendiri, dan ada juga yang tetap kalem seperti Kirara, karena dirinya lebih seram dari hantu-hantu itu. Namun, semuanya berpendapat sama. Mereka merasa kalau hantu yang ada di dekat pintu keluar itu benar-benar berbeda, dan cukup menyeramkan. Semuanya membahas masalah itu, sampai seseorang dari penjaga arena itu menanyai mereka.

.

"Bagaimana uji nyali kalian? Apakah semuanya ketakutan? Tanya penjaga itu.

"Yah, banyak yang ketakutan. Tapi ada juga yang tetap kalem, bahkan membalas menakuti hantu-hantu tadi.." kata Karma pada penjaga itu.

"Ahahaha.. Memang arena ini cukup terkenal akhir-akhir ini.. Jadi, hantu mana yang menurut kalian paling menakutkan?"

"Hmm, semuanya sih tadi bilang kalau yang paling menakutkan yang ada di dekat pintu keluar.." ujar Nagisa.

"Ha? Yang seperti apa wujudnya?" wajah penjaga itu berubah menjadi kaget.

"Itu, yang berwujud wanita dengan gaun putih.." kata Karma.

"Aaaaaa..." penjaga itu tampak ketakutan.

"Paman, ada apa?" tanya Karma penasaran. Teman-teman yang lain juga mulai merinding kembali.

"K.. kami kan tidak menaruh siapapun di dekat pintu keluar gua, lagipula, tidak ada satupun dari kru yang memakai kostum semacam itu..." ujar penjaga itu ketakutan.

"Jadi?" Kayano makin merinding.

.

"Yang kalian lihat itu.. Mungkin hantu sungguhan.."

.

"HEEEEEEEEEEEEEEEEEE!" semuanya sangat kaget.

.

"Memang gua ini sebenarnya cukup angker.. Dan wanita bergaun itu dikabarkan adalah salah satu penunggunya.. Dia memang sering menampakkan dirinya pada pengunjung.. Tapi tidak menganggu sama sekali kok.. Saya baru bekerja disini beberapa bulan, jadi maaf, kalau saya tampak ketakutan begini.." penjaga itu bercerita dengan sedikit gemetaran.

.

Para siswa eks kelas 3E makin ribut. Para gadis tentu saja ketakutan dan saling berpegangan satu sama lain. Sementara Kirara malah tersenyum dan mencatat sesuatu di notes kecilnya. Beberapa lelaki yang penakut seperti Sugaya dan Muramatsu pun juga tampak merinding dan ingin segera pulang. Nagisa juga tampak menyembunyukan ketakutannya, dan hanya diam saja. Namun, Chiba dan karma tetap kalem seperti biasa, karena mereka berdua memang pemberani. Hanya saja, Hayami merasa sedikit ketakutan, dan menggandeng Chiba dnegan erat.

Setelah itu semuanya segera kembali ke Homestay lagi. Pengalaman uji nyali kali ini benar-benar sangat tidak terlupakan, namun cukup berkesan.

.


.

Tempat : Homestay

Waktu : Pukul 22.10

.

Seluruh siswa eks kelas 3e berkumpul di ruang tengah homestay. Mereka saling ngobrol satu sama lain, dengan topik seputar penampakan di lokasi uji nyali tadi. Suasana jadi agak sedikit mencekam karena hampir semuanya melihat penampakan itu. Namun, ditengah suasana obrolan yang mistis itu, Chiba dan Nakamura berusaha mencairkan suasana dengan membuka koper mereka berdua, yang berisi macam-macam oleh oleh dari Inggris.

.

"Sudah.. daripada membicarakan hal yang seram-seram, lebih baik semuanya merapat.. Ada oleh-oleh untuk kalian semua.." kata Nakamura sambil membuka koper besarnya.

"Silahkan dipilih tapi jangan berebut ya.." Tambah Chiba sambil membuka kopernya juga.

.

Suasana mencekam itu lagsung berubah menjadi bahagia ketika koper yang berisi berbagai macam pernak pernik khas inggris itu dibuka. Seluruh siswa mengerubungi koper milik Chiba dan nakamura untuk saling berbagi oleh-oleh mereka. Sementara itu, Chiba dan nakamura membuka tas mereka yang satu lagi, untuk mengambil oleh-oleh khusus, pesanan beberapa orang.

.

"Yo, yang ini khusus untuk Itona.." kata Chiba sambil memberikan beberapa komponen elektronik untuk drone itu.

"Ah. Terimakasih ya Chiba... Nanti aku ganti semuanya.." kata Itona dengan mata yang bersinar-sinar.

"Santai saja. Tidak usah diganti tidak apa-apa.. Harganya murah sekali kok.."

"Terimakasih, Chiba." Itona mulai mengotak-atik drone nya dnegan parts-parts itu.

"Kalau yang ini khusus Kayano Chan.." Nakamura memberikan sekotak puding yang baru ia beli di bandara ketika mereka berangkat kemarin.

"Uwaaaaaaaaaaa... Terimakasih Nakamura..." Kayano menagis terharu dibelikan makanan favoritnya itu.

"Lalu, ini untuk Kirara san.." Chiba mengeluarkan beberapa buku yang diinginkan oleh ratu kegelapan itu.

"Ah.. terimakasih sekali ya Chiba kun... Perlu kuganti tidak?" Kirara juga tersenyum bahagia menerima oleh-oleh itu.

"Tidak usah.. Santai saja.. Tapi, itu buku apa sih..? Penjualnya saja cukup kaget ketika aku membelinya.." tanya Chiba penasaran.

"Hmm, besok saja aku ceritakan di Line... Sekali lagi terimakasih ya.. Hihihihi.." senyuman kirara penuh dengan misteri.

"Ohh.. Kalau yang ini spesial untuk Nagisa.." Nakamura mulai mengeluarkan wajah iblisnya, sambil memberikan oleh-oleh pada nagisa yang sepertinya berisi sebuah baju itu.

"E... Terimakasih Nakamura.. Hmm.." Nagisa tahu kalau isi oleh-oleh itu tidak beres.

"Bukalah..!"

"E.. baiklah.." Nagisa pun terpaksa membukanya.

.

Isinya, sudah dapat ditebak. Sebuah kostum maid dengan gaya ghotic yang seksi, apabila dipakai oleh perempuan, dans ebuah wig panjang berwarna biru seperti rambut Nagisa.

.

"N.. nakamura.. Kamu tidak salah memberi oleh-oleh kan?" Nagisa mulai panik dengan apa yang akan terjadi padanya setelah ini.

"Tidak kok. Memang itu untukmu.. Baiklah, sekarang waktunya kamu mencoba pakaian itu.. Karma.." Nakamura memanggil rekan iblisnya itu.

"Okeee.." wajah Karma juga sudah berubah menjadi mode iblis.

.

Nagisa pun segera didandani oleh dua iblis kelas 3E itu. Siswa-siswi yang lain hanya bisa tertawa geli melihat tingkah laku absurd duo iblis itu, dan tentunya sambil masih ribut berebut oleh-oleh.

.

"Rin.. ini untukmu dan Chibi.." Chiba memberikan oleh-olehnya pada kekasihnya itu.

"T.. Terimakasih.. Ryuu.."

"Bukalah sekarang.. Tidak apa-apa kok.."

"Aku buka.." Hayami pun membuka bungkisan oleh-olehnya itu.

.

Hayami tersenyum dengan sangat manis melihat oleh-oleh dari Chiba tersebut. Ia mendapatkan sebuah boneka Kucing yang bentuk dan warnanya mirip dengan Chibi, kucung kesayanganya itu. Sedangkan hadiah untuk Chibi adalah sebuah kalung kucing dengan aksesoris berupa bel besar yang tampak cocok untuk dipakaikan ke Chibi.

.

"Ryuu.. Terimakasih banyak ya.."

"Tentu saja Rin.. Syukurlah kalau kamu menyukainya.."

.

Hari pertama reuni itu pun berakhir dengan cukup bahagia, walau ada sedikit unsur mistisnya. Semuanya kemudian terlelap dengan sangat pulas setelalah lelah bermain seharian. Acara untuk besok adalah bermain seharian di sejuknya air laut. Jadi, semuanya memilih tidur cepat agar tidak bangun kesiangan.

.


Hari Sabtu


.

Tempat : Homestay

Waktu : Pukul 08.15

.

Semuanya baru saja selesai sarapan. Karma dan isogai kemudian mengumpulkan teman-temannya, dan menjelaskan acara untuk hari ini.

"Selamat pagi teman-teman.. Masih semangat kan?" tanya Isogai

"Masihhhhhhhhhhhhhhhh!"

"Tidak ada yang diganggu hantu kan semalam?" tanya karma.

"Tidaaaaaakkkkkkkkkkkkkk!"

"Baiklah, untuk acara hari ini adalah bermain di pantai sepanjang 3km ini... Silahkan kalian bermain sepuasnya, baik sendiri, berkelompok, ataupun berpasangan.." kata Karma dengan Jahil.

"Lalu, masing-masing akan mendapatkan Handband ini, sebagai tanda bahwa kalian adalah pengunjung Homestay ini. Dengan ini, kalian bebas menikmati segalam macam permainan air yang ada di pantai ini..." Isogai membagikan handband itu pada teman-temannya.

"Hmm, tapi kalau untuk makanan dan minuman, harus tetap membeli sendiri-sendiri.. Silahkan bawa uang secukupnya.." lanjut Isogai lagi.

"Hmm, lalu kalau ada yang mau main ke objek wisata lain di pulau ini, atau mau menyebrang ke pulau sebelah, boleh saja. Tapi lebih baik berelompok, agar lebih aman.." kata Karma.

"Hmm, satu lagi teman-teman.. Semuanya harus sudah kembali ke Homestay pada pukul 16.00 ya. karena kita akan memeprsiapkan acara barbeque dan kedatangan Karasuma sensei dan irina sensei.." perintah Isogai.

"Siaaaaapppppppppppppppppppppp!" kelas 3E menjawab dengan semangat.

"Oke, silahkan berbasah-basahan.. Yang terakhir masuk ke air, jatah Barbequenya dikurangi..!" teriak Karma.

"Uwoooooooooooooooooooooooo!" Semuanya kemudian berbondong-bondong berganti dengan pakaian renang mereka, dan berlarian ke pantai dengan bersemangat.

.


.

Tempat : Pantai

Waktu : Pukul 09.15

.

Chiba dan Hayami pergi berduaan. Dari tadi ketika mereka hendak membaur ke kelompok lain, semuanya selalu menghindar dan berpencar. Tampaknya siswa-siswi yang lain kompak mau memberi mereka waktu berduaan yang berkualitas. Mau tidak mau duo sniper itu pun menerima niat baik itu dengan senang hati.

Duo sniper itu memainkan berbagai macam permainan di pantai itu, mulai dari sekedar menceburkan diri di sejuknya air laut, sampai diving di kedalaman laut yang benar-benar indah. Keduanya benar-benar bersyukur bisa mendapatkan waktu bersama yang berkualitas seperti ini. Mereka bisa sejenak melupakan beban yang ada di pikirannya.

Siswa-siswi yang lain pun juga sangat senang dengan liburan mereka kali ini. bagaimanapun juga, waktu bersama seperi ini cukup jarang mereka dapatkan lagi, selepas melepas atribut mereka dari kelas pembunuhan yang penuh kenangan itu. Semuanya bersyukur masih dapat kompak dan saling menjaga satu sama lain, sampai detik ini. Dan tentu saja, mereka berterimakasih pada dua guru mereka yang paling mereka sayangi.

.

Lelah bermain di air, Chiba dan Hayami pun memutuskan untuk istirahat sejenak ketika matahari tepat berada di atas kepala mereka. keduanya kemdian beristirahat disebuah rumah makan kecil sambil makan siang dan menikmati es kelapa muda yang sangat menyegarkan. Keduanya kemudian ngobrol akrab seperti biasa.

.

"Rin, minggu depan kamu ada waktu luang? Aku ingin mengunjungi Koro sensei dan yukimura sensei di kelas.. Dan juga mau ke rumahmu untuk bertemu dengan keluargamu.." tanya Chiba.

"Hari sabtu bagaimana?"

"Oke.. Jam 10 pagi bertemu di stasiun Kunugiogaoka?"

"Oke..."

"Terimakasih, Rin.."

"Oke.. Oh ya, Ryuu.. Jadi, bagaimana rencanamu setelah selesai menempuh studi mu ini?" tanya Hayami.

"Oh.. aku sudah punya sebuah rencana yang besar, Rin..."

"Apa?"

"Sebenarnya sampai detik ini, banyak sekali tawaran bekerja untukku dari biro arsitek, baik yang ada di jepang maupun di london.. Namun aku menolak semuanya.."

"Kenapa?"

"Aku ingin berdiri dengan dua kakiku sendiri.."

"Maksudnya?"

"Aku ingin merintis biro jasa arsitekku sendiri. Dengan lisensi yang kuperoleh dari studiku selama dua tahun kemarin, aku ingin menciptakan lapangan pekerjaanku sendiri.."

"Jadi, kamu ingin membuka biro mu sendiri?"

"Iya begituah Rin.. Yah, walaupun jalan yang kutempuh pasti sangat panjang..."

"Aku yakin kamu pasti bisa.. Ryuu.."

"Rin.. Jangan bosan menyemangatiku ya.."

"Tentu saja.. Itu sudah tugasku.."

"Lalu Rin.. Bagaimana pekerjaanmu? Apakah kamu masih berniat meneruskannya atau..?"

"Aku juga sudah berpikir matang-matang mengenai itu.. Aku memutuskan untuk keluar dari pekerjaanku yang sekarang. Maaf ya Ryuu.." wajah Hayami tampak sedikit sedih.

"Oh, tidak apa-apa.. Aku yakin kamu pasti bisa segera menemukan tempat bekerja lain yang lebih cocok denganmu.." Chiba menghibur kekasihnya itu.

"Doakan aku juga ya , Ryuu.."

"Pasti..."

.

Keduanya kamudian kembali terdiam, menikmati es kelapa yang segar itu.. Chiba mencuri-curi pandang pada tubuh seksi Hayami yang hanya dibalut oleh bikini berwarna Biru itu. Ia tidak pernah bosan memandang wanita yang selalu ada dan mengorbankan segalanya untuknya itu.

.

"Berpikir mesum kan?" kata Hayami tiba-tiba.

"Ah.. Tidaaak.. Aku cuma kangen berlama-lama menatapmu seperti ini, Rin..."

"Huh.. Seperti tidak ada obyek lain untuk dipandang saja.."

"Memang tidak ada... Lebih baik aku memandangi wanita yang sudah terlihat sangat dewasa ini.."

"..." Hayami hanya bisa terdiam malu.

"Kamu banyak berubah, Rin.. Tapi perubahanmu itu ke arah yang lebih baik kok.."

"M.. Memangnya, apa saja yang berubah dariku?"

"Hmm, tinggimu jelas bertambah.. Kalau bobotmu, aku tidak tahu sih.. Lalu, ada juga bagian tubuh 'tertentu' yang makin.. Ehem.. Bertambah besar.." Goda Chiba

"B.. bodoh! Dasar mesum!"

"Tapi, ada lagi satu hal yang benar-benar berubah darimu.."

"Apa?"

"Pandangan matamu itu.."

"Kenapa dengan pandanganku?"

"Rinka yang dulu, pandangan matanya terlihat sinis dan susah untuk didekati oleh orang lain. Tapi, pandangan matamu yang sekarang itu, terasa lebih ramah, dan terlihat lebih mudah untuk didekati.."

"M.. maksudnya?"

"Yah, intinya Kamu yang sekarang sudah lebih bisa ramah dan terbuka dengan orang lain, dan lebih jujur pada perasaanmu sendiri.. Aku suka melihatnya.." Chiba menggengam tangan Hayami.

"B.. bodoh, tidak usah memuji.."

"Tapi, aku lebih senang karena kamu masih sedikit menyimpan sifat tsundere mu itu.. Kamu makin manis kalau seperti itu.."

"Ugh.. Hentikan Ryuu.. Jangan memujiku lebih dari ini.." muka Hayami makin memerah.

"Ahahahah... Oke, sekarang giliranmu yang berkomentar.. Apakah aku tampak berubah, Rin?"

"Kamu bertambah tinggi, tapi kurus... Yang lain.. Tidak ada perubahan yang berarti sih.."

"Benarkah?"

"Oh iya, kamu makin jahil dan suka menggodaku.."

"Ahahaha.. Maaf rin.. Kalau yang itu memang hobiku.."

"Tapi, ada satu hal yang tidak berubah darimu.. Dan aku menyukainya."

"Apa"

"Kamu terus melangkah maju untuk meggapai mimpimu itu dengan gigih. Jujur, aku salut padamu.."

"Sudah kubilang beberapa kali, itu juga karena dirimu Rin.."

"Aku senang kalau hal kecil yang kulakukan ini bisa membantumu.. Ryuu"

"Jangan bosan mendukungku ya.. Aku juga akan selalu mendukungmu.. Partner.." Chiba membentuk tangan kananya seperti pistol, dan mengarahkannya ke Hayami.

"Iya, pasti.." Hayami menyambut salam dari Chiba itu dengan tangannya yang juga ia ubah menjadi berbentuk pistol itu.

.

Matahari sudah beranjak dari kedudukan teratasnya. Mereka berdua kemudian meneruskan waktu bersantai mereka di pantai, sambil mencari teman-temannya yang tampak tidak begitu jauh dari lokasi mereka itu.

.


.

Tempat : Minimarket

Waktu : Pukul 16.30

.

Setelah puas bermain air seharian, semuanya kembali ke homestay tepat pada waktunya. Mereka semua harus segera mempersiapkan segala hal untuk pesta barbeque nanti malam, yang akan dihadiri oleh Karasuma sensei dan Irina sensei. Para wanita tampak sibuk memasak, dan para laki-laki mempersiapkan semua peralatan dan dan tempat untuk melangsungkan pesta nanti malam.

Chiba dan Kimura mendapat tugas untuk membeli beberapa Bir dan cemilan untuk nanti malam. Mereka membeli semuanya di minimarket yang ada di dekat homestay tersebut. Sambil memilih barang-barang yang harus mereka beli, dua sahabat itu berbincang-bincang dengan akrab.

.

"Chiba, sudah puas melepas rindu dengan kekasih tercinta? Ahahaha.." tanya Kimura dengan ekspresi jahil.

"Puas... Rindu yang dipendam dua tahun lebih hilang begitu saja.."

"Ahahahaha... Jadi, kapan mau menikah?"

"Ah... Pertanyaanmu to the point juga.."

"Ahahaha.. Bukankah sebelum berangkat ke london kamu pernah bilang kalau ingin segera menikahinya?"

"Memang. Tapi menikah butuh biaya yang tidak sedikit juga kan? Aku harus mencari uang dulu.."

"Kamu mau berkerja dimana? Kamu pernah bilang kalau menolak banyak tawaran kerja kan?"

"Aku mau membuka Biro Arsitek ku sendiri..."

"Hoo. Mulai dari nol ya... Sepertinya itu cocok untukmu.."

"Yah, doakan saja... Jalan yang harus ditempuh masih panjang..."

"Tentu saja kawan..."

"Oh ya, kamu sendiri bagaimana kimura? Pekerjaanmu lancar kan?" Tanya Chiba sambil memasukkan berbagai macam cemilan di keranjang belanjaanya.

"Lancar... Aku cukup menikmatinya kok.."

"Hee, senang mendengarnya.. Lalu, kalau urusan percintaan bagaimana? Aahaha..." goda Chiba.

"Mungkin, aku mau menyatakan perasaanku ke Yada nanti malam.." muka Kimura memerah.

"HA? SERIUS?" Chiba kaget, dan tidak sengaja menjatuhkan roti kering yang baru ia ambil dari rak itu.

"Yah.. Momen kali ini sempurna kan? Lagipula Kami berdua sudah nyaman di pekerjaan masing-masing... Apalagi yang bisa kulakukan selain menyatakan perasan padanya?"

"Oke.. Aku mendukungmu, Kimura.. Butuh bantuan?"

"Tidak usah.. Biar kulakukan sendiri.. Bantu doa saja.. Ahahaha"

"Oke.. Semoga sukses ya... kalau perlu langsung dilamar saja.."

"Ahaha.. Bertahap.. Oh, sudah jam segini.. Ayo segera selesaikan belanjanya.."

"Hmm semua yang harus dibeli sudah kumasukkan dalam keranjang kok.. Ayo segera kembali.."

"Oke.."

.

Tokoh Uatama Game Eroge dan Justice pun segera kembali ke Homestay setelah selesai berbelanja cemilan di minimarket tersebut.

.


.

Tempat : Homestay

Waktu : Pukul 19.30

.

Sebuah mobil dinas berwarna hitam berhenti di depan Homestay yang disewa oleh kelas 3E tersebut. Dua orang berpakaian jas hitam kemudian turun dan membukakan pintu untuk penumpang yang ada di belakang mobil mewah itu. Dua penumpang tersebut tidak lain adalah Karasuma sensei dan Irina Sensei, yang sekarang telah memiliki pangkat yang sangat tinggi.

Karasuma sensei kemudian memerintahkan bawahannya untuk meninggalkan mereka berdua, dan dengan cepat bawahannya itu segera meninggalkan area homestay itu. Para siswa pun menyambut dua guru yang sangat mereka hormati itu.

.
"Karasuma sensei... Irina senseii.. " Kurahashi berlari paling depan dan segera memeluk dua guru yang sangat ia sayangi itu.

"Hinano chan.. Apa kabarmu? Kamu makin Cantik saja.." Tanya Irina sensei.

"Baik bu... Sudah lebih dari satu tahun tidak bertemu ya.. Kami semua kangen sekali.." kata Kurahashi.

"Kami juga merindukan kalian semua... Semuanya sehat kan?" Tanya Karasuma sensei.

"Sehaaaatttttttttttttttt!" semuanya kompak menjawab.

"Ah, perut Irina sensei.. Ibu sedang hamil ya?" ujar Kanzaki dengan kaget.

"Iya... Ini sudah 3 bulan..."

"Syukurlah.. Selamat ya.. Irina sensei.."

"Terimakasih ya.. Maaf belum sempat memberitahukannya pada kalian.."

"Tidak apa-apa bu.. Mari kita segera mulai acaranya kalau begitu.. Silahkan masuk, Karasuma sensei, Irina sensei.." Isogai memeprsilahkan mereka berdua masuk.

.

Acara barbeque yang dilaksanakan di halaman belakang Homestay itu berlangsung dengan sangat meriah. Ditambah lagi, malam ini cuaca sangat cerah. Bulan yang sudah hampir berbentuk bulat itu terlihat penuh, ditemani oleh milyaran bintang yang berkelip-kelip. Suara ombak yang berdebur pun juga menambah suasana musim panas yang sempurna itu.

Semuanya duduk mengelilingi api unggun sambil menikmati barbeque buatan Hara dan Muramatsu yang sangat enak itu.

.

"Anak-anak, maaf ya kami hanya bisa hadir malam ini saja.. Pekerjaan kami sangat banyak.." Ujar Irina sensei sambil menikmati barbeque buatan Hara dan Muramatsu itu.

"Tidak apa-apa sensei.. Justru kami yang harus minta maaf karena mengundang kalian berdua secara mendadak.." kata Kataoka.

"Kami senang kalian semua masih tetap kompak dan menjaga komunikasi masing-masing. Pertahankan itu.." Kata karasuma sensei.

"Tentu saja, sensei.. Kita semua kan satu keluarga besar..." kata Maehara sambil tersenyum.

"Dua bulan tidak bertemu saja.. Kami pasti sudah kangen satu sama lain.." kata Okano

"Ahahaha.. Memang harusnya seperti itu... Pokoknya jagalah kekeluargaan ini sampai kapanpun.. anak-anak.." kata Bitch sensei.

"Baikkkkkkk..."

"Irina sensei.. Selamat ya.. Semoga besok bayinya bisa sehatm dan tumbuh menjadi orang hebat seperti kalian..." kata Hara.

"Ah. Terimakaish semuanya.. doakan saja ya?"

.

Chiba dan Hayami yang duduk bersebelahan itu juga tersenyum melihat karasuma sensei dan irina sensei yang sedang berbahagia itu. Mereka juga senang dengan betapa akrabnya kekeluargaan yang ada di kelas pembunuhan itu.

.

"Ryuu, kamu sudah selesai makan?" tanya Hayami.

"Iya, aku sudah makan 8 tusuk.." Chiba meletakkan piringnya.

"Aku ambilkan 5 tusuk lagi ya.."

"Eh..? Aku sudah kenyang Rin.."

"Kamu harus segera bertambah lagi berat badannya.. Aku tidak mau melihatmu kurus begini..!" Hayami kemudian mengambil beberapa tusuk barbeque lagi, untuk Chiba.

"Eeeeehhh!"

"Kalau tidak mau makan, aku suapi.."

"Oke.. Aku mau disuapi.."

"..." muka Hayami memerah karena tidak mengira ancaman palsunya itu justru disetujui oleh Chiba.

"Aaaaaakk" Chiba pun mendekatkan mulutnya sambil membuka lebar-lebar mulutnya. Dan Hayami pun 'terpaksa' menyuapinya dengan malu-malu.

.

Tentu saja, teman-temannya yang lain tersenyum geli melihat mesranya duo sniper yang kini mulai lebih 'berani' bermesraan didepan teman-temannya itu.

.

"Ah.. Kalau Rinka dan Chiba memang sudah cocok dari dulu. Tinggal menunggu kapan mereka menikah saja.." goda Irina sensei.

"Hmm.. aku setuju bu... Mereka selalu bisa membuat iri.." kata Nakamura.

"Hmmm.. Tapi sepertinya bukan hanya mereka saja kan pasangan yang ada di kelas ini... Aku yakin ada yang lain..." Irina sensei mulai membuka sesi pencomblangan.

"Ada bu! Kami punya beberapa buktinya!" Okajima kemudian bangkit dari duduknya, mengambil tabletnya, dan memutar video hasil pengintaian grup stalker dengan drone Itona kemarin.

"Woo... coba perlihatkan!" Irina sensei makin tertarik.

.

Seluruh siswa selain grup stalker itu kaget karena tidak menyangka baru saja dimata-matai oleh mereka. Okajima pun memutarkan hasil pengintaian kelompok mereka didepan teman-temannya.

.

"Untuk Chiba dan Hayami.. Kita lewati... Adegannya cukup privat.. ahahaha..." Okajima hanya memprlihatkan rekaman ketika Chiba dan Hayami berjalan menuju mercusuar kemarin.

"Sarjana mesum sialan...!" batin Chiba dalam hati.

"Mungkin harus kubunuh nanti...!" kata Hayami dalam hatinya.

.

"Eee.. Pasangan selanjutnya Maehara dan Okano... Bisa dilihat mereka berdua dari kemarin berduaan teruss..." Okajima memperlihatkan rekaman mereka berdua yang sedang berenang berdua.

"Hah.. sesukamu lah.." Maehara tampak tidak terganggu.

"Okajima.. Siap-siap kamu nanti.." namun Okano tampak geram.

.

"Lalu selanjutnya, Nagisa dan Kayano... Bisa dilihat mereka berdua bergandengan tangan ketika berjalan di sisi pantai" Okajima memperlihatkan rekaman keduanya yang sedang bergandengan tangan menyusuri pantai.

"..." Nagisa tidak bisa berkomentar apa-apa.

"..." Kayano juga hanya bisa terdiam sambil menutup mukanya.

"Heeeeee.. Jadi begitu..." Karma mulai masuk ke mode iblisnya, siap mengerjai pasangan itu habis habisan.

"Ohohoho... Mainan lagi..." Begitu juga dengan Nakamura, yang juga sudah masuk ke mode iblisnya.

.

"Lalu, yang berikutnya... Justice dengan Yada! Ini pasangan baru yang masuk ke radar kami... Dari kemarin mereka juga berduaan..!" Video keduanya yang sedang berduaan juga tertangkap oleh mata para stalker itu.

"..." kimura terdiam malu.

"Okajima... Siap-siap ya nanti..." Yada tersenyum dengana aura membunuhnya yang kental.

.

"Lalu, selanjutnya ada Sugino dan Kanzaki yang masih akrab sampai sekarang! Salut!" terlihat rekaman keduanya yang sedang berduaan, dibawah pohon kelapa sambil memandang laut yang indah.

"Hah... Kapan kamu mau tobat.. Okajima..." Keluh Sugino.

"Sudahlah Tomo kun... Justru acara seperti ini yang membuat reuni jadi asyik kan..?" kata Kanzaki pada teman tapi mesranya itu sambil tersenyum manis

"I.. iya.. Benar juga ya, Yukiko san..."

.

"Ah, tidak lupa ada juga pasangan ketua kelas kita... Isogai dan Kataoka!" Okajima memperlihatkan rekaman keduanya yang sedang berbagi es kelapa mereka dengan dua sedotan itu.

"Hah.. Kena juga..." keluh Isogai.

"O...KA..JI..MAAA" Kataoka tampak marah.

.

"Satu lagi! Dan ini cukup mengejutkan! Disaat yang lain makan siang diluar, Karma dan Okuda justru berduaan di dapur, dan memasak bersama!" terlihat rekaman Karma dan Okuda yang berduaan di dapur, sedang memasak sesuatu.

"Heee. Ketahuan juga.. Memang kami baru tiga bulan pacaran.. iya kan Okuda?" Kata karma dengan santainya.

"I.. Iya.. Karma.." Okuda tampak malu-malu.

.

Kali ini, semuanya terdiam membisu. Mereka yang sedang makan pun, juga menghentikan makan mereka.

.

"K.. karma, bisa kamu ulangi perkataanmu barusan?" kata Terasaka seakan masih tidak percaya.

"Hmm, aku dan okuda baru saja jadian 3 bulan yang lalu. Semuanya belum tahu ya? yadusah aku beritahu sekarang..." kata Karma dengan santainya.

"HUOOOOOOOOOOOO!" Ributlah keluarga kelas 3E itu.

.


.

Jam sudah menunjukkan waktu pukul 22.15. Karasuma dan irina akan dijemput bawahannya pada pukul 22.30. keduanya pun bersiap-siap, sambil memberikan beberapa ceramah pada murid-muridnya itu.

.

"Anak-anak.. Ibu benar-benar senang kalau ada di antara kalian yang jadi pasangan... Memang, kelas kita ini sangat spesial.. Aku saja sampai bertemu dengan pria kaku yang sangat kucintai ini..." kata Irina sensei sambil mencubit suaminya itu.

"Sebentar lagi kalian juga akan menjadi seperti kami... Persiapkanlah semuanya dengan baik.." kata Karasuma sensei.

"pertahankan terus kekeluargaan ini.. Jangan sampai hilang... Dan tentu saja, kalau ada yang mau menikah, jangan lupa undang kami ya.. hihihihi..." goda Irina sensei.

"Menjadi dewasa itu harus siap menyelesaikan berbagai masalah yang ada.. Namun, ada kalanya juga masalah itu tidak bisa diselesaikan oleh diri sendiri... Jadi, kapanpun, semuanya harus bisa saling membantu.." Ujar Karasuma sensei.

"Dan tentu saja, kalau kami mampu, kami pasti membantu kalian semua.. Anak-anak.." sambung Irina sensei.

"Terimakasih.. sensei.." kata para siswa.

.

Karasuma sensei pun kemudian mengecek smartphonenya yang berbunyi. Ada pesan dari bawahannya.

.

"Anak-anak.. jemputan kami sudah datang... Kami mau permisi dulu... Terimakaish bayak suadah mengundang kami, dan maaf karena kami hanya bisa datang pada malam hari ini ya.." Kata karasuma sensei sambil tersenyum.

"Baiklah anak-anak. Kami pamit dulu. Kabari saja kalau mau ada acara lagi. Kalau ada waktu, kami pasti datang.."

"Iya sensei.. pasti kami kabari.." ujar Isogai.

"Terimakasih sudah mau datang ke acara kami, sensei.." kata Nagisa.

"Ah, iya.. satu hal lagi... semuanya berkumpul kemari sebentar.." Irina sensei mengumpulkan para siswa di depannya.

"Mari kita kirim doa dulu untuk Koro sensei dan Yukimura sensei.."

"Baiklah.. Mari kita doakan mereka sejenak.." karasuma sensei pun memimpinnya.

.

Semuanya kemudian mendoakan dua guru yang paling berjasa untuk kelas 3E itu. Sampai kapanpun, keluarga kelas 3E ini tidak akan meupakan jasa dan pengorbanan mereka, yang sekarang telah berbuah manis tersebut.

.


.

Tempat : Pinggir Pantai

Waktu : Pukul 22.45

.

Setelah acara barbeque itu selesai, para siswa tampak belum lelah. Mereka kemudian menghabiskan waktu dengan caranya masing masing. Geng terasaka dan beberapa siswa lelaki tampak minum-minum bir mereka dengan santai. Para gadis masih didepan api unggun sambil memainkan permainan kartu mereka. Ada juga beberapa siswa-siswi yang 'menghajar' Okajima karena aksi pengintaiannya itu. Beberapa pasangan juga tampak berduaan, dan berjalan-jalan di pinggir pantai, seperti Kimura yang mengajak yada ke suatu tempat, untuk melaksanakan aksinya. Semantara, duo sniper berjalan menyusuri pantai ditemani deburan ombak dan pancaran sinar bulan dan binntang yang sangat indah.

.

"Bitch sensei dan Karasuma sensei tampak sangat bahagia ya.." ujar Hayami

"Tentu saja... Akhirnya mereka akan menimang anak pertama mereka.." Kata Chiba sambil tersenyum.

"Kira-kira seperti apa ya anak nereka besok?"

"Hmm, pasti sangat tampan atau cantik.. Ayahnya saja keren seperti itu, dan ibunya juga sangat cantik..."

"Ahahahah... Tapi sifatnya bagaimana ya..?"

"Hmm. Itulah masalahnya.. Kalau nanti anaknya lahir Laki-laki dia bisa jadi playboy yang lebih parah dari Maehara mungkin.. Lalu bisa juga lahir perempuan, tapi hobinya berkelahi dan baru bisa tersenyum kalau sedang memukuli orang.."

"Ahahahaha.. kamu berlebihan Ryuu.."

"Ahahahaha... Aku bercanda.. Tapi yang jelas, anak mereka pasti akan sehebat keduanya.."

"Iya.."

.

Angin yang sepoi-sepoi meniup rambut jingga Hayami yang dibiarkan terurai panjang itu. Chiba memperhatikan kekasihnya yang ia gandeng tangannya itu.

.

"Ada apa?" tanya Hayami.

"Tidak apa-apa.. Oh ya Rin.. Terimakasih ya, sudah sering mengajak adikku pergi ke toko buku favoritnya.. Dia tampak senang sekali kalau pergi bersamamu.."

"Ah, tentu saja.. Aku juga senang bisa mengajak Chika pergi. Dia itu anak yang ceria sekali ya... Selain itu dia juga cerdas seperti kakaknya.."

"Mungkin lebih cerdas dia daripada aku... Oh ya, bagaimana kabar Paman, Bibi, dan adikmu, Rin?" tanya Chiba.

"Semuanya baik-baik saja... Tahun ini, sudah saatnya adikku masuk ke universitas.."

"Dia mau kuliah dimana?"

"Kudengar, dia ingin mendaftar di universitasku dulu.. Tapi mengambil jurusan informatika.."

"Hee. Baguslah.. Dia pasti bisa mengikuti langkah kakaknya.."

"Hayato itu lebih pandai dariku Ryuu.. Aku yakin dia pasti bisa diterima dengan mudah di sana.."

"Kita doakan saja adik-adik kita itu... Ahahaha..."

"Ryuu.. mau duduk sebentar? Aku sedikit lelah.." kata hayami sambil berhenti berjalan.

"Oh, tentu saja.."

.

Chiba dan Hayami duduk di atas pasir putih yang lembut. Sinar bulan yang sangat cerah itu menemani mereka berdua.

.

"Rin, Kimura tadi bercerita kalau mau menyatakan perasaanya pada Yada malam ini.."

"Apa? Benarkah? Pantas saja tadi setelah pesta barbeque keduanya langsung pergi entah kemana.." Hayamin tampak kaget.

"Semoga saja Yada menerimanya.. Kimura sudah berjuang keras selama ini..."

"Iya... Yada juga sepertinya akhir-akhir ini sering bercerita tentang Kimura padaku.. Aku yakin dia pasti menerimanya.."

"Ternyata selain kita, banyak juga ya teman-teman di kelas 3E yang saling menyukai.."

"Yang namanya jodoh, memang tidak bisa ditebak kemana arahnya..." ujar Hayami sambil memainkan rambut panjangnya.

.

Kali ini giliran Hayami memandangi Chiba selama beberapa saat. Disadari atau tidak, ia juga selalu betah berlama-lama memandangi lelaki yang masih mempertahankan poni panjangnya yang menutupi matanya itu.

.

"Ryuu.. Ada sesuatu yang mau aku katakan padamu.." Hayami kembali berbicara pada Chiba setelah puas memandanginya.

"Apa? Katakan saja Rin.."

"Perkataan Karasuma sensei tadi, makin membuatku makin membulatkan tekad.."

"Perkataan yang mana maksudmu?"

"Beliau tadi berkata kan, kalau banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh seseorang ketika sendirian.."

"Oh, yang itu.. Lalu, apa tekadmu itu, Rin?"

"Awalnya aku berniat untuk kembali mencari pekerjaan di stasiun Tv lain... Namun, kini aku berubah pikiran.."

"Oh... Jadi? Apa yang kamu inginkan sekarang? Tanya Chiba makin penasaran.

.

Hayami kemudia memandangi Chiba dengan senyuman termanisnya.

.

"Ryuu.. Aku.. Ingin berkerja di biro Arsitekmu itu..."

.

Chiba kaget, tidak menyangka kalau Hayami akan mengatakan hal itu.

.

"A.. apa? Kamu yakin, Rin...?"

"Tentu saja.. Mungkin, sudah jadi takdirku kalau aku harus 'satu tim' denganmu.. Lagipula, kalau kamu harus sendirian merintis usahamu itu, pasti akan sulit kan?"

"Rin..." Chiba tampak sangat senang.

"Jadikanlah aku 'pedang kedua'mu. Kemampuan komunikasiku mungkin bisa sedikit membantu Biromu itu.."

.

Tanpa berkata-kata, Chiba langsung memeluk kekasihnya itu.

.

"Rin.. Terimakasih banyak kalau kamu memang mau membantuku merintis biroku, ah bukan,,, biro kita itu.."

"Sudah tidak usah berterimakasih... Kita selalu 'satu tim' kan?"

"Tapi jalan yang kita tempuh akan panjang dan berkelok... Apakah kamu siap?"

"Kalau kita bersama... Tidak ada hal yang mustahil.. Yakinlah.."

"Iya... terimakasih.. Rinka..." Chiba makin erat memeluk kekasihnya itu.

.

Chiba kemudian mengangkat kekasihnya itu, menggendongnya, dan mengajaknya berlarian di atas pasir pantai yang lembut itu. Pasangan itu benar-benar bahagia karena akhirnya bisa bersama kembali. Rindu yang sudah ditahan selama beberapa tahun, hilang begitu saja ketika keduanya saling berpegangan tangan dengan erat kembali. Dan tentu saja, ikatan mereka berdua kini makin kuat, dan tak terpisahkan lagi.

.


.

Tempat : Homestay

Waktu : Pukul 23.50

.

Setelah puas berjalan berdua menyusuri pantai, ditemani cahaya rembulan dan deburan ombak yang menggelora, duo sniper itu kembali ke homestay. Besok masih ada satu hari lagi yang harus dilewati, sebelum pulang ke Tokyo untuk kembali menjalani rutinitas harian masing-masing.

Seluruh lampu di ruangan tengah aula homestay sudah dimatikan. Sudah tidak ada seseorang pun di dalam ruangan itu. Tampaknya siswa-siswi yang lain sudah tertidur di kamar masing-masing. Chiba dan Hayami pun berpisah, dan menuju ke kamar masing-masing.

Ketika Chiba hendak membuka pintu kamarnya, ada sebuah pesan yang tertempel di pintu kamarnya itu. Pesan itu bertuliskan :

.

"Semua kamar selain kamar no 16 sudah dipakai dan dikunci. Tidurlah di kamar no 16 itu! Barang-barangmu sudah kami pindahkan ke sana!"

.

Chiba kemudian mencoba membuka kamarnya, dan ternyata benar, telah dikunci. Ia kemudian mengalah dan menuju ke kamar no 16 yang dimaksud. Namun, ternyata didepan kamar no 16 itu sudah ada Hayami, yang juga memegang sepucuk kertas yang sama dengan yang Chiba dapatkan di pintu kamarnya itu.

.

"Ryuu.. K..Kenapa kamu tidak masuk ke kamarmu?" Hayami sedikit kebingungan.

"Sialan.. Semuanya mengerjai kita... Kamu juga dapat surat ini kan?" Chiba menunjukkan suratnya tadi pada Hayami.

"Eh.. Iya, aku juga mendapat surat seperti itu.. Jadi, kita harus tidur sekamar disini?" Tanya Hayami dengan muka yang memerah.

"Yah.. Kurang lebih begitulah tujuan teman-teman... Kalau kamu keberatan tidur denganku, biar aku tidur di aula sa.."

"Tidak perlu.." Hayami menyela perkataan Chiba.

"Eh... Lalu, mau bagaimana Rin?"

.

Hayami kemudian menggandeng tangan Chiba dan menyeretnya masuk ke kamar itu.

.

"Aku tidak keberatan harus tidur denganmu. Kita sepasang kekasih kan?"

"Eh.. i.. iya sih.. tapi.." Chiba terbata-bata.

"Sudahlah Ryuu. Ayo segera tidur.. Besok masih ada satu hari kan..?"

"O.. oke Rin.. kalau begitu kamu mau tidur di bed yang atas atau yang bawah?" kata Chiba sambil menunjuk bed susun itu.

"Aku mau dibawah saja.."

"Oke, kalau begitu, aku yang di ata..."

"Satu bed cukup untuk berdua kok... Kamu tidurlah dibawah bersamaku.." Hayami kembali menyela perkataan Chiba.

"Eeeehhh...?" Muka Chiba memerah.

"Sudah ayo cepat tidur!"

.

Pria berponi itu pun mengalah dan kemudian tidur satu ranjang dengan kekasihnya itu. Hayami kemudian memeluk tubuh kekasihnya itu erat-erat.

.

"Aku senang kamu sudah kembali.. Aku benar-benar merindukanmu..." kata Hayami perlahan.

"Begitu juga denganku Rin... Terimakasih ya, mau menungguku.."

"Sampai kapanpun juga akan tetap aku tunggu.."

"Terimakasih juga atas keputusanmu itu.. Aku benar-benar senang bisa bekerja bersamamu besok.. Mohon bantuannya ya.."

"Pasti.. Aku akan mengusahakan yang terbaik.."

.

Suasana malam itu benar-benar sempurna. Cuaca sangat cerah, udaranya juga tidak begitu panas, apalagi cahaya bulan sangat berkilauan, masuk di sela-sela tirai kamar homestay yang kecil itu.

.

"Rin.. Selamat tidur ya." Kata Chiba pelan.

"Aku belum berniat untuk tidur.."

"Ha..? Lalu, kenapa kamu cepat-cepat menarikku ke tempat tidur kalau begitu?"

.

Hayami kemudian mengubah posisinya menjadi diatas Chiba, dan langsung menindih tubuh kekasihnya itu.

.

"R.. Rinka.." wajah Chiba kembali memerah.

"Malam masih panjang.. Ryuunosuke.." wajah Hayami juga sudah memerah bukan main.

"K...K...K.. kamu mau.. M.. Melakukannya? Tanya Chiba dengan terbata-bata.

"Iya..." jawab Hayami dengan lembut.

.

Hayami kemudian langsung menyerang Chiba dengan ciuman ber-HIT yang sudah ia latih bersama kekasihnya itu selama ini. Satu lagi malam yang panjang bagi duo sniper yang sangat mesra itu.

.


Hari Minggu


.

Hari ini, adalah hari terakhir dalam rangkaian acara reuni keluarga kelas 3E tersebut. Semuanya nanti akan kembali ke tokyo dengan penerbangan pukul 13.00 siang. Acara yang tersisa hanya tinggal mengunjungi beberapa objek wisata kecil, dan membeli oleh-oleh untuk keluarga masing-masing.

Semuanya tampak sangat bahagia bisa mengikuti acara reuni yang meriah dan penuh dengan kejadian yang tidak terlupakan itu. Banyak sekali momen bahagia untuk dimasukkan dalam jurnal perjalanan hidup kelas 3E, terutama Kimura yang diterima cintanya oleh Yada semalam.

Waktu memang selalu bergulir ke depan, akan tetapi kebersamaan yang tercipta di lingkungan kelas pembunuhan 3E ini, tidak akan sirna sampai kapanpun juga. Perjalanan hidup para siswa-siswi eks kelas 3E, masih sangat panjang.

...


NEXT CHAPTER

CHAPTER 13 – Festival Musim Panas


.

Halooooooooooooooooo!

Bertemu lagi dalam kelanjutan cerita Duo sniper kita ini...

Mohon maaf untuk chapter kali ini agak molor pengerjaannya, dikarenakan ada satu dua hal yang harus author kerjakan...

Tidak bosan, author mengucapkan terimakasih pada para pembaca yang masih setia menunggu update FF ini... Semoga semuanya tetap semangat membaca sampai FF ini selesai ya..

Ada sedikit ralat.. Jadi di beberapa chapter sebelumnya, author sempat menulis kalau FF ini tinggal 3 chapter lagi. Yang benar adalah, dari chapter 12 ini, masih ada tiga chapter lagi yaitu chapter, 13, 14, dan sebuah Epilogue. Semoga para pembaca tidak bosan ya ^^

Seperti biasa, review, kritik, saran, dan masukan sangat terbuka. Dan terimakasih pada para pembaca yang setia memberikannya... Untuk pembaca baru, juga silahkan kalau ada kritik dan saran. Author dengan senang hati akan menerimanya...

Sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya.. Jangan bosan menunggu update ^^

Bandofzaku Flying Out!