Sebelumnya :
"tapi aku masih belum mengerti tentang pertanyaan kesepuluh" tanya Temari sambil mengangkat tangan.
Ibiki mengalihkan pandangannya kearah anak pertama dari sabaku bersaudara tersebut lalu tersenyum "hm..pertanyaan yang bagus. Sebenarnya pertanyaan kesepuluh adalah pertanya utama tes ini..akan kujelaskan pertanyaan kesepuluh..pilihan 'ikut' atau 'tidak' ini adalah pilihan yang sangat sulit. Jika kalian memilih 'ikut' tapi tidak bisa menjawab pertanyaannya takkan bisa mengikuti ujian ini selamanya..."
"...dan memilih 'tidak' maka otomatis akan gagal beserta kelompoknya, sebenarnya ini adalah pertanyaan mengenai kesetiaan...jika begitu bagaimana dengan dua pilihan ini..? anggap saja kalian sudah menjadi chunnin...tujuan misi adalah unutk mencari informasi rahasia...dan kekuatan musuh sama sekali tak diketahui. Karena takut kehilangan nyawa dan takut kelihangan nyawa temannya dalam bahaya...apa kau bisa menghindari misi berbahaya seperti itu? Kalian dihadapkan pada dua pilihan antara 'ikut' atau 'tidak'..." Ibiki menggambil jeda sejenak lalu menghela nafas.
"jawabannya adalah tidak! Seberbahaya apapun ada waktunya sebuah misi yang tidak bisa kalian hindari. Kemampuan memberi semangat pada teman-temanmu untuk bertahan dalam segala macam penderitaan...inilah kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi ketua pasukan yang disebut chunnin"
Tatapan Ibiki kembali menajam "orang yang tak lari dari takdirnya di saat seperti apapun orang yang menggantungkan nasibnya pada masa depan yang tidak pasti dengan berpikir 'tahun depan masih ada' kemudian menyerahkan kesempatan begitu saja, sampah seperti itu tak layak menjadi seorang chunnin. Kalian telah melewati tahap pertama ini dengan sukses, tapi kalian jangan senang terlebih dahulu karena...ujian ini baru saja dimulai semoga kalian beruntung!" ucap Ibiki mengakhiri penjelasannya dengan senyuman.
BRAKKK "PYAARRR" Tiba-tiba seseorang muncul di depan peserta dengan memecahkan kaca jendela.
Ibiki hanya menghela nafas melihat kelakuan salah satu rekannya ini "kau ini tidak pernah berubah..Anko"
Wanita berambut ungu itu hanya mendengus pelan "heh..tampaknya kau terlalu lembek kali ini Ibiki 90 peserta jumblah yang terlalu banyak" ucap wanita yang bernama Anko itu.
.
.
.
DISCLAIMER : MASHASHI KISHIMOTO
AU
Rated : T
Genre : Adventure & Friendship
Naruto U. & Sasuke U. & Team 7
Warning : OOC, Semi-canon,Typo,abal Dsb...
Pair : Naruto x ? , Sasuke x ?
RnR
.
.
.
Naruto Rikudou
Chapter 13 : Snake's attack !
.
.
.
Ujian chunnin tahap pertama akhirnya berakhir dengan menyisahkan peserta berjumlah 90 orang, dengan begitu ujian tahap kedua akan segera bergulir. Seorang wanita berambut ungu tengah berada di depan para peserta bersama dengan pengawas ujian sebelumnya wanita yang bernama Anko itu lalu berbalik menghadap peserta yang masih tersisa.
Wanita berwajah cantik namun garang itu memandang peserta yang tersisa dengan pandangan tertarik 'menarik'. Wanita itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan, namun pandangan Anko terhenti pada seorang peserta berambut pirang jabrik.
Anko tampak sedikit shock 'Yondaime?' namun tak lama kemudian wanita itu kembali memasang wajah garangnya "baiklah... perkenalkan namaku Anko Mitarashi. Aku adalah penguji di tes tahap kedua ujian ini, jadi bersiaplah" ucapnya memperkenalkan diri.
"baiklah kalian semua ikuti aku" ucap Anko seraya membalikkan badannya lalu melangkahkan kakinya kearah pintu. Seluruh peserta yang tersisa lalu bangkit dari tempat duduknya lalu mengikuti wanita yang dikenal sebagai orang yang pernah menjadi murid dari salah satu legenda sannin yaitu Orochimaru.
–Naruto Rikudou—
Ujian chunnin sudah mencapai tahap kedua dan seluruh peserta yang berhasil bertahan terlihat tengah berkumpul di depan sebuah hutan yang terlihat mengerikan dengan pohon-pohon yang tumbuh dengan ukuran yang tidak normal. Anko tampak tengah berdiri didepan seluruh peserta sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaket yang dia kenakan.
"sudah lengkap. Baiklah, ini adalah tempat yang akan digunakan untuk ujian tahap kedua, yaitu area 44 atau biasa disebut shi no mori... alasan kenapa di juluki begitu nanti kalian akan tahu sendiri. Baiklah akan ku jelaskan aturan dalam ujian tahap kedua ini. Ujian kali ini adalah ujian kelompok..."
"...kalian akan ditantang untuk bertahan hidup di dalam hutan sana... setiap kelompok akan mendapatkan sebuah gulungan. Kami sudah menyiapkan dua gulungan yaitu gulungan 'bumi' dan gulungan 'langit'. Jika kelompok kalian mendapatkan salah satu dari gulungan tadi, kalian diharuskan mencari pasangan dari gulungan yang kalian dapat dari kelompok lain..."
"...jika kalian sudah mendapatkan kedua gulungannya, kalian boleh menuju ke menara yang terdapat di pusat tempat ini tentunya dengan kelompok yang masih lengkap. Dan satu hal lagi... di ujian kali ini diperbolehkan saling membunuh. Kalian akan diberi waktu 5 hari untuk menyelesaikan tahap ini" ucap Anko tersenyum mengerikan sambil menjilati bibirnya agar terkesan lebih mengerikan.
Seorang peserta berbadan besar tampak mengangkat tangannya "ano... bagaimana caranya kita makan?".
Wanita berambut ungu itu langsung mengarahkan pandangannya kearah peserta yang di ketahui bernama Chouji itu "tentu saja kalian harus memikirkan sendiri bagaimana kalian bisa makan. Oh ya satu lagi, kalian tidak boleh membuka gulungannya sebelum kalian sampai di menara. Jika kalian melanggar kalian akan... MATI ! !" ucap Anko dengan menunjukkan wajah horror sambil menekankan kata 'mati'.
...
Tampak seorang gennin dari suna terlihat menyeringai ala psikopat 'kali ini akan kupersembahkan darah yang banyak padamu... ibu...'. Kedua rekannya yang melihat perubahan diwajah Gaara tampak melangkah mundur dengan keringat dingin yang muncul diwajah mereka.
Naruto dan Sasuke tampak menyeringai setelah mendengar penjelasan dari Anko lalu mereka berdua melakukan tos "kali ini kita akan bersenang-senang Teme. Aku tak sabar menguji kemampuanku" ucap Naruto tanpa menghilangkan seringaiannya.
Sasuke mengangguk setuju "hn. Kita tunjukkan kekuatan kita berdua Dobe"
Tanpa mereka sadari seseorang tengah mengawasi mereka 'khukhukhu... aku tak sabar mengigit kalian berdua...' orang tersebut tampak menunjulurkan lidahnya yang sedikit tidak normal karena ukurannya cukup panjang.
"wah..wah..tampaknya kalian sangat semangat ya setelah mendengar kata membunuh" ucap Anko sambil tersenyum manis namun tampak menakutkan bagi yang mempunyai nyali ciut. "aku jadi sangat bergairah menantikan kejadian apa yang terjadi nanti. Tapi sebelum itu aku ingin menyerahkan ini" lanjut Anko lalu menyerahkan sebuah kertas kepada seluruh peserta.
"apa ini?!" tanya Sakura sambil membaca tulisan yang ada di kertas tersebut.
"itu adalah surat persetujuan yang harus kalian persetujui, karena kalian bisa saja tewas saat menjalankan ujian nanti. Bila ada yang tewas 'kan bisa dipertanggung jawabkan... heheheh..." jelas Anko sambil tertawa seakan seperti orang yang tak memiliki dosa.
"jika sudah selesai kalian bisa menyerahkan kertas tersebut ke petugas yang ada dibelakang sambil mendaftarkan tim kalian" ucap Anko.
...
Seluruh tim pun mulai mendaftarkan anggotanya untuk mengikuti ujian tahap kedua ini. Begitu juga dengan tim tujuh yang saat ini tengah menukarkan formulir dan menerima salah satu gulungan.
Naruto melihat gulungan yang di dapatkan timnya itu "hm..langit"
"kalian bertiga ikuti aku..." ucap salah satu petugas sambil membimbing ketiga anggota tim tujuh menuju kesalah satu gerbang untuk masuk kedalam hutan.
Petugas itu membuka gerbang tersebut dan mempersilahkan tim tujuh untuk masuk.
Sakura menatap kesekeliling tempat itu "tempat ini sedikit menyeramkan. Apakah aku bisa..." ucap Sakura sambil menundukkan kepalanya.
"hn. Kau jangan takut ada kami berdua, kau harus percaya pada kekuatanmu." Ucap Sasuke menenangkan Sakura.
"hm... benar kita pasti bisa melalui ujian ini dengan selamat" ucap Naruto menimpali perkataan Sasuke.
Sakura yang sempat down kembali bersemangat "kalian benar. Kita harus lulus dan menjadi kuat" ucap Sakura bersemangat kedua rekannya tersenyum tulus mendengar ucapan Sakura 'wah... mereka berdua tersenyum... mereka memang sangat tampan jika tersenyum' batin Sakura blushing.
"AARRRRGGGHH ! !"
Naruto Sasuke serta Sakura langsung menolehkan kepala mereka ke dalam hutan setelah mendengar teriakan dari salah satu peserta "hn. Ayo kita mulai Naruto, Sakura" ucap Sasuke tanpa menolehkan kepalanya.
"hn/ha'i" balas Naruto dan Sakura.
WUSSH
...
Sementara di luar hutan, Anko yang tengah memeriksa dokumen peserta menolehkan kepalanya kearah shi no mori "wah... tampaknya sudah dimulai ya... mereka sangat semangat sekali... padahal baru saja dimulai"
.
.
.
.
Tim tujuh terlihat tengah menyusuri hutan kematian dengan tenang sudah sekitar sepuluh menit mereka berjalan dari gerbang tadi, dan dari tadi mereka belum menghajar satupun musuh. Sasuke tampak melirikkan matanya ke kanan lalu berjalan mendekati kedua rekannya.
"hn. Apa kalian menyadarinya ?" tanya Sasuke pada Naruto dan Sakura yang tampak tenang Naruto dan Sakura mengangguk "hn. Genjutsu..." .
Mereka bertiga lalu menghentikan langkah mereka "keluarlah kalian, jangan jadi pengecut yang hanya sembunyi seperti tikus" ucap Naruto datar.
TAP! TAP! TAP! Tiga orang shinobi dengan hitae ate berlambang amegakure muncul di depan mereka bertiga. Ketiga shinobi ame itu terlihat memakai sebuah masker dan dua orang diantaranya memakai kaca mata hitam dan baju yang sama berwarna kuning pucat.
"wah... sudah ketahuan ya..baiklah kami ke sini datang baik-baik, jadi serahkan gulungan kalian pada kami. Kami tidak akan melukai kalian jika kalian menyerahkannya" ucap shinobi ame yang berada ditengah, sepertinya pemimpin dari tim tersebut.
"hn. Jika kami menolak?!" tanya sasuke dengan nada datarnya.
"kami akan merebutnya secara paksa" balas pemimpin dari tim shinobi ame itu.
Naruto dan Sasuke lalu menyeringai "hn. baiklah jika itu mau kalian, buatlah kami bergairah"ucap Sasuke "Sakura kau tetap dibelakang biar kami yang mengatasi orang-orang ini dan tetaplah waspada" ucap Naruto.
Naruto mengambil sebuah gulungan dari kantong ninjanya "hm... aku ingin mencoba senjata baruku..." Naruto lalu membuka gulungan tadi.
"POFF ! !"
Muncul dua pedang dari gulungan tadi Naruto lalu memberikan salah satu pedang tadi ke Sasuke "tangkap Sasuke... itu adalah kusanagi no tsugiri" ucap Naruto sambil melemparkan katana berwarna silver.
Sasuke menangkap pedang tersebut "hn. Kau ingin mencoba kubikiribocho itu ?" tanya sasuke yang meliahat pedang milik mantan musuh yang pernah mereka lawan saat misi ke negara ombak dulu.
"ya begitulah, aku sedikit tertarik dengan pedang besar ini" ucap Naruto sambil memutar-mutar kubikiribocho yang sebelumnya milik Zabuza "jadi, siapa dulu yang ingin merasakan rasa sakit dari pedang ini ?" tanya Naruto pada ketiga orang didepannya.
"cih ! Kalian banyak omong rasakan ini!" ucap ketua kelompok tersebut sambil melemparkan sebuah kunai yang sudah terpasang peledak. Naruto yang mengetahui kunai tersebut ada peledaknya segera menghindar sebelum kunai itu mengenainya.
"DUAARR ! !"
Terdengar suara ledakan yang berasal dari kunai peledak tadi, sang pelempar mendecih kesal karena serangannya dapat dihindari. Shinobi ame itu kembali menyerang Naruto menggunakan kunai yang berada ditangannya.
Naruto dengan mudah menahan serangan dari ninja ame tersebut dan sesekali membalas serangan itu dengan menebaskan kubikiribocho miliknya ke tubuh musuhnya tersebut.
Dentingan akibat gesekan dari besi yang bersentuhan menjadi iringan nada dari pertarungan team tujuh melawan shinobi peserta dari amegakure. Sasuke yang mendapat pinjaman pedang kusanagi dari Naruto terlihat tengah sibuk beradu pedang dengan rekan dari shinobi yang bertarung dengan partnernya itu.
–Naruto Rikudou—
Sakura yang tidak ikut bertarung terus mengawasi pertarungan dari kedua rekannya dan tidak lupa memasang posisi siaga dengan kunai yang berada di tangannya jika tiba-tiba musuh menyerang dia langsung bisa melawan 'tunggu... seharusnya musuh berjumblah tiga orang. Namun dimana satunya?'
Sakura terus memasang posisi siaga namun sebuah serangan dari belakang tengah mengarah padanya 'dibelakang' batinnya. Sakura refleks menolehkan kepalanya kebelakang menangkis sebuah kunai yang meluncur kearahnya menggunakan kunai yang ada digenggamannya.
Shinobi ame ketiga tampak tengah berdiri dibelakang Sakura "heh... tak kusangka kau mempunyai refleks yang bagus gadis manis..."
Sakura hanya tersenyum percaya diri sambil menatap musuh didepannya "heh... kau meremeh'kanku" Sakura maju dan memfokuskan chakra miliknya di tangan kanan "rasakan ini SHANNAROO ! !"
"DUAAGGGH !"
Peserta yang berasal dari amegakure itu tidak sempat menghindar dari pukulan maut Sakura dan akibatnya dia terpental kearah kedua rekannya yang tengah melawan Naruto dan Sasuke. Kedua shinobi ame itu membelalakkan mata melihat salah satu rekannya tengah meluncur kearah mereka.
Tanpa diberi aba-aba kedua shinobi itu langsung menahan rekannya yang tengah mengarah kearah mereka. Kedua peserta itu sedikit terseret akibat kuatnya tekanan yang mereka terima, Naruto serta Sasuke melompat kebelakang untuk mengambil jarak.
Sejenak kedua shinobi muda itu saling pandang lalu menganggukkan kepala mereka, mengerti akan tatapan yang dimaksudkan oleh rekannya Sasuke langsung membuat handseal begitupula Naruto... dia meletakkan kubikiribochonya lalu membuat handseal.
Naruto yang terlebih dahulu menyelesaikan handsealnya lalu membentangkan tangannya kedepan "Fuuton: Reppushou"setelah menyebutkan nama jurusnya tersebut, muncul pusaran angin mengarah kearah ketiga shinobi ame tadi.
"Katon: Dai Endan" Sasuke yang juga telah menyelesaikan handsealnya langsung menyemburkan api kearah jutsu yang dikeluarkan oleh Naruto dan membentuk pusaran apidengan intensitas besar yang siap memakan apapun yang berada dalam jangkauannya.
Merasakan hawa panas yang tiba-tiba mendera tubuh mereka...Ketiga shinobi ame itu langsung mengalihkan pandangan mereka berusaha mencaritahu apa yang terjadi. Mereka bertiga langsung membulatkan mata melihat api yang siap menerjang mereka. Namun naas, ketiga peserta itu tak sempat menghindar.
"BLAAARRR ! !"
Serangan kombinasi itu sukses menghantam ketiga peserta malang tadi, sang pelaku yang tak lain Naruto dan Sasuke masih tak bergerak pada tempatnya memandang kobaran api yang tengah membakar area yang berada di depan mereka. Tak lama kemudian Sakura muncul disamping Naruto dan menatap kobaran api didepannya.
"dimana mereka bertiga Naruto-kun... Sasuke-kun?" tanya Sakura sambil menoleh kearah kedua rekannya.
"tunggu api itu padam, kau akan mengetahuinya" jawab Naruto tanpa mengalihkan pandangannya dari kobaran api itu.
...
Setelah menunggu hingga api di depan mereka mulai padam, Naruto Sasuke serta Sakura langsung melompat kearah mayat peserta dari ame yang sudah gosong. Naruto berjalan kearah mayat pimpinan kelompok itu untuk memeriksa apakah gulungan yang mereka cari masih utuh atau sudah hangus.
"hm..tampaknya kita harus mencari gulungan dari peserta yang lainnya" ucap Naruto sambil membawa gulungan yang sudah hangus terbakar.
Sakura menghela nafasnya melihat kesempatan untuk segera menyelesaikan tahap kedua terhambat "hahh.. kalian berdua sedikit keterlaluan... seharusnya kalian selamatkan dulu gulungan itu" ucap Sakura sedikit frustasi.
"hn. Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan, tidak ada gunanya menyesali apa yang sudah terjadi" ucap Sasuke tidak mempermasalahkan kejadian ini. Kedua rekannya mengangguk mendengar ucapan Sasuke lalu mereka bertiga melanjutkan pencarian gulungan 'bumi' yang masih 'berkeliaran' di dalam hutan itu.
.
.
.
Hari sudah mulai gelap namun ujian chunnin tahap dua yang berada di shi no mori terus berlanjut. Tim tujuh masih terus melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari tim yang memiliki pasangan dari gulungan yang mereka punya.
Sakura yang berada di belakang tampak gelisah "Sasuke-kun, Naruto-kun..." ucap Sakura memanggil kedua rekannya.
Sasuke dan Naruto langsung menghentikan langkahnya "hn. Entah kenapa area ini mendadak hening" ucap Sasuke menyadari kegelisahan sakura.
Naruto mengangguk setuju "kita tetap waspada... aku mulai merasa cemas. Entah apa yang akan kita hadapi nanti. Kita lanjutkan perjalanan" ucap Naruto mengistruksikan untuk melanjutkan perjalanan. Namun belum sampai sepuluh langkah mereka berjalan, tiba-tiba muncul seekor ular dengan ukuran cukup besar menyerang mereka.
"menghindar !"
Naruto dan kedua rekannya langsung melompat untuk menghindari serangan tiba-tiba yang dilancarkan oleh ular tadi. Naruto langsung melemparkan kubikiribocho miliknya yang sudah dialiri chakra angin menuju ular yang menyerang mereka tadi "Slebb !" pedang besar itu tepat mengenai kepala reptil besar itu, Naruto lalu melompat kearah bangkai ular tadi untuk mengambil kembali pedangnya.
Melihat ular yang menyerang mereka sudah tak berdaya, Sasuke dan Sakura langsung menuju ketempat Naruto.
TAP! TAP! "hn. apa maksudnya ini ?" ucap Sasuke sembari berjalan mendekati Naruto. Sementara Naruto masih diam memperhatikan bangkai ular tersebut "entahlah, tapi..aku sedikit cemas mengenai ini" ucap Naruto sambil berbalik menghadap kearah Sasuke.
TAP TAP TAP
Terdengar suara seseorang tengah berjalan kearah mereka bertiga, Naruto Sasuke dan Sakura refleks menolehkan kepala mereka guna melihat siapa yang datang.
"khukhukhu~seperti yang kuharapkan...refleks kalian memang cepat... Sasuke-kun... Naruto-kun"
...
Sedangkan diluar shi no mori tampak beberapa pengawas ujian menemukan tiga mayat yang diduga peserta ujian.
Salah satu pengawas lalu maju untuk melihat kondisi mayat-mayat tersebut "apa-apaan ini?... mayat-mayat ini... Aoba cepat beritahukan kejadian ini pada pengawas ujian Anko Mitarashi...". Pengawas yang bernama Aoba langsung menghilang menggunakan shunshin untuk memberitahukan apa yang mereka temukan pada Anko.
...
Ditempat ruang pengawas tampak Anko tengah menikmati makanan yang sudah disediakan "hm... dango memang makanan yang paling enak jika disantap dalam kondisi seperti ini..." ucap Anko lalu melihat kearah hutan kematian yang berada dibelakangnya "perasaanku sedikit tidak enak"
SIINGGG
Namun kegiatannya terganggu saat melihat seseorang tiba-tiba muncul didepannya "hei... kau menggangguku saja.." ucap Anko sambil menghentikan acara makannya "ah...maaf sebelumnya Anko-san" ucap orang itu yang ternyata Aoba.
"hah... tidak apa. Kenapa kau terlihat begitu tergesa-gesa" tanya Anko lalu kembali melanjutkan makannya.
"...kami menemukan tiga orang mayat dan luka yang di dapatnya sungguh aneh.."
Anko langsung menghentikan acara makannya lalu berdiri "tunjukkan jalannya..."
"baik" ucap Aoba lalu mereka berdua menghilang menggunakan shunshin.
–Naruto Rikudou—
Ditempat ketiga mayat tadi Kotetsu masih menyelidiki ketiga mayat yang mereka temukan TAP! TAP! Kotetsu langsung mengalihkan perhatiannya kearah orang yang baru datang itu. Anko lalu berjalan kearah Kotetsu.
"apa yang kalian temukan?" tanya anko.
"ini..." balas Kotetsu sambil menyerahkan beberapa lembar identitas ketiga mayat tersebut "dilihat dari penampilannya... mereka adalah shinobi dari Kusagakure yang terdaftar mengikuti ujian chunnin... lihatlah, wajah orang itu tidak ada"
Anko langsung mendekati salah satu mayat tersebut dan melihat wajahnya, Anko langsung membulatkan matanya 'tak salah lagi...ini jutsu milik 'nya'. Kenapa dia datang kesini?' Anko mencocokkan penampilan mayat tersebut dengan foto yang ada di identitasnya 'kuso...'.
"kalian cepat beritahu ini kepada Hokage dan meminta agar mengerahkan 2-5 pasukan Anbu menuju shi no mori. Aku akan mencari orang ini" perintah Anko pada tiga orang dibelakangnya.
...
...
Kembali kedalam hutan
Tampak seorang wanita tengah berdiri dihadapan ketiga anggota tim tujuh, orang itu kemudian melepas caping yang berada di kepalanya. Wanita itu menjulurkan lidahnya yang panjang dan menjilati wajahnya untuk memberi kesan menyeramkan pada ketiga bocah di depannya.
'orang ini... berbahaya...' batin Naruto sambil mengeratkat pegangannya pada gagang kubikiribochonya "kalian berdua berhati-hatilah... aku merasakan kekuatan orang ini jauh melebihi kita" ucap Naruto mengingatkan kedua rekannya.
"hn. Kau tidak seperti biasanya Dobe... tapi, aku juga berpikir sama denganmu" ucap sasuke menyetujui perkataan Naruto, dia juga mengeratkan pegangannya pada gagang kusanagi.
Wanita itu sedikit kagum melihat pedang yang di pakai oleh Naruto dan Sasuke "hoo... tak kusangka pedang milik Zabuza ada di tanganmu... dan Kusanagi?" wanita itu menaikkan sebelah alisnya "aku tak sabar melihat kemampuan kalian..."
Wanita itu tampak merapal handseal lalu menghentakkan tangannya ketanah "...Kuchiyose no Jutsu"
"BOOFFF !" Seekor ular yang ukurannya melebihi ular yang Naruto bunuh tadi muncul di depan wanita itu. Sakura yang melihat ular besar dihadapannya sedikit melangkah mundur.
'sialan. Jika aku menggunakan chikusodo.. aku tidak yakin akan bertahan lama nantinya, saat ini rinnengan masih belum kukuasai seutuhnya. Aku harus menghemat chakraku' Naruto lalu melirik ke arah Sasuke "apa kau punya ide Teme?"
"hn. Untuk saat ini... tidak" balas Sasuke tanpa mengalihkan pandangannya terhadap musuh didepannya "kau?"
"hm.. rasa cemasku terlalu besar dan mengakibatkanku tidak bisa berpikir jernih" balas Naruto sambil sesekali melihat Sakura yang berada di belakang mereka berdua. Sasuke hanya menghela nafasnya "apa boleh buat. Kita serang terlebih dahulu untuk mengetahui kelemahan wanita aneh itu" ucap Sasuke sambil memposisikan kusanaginya di depan wajahnya.
Naruto mengangguk lalu membentuk segel kage bunshin"baiklah Kage Bunshin no Jutsu" "BOOFF" muncul dua tiruan Naruto disampingnya "kalian sudah tau'kan" ucap Naruto.
Kedua bunshinnya mengangguk dan langsung maju menyerang wanita itu dengan kunai ditangannya. Salah satu bunshin Naruto berusaha menyerang wanita itu dengan melancarkan pukulan kearah wajahnya..namun dengan mudah wanita itu menghindar dengan memiringkan kepalanya lalu menendang perut bunshin tersebut.
Saat wanita itu disibukkan dengan bunshin tadi, puluhan belati angin menuju kearahnya dan siap mencincang tubuh wanita tersebut. Menyadari bahaya mendekat wanita itu langsung membuat handseal.
"Doton: Doryuuheki" sebelum serangan itu mengenainya sebuah dinding tanah berhasil menahan pisau angin tadi belum sempat bernafas lega sebuah kunai meluncur kearahnya. Wanita itu membelalakkan matanya namun dengan cepat dia memiringkan kepalanya agar tidak terkena kunai tadi.
SIINNGG
Tak selang beberapa detik Naruto muncul disamping wanita itu dengan kubikiribocho yang siap memenggal kepalanya.
'hiraishin.. eh, menarik' sebelum kepalanya terpisah dengan tubuhnya wanita itu menendang perut Naruto dengan kuat mengakibatkan tubuh pemuda itu terpental cukup jauh.
'ugh, sial... tendangannya kuat sekali' belum sempat kakinya menginjak tanah,Naruto membelalakkan matanya melihat ular besar yang disummon wanita tadi membuka mulutnya lebar-lebar dan menelannya hidup-hidup.
"NARUTO/NARUTO-KUN" teriak Sasuke dan Sakura melihat ular besar itu menelanan rekannya.
Sasuke langsung mengaktifkan sharingannya dan maju menyerang wanita ular itu "kembalikan Naruto wanita aneh..." ucap Sasuke lalu melemparkan beberapa kunai kearah wanita itu. Namun kunai-kunai tadi berhasil di tangkis dengan mudah.
Sasuke yang melihat serangan pertamanya dengan mudah di tangkis kemudian mengalirkan chakra petirnya ke kusanagi yang berada di tangan kirinya lalu melemparkan katana tersebut kearah wanita itu. Melihat kusanagi yang telah teraliri petir mendekat kearahnya wanita ular itu melompat ke kanan untuk menghindari tusukan pedang itu.
Sasuke yang melihat rencananya berhasil langsung membuat handseal "Katon: Gouryuuka no Jutsu" Sasuke menyemburkan Naga api besar kearah wanita itu.
"BLAAARR !"
Wanita itu tak sempat mengelak dari jutsu api yang di keluarkan Sasuke dan berhasil mengenainya dengan telak.
"SHINRA TENSEI !"
"BLAARRR"
Sasuke langsung mengalihkan pandangannya kearah sumber ledakan tadi, tampak ular yang memakan Naruto tadi hancur dengan tubuh berserakan dan darah yang tercecer kemana-mana. Dan tampak Naruto yang telah berhasil keluar dari perut ular menjijikkan tadi, namun dia tampak kelelahan setelah menggunakan jurus tadi.. dilihat dari nafasnya yang sudah memburu. Sasuke lalu mendekat kearah Naruto begitupun dengan Sakura yang sejak tadi diam.
"apa kau tidak apa-apa Naruto-kun/Dobe?" tanya Sakura serta Sasuke.
Naruto mengangguk dan berusaha menstabilkan pernafasannya "haah.. ya begitulah..haah... bagaimana dengan wanita itu" tanya Naruto yang sudah bisa menstabilkan nafasnya.
"serangan Sasuke-kun berhasil mengenai wanita itu" ucap Sakura dengan nada yang terdengar sedikit tenang.
Naruto menaikkan sebelah alisnya "...benarkah?.. tapi siapa itu?" ucap Naruto sambil menunjuk kerah bekas pertarungan Sasuke tadi. Sasuke serta Sakura sontak membalikkan badan melihat kearah yang ditunjuk Naruto. Tampak siluet seseorang tengah berjalan mendekat dibalik debu yang berada di depan mereka.
Tampak wanita tadi tengah berdiri tegap seakan tidak pernah terkena serangan apapun, namun yang membuat tim tujuh heran adalah kulit wajah wanita itu seakan mengelupas dari cangkangnya "khukhukhu... aku benar-benar terkesan dengan kekuatan kalian berdua. Baiklah waktunya serius..."
"d-dia b-bagaimana b-bisa?...sebenarnya dia itu makhluk apa?" tanya Sakura dengan nada yang terdengar gemetar.
"hn. Entahlah..." 'aku yakin seranganku tadi tepat mengenainya' pikir Sasuke sambil menatap tajam wanita itu "..Naruto Sakuraaku mempunyai rencana dengarkan aku baik-baik..."
...
Naruto mengangguk "hm.. rencanamu bagus Sasuke, baiklah kita mulai... Tajuu Kage Bunshin no Jutsu"
"BOOFF" "BOOFF"
Muncul ratusan bunshin Naruto "kalian sudah mengerti'kan?" tanya Naruto, seluruh bunshin Naruto menganggukkan kepala "baiklah laksanakan"
"OKE BOS !" balas seluruh bunshinnya lalu menyerang orang aneh itu.
"khukhukhu... menarik, mari kita lihat apa yang mereka rencanakan..."
.
.
.
.
To Be Continued
...
Yo minna-san ! akhirnya update juga setelah libur lebaran :D, sebelumnya minal aidin wal faidzin reader-san maafkan saya jika ada salah kata :D. Baiklah, waktunya bales riview...
namikaze hikarus . Knapa cuma sampai situ? Mana chapter selanjutnya?... ini bro lanjutannya :D
Playerkiller . Wah senpai hebat. Ceritanya sangat bagus.. hahaha, biasa saja kok killer-san. terimasih :D
namikaze kyu . pair nya naruhina je plissss... akan saya usahakan
Roxas . Jangan PERNAH lupa update ya!... hahaha ok, tapi mungkin agak terlambat-terlambat sedikit karena saya sudah mulai sibuk, saya harus cari kerja tahun ini :D
Noor-sama. maaf baru bisa baca Update-an nya... author-san misalkan harem... jangan banyak2 dua aja cukup... di tunggu chap selanjutnya... ok bro, saya juga tak terlalu suka banyak-banyak repot ngurusinnya nanti, kasihan Naruto :D
firdaus minato. lanjut pairnya tambah dan wordnya iyaaa... akan saya usahain :D
Ahmad312. Keren fanficnya, tp knapa habisnya begitu? Ditunggu chapter 14 nya! ""... thanks bro, Ok ini lanjutannya.
Hi no Ketsui. Lanjut senpai... ok ini sudah lanjut.
kainan. lnjtkn thor mkn sru dtnggu... ini sudah lanjut, thanks.
Uzumaki Arashi41. Untuk pair naruto hinata aja kan disini sudah ada interaksi keduanya selaim itu di chapter sekitaran 4 kan sudah ada kalimat
yang intinya pairnya sasusaku dan naruhina... :D hahaha iya bro, pairnya Naruhina dan Sasusaku, dan mungkin ada tambahan nantinya, thanks bro.
samsulrijal848. Next.. ok ini sudah lanjut.
Samehada. Gk sabar nungguin lanjutannya,kapan ya?... ini lanjutannya bro.
Uzumaki Prince Dobe-Nii. Lanjut lanjut... Ok ini sudah lanjut.
.792. hmmm next ajah lah nunggu shippuden :v... :v hahaha, sabar saja pratama-san :D
vira-hime. Lanjut... . ok ini sudah lanjut.
...
Terima kasih buat yang sudah ngeriview, sampai jumpa di chapter selanjutnya.
Uzumakifaisal out...
.
.
.
.
