Ega : -_-" (suram mode "Yes")
Anzu : Suram tuh"
Yugi : Napa tuh?
Bakura : Biasa tuh Mbah lagi setres gara-gara kemarin Laptopnya hangus
Yami : Meledak maksutnya?
Tukul arwana : Mas tapi isi ceritanya sambungan ini terpaksa di ketik ulang Mas.
Bakura X Yami :…..
Tukul Arwana : kenapa toh Mas-mas iki ngeliatin saya?
Yami : A-anda siapa ya?
Bakura : Orang aneh muncul?
Tukul Arwana : Oh saya toh kenalin semuanya sayu tukul orang yang mengantikan Adinda Ayu membaca narasi karna dia berhalangan….YAAAAEEEEEY!.
Tora : gaya macam apa itu?
All Chara : …
Tukul Arwana : Kembali ke-
Isis, Ryou , Yugi : KELEPTOP!
Ega : oke
memories she of the world's deserts
14 . Panggilan
NAH….shun boy kuperkenalkan dia zero orang yang ingin kujadikan rekanmu Shun-Boy"
Jadi kau lah shun itu
DUELL!
Shun : POINT : 4000
Zero : POINT : 4000
"Aku maju duluan Kupanggil Iron linev(Point: 1500)"Ucap Zero memanggil monster bintang 4 kearenanya.
"Baiklah Giliranku Kupanggil Beaver Warrior (Point 1500), namun mendapat kemampuan pada padang rumput menjadi (1850 point) Bertahan dan 2 kartu di arena dan giliranku selesai"ucap Shun tenang.
"Kuperintahkan Iron Linev untuk menyerang Beaver Warrior di arenamu, dan mengaktifkan Kartu Majic card ditanganku"ucap Zero lalu memperlihatkan kartu pada tangannya pada Shun.
"Kartu Spring aura(Majic card) kartu sihir yang mampu meningkatkan semua tipe, jenis sebanyak 500 point, Nah kemampuan kartuku kuarahkan pada Iron linev menjadi 2000 Point"
"Buka kartu tertutup, Kartuku adalah (Mirror Wall) kartu sihir yang menjadi tameng cahaya melindungi Beaver Warrior sekaligus memberi damage padamu.
"AHH!"
Shun: POINT : 4000
Zero :POINT : 3500
"Lumayan juga benarkan Yura "ucap Ray dengan wajah tenang.
"Sebaiknya kita waspada sepertinya ada sesuatu yang akan terjadi"Ucap Yura dengan serius soal kepekaan insting dan bahaya pada dirinya sangat kuat, ia dengan sigap telah memasang rantai tersembunyi pada lengan bajunya yang berkera panjang.
"Apa kalian juga merasakan sesuatu"ucap Pegasus mendekati mereka.
"Apa anda merasakan hal yang sama?"Tanya Ray pada Pegasus.
"Tentu saja karna aku memiliki Sennen Eye, Tapi yang mendekat ini hawanya tak asing" ucap Pegasus sambil memperlihatkan Sennen Eye pada matanya.
"Yah Yah dan itu menurutku lebih aneh lagi Pegasus-san" Ucap Varon enteng.
"Hoi-Hoi jangan bilang seperti itu padaku, ucapan kalian meledek dalam hati itu menyakitkan batinku termasuk kau Ray-Boy" ucap Pegasus-dengan cemberut.
"Ups Maaf Tn Pegasus"
"Hoi Ray kau lupa Mata itu dapat membaca pikiran orang lain"Ucap Yura dengan geleng-geleng kepala.
"Masalahnya adalah apa tak aneh dengan penampilan anda begitu" ucap Varon.
"Maaf ya aku datang meminta kalian untuk menjadi rekan kerjaku bukan menghinakuuu" Ucap Pegasus makin kesal dan melihat itu para pelayan serta Bodyguard hanya berHahah ria disana.
sementara Yura berjalan mendekati Shun dan melihat pertandingan kartu dari pada harus ikut adu mulut bersama 3 serangkai (Ray, Varon dan Pegasus) sepertinya permainan itu menyajikan suatu pertarungan yang sayang dilewatkan.
"Tak kusangka kau bisa memberi damage padaku dengan singkat" Ucap Zero sinis.
"Permainan ini baru dimulai, Mari menikmatinya"ucap Shun.
"Shun Aniki"Panggil Yura.
"Nande Yura"
"Aku ingin keluar ada yang ingin kupastikan"Ucap Yura dengan sorot mata lain.
"Ada apa?" Tanya Shun lalu memegang tangan Yura yang sudah keringat dingin dan merasakan hawa pembunuh ditubuh Yura.
"Aku harus memastikannya" Bisik Yura.
"Kau boleh pergi namun bahaya , jika sendirian bawa Varon disampingmu dan jangan memaksakan diri" Perintah Shun lalu melirik Zero yang menatikan giliranya.
"Aku mengerti"
"Baiklah Giliranku Aku panggil Saven Have(Warior cardP:2000) kartu ini dapat memaksa 1 kartu yang keluar dari kuburan sendiri dan memanggil kearenaku dan giliranku selesai"ucap Zero mengakhiri giliranya .
"Baiklah Giliranku"
"Tunggu"teriak Zero.
"Kuatifkan Majic Card
"Oo begitu jadi dia sengaja mengeluarkan monster tingkat 4 warior untuk menarik monster kelas berlevel6 atau atas "Pikir Shun.
"Kupanggil Redblazer(Warrior card 2300) dengan mengorbankan Sahe have dan Iron Live kembali kuburan dan Efek Rebdlazer dapat menyerang langsung pemain nah serang Shun" teriak Zero.
"Buka kartu tertutup Kartu tertutupku adalah Mirror Speling adalah kartu perisai yang bisa melindungi seluru monster diarena sekaligus master. Kupanggil Paladin Warior (point 2300) diarena dan mengaktifkan Mejic card ditangan giliranku selesai"
"Serang!"
"Ray " Panggil Yura.
"Nande Yura ?"Tanya Ray yang menatap Yyra mendekati mereka.
"Aku ingin keluar untuk memastikan sesuatu tolong jaga Aniki selama aku tak ada"
"Ah baiklah aku akan menunggu Aniki disini"
"Varon ayo ikut aku ada yang harus kita lakukan" Panggil Yura pada Varon.
"Baiklah"
Sore pun menjelang Baik Yura dan Varon keluar dari gedung Pegasus ketempat taman depan gedung yang terlihat begitu sepi dan janggal.
"Awas Varon sepertinya ada yang menunggu kita" ucap Yura sinis dan melempar Rantainya di gengamanya.
"Hoi Yura kau harus ingat pesan Aniki kita tak boleh mengunakan kekuatan kita di depan umum"
"Tenang Varon tempat ini sudah dipagari oleh seseorang untuk memancing kita"
"Benar Cuma orang tertentu saja yang bisa memasukinya"
DEG!
"Dazt!"
"Halo Varon lama tidak jumpa denganmu"
"Aku sangat kecewa kau dan May memutuskan keluar meninggalkan kelompok aku datang untuk mengambil kau kembali ke kelompok" ucap Dazt
"Jangan Harap kau akan mendapatkan Varon" uca Yura gentar.
"Yura hati-hati berbahaya"
"Omong kosong PERSETAN DENGANYA!"
"Kalau Begitu matilah karna kau melindungi orang yang berhianat padakuuuu" ucap Dazt dengan murka dengan dikelilingi cahaya hijau dan simbol sihir bintang di dahinya.
DUARRRRRRRTKKK!
BLAAAAAAAAAAARTTTTTTT!
"YURAAAAAA!"
Cahaya berwarna Hijau pucat dan sebuah Cahaya biru kehitaman memancar secara bersamaan sebuah ledakan besar terlihat hebat mengetarkan skalanya yang cukup besar dapat membuat langit bergemuruh hebat dan menimbulkan kepanikan.
"Serangan Yang lemah ?" teriak seseorang dengan nada merendahkan.
"Eh!"
Terlihat seorang gadis mendekatinya menanyai keadaanya, bersama beberapa orang yang ada di belakangnya.
"Kau Kaiba Ruega"
Mata violeta tak henti-hentinya menatap putaran piringan hitam dan tombol microsistream dj dazz dan alunan suara Aipoud setianya dihapanya dihadapan orang banyak segelitir manusia yang asik berjoget dilantai dansa, ada pula yang menikmati minuman ringan atau yang keras ,kemampuan kepuasan birahi serta napsu Sex untuk lelaki dan perempuan, berada disini.
Mata dinginya tengah serius mengerakan korsem dan list music untuk mengubah alunan nada menjadi music remix yang mengoda.
"Ha-Kun seseorang mencarimu"ucap seorang teman yang berprofesi sama denganya dia adalah Matsuda kasumoto atau disapa Ren dia adalah DJ Populer disini dan banyak wanita selau terpesona padanya.
"Mencariku Ah, siapa yang mencariku?"Tanyaku kembali pada Ren.
"Seorang lelaki berambut cocoa dan dia dari perusahaan Kaiba"
"Hah Perusahaan Kaiba?"
"Ya dia sekarang bersama seorang Clien ruang Vip sepertinya membutukan diDJ untuk menghibur mereka"
"Um jadi Kau memintaku karna kau sibuk atau ada apa-apanya? " handriku padanya.
"Mum sebenarnya Miss Hatsune sudah dikasi Tip untuk memesan seorang Dj untuk memhibur mereka dan karna sepertinya yang lebih berpengalaman soal beginian Cuma kau saja" ulasnya dengan cengiran.
"Tapi kau kan juga DJ yang Propesionality kenapa tidak kau saja?"Ucapku.
"Soalnya sepertinya beberapa Cliennya adalah orang-orang asing, beberapa diantaranya adalah duta Mesir dan kau tau aku tak mahir dalam bahasa seperti itu, DJ Arnold dan DJ Ega sibuk jadi Cuma kau yang bisa aku andalkan"ucapnya lancar ambil menepuk bahuku.
"Baiklah apa boleh buat aku kesana"Ucapku sambil mengambil Aipod miliku saja sementara mesin music sudah disiapkan oleh Paman Agasa selaku pemilik bar ini di setiap ruang Termasuk ruang Rapat atau ViP, ya kalau soal Aipoud aku memang tak suka berbagi Aipod dengan DJ lain makanya aku sering mengunakan Aipoud yang sama disetiap penampilanku.
"Aku berjalan dengan tenang memasuki Ruangan menatap 5 orang berada disana mereka diantaranya seorang wanita cantik berasken mesir. Ia wanita yang cantik dan rupawan sepertinya bukan wanita pekerja biasa ataupun sekertaris.
"Zawa kenapa kau disini?" ucap sebuah suara mengagetkanku.
"S-Seto!" Ucapku dengan suara tertahan aku tak menyangka dia ada ditempat seperti ini, Astaga ini bahaya jika ia membocorkan pada pihak sekolah bahwa aku bekerja di tempat seperti ini aku bisa dikeluarkan dari sekolah.
"Apa yang kau lakukan disini apa DJ yang dipesan itu adalah kau?"Tanya Seto dengan nada aneh.
"Aku permisi"Ucapku keluar aku hanya memasang expresi tenang lalu berlari tampa menengok.
Sepanjang lorong aku berlari tampa tujuan aku tak sengaja melihat DJ Ega yang sepertinya baru menyelesaikan urusanya, dan segera mendekatinya.
"Ega-Kun miss Hatsune memintamu untuk menjadi DJ penghibur untuk Room Vip 21"Ucap lalu pergi.
"Baiklah!"ucap seorang pria berasken Asia dan kacamata berlensa bening pada wajahnya.
Aku berlari lorong demi lorong tampa tentu arah hari kerjanya menjadi kacau setelah Seto kaiba sang CO kaiba memergokinya bekerja di tempat hiburan malam. Bisa saja pria dingin itu malah berpikir bahwa dia wanita penghibur atau melakukan sesuatu yang tak baik disini.
GRAAAP!
Mata Haru melotot merasakan sentuhan gengaman pada lengannya hingga dengan cepat ia menoleh kebelakang.
DEG!
Mata Haru dengan cepat mendelik dan tubuhnya mendingin setelah melihat siapa orang yang memegang lengannya dan orang yang tak disangka tersebut adalah sang CO kaiba itu sendiri.
"Seto!"
Kembali lagi diruang Club Vip
5 menit setelah seto meninggalkan ruangan
"Apa Gadis berambut hitam dengan potongan pendek yang kakak lihat" seru seorang lelaki pada wanita disampingnya.
"Tidak salah lagi itu dia sang pendeta yang mendapat julukan Istar" Ucap gadis itu.
"Tak kusangka dia cukup manis untuk ukuran wanita yang dingin "ucap seorang lelaki berambut abu-abu bernama Malik Istar.
"Wah-wah tuan Malik bisa juga, Anda memuji seorang Gadis" ucap Mokuba adik kaiba.
"Berisik"
"Aku bersependapat dengan Malik, jika tidak mungin Kaiba seto sang CO mengejar-ngejarnya dengan wajah terburu-buru seperti tadi" ucap Isis.
"Umm ya aku tahu kak Isizu itu bukan dirinya" ucap Malik
"Jadi bagaimana sekarang apa kita lanjutkan acaranya DJ penganti kan sudah datang Mr Mokuba"tanya Isis.
"Baiklah mari dilanjutkan" Sela Mokuba.
*_Beranda Club_*
"Tak kusangka DJ yang kami pesan itu dirimu"
"Aku juga tak menyangka akan bertemu denganmu disini "Ucap Haru membuang muka.
"lalu apa yang kau lakukan disini?"Tanya Kaiba.
"Aku sedang lest music disini"
"Hahh? Les music disini? Di Club malam?"
"Aku disini bekerja sekaligus belajar menjadi Reider DJ"
"Kenapa tak disekolah DJ?"
"Kakekku memintaku untuk tinggal di domino Club ini adalah milik pamanku Minato Agasha makanya dia bilang lebih baik belajar sekaligus bekerja disini"Jelasku.
"Kupikir Kau melakukan hal aneh-aneh disini"Ucap Seto cukup sinis dengan nada mengoda.
"Sayangnya Wajah tak menarik sepertiku tak akan mungkin menerimanya"
"Mungkin saja wajah cuekmu dapat menarik perhatian wanita-wanita kesepian atau mungkin pria penggoda disini"
"TWICK!"
"Aku tak segilah itu"
"Hahahah….Aku akan menyeretmu kalau sampai kau melakukan seperti itu"
"Bisakah kau tidak mengejek dan meledekku?"
"Wah-wah ternyata kau bisa kesal juga ya"
"Lalu apa maumu sekarang "
"Mauku adalah memintamu untuk Date denganku seperti waktu itu"
"Apa kenapa aku harus mengikuti kemauanmu"
"Kalau tidak Akan kuadukan pada pihak sekolah bahwa kau kerja pada malam hari"
"APA LICIK SEKALI KAU SHITAKE HAT!"
"TERSERAH ARANG!"
"Baiklah aku ikuti kemuauanmu PUAS!"
Dan akhirnya Haru harus menerima tawaran Seto agar Rahasianya ditangan CO tak bocor ke sekolah, bahwa dia bekerja part time pada malam hari sebagai DJ Proslity akan membuatnya dikeluarkan dari sekolah.
Dan ia juga tak mau membebani Paman Aghasa atau kakak Shun dengan masalah ini apa bila dia dikeluarkan dari sekolah, Ah sungguh nasip tak cukup sial hari ini.
Sedetik berikutnya Ia telah berada dia tas limo Ferari silver milik sang CO Seto Kaiba, Keduanya akan makan bersama disebuah jamuan makan malam seperti sebelumnya saat Seto mengajaknya kekafe Cave Cat waktu itu.
"Baiklah Seto kitam mau kemana sekarang?"
"Kau pasti akan tahu"
"Eh baiklah"
Entah mengapa sepanjang perjalanan Haru tak tenang dengan apa-pun seolah sesuatu memanggilnya kesuatu tempat sejak ia memutuskan ikut dengan Seto.
Haru datanglah….datanglah…temukan jawabanku
Temukanlah jawabanmu….Agar kita dapat menyelesaikan
Apa yang kita buat.
Dan saat Limo Seto melintasi Area Musium Haru merasakan sesuatu yang memanggilnya makin terasa kuat dan membuat Haru semakin merasakan sesuatu yang aneh padanya.
"S-seto tolong berhentikan mobilnya disini"
"Ada apa?"Tanya Seto dengan nada datar
"Aku tak tau sepertinya ada yan memanggilku kesini" seru Haru Sedatar mungkin menyembunyikan wajahnya yang pucat.
"Wajahmu pucat"
"Aku tidak apa-apa"
"Baiklah aku ikut denganmu"
"Trimakasi"
Keduanya memasuki Musium dan Haru mengunakan insting serta suara-suara dikepalamnya untuk mencari maksut dari semua ini.
"Mencari sesuatu?"
"Isis! Bukankah kau" Ucap Seto terkejut.
"Pertemuan itu sudah selesai, jadi aku sengaja kemari untuk beberapa hal" Sela Isis cepat.
"Beberapa hal?" Tanya Haru sambil menaikan sebelah alisnya.
"Aku tau kau datang karna sudah ditakdirkan, dan takdirmu itu terlihat oleh Sennen miliku ini dapat membaca masa depan yang ada didepan mata termaksut kedatanganmu dan Kaiba kemari.
" Jelaskan padaku satu hal?!"Seru Haru lantang.
"Apa itu?"
"Kau ini, Musuhku atau bukan?"
Seulas senyuman puas muncul di bibir isis setelah mendengar perkataan dari gadis dihadapannya.
"Kalian mirip yah!?"
"Hah!"
"Saat dia datang ia juga menanyaiku tentang statusku apa aku musuhnya atau bukan"
"Dia?"Tanya Haru bingung.
"Sudahlah kau kenal dia kok, Mari ada sesuatu yang aku ingin kutunjukan padamu"
Isis lalu menarik gadis itu menuju gedung tempat alat pengalian yang akan di pamerkan tentu saja hanya Staf saja yang boleh memasukinya terkecuali Mereka (Haru dan Seto) adalah pengecualian karna mereka tamu Isis istar sang duta peninggalan mesir.
"INI"
"Pratasti Alkefa yang kami temukan dipenggalian dimesir 3 minggu yang lalu, dan setelah 3-4 hari menempuh perjalanan dengan pesawat super benda ini sampai disini"terang Isis.
"Tu-Tunggu dulu tulisan ini"
"Kau bisa membacanya Zawa?" Tanya Seto pada gadis itu.
"Aku pernah mempelajarinya dari kakekku yang juga seorang personer ilmuan ditanah pengalian"ucap gadis itu tenang.
"Apa kau mengerti Artinya?"
"Um..sepertinya aku tau tapi, aku belum begitu yakin karna ini bukan bahasa mesir" Terang Haru.
"Ini kata-kata yang digunakan dari bahasa Islam, menulisnya dari kaligrafi Alquran kuno, namun benda ini ditemukan di dalam makam Raja Pharaho tampa nama"Jelas Isis.
"Jadi apa Artinya?"
"Ini Adalah tulisan Asli dari Nubia yang mengunakan kata-kata Alquran Atau Arab sebagai pedoman mereka pada masa 3 ribu tahun silam, tentu saja tak mungkin benda ini bisa muncul tampa sebab, nah apa kau bisa menerjemahkanya?"Tanya Isis kembali.
Sesak memenuhi dada Para 7 kestria mati demi menyegel sang penjaga tanah Exodia
Saat itulah semuah harus diakhiri dan air mata orang itu
Maka takdir akan terbuka dan saat itu aku dan dia akan menemukan jawabannya
Jawabanku atau jawabanya..
Jawaban yang penuh kebahagian yang dapan mengisi kedukaan terhadap orang yang kami cintai
Dengan satu permintaan aku meminta Ilahi dan memohon
Agar kelak tubuh kami bersatu baik raga, jiwa, dan takdir bertemu dengan dia yang kami cintai
…
"Itu yang terbaca disana"
"Teka-teki yang cukup membingungkan" Ucap Seto.
Tiba-tiba rasa sakit di seluru tubuh Haru dan Rasa Sesak memenuhi paru-parunya sebuah cahaya penjar mengejutkan mendekati haru dan menyelimuti haru dan menghilang bersama kesadaranya.
Sedetik kemudian Baik isis dan Kaiba hanya menemukan Mereka dan batu Alkefa dihadapanya bercahaya dan memudar tapi tak menemukan Haru dimana pun.
3 Ribu tahun
Tanggal 1 Mesir pareade 3D
"Uhk! ,Kenapa tubuhku lemas sekali?" Ucap Haru merintih kesakitan dan sulit membuka mata, ia merasakan sentuhan butiran pasir dikulitnya dan cahaya silau saat dia membuka mata.
"Ini dimana?" Haru terserentak menatap apa yang dia lihat suaranya tergetar seolah pita suaranya terjepit ia melihat , sebuah Kota peradaban kuno yang amat asing, berada di tempat sekumpulan pasir dan matahari yang terik diatas kepala.
"ADA KULIT PUTIH! – ADA KULIIIT PUTTIHH!" Sebuah suara bergema membuat Haru terkejut ia terngaga lebar melihat sekumpulan terdiri dari 7 orang bertubuh besar dan tan membawa tombak.
"EHHH!" Dengan cepat tombak-tombak itu menerjangnya dan para penjaga mengejarnya Haru berusaha dan berlari sekuat mungkin, ia lalu berlari kekota dan menjadi sorot pandang penduduk yang melihatnya.
"BUARRRKK!"
Ia tak sengaja menabrak seseorang pemuda yang berpakean agung, dan di keliling oleh penjagaan pengawal membuat Haru terjatuh diatas tubuh orang itu.
"HOIII WANITA JALANG BERANINYA - BERANINYA KAU MENABRAK PHARAHO AGUNG !"Handrik Pengawal.
"Tunggu Heba kulit wanita, PUTIH!"teriak Pengawal di belakangnya.
"APPPPAAA!"
Disaat riuhnya para pegawal di belakang bola mata pemuda kulit hitam beriris Red Raven memandangi gadis berkulit putih dihadapanya dengan bola mata tercengang, Haru pun mengalami hal serupa.
"HEIII KEJAR GADIS KULIT PUTTIH ITU, DIA KESANA!"Teriakan pengawal serentak membuat Haru tercengang dengan cepat menoleh kesana, Haru yang dalam keadaan panik merebut tombak yang di pegang pengawal bernama Heba dan menangkis serangan pengawal yang datang.
PRANGK _ PRANK _ PRANGK!
Kata batinya ia akan menemukan Apa yang ia cari dan menyelesaikan tapi nasipnya sungguh malang harus terkatung-katung di peradaban masa-lalu dan menjadi kejaran orang-orang yang menakutkan, bagi gadis itu sekarang adalah bagaimana kabur dan mencari cara kembali kedunianya, SEKARANG!.
"HAAAAH, HYAAAAAA!"
Namun baginya lawannya kali ini bukan lawan biasa, bukan seperti para berandalan atau pemain karateka belagu atau pemukul asal-asalan yang perna dihadapinya, mereka adalah para prajurit terlatih dibidangnya Haru menyadarinya dengan cepat dan berusaha membaca situasi.
"YANG BENAR SAJAAAAA AKU TAK MAU MATI KONYOL DISINIII!" Teriaknya dalam hati.
"Ack Sana-mun"
"Eh!"
DAAAK!
Perlahan wajah haru memucat merasakan sebuah pukulan ke punggungnya dan pengelihatanya menghilang dalam sekejab meninggalkan wajah Kaget sang Pharaho yang menangkap Tubuh Haru yang sudah kehilangan kesadaran.
Sang Pharaho lalu memdelikan matanhya yang tajam pada pengawal yang memukul Haru dengan emosi yang meluap-luap.
"Siksa Pengawaal yang berani memukulnya dan penjarakan dia!" Titah pharaho lalu menutupi tubuh Haru dengan Sebuah jubah miliknya dan mengendongnya menuju istana.
Dumino (Malam)
12 maret bulan 1 taun 2013
"Io Isis diamana Gadis itu sekarang?"Tanya Kaiba dengan nada Protes.
"Dia sepertinya kembali kedunia masa-lalu"
"NANI!"
"Untuk itulah Aku meminta Malik menghubungi mereka sebelum aku bertemu denganmu dan gadis itu"pinta Isis dengan tenang.
"Mereka? Jangan Bercan-"
"ISIS!"
"Yugi, kalian semua"
"Aku sudah mendapat telpon dari Malik dan menghubungi Semuanya"Ucap Yugi.
"La-Lalu Di-dimana Ha-Kun"Tanya Miho"
"Dia sudah tak ada disini lagi"ucap Isis.
"OIII ISIS APA YANG KAU MAKSUT INI HAAAH!"Ucap Jou yang emosinya sudah sangat memuncak.
"Gadis itu telah pergi"
"Pergi kemana"Tanya Honda.
"Pergi Kedunia masa-lalu, Kemasa 3 ribu tahun yang lalu"
"APPPPPAAAAA!"
"Sepertinya dia juga punya ingatan dan harus menyusunnya disana"
"Ta-Tapi bukankah jika di kembali kedunia ingatan, berarti hanya jiwanya yang pergi dimana tubuhnya"Tanya Ryou dengan nada cemas.
"Nah itulah masahnya"Sela Isis.
"Masalahnya!"
"Haru bukan pergi kedunia ingatan seperti kalian dulu, tapi kedunia Masa-lalu, sehingga baik tubuh dan raganya juga pergi kesana"Ucap Isis.
"Jadi apa yang harus kami lakukan!?"Tanya Yugi makin cemas.
"Menurutku Agak berbahaya jika ia berada disana dengan raga yang utuh, ia bisa saja mati atau tak bisa kembali kedunia ini dan mengubah sejara dunia ini"Terang isis.
"Terangkan yang lebih jelas Isis-san"ucap Honda.
"Jika dia mati disana dan tak sesuai apa yang terjadi pada dunia ini maka keberadaanya akan hilang seolah dia tak pernah dilahirkan"ucap Malik yang tiba-tiba muncul di belakan mereka.
"Jadi jangan-jangan Haru itu"ucap Yami dengan cepat mengambil kepribadian patnernya.
"Benar Pharaho dia adalah Gadis yang kau cari selama ini"
"AP_"
"Tunggu Pharaho"Sela sebuah suara.
"Pegaasus-san, Shadi-san dan Shun-san"Panggil Yami terkaget menatap orang ada dihadapanya , mengapa mereka berkumpul disini.
"Kehadiran kami kesini adalah memberitahu sesuatu padamu.."Seru Shadi.
"Saat ini tak mungkin kalian semua bisa pergi kesana"sela pegasus.
"Apa tapi kami tak bisa membiarkan Haru-seperti ini"ucap Honda.
"POKOKNYA HARU HARUS KEMBALIII, AKU TAK MAU DIA TERLUKA"Seru Jounochi tiba-tiba.
"Hal itu tidak bisa dibilang tidak ada!?"Seru Pegasus.
Apa maksutmu.."Ucap Jounochi dengan nada tegas.
