BEAUTY AND THE BEST

Cast : ChanBaek and other

Ini genderswitch ya guys.

Jadi buat yang gak suka gak usah baca ya !

Summary : Baekhyun si cantik dengan sejuta pesona dan Chanyeol yang terbaik dalam segala dipertemukan dalam insiden tak terduga. Bagaimana kelanjutan kisah mereka.

Let's check out !

Hari ini adalah resepsi pernikahan Kyungsoo dan Chanyeol, dikamarnya -yang juga kamar Chanyeol- Kyungsoo telah mempersiapkan diri dengan gaun pengantin berwarna putih yang membalut tubuhnya.

Dibelakangnya Krystal tengah sibuk menata rambutnya, istri Kim Jongin itu memang bersikeras ingin mempercantik Kyungsoo di acara resepsi pernikahannya.

"Sudah selesai" kata Krystal berbangga diri dengan hasil karyanya.

Kyungsoo tersenyum karenanya lalu kembali menatap pantulan bayangannya di cermin selagi Krystal meninggalkannya untuk mengambil aksesoris.

Krystal kembali ke sisinya dengan sebuah kotak beludru merah berukuran sedang, wanita itu membukanya dan menarik keluar isinya.

Sebuah kalung perak dengan bandul berbentuk laba-laba terlihat berkilauan diterpa sinar lampu.

"Coba pakai ini Kyung"

Krystal lalu memakaikan kalung itu di leher Kyungsoo.

"Ini indah sekali Krys" kata Kyungsoo, tangannya menyentuh bandul laba-laba itu.

"Benarkah?"

"Ya tentu saja, aku menyukainya"

"Syukurlah kau menyukainya itu pemberian Jongin"

Kyungsoo termangu karenanya, tanpa sadar tangannya meremas bandul kalungnya.

"Ngomong-ngomong, kenapa Jongin tidak datang?"

"Dia akan datang kok, hanya saja dia punya sedikit urusan hingga kami tidak berangkat bersama"

Kyungsoo mengangguk mengerti.

Perhatian keduanya lalu teralih pada ponsel Krystal yang berdering.

Krystal mengambil ponselnya dari dalam tas, mengernyit sebentar karena nomor tak dikenal menelponnya namun akhirnya tetap mengangkatnya juga.

"Hallo?"

"..."

Kyungsoo memperhatikan perubahan ekspresi di wajah Krystal karena panggilan telepon itu.

Wajah tenangnya berubah menjadi panik kentara.

Krystal lalu menutup sambungan teleponnya dengan wajah pasi.

"Ada apa Krys?"

"Jongin.." Kyungsoo merasakan kekhawatiran merayapinya tatkala mendengar nama Jongin disebut.

"Kenapa dengan Jongin?"

"Dia...kecelakaan"

.

.

Chanyeol yang sudah mengenakan tuxedo putihnya menatap tidak sabar noonanya yang hari ini mengenakan gaun berwarna softpink yang menjuntai hingga ke lantai.

Beberapa kali Chanyeol melirik jam tangannya yang sudah menunjukan angka 8, yang berarti 2 jam sebelum acara dimulai.

"Apakah noona sudah punya ide?"

Bom mengangkat sebelah tangannya di depan wajah Chanyeol.

"Diam! Biarkan aku berpikir, bagaimanapun bukan sesuatu yang mudah membantumu melarikan diri"

Chanyeol mendengus, dia sebenarnya kesal pada kinerja otak noonanya yang mendadak buntu, namun dirinya sendiri juga tidak bisa memikirkan pelarian ini karena benaknya sibuk dengan Baekhyun.

Tiba-tiba pintu kamar noonanya terbuka, menampakan Kyungsoo dan Krystal diambangnya.

Bom terlonjak ditempatnya, lalu menatap jengkel Kyungsoo dan Krystal.

"Apa-apaan kalian?"

Kyungsoo menjadi yang pertama masuk, namun tak berniat menjawab pertanyaan Bom.

Wanita itu langsung menghampiri Chanyeol dengan wajah pasi berurai air mata.

"Ada apa Kyung?"

"Bisakah kita menemui Jongin sekarang? Jongin kecelakaan Chan! Dia sekarat!"

Chanyeol melebarkan matanya, lalu menatap Krystal yang berada di belakang Kyungsoo menganggukan kepalanya dengan berlinang air mata.

Bom yang tadi menjengkel kini berubah sama paniknya, wanita itu lalu menghampiri ketiganya.

"Lalu apa yang harus kita lakukan?"

Pertanyaan Bom barusan nyatanya membuat sebuah ide terlintas di benak Chanyeol.

"Apakah noona mau membantuku?"

.

.

Ny Park menggendong Chanwoo dipelukannya, wanita itu berniat untuk mememui Kyungsoo karena kurang dari 20 menit acara resepsi akan dimulai.

Ny Park kemudian menghentikan langkahnya di depan pintu cokelat yang telah digantungi bunga diatasnya.

Pintu itu sedikit terbuka, jadi Ny Park langsung memasuki kamar putranya itu dan disuguhi pemandangan seorang wanita berbalut gaun pengantin putih yang menyapu lantai.

Wanita itu tengah membelakanginya karena menghadap ke jendela kamar setinggi 2 meter yang dalam keadaan terbuka.

"Sudah waktunya Kyung!" Ny Park yakin bahwa suaranya barusan tidaklah kencang, namun bahu wanita di depannya terlihat menegang kaku, 'Apa aku mengagetkannya?' batin Ny Park.

"Kyungs-" Ny Park tercekat dan tak mampu menyelesaikan kata-katanya saat wanita bergaun pengantin itu berbalik.

Karena yang didapatinya adalah wajah sang putri sulung -Bom- dibalik tudung pengantin tipis.

"Bom?!" dengan langkah cepat dia menghampiri Bom yang terlihat gugup.

"Apa yang kau lakukan?" mengedarkan pandangannya ke sekeliling "Dimana Kyungsoo?"

"Dengarkan aku dulu Bu" potongnya cepat. "Apakah Ibu menyayangiku? Menyayangi Chanyeol? Menyangi Kyungsoo?"

"Apa yang kau bicarakan Bom?! Tentu saja aku menyayangi kalian semua!"

Bom meraih tangan Ny Park dan menggenggamnya erat.

"Jika Ibu menyayangi kami, bisakah Ibu membuktikannya?"

Ny Park memandang putri sulungnya dengan penuh tanda tanya.

"Sebenarnya apa yang sedang kau bicarakan Bom? Dimana Kyungsoo?"

"Kyungsoo pergi, bersama Chanyeol dan Krystal"

"Pergi? Pergi kemana? Mengapa mereka pergi?!" nada suara Ny Park meninggi, ada rasa tak percaya dalam suaranya.

"Mereka pergi untuk menentukan pilihan mereka sendiri"

"Apa maksudmu Bom?"

"Kyungsoo dan Chanyeol memang saling mencintai, tapi itu dulu Bu. Perpisahan yang pernah terjadi, membuat mereka punya cinta lain. Mereka sudah tak saling mencintai lagi Bu, mereka sudah mencintai orang lain"

Ny Park merasakan lututnya melemas lalu tubuhnya merosot ke lantai, pergerakan itu membuat Chanwoo yang digendongnya kaget dan mulai menangis.

Bom yang melihat itu segera mengambil alih keponakannya, dan mencoba menenangkan sebisanya.

Ny Park mulai terisak di tempatnya.

"Tak sadarkah perlakuan kalian hari ini bukan hanya telah melukaiku tapi juga membuatku harus menanggung malu"

Katanya ditengah tangis, Bom terdiam, dia mengerti maksud Ibunya menanggung malu.

Sebagian besar tamu undangan pasti sudah hadir, dan jika acara hari ini di batalkan akan berakibat fatal bagi image Ny Park.

"Izinkan aku menikahi putri anda hari ini Ny Park"

Ny Park menghentikan tangisnya lalu menoleh ke belakang, disana ada Choi Seunghyun yang berdiri dengan tuxedo putih -yang seharusnya digunakan Chanyeol- sambil mengulurkan tangan kepadanya.

Menerima uluran itu, Ny Park bangkit berdiri dibantu Seunghyun.

"Aku tahu, tidak sopan bagiku melamar putri keluarga Park dengan cara seperti ini, aku bahkan hanya membawa ini" mengeluarkan sebuah kotak merah kecil dan membukanya, menampakan sebuah cincin dengan batu safir sebagai mata cincinnya.

Bom merona di tempatnya, ekspresi Ny Park berubah menjadi lebih tenang, Ibu dua anak itu menatap si sulung dengan pandangan menggoda.

"Bom...I Know this very akward, But...Would you like be my wife?"

Ny Park menghapus sisa air matanya, lalu memegang bahu Bom seraya berkata

"Jawablah Bomie"

Dan dengan malu-malu, Bom menganggukan kepalanya.

"Yes"

.

.

.

Kyungsoo berjalan tergesa di koridor rumah sakit diikuti Chanyeol dan Krystal.

Hingga ketiganya menghentikan langkah di depan ruang operasi -tempat Jongin ditangani-, seorang perawat baru saja keluar dari sana.

"Bagaimana keadaannya?" Kyungsoo menyerobot.

Perawat itu tampak kebingungan karenanya "Anda keluarga Kim Jongin?"

"Saya istrinya" Krystal menyahut dari balik tubuh Kyungsoo, dan saat itu juga Kyungsoo merasa sebuah suara imajiner berteriak di dalam benaknya 'Memangnya kau siapa bagi Kim Jongin?'.

Kyungsoo mundur dari hadapan perawat itu, lalu duduk di kursi tunggu bersebelahan dengan Chanyeol.

"Kalau begitu mari urus administrasinya Ny Kim" kata perawat itu pada Krystal, keduanya berjalan beriringan meninggalkan Kyungsoo dan Chanyeol.

Chanyeol menatap Kyungsoo khawatir.

"Kau baik-baik saja Kyung?"

"Ya Chan" katanya sambil menghapus lelehan air mata di pipinya "Aku hanya merasa melakukan banyak hal bodoh hari ini" Kyungsoo melanjutkan.

"Apa maksudmu hal bodoh itu adalah melarikan diri dari acara resepsi?"

"Itu salah satunya dan lagi...yang barusan terjadi" Kyungsoo menjeda perkataannya "Aku tidak bermaksud untuk terlalu ikut campur pada keadaan Jongin, aku...hanya khawatir padanya".

"Kau masih memungkirinya Kyung?"

Kyungsoo mendongak, menatap Chanyeol yang berada disisinya.

"Apa maksudmu Chan?"

"Dari caramu menanyakan keadaan Jongin hyung pada perawat tadi, aku melihat perasaan takut kehilangan bukan hanya khawatir semata seperti yang kau katakan dan itu berarti-"

"Aku tidak mungkin mencintainya Chan, disaat aku memilikimu dan Chanwoo sekarang"

Chanyeol tersenyum.

"Aku sebenarnya bukan ingin mengatakan kau mencintai Jongin" Kyungsoo tercekat, berniat akan membantah jika Chanyeol tidak memotong "Apa artinya aku dan pernikahan kita jika kau sudah tidak mencintaiku"

"Kenapa kau berkata seperti itu Chan? Aku..aku mencintaimu, sangat"

Chanyeol memegang kedua bahu Kyungsoo dan menatapnya dengan tajam "Dengar Kyung!" nada bicaranya serius.

"Aku memang mencintaimu, tapi itu dulu. Kau meninggalkanku setelah itu, kita berpisah, kisah kita terhenti sampai disana karena apa?" Kyungsoo menggeleng lemah, tidak tahu harus menjawab apa, saat itu Chanyeol melanjutkan.

"Karena aku bosan Kyung, aku bosan menunggumu yang tak kunjung kembali. Jadi aku mulai mencoba membuka hatiku bagi wanita lain, membuka hatiku untuk Baekhyun dan sekarang percayalah bahwa aku lebih mencintai Baekhyun dibanding dirimu dan aku berpendapat bahwa hal yang sama juga terjadi padamu"

Kyungsoo menggali ingatannya selama dua tahun belakangan ini, mencoba mencari peran Park Chanyeol di masa sulitnya, mencari Park Chanyeol di masa kehamilannya yang sulit, mencari Park Chanyeol di saat kesakitan selama melahirkan Chanwoo, mencari Park Chanyeol di saat mengurus putranya, dan dari semua itu Kyungsoo tak dapat menemukan peranan Park Chanyeol karena yang ada hanya Kim Jongin.

Dan Kim Jongin yang sama sedang terbaring antara hidup dan matinya di ruang operasi.

"Chan.." Kyungsoo berbisik, wajahnya mulai dibanjiri air mata.

"Mulai sekarang kau tidak usah membohongi perasaanmu sendiri Kyung kau harus dengarkan apa kata hatimu"

"Iya Chan, aku...mencintai Jongin. Sejujurnya aku kembali ke Korea bukan untuk menemuimu...tapi untuk menghindari kesakitan hatiku karena pernikahan Jongin dan Krystal" ujar Kyungsoo dengan parau karena air mata.

Chanyeol membawa wanita itu dalam pelukannya, mencoba memberinya kekuatan lewat pelukan menenangkan itu.

"Chan.." panggil Kyungsoo, dan Chanyeol melepas pelukannya.

"Tapi bagaimanapun aku dan Jongin tidak bisa bersama, aku tidak mau melukai Krystal"

"Tenang saja Kyung, Jongin hyung pernah mengatakan padaku bahwa dirinya dan Krystal tidak saling mencintai, mereka menikah atas dasar perjodohan, dan baik Krystal maupun Jongin hyung memiliki cerita cinta masing-masing, jadi jangan anggap dirimu melukai Krystal ok?"

Kyungsoo mengangguk sambil menghapus sisa air matanya.

"Lalu bagaimana dengan dirimu dan Baekhyun eonnie?"

Pertanyaan Kyungsoo tadi membuat Chanyeol melirik jam tangannya yang kini menunjukan pukul 11:23.

"Itu biarkan menjadi urusanku Kyung"

Chanyeol bangkit dari duduknya, lalu membenarkan kerah kemejanya.

"Aku akan mengurus cintaku sekarang Kyung" katanya sambil menjauh.

Namun baru beberapa langkah, Chanyeol membalikkan tubuhnya.

"Dan satu lagi Kyung, Aku akan menceraikanmu"

Tidak seperti kebanyakan wanita yang merasakan sakit hati saat diceraikan, Kyungsoo justru sebaliknya.

Wanita itu merasakan luapan kebahagiaan dan tanpa sadar menangis bahagia.

Dia berjanji akan segera memulai kisah barunya bersama Jongin dan mendoakan kebahagiaan Chanyeol bersama cintanya yang baru, Byun Baekhyun.

.

.

.

Jarak antara rumah sakit dan kediaman keluarga Byun untungnya tidak terlalu jauh, karena Chanyeol hanya membutuhkan waktu 30 menit mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh untuk sampai di sana.

Jam tangannya kini menunjukan waktu 11:53, itu artinya dia punya waktu 7 menit sebelum batas maksimal rencana melarikan diri.

Dengan tergesa Chanyeol memarkir kendaraannya, lalu berlari menyongsong rumah bercat cream itu.

Chanyeol bahkan melupakan etika bertamunya saat menggedor pintu rumah itu dengan brutal.

Tak berselang lama, pintu pun terbuka menampakan Ny Byun yang terkejut karena kedatangannya.

"Chanyeol?"

"Selamat siang Bi"

"Silahkan masuk!" Ny Byun mempersilahkan Chanyeol untuk masuk ke ruang tamunya yang berinterior elegant.

"Aku tidak tahu kalau kau mau berkunjung hari ini, jadi kau mau kubuatkan minuman apa?"

"Tidak usah Bi, aku juga tidak akan lama, aku hanya ingin menemui Baekhyun".

Ekspresi Ny Byun seketika berubah.

"Baekhyun?"

"Ya, Baekhyun ada disini kan?"

Ny Byun tidak mejawab, wanita itu meninggalkan Chanyeol di ruang tamu, dan si Park beranggapan bahwa Ny Byun memanggilkan Baekhyun untuknya.

Beberapa menit kemudian Ny Byun kembali ke ruang tamu dengan kotak merah muda berukuran sedang ditangannya dan masih tanpa Baekhyun.

Chanyeol kebingungan, dia baru saja akan bertanya, jika Ny Byun tidak mendahuluinya.

"Baekhyun menitipkan kotak ini untuk diberikan kepadamu sebelum ia pergi tadi" meletakan kotak itu di depan Chanyeol.

"Baekhyun pergi? kemana?"

"Ke New York bersama keluarga adik perempuanku"

Chanyeol melirik kotak itu dan segera membukanya.

Di dalamya terdapat black credit card yang dulu pernah diberikannya pada Baekhyun saat di butik dan secarik kertas.

Si Park mengambil kertas itu, mengharap bahwa isinya adalah alamat rumahnya di New York, namun ternyata bukan.

Isinya sangat panjang jika dikatakan alamat.

Dear Chanyeol,

Jika surat ini telah sampai ditanganmu itu artinya aku sudah tidak lagi berada di Korea untuk mengikuti keluarga Hanbin ke New York.

Sebelumnya aku juga mau berterimakasih atas pinjaman black credit cardnya, kau baik sekali Chan.

Chan...aku mau minta maaf karena aku tidak menepati janjiku untuk menunggumu hingga jam 12 siang dikarenakan aku terlalu takut jika kau tidak datang dan kita tidak bisa bertemu lagi sesuai perjanjian.

Aku tahu aku memang egois Chan, aku tidak sanggup menerima kenyataan bahwa kau sudah mutlak milik orang lain, karena bagaimanapun aku tidak bisa berpaling darimu setelah apa yang kita lewati bersama.

Karena kuakui bahwa aku sangat mencintaimu Chan, meskipun aku tahu bahwa cintaku tidak bisa dibandingkan dengan cinta yang Kyungsoo berikan padamu.

Ketahuilah juga bahwa aku tidak menyesal pernah memberikan hal paling berharga yang kupunya untukmu, jadi jangan merasa bersalah.

Sebagai penutup kuucapkan selamat dan berbahagialah.

Kiss and Hug,

-Baekhyun-

Dan satu hal yang Chanyeol ketahui bahwa dia selalu ditinggalkan wanita yang dicintainya saat dia sangat mencintai wanita itu.

.

.

.

.

TBC

Oke, sebenernya bagian ini mau aku post sama bagian yang sebelumnya, tapi karena berhubung waktu itu ada sedikit gangguan, ya akhirnya aku cut aja.

Next, makasih bangeeeeeet buat reader-nim setia ff ini yang udah fav, follow, rev, atau sekedar view (itu sangat mengapresiasi).

Btw, buat reader-nim yang punya akun instagram bisa follow aku di suxxicans (kalo mau).

And finally, Selamat berpuasa (bagi yang menjalankan), See you next chap dan jaga kesehatan kalian.

감사헤요

-ChanBaek Area-