Chapter empat belas update! Disini akan dimunculkan sedikit pair KibaSaku. Tapi bukan yang tentang cinta-cintaan kok, hanya untuk mengungkapkan siapa sebenarnya Haru-chan dan Inu-chan itu.
Untuk hanazono yuri, uchizuma Angel, muthmainnah067 dan Guest ini sudah dilanjutkan. Untuk yang lainnya, review kalian sudah aku balas lewat PM.
Kalau begitu selamat membaca~
::
::
::
Disclaimer:
Naruto © Masashi Kishimoto-sensei
The Power of Six Sense: My Love Story © Hikaru-Ryuu Hitachiin
Pairing: Sasuke Uchiha & Sakura Haruno
Genre: Supernatural & Romance
Warning: OOC, Typo(s), Gaje, Abal, Judul dan genre tidak nyambung dengan cerita, Alur kecepatan, dan lain lain.
Rated: Teen
::
~ Happy Reading ~
::
::
::
"Punya nomornya Sakura?" tanyaku pada Ino.
Hari ini Sakura tidak masuk sekolah, aku tidak tahu karena apa. Padahal aku mau memberikan informasi jam berapa nanti ke Konoha Land-nya. Karena tidak mempunyai nomornya, makanya aku tanyakan pada Ino.
"Punya. Kenapa memangnya?" ini anak pakai tanya segala lagi. Orang yang ingin mengetahui segalanya memang merepotkan ya, dan aku paling malas berurusan dengan orang yang satu ini.
"Mau kasih tahu informasi," jawabku seadanya. Pada dasarnya aku memang hanya mau memberikan informasi saja, tidak lebih dari itu.
"Nih," Ino langsung menunjukkan nomor Sakura padaku, nomornya tidak terlalu asing. Mungkin ada nomor yang kukenal dan nomornya hampir sama dengan punya Sakura.
"Makasih ya," ucapku setelah kucatat dan kusimpan nomor itu di kontakku. "Hari ini mau mencari lagi?" tanyaku, sudah seminggu aku mengikuti pencarian itu. Ternyata susah juga mencari apa yang mereka cari.
"Tidak, batu itu sudah ditemukan." jawab Hinata sambil tersenyum. Manis sekali~ Tapi sebaiknya aku menghilangkan perasaan ini. Aku harus mencari perempuan lain yang dapat membuatku menyukainya melebihi aku menyukai Hinata saat ini.
Aku menggelengkan kepalaku, "Kapan ketemunya?" tanyaku. Perasaan kemarin lusa masih belum ketemu, dan kemarin diputuskan untuk tidak mencari dulu karena ada festival.
"Kemarin," jawab Ino.
Aku mengangguk, mungkin saat Sakura lewat sana, ia menemukannya karena tidak sengaja melihat sesuatu yang bercahaya akibat sinar matahari. Tapi kok bisa samaan gitu ya? Haru-chan kemarin juga menemukan benda yang dicarinya.
"Hari ini kenapa Sakura tidak masuk?" tapi untung dia sudah menemukannya juga. Tapi kenapa sekarang malah tidak masuk?
"Saat pagi hari, tiba-tiba Sakura-chan terkena demam." jawaban Ino membuatku tersontak. Kelelahankah dia? Sepertinya iya~
"Dua hari lagi mungkin sembuh,"
Yah~ Mudah-mudahan saja. Sakura sudah terlalu bekerja keras. Kudengar dia yang membuat papan penyambut tamu sendiri, dia telah berhasil melakukannya. Dengar-dengar dari Ino juga, dia belajar sampai malam agar mendapatkan tiga besar, dan hasilnya pun didapatkan. Mencari batu yang sulit untuk ditemukan, tidak pernah menyerah dan akhirnya ketemu juga.
Sakura itu, memang perempuan yang hebat.
:
::
:::
The Power of Six Sense: My Love Story
Chapter 14
:::
::
:
Inu-chan! Besok aku mau pergi ke Konoha Land lho~
Kiba membaca sms dari Haru-chan dengan mata yang berbinar, "Apakah ini waktunya untuk bertemu?" tanyanya pada dirinya sendiri.
Kiba itu suka sekali duduk di ruang tamu, tidak peduli pada sekitar kalau sedang asyik sms-an. Padahal kakaknya ada disana, Kiba benar-benar mengabaikan sang kakak.
"Bertemu sama siapa? Haru-chan ya? Ikut dong~" Kiba melihat ke arah Hana dengan tatapan tajam, "Kakak main saja sama teman kakak," katanya dan tidak peduli pada kakaknya kembali.
Wah~ Sama dong,
Sekarang Kiba menunggu balasan dari Haru-chan, ia melihat Hana yang sedang bengong. "Hei~ Nanti kesurupan lho," katanya datar. Ternyata Kiba peduli juga pada sang kakak yang sedang bosan.
Tapi Hana tidak membalas komentar Kiba, "Daripada bengong gitu, kakak tidur saja." saran dari Kiba diterima oleh Hana. Mending tidur daripada melakukan hal yang tidak jelas. Jadinya Hana masuk ke kamarnya~
"Tidak ada yang mengganggu lagi deh," ternyata itu yang dipikirkan Kiba. Jahat sekali dirimu Kiba sama kakakmu sendiri~
"Sms masuk~" Kiba melirik ke ponselnya kembali, membaca sms masuk yang ada pada ponselnya.
Sama? Benarkah?
"Yah~ Boleh juga sepertinya," Kiba mengetikkan balasannya, dan ia menyalakan TV agar tidak terlalu bosan.
Iya~ Aku juga mau kesana. Tapi sama teman perempuanku. Gara-gara tidak ada yang memenangkan permainan, jadinya aku sama dia yang mendapatkannya. Sayang juga 'kan kalau tidak kesana~
Sms dikirimnya dan ia pun menengok ke arah TV lagi. Tidak perlu menunggu lama-lama, balasan dari Haru-chan pun datang juga.
Sama~ Aku juga. Kalau ada waktu luang ketemuan yuk!
"Wah~ Dia juga mau ketemuan. Sepertinya memang sudah waktunya kami saling mengenal sosok yang sebenarnya."
Boleh, kutunggu ya.
Besok pun datang juga, Kiba melihat jam tangannya. Waktu sudah lewat lima menit dari batas waktu yang dijanjikan. Hari ini dirinya dengan Sakura akan bersenang-senang di Konoha Land dengan tiket pasangan itu.
"Kiba! Maaf menunggu lama," seru Sakura berlari menuju Kiba.
Saat ini Kiba berdiri didekat loket penyerahan tiket, ia menunggu Sakura disana. "Tidak kok," lima menit tidak dianggap lama baginya.
"Aku minta nomormu ke Ino. Tidak apa, 'kan?" tanya Kiba ragu-ragu. Sebenarnya tadi ia mau sms Sakura ada dimana, tapi tidak jadi karena satu hal.
Ia lupa mengisi baterai! Takutnya karena baterai habis, ia tidak dapat berhubungan dengan Haru-chan saat bertemu. Jadinya diirit-irit deh tuh baterai~
"Oh, tidak apa. Kenapa tadi tidak sms saja?" pertanyaan Sakura mengagetkan Kiba, Sakura tidak akan mengerti kalau dijelaskan juga.
"Yah~ Pokoknya begitu. Ya sudah, ayo masuk. Tidak lupa membawa tiketnya, 'kan?" tanya Kiba dan melihat ke arah Sakura.
"Tidak," Sakura mengeluarkan tiket itu dari dalam tasnya, dan diberikan tiket itu pada Kiba.
"Kamu tunggu disini saja, aku yang mengantri." mendengar itu, Sakura langsung menghindar agar tidak menghalangi orang jalan. Dilihatnya Kiba yang sedang mengantri, 'Kalau seperti itu, terlihat berbeda.' pikir Sakura dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Sakura," panggilan Kiba mengalihkan pandangannya lagi pada Kiba. Ia melihat Kiba yang sudah tepat berada didepannya.
"Ini~" Kiba memberikan sebuah benda yang membuat Sakura penasaran. "Gelang?" tanya Sakura tidak mengerti.
"Iya, disuruh pakai katanya." Kiba menjelaskan pada Sakura yang yang didengarnya dari pegawai tadi.
"Kok dikasih ini? Sepertinya keluarga yang tadi lewat tidak ada," pertanyaan Sakura tentu tidak dapat dijawab oleh Kiba. Karena Kiba juga tidak mengetahui kenapa mereka disuruh pakai begituan.
"Itu karena kita menggunakan tiket pasangan," yang diketahui Kiba hanyalah kenapa mereka mendapatkan gelang itu. Itu karena mereka menggunakan tiket pasangan untuk masuk ke Konoha Land.
"Kalau tidak dipakai?" sebenarnya Sakura kurang suka dengan model gelang tersebut. Terlalu berlebihan, ada gambar hati dan tulisan 'LOVE' segala.
"Entah, katanya sih bakalan ada hal menarik kalau dikasih tunjuk pada petugas permainan." penjelasan Kiba membuat Sakura tertarik. Hal menarik apa yang akan terjadi?
Sakura mengambil gelang itu dari tangan Kiba, "Ya sudah, pakai saja." dan tanpa menunggu aba-aba ia langsung menggunakan gelang itu.
"Kau menyukai hal yang menarik ya?" tanya Kiba, sepertinya ia bakalan lebih mengenal Sakura karena kejadian hari ini.
Sakura melihat Kiba yang sedang memasang gelang itu, "Iya, kita sampai setengah hari saja ya. Ada orang yang mau kutemui," ucapnya dan melihat ponselnya sekilas.
"Sama! Aku juga,"
Ternyata setelah ini mereka memiliki jadwal masing-masing, jadinya tidak memiliki waktu yang lama untuk bermain. Palingan sampai jam dua belas siang saja, setelah itu mereka menemui orang yang ingin mereka temui.
"Ayo masuk," ajakan Kiba disetujui oleh Sakura, ia langsung memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas dan jalan terlebih dahulu memasuki arena permainan Konoha Land.
Saat masuk, mereka berdua diberikan balon. Balon itu sangat mengganggu Sakura, "Ini untukmu," dengan kecepatan penuh Sakura mengarahkan tangannya pada Kiba.
"Hee~ 'Kan balon itu khusus diberikan pada perempuan," komen Kiba menolak atas pemberian Sakura. Mana mungkin pria sejati seperti dirinya pergi sambil memegang balon berbentuk hati itu kemana-mana.
"Lumayan buat anjingmu," padahal Sakura hanya mengira-ngira. Tapi ternyata, "Dari mana kamu tahu aku punya anjing?" pertanyaan Kiba malah membuat Sakura kaget.
"Beneran ya? Namanya siapa?" tanya Sakura tidak percaya. Perkiraannya ternyata benar juga, dari sini Sakura malah menganggap kalau Kiba itu tambah mirip saja sama Inu-chan.
"Akamaru," jawab Kiba. "Warna anjingmu merah?" pertanyaan Sakura membuat Kiba kesal, ada beberapa yang sering menanyakan itu jika ia memberitahu nama anjingnya.
"Putih," jawab Kiba kembali. "Kalau begitu kenapa tidak dikasih nama Shiromaru?" dan pertanyaan ini pun muncul kembali. Pertama Shino, sekarang Sakura.
"Tidak penting," jawabnya kesal. "Ya sudah, ini buat anjingmu saja." Kiba menerima balon itu dan dibuka ikatan balon yang menyumbat angin yang berada didalam balon untuk keluar.
"Dikempesin dulu balonnya," setelah kempes seutuhnya, Kiba memasukkan balon itu didalam kantong celananya.
Setelah itu, mereka pun memainkan semua permainan yang ada. Ternyata tidak seasyik yang dibayangkan, karena tidak bisa bermain seperti biasanya. Permainan yang menantang tidak bisa dimainkan seperti biasanya, karena pasti ada tempat duduk spesial dan itu tidak seru. Di rumah hantu pun, ada sengaja yang menakuti mereka berdua. Agar yang perempuan ketakutan, dan akhirnya memeluk yang laki-laki. Tapi sayangnya Sakura tidak takut dengan yang namanya hantu, jadi percuma saja.
"Tidak kusangka kamu berani juga," ucap Kiba tidak percaya saat sudah keluar dari rumah hantu tapi Sakura tidak merasakan ketakutan sama sekali. Keringat pun tidak dikeluarkan olehnya~
"Aku mau beli minuman," setelah Sakura mengucapkan itu, Sakura berjalan menuju stand terdekat. Tapi Kiba yang berbaik hati malah menyuruhnya duduk di bangku saja.
"Biar aku yang membelikannya,"
Sakura yang sudah duduk karena dipaksa hanya melihat Kiba yang sedang memesan minuman. "Baik banget," katanya dan memandang arah yang lainnya.
Ia mengambil ponselnya, "Sebentar lagi bertemu Inu-chan. Dia itu seperti apa ya?" setengah jam lagi waktu akan menujukkan pukul dua belas siang. Sakura akan bertemu dengan Inu-chan jam segitu.
"Nih~" Kiba menyerahkan minuman yang tentu membuat dua orang yang melihatnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Untukmu saja~ Gara-gara petugas tadi melihat gelang ini, aku jadi tidak boleh memesan yang lainnya selain ini." Kiba tersenyum memaksa saat menjelaskan hal ini pada Kiba.
Sakura melihat Kiba, "Kalau gitu seharusnya gelang ini dicopot saja," ucapnya dan menerima minuman itu.
"Bodoh~ Kenapa tidak kepikiran dari tadi?" tanya Kiba, ia duduk disebelah Sakura dan melihat orang-orang disekitarnya.
"Kau yang bodoh," ucap Sakura dan meminum minuman itu. Ia sudah tidak peduli dengan penampilan minumannya sekarang, yang penting tenggorokannya tidak kering lagi.
Kiba melihat Sakura, Sakura yang melihatnya pun agak risih. "Kenapa? Mau?" tanya Sakura datar sambil menyodorkan minuman tadi pada Kiba.
"Tidak, aku hanya mau tanya. Kamu benaran udah ketemu sama benda yang kamu cari?" Sakura mengangguk sebagai jawabannya. "Aku juga sudah meminta permohonan, entah terkabul atau tidak. Tapi aku harus berpikir positif," jelas Sakura.
Disisa waktu setengah jam, mereka gunakan untuk mengobrol. Mereka pun berpisah setelah jam dua belas tepat berdenting di jam Konoha Land.
Inu-chan! Kamu ada dimana sekarang?
Melihat sms dari Haru-chan, Kiba langsung membalas bahwa dirinya ada didekat permainan komedi putar. Tidak lama setelah dikirim, sms balasan pun telah tiba. Ia jadi menghentikan langkah kakinya disana dan tidak bergerak sama sekali.
Wah! Beruntung! Aku tidak jauh dari sana. Aku yang kesana ya! Jangan bergerak!
Kiba menunggu sambil mengutak-atik ponselnya yang hampir habis baterainya. Sesekali melihat jam tangan yang sudah menunjukkan pukul dua belas lewat sepuluh menit.
"Sms masuk~" langsung dibaca sms dari Haru-chan yang sepertinya ketinggalan untuk diberitahukan.
Pakai baju apa kamu?
Kiba tertawa singkat, "Kalau tidak ditanya tidak bakalan tahu ya?" Ia mengetikkan balasannya dan mengirimnya.
Pakai baju kaos warna hitam~
"Ada sms~" Sakura melihat ponselnya, sebentar lagi ia akan sampai pada tempat komedi putar itu. Ia melihat balasan dari Inu-chan, "Sama seperti Kiba saja," ucapnya dan memasukkan ponselnya ke dalam tas kembali.
Kini Sakura telah sampai pada komedi putar, ia memutari permainan yang berbentuk lingkaran itu. Sampai ia melihat seseorang yang mengenakan kaos warna hitam sedang berdiri tidak melakukan apa-apa.
"Kiba?" yang namanya disebut oleh Sakura pun menengok. "Sakura? Ngapain kamu disini?" tanya Kiba tidak percaya.
Padahal tadi mereka sudah berpisah selama sepuluh menit. Ditempat permainan yang begitu luas ini, masa sih bisa bertemu kembali. Sudah gitu tadi Sakura sempat ke toilet sebentar.
"Mencari orang," jawaban yang sedikit telat memang, tapi yang penting sudah dijawab.
"Mencari orang?" sebenarnya Kiba juga melakukan hal yang hampir sama dengan Sakura. Tapi bedanya ia menunggu orang, bukan mencari orang.
"Iya, katanya dia ada didekat sini." Sakura melihat sekelilingnya, ia pun berjalan lagi tanpa mempedulikan Kiba.
Satu putaran sudah ia mengelilingi komedi putar, Kiba yang melihatnya saja jadi keheranan dengan tingkah Sakura. "Seperti apa orangnya? Mungkin aku lihat," Kiba mencoba membantu Sakura agar Sakura lebih mudah mencari orang itu.
Karena dari tadi Kiba 'kan ada disana, jadi mungkin saja ia dapat membantu Sakura. "Katanya sih pakai kaos hitam," jawab Sakura, matanya tidak lupa mencari-cari.
"Aku pakai kaos hitam," ucap Kiba, Sakura melihat Kiba dengan tatapan yang seakan mengucapkan 'Jangan bercanda'.
Kiba tertawa singkat, "Kalau dilihat dari tadi, aku tidak melihat orang yang menggunakan kaos hitam selain aku." Sakura melihat Kiba kembali.
"Aku memanggilnya Inu-chan," ucapan dari Sakura ini, membuat Kiba sangat kaget. Matanya membulat, seakan tidak percaya dengan apa yang diucapkan dengan Sakura barusan. Tidak salah yang diucapkannya barusan? Kiba tidak bisa berkata-kata.
"Dia teman smsku," masih saja Sakura berkata-kata. Saat ia melihat Kiba, Sakura jadi merasa aneh sendiri. "Kamu kenapa sih?" tanya Sakura sambil menggoyang-goyangkan tangannya didepan wajah Kiba.
"Kamu? Haru-chan?"
"Apa?" Sakura tidak mengerti. Kenapa Kiba bisa mengetahui nama panggilan Inu-chan padanya? Padahal 'kan ia tidak pernah memberitahukannya pada orang lain selain Ino dan Hinata.
"Kamu Haru-chan? Tidak salah?"
Sakura tidak mengerti, ia benar-benar tidak mengerti. Kenapa Kiba mengucapkan kata-kata yang susah dimengerti sih?
"Apaan sih?"
"Aku ini Inu-chan!" pengakuan dari Kiba membuat Sakura diam sementara. "Apa!?" teriakkan yang telah menjelaskan semuanya.
Kiba menghela napasnya, ia tidak pernah menyangka kalau Haru-chan itu adalah Sakura. Begitu juga Sakura yang tidak pernah menyangka kalau Inu-chan itu Kiba. Mereka duduk di bangku untuk menenangkan sedikit pikiran mereka.
"Aku tidak pernah menyangka," Sakura melihat Kiba karena ucapan Kiba itu, "Apalagi aku," katanya tidak mau kalah dengan Kiba. Kiba mengingat kembali sms apa saja yang pernah ia dapatkan, "Masalahmu banyak juga," ucapnya. Jujur, kalau Sakura tahu kalau Inu-chan itu Kiba, ia tidak mau menceritakan hal itu semua pada Kiba.
"Jadi orang yang kamu maksud itu Sasuke?" pada akhirnya pun, Kiba mengetahui semua masalah pribadi Sakura. Sakura mengangguk, ia tidak tahu harus berkata apa.
"Ternyata Inu-chan suka temanku sendiri. Gadis yang kau bilang aneh itu aku, 'kan?" pertanyaan ini muncul karena Sakura mengingat sms yang pernah dikirimkan padanya. Sakura menatap Kiba dengan kesal karena mengingat hal itu.
"Hei~ jangan marah dulu. Aku tidak akan bilang seperti itu pada Haru-chan kalau aku tahu kalau Haru-chan itu kamu." jelas Kiba agar Sakura tidak marah padanya.
Ia pernah melihat Sakura marah sekali, itu sangat menyeramkan. Membanting meja hingga meja tersebut terbelah menjadi dua, perempuan dengan tenaga begitu hebat. Makanya Kiba tidak berani, bisa saja bangku yang mereka duduki sekarang akan terbelah jadi tiga bagian.
Kiba melihat Sakura, "Apa yang akan kau lakukan setelah semua ini terungkap?" tanyanya. Ia sendiri tidak tahu apa yang akan dilakukannya setelah semuanya sudah ketahuan. Apakah ia masih bisa menceritakan hal-hal yang dialaminya seperti biasanya?
"Entahlah," mendengar jawaban dari Sakura, sungguh membuat Kiba sedikit sedih. Ia merasakan, akan kehilangan teman sms-nya.
Kiba berdiri, "Aku pulang duluan ya," Sakura melihat Kiba yang meninggalkan dirinya. Sepertinya, hubungannya dengan Inu-chan akan sama dengan yang terjadi seperti sekarang.
'Aku merasa~ Hubunganku dengan Inu-chan akan berubah,' Sakura melihat Kiba yang mulai menjauh.
'Entah kenapa, jadi terasa jauh.'
::
::
::
"Sakura-chan!" panggilan Ino yang terkesan berteriak itu menghentikan langkah Sakura.
Padahal ini di koridor, seharusnya Ino jangan berlari seperti itu, apalagi berteriak pada saat masih jam pelajaran ini. Kalau dilihat guru pasti sudah kena omelan.
"Ada apa?" tanya Sakura tidak mengerti. Tumben sekali Ino melakukan hal yang dilarang oleh guru-guru. Biasanya 'kan Ino tidak pernah berlari di koridor, sekarang itu dilakukannya. Mungkinkah ada hal penting yang mau disampaikan olehnya?
"Kamu sudah dengar beritanya?" seakan tidak punya rasa lelah, Ino langsung bertanya tanpa menarik napas sama sekali. Langsung saja ia berbicara~
"Apa?" Sakura tidak mengerti maksud Ino. Berita apa? Berita yang ada diluar sekolah atau berita didalam sekolah ini? Kalau dua-duanya sih, Sakura tidak mengetahuinya.
"Kamu sadar kalau Sasuke tidak masuk selama seminggu?" Sakura mengangguk, ini pasti karena mitos ketiga itu yang sedang berlangsung. Ternyata mitos tiga itu benar, buktinya sudah selama seminggu ia tidak bertemu dengan Sasuke.
"Ternyata dia masuk rumah sakit karena kecelakaan!" awalnya Ino tidak percaya mendengar cerita dari Hinata. Tapi mengingat tentang Sasuke yang menemukan Sakura, ia jadi yakin kalau hal itu benar-benar terjadi.
"Apa!?" Sakura pun begitu, ia kaget mendengar berita dari Ino. Kalau ia dapat bersembunyi dengan baik, pasti kejadian ini tidak akan pernah terjadi.
"Yang lebih buruknya lagi, dia belum sadarkan diri selama seminggu!" inilah yang membuat Sakura jadi semakin terpuruk. Tidak sadarkan diri selama seminggu itu sudah sangat keterlaluan, 'kan?
"Ia masih bernapas tapi tidak sadarkan diri!" benar sudah, Sakura benar-benar mau melihat keadaan Sasuke sekarang. Tapi itu tidak mungkin dapat dilakukannya karena sekarang masih jam untuk sekolah.
"Dimana?"
Besok itu hari libur, jadi Sakura mau mengengoknya. Ia mau memastikan keadaan Sasuke, ia mau memastikan bahwa Sasuke baik-baik saja walau tidak sadarkan diri selama seminggu.
"Di rumah sakit!"
Sakura sudah memutuskannya, ia mau menengok keadaan Sasuke esok hari. Sekalian bersama dengan Hinata dan Ino, mereka akan memberikan buah-buahan pada Sasuke.
Saat istirahat, Sakura terdiam di taman. Ia lebih memilih untuk berdiam diri dibandingkan makan. Ia benar-benar tidak memiliki semangat untuk makan. Dipikirannya sekarang penuh dengan kesehatan Sasuke, nyawa Sasuke.
"Sakura," panggilan itu menghentikan lamunan Sakura. Ia melihat ke arah pemanggil yang ternyata adalah Kiba. Sakura sama sekali mengabaikan Kiba, tidak membalas panggilan itu.
Kiba duduk disebelah Sakura, "Lagi ada masalah ya? Aku dengar, Sasuke mengalami kecelakaan dan tidak sadarkan diri selama seminggu." ucapan Kiba membuat Sakura menundukkan kepalanya. Ternyata Kiba sudah mengetahuinya, mungkin semua anak sekolah juga sudah tahu.
Kiba benar-benar tidak suka dengan keadaan ini, Sakura tidak meresponnya sama sekali. "Kamu sudah seminggu lebih tidak sms diriku," hal ini juga yang tidak disukai olehnya. "Kau tahu? Aku rindu sosokmu sebagai Haru-chan lho," Kiba benar-benar merindukan sosok Sakura sebagai Haru-chan. "Yah~ kadang sms-mu membuatku bersemangat," pemaparan dari Kiba membuat Sakura tersenyum.
Ia melihat Kiba yang sedang bersandar dengan tangan yang diletakkan dipenganjal bangku taman itu. "Kalau kamu mau sms, sms saja. Kita masih bisa jadi teman sms, 'kan? Kalau kamu mau curhat juga boleh, ceritakan saja semua masalahmu padaku. Siapa tahu aku dapat memberikan solusi, seperti dulu. Aku ini 'kan Inu-chan kamu," cengiran Kiba membuat Sakura bersemangat.
Rasanya, Kiba yang tidak lain adalah Inu-chan memang tidak memiliki perbedaan. Baik Kiba di dunia nyata, dan Inu-chan di dunia maya, mereka berdua... 'Satu orang yang benar-benar baik.' Tidak ada bedanya, namanya juga satu orang. Sudah pasti memiliki sifat yang sama, kecuali orang itu berkepribadian ganda. Keduanya bisa kembali membuat Sakura bersemangat, ia bahagia memiliki teman yang seperti itu.
"Makasih Inu-chan," Kiba tersentak mendengar panggilan itu. Meskipun di sms sudah biasa, tapi kalau di dunia nyata dipanggil seperti itu, ia masih belum terbiasa.
"Sebaiknya jangan panggil itu di dunia nyata," dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan, Kiba menyuruh Sakura agar ia tidak memanggil dirinya dengan panggilan itu.
"Kenapa?" tanya Sakura penasaran. Kenapa tidak boleh manggil Inu-chan kalau di dunia nyata? Apa masalahnya?
"Malu dengarnya,"
Yah~ Nama panggilan itu hanya pernah dibacanya, tidak pernah didengarnya. Kalau tiba-tiba ada yang memanggilnya seperti itu, rasanya agak gimana gitu. Sakura tertawa, Kiba yang melihatnya pun jadi keheranan sendiri. Apanya yang lucu? Kenapa Sakura tertawa? Tidak ada hal yang membuat tertawa, 'kan?
"Kenapa?" tanya Kiba dan melihat Sakura dengan pandangan tidak mengerti.
"Inu-chan memang baik ya," kata-kata Sakura membuat Kiba sedikit bersemu, ia memegang kepalanya sendiri. "Maksudmu Kiba, 'kan?" ucap Kiba mengoreksi kata-kata Sakura.
Sosok asli Inu-chan itu Kiba, 'kan? Jadi ya pasti Kiba yang baik. Tapi menurut Sakura, keduanya sama saja. Diucapkannya kata-kata itu dengan bahagia.
"Keduanya sama saja,"
Semuanya pasti akan berakhir dengan bahagia, 'kan?
:::
::
:
To Be Continue
:
::
::
Chapter empat belas bersambung kembali! Bagaimana? Di chapter ini sudah ketahuan sosok Inu-chan dan Haru-chan yang sebenarnya. Mereka berdua sudah mengetahuinya~
Ditunggu chapter lima belas ya~ Terima kasih buat yang sudah mau membaca dan memberikan review di chapter sebelumnya.
Thanks To:
- hanazono yuri
- uchizuma Angel
- Rachel-Chan Uchiharuno Hime
- rijalharits
- Uchiha dian
- muthmainnah067
- Guest
Jaa~
V
V
V
