Tittle : Are You A Vampire?

Author : Yue m00nlight

Cast : Hunhan and the other

Genre : Romance, Drama & Fantasy

Rate : M

Lenght : 14/14 [END]

Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.

Warning : Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje plus abal.

A/N: Annyeong readers-nim ^^

Akhirnya setelah perjuangan yang panjang dan melelahkan, kita sampai juga di chap terakhir dari cerita ini. Yue berharap readers-nim semua tidak kecewa dengan akhir dari cerita ini, karena dari awal cerita ini memang sad ending.

Walau sad ending dan ada death chara, kalian semua tidak perlu bersedih karena nanti Yue bakalan buat sequel dari cerita ini yang akan menjelaskan semua nya secara detail. Ok, mari kita lanjut chingu~

.

.

.

.

.

.

.

This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me

please close the tab now!

.

.

.

NO BASH, FLAME, PLAGIARISME

AND NO SIDERS

.

.

.

.

.

.

.

Happy Reading ^^

JLEB!

Mata Kyungsoo terbelalak kaget, gerakan nya terhenti seketika. Terlalu syok dengan apa yang terjadi di depan matanya. Tangan nya yang berusaha menghentikan laju anak panah tersebut mengambang di udara, sia-sia karena semua nya terlambat.

"K-Kai….. Kai!"

Kaki Kyungsoo lemas seketika, tubuhnya jatuh berlutut beberapa meter di depan Kai. Tubuhnya bergetar hebat, suara isakan kecil keluar dari mulut Kyungsoo. "Hiks…. Kai"

Seandainya bisa menangis, pasti air mata itu membanjiri pipi Kyungsoo. Jelas dia tidak tahu harus mengatakan apa sekarang, semua perasaan nya bercampur aduk antara sedih, marah, kecewa dan- "Mati kau vampire brengsek!" ketua hunter itu ternyata belum puas juga jika belum membunuh Kyungsoo.

JLEB!

BRUGH!

Tubuh hunter itu tumbang seketika di lantai, darah segar mengalir keluar dari dahi nya dengan sebuah anak panah yang menancap disana.

Ketika si hunter melepas kembali anak panah nya ke arah Kyungsoo yang masih berlutut, dengan cepat Kyungsoo berbalik dan menangkap anak panah tersebut. Dan meleparkan kembali ke arah si hunter yang tepat mengenai dahi nya.

Puas rasanya, ketika Kyungsoo berhasil menghabisi si hunter brengsek yang mengacaukan hidupnya namun. "Gwenchana?"

Kyungsoo menganggukkan kepala nya, kemudian dia kembali berdiri di bantu seseorang.

"Syukurlah, kami pikir kami terlambat!" Jaejoong berlari dan sampai di depan Kai dalam hitungan detik. Jaejoong membuka ikatan tali di tubuh Kai dan membantu namja itu berdiri, sementara Kyungsoo di papah Yunho.

"Bagaimana cara nya hyung bisa ada di sini?" Yunho tersenyum samar kemudian memandang Jaejoong dan Kai di depannya.

"Itu semua berkat teman-teman kalian" tidak lama dari arah pintu gudang terdengar suara mobil yang di tutup keras dan langkah kaki mendekat.

Tap

Tap

Tap

"Astaga!" suara melengking Baekhyun membuat keempat namja di dalamnya menoleh, di belakang Baekhyun sudah berdiri Tao, Suho, Lay, Kris, Chanyeol, Chen, Xiumin, yang langsung berlari mendekat.

"Gege, apa yang terjadi?" Tao memeluk erat lengan Kris ketika melihat mayat berserakan di lantai dan jangan lupakan juga darah segar dimana-mana.

Kris berusaha menenangkan Tao yang ketakutan, sementara yang lain hanya bisa terkejut memandang keadaan di dalam gudang. "Kalian baik-baik saja?" Tanya Suho begitu mendekat ke arah Kai, Jaejoong, Yunho dan Kyungsoo.

"Kami baik hyung" jelas Kai masih di papah Jaejoong.

Sebenarnya namja berkulit tan itu masih syok, bagaimana tidak dia hampir saja mati karena anak panah itu melesat dan semakin dekat dengannya.

Namun di detik terakhir, sebuah lempengan kayu besar melayang tepat dari samping dan membuat anak panah itu menancap di kayu tersebut. Kemudian Kai melihat namja di samping nya ini yang seperti nya telah menolong dia.

Bahkan karena kejadian luar biasa yang bisa menyelamatkan Kai di detik terakhir nya, Kyungsoo sampai berlutut didepan nya dan terisak.

Namun lidah Kai terlalu kelu untuk mengeluarkan sepatah kata hanya untuk menenangkan Kyungsoo.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa ada banyak mayat disini?" Chen merasa aneh melihat mayat dimana-mana yang seperti nya habis bekas pertempuran. Apalagi melihat kondisi Kyungsoo yang juga terluka.

"Cerita nya panjang nanti saja penjelasannya" Yunho menatap sekeliling namun tidak menemukan seseorang yang dia cari sedari tadi. "Dimana Luhan?" nah itu dia, mereka semua baru sadar tidak ada Luhan dan juga Sehun disini.

Wajah Kyungsoo berubah jadi panik kembali, padahal baru beberapa menit yang menegangkan tadi dia bisa sedikit tenang. "Dia di tempat lain, kita harus menolong nya sekarang!"

"Hei, apa maksudnya semua ini?" Yixing masih kebingungan dengan keadaan ini, padahal dia ada disini setelah tahu Sehun dan Kai menghilang.

Lalu atas perintah Kris, mereka semua berkumpul di rumah namja tersebut. Setelah melalui debat pendapat yang alot, mereka memutuskan untuk mencari kedua namja itu menggunakan GPS dari ponsel Kai dan Sehun.

Begitu tahu lokasi keberadaan Kai melalui GPS, mereka langsung tancap ke sini. Jika ada yang bertanya kenapa mereka tidak menyusul Sehun juga, itu karena GPS namja poker face itu mati.

Baru setengah jalan mereka di cegat oleh dua orang namja yang tiba-tiba muncul entah dari mana, membuat para seme yang mengemudi mobil harus mengerem mendadak dan mengumpat kesal.

Kedua namja yang baru muncul seperti hantu di siang bolong itu langsung masuk ke mobil paling depan, tepat nya mobil Kris dan Tao. Entah apa yang terjadi di mobil itu, yang jelas mereka langsung melaju kembali dengan kecepatan penuh.

"Sebaiknya kita ikuti saja Yunho, tidak ada waktu untuk menjelaskan saat ini" Jaejoong menampakkan gurat penyesalan pada Yixing. "Semua nya terlalu mendesak jadi tolong ikuti saja kami"

Yixing dan yang lainnya mengangguk, kemudian mengikuti Yunho dan juga Kyungsoo yang mengatakan sebuah alamat.

Jaejoong mengikuti Yunho kemari karena mendapat pesan singkat berisi perpisahan dari Luhan. Mereka berdua langsung berganti baju untuk perjalanan jauh kemudian berlari dengan kecepatan vampire.

Perjalanan yang seharus nya memakan waktu satu hari menggunakan pesawat, berubah menjadi setengah hari jika menggunakan kekuatan berlari vampire yang menakjubkan. Apalagi mereka berdua juga tidak beristirahat karena memang tidak memerlukan nya.

Lalu bagaimana caranya bisa bertemu dengan Kris dan yang lainnya?

Ketika mereka berdua tiba di Korea, mereka bingung mau mencari dimana Luhan juga Kyungsoo.

Setelah beberapa saat terdiam, Yunho teringat jika dia pernah melihat mobil sport hitam yang baru saja lewat. Yah, mobil itu adalah mobil salah seorang teman Luhan ketika mereka bertemu di café beberapa bulan yang lalu.

Maka tanpa pikir panjang, Yunho mengejar mobil itu bersama dengan Jaejoong dari tempat yang tersembunyi. Tidak mungkin kan mereka berlari cepat di depan manusia, jadi setelah menemukan jalan sepi Yunho langsung menghentikan mobil sport merah yang melaju paling depan.

Empat mobil sport itu berhenti dan Yunho memaksa masuk ke dalam mobil Kris bersama Jaejoong. Setelah berbicara beberapa saat, baik Yunho maupun Kris sadar jika mereka akan menuju tempat yang sama.

Dan jadilah mereka bersama pergi ke tempat di mana GPS milik Kai terlacak.

"Aku harap Luhan hyung baik-baik saja" Kris melirik Kyungsoo, Jaejoong dan Yunho yang duduk di belakang dari kaca mobil. "Mereka pasti baik-baik saja Kyung" ucap Tao penuh keyakinan.

Walaupun Tao tidak tahu apa permasalahan yang sebenar nya, dia selalu bersikap optimis apalagi mengenai para sahabatnya. "Ku harap begitu" lirih Kyungsoo menatap jalanan di depan mereka.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

BRUGH!

Tubuh Luhan terlempar beberapa meter, namja itu bangun dan menatap tidak suka pada Sehun yang tadi berhasil melempar tubuhnya. "Lu sadarlah ini aku Sehun!"

Mata Luhan tetap berkabut, hasrat meminum darah masih menguasai insting nya secara naluriah karena mencium aroma anyir darah dimana-mana.

Luhan menggeram rendah kemudian tanpa aba-aba menerjang tubuh Sehun, untung Sehun bisa mengelak dengan sigap. Hingga Luhan hanya dapat mencengkram udara kosong. "Luhan! Sadarlah!"

Namun seakan tuli, Luhan kembali berusaha menerjang tubuh Sehun yang kembali berhasil di hindari namja pucat itu.

Sehun tidak habis pikir, kenapa Luhan tidak bisa mengendalikan tubuh dan pikirannya.

Berkat sedikit kekuatan vampire yang Sehun miliki dia berhasil terus mengelak dari Luhan yang lagi dan lagi menerjang dia. "Apa yang harus ku lakukan?" seperti nya percuma berbicara dengan Luhan dalam kondisi sekarang.

Ketika Sehun kembali menghindari Luhan, secara tak sengaja kaki nya menendang pistol panah milik hunter di lantai.

Luhan menggeram tak suka ketika melihat Sehun memungut senjata itu, apalagi Sehun melihat dia secara bergantian dengan senjata berbahaya tersebut beberapa kali. "Lu, ku mohon sadarlah" lirih Sehun dengan pandangan sedih.

Sebenarnya Luhan tidak ingin menyerang Sehun apalagi menyakiti namja itu, namun tubuhnya bergerak menuruti insting nya dan sulit untuk dikendalikan. Luhan berharap Sehun melarikan diri darinya sejauh mungkin, bukannya terus menghindar.

Kembali tubuh Luhan bergerak lincah, berusaha mengecoh Sehun dan berusaha untuk menjatuhkan namja itu. Tapi Sehun berhasil melawan Luhan dan menghindari nya. Satu tendangan kuat Sehun berikan di perut Luhan.

Hingga mau tak mau namja mungil itu terlempar jauh menabrak dinding gudang, menciptakan retakan besar di tembok. "Mian Lu" sungguh Sehun tidak bermaksud menyakiti Luhan, itu semua hanya gerakan refleks.

Napas Sehun terengah, dia mulai kelelahan melawan dan menghindar dari Luhan.

Luhan kembali berdiri, menatap Sehun yang sibuk menghirup oksigen. Terlihat jelas namja itu kehabisan tenaga, melawan seorang vampire sangat lah sulit apalagi jika diri mu bukan seorang hunter.

Dari dalam dirinya, Luhan terus mencoba untuk mengambil alih kendali tubuhnya. Walau sulit dia terus mencoba, jika dia tidak ingin melukai Sehun.

BRUGH!

Belum sempat Sehun menghindar, Luhan kembali menerjang tubuhnya dan sial nya kali ini dia tidak berhasil menghindar.

Tubuh mereka berdua jatuh ke lantai, dengan Luhan yang menindih Sehun.

Pistol panah yang Sehun pegang sebelumnya terlepas dari tangan, sementara Luhan masih berusaha menggapai leher Sehun dan namja itu berusaha menahannya.

"Ku mohon Lu sadarlah"

"Grrrrhh" Luhan kembali menggeram karena niat dia menghisap darah masih terus di halangi, apalagi makin lama tenggorokannya makin kering.

Tangan kiri Luhan mencengkram leher Sehun, membuat namja itu sesak napas. Sementara tangan kirinya masih menahan tangan kanan Sehun.

Semakin lama Sehun semakin kehabisan napas, samar-samar pandangan nya mulai melemah. Seperti nya ini adalah akhir pertarungan dari mereka berdua, merasa menang Luhan mulai mendekatkan wajah nya ke ceruk leher Sehun.

Denyut nadi Sehun terasa sangat kuat di lehernya, ketika Luhan menjilat area tersebut.

"AKH! Lu hentikan!" Sehun terus memberontak panik ketika sepasang taring Luhan berhasil merobek nadi nya. Namun tidak lama gerakan Luhan terhenti.

"S-Sehun…." Luhan menghentikan hisapan dari leher Sehun, wajah nya terangkat untuk menatap Sehun. "M-Mian Sehun, aku tidak….. aku…. Aku….." wajah nya menyiratkan panik dan juga bersalah.

Kesadaran Luhan kembali beberapa saat setelah dia berhasil menghisap sedikit darah Sehun. Sehun tersenyum samar, setidaknya Luhan tidak jadi membunuhnya. "Sssttt… gwenchana lu"

Sehun memeluk tubuh Luhan, mereka berpelukan erat sampai Sehun merasa sesak. "Lu, bisa… l-lepaskan….. pelu-kan… mu" napas nya mulai sesak, namun Luhan tidak menjawab perkataan nya.

Masih dalam posisi berpelukan, dimana Luhan menindih Sehun. Luhan berbisik rendah di telinga Sehun hingga membuat namja itu kaget. "Tidak, aku tidak bisa Lu" tolak Sehun setelah nya.

Sehun membuat jarak di antara mereka berdua, hingga pelukan Luhan di perutnya terlepas. Mata mereka berdua bertemu, menyiratkan semua perasaan yang ada. "Kumohon, lakukan Sehun" mata Luhan berkaca-kaca.

"Aku tidak bisa" itulah yang sanggup Sehun katakan untuk perkataan Luhan sebelumnya.

"Please, hanya ini yang bisa aku minta padamu" kembali Luhan mencoba untuk memohon agar Sehun mau mengabulkan permintaan nya.

"Tidak, kita pasti bisa-" tiba-tiba saja Luhan menggeram dan menjambak rambutnya sendiri dengan kuat, perasaan itu datang lagi dan dia harus bisa melawannya.

Sehun berusaha duduk tegak, hingga tubuh Luhan terduduk di pangkuannya. Dengan cepat Sehun menahan kedua tangan Luhan yang menjambak rambutnya sendiri. "Hentikan, kau menyakiti dirimu sendiri lu"

Namun Luhan tetap menjambak rambutnya sendiri, hingga beberapa helai lepas dan menempel di sela-sela jari nya. "Sehun lakukan sekarang, aku tidak bisa menahannya lagi"

Sial, Sehun bingung sekarang harus melakukan apa. Apa dia harus melakukan apa yang di minta Luhan, tapi jika dia mengabulkan nya maka-

"Shit!" Luhan kembali menindih nya, matanya terlihat kosong tidak seperti tadi. Kali ini insting Luhan menang, dan Sehun mau tidak mau harus melakukan permintaan Luhan.

Kembali Luhan menggigit leher Sehun dan menghisap darahnya dengan rakus, tidak perduli jika Sehun berteriak kesakitan di bawahnya.

Kepala Sehun miring ke arah kanan, tangannya berusaha menggapai benda itu dan melakukan permintaan Luhan.

Semakin lama hisapan di leher Sehun makin kuat, Sehun juga sadar jika sebentar lagi adalah batas kesadaran terakhirnya. Maka setelah membulatkan tekad nya, dia berhasil menggapai benda tersebut dan mendekatkan nya di antara mereka.

"Maaf kan aku baby Lu" Luhan masih tidak menyadari apa yang terjadi, hingga benda itu menyentuh kulit dadanya. "Saranghae Luhan" dan mata Luhan membola begitu menyadari apa yang terjadi.

JLEB!

Kepala Luhan menunduk kemudian mencoba berdiri dengan kedua kaki nya, Sehun yang awalnya terbaring pun ikut berdiri hingga mereka berdua saling berhadapan.

Tangan Luhan mencoba mencabut benda itu, benda yang menancap tepat di dada sebelah kirinya. Anak panah.

Anak panah itu terjatuh di lantai, dan tubuh Luhan yang semula berdiri mulai jatuh ke lantai. Sebelum itu terjadi Sehun sudah memeluk tubuh Luhan hingga kepala namja itu menempel erat di dada Sehun.

"G-gomawo…. Uhuk… S-Sehun…" bisik Luhan pelan di dada Sehun, sementara Sehun menunduk di atas kepala Luhan. Air mata mulai mengalir turun dari pipi nya.

"Mian" isak Sehun semakin mengeratkan pelukannya.

Kedua tangan Luhan memeluk tubuh Sehun, dia mendongak kan tubuh nya hingga bisa bisa menatap wajah tampan Sehun. "Kau sangat tampan Hun-ah…" dengan kekuatan terakhirnya Luhan mencoba menghapus air mata yang mengalir dari mata elang Sehun.

"Lu… hiks… a-aku…" tubuh Sehun bergetar menahan isakannya, sementara Luhan menangkup kedua pipi Sehun.

"Gomawo Hun-ah….. karena s-sudah menga-bulkan per….. uhuk…. Permintaan terakhir…. Ku" Luhan tersenyum, sementara Sehun hanya menatap Luhan dengan air mata yang mengalir deras.

Tadi sewaktu kesadaran Luhan balik, dia memeluk Sehun erat dan membisikkan sesuatu.

"Kesadaran ku tidak akan bertahan lama Sehun, aku bisa merasakannya. Jadi aku akan meminta ini untuk terakhir kalinya, bunuh aku Sehun karena jika tidak maka aku lah yang akan membunuhmu" itu lah bisikan Luhan tadi untuk Sehun.

Permintaan yang membuat Sehun ragu, namun pada akhirnya dia memilih untuk mengabulkannya dengan alasan. "Aku ingin beristirahat dengan benar Sehun, karena itu aku mohon bunuh aku".

BRAK!

Pintu gudang terbuka, lalu masuk segerombolan namja ke arah mereka. Mereka adalah YunJae, KrisTao, SuLay, ChanBaek, KaiSoo dan ChenMin.

Semua nya terkesiap begitu melihat keadaan dalam gudang yang tak jauh berbeda dari tempat Kai dan juga Kyungsoo sebelumnya.

Namun yang membuat semakin miris adalah Sehun dan Luhan yang berlutut sambil berpelukan, mereka berdua seolah tidak terpengaruh dengan kehadiran mereka semua.

"Tidak…. Luhan hyung" Kyungsoo bisa melihat dengan jelas, lubang bekas panah perak di dada kiri Luhan.

Kyungsoo mencoba menghampiri mereka berdua, namun di cegah Kai. Namja itu menggeleng ketika Kyungsoo memberi tatapan lepaskan-aku.

Jarak mereka semua hanya sekitar lima meter, mereka semua mengelilingi Sehun dan Luhan. "S-sarang-hae…. Oh…. S-Sehun…. Jong-malhh…. Sarang-hae…" Luhan mencoba menyelesaikan kata-katanya untuk Sehun.

Sementara itu tangisan Sehun makin kuat, biar lah dia di anggap cengeng atau apapun. "Na-do Lu….. kumohon…. Jangan tinggal-" belum sempat Sehun menyelesaikan ucapannya dia kembali di kejutkan Luhan.

CUP~

"Saranghae…. Hun-ah" setelah mencium Sehun sekilas dan mengucapkan kata cinta itu, mata Luhan perlahan terpejam seiring dengan lepasnya kedua tangan Luhan yang menangkup pipi Sehun.

Pasokan oksigen terasa di rebut paksa dari Sehun, mata nya terbelalak kaget menatap Luhan yang dia dekap. "Andwee…. Andweeee… kau tidak boleh meninggalkan ku… hiks…. Luhan kumohon…. Buka matamu….. hiks….. a-aku….. mohon…hiks hiiks…. Andwee!"

Jerit kehilangan Sehun membahana di dalam gudang, Sehun menangis sejadi-jadi nya sambil memeluk Luhan. "Andweeeee lu….. andweeee hiks….. buka… hiks matamu…."

Sehun terus menangis sambil memohon agar Luhan membuka kembali matanya, agar mimpi buruk ini tidak menjadi nyata. Namun sayang nya itu hanya permintaan yang sulit.

Di sekeliling mereka, Baekhyun menangis terisak dalam pelukan Chanyeol. Yixing juga menangis dalam pelukan Suho yang mencoba menahan air matanya.

Xiumin mencengkram erat baju Chen dan menangis sekuat nya. Sementara Tao terus berteriak sambil menangis agar Luhan bangun, Kris memeluk Tao dalam diam perlahan air mata juga turun dari matanya.

Jaejong dan Yunho terdiam, kepala mereka menunduk dalam.

Walau mereka tidak bisa menangis, bukan berarti mereka tidak bersedih dan merasa kehilangan. Kyungsoo terduduk di lantai, tubuhnya bergetar hebat dia ingin menangis namun tidak ada air mata yang keluar.

Di sebelahnya Kai mencoba merangkul Kyungsoo dan menenangkan namja manisnya. Ketika Kyungsoo memeluk Kai untuk meluapkan kesedihan nya, tanpa bisa di tahan air mata Kai juga tumpah ruah berlomba keluar.

"Baby… hiks… aku…mohon… hiks hiks… bangunlah…" Sehun masih terus memohon sambil mengguncang pelan tubuh Luhan. "Kumohon….." air mata itu masih mengalir, meluapkan betapa sakit dan sedih nya Sehun saat ini.

Kekasih yang dia cintai, harus pergi meninggalkan nya karena takdir yang berubah kejam untuk mereka berdua.

Saking kejam nya, dia sendiri lah yang harus membunuh namja yang paling dia cintai ini. Membunuh nya dengan kedua tangannya sendiri.

GREP!

Tanpa di duga sama sekali, tubuh Luhan menghilang dari pelukan Sehun.

Ketika Sehun mencari dimana tubuh Luhan, dia melihat tubuh kekasihnya ada dalam gendongan bridal Yunho. Namja itu berdiri memunggungi nya, "Kembalikan Luhan!"

Sehun berdiri dan hendak merebut kembali Luhan, namun namja itu melompat jauh hingga berada di dekat pintu gudang.

Semua orang yang berada di tengah gudang tentu saja kaget, dengan apa yang Yunho lakukan. "Boo… kemarilah, kita pergi" hitungan detik Jaejoong sudah berdiri di sisi Yunho.

"Jangan bawa Luhan!" Sehun berteriak frustasi begitu sadar jika Yunho akan memisahkan nya dari Luhan. Namun perkataan namja bermata musang itu berhasil menghentikannya.

Yunho menoleh ke belakang untuk melihat Sehun, "Aku sudah mempercayakan Luhan padamu, karena Luhan mengatakan jika dia sangat mencintaimu". Yunho menatap wajah damai Luhan dalam, "Tapi sayangnya kau gagal menyelamatkan dia, karena itu aku akan membawa jasad nya pergi karena aku tidak mempercayaimu lagi Sehun"

Selesai berkata demikian, Yunho dan Jaejoong langsung melesat pergi dengan membawa tubuh Luhan. Meninggalkan Sehun yang terpaku karena ucapan Yunho padanya.

Kyungsoo mencoba berlari keluar dan mengejar YunJae, namun sayang nya dia terlambat dan tidak bisa menemukan mereka.

"Ini semua memang salahku" Sehun berlutut di lantai, kedua tangannya menutup wajah nya dan menangis kembali.

"Semua salahku, karena tidak bisa melindungi mu baby Lu"

"Mianhe"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

~END~

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Gak ding, Cuma bo'ong ^^

.

Setahun kemudian

"…..Kami sangat berterima kasih untuk semua staff guru yang telah membimbing kami, hingga kami bisa lulus dari sekolah ini dengan nilai terbaik. Kami berjanji akan menjadi orang sukses dan mengharumkan nama sekolah selepas dari sini. Lalu untuk teman-teman semua, semoga kita bisa meraih semua impian kita selama ini. Saya Oh Sehun, sebagai wakil dari teman semua mengucapkan terima kasih" tepuk tangan meriah mengiringi langkah Sehun turun dari panggung.

Sehun kembali duduk di dekat teman-temannya, mereka semua tersenyum bahagia pada nya yang hanya dibalas senyum tipis.

"Hoi, tersenyum lah lebih lebar lagi" Kai datang dan merangkul bahu Sehun, yang hanya di tanggapi dengan dengusan sebal.

"Kau hebat Sehun, kata-kata mu luar biasa" ucap Tao tulus sambil mengacungkan kedua jempolnya pada Sehun. Sehun hanya mengangguk sekali pada Tao.

"Chukkae, naedongsaeng!" seru Chen kuat bersama dengan Suho, Kris, Yixing, Xiumin.

"Kalian datang hyung!" pekik Tao gembira dan bergelanyut manja di tangan Kris. "Tentu saja baby panda, mana mungkin kami tidak datang dalam upacara kelulusan kalian" Kris mengusak sayang rambut Tao.

"Selamat Sehun, kau adalah lulusan siswa dengan nilai tertinggi tahun ini" Xiumin mendekati Sehun dan tersenyum ramah, Yixing dan Suho juga mendekat. "Selamat ya Sehun!"

Namja poker face itu hanya tersenyum tipis, "Gomawo hyung" di lihat nya sekeliling, ada teman dan juga para hyung dengan europia kegembiraan di sekitarnya.

"Hei, kenapa wajahmu begitu terus. Kau tidak rindu pada kami eoh?" Chen menyikut pelan Sehun sambil tertawa pelan, mau tak mau namja itu ikut tertawa.

Kris, Suho, Chen, Yixing dan Xiumin lulus tahun kemarin mereka juga masuk dalam universitas yang sama di Kwanghee University. Tahun ini para dongsaeng mereka yang lulus,dan mereka dengan senang hati datang di upacara kelulusan mereka.

"….. aku tahu, bye baby" Kai memutuskan panggilan nya. Dia tersenyum sumringah hingga menampakkan deretan rapi gigi nya. "Aku punya kejutan untuk kalian semua!" ucap Kai semangat.

Sementara yang lain hanya mengerutkan dahi bingung. "Apa maksud nya dengan kejutan?" Tanya Baekhyun pada mereka semua, namun tidak ada yang bisa memberikan jawaban.

Chanyeol mengangkat bahu nya, "Molla" tidak lama setelah berlari kearah gerbang dan menjauhi mereka semua, Kai kembali membawa seseorang dengannya.

"Ini dia kejutannya" ucap Kai semangat, setelah berhasil mendekati teman-teman nya. Tidak perduli jika suara kuat nya akan mengganggu kelanjutan upacara kelulusan mereka.

Baekhyun adalah orang pertama yang berlari menubruk dan memeluk sosok yang di bawa Kai. "Kyungie, aku merindukan mu!" pekik nya kuat. Sementara Kyungsoo, sosok yang di peluk Baekhyun hanya terkekeh. "Nado Baekkie"

Mereka semua memandang takjub kearah Kyungsoo.

"Tidak ada yang merindukan ku selain Baekki?" canda Kyungsoo sambil memasang muka pura-pura sedihnya.

Yang lain langsung memeluk Kyungsoo bergantian, tentu saja mereka merindukan sosok Kyungsoo. Kecuali Sehun, karena namja itu hanya bisa menatap sendu kearah Kyungsoo.

"Kau tidak merindukan ku Sehunnie?" Kyungsoo menghampiri Sehun setelah memeluk Kris yang sedikit mengangkat tubuhnya sambil mengejek 'Dasar pendek'.

Sehun hanya terdiam, dia masih merasa bersalah pada Kyungsoo. "A-aku… hm, itu…" dengan pelan Kyungsoo memeluk tubuh Sehun dan berhasil membuatnya terbelalak kaget. "Aku tahu jika Sehunnie juga merindukan ku bukan?"

Hanya sebuah anggukan yang bisa Sehun berikan pada Kyungsoo, jelas saja dia merindukan Kyungsoo karena namja itu baru muncul sekarang setelah satu tahun pergi.

"Bagaimana jika kita mampir ke café biasa?" tawar Suho begitu merasakan aura kesedihan kembali terasa setelah Kyungsoo datang.

"Ayo!"

.

.

.

.

.

Mereka semua sampai di café yang dimaksud Suho, setelah mendudukan diri mereka di bangku dan memesan mereka mulai saling mengobrol satu sama lain.

Namun aura kebahagian itu tidak terlalu berpengaruh untuk Sehun, karena namja itu asik melihat kearah sebuah meja kosong di dekat jendela.

"Kau merindukan nya?" suara Chanyeol yang duduk di sebelah nya memecah lamunan Sehun. "Begitulah" ucap Sehun tanpa menatap Chanyeol.

Yah, café ini adalah tempat dimana dia melihat Luhan dan Yunho sebelumnya.

Entah kenapa bayangan wajah Luhan yang duduk disana kembali memenuhi kepalanya, tapi tentu saja tanpa sosok Yunho. "Sehunnie" Sehun menatap Kyungsoo yang duduk didepannya.

"Wae?" Tanya nya datar. Semua mata menatap interaksi antara Sehun dan juga Kyungsoo.

"Bagaimana kabarmu sekarang?" Tanya Kyungsoo lembut, Sehun tetap memasang wajah poker face nya dan kembali melihat keluar. "Baik"

Disebelah Kyungsoo, Kai mengeratkan genggaman tangannya pada sang kekasih. Kyungsoo hanya tersenyum dan memberikan tatapan tidak apa-apa.

"Benarkah? Kulihat tidak begitu" balas Kyungsoo sambil tersenyum sendu.

"Apa maksudmu?" jelas Sehun tidak mengerti maksud Kyungsoo, bukan kah keadaan nya memang baik-baik saja.

Sebelah tangan Kyungsoo yang bebas, meraih tangan Sehun di atas meja dan menggenggam nya pelan. "Yang aku maksud adalah hati mu Sehun" astaga topik ini lagi, topik yang sangat ingin dihindari semua orang.

Sehun menatap Kyungsoo dengan pandangan tajam, seolah melalui tatapan nya bisa menebas setiap bagian tubuh Kyungsoo. "Sakit" secara reflex Sehun meremas kemeja baby blue nya di bagian dada sebelah kiri.

"Rasanya sangat sakit" yah, itu yang Sehun rasakan. Rasa sakit karena di tinggal oleh seseorang, perasaan menyesal karena gagal melindungi. Serta yang paling penting, rasa menyesal karena dengan tangannya sendiri dia telah-

"Luhan hyung akan sedih jika kau terus menyalahkan dirimu sendiri Sehun" ucapan Kyungsoo memang benar, Luhan pasti akan sedih jika mengetahui Sehun hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah.

Sehun menundukkan kepalanya dalam, air mata mulai mengaburkan pandangannya. "Tapi aku memang bersalah" –membunuh Luhan dengan tangannya sendiri.

Mereka semua memang sudah mengetahui cerita yang sebenarnya, jika Luhan dan Kyungsoo adalah vampire yang diburu oleh hunter.

Bahkan mereka juga sudah tahu, tentang permintaan terakhir Luhan untuk mengakhiri hidupnya pada Sehun. Mereka juga sangat tahu, jika Sehun terus diliputi perasaan bersalah sepanjang waktunya.

Walau Sehun tetap bersikap biasa, namun aura sedih itu terus terasa di sekeliling mereka. Mereka bahkan mencoba untuk membujuk atau menghibur Sehun yang berakhir dengan kegagalan.

Setelah Yunho dan juga Jaejoong membawa pergi tubuh Luhan, keesokan harinya Kyungsoo mendapatkan sebuah nontifikasi Yunho dari emailnya. Bahwa mereka sudah membereskan mayat Luhan dan juga pergi jauh dari Korea.

Disini Kyungsoo tidak bisa berbuat banyak, dia tentu mengerti perasaan Yunho. Karena namja itu pernah menjadi kekasih Luhan, sebelum Jaejoong datang.

Ketika seminggu berlalu begitu saja, Kyungsoo memutuskan untuk meninggalkan Korea Selatan dan melanjutkan studi nya di Inggris.

Jujur saja, melihat Sehun ada di dekatnya mau tak mau ingatan kematian Luhan merasuk ke dalam kepala nya. Kyungsoo tahu jika itu semua permintaan Luhan, tapi tetap saja dia tidak bisa mengurangi rasa benci nya pada Sehun dan berakhir meninggalkan Korea.

"Aku pulang duluan" Sehun berdiri dan beranjak dari sana, Kai mencekal tangan Sehun saat namja itu melewatinya. "Biar aku antar" namun Sehun menggeleng.

Dia tahu jika Kai sangat merindukan Kyungsoo, mereka berpisah selama setahun walaupun sesekali mereka berjumpa saat libur. "Tidak perlu, aku hanya ingin sendiri saat ini" Sehun melepaskan tangan Kai.

"Tapi-"

"Pulanglah, hati-hati di jalan Sehun" ucap Suho tersenyum angelic yang dibalas anggukan dari Sehun. Kemudian namja poker face itu keluar dari café meninggalkan mereka.

"Kuharap dia baik-baik saja" gumam Yixing pelan, namun masih bisa di dengar mereka semua.

"Semoga saja" sahut Xiumin pelan.

.

.

.

.

.

Cklek!

"Kau sudah pulang Hun-ah?" Sehun melepas sepatunya kemudian menaruh di rak, kemudian melewati saja sosok yang menyapa nya.

Dengan lelah, Sehun menyandarkan punggung nya ke sofa sambil memejamkan matanya. "Hei Sehunnie, kau kelihatan sangat lelah" lagi sosok itu berbicara pada nya tepat di samping Sehun.

"Diamlah" tukas Sehun dingin tanpa melihat sosok tersebut.

"Kau membenciku sekarang?" Tanya sosok itu lagi dengan sedih, kepalanya menunduk dan mata nya berkaca-kaca.

"Tidak, justru aku sangat mencintai mu Lu" Sehun menatap sosok di sebelahnya.

Luhan, namja itu mengangkat kepalanya dan menatap Sehun dengan pandangan sedih. "Lalu kenapa kau menghindariku terus Hun-ah?" sial, Sehun harus menghentikan ini sekarang juga sebelum dia berubah jadi gila.

"Karena kau tidak nyata Lu, kau hanyalah sosok bayangan yang kuciptakan karena rasa bersalahku" Sehun mencoba untuk menyentuh pipi Luhan namun tangan nya terpaksa berhenti mengambang di udara.

Dia tidak ingin kehilangan sosok Luhan lagi, meski itu hanya bayangan.

Selama setahun ini Sehun hidup dalam bayang-bayang Luhan disekitar nya, awalnya Sehun merasa senang karena bisa kembali melihat Luhan.

Bahkan Sehun seperti orang gila, berbicara sendiri dengan sosok yang di sebut Luhan namun tanpa wujud. Membuat mereka semua tersenyum miris dan bersedih.

Awalnya mereka masih bisa memaklumi Sehun, namun lama kelamaan mereka semua sadar jika khayalan Sehun semakin memburuk setiap hari nya. Maka mereka mulai berinisiatif untuk terus mengatakan jika Luhan sudah tidak ada lagi, setiap kali Sehun mulai berhalusinasi melihat Luhan dan berbicara tanpa teman.

Setelah mengalami tekanan untuk menyadarkan dirinya lama-kelamaan akhirnya otak pintar Sehun bekerja, mengatakan padanya jika Luhan hanya sosok yang dia ciptakan sendiri.

Dengan keberanian untuk bangkit dan tak ingin terus terpuruk, Sehun mendatangi seorang psikiater dan akhirnya mendapat terapi serta obat untuk menenangkannya.

Walau tidak sesering dulu sosok Luhan muncul setelah beberapa kali terapi, namun perasaan ingin terus berada di dekat Luhan dan ingin bangkit serta menerima kenyataan terus bergulir di hati Sehun.

Sosok Luhan hanya akan muncul jika Sehun merasa bersalah kembali, atau saat ada seseorang kembali mengingatkan atau menyebut nama nya pada Sehun.

Karena itulah para hyungnya tidak ingin menyebut nama Luhan, karena mereka ingin Sehun sadar dan menerima kenyataan jika Luhan tak lagi bersama mereka.

"Berhentilah merasa bersalah padaku Sehun" lagi sosok bayangan Luhan memeberikan tatapan kesedihannya untuk Sehun, "Kau harus bisa melupakanku selamanya" Sehun mengusap wajahnya kasar dan beranjak dari sofa.

Tangan nya mengambil botol berisi obat penenang di atas meja makan, mengeluarkan satu butir pil dan menenggak nya tanpa air. Dilihat nya bayangan Luhan yang duduk di sofa bersama nya tadi mulai menghilang, efek dari obat nya.

Setelah itu dia mengambil ponselnya dalam saku celana dan mendial nomor seseorang, setelah beberapa kali menghubungi akhirnya tersambung juga.

"Appa, aku ingin ke tempatmu, kumohon" lirih Sehun memohon pada appa nya.

"Kau yakin nak?" nada ayah nya Sehun terdengar ragu di sebrang sana.

"Tentu saja appa, aku ingin meninggalkan Korea dan semua kenangan buruk nya… dan memulai kehidupan baru disana" Hidup baru tanpa bayang-bayang Luhan- tambah Sehun dalam hati.

.

.

.

.

.

"Kau harus memberi kabar jika sudah sampai disana" Chanyeol menepuk bahu Sehun. Sehun mengangguk dan menatap semua hyung nya bergantian.

"Tentu" jawabnya singkat.

"Jangan lupa untuk terus menghubungi kami, arrachi?" kali ini Xiumin memeluk Sehun hangat. Sehun hanya bergumam.

"Makan yang banyak disana, kau terlihat semakin kurus" pesan Yixing dengan senyum dan dimple manis nya. Sekali lagi Sehun hanya mengangguk.

Kai memeluk erat Sehun, merasa sedih karena harus berpisah dengan sahabat datar nya. "Baik-baiklah di tempat ahjussi, dan jalani hidupmu dengan baik eoh?" Sehun terkekeh mendengar pesan Kai.

"Arraseo, kau juga setelah bersama Kyungsoo jangan melupakan kami" gantian Sehun yang memberi pesan setelah melepas pelukannya dengan Kai yang mendengus sebal.

"Takut kehilanganku eoh?" canda Kai dengan senyum mengejek. "Dalam mimpi mu Kkamjong" balas Sehun dan tertawa bersama yang lain.

Kris mendekat dan mengusap kepala Sehun, tatapan nya berubah lembut menyiratkan kasih sayang seorang hyung pada dongsaeng nya. "Jaga kesehatanmu selama di sana, dan cobalah untuk hidup lebih baik"

Sehun menelan ludahnya getir, entah kenapa pesan Kris begitu membuatnya tercekat sedih. Namun sebagai pria dia tidak boleh cengeng. "Akan ku ingat pesan mu Kris hyung" ujar nya mencoba tersenyum.

Tidak lama suara pemberitahuan keberangkatan pesawat Sehun terdengar, membuat acara perpisahan mereka harus segera di akhiri. "Sudah waktunya, aku pergi"

Tangan Sehun bersiap untuk memegang travel bag nya sebelum Kyungsoo maju dan memeluk nya mendadak. "Ini yang terbaik Sehun, dan aku yakin Luhan hyung juga pasti menginginkan kau untuk bahagia" bisik Kyungsoo lembut.

"Mulai lah hidup baru dan cobalah untuk melupakan nya secara perlahan, karena aku yakin tuhan pasti sudah menyiapkan sebuah kebahagiaan lain untuk mu" selesai berbisik Kyungsoo tersenyum manis pada Sehun.

"Aku harap juga begitu" setelah nya sekali lagi Sehun menatap semua hyung nya untuk terakhir kali, kemudian mulai melangkah menuju pesawat.

"Kami akan merindukan mu Sehun!" teriak Chen kuat untuk terakhir kalinya sebelum Sehun menghilang dari pandangan mereka. Sebagai balasan Sehun melambaikan tangan nya dan tersenyum manis pada mereka semua.

Begitu Sehun duduk nyaman dan juga memakai seat belt nya, namja berambut platina itu menatap keluar jendela untuk melihat pemandangan terakhir Seoul.

Pesawat mengudara dan Sehun masih sibuk menatap pemandangan kota, tempat dia lahir dan besar yang semakin lama semakin mengecil.

"Selamat tinggal Korea, selamat tinggal semua nya. Kuharap keputusan ku benar, dengan menjauh dan berusaha bangkit dari bayangan mu Luhan hyung"

"Saranghae, jongmal saranghae Luhan hyung"

.

.

.

.

.

~END~

.

.

.

.

.

Okeh, akhir nya chap ini beneran END dan gak pake salah lagi yah! Maaf jika harus memisahkan Sehun dan Luhan apalagi dengan cara yang you-know-what-i-mean-right. Sad ending? Of course baby, tapi tenang aja Yue bukan orang yeoja kejam yang sanggup memisahkan HunHan /jiwa fujoshi membara/digaplok readers/.

Tenang untuk semua readers-nim tercinta, jangan kecewa karena Yue udah memisahkan uri HunHan di sini karena…. Jeng jeng jeng /backsound gagal/ akan nada sequel yang Yue siapkan untuk kelanjutan kisah HunHan.

So, jangan sedih dan tetap review yah readers-nim tercinta /kecup atu-atu/ karena review kalian semua akan menentukan apakah sequel dari cerita ini akan di publish atau kaga hehehhehe /ditimpuk swallow sehun/

.

BIG THANKS TO:

.

~Distysandra: Huahahahahha….. bukan yah, udah tahu kan siapa yang mati.

~Lieya EL: Entar klo kaga di Tbc bablas (?) donk. Udah tahukan apa yang terjadi pada uri maknae, dan kaga lama kan update nya.

~Junia angel 58: Tuan Oh: Dosa mu memang besar padaku anak muda. Dan ternyata yang mati adalah Luhan,,,, yehet! /dilindas truk/

~Mybabydeer: Kaga, Luhan mah kaga tegaan jadi orang. Bukti nya dia malah mengorbankan dirinya sendiri demi Sehun, ya kan?

~Re-Panda68: Udah tahu kan siapa yang mati? Tenang ini udah chap akhir kok.

~SweeetyChanBaek: Huahahahha baru sadar ya kalo Yue mank keren? /plakk/ kalo Sehun jadi vampire siapa pasangan nya? Kan tau sendiri kalo Luhan udah gitu deh.

~Imeyyteukmin: Waaahhh, gimana ya? Sebenarnya Yue punya sih Fb ma Twitter tapi sayang nya itu untuk pribadi, mian belum bisa di kasih tahu sekarang ne. entar Yue bakalan buat khusus untuk FF deh baru di kasih tahu, wokeeeh?

~Oh Zhiyulu Fujoshi: Neeeee? Tenang sayang bukan Sehun kok yang mati, noh si baby lulu yang yah tahu lah.

~Nisaramaidah28: Yah bener juga sih /muka mikir/ tapi walau mereka pisah tetap bakalan satu kok karena setelah sad mereka bakalan happy ending /plakk/

~Kimyori95: Maklum si Luhan nya lagi khilaf, jadi yah gitu lah. Tenang Sehun baik-baik aja kok walau hati ma pikirannya kaga.

~HunHan Aegy: Ahahahha…. Mian ini cerita berakhir dengan sad ending, tapi entah kalo sequel nya gimana /plakk/

~Fenny030502: Hm, kalo Sehun jadi vampire siapa pasangan nya chingu?

~Guest: Biar lebih greget terus review ne? /modus/

~Guest: Nah, tu si Sehun nya kaga jadi mati jadi iklas kan? Mian cerita ini berakhir dengan sad ending ya, tapi kaga tahu dengan sequel nya /Yue plin-plan/

~Jujujus: Ini udah di lanjut ya, moga kaga kecewa dengan ending nya.

.

.

.

Sekali lagi Yue ucapkan BIG THANKS untuk semuanya

Yang udah memfollow, Fav dan Review ff ini

Sampai akhir, karena berkat kalian

Ff ini bisa diselesaikan.

.

.

.

Sampai jumpa lagi di ff Yue yang lain nya yah!

Atau jumpa di sequel nya cerita ini

(kalo ada yang mau)

.

~Yue m00nlight~