"Arrghh Baekhh-"

"Ngghh keluarkan Chanhh"

"Hyahh sedikit lagi arggh"

Crot crot crot!

Chanyeol akan mengetahui hasilnya.

Nafas Baekhyun terengah-engah karena merasa sangat kelelahan. Membiarkan Chanyeol menumpahkan spermanya didalam tubuhnya. Menikmati aliran hangat sperma Chanyeol yang mulai membasahi bagian dalam tubuhnya. Menyenangkan sekali. Ternyata seperti ini rasanya bercinta. Ya, bercinta. Karena mereka melakukannya atas dasar cinta.

Bruk

Grep

"C-chanyeol?"

Baekhyun mulai panik.

Tubuh Chanyeol ambruk di atas tubuhnya begitu saja. Memejamkan matanya dengan erat dan ia tidak dapat merasakan sedikitpun pergerakan dari Chanyeol.

Apakah Chanyeol pingsan?

"Chanyeol?"

Panggil Baekhyun sekali lagi.

Dan seketika Baekhyun membulatkan matanya saat kedua sayap lebar Chanyeol dengan perlahan menghilang. Baekhyun mencoba untuk menajamkan penglihatannya karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

Sebenarnya apa yang terjadi?

Baekhyun sangat bingung. Kemudian ia mengalihkan pandangannya untuk melihat Chanyeol kembali dan betapa terkejutnya ia karena wajah Chanyeol saat ini terlihat sangat pucat. Seperti tidak ada lagi darah yang mengalir. Sangat pucat dan tubuh Chanyeol semakin mendingin saat menyentuh kulitnya.

"Apa yang terjadi pada dirimu?" Ucap Baekhyun dengan suara yang bergetar.

"Hiks! Apa kau akan meninggalkanku lagi? Hiks!"

Akhirnya Baekhyun hanya mampu menangisi Chanyeol yang masih ia peluk dengan sangat erat. Dan juga dengan perasaan yang bingung dan ketakutan.

Kemudian Baekhyun mencoba untuk memejamkan matanya dan bibirnya tergerak untuk memanjatkan do'a. Berharap agar tidak ada hal buruk yang terjadi pada Chanyeol. Malaikat kegelapan yang sangat ia cintai.

"Saranghae Chanyeol.."

.

.

.


Author:

Yuta CBKSHH

Tittle:

MY DARK ANGEL (CHANBAEK)

Cast:

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Support cast:

Do Kyungsoo

Kim Jong In

Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

Oh Sehun

Xi Luhan

And others cast (EXO's members)

Rating:

M ++

Genre:

Fantasy, Romance, Drama, Hurt/Comfort

Disclaimer:

Fanfict ini 100% buatan Yuta yang di bantu oleh bebeb Yuta Aya a.k.a Panthomxx (Thank you so much beb :*). Sedikit terinspirasi dari kisahnya Twilight, tapi cerita ini sangat jauh berbeda dari cerita Twilight ya~ NO COPAST! NO PLAGIAT! Semoga kalian suka ^^

Warning:

BL-BoysLove / YAOI / SHOUNEN-AI / HUBUNGAN SESAMA JENIS. MATURE CONTENT INSIDE! NC-21! DLDR! DO NOT BASH BUT KRITIK ATAU SARAN SANGAT DI PERBOLEHKAN. ENJOY IT!

Summary:

Yaoi! NC-21! Baekhyun siswa manis yang tidak sengaja bertemu dengan Chanyeol si 'Malaikat Kegelapan' di gudang sekolahnya. "Kita berbeda, ya aku tau. Tapi kau adalah takdirku"- Chanyeol. "Kita tidak bisa bersama, kita berbeda. Tapi aku mencintaimu"- Baekhyun. "Jika dengan melakukannya akan membawaku bersamamu, mari kita lakukan"- Baekhyun. "Baiklah"- Chanyeol. (CHANBAEK) Slight KAISOO, HUNHAN. RnR!

~~ HAPPY READING ~~


.

.

.

"Apa yang terjadi pada Chanyeol, Baek?"

"Umma.. hiks A-aku tidak tau.. Tiba-tiba ia tidak sadarkan diri dan aku memutuskan untuk membawanya kesini"

"T-tapi Appamu?"

"Aku sudah menceritakan semuanya pada Appaku, dan dia ternyata dapat melihat Dark Angel"

"Baiklah, biar Umma yang mengurusi Chanyeol. Kau cukup diam duduk disana"

"Ne Umma.."

Baekhyun menuruti perintah Sungmin dan dia duduk disudut kamarnya memperhatikan apa yang akan Sungmin lakukan pada Chanyeol.

Kondisi Chanyeol saat ini sudah benar-benar lemah. Tubuhnya kaku dan sangat dingin dengan mata yang terpejam seperti seorang mayat. Membuat Baekhyun sangat khawatir dan menangis dengan histeris seperti saat ini.

Ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Chanyeol, apalagi jika Chanyeol meninggalkannya. Sungguh ia tidak siap, tetapi disisi lain ia percaya jika Chanyeol tidak akan kenapa-kenapa karena sudah ada Sungmin yang menolongnya.

'Chanyeol kumohon bukalah matamu dan tersenyumlah padaku. Aku tidak ingin kehilanganmu'

Baekhyun terus berdo'a dalam hati ketika Sungmin dengan perlahan mengusap wajah Chanyeol. Menggumamkan beberapa kalimat dan menekan dahi Chanyeol dengan telapak tangannya, seperti tengah berusaha untuk membuat Chanyeol membuka matanya kembali.

Wajah Sungmin pun sama khawatirnya seperti Baekhyun. Dahi putihnya sudah mengeluarkan bulir-bulir keringat ketika usaha yang tengah ia lakukan tidak membuahkan hasil sama sekali. Sungmin panik, iapun tidak ingin Chanyeol mati.

Slaph!

"Apa yang terjadi pada Chanyeol?!"

"Kyu?"

"Aku terpaksa turun ke bumi karena aku merasa ada yang tidak beres dengan anakku"

Kyuhyun tiba-tiba muncul di antara mereka dan dengan cepat ia menghampiri Chanyeol yang sudah terbaring lemah disana. Memeriksa suhu tubuh Chanyeol dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca.

Kemudian Kyuhyun terdiam sejenak dan mengarahkan pandangan tajamnya pada Baekhyun. Sungmin seketika memeluk tubuh mungil Baekhyun untuk melindungi bocah ini dari serangan Kyuhyun.

"Apa yang telah Chanyeol lakukan padamu?" Tanya Kyuhyun pada Baekhyun dengan nada marahnya.

"D-dia.."

"Kau membuatnya takut Kyu!" Bentak Sungmin karena menyadari reaksi tubuh Baekhyun yang sudah bergetar hebat.

"Aku tidak sedang berbicara denganmu Sungmin!"

"Hiks! Maafkan aku.. hiks! Chanyeol sudah.. Chanyeol hiks sudah-"

"Dan kau menerima spermanya masuk kedalam tubuhmu?" Tanya Kyuhyun lagi.

Baekhyun menunduk dan menangis. Kemudian ia memeluk erat tubuh Sungmin meminta perlindungan.

Kyuhyun menggeleng tidak percaya.

"Ok, aku tidak akan menyalahkanmu dalam masalah ini. Maafkan aku karena aku terlalu khawatir pada Chanyeol" ucap Kyuhyun, dan kemudian ia mengalihkan perhatiannya pada Chanyeol kembali yang masih terbaring kaku disana.

"Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi pada Chanyeol, Kyu" tanya Sungmin.

"Inilah yang paling aku takutkan.." lirih Kyuhyun dengan pandangan kosongnya.

Baekhyun dan Sungmin memperhatikan apa yang akan dikatakan oleh Kyuhyun selanjutnya.

"Kau tau bukan, jika Chanyeol itu bukan sepenuhnya manusia? Karena saat kita melakukannya kau masih dalam wujud manusia, dan belum berubah menjadi Dark Angel?" Kyuhyun menatap mata sang istri.

"Wujudnya memang Dark Angel, tetapi hati dan perasaannya sama seperti mu. Seperti manusia. Aku tidak mengerti kenapa Chanyeol lebih mendominasi sebagai manusia daripada Dark Angel. Itulah yang membuatnya mendapatkan pasangan Mating dan takdir yang sama. Aku sudah mengetahui bagaimana perasaan Chanyeol terhadap Baekhyun saat pertama kali mereka dipertemukan. Chanyeol sudah menyukai Baekhyun dan memiliki perasaan pada Baekhyun, tapi ia berusaha untuk mengabaikan perasaannya dan membuangnya jauh-jauh karena ia pikir Baekhyun akan mati jika ia mencintainya"

Kyuhyun menjeda kalimatnya dan menggenggam tangan anaknya dengan erat. Menekan telapak tangan Chanyeol hingga cahaya berwarna biru tua muncul menyinari tubuh Chanyeol yang masih berbaring.

"Chanyeol semakin tidak bisa menahan perasaannya itu setelah ia mengetahui hal yang sebenarnya. Ia sangat bingung, dan ia melakukan sebuah hal agar mendapatkan jawaban atas rasa bingungnya tersebut. Yaitu, dengan menumpahkan spermanya di dalam tubuh Baekhyun"

Cahaya itu semakin terang dan itu sangat menyilaukan. Namun Kyuhyun tetap bertahan dalam posisinya menatap wajah anaknya dengan tatapan serius.

"Sayapnya dan kesadarannya menghilang. Tubuhnya menjadi kaku dan dingin seperti ini karena ia tengah merasakan sakit yang luar biasa"

Baekhyun masih terus menangis menatap tubuh Chanyeol dan berusaha untuk mencerna apa yang dikatakan oleh Kyuhyun sembari memeluk erat tubuh Sungmin.

"Ya, Chanyeol sedang mengalami transformasi. Ia akan menjadi manusia"

"Aarrgghh!"

"C-chan!"

"Aarrgghhh!"

Chanyeol menggeram kesakitan dengan suara yang sangat keras. Ingin sekali rasanya Baekhyun memeluk erat tubuh Chanyeol dan menenangkan Chanyeol, tetapi ia tidak bisa melakukannya karena itu mustahil. Dan ia harus mengurungkan niatnya dengan melihat Chanyeol yang sedang kesakitan disana.

"Tenanglah Baek, Umma yakin Chanyeol adalah orang yang kuat" ucap Sungmin berusaha untuk menenangkan Baekhyun.

Diam-diam Sungmin mengembangkan senyumannya. Mengerti apa yang akan terjadi pada Chanyeol dan akhirnya ia mengerti kenapa alasan Kyuhyun selalu mencegah Chanyeol untuk menemui Baekhyun.

Ya, karena Kyuhyun tidak ingin Chanyeol berubah menjadi manusia.

Ia sangat senang mengetahui hal ini. Ia sungguh rela jika anak satu-satunya ini menjadi manusia. Dan sepertinya Kyuhyun tidak memiliki pilihan lain selain membiarkan semua ini terjadi.

"Aarrgghhhh!"

Brukk!

Tubuh Chanyeol terbanting dengan cukup keras setelah tubuhnya menggelingjang tak karuan karena kesakitan.

Chanyeol telah berubah.

Rambutnya yang berwarna putih berubah menghitam secara perlahan dan matanya yang berwarna merah darah pun berganti warna menjadi hitam.

Tubuhnya berkeringat dan perlahan cahaya biru tua itu menghilang. Kyuhyun segera melepaskan genggamannya dan membiarkan tubuh Chanyeol terbaring disana dengan peluh yang membasahi seluruh bagian tubuhnya.

"Aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Semua sudah terjadi dan Chanyeol sudah berubah menjadi manusia.."

Dan kemudian Kyuhyun pergi menghilang meninggalkan ketiga orang yang berada disana. Sedangkan Sungmin kembali tersenyum bahagia.

Setiap Dark Angel yang berhasil menumpahkan spermanya di dalam tubuh manusia, maka ia akan bertransformasi menjadi manusia.

.

.

.


.

.

.

"Sehun! Apa yang terjadi pada dirimu?!"

Luhan menepuk-nepuk pipi Sehun ketika ia melihat Sehun yang tiba-tiba pingsan saat mereka tengah berada di loker kerja. Awalnya Luhan ingin bersiap-siap untuk pulang, tetapi betapa terkejutnya ia ketika melihat sang kekasih tengah tergeletak di atas lantai tidak sadarkan diri.

Rasanya Luhan ingin menangis sekeras-kerasnya dan meminta pertolongan, namun ia kembali teringat jika di toko ini hanya tersisa mereka berdua saja. Ia sangat panik dan bingung harus melakukan apa. Jadilah ia berakhir dengan memangku tubuh kaku Sehun sambil terus menangkup wajah Sehun dengan kedua tangannya berusaha memberikan kehangatan pada Sehun karena tubuh Sehun benar-benar dingin.

"Sehun bangunlah hiks! Katakan sesuatu~ kau membuatku panik hiks"

Luhan memeluk erat tubuh Sehun cukup lama, hingga ia kemudian mengangkat kepalanya ketika merasakan ada sosok aneh yang sudah berdiri di hadapannya.

Slaph!

Deg!

"S-siapa kau?" Gagap Luhan ketakutan.

"Aku Ayah Sehun. Menyingkirlah"

Ya, Ayah Sehun memutuskan untuk turun ke bumi karena melihat Sehun akhir-akhir sering merasakan sakit di seluruh tubuhnya. Membuat Ayah Sehun menjadi khawatir dan ia yakin jika Sehun sudah melakukan kesalahan sebagai seorang Dark Angel.

Luhan menyingkir dengan cepat ketika Ayah Sehun sedikit mendorong tubuhnya menjauh dari Sehun. Hati Luhan sedikit sakit menerima perlakuan Ayah Sehun, tetapi ia tidak ingin terlalu memikirkannya karena ia yakin jika Ayah Sehun akan menangani Sehun secepatnya.

Ayah Sehun melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Kyuhyun terhadap Chanyeol. Yaitu, dengan menekan telapak tangan kaku Sehun dan seketika cahaya biru tua memenuhi ruangan tersebut. Membuat Luhan menganga tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya di lakukan oleh Ayah Sehun.

"Sehun sudah melakukannya padamu? Apakah ia sudah menyetubuhi dan menumpahkan spermanya didalam tubuhmu?" Tanya Ayah Sehun sambil menatap tajam ke arah Luhan.

Luhan mengangguk lemah ketakutan sebagai jawabannya.

"Anak ini benar-benar"

Ayah Sehun mendengus keras dan ia kembali berkonsentrasi melakukan transformasi yang tengah Sehun alami saat ini.

Ayah Sehun sangat menyayangi anaknya yang satu ini, apapun yang Sehun minta telah ia turuti, karena ia merasa bersalah atas kesalahannya dimasa lalu. Yaitu, telah mengajak Sehun untuk bekerja pada keluarga Park. Ia terpaksa melakukan ini pada Sehun karena Ibu Sehun sudah pergi meninggalkan mereka, membuatnya tidak ada pilihan lain selain mengabdi pada keluarga Park keturunan Raja Dark Angel.

Sehun dan Chanyeol seumuran, mereka sering bermain bersama hingga keduanya tumbuh dewasa. Tetapi pada saat itu Sehun merasa jika ia selalu di beda-bedakan dengan Chanyeol. Sehun hanyalah anak seorang pesuruh Raja, sedang Chanyeol adalah keturunan Raja. Membuat Sehun memiliki rasa cemburu luar biasa dengan perbedaan mereka. Chanyeol sangat di sayangi oleh kedua orangtuanya, sedangkan Sehun? Ibunya sudah tiada dan Ayahnya terlalu sibuk untuk bekerja, membuatnya kurang perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Jadilah Sehun seperti saat ini. Menjadi anak yang pembangkang dan keras kepala, memiliki rasa dendam yang besar terhadap Chanyeol dan juga selalu menuntut sang Ayah untuk menuruti semua permintaannya. Mulai dari membiarkan nya turun kebumi untuk membalas dendam melalui Baekhyun, menyembunyikan sayapnya hingga ia kehilangan pasangan Mating dan takdirnya, dan juga meminta Ayahnya agar membuatnya dapat terlihat oleh manusia biasa. Semuanya sudah Ayah Sehun turuti.

Namun lagi-lagi Ayahnya harus dengan terpaksa melakukan transformasi ini dan merelakan Sehun meninggalkannya karena Sehun akan menjadi manusia. Tidak apa-apa. Ayah Sehun terima karena ia menyayangi anaknya ini.

"Sudah Appa katakan berkali-kali padamu, Ayah tidak ingin melihat kau terjebak oleh perangkapmu sendiri. Dan ternyata semuanya telah terjadi. Appa tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain membiarkanmu menjadi manusia. Appa menyayangimu Sehun"

"Aarrggghhhh!"

Mata Luhan membulat ketika melihat Sehun yang tiba-tiba menggeram kesakitan dengan keras seperti itu. Tubuhnya menggelinjang hebat dan peluh sudah membanjiri seluruh tubuhnya. Seperti orang yang sekarat.

Disana Luhan hanya mampu berdo'a dan terus berdo'a demi keselamatan Sehun. Ia sangat mencintai Sehun dan tidak ingin jika lelaki itu meninggalkannya. Luhan menautkan kedua tangannya dan memejamkan matanya dengan erat hingga ia merasakan cahaya biru tua yang menyilaukan itu dengan perlahan mulai menghilang.

Kemudian Luhan membuka matanya takut-takut dan melihat Ayah Sehun sudah bangkit dari posisinya. Luhan menatap Ayah Sehun yang sedang menatap kearahnya juga.

"Kau sudah berhasil merubah anakku menjadi manusia dengan perasaan cintamu. Jagalah Sehun dan katakan padanya jika aku sangat menyayanginya"

Kemudian Ayah Sehun menghilang tiba-tiba dari sana dan Luhan dengan cepat memeluk tubuh Sehun kembali.

"L-Luhan.."

"Ne Sehun. Aku disini"

.

.

.


.

.

.

"Ini adalah pilihanmu. Jika sudah seperti ini, yang Appa harapkan hanyalah kebahagiaanmu. Jaga Kyungsoo dan calon anakmu dengan baik. Appa akan selalu mengawasimu dari sana. Dan untukmu Kyungsoo, kau bisa menghajar anak kurang ajar ini jika dia berani menyakitimu. Panggil Appa dan Appa akan datang untuk membantu menghajarnya juga hahahaha"

"Hya Appa! Kau mempermalukan aku di hadapan istriku~"

Kai merengut sok imut(?) dan membuat Kyungsoo melakukan gerakan seperti ingin muntah. Sedangkan sang Ayah masih tertawa dengan keras.

"Istri?"

"Ya, dia sedang mengandung anakku bukan?"

"Kalian belum menikah Kai"

"Apakah itu harus?"

"Lalu untuk apa kau berjuang melewati transformasi itu jika kau tidak ingin menikahinya eoh?"

"Hya Appa! Tentu saja aku akan menikahinya. Aku cinta mati pada Kyungsoo"

"Benarkah?" Kali ini Kyungsoo yang mengeluarkan suaranya. Menatap Kai dengan mata bulatnya yang menggemaskan dan tersenyum sangat manis pada Kai.

"Jangan menatapku seperti itu Kyung. Disini masih ada Appa, aku tidak ingin memperkosamu di hadapan Appa"

Pletakk!

"Otakmu selalu saja kotor Kai, Appa tidak pernah mengajarimu berpikiran kotor seperti itu"

Tuan Kim menjewer telinga Kai setelah ia puas memberikan jitakan keras pada kepala Kai. Membuat Kyungsoo terkikik dan ia hanya menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan dua orang lelaki yang sangat disayanginya ini.

Hidupnya kini terasa lengkap, karena sudah ada sosok lelaki yang akan melindunginya seumur hidup. Sesuai keinginan sang Umma sebelum pergi meninggalkannya, dan ia yakin jika Ummanya pasti akan senang melihatnya dari surga sana.

Kai dan Kyungsoo memutuskan untuk tinggal di rumah Kyungsoo. Ya, tentunya setelah Kai menjadi manusia seperti sekarang ini. Kai telah melewati transformasi itu dan hampir saja ia gagal. Tetapi karena tekad Kai yang kuat, akhirnya ia bisa melewatinya dan memulai hidupnya bersama Kyungsoo. Menjaga anaknya yang berada didalam perut Kyungsoo hingga lahir dan mencintai Kyungsoo hingga nyawanya sudah tidak berada di dalam raganya.

"Appa akan kembali ke kerajaan. Hiduplah dengan baik dan Appa yakin kalian akan bahagia"

"Ne terima kasih Appa.."

Kyungsoo menunduk dalam memberikan salam hormat pada Tuan Kim. Sedangkan Kai disana berancang-angcang siap untuk menggendong tubuh mungil Kyungsoo masuk kedalam rumah mereka.

"Happ!"

"Kyaaa~ Kai~"

"Haishhh anak kurang ajar!"

Dan Kai membawa masuk Kyungsoo begitu saja membiarkan sang Appa disana.

Benar-benar anak yang kurang ajar kkkk~

Bruk!

Kai membanting tubuh mungil Kyungsoo begitu saja diatas ranjang mereka. Mengusap lembut wajah manis sang istri dan tersenyum satu sama lain.

"Kyungsoo calon istriku"

"Ne sayang?"

"Kapan kita akan menikah?"

"Setelah aku lulus dari sekolahku"

"Apa harus selama itu?"

"Satu tahun lagi"

"Aigooo aku bisa mati"

"Tidak apa-apa. Jika kau mati, aku pun juga akan mati"

"Kiyeowooo~ kau manis sekali Kyungie"

"Kau juga sangat tampan Kai"

Tanpa ragu-ragu Kai langsung mendaratkan bibirnya tepat di atas bibir Kyungsoo, dan tentu saja di balas oleh Kyungsoo. Mereka berpagutan cukup lama tenggelam dalam manisnya lumatan yang mereka lakukan satu sama lain. Berpegangan tangan dan memejamkan mata mereka sambil tersenyum.

Menikmati indahnya cinta mereka.

.

.

.


.

.

.

"Jadi? Fakta jika kau mencintai pasangan Matingmu, maka ia akan mati?"

"Ya, benar"

"Dan apabila kau menumpahkan sperma mu saat melakukan Mating, maka justru takdirmulah yang akan mati?"

"Itu terdapat dalam kitab Dark Angel"

"Lalu.. bagaimana jika pasangan Mating dan takdirmu adalah orang yang sama?"

"Sebenarnya ini baru pertama kali terjadi"

"Apakah ia akan mati?"

"Justru sebaliknya. Bukankah min + min maka akan menghasilkan plus? Ya, orang itu tidak akan mati"

"Apakah ini pertanda baik?"

"Bukan hanya sekedar baik. Tapi ini adalah keberuntungan yang luar biasa yang pernah di alami oleh Dark Angel"

"Berarti Chanyeol adalah Dark Angel yang beruntung?"

"Ya, dia dilahirkan dengan keberuntungan"

"Kesimpulan dari semua peraturan Dark Angel hanyalah kamuflase?"

"Akan menjadi kamuflase jika kau melanggarnya"

"Wow jika seperti itu, kenapa Dark Angel patuh pada peraturan itu? Kenapa tidak di langgar dan dengan begitu mereka bisa hidup bahagia bersama orang yang ia cintai?"

"Dan menjadi manusia yang lemah?"

"Lemah?"

"Manusia terlalu lemah dan mudah mati. Maka dari itu Dark Angel yang patuh pada peraturan tidak ingin menjadi manusia dan melakukan transformasi yang menyakitkan"

"Intinya?"

"Mereka ingin hidup abadi"

"Ck! Dan hidup tanpa cinta?"

"Ini adalah suatu pilihan. Antara hidup abadi atau hidup bersama cintamu"

"Ne. Hidup memang untuk memilih"

"Sungguh mengejutkan jika semua itu adalah kamuflase"

"Aku rasa tidak akan menjadi masalah jika demi kebaikan"

"Ya, demi kebaikan"

.

.

.


.

.

.

"Manusia dan Dark Angel hidup berdampingan didunia ini. Bagaimanapun manusia menghindari kehadiran Dark Angel, nyatanya manusia tidak bisa menyangkal kenyataan ini. Mungkin hanya sebagian saja yang mengetahui Dark Angel, tetapi tidak sedikit juga yang mengetahuinya. Seperti anakku Byun Baekhyun dan Byun Luhan"

Tuan Byun duduk di atas sofa yang berada tepat di hadapan Sungmin.

Ya, mereka saat ini sedang berada di ruang tengah keluarga Byun. Membicarakan baik-baik kejadian yang terjadi saat ini dan memilih jalan keluar yang terbaik pula.

Chanyeol sudah sadarkan diri walaupun tubuhnya masih lemah. Bersama dengan Baekhyun yang duduk disampingnya. Memegangi erat lengan kekar Chanyeol seolah ia tidak ingin kehilangan lelaki tampan ini, dan matanya tidak lepas dari wajah Chanyeol menunjukkan ekspresi cemasnya. Membuat Chanyeol memaksakan senyum lemahnya pada bocah mungil ini. Membalas tatapan Baekhyun dan mengatakan jika ia baik-baik saja.

"Jadi aku harus mengambil keputusan demi kebaikan kedua putra ku.."

"Maaf jika ini mengejutkanmu. Aku tidak bisa melakukan apapun karena aku hanya ingin melihat kebahagiaan anakku" ucap Sungmin.

"Bukankah ini takdir? Jadi apa yang harus di permasalahkan. Memang aku sangat terkejut, tetapi akupun menginginkan yang terbaik untuk putraku. Jadi Baek, kau benar-benar mencintai Chanyeol?"

Tuan Byun mengarahkan pandangannya pada putra bungsunya tersebut. Membuat Baekhyun sedikit tercekat dan dengan yakin ia menganggukkan kepalanya.

"Ne. Tentu saja Appa.. Aku mencintainya" lirih Baekhyun.

Sungmin tersenyum.

"Chanyeol sudah menjadi manusia sama seperti mu, Baek"

Kini Baekhyun mengalihkan pandangannya pada Sungmin.

"Ne. Dan aku sangat bahagia Umma" jawab Baekhyun dengan senyuman tak kalah manis.

"Jadi Tuan Byun.. Apakah aku bisa menitipkan Chanyeol padamu?"

Tuan Byun tersenyum.

"Tentu. Aku akan menjaga calon suami anakku ini hingga tiba saatnya mereka menikah nanti"

"Appa~"

Baekhyun merengek karena malu dengan perkataan sang Appa. Wajahnya merona dan ia tidak mampu menyembunyikan senyum bahagianya.

"Haha kau sudah siap untuk menikahi anakku, Park Chanyeol?" Tanya Tuan Byun pada Chanyeol yang sedari tadi hanya tersenyum memandangi Baekhyun.

"Ne? Ahh tentu saja dengan senang hati" jawab Chanyeol dengan riang.

"Tunggu Appa.. bukankah seharusnya Luhan hyung yang terlebih dulu menikah?"

"Tapi hyungmu belum memiliki-"

BRAKK!

"Appa.. t-tolong aku!"

Pintu depan rumah tersebut tiba-tiba terbanting dengan keras dan menampilkan sosok Luhan yang sedang bersusah payah menopang tubuh lelaki yang sepertinya tengah pingsan tersebut.

Tuan Byun segera menghampiri putra sulungnya tersebut dan membantu membopong lelaki yang tidak ia ketahui siapa. Walaupun ingin sekali ia melemparkan pertanyaan pada Luhan mengenai lelaki ini, tetapi ia urungkan niatnya dan memutuskan terlebih dulu membantu Luhan yang sedang kesusahan.

"Baringkan tubuhnya disini" ucap Tuan Byun sambil membaringkan tubuh lelaki asing ini di atas sofa yang berada disamping Sungmin berada.

"Hiks! Apa yang terjadi pada Sehun? Hiks apa ia akan sadarkan diri?" Tanya Luhan dengan suara yang bergetar dan airmata yang sudah membanjiri wajah cantiknya.

"Kenapa Sehun bisa pingsan seperti ini?" Kali ini Chanyeol yang bersuara.

Jujur saja ia sedikit terkejut kenapa Luhan membawa Sehun kerumah Baekhyun. Tetapi lambat laun ia mulai mengerti dari arti kekhawatiran yang Luhan tunjukkan jika Luhan sangat cemas akan keadaan Sehun. Sepertinya Luhan mencintai Sehun.

Dengan cepat Chanyeol menghampiri Sehun dan memandanginya cukup intens. Kondisi Sehun saat ini sama persis dengan kondisinya beberapa menit yang lalu setelah ia bertransformasi menjadi manusia. Dan betapa terkejutnya ia jika rambut Sehun menghitam seperti dirinya.

Apakah Sehun sudah menjadi manusia sama seperti dirinya?

"Hiks! Ta-tadi Ayah Sehun mengatakan jika Sehun akan menjadi manusia karena aku berhasil membuatnya jatuh cinta padaku. Hiks aku tidak mengerti. Cahaya biru muncul dan Sehun seperti orang yang kesakitan. Hiks ia sempat memanggil namaku, tetapi sedetik kemudian ia tak sadarkan diri seperti ini" jelas Luhan sesunggukkan menatap wajah Sehun.

"Ternyata benar jika Sehun sudah menjadi manusia. Dia sudah bertransformasi. Jangan khawatir, ia akan sadarkan diri" tenang Chanyeol.

Sungmin yang baru saja tiba di antara mereka, memberikan baskom air hangat dan handuk bersih lalu menyerahkannya pada Luhan. Membuat Luhan menatap Sungmin dengan pandangan bertanya.

"Bersihkan tubuh Sehun. Kau ingin ia cepat sadar bukan? Dan Chanyeol, tolong bantu Luhan membawa Sehun kekamarnya" ucap Sungmin dengan lembut.

Setelah mendapatkan anggukan dari Tuan Byun, akhirnya Chanyeol menuruti perintah Ummanya.

"Ne Umma.."

Setelah memastikan Sehun dan Luhan sudah berada dikamar, Chanyeol melangkahkan kembali kakinya ke ruang tengah dan duduk disamping kekasih cantiknya ini.

"Hyungmu sudah sedikit tenang. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan, Baek" tenang Chanyeol.

"Siapa Sehun?" Tanya Tuan Byun dengan tiba-tiba.

"Dia adalah seorang Dark Angel sama seperti Chanyeol, Appa.." jawab Baekhyun.

"Jangan katakan jika-"

"Ne. Luhan hyung mencintai Dark Angel sama sepertiku Appa.."

"Jadi Luhan sudah memiliki lelaki yang ia cintai?"

Baekhyun mengangguk.

"Seperti yang Appa liat"

Tuan Byun menghela nafas panjang. Ini terlalu mengejutkan dan ini membuatnya sedikit merasa bersalah karena betapa tidak perdulinya pada anaknya sendiri sehingga tidak mengetahui hal ini. Namun disisi lain ia bahagia karena kedua putranya sudah memiliki pasangan yang tepat. Tidak ada pilihan lain selain merestui hubungan kedua anaknya tersebut.

"Kau akan menikah setelah Luhan menikah"

Ucapan final Tuan Byun membuat semua orang yang berada disana menganga karena terlalu terkejut. Walaupun mereka merasa senang, tetapi mereka masih tidak percaya jika akan secepat ini.

Kebahagiaan akan datang menjemput mimpi mereka dan mengubahnya menjadi kenyataa dalam waktu dekat.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

Bahagia?

Nyangka ga?

Ga nyangka kan?

Karena anda sudah masuk dalam acara GA NYANGKA! Kameranya ada disana~ lambai-lambai dulu dong xD #plakk #digampar readers :")

Dari hasil review yang udh Yuta baca sih kebanyakan ngiranya LuBaekSoo yang bakalan jadi Dark Angel. Padahal sebaliknya, HunChanKai lah yang berubah menjadi manusia wkwkwk :v

Mungkin sebentar lagi mereka akan bahagia. Mungkin..

Iya mungkin..

Kalo chap depan ga ada penghalang lagi wakakak :v

Udah ah, langsung review aja ~

Last!

NEXT?

REVIEW JUSEYO~ (kalo review menurun, Yuta juga bakalan telat updatenya hohoho)

SARANGHAE BBUING~!